Supijatno
Departemen Agronomi Dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB University), Jl. Meranti, Kampus IPB Dramaga, Bogor 16680, Indonesia

Published : 54 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Pertumbuhan Mucuna bracteata DC. pada Berbagai Waktu Inokulasi dan Dosis Inokulan Laksono, Purwanti Budi; Wachjar, Ade; Supijatno, dan
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 44 No. 1 (2016): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.495 KB) | DOI: 10.24831/jai.v44i1.12510

Abstract

ABSTRACTMucuna bracteata DC. is a legume cover crop to prevent erosion and to suppress weed growth. M. bracteata can fix N2 from the air with the help of Rhizobium. M. bracteata get benefit from the symbiosis in the form of increased nodule weight, shoot dry weight, and leaf nitrogen content when the Rhizobium population in the soil is optimal. Application of inoculant is one method to increase the Rhizobium population in the soil. This study aimed to analyze the effects of inoculation times and inoculant rates on M. bracteata growth. The research was conducted in Boyolali, Central Jawa, from February to August 2014. The inoculant contained Bradyrhizobium japonicum and Aeromonas punctata. This experiment was arranged in a randomized block design with two factors and three replications. The first factor was two inoculation times, i.e at the nursery when the seedlings were 2 weeks old and in the field when the seedlings reached 5 weeks old. The second factor was 5 inoculant rates (0, 2, 4, 6, and 8 g per plant). The results showed that inoculation on 5-week-old seedlings was the best result compared to the 2-week-old seedlings. The recommended inoculant rate for Mucuna bracteata was 6.43 g per plant. Keywords: legume cover crop, nitrogenase activity, nodule, nutrient content, runner
Perbandingan Arachis pintoi dengan Tanaman Kacang-kacangan Penutup Tanah Lain dalam Menekan Laju Erosi pada Lahan Kelapa Sawit Berbukit Sarjono, Arif; Guntoro, Dwi; Supijatno, dan
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 47 No. 1 (2019): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.707 KB) | DOI: 10.24831/jai.v47i1.22891

Abstract

Land preparation of oil palm plantation in hilly areas is vulnerable to environmental degradation. Legume cover crops can be used in vegetation system for soil conservation to control erotion. Arachis pintoi is a legume potential for cover crop. The objective of the research was to study the role of A. pintoi in suppressing soil erosion rate in oil palm land with the topography of hilly land. The research was conducted on the land of Bukit Kemuning farmer group, Mersam, Batanghari, Jambi with an average slope of 22.8% from September 2017 to March 2018. The experimental design used was a single-factor randomized complete block design with five treatments and four replications. The treatment consisted of natural vegetation, Arachis pintoi, Centrosema pubescens, Pueraria javanica and Calopogonium mucunoides. The results showed that the rate of increased leaf number of A. pintoi was 13.6 pieces per week and could cover the ground surface 100% at 20 weeks after planting (WAP). The dry weight of A. pintoi biomass was 496.08 g m-2 at 20 WAP. A. pintoi suppressed soil erosion by 80.45% as compared to natural vegetation treatment. However, it was not significantly different on suppression rates to other biomulch treatments.Keywords: biomass, Calopogonium mucunoides, Centrosema pubescens, land cover crop, Pueraria javanica
Tanggap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung terhadap Waktu Tanam yang Berbeda Sudirman Yahya; Supijatno; Humoen, Maria Imelda
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 48 No. 2 (2020): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.748 KB) | DOI: 10.24831/jai.v48i2.30713

Abstract

Determination of the appropriate sowing date can reduce the negative impact of the low water availability and solar radiation in the growth phase and yield of maize. This research aimed to (1) determine the effective sowing date to get the optimal solar radiation, water, and yields, (2) determine the appropriate varieties for the sowing date to optimize the utilization of radiation and water. The experiment was conducted at the Agricultural Technology Assessment Station (BPTP) Naibonat, NTT from February to July 2019. The three-factor factorial experiment using a split-split plot design. The main plot, namely three sowing dates were 26 February 2019, 12 March 2019, and 26 March 2019. The subplots, namely three varieties of maize consisted of Pena muti m’naes, Lamuru, and Pioneer-36. The sub-sub plot, namely 2 levels of watering consisting of not watered and watered. The results showed that the sowing date of 12 March 2019, was the appropriate sowing date and corresponding with the level of availability of water and solar radiation with more efficient use and higher levels of solar radiation interception to provide Pioneer-36 production of 8.47 tons ha-1, which was better than the production of Local and Lamuru varieties of maize at other sowing dates. This is supported by the synchronized responses of both source capacity (leaf area) and sink capacity (ear size). Keywords: leaf area index, production, varieties, watering
Asesmen Kejadian Self-Pruning pada Beberapa Jenis Tanaman Buah Tropis Paisey, Elda Kristiani; Santosa, Edi; Matra, Deden Drajat; Kurniawati, Ani; Supijatno
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 50 No. 3 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.25 KB) | DOI: 10.24831/jai.v50i3.43211

Abstract

Upaya mengurangi biaya produksi tanaman buah-buahan sangat penting dalam meningkatkan daya saing. Salah satu biaya produksi pada budidaya adalah pemangkasan. Self-pruning atau cladoptosis sangat potensial untuk mengurangi biaya pemangkasan pada tanaman buah. Namun demikian, penelitian fenomena self-pruning masih sangat terbatas pada tanaman hortikultura. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi kejadian self-pruning pada tanaman buah dalam rangka menggali potensinya untuk menekan pelaksanaan pemangkasan. Observasi menggunakan rancangan acak kelompok dengan faktor tunggal yakni tujuh jenis tanaman buah (alpukat, jeruk siam, jambu biji, kapulasan, lengkeng, asam jawa dan jeruk nipis). Tanaman buah berumur 2.5 tahun dipelihara dalam pot drum. Pengamatan meliputi ukuran kanopi, ukuran cabang dan kejadian self-pruning pada cabang. Hasil penelitian menunjukkan adanya kejadian self-pruning pada cabang sekunder, cabang tersier, serta cabang quarter pada semua jenis tanaman. Namun demikian, atas jenis tanaman memiliki kecenderungan self-pruning pada cabang berbeda. Pada tanaman alpukat kejadian self-pruning terjadi pada jenis cabang sekunder dan tersier. Self-pruning pada cabang tersier terjadi pada tanaman lengkeng. Self-pruning pada jenis tanaman yang lain terjadi pada semua jenis cabang. Penelitian ini pertama kali mengamati kejadian self-pruning pada tanaman buah. Perlu penelitian lanjutan mengenai faktor peubah self-pruning pada tanaman buah. Kata kunci: absisi, arsitektur kanopi, cladoptosis, hortikultura, senesens
Perbandingan Cara Pemetikan Mesin dan Gunting di Perkebunan Teh Rancabali, Bandung, Jawa Barat Sepriana, Regina Maulidina; Supijatno; Hariyadi
Buletin Agrohorti Vol. 11 No. 3 (2023): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v11i3.48220

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Kebun Rancabali, Bandung, Jawa Barat pada bulan Januari hingga April 2020. Tujuan penelitian adalah membandingkan cara pemetikan dengan menggunakan gunting dan mesin pemetik teh. Metode yang digunakan adalah pengamatan terhadap beberapa peubah pemetikan yaitu tinggi bidang petik, proporsi pucuk dalam satu perdu, hanca petik, kebutuhan tenaga petik, kapasitas pemetik, dan analisis pucuk. Hasil pengamatan di uji menggunakan Uji t-student. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi bidang petik kedua cara pemetikan tidak berbeda, gilir petik menggunakan mesin lebih panjang (55-72 hari) dibandingkan dengan gunting (25-28 hari). Selain itu kemampuan pemetikan dengan mesin juga lebih besar, yaitu 0.40 ha per mesin dengan kapasitas mesin mencapai 146.81 kg HOK-1 sedangkan gunting hanya 0.08 ha HOK-1. Kapasitas gunting mencapai 100.18 kg HOK-1. Walaupun kapasitas pemetikan kedua cara tersebut masih di bawah standar perusahaan, tetapi mutu hasil pemetikan dengan mesin masih lebih baik jika dibandingkan dengan pemetikan gunting. Penggunaan mesin petik memiliki keunggulan dibandingkan gunting petik, diantaranya mesin petik membutuhkan waktu yang lebih singkat, dan produksi yang dihasilkan lebih tinggi. Berdasarkan efisiensi jumlah tenaga pemetik dan mutu petikan yang dihasilkan, pemetikan mesin memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan pemetikan gunting. Kata kunci: bidang petik, hanca petik, kapasitas pemetik, pucuk
Pengelolaan Sistem Panen Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Kebun Rambutan, Serdang Berdagai, Sumatera Utara Gabriel, Abdurrahman; zaman, sofyan; Supijatno
Buletin Agrohorti Vol. 11 No. 3 (2023): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v11i3.48629

Abstract

Kelapa sawit merupakan komoditas dengan nilai ekonomis yang tinggi karena dapat menghasilkan minyak kelapa sawit yang memiliki banyak kegunaan. Panen merupakan salah satu bagian produksi di perkebunan kelapa sawit yang menghubungkan kebun dan pabrik karena melepaskan buah dari pohon serta mengangkut hasil ke PKS. Penelitian dilaksanakan di Kebun Rambutan, Sumatera Utara, dari bulan Januari hingga April 2020. Penelitian bertujuan untuk menjelaskan manajemen sistem panen yang tepat di perkebunan kelapa sawit. Hal yang diamati berupa perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi panen. Hasil pengamatan di uji menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif serta uji statistik menggunakan Uji t-student dan uji korelasi. Rata–rata rotasi panen sudah memenuhi standar perusahaan, walaupun ada beberapa saat hari panen terlalu panjang karena terlalu banyak hari libur. Realisasi jumlah kebutuhan tenaga panen tidak sesuai dengan taksasi sehingga perlu dievaluasi, namun kekurangan ini masih bisa ditutupi dengan output yang besar dari setiap pemanen. Kegiatan panen sudah sesuai standar perusahaan yaitu dengan varian dibawah 5%. Penggunaan alat pelindung diri (APD) pemanen sudah cukup baik, pemakaian kacamata pelindung harus ditingkatkan. Pemotongan batang buah menjadi berbentuk huruf V harus lebih ditingkatkan. Hasil pengamatan menunjukkan mutu buah masih di bawah standar perusahaan yaitu sebesar 97.05% dari 100%. Rata–rata muatan pengangkutan buah masih melebihi kapasitas truk. Uji korelasi menunjukkan tidak ada korelasi antara produktivitas dan curah hujan. Kata kunci: kelapa sawit, angka kerapatan panen, mutu buah, curah hujan
Manajemen Pemanenan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Kebun Tandun, Kabupaten Kampar, Riau Wahyudi, Trio; Supijatno; Lontoh, Adolf Pieter
Buletin Agrohorti Vol. 12 No. 2 (2024): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v12i2.51430

Abstract

Kelapa sawit merupakan salah satu tanaman perkebunan yang berperan penting dalam perekonomian Indonesia. Upaya peningkatan produksi dan produktivitas kelapa sawit dapat dilakukan dengan memperbaiki manajemen produksi melalui kegiatan panen yang baik. Penelitian ini dilaksanakan di Perkebunan Tandun, Kabupaten Kampar, Riau, pada bulan Januari hingga Mei 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan menganalisis perencanaan panen, pelaksanaan panen, dan evaluasi panen. Data hasil pengamatan dianalisis secara kuantitatif dan deskriptif dengan menggunakan rata-rata, persentase, dan uji komparatif (t-student). Kegiatan panen di kebun Tandun sudah berjalan cukup baik, terlihat dari hasil produksi harian yang sesuai dengan taksasi produksi dengan nilai varians rata-rata di bawah 5%, kapasitas panen rata-rata sudah mencapai tandan buah segar (TBS) dan memiliki nilai jual yang tinggi, serta pengangkutan buah dengan truk sudah sesuai dengan kapasitas. Namun demikian, beberapa hal yang masih perlu ditingkatkan seperti rotasi panen yang masih pendek, realisasi panen yang tidak sesuai dengan rencana panen perlu dievaluasi, kepatuhan penggunaan helm yang masih di bawah 100%, kualitas buah mentah yang masih di atas standar yaitu 1.51% dari batas toleransi 1%, masih ditemukannya kehilangan hasil dari buah yang tidak terkumpul dan buah yang belum matang saat panen masih ditemukan saat inspeksi areal panen. Kata kunci: kehilangan hasil, perencanaan panen, produksi
Manajemen Pemangkasan Tanaman Kopi Robusta (Coffea canephora Pierre Ex. Froehner) Menghasilkan di Kebun Bangelan, Jawa Timur Febrianto, Hendra Nugroho; Supijatno, Supijatno; Djoefrie, Mochamad Hasjim Bintoro
Buletin Agrohorti Vol. 13 No. 3 (2025): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.13.3.67704

Abstract

Kopi merupakan salah satu komoditas perdagangan non migas dengan peluang pasar yang cukup tinggi. Pemangkasan menjadi salah satu kegiatan budidaya tanaman kopi yang penting dilakukan karena berpengaruh terhadap produksi tanaman kopi. Tujuan penelitian yaitu menganalisis manajemen pemangkasan kopi yang baik untuk peningkatan produksi kopi. Penelitian dilaksanakan di Kebun Bangelan, Jawa Timur dan berlangsung dari Januari sampai April 2020. Tanaman kopi yang diamati berlokasi di lima blok yang berbeda, masing-masing blok diamati 5 tahun tanam, yaitu 1935, 1957, 1967, 2007 dan 2012. Setiap tahun tanam diamati 10 tanaman kopi. Variabel yang diamati berupa tinggi tanaman, jumlah cabang produktif, persentase proporsi cabang dan jumlah gelondong. Hasil pengamatan diuji menggunakan metode uji t-student. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa tanaman tahun tanam 1967 memiliki rata-rata tinggi setelah dipangkas yaitu 212.3 cm, memiliki 84.5 cabang produktif, serta memiliki persentase cabang B0 (cabang belum berbuah) yang dominan, yaitu 56%. Tanaman kopi tahun tanam 1957 memiliki jumlah cabang produktif sebanyak 49.8 cabang per tanaman, akan tetapi produksi gelondongnya hanya 1.1 kg per tanaman. Hal tersebut menunjukkan cabang produktif yang dimiliki tanaman tahun tanam 1957 tidak berproduksi secara maksimal yang disebabkan oleh kondisi percabangan yang terlalu lebat, serangan hama dan pertumbuhan tunas air yang tinggi. Kondisi tersebut sebagai dampak dari kegiatan wiwil halus dan wiwil kasar yang tidak mencapai standar rotasi dan luasan areal kerja. Kata kunci: cabang, kopi, pemangkasan, produksi
Portable Near-Infrared Spectroscopy and Support Vector Regression for Fast Quality Evaluation of Vanilla (Vanilla planifolia) Widyaningrum Widyaningrum; Yohanes Aris Purwanto; Slamet Widodo; Supijatno Supijatno; Evi Savitri Iriani
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol. 14 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v14i2.515-526

Abstract

Vanilla (Vanilla planifolia) is a high-value agricultural product, with its quality influenced by essential factors such as moisture and vanillin content. Conventional techniques for evaluating these characteristics are inefficient, require sample destruction, and are impractical for swift assessments. This research explores the feasibility of using portable Near-Infrared (NIR) spectroscopy combined with Support Vector Regression (SVR) to enable quick and noninvasive property prediction. Spectral information was obtained from vanilla samples using two portable NIR instruments, SCiO (740–1070 nm) and Neospectra (1350 2550 nm). Preprocessing techniques such as normalization, SNV, MSC, first derivative, first derivative-SNV, and first derivative-MSC were applied. For moisture content prediction, SCiO achieved an R² of 0.768, an RMSE of 4.720%, an RPD of 2.075 and an RER 10.197 using Min-Max normalization, while Neospectra yielded an R² of 0.758, an RMSE of 5.161%, an RPD of 2.033 and an RER 9.325 with MSC preprocessing. In contrast, predicting vanillin concentration proved more challenging, with SCiO achieving moderate accuracy with an R² 0.406, an RMSE 0.379%, an RPD 1.297, an RER 5.039, and Neospectra demonstrating limited performance with an R² 0.172, an RMSE 0.576%, an RPD 1.098 and an RER 3.315. These findings highlight the potential of portable NIR spectroscopy as a practical tool for assessing vanilla quality, particularly for moisture content, in industrial and field applications. Keywords: Moisture content, Portable NIR spectroscopy, Support vector regression, Vanilla planifolia, Vanillin content.
Pengaruh Beberapa Jenis Pupuk Hayati terhadap Pertumbuhan Dua Klon Tanaman Teh (Camellia sinensis (L) O. Kuntze) Belum Menghasilkan Ade Wachjar; , Supijatno; Dina Rubiana
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 34 No. 3 (2006): Buletin Agronomi
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.846 KB) | DOI: 10.24831/jai.v34i3.1296

Abstract

The experiment was carried out to study the effect of biofertilizer on the growth of  two clones of young tea. This experiment was conducted at Cikabayan Experiment Station, Faculty of Agricuture, IPB, Bogor, from July to November 2000. This experiment was arranged in Split Plot Design with three replications.  The main factor was clone types consisted of two clones i.e.: RB 3 and Gambung 5, whereas the sub factor was biofertilizer consisted of five kinds i.e. : EMAS + 50 % inorganic fertilizer recommended dosage (i.f.r.d.), EM4 + 50 % i.f.r.d., OST + 50 % i.f.r.d., Soils Plus + 50 % i.f.r.d. and 100 % i.f.r.d. The results showed that the EMAS + 50 % i.f.r.d. and EM4 + 50 % i.f.r.d. treatments significantly increased plant height, stem diameter, leaf number, and bud length.  The application of 6.25 g EMAS per plant (equivalent with 83.125 kg/ha) + 50 % i.f.r.d.  and  10 ml  EM4 (equivalent with 6.65 l/ha) + 50 %  i.f.r.d.  could reduce  application of  inorganic  fertilizer dosage until 50 % and resulted in  the growth of the plant which  was better than that of inorganic fertilizer. In  general,  growth of the RB 3 clone was better than Gambung 5 clone.   Key words :  Biofertilizer, clones, vegetative  growth, tea
Co-Authors , Hamin . Robianto . Sudradjat . Susilawati . Susilawati . Turman Abdoellah, Soetanto Abdul Qadir Ade Wachjar Ade Wachjar Adolf Pieter Lontoh, Adolf Pieter Adrian, Fahrul AHMAD JUNAEDI Ahmad, Fendri Ahmad, Fendri Aji, Martini Albari, Jabal Aldi Radifan Alhaviz, Alhaviz Anggraini, Dwi Vista Ani Kurniawati Anisa Windhita Aris Purwanto Arja, Awliya Rahmi Awliya Rahmi Arja Aziz Ahmad Ja’far Benny Julyan Bintoro, Muhammad Hasjim Brury Marco Silalahi D. Sopandie Didy Sopandie Dr.-Ing. Dina Rubiana Widarda Dwi Guntoro Edi Santosa Eko Sulistyono Eltis Panca Ningsih, Eltis Panca Eny Widajati Evi Savitri Iriani Evi Savitri Iriani Fadillah, Resti Faqih Udin Fatkhunnisa, Ratu Febrianto, Hendra Nugroho Feni Shintarika Gabriel, Abdurrahman Gery Juliansyah Ghulam Nurul Huda Ghulam Nurul Huda, Ghulam Nurul Hariyadi Hariyadi, Hariyadi Hendra Wiguna Hulu, Versi Putra Jaya Humoen, Maria Imelda Iskandar Lubis Jabal Albari Juliansyah, Gery Julyan, Benny Kusnendi, Faizal Shofwan Laksono, Purwanti Budi M. Jusuf Martini Aji Martini Aji Maryati Sari Matra, Deden Drajat Maulia, Kantrin Maulia, Kantrin Miftah Anugrah Pamungkas Monica Christina Natalia Muhamad Ismail Muhamad Ismail, Muhamad Muhammad Ahmad Chozin Muhammad Hasjim Bintoro Djoefrie Hasjim Bintoro Djoefrie Muhammad Jusuf Mulyawan, Zidane Natalia, Monica Christina Novie Pranata Erdiansyah Nur Said Soheh Nurulhaq, Muhammad Iqbal Omo Rusdiana Paisey, Elda Kristiani Pamungkas, Miftah Anugrah Putri Ratna Sari Putri Ratna Sari, Putri Ratna Qadir, Abdul Radifan, Aldi Rahman, Hasan Basri Arif Riswan Basyri Nasution Robianto, . Rohman, Fadil S. Harran Saiful Akhyar Lubis Sarjono, Arif Sarjono, Arif Sepriana, Regina Maulidina Silalahi, Brury Marco Slamet Widodo Sofyan Zaman Sudirman Yahya Sudradjat , Sugeng Heri Suseno Syarifah Iis Aisyah Trikoesoemaningtyas Turman, . Wahyudi, Trio Widodo, Candraningratri Ekaputri Widyaningrum Widyaningrum Widyaningrum Widyaningrum Wiguna, Hendra Windhita, Anisa Yanto Ardiyanto ‪Mochamad Hasjim Bintoro Djoefrie‬