Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

IMPLEMENTING DEEP LEARNING IN SCIENTIFIC WRITING INSTRUCTION: ENHANCING STUDENTS’ CRITICAL THINKING AND ACADEMIC WRITING SKILLS IN VOCATIONAL EDUCATION Ermawati Ermawati; Andi Sukri Syamsuri; Tasrif Akib
Jurnal Kajian Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Kajian Pendidikan dan Psikologi
Publisher : PT Altin Riset Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61397/jkpp.v4i1.563

Abstract

Scientific writing is an essential literacy competency in vocational education because it requires students to integrate empirical experience, conceptual understanding, evidence, and systematic communication. However, students often experience difficulties in developing scientific arguments and tend to rely on surface learning and reproduction of information. This study examines the implementation of a Deep Learning approach in scientific writing instruction among Grade 11 students at UPTD SMK Negeri Rea Timur, Polewali Mandar, West Sulawesi, Indonesia. Using an interpretive qualitative design with a hermeneutic perspective, the study explored how mindful, meaningful, and joyful learning were integrated into the scientific writing process. Data were collected through participatory observation, semi-structured interviews, and document analysis of lesson plans, student reflections, assessment instruments, and scientific writing drafts. Data were analyzed using the interactive model of data condensation, data display, and conclusion drawing and verification, with credibility strengthened through triangulation and member checking. The findings indicate that Deep Learning supported a shift from reproductive learning toward reflective and knowledge-constructive learning. Students became more aware of their thinking processes, connected vocational experiences with academic concepts, and developed more original arguments grounded in empirical evidence. Discussion, scaffolding, peer feedback, and revision further supported progressive improvement in writing quality. Nevertheless, implementation was constrained by surface-learning habits, varied literacy levels, limited instructional time, and difficulties connecting empirical data with theory. The study highlights Deep Learning as an integrated pedagogical orientation for contextually grounded scientific writing instruction in vocational education.
PENGGUNAAN MEDIA VIDEO ANIMASI TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK CERITA ANAK PADA SISWA KELAS III SD INPRES CONGGORO KECAMATAN MANUJU M. Akhyar Armar; Tasrif Akib; Rahmatiah Rahmatiah
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 4 (2026): Vol. 6 No. 4 September - November 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i4.6028

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menyimak cerita anak melalui penggunaan media video animasi pada siswa kelas III SD Inpres Conggoro Kecamatan Manuju. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 15 siswa kelas III. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan tes. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui perkembangan aktivitas dan keterampilan menyimak siswa setelah diberikan tindakan melalui penggunaan media video animasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan aktivitas dan keterampilan menyimak siswa dari siklus I ke siklus II. Hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I menunjukkan persentase sebesar 58,33% pada pertemuan pertama dan meningkat menjadi 79,17% pada pertemuan kedua. Pada siklus II, persentase aktivitas siswa meningkat menjadi 83,33% pada pertemuan pertama dan 91,67% pada pertemuan kedua. Hasil tes menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa pada siklus I sebesar 72,00 dengan jumlah siswa yang mencapai ketuntasan sebanyak 7 orang (47%). Pada siklus II, nilai rata-rata meningkat menjadi 83,33 dengan jumlah siswa yang mencapai ketuntasan sebanyak 13 orang (87%). Persentase tersebut telah mencapai indikator keberhasilan penelitian yang ditetapkan, yaitu minimal 85% siswa mencapai nilai sesuai KKTP.Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media video animasi dapat meningkatkan keterampilan menyimak cerita anak pada siswa kelas III SD Inpres Conggoro Kecamatan Manuju. Media video animasi membantu menciptakan pembelajaran yang lebih menarik, meningkatkan perhatian dan keaktifan siswa, serta memudahkan siswa dalam memahami isi cerita yang disimak.