Claim Missing Document
Check
Articles

Penampilan Reproduksi Sapi Perah FH (Friesh Holland) dan Pertumbuhan Pedetnya pada Umur 1- 3 bulan (Studi Kasus di Desa Air Duku dan Desa Air Putih Kali Bandung, Selupu Rejang, Rejang Lebong, Bengkulu) Endang Sulistyowati; Emran Kuswadi; Lobis Sutarno; Gilbert Tampubolon
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 4, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.4.1.21-26

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penampilan reproduksi induk sapi perah FH dan pertumbuhan pedet persilangannya (PFH) di Desa Air Duku dan Air Putih Kali Bandung, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu. Data diperoleh dengan cara survey terhadap sapi perah yang sedang bunting menjelang beranak (Purposive Random Sampling) selama lima bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dari performans reproduksi, sapi perah di desa Air Putih Kali Bandung lebih efisien dilihat dari angka S/C yang lebih rendah (1,87) dan EPP yang lebih pendek (66,75 hari). Namun berat lahir anak sapi perah lebih berat (38 kg) di desa Air Duku, dengan pertambahan bobot badan anak sapi umur satu bulan secara rataan lebih tinggi (0,17 kg/bln). Untuk panjang badan dan tinggi gumba pedet pada saat lahir di Air Putih Kali Bandung lebih tinggi. Korelasi yang cukup erat antara bobot badan dan ketiga ukuran tubuh (lingkar dada, panjang badan dan tinggi gumba) terjadi pada pedet umur satu bulan di desa Air Putih Kali Bandung, yaitu dengan korelasi sebesar 0,7. Disimpulkan bahwa penampilan reproduksi lebih efisien di desa Air Putih Kali Bandung, sementara itu pertumbuhan pedet lebih baik di desa Air Duku.Kata Kunci: Performans Reproduksi, Sapi Perah, Bengkulu
Uji In Vitro Kecernaan Bahan Kering, BahanOrganik dan Produksi N-NH3 pada Kulit Buah Durian (Durio zibethinus) yang Difermentasi Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) dengan Perbedaan Waktu Inkubasi Rudi Hartono; Yosi Fenita; Endang Sulistyowati
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 10, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.10.2.87-94

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kecernaan Bahan Kering (KCBK), Bahan Organik (KCBO) dan Produksi N-NH3 pada Kulit Buah Durian yang Difermentasi dengan Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) secara in vitro. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama yaitu proses fermentasi limbah kulit durian dengan menggunakan Pleurotus ostreatus selama 2, 4, 6, dan 8 minggu. Tahap kedua yaitu analisis kecernaan in vitro. Perlakuan penelitian menggunakan 5 perlakuan dengan 4 ulangan dengan menggunakan rancangan penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL).Perlakuan adalahP0 = Kulit Durian Tanpa Fermentasi, P1 = Kulit Durian dengan Fermentasi 2 minggu, P2 = Kulit Durian dengan Fermentasi 4 minggu, P3 = Kulit Durian dengan Fermentasi 6 minggu, P4 = Kulit Durian dengan Fermentasi 8 minggu. Variabel yang diukur meliputi kecernaan bahan kering, kecernaan bahan organik, dan produksi N-NH3 (amonia). Hasil analisis sidik ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa limbah kulit durian yang difermentasi dengan Pleurotus ostreatus pada masa inkubasi yang berbeda berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kecernaan bahan organik, berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap Kecernaan bahan kering, serta berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap produksi N-NH3. Hasil penelitian disimpulkan bahwakulit durian yang difermentasi dengan jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) (KDF) mampu meningkatkan nilai kecernaan bahan organik bekisar antara 39,07 % – 52,43 %.Kata Kunci : jamur tiram putih , kulit Durian fermentasi, kecernaan, KCBK, KCBO dan N-NH3.
Kecernaan Nutrisi Konsentrat- PUFA yang Mengandung Curmiyeast pada Sapi Perah Laktasi Bangun Dwi Cahyono; Endang Sulistyowati; Irma Badarina
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 10, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.10.1.59-70

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kecernaan nutrisi konsentrat PUFA yang mengandung Curmiyeast pada sapi Fries Holland di Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong.  Penelitian ini menguji  2 perlakuan dan 10 ekor sapi perah laktasi.  Perlakuan P0 adalah kontrol yang hanya menggunakan ransum peternak yaitu hijauan tanpa konsentrat dan P1 adalah perlakuan yang menggunakan hijauan (87.5%)  dengan  tambahan  konsentrat- PUFA (12.5%) yang mengandung Curmiyeast.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata terhadap konsumsi bahan kering dan bahan organik. Konsumsi bahan kering yaitu dengan rataan P0 (8,07 kg) dan P1 (8,42 kg), bahan organik yaitu dengan rataan P0 (5,98 kg) dan P1(6,30 kg). Protein kasar P0 (0,72 kg) dan P1 (0,78 kg). Berbeda dengan konsumsi lemak yang sangat signifikan (P<0,01) yaitu P0 (0,12 kg) dan P1 (0,22 kg). Pemberian konsentrat PUFA dalam ransum sangat nyata (P<0,01) meningkatkan kecernaan bahan kering, bahan organik, protein kasar dan lemak. Kecernaan bahan kering P0 (65,47%) dan P1 (74,31%), bahan organik P0 (57,20%) dan P1 (72,32%), protein kasar P0 (74,03%) dan P1 (79,87%), lemak P0 (50,53%) dan P1 (81,81%). Kesimpulan bahwa pemberian konsentrat- PUFA yang mengandung Curmiyeast dapat meningkatkan kecernaan bahan kering, bahan organik, protein kasar dan lemak ransum ternak sapi perah laktasi. Kata kunci: kecernaan, konsentrat-PUFA-curmiyeast, sapi perah
PENINGKATAN DERAJAT KESEHATAN LANSIA DENGAN PENERAPAN LEAFLET MELALUI POSYANDU LANSIA DI DUSUN BENYO PAJANGAN BANTUL sulistyowati, endang; Trisnaningsih, Rahma; Yunitasari, Pritta
Jurnal Pengabdian Masyarakat Karya Husada (JPMKH) Vol 5 No 1,April (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Karya Husada (JPMKH)
Publisher : LPPM Politeknik Kesehatan Karya Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Posyandu merupakan suatu wadah yang merupakan usaha pemberdayaan masyarakat yang dilakukan secara optimal untuk mewujudkan Masyarakat Sejahtera dan produktif. Posyandu lansia merupakan pusat kegiatan yang dilakukan dalam Upaya pelayanan Kesehatan pada lanjut usia. Hasil kegiatan yang didapatkan dari kegiatan posyandu lansia yaitu antusiasnya lansia untuk datang ke acara posyandu lansia untuk memeriksakan kesehatannya. Selama kegiatan posyandu lansia yang dihadiri lansia sebanyak 15 orang banyak yang bertanya terkait leaflet yang dibagikan. Manfaat yang didapatkan dari kegiatan antara lain meningkatnya derajat Kesehatan serta produktifnya lansia di dusun Benyo Pajangan Bantul serta meningkatkan kesadaran lansia untuk selalu menjaga Kesehatan dan melakukan control rutin di pelayanan Kesehatan terdekat.
OPTIMALISASI PENGGUNAAN VIDEO DALAM PEMBERIAN EDUKASI TENTANG GIZI LANSIA sulistyowati, endang; Urrahman, Dhiya; Widya, Raden Rama
Jurnal Pengabdian Masyarakat Karya Husada (JPMKH) Vol 5 No 2,Oktober (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Karya Husada (JPMKH)
Publisher : LPPM Politeknik Kesehatan Karya Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36577/jpmkh.v5i2,Oktober.652

Abstract

Gizi seimbang bagi lansia memegang peranan penting di dalam siklus kehidupan lansia terutama dalam bidang kesehatan dalam jangka waktu yang sangat panjang. Penyebab lansia sering mengalami masalah terutama pada kesehatannya salah satunya tidak terpenuhinya asupan gizi lansia. Kegiatan pengabdaian Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan lansia tentang pentingnya pemenuhan gizi di usia tua melalui media video. Metode yang dilakukan yaitu memutarkan video tentang gizi seimbang lansia kemudian memberikan penyuluhan Kesehatan. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian masayarakat ini adalah pemberian edukasi tentang gizi lansia melalui pemutaran video dapat meningkatkan pemahaman lansia tentang pentingnya asupan gizi seimbang bagi lansia.
PENERAPAN EDUKASI TENTANG RESIKO JATUH PADA LANSIA DENGAN MEDIA VIDEO Sulistyowati, Endang; Isnugroho, Hernawan; Yunitasari, Pritta
Jurnal Pengabdian Masyarakat Karya Husada (JPMKH) Vol 6 No 1,April (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Karya Husada (JPMKH)
Publisher : LPPM Politeknik Kesehatan Karya Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36577/jpmkh.v6i1,April.668

Abstract

Elderly is a population group that tends to experience falls due to physical and cognitive changes that occur with age. This activity aims to increase the elderly and their families about the risk factors for falling and how to reduce these risks. The method used is by providing couseling and showing video demontrations on how to prevent and help fall in the elderly. The conclusion that can be drawn form this activity is that prevention and assistance at the risk of falling in the elderly which is done correctly can prevent complications due to falls.
Milk Production and Fatty Acids Balance of Dairy Goat Fed Diet with Fermented Durio zibethinus Peel Sulistyowati, Endang; Badarina, Irma; Mujiharjo, Sigit
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 8, No 3 (2021): JITRO, September
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.666 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v8i3.17947

Abstract

ABSTRACTThe by-product of Durio fruit is huge potential biomass to be utilized as a feed ingredient. However, it needs to be treated physically and biologically such as by fermentation. The objectives of this study were to evaluate nutrient contents, nutrient intakes, nutrient digestibility, milk yield, milk composition, and fatty acid contents in concentrate, milk, and feces of dairy goat fed the diet with a concentrate containing fermented Durio peel flour. The backlogs containing a mixture of Durio peel flour, rice bran, and CaCO3 were fermented with Pleurotus ostreatus for two weeks, air dried, then were ready to be formulated in concentrate. Treatments were FDC 0: basal diet of 55.7% tofu- by-product + 44.3% composite forage; FDC 5: basal diet + Concentrate with 5% fermented Durio peel +25% rice bran; FDC 10: basal diet + Concentrate with 10% fermented Durio peel +20% rice bran; FDC 20: basal diet + Concentrate with 20% fermented Durio peel + 10 rice bran. The experimental design used was a completely randomized design in 4 x 4, 4 treatments, and 4 replications in 40 days. Therefore, there were 16 lactating Nubian crossed goats as experimental units. Results showed there was found that the 5% fermented Durio peel flour in concentrate showed several consistency in some quality. Those were high in crude protein, ether extract, dry matter intake, gross energy, digestibility of nutrients (dry matter, organic matter, ether extract, crude protein, crude fiber, N-free extract, gross energy), milk yield, ECM, MCFA, LCFA, PUFA in milk, C<16, C>16, unsaturated, a total fatty acid in concentrates, milk, and feces. There were low SCC in milk and low n-6/n-3 in milk that were expected. Therefore, the 5% fermented Durio peel flour and 25% of rice bran in concentrate was considered optimal for lactating dairy goat.Keywords: balance, D. zibethinus, fatty acid, fermented
Pemecahan Masalah dalam Pembelajaran Matematika SD/MI Sulistyowati, Endang
Al-Bidayah : Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol. 1 No. 1 (2009): Al-Bidayah : jurnal pendidikan dasar Islam
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/al-bidayah.v1i1.8962

Abstract

Pemecahan masalah merupakan ketrampilan yang harus diajarkan sejak dini. Pemecahan masalah dapat diajarkan pada mata pelajaran apapun, khususnya pada mata pelajaran Matematika. Dalam pengajaran pemecahan masalah harus diperhatikan empat langkah pemecahan masalah, yaitu: memahami masalah, merencanakan penyelesaian, menyelesaikan masalah sesuai rencana, dan memeriksa kembali. Guru harus memperhatikan model soal dan tingkat kesulitannya, serta alokasi waktu pengajaran, agar siswa semakin merasa tertantang tapi tidak menimbulkan stress.
Pembelajaran PAI di Sekolah Dasar dengan Pendekatan Tematik Sulistyowati, Endang
Al-Bidayah : Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol. 4 No. 1 (2012): Al-Bidayah : jurnal pendidikan dasar Islam
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/al-bidayah.v4i1.9006

Abstract

Pendidikan agama Islam, suatu usaha untuk membina dan mengasuh peserta didik, agar dapat memahami ajaran Islam secara menyeluruh, menghayati tujuan, dan pada akhirnya dapat mengamalkan serta menjadikan Islam sebagai pandangan hidup. Tujuan pembelajaran PAI untuk menumbuh kembangkan aqidah Islam dan mewujudkan manusia Indonesia taat beragama dan berakhlaq mulia. Pendekatan pembelajaran PAI secara tematik menjadi urgen. Karena itulah, pola yang dapat diakomodir adalah menetapkan tema-tema dalam lingkup PAI, meliputi: AI Qur'an, Aqidah, Fikih, Akhlak, dan SKI.Kata Kunci: PAI, Siswa, Islam, tematik
Penggunaan Permainan dalam Pembelajaran Perkalian di Kelas II SD/MI Sulistyowati, Endang
Al-Bidayah : Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol. 6 No. 2 (2014): Al-Bidayah : jurnal pendidikan dasar Islam
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/al-bidayah.v6i2.9050

Abstract

Internasional belum dapat dikatakan baik. Salah satu penyebabnya adalah pembelajaran matematika di tingkat sekolah dasar. Selama ini masih banyak guru mengajar dengan cara konvensional, metode mengajar tidak sesuai dengan perkembangan psikologis dankognitif siswa, dan pembelajaran matematika kurang memberikan kegembiraan dan kreativitas. Pada pembelajaran matematika materi perkalian di kelas II SDIMI dapat digunakan permainan "mangkuk dan permen" untuk penanaman konsep perkalian, dan dilanjutkanpermainan puzzle, permainan perkalian merah putih, dan permainan ular tangga untuk melatih ketrampilan berhitung perkalian.