p-Index From 2021 - 2026
7.637
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN USIA IBU HAMIL DENGAN GEJALA BABY BLUES DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LIMBOTO KABUPATEN GORONTALO Sahrain, Patmawati; Jusuf, Herlina; Salawali, Siti Hajar
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v13i5.11553

Abstract

Baby Blues kini masih menjadi masalah kesehatan mental yang sering terjadi pada ibu hamil dan melahirkan yang seringkali sulit dideteksi. Usia ibu hamil umumnya dapat menjadi faktor terjadinya baby blues, baik selama masa kehamilan maupun masa persalinan dikarenakan usia juga mempengaruhi kondisi dari rahim ibu Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan usia pada ibu hamil dengan gejala baby blues di wilayah kerja Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo.Metode penelitian menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Cross Sectional. Populasi penelitian ini yakni seluruh ibu hamil yang berjumlah 41 orang dengan teknik pengambilan sampel yakni Total Sampling. Analisa data menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian didapatkan adanya hubungan antara usia ibu hamil dengan gejala Baby Blues di wilayah kerja Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo yakni 0,002 yang berarti (p£0,05) dengan tingkat kemaknaan a = 0,05. Berdasarkan hasil tersebut, diharapkan tenaga kesehatan dapat mengedukasi masyarakat khususnya para wanita terkait baby blues dan melakukan skrining awal pada ibu hamil untuk mendeteksi gejala baby blues serta diharapkan ibu hamil dan remaja dapat meningkatkan pengetahuannya tentang baby blues, bagaimana gejalanya, serta apa saja risikonya.
ANALISIS KANDUNGAN NITRAT (NO3), NITRIT (NO2), DAN KANDUNGAN LOGAM BERAT MERKURI (Hg) PADA AIR DI DANAU PERINTIS KABUPATEN BONE BOLANGO Herlina Jusuf; Amanda Adityaningrum; Cindy Arsyad
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 5, No 4 (2023): OKTOBER: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v5i4.21088

Abstract

Kualitas air merupakan faktor penting dalam pengembangan budidaya ikan, sehingga analisis kualitas air sangat diperlukan. Senyawa Nitrogen yang perlu diperhatikan yaitu nitrat dan nitrit. Kadar nitrat yang tinggi dalam air dapat berbahaya bagi kehidupan manusia, hewan, dan ikan. Kebaruan dalam penelitian karena menganalisis kandungan Nitrat, Nitrit, dan kandungan logam berat merkuri pada air di Danau Perintis. Tujuan penelitian untuk menganalisis kandungan Nitrat, Nitrit, dan kandungan logam berat merkuri pada air di Danau Perintis Kabupaten Bone Bolango. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan laboratorium. Ada 3 titik sampel air dilakukan pengujian yang bersifat non probability dan 30 responden menggunakan teknik purposive sampling. Hasil pemeriksaan kandungan Nitrat pada titik I, II dan III yaitu 1.1 mg/l,1.0 mg/l, dan 1.1 mg/l. Kandungan Nitrit pada titik I,II dan III masing-masing 0,05 mg/l, 0,05 mg/l, dan 0,06 mg/l Ini berarti bahwa kandungan Nitrat dan Nitrit belum melebihi nilai ambang batas berdasarkan syarat maksimal untuk beban Nitrit pada air adalah 1 mg/L (PERMENKES RI No. 32 tahun 2017), sehingga kandungan Nitrat dan Nitrit di danau perintis masih cukup aman untuk pertumbuhan organisme. Pada titik I dan titik II kandungan Hg tidak terdeteksi akan tetapi pada titik III terdapat kandungan Hg 0,0016 mg/l, Nilai kandungan Hg ini lebih rendah bila dibandingkan baku mutu 0,002. Kesimpulan bahwa keluhan kesehatan yang dirasakan oleh masyarakat yang tinggal di sekitar danau bukan disebabkan akibat menggunakan air danau ataupun mengkonsumsi ikan yang ada di danau melainkan karena penyakit bawaan dari masyarakat itu sendiri.
Hubungan self efficacy dan resiliensi dengan kualitas hidup caregiver yang merawat penderita skizofrenia Pratiwi, Retno Galuh; Jusuf, Herlina; Arsad, Nikmatisni
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 4 (2025): September Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i4.1140

Abstract

Background: Self-efficacy and resilience significantly influence the quality of life of caregivers caring for patients with schizophrenia. High levels of self-confidence and the ability to recover from emotional stress can improve physical, psychological, and social well-being, and support the ongoing role of caregivers in optimal patient care. Purpose: To analyze the relationship between self-efficacy and resilience and the quality of life of caregivers caring for patients with schizophrenia. Method: This was an analytical survey study using a cross-sectional approach. A sample of 31 caregivers was selected using purposive sampling based on inclusion and exclusion criteria. Data were analyzed univariately and bivariately using the Spearman correlation test. Results: Most caregivers had high levels of self-efficacy (58.1%) and high levels of resilience (54.8%), with a p-value of 0.000. Conclusion: There is a significant relationship between self-efficacy and the quality of life of caregivers (p = 0.000), caregivers with high self-efficacy have more good quality of life and between resilience and the quality of life of caregivers (p = 0.000), caregivers with high levels of resilience tend to have better quality of life.   Keywords: Self-efficacy, Resilience, Caregiver, Schizophrenia   Pendahuluan: Self efficacy dan resiliensi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kualitas hidup caregiver yang merawat penderita skizofrenia, di mana tingkat keyakinan diri yang tinggi dan kemampuan untuk bangkit dari tekanan emosional dapat meningkatkan kesejahteraan fisik, psikologis, sosial, serta mendukung keberlangsungan peran caregiver dalam merawat pasien secara optimal. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan self efficacy dan resiliensi dengan kualitas hidup caregiver yang merawat penderita skizofrenia. Metode: Penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 31 caregiver dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Korelasi Spearman. Hasil: Sebagian besar caregiver memiliki tingkat self efficacy tinggi (58.1%) dan resiliensi tinggi (54.8%) dengan perolehan nilai p sebesar (0.000). Simpulan: Ada hubungan yang signifikan antara self efficacy dengan kualitas hidup caregiver (p = 0.000), caregiver dengan self efficacy tinggi lebih banyak memiliki kualitas hidup yang baik dan antara resiliensi dengan kualitas hidup caregiver (p = 0.000), caregiver dengan tingkat resiliensi tinggi cenderung memiliki kualitas hidup yang lebih baik.   Kata Kunci : Self efficacy, Resiliensi, Caregiver, Skizofrenia
Risk Factors for Low Back Pain among Educational Staff: A Cross-sectional Study at a Single University Sari, Wahyuningsih Ratna; Jusuf, Herlina; Ahmad, Jusna; Kasim, Vivien Novarina A; Pateda, Sri Manovita
Jambura Medical and Health Science Journal Vol 4, No 2 (2025): Jambura Medical and Health Science Journal
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jmhsj.v4i2.31595

Abstract

Introduction: The work environment can pose risks of accidents or health issues for individuals or groups. Office jobs typically involve light tasks performed while seated at a desk in a well-equipped and comfortable workspace. However, such a work environment can create its own problems for workers, one of which is low back pain (LBP). This study aims to analyze the relationship between risk factors for low back pain among educational staff at Universitas Negeri Gorontalo.Methods: This study employed a cross-sectional design. The sample consisted of 186 educational staff at Universitas Negeri Gorontalo, selected using cluster random sampling technique. Data were collected through questionnaires and Rapid Upper Limb Assessment (RULA) observation sheets to assess age, work experience, smoking habits, stress, and work posture. Data analysis used chi-square test to examine the relationships between variables and logistic regression to identify the most influential variables.Results: The statistical analysis showed a significant relationship between LBP and age (p = 0.001) and work posture (p 0.001). Other factors such as gender, work experience, smoking habits, and stress did not show a significant relationship with LBP. Age had the greatest influence on LBP (Exp (B) = 0.427).Conclusion: Age and work posture are factors associated with the occurrence of LBP. Improving sitting posture while working and taking regular breaks to stretch are necessary to reduce the risk of LBP. An appropriate prevention strategy is crucial to protect workers from LBP, which can also lead to increased productivity.                                      Keywords: Age, educator professional, low back pain, work posture
COMPARING GAUSSIAN KERNEL AND QUADRATIC SPLINE OF NONPARAMETRIC REGRESSION IN MODELING INFECTIOUS DISEASES Adityaningrum, Amanda; Ladjali, Sri Indriani; Djakaria, Ismail; Yahya, Lailany; Payu, Muhammad Rezky Friesta; Nashar, La Ode; Jusuf, Herlina
BAREKENG: Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan Vol 17 No 4 (2023): BAREKENG: Journal of Mathematics and Its Applications
Publisher : PATTIMURA UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/barekengvol17iss4pp2135-2146

Abstract

The regression curve for nonparametric regression is assumed to belong to some infinite-dimensional collection of functions, which allows great flexibility in the form of the curve. This research intends to compare the Gaussian Kernel and Quadratic Spline regressions in four infectious diseases in Indonesia by 2021. The data used is secondary data from the Central Bureau of Statistics and the Ministry of Health, Indonesia, and the sample consists of four infectious diseases in Indonesia by 2021 (Tuberculosis, Diarrhoeal, Pneumonia, and COVID-19). Considering the correlation value, it was found that the independent and dependent variables of the four infectious diseases are all highly correlated (r values are more than 0.7). Furthermore, the scatter plots for four infectious diseases do not follow a particular pattern; due to this, parametric regression cannot be used to analyze the data. Therefore, nonparametric regression was applied in this research . According to the analysis, the Gaussian Kernel is the best regression technique for modeling four infectious diseases in Indonesia by 2021, which its R2 values are 99.85% (Tuberculosis), 100% (Diarrhoeal), 99.91% (Pneumonia), and 99.99% (COVID-19).
Analisis risiko keselamatan kerja menggunakan metode event tree analysis (ETA) pada pekerjaan blasting quarry Abdurrahman, Tri Novita Jihan K.; Jusuf, Herlina; Nurfadillah, Ayu Rofiah
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 4 (2025): September Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i4.1136

Abstract

Background: Occupational accident risk assessment is a step taken to prevent potential workplace accidents. This can be done by conducting an assessment based on the methods established in the Occupational Health and Safety Management System (OHSMS). Purpose: To analyze the occupational safety risks in blasting work in Quarry I of the Bulango Ulu Dam project Package I by Hutama–Basuki–Lestari, KSO, using the Event Tree Analysis (ETA) method. Method: This research is qualitative research. The informants in this study were 7 people, with 1 key informant, namely the Project Manager, and 6 key informants consisting of 1 Safety Officer, 2 Safety Patrols, and 3 Workers. Results: Based on the identification, four main risks were identified in blasting work: flying rock, misfire, dust, and premature blast. The highest risk, with a probability value of 0.99, was for flying rock and dust, and the lowest risk, with a probability of 0.5, was for premature blast. The analysis showed that adherence to mitigation procedures such as the use of PPE and safe distancing significantly influenced the final outcome of the risk scenario. Conclusion: The implemented mitigation scheme can significantly reduce the probability of a hazardous event if implemented correctly. Suggestion: Further research is needed into the use of the Event Tree Analysis (ETA) method in collaboration with other methods for more effective results.   Keywords: Blasting; ETA; Risk; Work Safety.   Pendahuluan: Risiko kecelakaan kerja merupakan langkah untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja yang dapat terjadi. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan penilaian berdasarkan metode-metode yang ada dalam Sistem Manajemen K3 (SMK3). Tujuan: Untuk menganalisis risiko keselamatan kerja pada pekerjaan blasting di Quarry I proyek Bendungan Bulango Ulu Paket I oleh Hutama–Basuki–Lestari, KSO, dengan menggunakan metode Event Tree Analysis (ETA). Metode: Jenis penelitian kualitatif. Informan dari penelitian ini berjumlah 7 orang dengan 1 orang informan kunci yaitu Project Manager dan 6 orang informan utama yang terdiri dari 1 orang Safety Officer, 2 orang Safety Patrol dan 3 Pekerja. Hasil: Berdasarkan identifikasi, ditemukan empat risiko utama dalam pekerjaan blasting, yaitu flying rock, misfire, debu, dan premature blast. Risiko tertinggi dengan nilai probabilitas 0,99 terdapat pada bahaya flying rock dan debu, risiko terendah dengan probabilitas 0,5 terdapat pada premature blast. Analisis menunjukkan bahwa kepatuhan terhadap prosedur mitigasi seperti penggunaan APD dan jarak aman sangat mempengaruhi hasil akhir dari skenario risiko. Simpulan: Skema mitigasi yang diterapkan dapat menurunkan probabilitas kejadian berbahaya secara signifikan jika dijalankan dengan benar. Saran: Penelitian lanjutan perlu dilakukan dalam penggunaan metode Event Tree Analysis (ETA) dengan kolaborasi dari metode lainnya untuk hasil yang lebih efektif.   Kata Kunci: Blasting; ETA; Keselamatan Kerja; Risiko.
Analisis potensi hazard pada pekerja bagian pemeliharaan gardu distribusi PLN menggunakan metode failure mode and effect analysis (FMEA) Usman, Tasya Nuranda; Jusuf, Herlina; Maksum, Tri Septian
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 4 (2025): September Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i4.1166

Abstract

Background: Occupational safety and health (OHS) is a crucial aspect in creating a safe work environment, particularly in high-risk jobs such as distribution substation maintenance. Purpose: To analyze potential hazards for PLN distribution substation maintenance workers using the Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) method. Method: This quantitative research used a descriptive approach. The sample size for this study was 35 workers selected using exhaustive sampling. Data collection instruments included risk identification observation sheets, interviews, and documentation. Data analysis techniques used univariate analysis and the FMEA method. Results: Thirty-one potential risks were identified, 10 of which had RPN values ​​above the average (RPN>26), categorized as the highest risk. The highest risk was found in the coordination of outage requests, with an RPN of 100. Risk control is recommended based on the hierarchy of controls: elimination, substitution, engineering, administrative control, and personal protective equipment (PPE). Conclusion: The potential hazards in the PLN distribution substation maintenance work area using the FMEA method found that each stage has the potential for significant hazards and work safety risks.   Keywords: Hazard Potential, FMEA, Distribution Substation.   Pendahuluan: Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan aspek penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, khususnya pada pekerjaan berisiko tinggi seperti pemeliharaan gardu distribusi. Tujuan: Untuk menganalisis potensi bahaya (hazard) pada pekerja bagian pemeliharaan gardu distribusi PLN menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 35 orang pekerja yang dipilih menggunakan teknik exhaustive sampling. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data meliputi lembar observasi identifikasi risiko, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis univariat dan metode FMEA. Hasil: Ada 31 potensi risiko yang ditemukan dan 10 di antaranya memiliki nilai RPN di atas nilai rata-rata (RPN> 26) yang dikategorikan sebagai risiko paling berisiko terjadi. Risiko tertinggi ditemukan pada kegiatan koordinasi minta padam dengan nilai RPN sebesar 100. Pengendalian risiko direkomendasikan berdasarkan hirarki pengendalian yaitu eliminasi, substitusi, rekayasa teknik, pengendalian administratif, dan APD. Simpulan: Potensi bahaya yang ada di area  pekerjaan pemeliharaan gardu distribusi PLN menggunakan metode FMEA ditemukan bahwa setiap tahap memiliki potensi bahaya dan risiko keselamatan kerja yang signifikan.   Kata Kunci: FMEA, Gardu Distribusi, Potensi Hazard.
Physical Activity Behavioral Intervention for type 2 DM Patients: A Literature Review Zainuddin, Zainuddin; Herlina Jusuf; Sarinah Basri K; Rosmin Ilham
International Journal of Public Health Excellence (IJPHE) Vol. 3 No. 1 (2023): June-December
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijphe.v3i1.633

Abstract

Various chronic and acute conditions as comorbid diseases are highly influential to the everyday life of type 2 diabetes mellitus patients, including in physical, psychological, economic, family burden, and quality of life aspects. The protocol and evaluation of this literature review used the PRISMA checklist. Using four databases; Pubmed, Science-direct, Scopus/Web of Science, and ProQuest. Five main physical activity behavioral intervention models for diabetes mellitus patients were discovered: 1. empowerment (individual and familial); 2. diabetes self-management education; 3. web-based digital health intervention; 4. motivational interviewing; and 5. SMS-based education. The five models focused on strengthening the importance of physical activity in diabetes mellitus patients’ self-management.
The Effect of Intradialytic Exercise on Fatigue in Patients Undergoing Hemodialysis: A Literature Review Jusuf, Herlina; Liputo, Gusti Pandi
Babali Nursing Research Vol. 5 No. 3 (2024): July
Publisher : Babali Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37363/bnr.2024.53396

Abstract

Introduction: Fatigue is a common and debilitating symptom experienced by patients undergoing hemodialysis. Intradialytic exercise, which involves physical activity performed during dialysis treatment, has been studied as a potential intervention to alleviate this fatigue. This literature review aims to determine the effects of intradialytic exercise on fatigue in patients undergoing hemodialysis. Methods: The literature review search was carried out using three databases, namely Google Scholar, PubMed, and Science Direct. The inclusion criteria for the literature review search were articles with publication years 2019-2024 in Indonesia and English. The articles could be open access. The keywords used in searching for the article were “intradialytic AND fatigue.” Results: The literature review identified fifteen studies for inclusion in the final analysis. Three articles used randomized control trials, seven articles used quasi-experiments, and five articles used pre-experiments. Many types of intradialytic exercises during hemodialysis were discovered. Conclusion: Intradialytic exercises have proven successful in reducing the level of weakness in patients undergoing hemodialysis. Fifteen research articles were found to support the provision of intradialytic exercises to patients undergoing hemodialysis. Intradialytic exercises can include active movement exercises, leg exercises, and relaxation movements.
ANALISIS REGRESI LOGISTIK ORDINAL UNTUK MENGETAHUI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN STUNTING DI KECAMATAN BATUDAA PANTAI Jusuf, Herlina; Adityaningrum, Amanda; Rahim, Eman
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 6, No 1 (2024): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v6i1.21206

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan yang terjadi akibat kurangnya asupan nutrisi, seringnya terjadinya infeksi, dan kurangnya stimulasi psikososial yang memadai, terutama pada periode 1000 hari pertama kehidupan seorang anak. Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi status gizi balita di Kecamatan Batudaa Pantai dengan menggunakan metode regresi logistik. Kebaruan penelitian ini karena menggunakan metode regresi logistic untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi status gizi balita.  Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif dan analisis regresi logistik ordinal. Sampel penelitian melibatkan 33 balita stunting yang ditentukan dengan teknik pengumpulan data Accidental Sampling. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa usia ibu melahirkan (X2), Pengahsilan (X7), dan asupan makanan (X11) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap balita yang berstatus Stunting. Kesimpulannya yaitu usia ibu melahirkan, pengahsilan, dan asupan makanan merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi balita di Kecamatan Batudaa Pantai.
Co-Authors Abd Ziad Mohamad Abdurrahman, Tri Novita Jihan K. Agung Nurwahid Mancu Agus Suharsono Amanda Adityaningrum Amanda Adityaningrum amanda ratna ningrum Apriliya Thalib Armin salote Aulia, Ulfa Aurora Pratiwi Dwirachmawaty Azis, Sri Sudaryani Sy. Abd. Badu, Ririn Bambang Widjanarko Otok Bambang Widjanarko Otok Basri Kisianta Bunga, Amaliyah Ramadhan S. Cindy Arsyad Citrawati Botutihe Delavita Yunus Della Puspita Palewai Djuna Lamondo Dwi Anhari, Sabriah Dwiyatno Junaidi Usman Ekawaty Prasetya Eko Maulana Syaputra Eman Rahim Febriyanti Taha Feyske Youke Lumuru Filman Afrian Badu Finarti Finarti Ibrahim, Sjafriani Igirisa, Nurwulan Iin sangoi Intan Tiara Kartika Ismail Djakaria Ita Sulistiani Jusna Ahmad Kadir, Laksmyn Koday, Yunita Angriani La Ode Nashar Ladjali, Sri Indriani Lailany Yahya Lia Amalia Lintje Boekoesoe Liputo, Gusti Pandi Manto, Diman Apriyadi Moh. Rivai Nakoe Muhammad Ryman Napirah Nikmatisni Arsad Nikmatisni Arsyad ningrum, amanda ratna Ninta Tarigan, Sylva Flora Nur Ayini S Lalu Nurdiana Djamaluddin Nurfadillah, Ayu Rofiah Nurwulan Igirisa Nurwulan Igirisa Paputungan, Fitria Pradita Pristi Nusi Pratiwi, Retno Galuh Putri Ayuningtias Mahdang Ramly Abudi Rauf, Fertien Nansyah Rayyani Yunus Ridha Hafid Rita Bambang Rivaldo I. Berahim Rosmin Ilham Sahrain, Patmawati Salawali, Siti Hajar Sari, Wahyuningsih Ratna Sarinah Basri K Setia Ningsih Sitti Radhia Sri Manovita Pateda Suardi Suardi Tayong Siti Nurbaeti Teti Sutriyati Tuloli Tri Nurlaila Mamonto Tri Septian Maksum Tri Septian Maksum Ulfa Aulia ummi salami yatuu Usman, Tasya Nuranda Vidya Avianti Hadju Vidya Hadju Virana Putri Alghefira Botutihe Vivie Indahwati Vivien Novarina A. Kasim Wia Amalia Kartika Widya Cahyaningsih Polontalo Widysusanti Abdulkadir Yusuf, Nur Ayun K. Yusuf, Nur Ayun R. Zainuddin Zainuddin Zainuddin, Zainuddin zulfikar Ahmad