p-Index From 2021 - 2026
5.355
P-Index
This Author published in this journals
All Journal J@TI (TEKNIK INDUSTRI) Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop Radiasi Jurnal Keteknikan Pertanian Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Jurnal Agro E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri JURNAL MANAJEMEN MOTIVASI Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Jurnal Agrotek UMMat Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) JURNAL ILMIAH MAHASISWA AGROINFO GALUH International Journal of Community Service Learning Media Ilmiah Teknik Lingkungan Amerta Nutrition JURNAL PRODUKTIVITAS Journal of Humanities and Social Studies Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Jurnal Agritechno Jurnal Agrotek Indonesia Jurnal Tanah dan Iklim Media Kontak Tani Ternak Dinasti International Journal of Economics, Finance & Accounting (DIJEFA) Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat Akuntansi Bisnis & Manajemen (ABM) Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Terapan (JPMIT) Society: Jurnal Pengabdian Masyarakat PERTANIAN TROPIK Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah Journal of Accounting and Finance Management (JAFM) Jurnal Indonesia Sosial Sains JIASEE Journal of Integrated Agricultural Socio-Economics and Entrepreneurial Research Rona Teknik Pertanian Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Journal of Knowledge and Collaboration INOVASI: Jurnal Ekonomi, Keuangan, dan Manajemen Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Claim Missing Document
Check
Articles

OPTIMASI POLA TANAM PADA LAHAN SAWAH TADAH HUJAN DI KECAMATAN CIMANGGUNG KABUPATEN SUMEDANG Sophia Dwiratna N. P.; Edy Suryadi; Kharisma Dewi Kamaratih
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 10, No 1 (2016): TEKNOTAN, Agustus 2016
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.221 KB)

Abstract

Lahan sawah tadah hujan hanya mengandalkan hujan untuk pemenuhan kebutuhan air. Penentuan pola dan jadwal tanam sangat diperlukan agar kegagalan panen dapat dihindari sehingga keuntungan maksimum dapat diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola dan jadwal tanam lahan sawah tadah hujan yang sesuai dengan kesetimbangan air dan menghasilkan keuntungan maksimum bagi petani di Kecamatan Cimanggung Kabupaten Sumedang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, yaitu mengkaji data curah untuk mengetahui ketersediaan air, menentukan pola dan jadwal tanam yang sesuai dengan ketersediaan air, dan menentukan pola tanam yang dapat menghasilkan keuntungan maksimum dengan menggunakan program linier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jadwal tanam yang terbaik untuk Kecamatan Cimanggung adalah November dasarian II (MT I) dan Februari dasarian III (MT II) dengan pola tanam: Padi-Padi; Padi-Jagung; Padi-Tembakau; Padi-Timun; Padi-Jagung Manis; dan Jagung-Jagung. Berdasarkan analisis optimasi, pola tanam yang memberikan keuntungan maksimum adalah Padi-Timun.Kata kunci: Sawah Tadah Hujan, Pola dan Jadwal Tanam, Neraca Air, Optimasi.
IDENTIFIKASI KAWASAN RESAPAN AIR TANAH DI KABUPATEN SUMEDANG Edy Suryadi; Zaida -; Muhammad Saukat
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 1, No 2 (2007)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Identifikasi dan penentuan wilayah resapan air tanah perlu ditetapkan untuk mengantisipasi terganggunya tata air tanah akibat terjadinya kerusakan hutan, alih fungsi lahan dan pengambilan air tanah di kawasan resapan air tanah di Kecamatan Jatinangor, Tanjungsari, Rancakalong dan Pamulihan. Dalam penetapan ini digunakan analisis matching berdasarkan penggunaan Sistem Informasi Geografis (SIG).Penelitian dilakukan dari bulan Maret sampai dengan Oktober  2006, dengan menggunakan metode penelitian deskriptif analitik. Hasil dari penelitian ini berupa peta kawasan resapan air tanah di Kecamatan Jatinangor, Tanjungsari, Rancakalong dan Pamulihan yang menunjukkan tingkat dan luas resapan air tanah sebagai berikut : Daerah Resapan Utama  2.583,36 hektar, Daerah Resapan Tambahan  8.988,42 hektar dan Daerah Resapan Kurang Berarti  4.836,84 hektar. Kata kunci: Resapan air tanah
KAJIAN PERSEPSI PETANI MENGENAI HAK GUNA AIR IRIGASI DAN KETERSEDIAAN AIR IRIGASI DI DAERAH IRIGASI WANIR, KABUPATEN BANDUNG, PROPINSI JAWA BARAT Pipiet Anggreiny; Edy Suryadi; Totok Herwanto
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk  mengetahui persepsi petani tentang hak guna dan ketersediaan air irigasi. Metodologi penelitian yang digunakan adalah deskriptif eksplanatori dengan metode survey. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik pengukuran langsung, pencatatan dokumen, wawancara dan kuesioner.Hasil pengamatan penunjang menunjukkan bahwa Daerah Irigasi Wanir mengalami kekurangan air selama delapan periode. Kekurangan air terjadi selama 21 periode di Saluran Sekunder Cipeujeuh. Hal ini sesuai dengan pengamatan primer dengan kuesioner yang menunjukkan bahwa variabel ketersediaan air dan variabel petani sebagai pemegang hak guna air irigasi, baik dalam mengelola jaringan irigasi maupun dalam kelembagaan berada dalam kondisi sedang. Persentase yang menyatakan variabel ketersediaan air dan variabel kondisi kinerja petani dalam keadaan baik lebih kecil daripada persentase yang menyatakan kinerja petani dalam keadaan buruk. Dampak keberadaan industri berada dalam kondisi sedang sampai buruk. Tidak ada persentase yang menunjukkan bahwa keberadaan industri memberikan pengaruh baik terhadap pertanian. Kata kunci : Hak guna air, Irigasi.
Pertumbuhan, Hasil dan Serapan Fosfor (32P) Tanaman Jagung Manis (Zea mays L. saccharata Sturt) akibat Pemberian Biochar dan SP-36 Candra Melati; Boy Macklin Pareir Prawiranegara; Anggi Nico Flatian; Edy Suryadi
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 16, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jair.2020.16.2.5804

Abstract

Penelitian pengaruh biochar yang dikombinasikan dengan pupuk kimia fosfor (P) terhadap produksi dan serapan hara tanaman perlu dieksplorasi lebih lanjut, terutama pada tanah tropis. Unsur hara P merupakan salah satu faktor pembatas utama produksi tanaman di daerah tropis. Jumlah P yang tersedia jarang melebihi 0,01% dari total P tanah karena sebagian besar P berada dalam bentuk yang tidak tersedia bagi tanaman. Pemberian pupuk P menjadi tidak efisien karena dalam tanah sebagian besar P teradsorbsi dan terpresipitasi sehingga tidak dapat diserap oleh tanaman.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian biochar yang dikombinasikan dengan SP-36 (superfosfat) terhadap pertumbuhan, produksi dan serapan P tanaman jagung manis di tanah latosol Pasar Jumat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor dan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah dosis pupuk SP-36 yang terdiri dari 4 taraf perlakuan: 0 ppm, 42 ppm P, 46 ppm P, dan 53 ppm P dengan faktor kedua adalah dosis biochar yang terdiri dari 3 taraf perlakuan: tanpa biochar 37,5 g/pot, dan 75 g/pot. Teknik isotop 32P digunakan untuk merunut P yang diserap oleh tanaman. Hasil penelitian menggunakan teknik isotop 32P menunjukkan bahwa pemberian pupuk SP-36 disertai pemberian biochar meningkatkan penyerapan P berasal dari pupuk SP-36 (%P-bdp) sebesar 6,7% - 8,8% dibanding tanpa pemberian biochar, tetapi tidak signifikan (P>0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa pemberian biochar dengan dosis 37,5 – 75 g/pot (ekuivalen dengan 2 - 4 ton/ha) menyebabkan penyerapan pupuk SP-36 oleh tanaman lebih besar. Namun, hal tersebut tidak menyebabkan pertumbuhan, hasil dan serapan P total tanaman meningkat secara signifikan. Pemberian pupuk SP-36 dengan dosis 43 - 53 ppm P (ekuivalen dengan 200 - 250 kg SP-36/ha) secara mandiri menyebabkan tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, dan bobot kering tanaman meningkat secara signifikan bila dibandingkan tanpa pemupukan SP-36. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa sebagian besar P yang diserap tanaman adalah berasal dari tanah, yaitu sebesar 188,4 - 199,4 mg/tanaman. P berasal dari pupuk yang diserap tanaman adalah sebesar 16,3 - 20,5 mg/tanaman.
Stabilitas dan adaptabilitas daya hasil hibrida jagung manis padjadjaran berdasarkan analisis AMMI Dedi Ruswandi; Edy Suryadi; Muhammad Syafii; Anne Nuraini; Yuyun Yuwariah
Jurnal Agro Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/8153

Abstract

Evaluasi interaksi G x E melalui pengujian multilokasi merupakan tahapan penting untuk menentukan stabilitas dan adaptabilitas hibrida superior. Untuk menentukan interaksi G x E, stabilitas dan adaptabilitas hibrida jagung manis Padjadjaran di Jawa Barat, enam belas hibrida Padjadjaran dan dua hibrida komersial diuji di tiga lokasi selama dua musim yang berbeda di Jawa Barat- Indonesia. Hasil memperlihatkan bahwa biplot AMMI dapat dengan akurat menentukan interaksi G x E, stabilitas, dan adapatabilitas hasil hibrida jagung manis Padjadjaran di Jawa Barat. Biplot AMMI mengidentifikasi bahwa hibrida jagung manis Padjadjaran G 10 sebagai jagung manis yang stabil di berbagai lokasi pengujian dan musim di Jawa Barat, sedangkan hibrida jagung manis Padjadjaran G5 dan Padjadjaran G11 sebagai hibrida yang spesifik lingkungan.  Biplot AMMI disarankan sebagai alat menentukan hibrida superior yang akan dilepas di Indonesia.Evaluation of genotype (G) x environment (E) interaction through multi-location testing is an important phase to determined stability and adaptability of superior hybrid. To determined G x E interaction, stability and adaptability of Padjadjaran sweet corn hybrids, sixteen new Padjadjaran sweetcorn hybrids and two commercial hybrids were tested in three locations for two different seasons in West Java, Indonesia.  Results showed that AMMI biplot was accurately determined G x E interaction, stability and adaptability of Indonesian sweet corn in West Java for yield. The AMMI biplot determined Padjadjaran G 10 sweetcorn hybrid as a stable hybrid across locations and seasons in West Java, while Padjadjaran G5 and G11 as the specific environment hybrid. The AMMI biplot is suggested to implement as a tool to release particular superior hybrid in Indonesia. Key words : Adaptability, AMMI, G x E interaction, Sweetcorn, Stabilit
Kajian Kelembaban Tanah dan Kebutuhan Air Beberapa Varietas Hibrida DR UNPAD Kharistya Amaru; Edy Suryadi; Nurpilihan Bafdal; Fitri Punden Asih
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 1 No. 1 (2013): Jurnal Keteknikan Pertanian
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19028/jtep.01.1.%p

Abstract

AbstractThis research aimed for examining the effect of soil moisture toward the amount and efficiency of water application of hybrid maize DR Unpad. This research was conducted in the greenhouse located in Faculty of Agriculture Padjadjaran University, which is situated at about 801 meters above mean sea level. The research method was using the experimental method of Split Plot Design with three replicates. The first factor was the hybrid corn varieties, i.e.: DR-A, DR-B, DR-F, and BISI-2. The second factor wasthe arrangement of soil moisture, i.e.: 100% field capacity, 90% field capacity, and 80% field capacity.The results showed that there was no interaction between the treatment of maize varieties and soil moisture.On soil moisture maintained at 90% field capacity, the plants has the highest water requiremenst is 345.45 mm/season.It has showed the best plant growth, the yield and water-use efficiency at the highest level at1.83 g/L. Plants that showed the highest water requirement, the best in growth and yield, in a row are hybrid corn BISI-2, DR-F, DR-A, and DR-B.Keywords: soil moisture, water requirement, hybrid corn DR Unpad, and field capacity.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelembaban tanah terbaik terhadap jumlah kebutuhan dan efisiensi penggunaan air tanaman jagung hibrida DR Unpad. Penelitian dilakukan di rumah kaca KebunPenelitian Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran memiliki ketinggian ± 801 meter di atas permukaan laut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) dengan tiga kali ulangan. Faktor pertama adalah varietas jagung hibrida, yang terdiri dari 4 taraf, yaitu: DR-A, DR-B, DR-F, dan BISI-2. Faktor kedua adalah pengaturan kelembabantanah, yang terdiri dari 3 taraf, yaitu: kelembaban tanah 100 % kapasitas lapang (KL), 90 % KL, dan 80 % KL. Hasil penelitian menunjukan bahwa antara perlakuan varietas jagung dan kelembaban tanah ternyata tidakterjadi interaksi. Pada kelembaban tanah dipertahankan 90 % kapasitas lapang, tanaman membutuhkan air paling tinggi, yaitu 345.45 mm/musim dan memperlihatkan pertumbuhan dan hasil tanaman paling baik, serta efisiensi penggunaan air paling tinggi yaitu 1.83 g/L. Tanaman yang menunjukkan kebutuhan air tertinggi, y pertumbuhan dan hasil yang terbaik dalam, berturut-turut adalah jagung hibrida BISI-2, DR-F,DR-A, dan DR-B.Kata Kunci: kelembaban tanah, kebutuhan air, jagung hibrida DR Unpad, dan kapasitas lapangDiterima: 08 April 2013; Disetujui: 09 Juli 2013
Estimasi Volume Limpasan dan Debit Puncak Sub DAS Cikeruh Menggunakan Metode SCS-CN (Soil Conservation Service-Curve Number) Andiles Kusnadi Sentosa; Chay Asdak; Edy Suryadi
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2021.009.01.10

Abstract

Pertambahan jumlah penduduk dan pembangunan yang terus meningkat menjadi permasalahan yang serius, terutama di wilayah perkotaan yang menjadi pusat perekonomian, pemerintahan, perdagangan dan perindustrian. Perubahan tata guna lahan akibat pembangunan dapat menyebabkan sebuah wilayah mengalami banjir dan genangan yang terjadi pada musim hujan. Sub DAS Cikeruh merupakan Sub DAS bagian dari DAS Citarum hulu. Wilayah Sub DAS Cikeruh dikenal sering mengalami musibah banjir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis volume limpasan dan debit puncak Sub DAS Cikeruh. Analisis volume limpasan dan debit puncak menggunakan metode SCS-CN (Soil Conservation Service-Curve Number). Total volume limpasan permukaan (Q) Sub DAS Cikeruh pada kejadian hujan maksimum sebesar 102.8 mm tahun 2016 adalah 9 920 025 m3. Debit puncak (Qp) periode ulang 2 tahun sebesar 462.47 m3/s, periode ulang 5 tahun diperoleh sebesar 908.83 m3/s, periode ulang 10 tahun diperoleh sebesar 1 044.07 m3/s, periode ulang 25 tahun diperoleh sebesar 1216.63 m3/s, periode ulang 50 tahun diperoleh sebesar 1345,25 m3/s dan periode ulang 100 tahun diperoleh sebesar 1 472.96 m3/s. Hasil penelitian ini berguna untuk data awal sebagai penelitian lanjutan seperti pemodelan banjir dan pembuatan saluran pengendali banjir.
Analisis Laju Infiltrasi dengan Metode Horton Pada Sub DAS Cikeruh Wahyu Arianto; Edy Suryadi; Sophia Dwiratna Nur Perwitasari
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2021.009.01.02

Abstract

Infiltrasi merupakan proses masuknya air ke dalam tanah melalui pori-pori tanah yang dipengaruhi oleh tekstur tanah, kemiringan lereng, tata guna lahan dan lainlain. Pada Sub DAS Cikeruh terjadi alih fungsi lahan dan defisit air sehingga perlu dilakukan konservasi air. Penelitian ini bertujuan menganalisis laju infiltrasi berdasarkan tekstur tanah dan kemiringan lereng pada Sub DAS Cikeruh dengan metode Horton dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi laju infiltrasi di Sub DAS Cikeruh. Alat yang digunakan yaitu single ring infiltrometer. Metode yang digunakan dalam perhitungan adalah metode horton, dimana untuk pengukuran laju infiltrasi menggunakan metode infiltrometer. Hasil pengukuran dan perhitungan diketahui bahwa laju infiltrasi konstan tertinggi terdapat pada kemiringan lahan landai, tekstur tanah lempung liat berdebu dan jenis tanah kambisol yaitu 78.61 cm/jam (sangat cepat) dengan persamaan Horton 42.4+527.6e-0.766t. Laju infiltrasi konstan terendah terdapat pada kemiringan lahan datar, tekstur tanah liat dan jenis tanah gleisol yaitu 1.12 cm/jam (agak lambat) dengan persamaan Horton 0.8+59.2e-1.49t
Analisis Kekritisan Daerah Resapan Air Menggunakan Metode Skoring di Sub DAS Cikeruh Salsabila Surya Santosa; Edy Suryadi; Dwi Rustam Kendarto
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2021.009.01.09

Abstract

Sub DAS Cikeruh mempunyai peranan yang sangat penting sebagai daerah resapan air. Meningkatnya laju pertumbuhan penduduk yang diikuti dengan perubahan fungsi tata guna lahan menyebabkan banjir dan berkurangnya resapan air tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kekritisan daerah resapan air di wilayah Sub DAS Cikeruh dengan metode skoring dan analisis spasial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode skoring dan tumpang susun atau overlay. Hasil analisis menghasilkan lima kategori potensi daerah resapan air, yaitu terdiri dari kondisi baik, normal alami, mulai kritis, agak kritits dan kritis. Kondisi kawasan resapan air dengan luasan terbesar yaitu seluas 40.14% dari luas wilayah daerah penelitian terdapat pada kondisi resapan mulai kritis. Kawasan ini tersebar di wilayah selatan Sub DAS Cikeruh yang merupakan persawahan dengan kemiringan yang datar. Kawasan potensi resapan air Sub DAS Cikeruh masih berfungsi baik dengan luasan 4 701.78 ha terdapat di wilayah utara Sub DAS Cikeruh yang merupakan kawasan hutan.
PENGARUH INVENTORY TURNOVER, FIXED ASSET TURNOVER, RETURN ON ASSET DAN RETURN ON EQUITY TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN PROPERTI DAN REAL ESTATE YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Ririn Dwi Jayanti; Edy Suryadi; Dedi Hariyanto
Jurnal Produktivitas: Jurnal Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Pontianak Vol 4, No 2 (2017): Jurnal Produktivitas: Jurnal Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Pontianak
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.523 KB) | DOI: 10.29406/jpr.v4i2.815

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh Inventory Turnover (IT), Fixed Asset Turnover (FAT), Return On Asset (ROA), Return On Equity (ROE) Terhadap Harga Saham pada Perusahaan Properti dan Real Estate yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2015. Jenis penelitian ini merupakan  jenis penelitian Kuantitatif. Teknik pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelusuran dengan menggunakan komputer untuk data dan format elektronik, yang terdiri dari data sekunder. Teknik analisis yang digunakan adalah uji normalitas, koefisien korelasi R dan koefisien detreminasi (R2), pengujian hipotesis secara simultan dengan menggunakan uji  F dan secara parsial dengan menggunakan uji t.Hasil koefisien korelasi R sebesar 0,408 hal ini berarti variabel IT, FAT, ROA, dan ROE memiliki hubungan yang cukup erat tehadap harga saham. Hasil Koefisien determinasi (R2) diperoleh hasil keempat variabel bebas IT, FAT, ROA, dan ROE hanya sebesar 0,166. Hal ini berarti bahwa pengaruh IT, FAT, ROA, dan ROA hanya sebesar 16,6% terhadap Harga Saham, selebihnya sebesar 84,4% Harga Saham dipengaruhi oleh variabel-variabel lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Hasil pengujian secara simultan dengan menggunakan uji F menunjukkan bahwa keempat variabel bebas yaitu IT, FAT, ROA, ROE secara bersama – sama tidak  mempunyai pengaruh terhadap harga saham, terbukti dari nilai F hitung sebesar 1,942 serta memiliki nilai sig 0,123 lebih besar dari 0,05. Sedangkan untuk pengujian parsial dengan menggunakan uji t menunjukkan bahwa dari keempat variabel bebas yaitu IT, FAT, ROA, dan ROE  hanya variabel FAT yang memiliki pengaruh signifikan tehadap harga saham, terbukti dengan nilai t hitung IT sebesar -1,552 dengan nilai sig 0,129 lebih besar dari 0,05 nilai t hitung FAT sebesar 2,499 dengan  nilai sig 0,17 lebih kecil dari 0,05 nilai t hitung ROA sebesar 0,799 dengan nilai sig 0,429 lebih besar dari 0,005 dan nilai t hitung ROE sebesar -0,772 dengan nilai sig sebesar 0,445 lebih besar dari 0,05. Kata kunci: Inventory Turnover (IT), Fied Asset Turnover (FAT), Return On  Asset (ROA), Return On Equity (ROE), Harga saham
Co-Authors Adi Nugraha Aditya Rahman Lapian Adrianti, Aprila Alamsyah, Dedi Ali Djamhuri Andiles Kusnadi Sentosa Anggi Nico Flatian Anggraini, Sulistina Anne Nuraini Ardilla, Ridha Aryani, Stevani Dinda Audi Putra Cahyabhuana Azhari Dwi Pramesti Bambang Aris Sistanto Bambang Widadi Boy Macklin Pareira Prawiranegara Cahyati, Novia Dwi Candra Melati Candy Permata Sari Chaerul Wahidin Charina Agnesia Chay Asdak Dedi Hariyanto Dedi Ruswandi Deviansyah Deviansyah Dwi Rustam Kendarto Efri Mardawati Eka Fitryani Eko Sarwono Elly Trisnawati Errile Bimasaputra Ezperanza, Putri Febrianda, Adinda Rachmadhani Fenni Supriadi Fitri Punden Asih Flatian, Anggi Nico Halimah A, Halimah Heni Safitri Heni Safitri Imariani Imariani Indah Budiastutik Indah, Chintiya Manisha Insani, Fitrah Rahmah irna sulistiany Juliati Juliati Julinah, Siti Julistiana 01, Julistiana Kania Gita Pramadita Khaled, Januar Kharisma Dewi Kamaratih Kharistya Amaru Leni Suharni Linda Suwarni Lucyana Trimo M. Haris Hidayat Mareta, Sigit Mariana Muhamad Akbar Anugrah Muhammad Faturinaldi Muhammad Saukat Muhammad Syafii Muiszudin Muiszudin Munzir, Antoni Muthia Larasati, Muthia Necky Saputra, Necky Neni Triana M. Novi Arniati Nur Fitria, Nur Nur Ilham Tri Hartono Nurpilihan Bafdal Pebrianti, Grestika Pipiet Anggreiny Putri Rebekka Ratna, Shopia Dwi Rebekka, Putri Ririn Dwi Jayanti Riza Rahman Rizky Ayu Aalimah Rizky Mulya Sampurno Robby Andoyo Robi Andoyo Romi Ferdian Rony Jusfarani Ruhama, Ufi Rusmin Nuryadin Salsabila Surya Santosa Samsuddin Samsuddin Santika, Silvy Selviana Selviana Setiawan, Timotius Silvy Santika Sofiyuddin, Hanhan A. Sohia Dwiratna Nur Perwitasari Sophia Dwiratna Sophia Dwiratna Sophia Dwiratna Sophia Dwiratna N. P. Sophia Dwiratna Nur Perwitasari Sophia Dwiratna, Sophia Sri Fatimah Sukardi Sukardi Sumiyati Sumiyati SUMIYATI SUMIYATI Tiara Putri Dwi Dayani Tita Rialita Totok Herwanto Tri Diyaningtiyas Untung Pribadi Utari, Ria Vetheras Dawani, Vetheras Wagiono - Wahdah Wahdah Wahyu Arianto Wahyu Kristian Sugandi Widyastutik, Otik Yazid Bindar Yessi Carolina Yosini Deliana Yulianingtias, Riccarizki Yulianto Yulianto Yuliatin Yuliatin Yuyun Yuwariah Zahari Zahari Zaida Zaida