Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Pelatihan dan Pendampingan Pengembangan Soal Serupa PISA Dian Fitra; Rian Novita; Husni Dwi Syafutri
Mejuajua: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Yayasan Penelitian dan Inovasi Sumatera (YPIS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/mejuajuajabdimas.v4i2.193

Abstract

Permasalahan yang terjadi di Indonesia adalah kemampuan literasi siswa Indonesia masih belum menunjukkan hasil yang baik semenjak awal keikutsertaannya. Nilai kemampuan literasi siswa Indonesia selalu berada di bawah rata-rata nilai negara lain. Hasil studi PISA terbaru pada tahun 2022 menunjukkan bahwa kemampuan literasi matematika siswa Indonesia memperoleh nilai 366. Nilai ini berada di bawah rata-rata nilai kemampuan literasi matematika siswa dunia yaitu 472. Tujuan dari pelaksanaan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan literasi matematis dan membaca siswa dengan memberikan pelatihan/workshop kepada guru-guru disekolah agar mampu membuat soal serupa PISA yang menggunakan konteks nyata yang dapat ditemukan siswa dalam kehidupan mereka. Metode pelaksanaan pengabdian ini dimulai dengan tahap persiapan, sosialisasi dan pelatihan cara membuat soal serupa PISA, kemudian melakukan pendampingan guru-guru dalam mengembangkan soal serupa PISA, dan tahapan terakhir adalah tahap melakukan evaluasi terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan. Kegiatan pelatihan ini menghasilkan sebanyak tiga paket soal serupa PISA yang meliputi bidang literasi matematis dan membaca. Pada soal serupa PISA literasi matematis, konteks yang diangkat adalah soal serupa PISA menggunakan konteks kayu manis dan kopi. Pelatihan dan pendampingan dalam mengembangkan soal serupa PISA ini juga mampu meningkatkan pengetahuan dan kompetensi guru dalam menyusun instrumen evaluasi proses dan hasil pembelajaran. Soal serupa PISA yang dibuat nanti akan dapat digunakan juga ketika guru mengadakan ulangan ataupun bahkan ujian akhir semester, sehingga selain mampu melihat hasil belajar siswa selama satu periode tertentu, guru juga mampu berkontribusi dalam memperkenalkan dan mengangkat kembali cerita-cerita lokal sebagai bahan bacaan siswa. Kegiatan pelatihan dan pendampingan dalam mengembangkan soal serupa PISA telah diselenggarakan dengan baik. Para peserta yang terdiri dari beberapa guru memberikan apresiasi pada kegiatan pelatihan dan pendampingan dalam mengembangkan soal serupa PISA ini karena dapat menambah pengetahuan baru bagi guru dalam membuat instrumen evaluasi.
Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Flashcard Voice Menggunakan Aplikasi Canva dan Vocaroo pada Guru Yayasan IBA Silvia, Resi; Purnama, Fery; Novita, Rian
Mejuajua: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Yayasan Penelitian dan Inovasi Sumatera (YPIS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/mejuajuajabdimas.v4i2.195

Abstract

KBG Yayasan IBA terdiri dari 15 anggota yang berasal dari MI (8 orang), TK (4 orang), dan KB (3 orang). Fokus masalah utama meliputi Komunitas Belajar Guru Yayasan IBA yang belum optimal, kompetensi guru yang rendah, dan fasilitas yang kurang memadai. Pengabdian ini dimulai dengan Tahapan Persiapan dan Sosialisasi meliputi kegiatan observasi, survey, pendataan KGB Yayasan IBA, sosialisasi program kepada seluruh guru dan persiapan alat dan bahan. Untuk Tahapan Pelaksanaan Pelatihan dilakukan offline dengan materi mengenai Pembuatan Flashcard Voice menggunakan Canva dan Vocaroo. Selanjutnya Tahapan Pendampingan dan Tahapan Evaluasi. Pendampingan dilakukan selama 3 kali untuk memantau progress pengerjaan flashcard dan melihat kendala yang mereka hadapi. Penerapan Produk Teknologi dan Inovasi ke Masyarakat Produk yang dihasilkan dari kegiatan ini adalah Media Pembelajaran Flashcard Voice yang menggabungkan kartu flash tradisional dengan suara, dirancang menggunakan aplikasi Canva dan Vocaroo. Guru dan siswa dapat memindai Barcode pada flashcard untuk mendengarkan penjelasan suara, membantu siswa memahami materi lebih baik. Impact kegiatan ini memberikan pengetahuan baru kepada guru tentang pembelajaran interaktif. Kegiatan ini berdampak pada peningkatan kemampuan guru dalam menghasilkan media pembelajaran yang menarik, serta kesadaran seluruh elemen di Yayasan Pendidikan IBA. Dari hasil survey kepuasan di dapati bahwa 87% peserta merasa sangat puas dengan kegiatan, 13% peserta merasa puas, dan 0% merasa tidak puas. Begitu juga dengan tingkat pengetahuan yang meningkat secara signifikan pada materi Flashcard (88), Canva (85), dan Vocaroo (87). Testimoni peserta menunjukkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dan harapan untuk kegiatan berkelanjutan tentang media pembelajaran berbasis IT.
Penerapan Model Flipped Classroom untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Matematika siswa dalam Menyelesaikan Soal PISA Fitra, Dian; Novita, Rian
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 9 Nomor 1
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v9i1.3897

Abstract

Salah satu dari sekian banyak strategi pengajaran yang dapat membantu siswa menjadi lebih melek matematika adalah Flipped Classroom. Flipped Classroom dapat meningkatkan harga diri siswa, menyediakan suasana belajar yang lebih positif, dan meningkatkan pemahaman konseptual mereka. Penelitian ini berupaya untuk memastikan bagaimana kapasitas siswa untuk menggunakan literasi matematika untuk memecahkan masalah PISA dipengaruhi oleh penerapan pendekatan pembelajaran Flipped Classroom. Teknik yang digunakan adalah metodologi penelitian kuantitatif. Tes Konfigurasi penelitian kuantitatif yang digunakan disebut Pra-Eksperimental One Group Pretest-Posttests Design. Alat penelitian untuk penelitian ini meliputi observasi, wawancara, dan ujian berdasarkan masalah PISA asli yang tersedia di situs web resmi PISA. Namun, uji Shapiro-Wilk, yang merupakan uji kenormalan data yang digunakan dalam proses analisis data, menghasilkan nilai signifikansi 0,002 yang mana nilai tersebut < 0,05, maka dapat dipastikan bahwa data tidak berdistribusi normal. Statistik nonparametrik, khususnya uji Wilcoxon digunakan untuk mengevaluasi hipotesis yang dikembangkan karena data tidak terdistribusi normal. Dengan menggunakan uji Wilcoxon, uji hipotesis menghasilkan nilai 0,001, atau kurang dari 0,05 (α). Hasil uji Wilcoxon, yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan secara statistik dalam keterampilan literasi matematika siswa ketika strategi pembelajaran kelas terbalik diterapkan, menolak hipotesis nol. Nilai N-Gain dari data Pra-Tes dan Pasca-Tes yang dikumpulkan kemudian diuji oleh peneliti. Nilai 0,3410 diperoleh dari hasil uji nilai N-Gain. Nilai N-Gain yang diperoleh menunjukkan bahwa penerapan metode flipped classroom yang diterapkan mampu menghasilkan peningkatan yang cukup signifikan, menunjukkan tingkat efektivitas sedang.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN AI DALAM PEMBELAJARAN DI SEKOLAH Rifky Lana Rahardian; Trisna Rukhmana; Al-Ikhlas; Iriana Bakti; Anang Susilo; Rian Novita
EDU RESEARCH Vol 6 No 1 (2025): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v6i1.521

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran di sekolah serta mengidentifikasi tantangan dan peluang yang muncul dalam implementasinya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan guru, siswa, dan tenaga kependidikan, observasi partisipatif, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI memiliki potensi besar untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran melalui personalisasi materi, otomatisasi tugas administratif, dan peningkatan motivasi belajar siswa melalui fitur interaktif seperti gamifikasi dan simulasi. Namun, implementasi AI juga menghadapi beberapa tantangan, seperti kesenjangan infrastruktur teknologi, kurangnya pemahaman guru tentang AI, serta kekhawatiran mengenai berkurangnya interaksi sosial dalam pembelajaran. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan AI dalam pendidikan dapat menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran jika didukung oleh infrastruktur yang memadai, pelatihan guru yang intensif, dan pendekatan yang seimbang antara teknologi dan interaksi manusia. Rekomendasi yang diberikan mencakup peningkatan akses teknologi di semua wilayah, program pelatihan berkelanjutan bagi guru, serta evaluasi berkala untuk memastikan bahwa AI digunakan secara optimal dan bertanggung jawab. Dengan demikian, AI dapat menjadi katalisator transformasi pendidikan menuju sistem yang lebih inklusif, adaptif, dan berkelanjutan di era digital.
Analisis Kemandirian Belajar Matematika Siswa Ditinjau Dari Tipe Kepribadian Introvert Fitra, Dian; Menrisal, Menrisal; Novita, Rian; Yana, Elly
JURNAL PTI (PENDIDIKAN DAN TEKNOLOGI INFORMASI) FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITA PUTRA INDONESIA "YPTK" PADANG Vol. 12 (2025) No.1
Publisher : Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jpti.v12i1.231

Abstract

Kemandirian dalam belajar merupakan salah satu bentuk kemandirian terpenting yang harus dimiliki siswa. Memperoleh kemandirian merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki setiap siswa. Siswa akan dapat menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru dengan mudah tanpa memerlukan bantuan dari orang lain jika sikap kemandirian ini dikembangkan secara maksimal. tanggung jawab guru terbatas pada pemberian bimbingan. Penelitian ini dilaksanakan di SMP N 6 Kota Jambi. Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2023/2024. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian deskriptif yang dipadukan dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Metodologi penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Orang, benda, atau fenomena yang dapat memberikan informasi kepada peneliti menjadi topik penelitian. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII C SMP N 6 Kota Jambi yang berjumlah 42 orang. Penulis menggunakan angket sebagai instrumen penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemandirian belajar matematika ditinjau dari tipe kepribadian introvert di SMP N 6 Kota Jambi terdapat 3 siswa yang berada pada kategori tinggi dengan persentase 27%. Pada aspek Kemandirian emosional siswa tidak suka meniru jawaban teman saat mengerjakan tugas dan lebih suka mengerjakan sendiri tugas yang diberikan oleh guru, mereka lebih suka mencoba untuk mengerjakan sendiri atau berdiskusi dengan teman daripada harus meminta bantuan orang tua. Pada aspek Kemandirian tingkah laku siswa akan langsung mengerjakan tugas dari guru tanpa menunda-nundanya, selalu mencatat materi penting, siswa tersebut lebih percaya diri pada jawabannya sendiri jika dibandingkan menyalin pekerjaan teman. Pada aspek Kemandirian nilai siswa memiliki kesadaran untuk tetap belajar dirumah sekalipun sudah belajar di sekolah dan bimbel.
Penulisan Karya Ilmiah Untuk Publikasi Pada Guru SD Rantau Rasau Novita, Rian; Rizki, Melinda Yusri; Setiawan, Dodi; Rukhmana, Trisna; Ikhlas, Al; Gusnidar, Gusnidar; Ramatni, Ali
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 3 (2024): Journal of Human And Education
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i3.1105

Abstract

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan penulisan karya ilmiah untuk publikasi kepada guru-guru Sekolah Dasar (SD) di Rantau Rasau, Jambi. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan guru-guru SD dalam menulis karya ilmiah yang dapat dipublikasikan. Melalui pelatihan dan pendampingan ini, diharapkan para guru dapat memahami konsep penulisan karya ilmiah yang baik dan benar, serta mampu mempraktikkannya untuk menghasilkan tulisan yang layak publikasi. Metode yang digunakan dalam PKM ini adalah ceramah, diskusi, praktik, dan pendampingan. Hasil yang dicapai menunjukkan bahwa sebagian besar guru-guru SD Rantau Rasau telah memahami konsep penulisan karya ilmiah dan mampu mempraktikkannya dalam menghasilkan tulisan yang siap untuk dipublikasikan. Kegiatan PKM ini memberikan dampak positif bagi peningkatan kompetensi guru dalam menulis karya ilmiah serta mendorong mereka untuk aktif dalam kegiatan publikasi ilmiah.
Implementasi Metode Pembelajaran Berbasis Proyek untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa Novita, Rian; Labesani, Cirtye; Jahrir, Andi Sahtiani; Novince, Atika; Jon, Efrina; Widyo, Heru
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 4 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i4.1100

Abstract

Penelitian ini mengkaji efektivitas implementasi metode Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning/PBL) dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa di tingkat pendidikan tinggi. Dengan semakin kompleksnya tuntutan dunia kerja, kemampuan berpikir kritis menjadi keterampilan esensial yang perlu dikembangkan pada mahasiswa. Studi eksperimental ini melibatkan 50 mahasiswa yang mengikuti mata kuliah yang menerapkan metode PBL selama satu semester. Menggunakan desain pre-test dan post-test, penelitian ini mengukur perubahan kemampuan berpikir kritis mahasiswa sebelum dan sesudah implementasi PBL. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam skor kemampuan berpikir kritis, dengan skor rata-rata meningkat dari 65,3 (SD = 8,2) pada pre-test menjadi 78,9 (SD = 7,5) pada post-test t (49) = 10,23, p < 0,001). Analisis lebih lanjut mengungkapkan peningkatan substansial dalam aspek-aspek spesifik berpikir kritis, terutama dalam analisis informasi dan evaluasi argumen. Survei persepsi mahasiswa menunjukkan bahwa 85% responden merasa PBL membantu meningkatkan kemampuan berpikir kritis mereka, dengan 78% menyatakan bahwa metode ini lebih menantang namun lebih menarik dibandingkan metode pembelajaran tradisional. Tantangan utama dalam implementasi PBL meliputi manajemen waktu, kolaborasi tim, dan integrasi pengetahuan lintas disiplin. Penelitian ini menyimpulkan bahwa PBL merupakan metode yang efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa, sekaligus meningkatkan motivasi dan keterlibatan mereka dalam proses pembelajaran. Temuan ini memiliki implikasi penting bagi pengembangan kurikulum dan praktik pengajaran di pendidikan tinggi, menekankan pentingnya pendekatan pembelajaran aktif dan berbasis proyek dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi kompleksitas dunia kerja modern.
AI in Lesson Planning: Improving Teacher Efficiency and Instructional Design Rian Novita
JURNAL RISET RUMPUN ILMU PENDIDIKAN Vol. 4 No. 2 (2025): Agustus : JURRIPEN : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurripen.v4i2.5560

Abstract

Teachers are under increasing pressure to deliver personalized, standards-aligned instruction while managing time constraints and rising workloads. Traditional lesson planning often limits creativity and adaptability due to its complexity and repetitive demands. In response, Artificial Intelligence (AI) has emerged as a promising tool to support instructional planning. This study highlights how AI enhances teacher efficiency, simplifies administrative tasks, and supports differentiated, data-driven instruction. However, these benefits require thoughtful and responsible integration. AI adoption must include safeguards for data privacy, ensure algorithmic transparency so teachers understand the basis of system recommendations, and actively mitigate systemic bias that may disadvantage certain learner groups. Most importantly, teachers should remain actively involved in reviewing and adapting AI-generated content to preserve professional judgment and uphold pedagogical integrity.
PENGEMBANGAN PROGRAM PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN BAGI MAHASISWA UNIVERSITAS DALAM MENDUKUNG KEMANDIRIAN EKONOMI Silamat, Edi; Sanjaya, Agus; Kawani, Bastian; Martial, Tri; Rizki, Melinda Yusri; Novita, Rian
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.41300

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan program pelatihan kewirausahaan bagi mahasiswa universitas dalam rangka mendukung kemandirian ekonomi. Program pelatihan ini diharapkan dapat memberikan keterampilan praktis dan pola pikir kewirausahaan yang inovatif, serta meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk memulai usaha mereka sendiri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam kepada mahasiswa peserta pelatihan, dosen, serta pelaku industri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pelatihan kewirausahaan dapat meningkatkan rasa percaya diri mahasiswa, mengembangkan kemampuan inovasi, serta memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai aspek-aspek penting dalam berwirausaha. Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa dukungan ekosistem kewirausahaan kampus, seperti akses ke modal, inkubator bisnis, dan jaringan industri, sangat penting untuk keberhasilan program pelatihan. Penelitian ini mendukung teori kewirausahaan Schumpeter yang menekankan peran pengusaha sebagai agen perubahan yang membawa dinamika baru dalam sistem ekonomi. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar universitas memperkuat kurikulum pelatihan, memperluas kemitraan dengan industri, dan meningkatkan akses mahasiswa terhadap fasilitas pendukung kewirausahaan untuk mempercepat pencapaian kemandirian ekonomi.
Penerapan Pendekatan TPACK Berbantuan Cabri 3D untuk Meningkatkan Kemampuan HOTS Siswa SMP Novita, Rian; Tralisno, Agung; Alfi, Syamiah
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v9i3.4592

Abstract

Salah satu keterampilan utama yang harus diasah dalam pembelajaran matematika abad ke-21 adalah kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Pembelajaran di sekolah saat ini masih berorientasi pada penerapan rumus dan langkah-langkah prosedural semata, sehingga siswa kesulitan memahami konsep secara menyeluruh. Untuk itu, penelitian ini bertujuan menelaah efektivitas pendekatan Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) berbantuan Cabri 3D dalam upaya meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa SMP dalam pembelajaran geometri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu dengan rancangan pretest-posttest control group. Penelitian dilakukan pada siswa kelas IX SMPN 24 Kota Jambi, yang terdiri atas dua kelompok: kelas eksperimen yang memperoleh pembelajaran TPACK berbantuan Cabri 3D dan kelas kontrol yang menerima pembelajaran secara konvensional. Data dikumpulkan menggunakan instrumen berupa tes HOTS dan lembar observasi aktivitas belajar. Analisis data menggunakan uji-t pada SPSS menghasilkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000, lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05. Temuan ini mengindikasikan adanya perbedaan bermakna antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan pendekatan TPACK berbantuan Cabri 3D efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Integrasi antara aspek teknologi, pedagogi, dan konten melalui penggunaan Cabri 3D memudahkan pemahaman konsep geometri secara visual, memperkuat kemampuan analitis dan kritis, serta menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna dan melibatkan peserta didik secara aktif.