p-Index From 2021 - 2026
9.637
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Public Health Science (IJPHS) Media Kesehatan Masyarakat Indonesia JURNAL PROMOSI KESEHATAN INDONESIA Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Jurnal Kesehatan Masyarakat VISIKES Disease Prevention and Public Health Journal Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya LINK Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA Global Medical and Health Communication Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education Jurnal Kebidanan Jurnal Preventia Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes Jurnal Profesi Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Jurnal Kesehatan Komunitas Journal of Public Health for Tropical and Coastal Region Al-sihah: The Public Health Science Journal Journal of Maternal and Child Health Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Jurnal Kesehatan Global Unnes Journal of Public Health Public Health Perspective Journal Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Ners Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesian Journal of Global Health research Journal of Community Development Indonesian Journal of Health Community Jurnal CREPIDO: Jurnal Mengenai Dasar-Dasar Pemikiran Hukum Filsafat dan Ilmu Hukum Cermin Dunia Kedokteran Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat Berita Kedokteran Masyarakat DUNIA KEPERAWATAN: JURNAL KEPERAWATAN DAN KESEHATAN Promotor: Jurnal Mahasiswa Kesehatan Masyarakat JMMR (Jurnal Medicoeticolegal dan Manajemen Rumah Sakit) Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Holistik Jurnal Kesehatan Cermin Dunia Kedokteran Jurnal Info Kesehatan Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal) Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Indonesian Journal of Global Health Research
Claim Missing Document
Check
Articles

Factors of mothers' hesitation in discussing reproductive health Ratih Indraswari; Zahroh Shaluhiyah; Bagoes Widjanarko; Antono Suryoputro
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 10, No 4: December 2021
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v10i4.21147

Abstract

Reproductive health is always becoming an issue for adolescence. Lack of knowledge, permissive attitude, easy access to pornography and low parental supervision reported as a determinant of risky sexual behavior in adolescence. This study aimed to investigate mother’s perspectives in discussing reproductive health issues with their children aged 9-11 years old. The respondents were 8.046 mothers who had children aged 9-11 years old in Semarang, taken with a purposive sampling technique. Most mother (84.4%) were in adulthood, graduated from Senior High School (50.8%), unemployment (44%), and 47.2% was in low-middle income family. As much as 26.8% of mothers agreed that it is not necessary to inform their children about reproductive health. Talking about reproductive health is taboo for 41.9% of mothers and 38.5% felt awkward. Most of them (71.7%) encountered difficulties in starting reproductive health discussions with their children and 76.1% used other terms to name the genitals to feel more polite.  A mother who perceived that delivering reproductive health information is unnecessary (OR 1.44), taboo (OR 1.82), awkward (OR 1.93), and giving courtship permission (OR 1.28) to their children significantly becoming risk factors in practicing reproductive health education. Health workers should help the mothers improve their communication skills, especially in discussing reproductive health with children aged 9-11 years old.
Analisis Response Time Penatalaksanaan Rujukan Kegawatdaruratan Obstetri Ibu Hamil Dwi Ayu Tirtaningrum; Ayun Sriatmi; Antono Suryoputro
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 14 No. 2: JUNI 2018
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.174 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v14i2.2866

Abstract

Semarang government established PONED Health Center and PONEK Hospital for referral in managingobstetric cases. In fact, response time referral is still long to get the service by patients. Research purposes,analyze of response time in the management obstetric maternal emergency referral in Semarang. Type of surveyresearch with qualitative descriptive approach and purposive technique. Data collection using indepth interviews,documentation, and source triangulation.The results, response time implementation and acceptance of referral hasnot been optimal as patient expectation. Length of time the patient came to the emergency room of Health Centeruntil ready referred to the PONEK Hospital 1-2 hours. Length of time the patient receives at the emergency roomof PONEK Hospital until get treatment room 2 -3 hours. The problem because responsiveness of the medical teamresponding to patients, maternal not carrying MCH books and not completing administrative, ambulance driverdifficult to contact, confirmation of information from referral hospital and duration of patients transfer processfrom delivery room to treatment room.
IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KEPUASAN KERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT : LITERATUR REVIEW Frederikus Feribertus Nikat; Bagoes Widjanarko; Antono Suryoputro
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 7, No 3 (2020): JURNAL KESMAS (Kesehatan Masyarakat) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v7i3.2098

Abstract

ABSTRAKKepuasan kerja perawat saat bekerja pada sebuah rumah sakit merupakan elemen yang sangat penting dari sebuah pelayanan keperawatan yang ada di rumah sakit. Perawat merupakan salah satu bagian dari tugas dan fungsi rumah sakit sebagai suatu institusi pelayan publik. Perawat yang puas dengan pekerjaannya akan tampak lebih berbicara positif tentang rumah sakit tempatnya bekerja, membantu orang lain dengan lebih antusias, dan jauh melebihi harapan yang normal dalam pekerjaannya, serta akan menimbulkan komitmen kepada rumah sakit tempatnya bekerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja perawat di rumah sakit  dalam rangka keberlanjutan pengembangan sumber daya manusia . Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data hasil penelitian berupa artikel ilmiah dan studi perpustakaan. Hasil penelitian menujukkan bahwa gaji/upah, kepemimpinan, prilaku kelompok, motivasi kerja, kondisi pekerjaan, supervisi, lingkungan kerja, rekan kerja, dan promosi merupakan faktor yang berpengaruh terhadap kepuasan kerja perawat di rumah sakit.Kata kunci : kepuasan kerja, literatur review, perawat, rumah sakit
ANALISIS IMPLEMENTASI STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG KESEHATAN DI PUSKESMAS GUNTUR I KABUPATEN DEMAK Mat Zudi; Antono Suryoputro; Septo Pawelas Arso
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 8, No 2 (2021): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v8i2.681

Abstract

Pelayanan kesehatan di Kabupaten Demak telah menerapkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 4 tahun 2019 tentang Standar Teknis Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar Pada Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan, Puskesmas Guntur I merupakan salah satu unit pelayanan Kesehatan masyarakat yang menerapkan 12 indikator dalam pelayanan dasar tersebut. Target yang ditetapkan didalamnya adalah 100% untuk setiap indikator pelayanan yang diberikan kepada masyarakat, masih terdapat beberapa pelayanan di Puskesmas Guntur I yang belum memenuhi standar yang ditetapkan oleh SPM bidang Kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan SPM di Puskesmas Guntur I. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif, pengumpulan data dilakukan dengan cara indepth interview. Informasi dikumpulkan dari 5 informan yang terkait dalam pelaksanaan SPM terdiri dari informan utama dan informan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 6 indikator pelayanan yang belum memenuhi target SPM, yaitu pelayanan kesehatan ibu hamil, pelayanan kesehatan balita, pelayanan kesehatan pada usia lanjut, pelayanan Kesehatan penderita diabetes mellitus, pelayanan kesehatan penderita hipertensi, pelayanan kesehatan orang terduga tuberkulosis, serta pelayanan kesehatan orang berisiko HIV. Beberapa faktor yang menghambat laju target SPM diantaranya kuantitas dan kualitas sumber daya manusia yang kurang maksimal, wilayah demografi yang luas juga berpengaruh terhadap sarana dan prasarana yang dibutuhkan, budaya dan kesadaran masyarakat sebagai faktor eksternal, serta manajemen monitoring dan evaluasi yang kurang optimal.
Collaboration Across Sectors of Adolescent Reproductive Health Education Assisted by The Semarang City Social Service Firdha Rahma Nurbadlina; Zahroh Shaluhiyah; Antono Suryoputro
JURNAL KEBIDANAN Vol 12, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jkb.v12i1.7995

Abstract

Street children are identified as a symptom of the economic crisis and excessive urbanization. Lack of basic information and knowledge about reproductive health causes street children to be vulnerable to complex problems, one of which is risky sexual behavior. The goal of this research is to find out the cross-sectoral collaboration model in reproductive health education for street children. This research is a qualitative descriptive research with a case study research design. The research subjects were 13 main informants. The strategy used in implementing the Reproductive Health Education Services for Street Children Assisted by the Social Service is guided by the existing Street Children Reproductive Health Education Module. The instrument of data collection was in the form of guidelines for interview questions and using a tape recorder/mobile phone and stationery. Data collection techniques were carried out by in-depth interviews. Data analysis in this study used content analysis and used triangulation as a test of validity and reliability. The result of this research are street children so far have not received maximum service because socialization and education programs are usually only for school children, while for street children there is no warrant. Street children have not received more attention from the social department, health department, DP3A (Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak). There is still a lack of focus on street children's reproductive health education because social department, health department, and DP3A are more focused on their main tasks and there is no special program for this.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN SISTEM PELEPASAN INFORMASI MEDIS KEPADA PIHAK KETIGA DI RSUD X MADURA Dimas Aulia Savitri; Antono Suryoputro; Farid Agushybana
Jurnal LINK Vol 18, No 1 (2022): MEI 2022
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1013.456 KB) | DOI: 10.31983/link.v18i1.8303

Abstract

Pelepasan informasi medis kepada pihak ketiga merupakan tanggung jawab fasilitas kesehatan untuk melindungi informasi kesehatan yang terdapat didalamnya dari rusak, hilang, pemalsuan data dan akses illegal. Oleh karena itu fasilitas kesehatan harus memiliki kebijakan yang mengatur sistem pelepasan informasi medis kepada pihak ketiga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan sistem pelepasan informasi medis kepada pihak ketiga di RSUD X Madura. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, melalui teknik wawancara mendalam dan observasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah 15 orang, yaitu pimpinan RSUD, manajer pelayanan medik, kepala bagian rekam medis, dan DPJP. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa RSUD X sudah memiliki kebijakan terkait sistem pelepasan informasi medis kepada pihak ketiga namun di kegiatan pelepasan di lapangan belum sesuai kebijakan. Hal tersebut dikarenakan karena sosialisasi dari pimpinan masih kurang sehingga pelaku kebijakan masih belum mengetahui tentang kebijakan tersebut. Belum pernah melakukan monitoring dan evaluasi terkait kegiatan pelepasan tersebut sehingga pimpinan tidak mengetahui ada faktor-faktor lain yang menyebabkan kebijakan tersebut tidak berjalan.
Obesity as Risk Factor of Type 2 Diabetes Mellitus in Women of Reproductive Age Hanifah Ardiani; Soeharyo Hadisaputro; Djoko Trihadi Lukmono; Heri Nugroho; Antono Suryoputro
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1839.548 KB) | DOI: 10.29313/gmhc.v6i2.2708

Abstract

Women of childbearing age with type 2 diabetes mellitus (DM) are more at risk of having pregnancy complication (in both the mother and the baby) at twice the risk for sexual dysfunction and three times more likely to die than women of childbearing age without DM. The purpose of this study was to prove obesity as the risk factor of type 2 DM in women of childbearing age. The study design was a case-control and a qualitative analysis using the in-depth interview. This study conducted in Internal Medicine Polyclinic and Eye Polyclinic in Regional General Hospital Madiun, June–July 2017. The population in this study was women of childbearing age 20–49 years old and married who check blood sugar in Regional General Hospital Madiun. The samples of this study were 54 cases and 54 controls using consecutive sampling. Data analyzed by chi-square and logistic regression. The results showed that obese women of childbearing age had risk 2.63 times greater for type 2 DM than non-obese (p=0.016, 95% CI=1.06–6.53). In conclusion, obesity was a risk factor of type 2 DM in the women of reproductive age. OBESITAS SEBAGAI FAKTOR RISIKO DIABETES MELITUS TIPE 2 PADA WANITA USIA SUBURWanita usia subur (WUS) dengan diabetes melitus (DM) tipe 2 lebih berisiko mengalami komplikasi kehamilan (baik pada ibu maupun bayinya), berisiko 2 kali lebih besar untuk menderita gangguan fungsi seksual, dan 3 kali lebih besar untuk mengalami kematian dibanding dengan WUS tanpa DM. Tujuan penelitian ini membuktikan obesitas sebagai faktor risiko DM tipe 2 pada WUS. Desain studi dalam penelitian ini adalah kasus kontrol yang diperdalam dengan analisis kualitatif menggunakan wawancara mendalam. Penelitian ini dilakukan di poliklinik penyakit dalam dan poliklinik mata RSUD Kota Madiun Juni–Juli 2017. Populasi dalam penelitian ini adalah WUS berusia 20–49 tahun dan sudah menikah yang diperiksa gula darah di RSUD Kota Madiun. Sebanyak 54 kasus dan 54 kontrol dipilih menggunakan consecutive sampling. Data dianalisis dengan chi square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa WUS yang obesitas memiliki risiko 2,63 kali lebih besar untuk mengalami DM tipe 2 dibanding dengan yang tidak obesitas (p=0,016; 95% IK=1,06−6,53). Simpulan, obesitas merupakan faktor risiko DM tipe 2 pada WUS.
Analisis Hubungan Persepsi Manfaat Yang Dirasakan Terhadap Konsistensi Penggunaan Kondom Pada Waria Pekerja Seks Dalam Pencegahan HIV AIDS di Kota Makassar Dian Ardyanti Rauf; Antono Suryoputro; Zahroh Shaluhiyah
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 10, Nomor 2, July-December 2018
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.524 KB) | DOI: 10.24252/as.v10i2.6051

Abstract

Waria menjadi kelompok dengan risiko tinggi penularan HIV AIDS disebabkan banyaknya daerah pangkalan bagi waria untuk melakukan transaksi seksual dengan pasangan seks. Risiko penularan HIV AIDS besar terjadi pada waria pekerja seks, sehingga untuk mencegah penularan HIV AIDS dapat dilakukan melalui seks yang sehat dengan pemakaian kondom dan pelicin secara rutin dan benar. Perubahan perilaku dikalangan waria pekerja seks masih sangat sulit karena masih rendahnya pemakaian kondom dikalangan waria. Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan persepsi manfaat yang dirasakan dengan konsistensi penggunaan kondom pada Waria Pekerja Seks untuk pencegahan HIV AIDS di kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian mix methods dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif menggunakan desain sequential explanatory (model kombinasi). Teknik pengumpulan data kuantitatif menggunakan desain penelitian cross sectional dan data kualitatif menggunakan wawancara mendalam dengan rancangan penelitian menggunakan studi kasus untuk memperkuat hasil kuantitatif yang diperoleh dari Waria Pekerja Seks yang HIV positif. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 60 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan persepsi manfaat yang dirasakan (p=0,013) dengan konsistensi penggunaan kondom pada Waria Pekerja Seks. Dapat disimpulkan bahwa persepsi manfaat yang dirasakan berhubungan dengan konsistensi penggunaan kondom pada Waria Pekerja Seks untuk pencegahan HIV AIDS.Kata Kunci: Konsistensi, HIV AIDS, Waria Pekerja Seks.
Kinerja Petugas Kesehatan Program Penanggulangan Filariasis Pada Kegiatan Pemberian Obat Pencegahan Secara Massal (POPM) Filariasis Di Kabupaten Nagekeo Nusa Tenggara Timur Sorpiyani Munthe; Antono Suryoputro; Ani Margawati
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 11, Nomor 1, January-June 2019
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/as.v11i1.7483

Abstract

Kinerja adalah hasil atau hasil yang dicapai dalam melaksanakan tugas dengan standar hasil, target, sasaran atau kriteria yang telah disepakati untuk pelaksanaan suatu program. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja program filariasis limfatik petugas kesehatan untuk pengobatan obat massal di nagekeo distrik nusa tenggara timur.Jenis penelitian kualitatif adalah metode analitik deskriptif wawancara mendalam dan catatan ulasan. Subjek penelitian ini terdiri dari 4 pusat kesehatan berdasarkan cakupan pelaksanaan tertinggi obat filariasis 2 dan 2 terendah di distrik nagekeo Nusa Tenggara Timur. Penelitian dilakukan kepada dokter / paramedis dan manajer program sebagai informan utama di Pusat Kesehatan Boawae, Pusat Kesehatan Maunori, Pusat Kesehatan Danga dan Pusat Kesehatan Masyarakat Jawakisa dengan 25 informan yang terdiri dari 8 informan utama dan 17 informan triangulasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa petugas kesehatan yang berpartisipasi dalam kegiatan filariasis obat massal tidak memahami tujuan mengambil obat filariasis dan kompetensi petugas kesehatan perlu dipertimbangkan dan diberikan pelatihan pada saat pemberian obat.Saran untuk penelitian ini ditujukan agar Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo dapat lebih memperhatikan tujuan dan kompetensi tenaga kesehatan tidak hanya terkait dengan cakupan pelaksanaan kegiatan obat massal Filariasis.
Factors Influencing the Intention of Catholic Brides and Grooms to do the Premarital HIV Test as an Attempt to Prevent HIV/AIDS in Semarang City Hillary Jeany Alfaresedes; Zahroh Shaluhiyah; Antono Suryoputro
Jurnal Profesi Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 15 No 2 (2021): Jurnal Profesi Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta Kerja Sama KNPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33533/jpm.v15i2.3589

Abstract

Semarang Health Office in 2019 recorded the age group of 25-49 years old as the most group of people with HIV. Ironically, the productive age group is the asset of the nation, also considered as the ideal group for marriage so that premarital preparation is required to result in a healthy household. On the other hand, Catholic Church has a requirement for brides and grooms to participate in Wedding Preparation Course (KPP) and is expected to increase knowledge about the household readiness as well as encourage a willingness to do the premarital HIV test as a step of wedding preparation. This study aims to analyse factors influencing the intention of catholic brides and grooms to do the premarital HIV test. The results of the study showed that the variables that influenced the intention to do premarital HIV test were knowledge (α=0.005), behavioural beliefs (α=0.004), attitude (α=0.002), subjective norms (α=0.002), and behaviour control (α=0.007). The results of multivariate analysis showed that the most influential variables were knowledge (OR=5.222), continued by subjective norms (OR=4.631), and behavioural beliefs (OR=3.825). It is suggested that KPP can collaborate with Health Office, AIDS Commission (KPA), or Non-Governmental Organization (LSM) by conducting a sharing session. 
Co-Authors Abdullah, Rabiya Achadi Nugraheni, Sri Achmat Luthfi Yakim Aditya Kusumawati, Aditya Adiz, Matheus Sakundarno AGNES FRIDOLIN Agnes Fridolin Ani Margawati Anna Maulina L. Annisa, Aulia Any Setyawati Apoina Kartini Ariska Tri Hapsari Arnia Dian Kusuma Devi Arrohmah, Munib Astriyani, Sri Ayun Sriatmi Ayun Sriatmi Bagoes Widjanarko Besar Tirto Husodo BUDIYONO Budiyono Budiyono Cahya Tri Purnami Dewi, Eltanin Kumala Dian Ardyanti Rauf Dian Ratna Pertiwi Dian Widyahandayani Dimas Aulia Savitri Dina Apriana Dinda Nestelita Djoko Trihadi Lukmono Dwi Ayu Tirtaningrum Dwi Rizky Novianto Edi Siswanto Einurkhayatun, Biyanda Eka Yunila Fatmasari Eka Yunila Fatmasari, Eka Yunila Eltanin Kumala Dewi Emilia Yunritati Rehing Emilia Yunritati Rehing Erlin Friska Erni Yuliati Farid Agushybana Farid Farid Agushybana Firdha Rahma Nurbadlina Firdhaus, Oki Ino Fatwa Fitri, Tari Adelia Frederikus Feribertus Nikat Gunchmaa Nyam Handayani, Novia Hanifah Ardiani Herdiyanti, Annisa Maghfira Hestyani Kelananingrum Hillary Jeany Alfaresedes Insani, Raudya Kamillia K. Heri Nugroho HS, K. Heri Laksmono Widagdo Lina Dwi Yoga Pramana Lina Dwi Yoga Pramana Maria Ulfa Maria Ulfa Mat Zudi Mateus Sakundarno Adi, Mateus Sakundarno Matheus Sakundarno Adi Maya Chrisdita Mela Nofitri Mela Notri Meliantha Asmarani Kusumawardani Munib Arrohmah Murni Murni Nastiti Bandari Pratiwi Nicholas J. Ford Nidya Diah Prameswati Niken Meilani Noby Winarsa Nofitri, Mela Novitasari, Nita Dewi Nurhasmadiar Nandini Nurmalitasari, Rahma Adinda Oktavianti, Theresia Anggita Paramesthi, Prasasya Paramytha Magdalena Sukarno Putri Penggalih Mahardika Herlambang Pertiwi, Dian Ratna Priyadi Nugraha P Purnamawati, Rifka Putri Asmita Wigati Rahayu, Lintang Kemuning Mustikaning Rahma, Fanny Pradila Rani Tiara Desty Rani Tiyas Budiyanti Ratih Indraswari Ratih Indraswari Romdhonah Romdhonah Romdhonah Romdhonah Rr. Devi Noviana Setyoningsih Ryna Mahdalena Ambarita Safira Ika Putri Sakundarno Adi Sakundarno Adi Satria Bhirawa Anuraga, Pandjie Septo Pawelas Arso Sholichat, Baqiatus Siti Helmyati Siti Waghisatul Astutik Soeharyo Hadisaputro Sofie Astri Risanty Sorpiyani Munthe Sri Achadi Nugraheni Sudarwati Nababan Sudrisman Sudrisman Sukarno Putri, Paramytha Magdalena Sutopo Patria Jati Sutopo Patria Jati Syamsuhuda Budi Musthofa Syamsul Huda Syamsulhuda BM Syamsulhuda Budi Musthofa Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum Ulya, Siti Afuzal Wahyu Andriyanto Widyastuti, Rachma Dwi Wulan Kusumastuti Wulan Kusumastuti Wulan Kusumastuti Y Warella Yayang Khairunnisa Agusti Yohanes Sugiarto, Yohanes Yudhanto, Yoga Yuliani Setyaningsih Yuliati, Erni Yulis Muktafi'ah Yulis Muktafiah Yuliyanti, Fitria Zahroh Shaluhiyah