Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PELATIHAN PENGGUNAAN COCA DALAM PENELITIAN LINGUISTIK BAGI MAHASISWA JEPANG SEBUAH PROGRAM PENGABDIAN PADA MASYARAKAT KOLABORATIF INTERNASIONAL Rizdika Mardiana; Dwi Astuti; Muhammad Ali Hamdi; Bambang Nur Alamsyah Lubis; Muchlas Suseno
Devote: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Vol. 4 No. 4 (2025): Devote: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global, 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/devote.v4i4.4742

Abstract

In the era of globalization and rapid digital technological advancement, approaches to linguistic research have undergone significant transformation. One increasingly popular approach is corpus linguistics, which utilizes digital language data to analyze real and contextual language use. To introduce this method to international students, an International Community Service (P2M) program was held in the form of a training session themed "Using Corpus Tools for Linguistics Research." Conducted twice in June 2025, the program featured interactive sessions using corpus tools such as COCA (Corpus of Contemporary American English) and collaborative practice activities like the "Word Frequency Hunt." Participants actively engaged in linguistic data exploration through frequency analysis, collocation, and cross-genre language usage. Survey results indicated that 95% of participants felt motivated to apply corpus linguistics in their studies. This activity is expected to mark the beginning of ongoing international academic collaboration and open opportunities for future face-to-face implementation.
Postgraduate Students' English Learning Motivation in Practicing CEFR Preparation Level B1 Reading Sukarton Sukarton; Abraham Adiel Yudha Pramudya; Rizdika Mardiana
STAIRS: English Language Education Journal Vol. 6 No. 1 (2025): STAIRS: English Language Education Journal
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/stairs.6.1.2

Abstract

The Common European Framework of Reference for Languages (CEFR) is globally adopted as a standard framework for measuring language proficiency across various contexts, including English language education. Despite its increasing application, little is known about how CEFR-based test preparation impacts learner motivation, particularly among postgraduate students. This study aims to explore the motivation of postgraduate students to practice the CEFR preparation level B1 reading test. Using a qualitative narrative inquiry design, data were collected through questionnaires, observation sheets, and self-reflection reports and analyzed thematically to identify key motivational patterns. The results show that 90% of participants reported feeling motivated by the CEFR B1 reading practice, while 10% expressed a neutral stance. Seven prominent motivational terms emerged from the analysis, they are finished, positive, supported, whole, carefully, focused, and practiced.  These findings suggest that structured CEFR preparation activities can enhance learners’ self-perception, focus, and persistence in English learning.
Recycling Words, Repairing Talk: A Corpus-Conversation Analysis of Active Learning in Papua Rizdika Mardiana; Nurrahma Restia Fatkhiyati; Mukhamdanah Mukhamdanah; Bambang Nur Alamsyah Lubis; Sri Sumarni; Sudarya Permana
STAIRS: English Language Education Journal Vol. 7 No. 1 (2026): STAIRS: English Language Education Journal
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/stairs.7.1.2

Abstract

This study examines student discourse in an English classroom at a senior high school in Papua, Indonesia, through an integrated framework combining corpus linguistics and Conversation Analysis (CA). The research aims to (1) characterize students’ spoken output in active learning settings, (2) examine the extent to which their utterances reflect communicative English use, and (3) provide corpus-informed pedagogical insights tailored to learners’ linguistic needs. Data were collected via classroom observations, audio–video recordings, transcriptions of teacher–student interactions, and semi-structured interviews. A mini spoken corpus was developed to analyze lexical frequency, collocational tendencies, and formulaic expressions, while CA was employed to examine sequential organization, turn-taking, adjacency pairs, and repair mechanisms. The analysis revealed that student utterances were largely short, formulaic, and lexically concentrated around thematic items such as invitation, party, and birthday. Frequent formulaic sequences, including I would like… and I hope you are coming to my birthday party, provided recurring linguistic resources for students’ participation. CA findings further indicated that teacher-controlled turn-taking and repair sequences shaped the organization of student participation and interaction. Overall, the integration of corpus and CA methodologies illuminates the relationship between recurrent lexical patterns and sequential organization in classroom discourse. The study concludes that active learning environments, when coupled with data-driven insights, can provide useful insights and offer valuable implications for EFL pedagogy in under-researched contexts such as Papua.
PELATIHAN PENYUSUNAN OBYEK MATERI AJAR MIKRO BAHASA INGGRIS BAGI GURU SMP KABUPATEN AGAM SUMATERA BARAT Ratna Dewanti; Siti Drivoka Sulistyaningrum; Ifan Iskandar; Sri Sumarni; Rizdika Mardiana
Abdi Pandawa: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Abdi Pandawa: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Islam Syekh Yusuf Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33592/ap.v3i2.3802

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan lanjutan dari kegiatan tahun sebelumnya yang diadakan oleh Program magister Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Negeri Jakarta dalam upaya membantu guru-guru bahasa Inggris di wilayah Agam Barat dan Agam Timur, Sumatera Barat dalam mengembangkan pembelajaran berbasis microlearning. Kegiatan pendahulu yang diadakan pada tahun 2022 menghasilkan pemahaman guru akan pembelajaran mikro (microlearning) dan kemungkinan penerapan pembelajaran mikro di pelajaran Bahasa Inggris mereka. Sebagai tindak lanjut dari kegiatan itu, kegiatan kali ini bertujuan untuk membantu guru-guru tersebut mengembangkan pembelajaran mikro dan mendigitalkan obyek materi ajar mikro (MeMO). Mempertimbangkan jarak geografis yang relative jauh antara Jakarta ??? Agam, kegiatan dilakukan secara virtual menggunakan zoom meeting. Kegiatan dihadiri oleh dua puluh lima orang guru dari MGMP Agam Barat dan Agam Timur. Dibandingkan kegiatan sebelumnya, ada penurunan jumlah peserta dikarenakan kendala pekerjaan dan hambatan jaringan internet. Diskusi kelompok terpumpun ini dipimpin oleh lima orang dosen dan dibantu oleh delapan orang mahasiswa yang memiliki pengetahuan memadai akan pembelajaran mikro terutama untuk pembelajaran Bahasa Inggris berdasar Kurikulum Merdeka yang meliputi enam keterampilan ??? menyimak, berbicara, membaca, memirsa, menulis, dan mempresentasikan. Dikarenakan keterbatasan waktu guru untuk mengikuti sejumlah pelatihan, kegiatan ini dilengkapi dengan konsultasi dan bimbingan secara daring melalui Google Classroom. Dengan cara ini diharapkan guru dapat tetap mengembangkan kemampuan dan profesionalismenya di samping melakukan tugas utamanya, mengajar. Kegiatan ini menghasilkan saran dan harapan peserta untuk mendapatkan pelatihan secara tatap muka agar mereka dapat berkonsultasi terkait pengembangan obyek materi ajar mikro, mulai dari dekonstruksi capaian pembelajaran yang ada di kurikulum, memilih dan memilah obyek materi ajar mikro, hingga mendigitalkannya.
PENDAMPINGAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS DAN PENULISAN KARYA ILMIAH PEMBELAJARAN BERBASIS LITERASI DIGITAL BAGI GURU MADRASAH ISTIQLAL Sri Sumarni; Ratna Dewanti; Ifan Iskandar; Siti Drivoka Sulistyaningrum; Rizdika Mardiana
Abdi Pandawa: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Abdi Pandawa: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Islam Syekh Yusuf Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33592/ap.v4i2.5082

Abstract

Penelitian Tindakan kelas merupakan jalur strategis untuk pengembangan profesionalisme yang diwajibkan bagi para guru di Indonesia, namun tidak semua guru percaya diri dalam melakukan penelitian ini karena berbagai alas an. Pengabdian Masyarakat ini bertujuan memberikan pengetahuan dan pendampingan penelitian tindakan kelas dan penulisan karya ilmiah. Sasarannya adalah para guru bahasa, sains dan ilmu pengegtahuan sosial di Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah dan Aliyah Istiqlal Jakarta. Kegiatan dilakukan dengan pelatihan dan lokakarya secara luring dan asinkronous, sejak bulan Maret sampai dengan September 2024. Kegiatan diawali dengan pemberian pengetahuan tentang penelitian tindakan kelas, dan penulisan karya ilmiah serta merefleksikan pembelajaran berbasih literasi digital yang telah dilakukan oleh para guru, diikuti dengan pendampingan dalam merancang penelitian, mulai dari menuliskanm judul, latar belakang dan masalah serta tujuan penelitian; mencari referensi dan menuliskan kajian pustaka; dilanjutkan dengan mempersiapkan langkah-langkah meneliti dan instrument penelitian. Berdasarakan keaktifan berpartisipasi dan produk lokakarya yang ditampilkan para peserta dapat disimpulkan bahwa pengabdian masyarakat ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para peserta dalam merancang penelitian tidakan kelas.
Pelatihan Pembuatan Teks Autentik Bertema Lingkungan untuk Reading Comprehension di MTs. Al-Istiqlal Karawang Lubis, Bambang Nur Alamsyah; Mardiana, Rizdika; Sulistyaningrum, Siti Drivoka; Leiliyanti, Eva; Fatkhiyati, Nurrahma Restia; Ripki, Ahmad Jauhari Hamid; Dhea, Suci; Syafika, Nurul
Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat) Vol 5 No 6 (2025): Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakamitra.v5i6.1391

Abstract

Kemampuan memahami teks berbahasa Inggris (reading comprehension) merupakan salah satu keterampilan penting dalam pembelajaran bahasa di tingkat menengah pertama. Namun, keterbatasan bahan ajar yang relevan dan kontekstual sering menjadi kendala bagi guru dalam mengembangkan pembelajaran yang bermakna. Oleh karena itu, pelatihan pembuatan teks autentik bertema lingkungan dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menghasilkan bahan bacaan yang sesuai dengan konteks lokal dan mendukung pengembangan ekoliterasi siswa. Kegiatan ini menggunakan metode pelatihan berbasis workshop yang melibatkan guru-guru Bahasa Inggris di MTs. Al-Istiqlal Karawang sebanyak 10 orang. Tahapan kegiatan meliputi analisis kebutuhan, penyusunan materi, pendampingan pembuatan teks autentik, dan evaluasi hasil karya. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan penilaian produk peserta. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan kemampuan guru dalam menyusun teks autentik yang sesuai dengan tema lingkungan. Sebagian besar peserta mampu menghasilkan teks yang komunikatif, kontekstual, dan mendukung keterampilan membaca pemahaman. Selain itu, peserta menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap konsep ekoliterasi dalam pembelajaran bahasa Inggris. Pelatihan ini terbukti efektif dalam mengembangkan kompetensi guru dalam menciptakan bahan ajar berbasis teks autentik yang relevan dengan isu lingkungan. Implementasi hasil pelatihan diharapkan dapat meningkatkan minat dan kemampuan membaca siswa sekaligus menumbuhkan kesadaran ekologis melalui pembelajaran bahasa Inggris.
Exploring Active Learning in Papua: A Corpus and Conversation Analysis of EFL Classroom Discourse Mardiana, Rizdika; Fatkhiyati, Nurrahma Restia; Mukhamdanah, Mukhamdanah; Lubis, Bambang Nur Alamsyah; Permana, Sudarya
Journal of Language and Literature Studies Vol. 6 No. 2 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jolls.v6i2.3460

Abstract

This study investigates how active learning is conducted in EFL classroom discourse in Papua by combining Corpus Linguistics and Conversation Analysis (CA) framework. It specifically examines how lexical patterns and interactional organization jointly shape students’ communicative development from five datasets. A mini spoken corpus was constructed from the video-recorded lessons and analyzed for lexical frequency, collocations, and formulaic language. In terms of CA, turn-taking, repair practices, and teacher scaffolding of the classroom conversations were identified. The findings reveal systematic variation across task types. Genre-focused lessons are dominated by metalanguage and definitional bundles, reinforcing classification routines within teacher-controlled IRF sequences. While performance-based and narrative tasks generate longer student turns supported by formulaic expressions and temporal markers. This facilitates discourse expansion and storytelling competence. Grammar-driven descriptive tasks prioritize structural templates, promoting accuracy but limiting lexical diversity. Across datasets, formulaic language functions as an interactional scaffold that enables participation despite limited grammatical complexity. However, repair practices operate as learning opportunities. The study demonstrates that communicative growth in active EFL classrooms is strongly shaped by task design and pedagogical orientation. Narrative and pragmatic performance tasks foster greater interactional competence than taxonomy-driven instruction. As for the methodology, the combination of corpus linguistics and CA framework provides a comprehensive account of how lexical recycling, scaffolding, and sequential organization provide learning opportunities in real-time classroom interaction. The findings offer pedagogical implications for designing tasks that expand learner autonomy and promote sustained student talk in multilingual and under-researched contexts such as Papua.
DESIGNING A COLLABORATIVE MULTILINGUAL DIGITAL STORYBOOK FOR INTERCULTURAL LEARNING THROUGH INDONESIAN AND JAPANESE FOLKTALES Nurrahma Restia Fatkhiyati; Rizdika Mardiana; Muhammad Ali Hamdi; David Moeljadi; Tesaannisa Tesaannisa; Diyantari Diyantari; Eva Leiliyanti; Sauqi Maisan; Rafi Afzal Nawfal
DIALEKTIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA DAN BUDAYA Vol. 13 No. 1 (2026): JUNI
Publisher : Prodi Sastra Inggris UKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/dia.v13i1.7904

Abstract

In the globalization era, the qualified education requires literacy mastery, intercultural competence, and foreign language skills as essential 21st‑century competencies. However, the persistence of low reading competence and limited intercultural awareness remains a significant challenge in both Indonesia and Japan. In response to those challenges, this research aims to develop a multilingual digital storybook based on multimodality as a learning medium to enhance intercultural competence through the Indonesian and Japanese folktales. The study employs a creative-based research methodology approach through the ADDIE development model, which consists of the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The resulting product is an interactive digital e-book entitled Indonesia–Japan Folktales: Timun Mas & Momotaro, presented in three languages, Indonesian, English, and Japanese, combining textual content, visual illustrations, and audio narration. The experiment of the product was conducted with Japanese students from Kanda University of International Studies (KUIS) enrolled in an intermediate-level Indonesian language course, involving such activities as interactive reading, discussion, reflection, and questionnaires. The findings indicate that the multimodal digital storybook effectively fosters student engagement, promotes reading motivation, and strengthens cross‑cultural understanding. Such effectiveness is reinforced by the integration of visual and audio elements that alleviate linguistic cognitive load, while the cross‑cultural narrative content fosters reflection and critical cultural awareness. Consequently, the multilingual and multimodal digital storybook serves as an effective medium for intercultural learning and contributes to the advancement of cultural literacy and the orientation of global education in the digital age.
Peningkatan Kapasitas Komunitas Seni melalui Loka Karya Dance Film dalam Penguatan Kompetensi Koreografi dan Sinematografi di Sanggar Obor Sakti Bogor Rines Onyxi Tampubolon; Ni Ketut Santi Sukma Melati; Sulistiani Sulistiani; Rizdika Mardiana; Priyo Joko Purnomo
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 8 (2026): SWARNA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Agustus, 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v5i8.3914

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi dalam proses penciptaan dan penyebarluasan karya seni tari melalui media dance film. Namun, pemanfaatan media digital pada komunitas seni masih didominasi oleh dokumentasi pertunjukan (dance recording), sehingga kompetensi dalam mengintegrasikan aspek koreografi dan sinematografi belum berkembang secara optimal. Permasalahan tersebut menjadi dasar pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat Wilayah Binaan Unggulan Universitas (PPM–WBU) Tahun 2026 di Sanggar Obor Sakti Bogor. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas peserta didik dan pengajar sanggar dalam memahami konsep dance film serta mengembangkan keterampilan produksi karya berbasis media digital. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Learning and Action (PLA) yang dipadukan dengan Experiential Learning, melalui tahapan identifikasi kebutuhan, perencanaan, lokakarya, pendampingan produksi, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai perbedaan dance film dan dance recording, kemampuan menyusun konsep visual, mengeksplorasi koreografi berbasis kamera, menerapkan teknik dasar sinematografi, serta menyunting video menjadi karya dance film sederhana. Selain meningkatkan kompetensi teknis, kegiatan ini juga memperkuat kemampuan kolaboratif, kreativitas, dan literasi digital peserta dalam proses penciptaan karya. Program ini membuktikan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan komunitas seni mampu memperkuat ekosistem seni yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital sekaligus mendukung pelestarian dan pengembangan seni tari melalui pendekatan inovatif dan berkelanjutan.