Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

POLA SEBARAN DAN OPERASI PENANGKAPAN IKAN PADA ALAT TANGKAP BAGAN APUNG DI PERAIRAN TELUK PALABUHANRATU Praja, Ardan; Dewanti, Lantun Paradhita; Apriliani, Izza Mahdiana; Putra, Pringgo Kusuma Dwi Noor Yadi
Jurnal Penelitian Perikanan Laut (Albacore) Vol 8 No 4 (2024): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.8.4.429-439

Abstract

Operasi penangkapan alat tangkap bagan apung memiliki hubungan yang erat dengan persebarannya, karena sebaran bagan apung dapat memengaruhi hasil tangkapan ikan. Seiring dengan perkembangan teknologi citra satelit dapat dimanfaatkan untuk pemantauan sebaran alat tangkap bagan apung. Riset ini bertujuan untuk menentukan pola sebaran bagan apung di perairan Teluk Palabuhanratu dan mengidentifikasi operasi penangkapan ikan pada alat tangkap bagan apung di perairan Teluk Palabuhanratu. Pengumpulan data primer dilakukan dengan cara wawancara dan observasi kepada nelayan. Pengumpulan data sekunder memanfaatkan citra satelit Sentinel-2 pada tahun 2019-2023 di perairan Teluk Palabuhanratu, kemudian hasil rekaman citra satelit di digitasi manual menggunakan software ArcGIS. Titik-titik sebaran alat tangkap bagan apung hasil dari digitasi manual dianalisis menggunakan analisis tetangga terdekat (nearest neighboor analysis) yang hasilnya berupa indeks T. Hasil analisis tetangga terdekat (indeks T) di perairan Teluk Palabuhanratu pada tahun 2019-2023 adalah 1,23, 1,09, 1,14, 0,90, dan 0,95 yang berarti selama 5 tahun pola sebaran alat tangkap bagan apung di perairan Teluk Palabuhanratu adalah acak. Pengoperasian bagan apung terdiri dari persiapan, perjalanan menuju fishing ground, penurunan jaring (setting), penarikan jaring (hauling), dan perjalanan kembali menuju fishing base. Operasi penangkapan ikan dilakukan dalam one day fishing. Hasil tangkapan bagan apung di perairan Teluk Palabuhanratu mencakup ikan pelagis kecil. Kata kunci: analisis tetangga terdekat, citra satelit, ikan pelagis kecil
WORKING TIME EFFICIENCY AND FACILITIES UTILIZATION OF PT. PROSKUNEO KADARUSMAN SHIPYARD MUARA BARU JAKARTA Zamira, Nasywa Aurellia; Apriliani, Izza Mahdiana; Zahidah; Putra, Pringgo Kusuma Dwi Noor Yadi; Pratama, Gilar Budi
Jurnal Penelitian Perikanan Laut (Albacore) Vol 9 No 3 (2025): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.9.3.459-469

Abstract

Shipyard is one of the port facilities that serves as a means of maintaining the ship before returning to fishing activities. PT. Proskuneo Kadarusman shipyard needs to maintain its existence in order to remain the shipyard of choice for ship owners through the speed of processing time of the services provided. This research aims to determine the most efficient time in the ship repair process at PT. Proskuneo Kadarusman shipyard. This research was conducted in January 2025 using a case study method of fishing vessel repair activities based at PPS Nizam Zachman Jakarta. The data obtained was then analyzed through a network with the critical path method and to identify the level of utilization of its facilities. The results showed that routine maintenance or minor repairs of fishing vessels and repairs accompanied by engine repairs can be completed within 4 days with an effectiveness of 66.67% of the time allocated by the shipyard. The utilization level of shipyard facilities from 30 GT fishing vessel repair activities is worth 66.67-100% which that the utilization of the work area is optimal. Factors that affecting ship repair work time are the condition of shipyard facilities, material availability, and the level of ship damage. Key words: critical path method, fishing vessel, network analysis, ship repair
Diseminasi teknologi penambahan suplemen pakan pada ikan gurami (Osphronemus gouramy) untuk peningkatan kesejahteraan petani ikan Grandiosa, Roffi; Rosidah, Rosidah; Putra, Pringgo Kusuma Dwi Noor Yadi
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 5 No 1 (2022)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v5i1.13861

Abstract

Praktek budidaya perikanan di Kabupaten Pangandaran sangat bergantung pada pengetahuan petani untuk mendukung produksi budidaya yang layak. Salah satu kendala utama adalah pengetahuan gizi yang sering menjadi biang keladi rendahnya produksi. Para pembudidaya budidaya di Desa Kertayasa yang tergabung dalam Kelompok Kawungsari cukup mapan di Pangandaran karena dikenal dengan budidaya ikan gurami (Osphronemus gouramy). Namun, pengetahuan pengayaan pakan dalam hal budidaya ikan yang sukses belum cukup berkembang. Inisiatif untuk menginformasikan dan mengarahkan petani tentang pengetahuan pengayaan pakan telah membawa hasil positif dimana petani sekarang cukup sadar akan faktor-faktor penting kualitas pakan seperti rasio konversi pakan, pengaruh pakan terhadap pertumbuhan dan inovasi pakan untuk mendukung produksi. ikan. Metode penyampaian materi dilakukan dengan presentasi, pelatihan dan simulasi, serta tanya-jawab dengan peserta yang bertujuan untuk mengetahui dan memberikan solusi atas kendala-kendala peserta dalam melakukan analisis data di bidang budidaya. Selanjutnya, pengetahuan tentang nutrisi pakan harus diberikan berulang kali dengan peningkatan panduan praktis dalam praktik nutrisi. Oleh karena itu keberhasilan budidaya di daerah pedesaan bergantung pada pengetahuan praktik terbaik untuk memberdayakan masyarakat berkembang.
Upaya kegiatan kuliah kerja nyata integratif mendorong motivasi petani ikan dalam peningkatan produksi ikan air tawar Grandiosa, Roffi; Rosidah, Rosidah; Putra, Pringgo Kusuma Dwi Noor Yadi
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 6 No 2 (2023)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v6i2.19400

Abstract

Pembudidaya ikan di Desa Cintaratu yang tergabung dalam Kelompok Kaliwungu Rahayu di Pangandaran dikenal dengan budidaya ikan Tilapia, Mas dan Nilem. Kelompok budidaya ini disertifikasi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia, namun pengembangan budidaya ikan tergantung pada pengetahuan pembudidaya karena produksi di daerah setempat masih  belum efektif. KKN atau yang dikenal dengan Kuliah Kerja Nyata Universitas Padjadjaran telah membawa hasil positif dimana dosen bersama mahasiswa dan petani belajar bersama mengenai topik inovasi pakan dalam budidaya seperti aplikasi herbal dan probiotik melalui metoda Participatory Action Research Method. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa 100% petani ikan responden merasakan kegiatan pengabdian ilmiah memberikan manfaat terhadap peningkatan produksi dan peningkatan ilmu pengetahuan. Sekarang para pembudidaya menyadari faktor-faktor penting dari inovasi kualitas pakan ini yang berdampak nyata langsung pada turunnya rasio konversi pakan, meningkatnya pertumbuhan, meningkatnya pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan, membaiknya kesehatan dan produksi ikan. Pengetahuan praktik terbaik untuk mengimplementasikan kemajuan teknologi dalam budidaya sangat penting untuk memberdayakan budidaya ikan di daerah pedesaan.
BIOLOGICAL ASPECTS OF PANULIRUS HOMARUS IN PANGANDARAN WATERS, PANGANDARAN DISTRICT Rahman, Taufik; Zahidah, Zahidah; Dewanti, Lantun Paradhita; Putra, Pringgo Kusuma Dwi Noor Yadi
Indonesian Fisheries Research Journal Vol 30, No 1 (2024): (June) 2024
Publisher : Jakarta Technical University of Fisheries

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potensi perikanan di Kabupaten Pangandaran cukup besar, terdiri dari ikan pelagis besar, ikan pelagis kecil, ikan demersal dan krustasea, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek biologi panulirus homarus yaitu komposisi spesies, rasio jenis kelamin, frekuensi sebaran panjang karapas, dan hubungan panjang dan berat yang ditangkap di perairan Pangandaran. Informasi mengenai aspek biologi lobster penting dilakukan agar stok lobster di alam dapat dimanfaatkan secara optimal. Sampel Panulirus homarus diperoleh dari pengepul lokal di Pangkalan Pendaratan Ikan Cikidang, Tempat Pelelangan Ikan Bojongsalawe, dan Tempat Pelelangan Ikan Madasari pada bulan Oktober sampai November 2021. Analisis data pada penelitian ini menggunakan software Microsoft Excel dan ELEFAN I pada program FiSAT II untuk mengetahui persamaan pertumbuhan lobster. Hasil penelitian menunjukkan terdapat enam jenis lobster yang ditangkap di Pangandaran, yaitu panulirus homarus, panulirus ornatus, panulirus penicillatus, panulirus versicolor, panulirus longipes, dan panulirus polyphaus. Jenis kelamin lobster pasir jantan sebanyak 327 (47%), sedangkan jenis kelamin lobster pasir betina sebanyak 366 (53%).
Simulasi Penanganan Korban Tenggelam dan Launching Satgas Nawasena Berbasis Sistem Informasi Geografis untuk Meningkatkan Keselamatan Wisata di Pantai Pangandaran Nurhamsyah, Donny; Fitri, Siti Yuyun Rahayu; Putra, Pringgo Kusuma Dwi Noor Yadi; Marya, Nenden Nur Asriyani; Fitri, Siti Ulfah Rifaatul; Khan, Alexander M.A; Maziyya, Nur; Setiawan, Setiawan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.19400

Abstract

ABSTRAK Pantai Pangandaran merupakan salah satu destinasi wisata bahari unggulan di Indonesia yang memiliki risiko tinggi terhadap kecelakaan laut, terutama insiden tenggelam. Kurangnya kesadaran wisatawan akan potensi bahaya serta keterbatasan sistem pemantauan dan respons cepat menjadi tantangan dalam meningkatkan keselamatan wisata. Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan sistem mitigasi berbasis teknologi yang dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan efektivitas penanganan kecelakaan. Untuk meningkatkan keselamatan wisata di Pantai Pangandaran melalui simulasi penanganan korban tenggelam dan pembentukan Satgas Nawasena. Selain itu, Sistem Informasi Geografis (SIG) diterapkan sebagai alat bantu dalam pemetaan titik rawan kecelakaan dan optimalisasi sistem tanggap darurat berbasis data spasial. Kegiatan ini dilakukan melalui pendekatan partisipatif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk akademisi, tenaga kesehatan, petugas Search and Rescue (SAR), pengelola wisata, dan masyarakat lokal. Metode yang digunakan mencakup: (1) pemetaan area rawan kecelakaan menggunakan SIG, (2) simulasi penanganan korban tenggelam yang melibatkan skenario realistis, dan (3) pembentukan serta pelatihan Satgas Nawasena sebagai satuan tugas keselamatan wisata berbasis komunitas. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan SIG mampu meningkatkan pemahaman peserta mengenai titik-titik rawan kecelakaan serta mempercepat koordinasi dalam situasi darurat. Simulasi yang dilakukan berhasil meningkatkan keterampilan petugas dan masyarakat dalam penanganan korban tenggelam. Pembentukan Satgas Nawasena juga mendapat respons positif dari berbagai pihak, dengan harapan dapat menjadi model keberlanjutan dalam pengelolaan keselamatan wisata bahari di Pantai Pangandaran. Penerapan SIG dalam sistem keselamatan wisata terbukti efektif dalam meningkatkan mitigasi risiko kecelakaan di Pantai Pangandaran. Simulasi penanganan korban tenggelam dan pembentukan Satgas Nawasenamenjadi langkah strategis dalam memperkuat kesiapsiagaan komunitas wisata terhadap potensi kecelakaan laut. Keberlanjutan program ini diharapkan dapat mendukung pengembangan wisata yang lebih aman dan berkelanjutan. Kata Kunci: Keselamatan Wisata, Sistem Informasi Geografis, Keperawatan Pariwisata, Satgas Nawasena, Mitigasi Risiko ABSTRACT Pangandaran Beach is one of Indonesia's premier marine tourism destinations, which has a high risk of maritime accidents, particularly drowning incidents. The lack of awareness among tourists regarding potential dangers, along with limited monitoring and rapid response systems, poses challenges in enhancing tourist safety. To address these issues, a technology-based mitigation system is needed to improve preparedness and the effectiveness of accident handling. To enhance tourist safety at Pangandaran Beach through simulations of drowning victim handling and the establishment of the Nawasena Task Force. Additionally, Geographic Information Systems (GIS) are applied as a tool for mapping accident-prone areas and optimizing emergency response systems based on spatial data. This activity is conducted through a participatory approach involving various stakeholders, including academics, healthcare professionals, Search and Rescue (SAR) personnel, tourism managers, and local communities. The methods used include: (1) mapping accident-prone areas using GIS, (2) conducting drowning victim handling simulations involving realistic scenarios, and (3) establishing and training the Nawasena Task Force as a community-based tourism safety unit. The results indicate that the application of GIS has improved participants' understanding of accident-prone areas and accelerated coordination in emergency situations. The simulations successfully enhanced the skills of both officials and the community in handling drowning victims. The establishment of the Nawasena Task Force also received positive responses from various parties, with hopes that it can serve as a sustainable model for managing marine tourism safety at Pangandaran Beach. The application of GIS in the tourism safety system has proven effective in enhancing risk mitigation for accidents at Pangandaran Beach. The simulations for handling drowning victims and the establishment of the Nawasena Task Force are strategic steps in strengthening the community's preparedness for potential maritime accidents. The sustainability of this program is expected to support the development of safer and more sustainable tourism.  Keywords: Tourist Safety, Geographic Information Systems, Tourism Nursing, Nawasena Task Force, Risk Mitigation
PROFIL DAN PRODUKTIVITAS KAPAL RAWAI LAYUR DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) PALABUHANRATU JAWA BARAT Nurafni, Silvia; Dewanti, Lantun Paradhita; Apriliani, Izza Mahdiana; Putra, Pringgo Kusuma Dwi Noor Yadi
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 17, No 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bawal.17.3.2025.156 - 168

Abstract

Rawai layur merupakan alat tangkap dominan dalam menangkap ikan layur di PPN Palabuhanratu yang merupakan salah satu komoditas ekspor andalan. Jumlahnya berfluktuasi setiap tahun menyebabkan produksi ikan tidak menentu dan memengaruhi produktivitasnya. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan unit penangkapan, mengidentifikasi jenis dan menghitung jumlah hasil tangkapan, mengidentifikasi daerah penangkapan ikan serta menghitung nilai produktivitas kapal dan alat tangkap rawai layur di PPN Palabuhanratu. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara kepada 24 orang responden nelayan aktif dari kapal yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapal rawai layur adalah kapal motor tempel bercadik berkapasitas 2 GT, sedangkan alat tangkap berupa rawai dasar yang dioperasikan di kedalaman sekitar 60 meter dengan menggunakan umpan ikan tembang segar dan layur beku. Metode pengoperasiannya terdiri atas empat tahap yaitu persiapan, setting, soaking, dan hauling. Daerah penangkapan di perairan Ujung Genteng hingga Ujung Kulon. Hasil tangkapan utama adalah ikan layur dan hasil tangkapan sampingan di antaranya ikan tongkol pisang cerutu, layang anggur, cucut tikus/cucut monyet, swanggi, dan lain-lain. Nilai produktivitas kapal terindikasi rendah karena berada di bawah standar KEPMEN-KP No.98 Tahun 2021 dengan rata-rata 0,33 ton/GT/tahun, sedangkan nilai produktivitas alat tangkap rawai layur berada pada rata-rata 0,04 ton/trip. Temuan ini mengindikasikan perlunya evaluasi dan strategi pengelolaan yang lebih baik untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi perikanan rawai layur di PPN Palabuhanratu.
Kondisi Dasar Terumbu Karang sebagai Informasi Awal Pengelolaan Pesisir di Kabupaten Pangandaran Putra, Pringgo Kusuma Dwi Noor Yadi; Wijayanti, Lady Ayu Sri
Jurnal Sumber Daya Hewan Vol 7, No 1 (2026): Jurnal Sumber Daya Hewan
Publisher : Program Studi Peternakan K. Pangandaran, Universitas Padjadjaran PSDKU Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsdh.v7i1.69815

Abstract

Ketersediaan data ekologi dasar merupakan prasyarat penting dalam mendukung pengelolaan pesisir yang berkelanjutan, khususnya pada wilayah dengan tekanan aktivitas manusia yang meningkat. Kabupaten Pangandaran merupakan kawasan pesisir dengan intensitas perikanan dan pariwisata bahari yang tinggi, namun informasi ilmiah mengenai kondisi terumbu karang masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menilai kondisi dasar terumbu karang di perairan Desa Batukaras sebagai informasi awal bagi pengembangan kegiatan monitoring dan pengelolaan pesisir. Pengambilan data dilakukan pada November 2025 menggunakan metode Underwater Photo Transect pada dua transek sepanjang 50 m di kedalaman 8–10 m. Komposisi bentik dianalisis hingga tingkat lifeform menggunakan perangkat lunak CPCe, serta dihitung Indeks Keanekaragaman Shannon–Weaver (H’) dan Indeks Simpson (1–D). Hasil penelitian menunjukkan tutupan karang hidup sebesar 55,18% yang tergolong dalam kategori baik. Karang keras mendominasi komunitas bentik (50,16%) dengan Coral Foliose sebagai lifeform utama (77,18%), sementara kategori karang mati terbaru tidak ditemukan. Nilai indeks keanekaragaman relatif rendah hingga sedang (H’ = 0,94; 1–D = 0,55), mencerminkan dominasi bentuk pertumbuhan tertentu dan kompleksitas struktur yang terbatas. Meskipun kondisi tutupan karang cukup baik, proporsi rubble yang cukup tinggi (22,28%) menunjukkan perlunya pemantauan berkelanjutan. Temuan ini menyediakan data dasar yang penting untuk mendukung pengelolaan adaptif dan perencanaan monitoring jangka panjang di wilayah penelitian.
RELATIONSHIP BETWEEN SEA SURFACE TEMPERATURE AND CHLOROPHYLL-A WITH YELLOWFIN TUNA CATCH AT THE CILACAP OCEAN FISHING PORT, INDONESIA: HUBUNGAN SUHU PERMUKAAN LAUT DAN KLOROFIL-A TERHADAP TANGKAPAN TUNA SIRIP KUNING DI PPS CILACAP, INDONESIA Gimnastiar, Pirgiawan; Dewanti, Lantun Paradhita; Apriliani, Izza Mahdiana; Putra, Pringgo Kusuma Dwi Noor Yadi
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol. 17 No. 1 (2026): FEBRUARY 2026
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24319/jtpk.17.56-68

Abstract

Pelabuhan Perikanan Laut (PPS) Cilacap merupakan pusat utama penangkapan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) di Jawa Selatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memetakan distribusi suhu permukaan laut dan konsentrasi klorofil-a, mengidentifikasi area penangkapan tuna sirip kuning di perairan PPS Cilacap (Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia/WPPNRI 573 dan laut lepas), dan meneliti hubungan antara suhu permukaan laut dan klorofil-a dengan hasil tangkapan tuna sirip kuning. Berdasarkan buku catatan bulanan PPS Cilacap untuk tahun 2019 hingga 2023, data yang digunakan meliputi lokasi penangkapan dan jumlah tuna sirip kuning yang dihasilkan. Citra satelit Aqua MODIS Level 3 pada periode waktu yang sama memberikan informasi tentang suhu permukaan laut dan klorofil-a. Hubungan antara suhu permukaan laut dan klorofil-a dengan hasil tangkapan tuna sirip kuning diteliti menggunakan regresi linier berganda di Microsoft Excel 365. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tuna sirip kuning tertangkap pada kisaran antara 8–15 ºLS dan 100–112 ºBT, dengan konsentrasi tangkapan tertinggi berada pada kisaran antara 8–11 ºLS dan 108–111 ºBT. Suhu permukaan laut berkisar antara 25–30 °C, dengan konsentrasi klorofil-a berkisar antara 0,05–0,28 mg/m³. Menurut model regresi, suhu permukaan laut dan klorofil-a secara gabungan menyumbang 16% dari varians tangkapan (R2 = 0,16), menunjukkan bahwa variabel lain lebih penting.
Peningkatan Pemahaman Keselamatan Kerja Nelayan Penangkap Ikan Melalui Pelatihan Berbasis Simulasi di Kabupaten Pangandaran Putra, Pringgo Kusuma Dwi Noor Yadi; Andhikawati, Aulia; Kurniawan, Kurniawan
Farmers : Journal of Community Services Vol 7, No 1 (2026): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v7i1.68784

Abstract

Aktifitas operasi penangkapan ikan merupakan salah satu pekerjaan yang memiliki tingkat resiko yang sangat tinggi. Aspek keselamatan kerja di atas kapal sangat perlu diperhatikan oleh nelayan saat melakukan operasi penangkapan ikan. Permasalahan yang sering ditemukan adalah kondisi nelayan yang masih belum mengindahkan aspek K3 seperti yang ditemukan di Kabupaten Pangandaran. Kelalaian tidak memerhatikan aspek K3 saat operasi penangkapan ikan dapat mengakibatkan terluka hingga hilangnya nyawa. Oleh karena itu, perlu dilakukan pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman nelayan terhadap berbagai jenis alat keselamatan kerja beserta fungsinya, dan juga penerapannya sebagai penanggulangan kejadian kecelakaan kerja dalam menunjang aspek keselamatan yang sesuai dengan panduan FAO tentang CCRF. Kegiatan ini dilakukan pada 2 tempat di Kabupaten Pangandaran dengan aktifitas perikanan tangkap yang tinggi. Metode pengabdian diawali dengan melakukan survei terlebih dahulu dan dilanjutkan dengan melakukan simulasi. Berdasarkan hasil survei pada umumnya nelayan belum membawa alat kesalamatan ke atas kapal. Selain itu, hasil pre & post-test menunjukkan bahwa responden di 2 lokasi tersebut memiliki peningkatan pemahaman mengenai K3. Selain itu, simulasi penggunaan life jacket juga prosedur meninggalkan kapal yang dilakukan pada setiap akhir sesi untuk memberikan pemahaman pengelolaan kondisi darurat yang lebih baik.