Claim Missing Document
Check
Articles

KEGIATAN CROSS CULTURE SEBAGAI STRATEGI PEMERINTAH KOTA SURABAYA DALAM MENINGKATKAN HUBUNGAN KERJASAMA SISTER CITY Herning Suryo, Ayu Riandriani, Lusia Indrastuti &
Transformasi Vol 1, No 28 (2015): Transformasi
Publisher : Transformasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.005 KB)

Abstract

The purpose of this study is: To find out how the implementation of cross culture as local government strategy in running the cooperation of sister city relationships; and to examine the municipal government efforts to establish cooperative relations of sister cityMethods This was a qualitative descriptive study, the data used is qualitative data, that is data in the form of words, sentences, schematics and drawings. Location research in Surabaya City Government. While these types of data are: 1) Primary data, ie data obtained directly from interviews and direct observation to respondents in Surabaya city-government, 2) secondary data, ie data obtained from reference books or literature studies, documents, structure and other written sources.This study using multiple data collection techniques. Such techniques include: 1) observation, 2) Interview / Interview, and 3) Documentation. Research on cross culture activities in enhancing cooperation of sister city relationship indicates that keguatan cross culture is a form of soft diplomacy in improving the cooperation of sister city relationship. This is evidenced by the growing number of sister city cooperation list per year as well as an increase in various fields of cooperation with several countries that already woven.Keyword: sister city, relationships, government
SOFT DIPLOMACY KONSULAT JENDERAL REPUBLIK INDONESIA (KJRI) KOTA KINABALU PADA HUBUNGAN PERDAGANGAN INDONESIA – NEGERI SABAH, MALAYSIA Herning Suryo, Anindya Anggun Mahadianti, Christy Damayanti &
Transformasi Vol 1, No 30 (2016): Transformasi
Publisher : Transformasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.286 KB)

Abstract

Consulate General of Republic of Indonesia Kota Kinabalu as a representative of Indonesiaitself in Sabah, Malaysia has a important part in developing cooperation especially at bilateraltrade using soft diplomacy. The reason of using the soft diplomacy is because it gives aneffective result to fulfilled national interest of a country. The purpose of this research is to findout the implementation of Soft Diplomacy in trade relation Indonesia – Sabah, Malaysia. Theproblem of this research is how Soft Diplomacy from Consulate General of Republic ofIndonesia in trade relation between Indonesia – Sabah, Malaysia. The research result concludethat soft diplomacy that used by Consulate General of Republic of Indonesia Kota Kinabaluthrough 3 aspects cultural, foreign policy and social value implemented to fulfilled Indonesianational interest in bilateral cooperation especially in international trade between Sabah andIndonesia is going well but that doesn‟t show the direct result to make its because to makedecision of cooperation between these two sides provide a long term process. Researchersuggestion are Consulate General of Republic of Indonesia be more maximalize each aspect ofsoft diplomacy and adding more various product at promotion to follow Sabah market taste.Key words : Soft Diplomacy, International Trade, Trade Cooperation Indonesia and Sabah
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN KEMANDIRIAN MASYARAKAT Suryo, Herning
Transformasi Vol 1, No 29 (2016): Transformasi
Publisher : Transformasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.678 KB)

Abstract

Community empowerment in fact intended to form an independent society not onlyeconomically but also of other aspects such as politics, education, social or things related topeople's lives. With the expected empowerment of communities to apply independently, have astrong position for itself when the situation does not favor when a policy only benefit certaingroups. Not an easy matter to change the situation of helplessness into a society that has nopower because there are various constraints or factors inhibiting, people who had long beenmired in shackles without power formed into an apathetic public, irresolute, lazy and did nothave the confidence to such a change toward better direction.Key Word: community, empowerment, independent
ASEAN POWER GRID DALAM MEMBANGUN KEAMANAN ENERGI ASEAN MELALUI KERJASAMA INTERKONEKSI LISTRIK INDONESIA-MALAYSIA TAHUN (2015-2017) Christy Damayanti, Herning Suryo, Lestari Febri Astuti,
Solidaritas Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Solidaritas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.673 KB)

Abstract

ABSTRAKSkripsi ini bertujuan untuk membahas mengenai ASEAN Power Grid dalam membangunkeamanan energi ASEAN. Dalam penelitian ini, peneliti membatasi tahun yaitu, fokuspenelitian pada tahun 2015-2017. Berbagai isu yang sedang berkembang di duniaInternasional, baik isu tradisional maupun isu non tradisional. Salah satu isu non tradisionalyaitu mengenai permasalah energi. ASEAN mengakui peran penting dari sebuahinfrastruktur listrik yang efisien dan kompeten untuk meningkatkan pertumbuhan danpembangunan ekonomi regional. Metode Penelitian yang digunakan adalah PenelitianKualitatif dengan teknik pengumpulan data primer melalui wawancara dengan pihakDitjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, ACE, KeTTHA, dan melalui data sekunderdengan melakukan studi pustaka pada buku, jurnal ataupun dokumen yang berkaitan denganpenelitian ini. Kesimpulan dari penelitian adalah, dalam rangka membangun keamananenergi di kawasan ASEAN khususnya energi listrik. Indonesia menjalin hubungankerjasama interkoneksi listrik lintas batas dengan Malaysia yang keduannya tergabungdalam anggota ASEAN. Kerjasama ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan akan energilistrik khususnya di kawasan perbatasan antara Indonesia dengan Malaysia yang belummendapatkan pasokan listrik yang memadai. Dengan menjalin hubungan kerjasamainterkoneksi listrik ini, Indonesia dan Malaysia turut membangun keamanan energi dikawasan ASEAN. Dalam penelitian ini, peneliti membatasi tahun yaitu, fokus penelitianpada tahun 2015-2017.Kata Kunci : ASEAN Power Grid, Kemanan Energi, Kerjasama Interkonek
MEDIA PERIKLANAN YAMAHA PANGGUNG (Studi Deskriptif Kualitatif Media Periklanan Yamaha Panggung Motor Solo dengan Keputusan Membeli di Masyarakat Kecamatan Jebres dan Banjarsari) Herning Suryo S, Nurnawati H.H, Barkah Jodi Prasetya,
Solidaritas Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Solidaritas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.096 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menggambarkan media periklanan Yamaha panggung motor solo dengan keputusan membeli pada kecamatan jebres dan banjarsari. Karena media periklanan yang di gunakan Yamaha panggung motor mengenalkan produknya di daerah kecamatan tersebut. Seperti halnya media iklan baliho mendominasi di pasang di depan dealer dan pinggir jalan oleh Yamaha panggung, penjualan pada tahun 2016 - 2017 meningkat. Metode penelitian menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data dokumentasi, observasi dan wawancara kepada key informan dan informan. Hasil penelitian media instagram lebih mempengaruhi konsumen tentang produk terbaru. Media iklan cetak baliho, banner dan brosur ini memberikan informasi produk Yamaha panggung motor terbaru saat berada dijalan, saat mengadakan event dan membuat ketertarikan terhadap produk yang baru berupa bentuk dan warna, lalu memberikan informasi dan mempengaruhi konsumen tentang DP promo, harga dan cicilan motor untuk berniat membeli. Dari berbagai faktor media yang di tawarkan oleh Yamaha panggung motor pada akhirnya media cetak dan elektronik bisa mempengaruhi keputusan membeli.Kata kunci : media periklanan, Yamaha panggung motor, keputusan membeli
DIPLOMASI PEMERINTAH INDONESIA DALAM UPAYA PEMBEBASAN WNI SANDERA ABU SAYYAF GROUP TAHUN 2016 Christy Damayanti, Herning Suryo, Dian Gratia Christy,
Solidaritas Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Solidaritas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.091 KB)

Abstract

ABSTRAKArtikel penelitian ini bertujuan untuk membahas mengenai diplomasi yang dilakukan Pemerintah Indonesia dalam membebaskan WNI sandera Abu Sayyaf Group pada tahun 2016. Aksi teror yang dilakukan Abu Sayyaf Group dengan melakukan penculikan, penyanderaan dan pembunuhan yang bertujuan mendapatkan uang tebusan untuk mendanai persenjataan dan kegiatan teror dan bertujuan membentuk kekhalifaan ISIS di Asia Tenggara. Peneliti menggunakan pendekatan diplomasi bilateral dan diplomasi multilateral sebagai teori. Metode penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah metode penelitian kualitatif dengan sumber pengumpulan data primer dan sekunder. Penelitian berbasis proses wawancara dan penggumpulan dokumen melalui penjabaran secara deskriptif. Dari penelitian dari diplomasi yang dilakukan Pemerintah Indonesia dalam upaya membebaskan WNI sandera Abu Sayyaf Group. Peneliti menemukan bahwa dengan dilaksanakan diplomasi bilateral yang efektif dengan terlibatnya pemerintah Indonesia – Filipina melalui KBRI Manila dan KJRI Davao terlibat dalam proses negosiasi yang diimplementasikan dalam kerjasama Patroli terkoordinasi (PHILINDO MC) dan dibukanya askes pendidikan Muslim Indonesia – Filipina. Pemerintah Indonesia melalui KBRI Kuala Lumpur dan KJRI Kota Kinabalu – dan Malaysia menghasilkan pendekatan dengan tokoh – tokoh komunitas Filipina di Sabah, dengan memberikan akses dan informasi. Diplomasi yang dilakukan Kemlu melalui dan berbagai jajaran Kementerian dan diplomasi multilateral. Pemerintah Indonesia dapat mebebaskan WNI melalui kerja sama trilateral anatara Indonesia – Malaysia – Filipina dengan menghasilkan patroli bersama yang efektif mecegah dan mengurangi aktivitas kegiatan penculikan dan pembebasan sandera yang dilakukan Abu Sayyaf Group.Kata kunci: Diplomasi Indonesia, Diplomasi Bilateral, Diplomasi Multilateral, Abu Sayyaf Group
EFEKTIVITAS STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN DINAS PARIWISATA PEMUDA DAN OLAHRAGA KABUPATEN KARANGANYAR DALAM MENINGKATKAN JUMLAH PENGUNJUNG DI TAMAN NEW BALEKAMBANG Nurnawati Hindra, Herning Suryo, Gita Anzi Maharani,
Solidaritas Vol 2, No 3 (2018)
Publisher : Solidaritas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (28.712 KB)

Abstract

ABSTRAKTempat wisata yang layak dikunjungi adalah Taman New Balekambang yang merupakan salah satu destinasi wisata yang mengandalkan keindahan miniatur icon dunia buatan manusia yang disebut juga dengan taman 1001 selfie. Berlokasi di Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karanganyar, Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Teori yang digunakan adalah teori marketing mix dari Kotler dan Keller yang menyebutkan bahwa ada empat elemen dalam bauran pemasaran yaitu Product, Place, Price dan Promotion, serta promotion Mix yang ditulis ulang oleh Agus Hermawan yang menyebutkan bahwa terdapat enam bentuk bauran komunikasi yaitu iklan, promosi penjualan, humas, penjualan personal, penjualan interaktif, penjualan secara langsung, dan word of mouth dari Kotler dan Keller.Kata kunci : strategi komunikasi, komunikasi pemasaran, efektivitas.
KONSPIRASI BISNIS (PENGUSAHA) DALAM POLITIK PRAKTIS Suryo, Herning
Transformasi Vol 1, No 26 (2014): Transformasi
Publisher : Transformasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.854 KB)

Abstract

A debate that questioned whether the close ties and powers of political entrepreneurs andbusinesses-are commonplace interactions or actually undermine the foundations of democracyare being built in Indonesia?. Actually, in many countries in Europe and the United Statesthough, the relationship between the rulers (politicians) with the owners of capital(entrepreneurs) are very common. This relationship is usually associated with financial problemsor funding one of the candidates during the campaign. But the problem comes just after thecampaign. There is a sort of 'trap remuneration' for the investor or entrepreneur who previouslyelected regional chief campaign fund in the form of business and the flexibility to implementprojects related to vehicle capital (companies). This is a symbiotic mutualism very alarming anda matter of debateKeywords: Politic, bussinness, conspiration
MANAJEMEN KOMUNIKASI DALAM MENINGKATAN PELAYANAN INFORMASI PUBLIK Herning Suryo S, Aditya Dwi Prasetyawan, Buddy Riyanto &
Transformasi Vol 1, No 34 (2018): Transformasi
Publisher : Transformasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.208 KB)

Abstract

Along with the development of technology and information, nowadays public information services provided by the Government are increasingly developing. One of the example is public complaint service facilities that is provided by the Department of communications and Informatics of Karanganyar Regency. Throughout its establishment, it already gets good response from the community which are marked by large number of complaint received. In contrary, the community feels like there is not much feedback given by the government or they just too slow to give a feedback. According to those phenomenon, the author is interested on finding the way to improve public communication service provided by Department of communication and Informatics Karanganyar Regency (Diskominfo Karanganyar) trough its management of public information service. The purpose of this study is to describe how communication management will improves the public information services in terms of dealing with community’s complaint. The type of research used in this study is descriptive with qualitative methods. As for the theory that is used such as the Cutlip, Center, and Broom's opinion which stated that the management of the operational communication includes defining the problem, planning, acting and communicating, as well as evaluating the communication activity. The results of this study explaines that communication management conducted by Diskominfo Karanganyar has been running quite well, which starts from defining the community’s problem through variety of complaint service and continued by classifying the incoming complaint before being forwarded to the associated govenment’s bureau. After that Diskominfo Karanganyar will select and filter the information that will be procedeed to the people, this activity is categorized as communication planning process. Karanganyar Diskominfo usually communicates directly to the public through a discussion forum as well as information technology media such as websites and social media. As for the evaluation conducted, Diskominfo usually coordinates a meeting every 3 months.Keywords: communication management, public information, Complaint commu
BUDAYA POLITIK NEGARA MAJU DAN NEGARA BERKEMBANG: SUATU PERBANDINGAN Suryo, Herning
Transformasi Vol 1, No 27 (2015): Transformasi
Publisher : Transformasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.531 KB)

Abstract

The political culture of a society reflect a pattern of behavior in the life of the state, butbecause of the political culture also may reflect a common value system of a society which hasthe awareness to participate in collective decision making and determination of public policy forthe whole community.From the comparison of the political culture in the developed and developing countries(United States, China and Indonesia), it has a distinctive political culture and identity as afeature of the country. Each country seeks to transform towards democratic politics by using apolitical culture that is rooted in the community, so that these countries achieve what is aspiredto national interests.In the context of this comparison, Indonesia can be said to approach the development ofa democratic political culture of the United States and China. Indonesia has implementeddemocratic elections and has implemented presidential election through the national convention.Thus, Indonesia certainly has a relatively advanced political culture and want to learn at everystages toward democracy.Keyword: comparison; democracy; state
Co-Authors Aci Diana Ayu Irawati Aditya, Muhammad Hafizh Ahmad Fauzi Ahmad Marua Bayhanu Ahmad Marua Bayhanu Aji Wibisono, Bagas Alfaridzi, Afran Dafa Ancika, Nurmalita Anggie Andri Astuti I Andri Astuti Intisari Andri Astuti Itasari Anggraeni, Medy Anggrahini, Risma Ajeng Ardyansyah, Reza Dony Arif Saefudin Arini Setyowati Srimumpuni Aris Arlinda, Silvi Aris Tri Haryanto Aris Tri Haryanto Armaretta, Gita Dinda Arsamevia, Tiara Arwindra, Bagas Dwi Astuti I, Andr Atika Arum Sari Bernard Ibnu Wicaksono Bryanfika Siti Cahyani Murdani Buddy Riyanto Buddy Riyanto Budiono Budiono Cahya Fahrurozi, Anindhita Cahyani, Aprilia Wulan Cantika Dewi Nagagini Dewi Kurniasari, Agnes Berlian Dian Esti Nurati Dian Esti Nurati Diki Nugroho Dinda Nurmalikhah, Fakhira Dita Permatasari Diyansari, Margareta Ruwita Dolarosa, Fernanda Ilsavia Dwiki Kurniawan, David Eko Agus Santoso Eni Ratnawati erwin utama Evita Arisanti Fahrurozi, Fahrul Febrianti, Ratna Febryan Saweho, Ellfando Feliesa Putri, Astrid Fibi Chandra Puspita Fikriana Mahar Rizqi Garit Bira Widhasti Gita Anzi Maharani Gita Dinda Armaretta Haidar, Muhammad Afif Handayani, Tri Mega Hanifah, Nida Firyal Harjutri, Sri Haryo Kusumo Aji Hasna Muna Mufidah Hemalindha, Hemalindha Syarifah Hanum Hendriyanto, M Herawati, Dewi Maria Hindra Hatuti, Nurnawati Hindra, Nurnawati Irawati, Aci Diana Ayu Jayawarsa, A.A. Ketut Jonathan Anggit Wicaksono KADEK YUDI Kademin Kademin Kurniawan, Alal Lestriana Reswandary Linggar Abelyan Putra Linuwih, Risang Adi M Hendriyanto Mahar R, Fikriana Mahar Rizqi, Fikriana Maharani, Gita Anzi Mahendra, Arasyid Yuda Mahendra, Yoga Dhimas Maria, Dewi Maryani, Sri Maserona Sarungu, Lukas Maya Sekar Wangi Maya Sekar Wangi Moekti, Muhammad Habib Hari Muadz Muadz, Muadz Mudiono Mudiono Muhtaram, Khalish Ariq Musairi, Wendi Nabila, Shandra Naina Aqmarina, Putri Narwanto, Rohmad Dwi Noviana Etty Suryani Nugraheni, Monica Windrastuti Dyah Nugroho, Suryawan Hari Nur Laila, Zulaikha Nur Wibowo, Pratama Nurfaizi, Fachry Nurnawati Hindra Hastuti Nurnawati Hindra Hastuti nurnawati nurnawati Oryza Putri Puji Kusmarti Putri Alfiani Putri, Warastri Amalia Putro, Wahyu Ardianto Rahmadani, Saras Rahmalia, Sinta Rahmaliana, Etika Ramadhana, Vilawati Retno, Retno Ambarwati Reynaldi Deva Rahmaputra Rosihul Ilmu, Fuhham S Siswanto Salim, Muhammad Saputro, Alfiano Imam Sari, Atika Arum Sari, Nanda Puspita Sarungu, Lukas Maserona Sena, Aldhan Gradika Septiawan, Naufal Rafiif Septiyani, Amita Widi Shafira Fajrin Arumsidi Sihabbuddin, Sihabbuddin Sihabuddin Sihabuddin Sihabuddin, Sihabuddin Siswanta Siswanta, Siswanta Siswanto Sixnata, Rulhy Adhy Suffi Al-Amin, Muhammad Kamil Sundari Sundari Suryawan Hari Nugroho Susanti, F. Yeni Suwardi Suwardi Suwendi Suwendi Tara, Juki Danis Tri Haryanto, Aris Triyandartoko, Adhi Unami Anggraini, Ganis Wibisana, Anar Nalendra Wicaksono, Jonathan Anggit Wicaksono, Tri Suci Putra Widanang Sasmito Aji Widhasti, Garit Bira Widiyowati, Estu Widyawati, Destya Fitri Woro Dwi Handayani Yoga Dhimas Mahendra Yudhistira, Muhammad Asral Dewangga Yudi Prasetyo