Supijatno
Departemen Agronomi Dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB University), Jl. Meranti, Kampus IPB Dramaga, Bogor 16680, Indonesia

Published : 55 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Perbandingan Cara Pemetikan Mesin dan Gunting di Perkebunan Teh Rancabali, Bandung, Jawa Barat Sepriana, Regina Maulidina; Supijatno; Hariyadi
Buletin Agrohorti Vol. 11 No. 3 (2023): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v11i3.48220

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Kebun Rancabali, Bandung, Jawa Barat pada bulan Januari hingga April 2020. Tujuan penelitian adalah membandingkan cara pemetikan dengan menggunakan gunting dan mesin pemetik teh. Metode yang digunakan adalah pengamatan terhadap beberapa peubah pemetikan yaitu tinggi bidang petik, proporsi pucuk dalam satu perdu, hanca petik, kebutuhan tenaga petik, kapasitas pemetik, dan analisis pucuk. Hasil pengamatan di uji menggunakan Uji t-student. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi bidang petik kedua cara pemetikan tidak berbeda, gilir petik menggunakan mesin lebih panjang (55-72 hari) dibandingkan dengan gunting (25-28 hari). Selain itu kemampuan pemetikan dengan mesin juga lebih besar, yaitu 0.40 ha per mesin dengan kapasitas mesin mencapai 146.81 kg HOK-1 sedangkan gunting hanya 0.08 ha HOK-1. Kapasitas gunting mencapai 100.18 kg HOK-1. Walaupun kapasitas pemetikan kedua cara tersebut masih di bawah standar perusahaan, tetapi mutu hasil pemetikan dengan mesin masih lebih baik jika dibandingkan dengan pemetikan gunting. Penggunaan mesin petik memiliki keunggulan dibandingkan gunting petik, diantaranya mesin petik membutuhkan waktu yang lebih singkat, dan produksi yang dihasilkan lebih tinggi. Berdasarkan efisiensi jumlah tenaga pemetik dan mutu petikan yang dihasilkan, pemetikan mesin memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan pemetikan gunting. Kata kunci: bidang petik, hanca petik, kapasitas pemetik, pucuk
Pengelolaan Sistem Panen Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Kebun Rambutan, Serdang Berdagai, Sumatera Utara Gabriel, Abdurrahman; zaman, sofyan; Supijatno
Buletin Agrohorti Vol. 11 No. 3 (2023): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v11i3.48629

Abstract

Kelapa sawit merupakan komoditas dengan nilai ekonomis yang tinggi karena dapat menghasilkan minyak kelapa sawit yang memiliki banyak kegunaan. Panen merupakan salah satu bagian produksi di perkebunan kelapa sawit yang menghubungkan kebun dan pabrik karena melepaskan buah dari pohon serta mengangkut hasil ke PKS. Penelitian dilaksanakan di Kebun Rambutan, Sumatera Utara, dari bulan Januari hingga April 2020. Penelitian bertujuan untuk menjelaskan manajemen sistem panen yang tepat di perkebunan kelapa sawit. Hal yang diamati berupa perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi panen. Hasil pengamatan di uji menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif serta uji statistik menggunakan Uji t-student dan uji korelasi. Rata–rata rotasi panen sudah memenuhi standar perusahaan, walaupun ada beberapa saat hari panen terlalu panjang karena terlalu banyak hari libur. Realisasi jumlah kebutuhan tenaga panen tidak sesuai dengan taksasi sehingga perlu dievaluasi, namun kekurangan ini masih bisa ditutupi dengan output yang besar dari setiap pemanen. Kegiatan panen sudah sesuai standar perusahaan yaitu dengan varian dibawah 5%. Penggunaan alat pelindung diri (APD) pemanen sudah cukup baik, pemakaian kacamata pelindung harus ditingkatkan. Pemotongan batang buah menjadi berbentuk huruf V harus lebih ditingkatkan. Hasil pengamatan menunjukkan mutu buah masih di bawah standar perusahaan yaitu sebesar 97.05% dari 100%. Rata–rata muatan pengangkutan buah masih melebihi kapasitas truk. Uji korelasi menunjukkan tidak ada korelasi antara produktivitas dan curah hujan. Kata kunci: kelapa sawit, angka kerapatan panen, mutu buah, curah hujan
Manajemen Pemanenan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Kebun Tandun, Kabupaten Kampar, Riau Wahyudi, Trio; Supijatno; Lontoh, Adolf Pieter
Buletin Agrohorti Vol. 12 No. 2 (2024): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v12i2.51430

Abstract

Kelapa sawit merupakan salah satu tanaman perkebunan yang berperan penting dalam perekonomian Indonesia. Upaya peningkatan produksi dan produktivitas kelapa sawit dapat dilakukan dengan memperbaiki manajemen produksi melalui kegiatan panen yang baik. Penelitian ini dilaksanakan di Perkebunan Tandun, Kabupaten Kampar, Riau, pada bulan Januari hingga Mei 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan menganalisis perencanaan panen, pelaksanaan panen, dan evaluasi panen. Data hasil pengamatan dianalisis secara kuantitatif dan deskriptif dengan menggunakan rata-rata, persentase, dan uji komparatif (t-student). Kegiatan panen di kebun Tandun sudah berjalan cukup baik, terlihat dari hasil produksi harian yang sesuai dengan taksasi produksi dengan nilai varians rata-rata di bawah 5%, kapasitas panen rata-rata sudah mencapai tandan buah segar (TBS) dan memiliki nilai jual yang tinggi, serta pengangkutan buah dengan truk sudah sesuai dengan kapasitas. Namun demikian, beberapa hal yang masih perlu ditingkatkan seperti rotasi panen yang masih pendek, realisasi panen yang tidak sesuai dengan rencana panen perlu dievaluasi, kepatuhan penggunaan helm yang masih di bawah 100%, kualitas buah mentah yang masih di atas standar yaitu 1.51% dari batas toleransi 1%, masih ditemukannya kehilangan hasil dari buah yang tidak terkumpul dan buah yang belum matang saat panen masih ditemukan saat inspeksi areal panen. Kata kunci: kehilangan hasil, perencanaan panen, produksi
Systematic reviews of self-pruning incidents on commercial horticulture plants Paisey, Elda Kristiani; Santosa, Edi; Matra, Deden Drajat; Kurniawati, Ani; Supijatno, Supijatno; Amriati, Besse; Sadiyah, Siti Halimatus; Siwi, Hayu
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 53 No. 3 (2025): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy)
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24831/jai.v53i3.65620

Abstract

Pruning is a crucial practice in horticulture to maintain tree health, reduce production costs, and improve yield. However, conventional pruning remains labor-intensive and costly. Self-pruning has the potential to provide a sustainable alternative, yet studies on its mechanisms and applications in horticultural crops are still limited. This review aimed to systematically synthesize the mechanisms, incidence, and potential applications of self-pruning in horticultural crops. The review followed the PRISMA 2020 framework to ensure transparency and minimize bias. Literature searches were conducted in ScienceDirect and Garuda databases using the keywords self-pruning, pruning, cladoptosis, autophagy, and senescence in both English and Indonesian. The search was restricted to articles published within the last 10 years (2013–2022). Inclusion criteria were original research or review articles on self-pruning in plants. Exclusion criteria were duplicate records, articles from irrelevant fields, non-systematic studies, and grey literature. Bias reduction was addressed by predefined criteria, time limits, specific keywords, and independent screening by two reviewers. From 5,588 records identified, only 25 articles met the inclusion criteria. However, none of the eligible studies specifically addressed self-pruning in horticultural crops. The limited number of relevant articles was due to restricted database coverage and the absence of standardized quality assessment tools within the PRISMA framework. This review highlights a critical research gap on self-pruning in horticultural crops. Broader database searches and the development of standardized quality assessment tools are required. Evaluating the incidence and mechanisms of self-pruning in commercial horticultural crops is essential as a new perspective to support sustainable horticultural production. Keywords: autophagy; abscission; cladoptosis; programmed cell death; senescence
Manajemen Pemangkasan Tanaman Kopi Robusta (Coffea canephora Pierre Ex. Froehner) Menghasilkan di Kebun Bangelan, Jawa Timur Febrianto, Hendra Nugroho; Supijatno, Supijatno; Djoefrie, Mochamad Hasjim Bintoro
Buletin Agrohorti Vol. 13 No. 3 (2025): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.13.3.67704

Abstract

Kopi merupakan salah satu komoditas perdagangan non migas dengan peluang pasar yang cukup tinggi. Pemangkasan menjadi salah satu kegiatan budidaya tanaman kopi yang penting dilakukan karena berpengaruh terhadap produksi tanaman kopi. Tujuan penelitian yaitu menganalisis manajemen pemangkasan kopi yang baik untuk peningkatan produksi kopi. Penelitian dilaksanakan di Kebun Bangelan, Jawa Timur dan berlangsung dari Januari sampai April 2020. Tanaman kopi yang diamati berlokasi di lima blok yang berbeda, masing-masing blok diamati 5 tahun tanam, yaitu 1935, 1957, 1967, 2007 dan 2012. Setiap tahun tanam diamati 10 tanaman kopi. Variabel yang diamati berupa tinggi tanaman, jumlah cabang produktif, persentase proporsi cabang dan jumlah gelondong. Hasil pengamatan diuji menggunakan metode uji t-student. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa tanaman tahun tanam 1967 memiliki rata-rata tinggi setelah dipangkas yaitu 212.3 cm, memiliki 84.5 cabang produktif, serta memiliki persentase cabang B0 (cabang belum berbuah) yang dominan, yaitu 56%. Tanaman kopi tahun tanam 1957 memiliki jumlah cabang produktif sebanyak 49.8 cabang per tanaman, akan tetapi produksi gelondongnya hanya 1.1 kg per tanaman. Hal tersebut menunjukkan cabang produktif yang dimiliki tanaman tahun tanam 1957 tidak berproduksi secara maksimal yang disebabkan oleh kondisi percabangan yang terlalu lebat, serangan hama dan pertumbuhan tunas air yang tinggi. Kondisi tersebut sebagai dampak dari kegiatan wiwil halus dan wiwil kasar yang tidak mencapai standar rotasi dan luasan areal kerja. Kata kunci: cabang, kopi, pemangkasan, produksi
Co-Authors , Hamin . Robianto . Sudradjat . Susilawati . Susilawati . Turman Abdoellah, Soetanto Abdul Qadir Ade Wachjar Adolf Pieter Lontoh, Adolf Pieter Adrian, Fahrul AHMAD JUNAEDI Ahmad, Fendri Ahmad, Fendri Aji, Martini Albari, Jabal Aldi Radifan Alhaviz, Alhaviz Amriati, Besse Anggraini, Dwi Vista Ani Kurniawati Anisa Windhita Aris Purwanto Arja, Awliya Rahmi Awliya Rahmi Arja Aziz Ahmad Ja’far Benny Julyan Bintoro, Muhammad Hasjim Brury Marco Silalahi D. Sopandie Didy Sopandie Dr.-Ing. Dina Rubiana Widarda Dwi Guntoro Edi Santosa Eko Sulistyono Eltis Panca Ningsih, Eltis Panca Eny Widajati Evi Savitri Iriani Evi Savitri Iriani Evi Savitri Iriani, Evi Savitri Fadillah, Resti Faqih Udin Fatkhunnisa, Ratu Febrianto, Hendra Nugroho Feni Shintarika Gabriel, Abdurrahman Gery Juliansyah Ghulam Nurul Huda Ghulam Nurul Huda, Ghulam Nurul Hariyadi Hariyadi, Hariyadi Hendra Wiguna Hulu, Versi Putra Jaya Humoen, Maria Imelda Iskandar Lubis Jabal Albari Juliansyah, Gery Julyan, Benny Kusnendi, Faizal Shofwan Laksono, Purwanti Budi M A Chozin M. Jusuf Martini Aji Martini Aji Maryati Sari Matra, Deden Drajat Maulia, Kantrin Maulia, Kantrin Miftah Anugrah Pamungkas Monica Christina Natalia Muhamad Ismail Muhamad Ismail, Muhamad Muhammad Hasjim Bintoro Djoefrie Hasjim Bintoro Djoefrie Muhammad Jusuf Mulyawan, Zidane Natalia, Monica Christina Novie Pranata Erdiansyah Nur Said Soheh Nurulhaq, Muhammad Iqbal Omo Rusdiana Paisey, Elda Kristiani Pamungkas, Miftah Anugrah Putri Ratna Sari Putri Ratna Sari, Putri Ratna Qadir, Abdul Radifan, Aldi Rahman, Hasan Basri Arif Riswan Basyri Nasution Robianto, . Rohman, Fadil S. Harran Sadiyah, Siti Halimatus Saiful Akhyar Lubis Sarjono, Arif Sarjono, Arif Sepriana, Regina Maulidina Silalahi, Brury Marco Siwi, Hayu Slamet Widodo Slamet Widodo Sofyan Zaman Sudirman Yahya Sudradjat , Sugeng Heri Suseno Syarifah Iis Aisyah Trikoesoemaningtyas Turman, . Wahyudi, Trio Widodo, Candraningratri Ekaputri Widyaningrum Widyaningrum Widyaningrum Widyaningrum Wiguna, Hendra Windhita, Anisa Yanto Ardiyanto ‪Mochamad Hasjim Bintoro Djoefrie‬