Claim Missing Document
Check
Articles

Increasing Students' Scientific Literacy Competence Through A Stem-Based PjBL Learning Model: A Case Study of an Ecosystem Project Yuliawati, Fitri; Sulistyowati, Endang; Ekantini, Anita; Wijayanti, Inggit Dyaning
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 12 (2024): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i11.6874

Abstract

Scientific literacy has an important role in equipping individuals to be sensitive to the environment and actively participate in making decisions regarding existing environmental issues. This research aims to test the effectiveness of the STEM-based Project-Based Learning (PjBL) learning model in increasing the scientific literacy of PGMI students in science courses. This research uses an experimental method with a one group pretest-posttest design. The research subjects were 41 students selected using cluster random sampling technique. The instruments used in this research include a scientific literacy test instrument and an observation sheet on the implementation of PjBL-STEM learning. The findings of this research show that learning through PjBL-STEM on Ecosystem material facilitates students in solving existing environmental problems in the form of STEM-based projects. The results of the T-Paired test have a sig.2-tailed value of 0.000<0.05, indicating that there is a significant difference in the scientific literacy results of PGMI students in science courses. Based on the N-Gain analysis, a score of 0.5 shows that the STEM-based PjBL learning model is effective in increasing the scientific literacy of students in the medium category.
Resiliensi Komunitas di Tengah Pandemi Covid-19 Sunarno, Sunarno; Sulistyowati, Endang
Mediapsi Vol 7 No 1 (2021): JUNE
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2021.007.01.5

Abstract

Values and behaviours denote cultural strengths that help communities effectively adapt and succeed in dealing with disasters. The present work used a qualitative approach and was designed as a case study, to identify social values and behaviours in the context of community resilience during the Covid-19 pandemic. We recruited five informants and obtained data through interviews and observation. The results showed that community resilience emerged from a sense of belonging to the group (i.e., the residents) and its members. The residents have inherited social values and behaviours that have long lived in the community, which render them resilient against the Covid-19 pandemic. Such values include cooperation, deliberation, and harmony with nature, whereas the social behaviours manifest in obedience and prosocial neighbourhood. The implication of these findings is a hope that the residents can build community resilience. The residents may initiate such joint effort from the hamlet or village environment where they can build community resilience by developing social values and behaviours that grow in the community.Masyarakat memiliki kekuatan budaya berupa nilai-nilai dan perilaku yang berfungsi secara efektif untuk beradaptasi dan berhasil dalam menghadapi bencana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan didesain sebagai studi kasus, dengan tujuan mengidentifikasi nilai dan perilaku sosial dalam konteks resiliensi komunitas di tengah pandemi Covid-19. Responden adalah lima informan dan data diperoleh melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi komunitas bersumber dari rasa memiliki terhadap kelompok (yaitu warga lokal) dan anggota di dalamnya. Para warga lokal mewarisi nilai-nilai dan perilaku-perilaku sosial yang sudah sejak lama hidup di dalam masyarakat, yang membuat mereka mampu bertahan di masa pandemi Covid-19. Nilai-nilai tersebut mencakup nilai gotong royong, musyawarah, dan keselarasan dengan alam, sementara bentuk-bentuk perilaku sosial mencakup kepatuhan dan ketetanggaan yang prososial. Implikasi dari temuan-temuan tersebut adalah harapan bahwa warga lokal bisa membangun resiliensi komunitas. Warga lokal bisa mengawali upaya bersama tersebut dari lingkungan dusun ataupun desa dimana mereka membangun resiliensi dengan mengembangkan nilai-nilai dan perilaku-perilaku sosial yang tumbuh dalam masyarakat.
Meta-Analisis investigasi model kelas terbalik pada keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) siswa matematika: Analisis efek gabungan dan heterogenitas Mawardi, Dona Ningrum; Sulistyowati, Endang; Hukom, Julham
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Vol 10 No 1 (2024): Jurnal Math Educator Nusantara
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmen.v10i1.22296

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan model flipped classroom terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) siswa pada mata pelajaran matematika. Metode penelitian menggunakan meta-analisis. Sampel dalam penelitian ini adalah 18 penelitian primer yang memenuhi kriteria inklusi yang ditentukan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak meta-analisis komprehensif (CMA). Hasil analisis menggunakan pendekatan random-effect menunjukkan bahwa effect size gabungan adalah (g = 1.82; p < 0.01) (Efek sangat Besar). Hal ini menunjukkan bahwa penerapan model flipped classroom memberikan pengaruh yang besar terhadap HOTS matematika siswa jika dibandingkan dengan model pembelajaran tradisional. Hasil analisis variabel moderator menunjukkan bahwa pengaruh penerapan model flipped class terhadap HOTS matematika siswa berbeda secara signifikan berdasarkan variabel tipe publikasi (Qb = 7.94; p = 0.01). Namun tidak berbeda nyata berdasarkan variabel tingkat pendidikan (Qb = 7.45; p = 0.06), kapasitas kelompok eksperimen (Qb = 0.29; p = 0.62), dan tahun publikasi (Qb = 0.21; p = 0.64). Temuan-temuan tersebut dapat menjadi dasar pemilihan model pembelajaran matematika sehingga kualitas pembelajaran matematika dengan menggunakan model flipped classroom dapat ditingkatkan