p-Index From 2021 - 2026
9.637
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Public Health Science (IJPHS) Media Kesehatan Masyarakat Indonesia JURNAL PROMOSI KESEHATAN INDONESIA Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Jurnal Kesehatan Masyarakat VISIKES Disease Prevention and Public Health Journal Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya LINK Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA Global Medical and Health Communication Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education Jurnal Kebidanan Jurnal Preventia Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes Jurnal Profesi Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Jurnal Kesehatan Komunitas Journal of Public Health for Tropical and Coastal Region Al-sihah: The Public Health Science Journal Journal of Maternal and Child Health Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Jurnal Kesehatan Global Unnes Journal of Public Health Public Health Perspective Journal Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Ners Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesian Journal of Global Health research Journal of Community Development Indonesian Journal of Health Community Jurnal CREPIDO: Jurnal Mengenai Dasar-Dasar Pemikiran Hukum Filsafat dan Ilmu Hukum Cermin Dunia Kedokteran Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat Berita Kedokteran Masyarakat DUNIA KEPERAWATAN: JURNAL KEPERAWATAN DAN KESEHATAN Promotor: Jurnal Mahasiswa Kesehatan Masyarakat JMMR (Jurnal Medicoeticolegal dan Manajemen Rumah Sakit) Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Holistik Jurnal Kesehatan Cermin Dunia Kedokteran Jurnal Info Kesehatan Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal) Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Indonesian Journal of Global Health Research
Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Perilaku Kesehatan Wisatawan Domestik Di Candi Borobudur Rani Tiara Desty; Zahroh Shaluhiyah; Antono Suryoputro
Indonesian Journal of Health Community Vol 1 No 1 (2020): December 2020
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Risiko terhadap kesehatan wisatawan dapat dipengaruhi oleh gaya hidup dan perilaku wisatawan Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor yang berpengaruh terhadap perilaku kesehatan pada wisatawan di kawasan Candi Borobudur Jawa Tengah. Penelitian ini menggunanakan desain Cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode accidental sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah wisatawan domestik yang berkunjung ke Candi Borobudur yang berusia > 17 tahun sebanyak 100 orang. Hasil penelitian menunjukan karakteristik wisatawan domestik sebagian besar berusia <30 tahun sebesar 64%, sebagian besar berjenis kelamin perempuan sebesar 71%, dan sebagian besar berasal dari Pulau Jawa sebesar 83%, faktor yang berhubungan dengan perilaku kesehatan wisatawan adalah pendidikan wisatawan dengan p-value 0,000, pengetahuan wisatawan dengan p-value 0,000, sikap wisatawan dengan p-value 0,000 dan budaya masyarakat sekitar p-value 0,000, faktor yang tidak berhubungan dengan perilaku kesehatan wisatawan adalah kepemilikan asuransi dengan p-value 0,097. Sedangkan faktor yang yang paling berpengaruh adalah budaya masyarakat sekitar dengan OR 64,264. Disimpulkan bahwa pendidikan, pengetahuan, sikap wisatawan serta budaya masyarakat sekitar berhubungan dengan perilaku keseahtan wisatawan, sedangkan kepemilikan asuransi kesehatan tidak berhubungan dengan perilaku wisatawan.
Analysis of Inpatient Linen Management in Hospital Isolation Room in Indonesia: A Review Yulis Muktafi&#039;ah; Antono Suryoputro; Septo Pawelas Arso
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6, No 3: September 2021
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.829 KB) | DOI: 10.30604/jika.v6i3.1058

Abstract

Linen handling activities are a very important handling activity carried out in hospitals. The thing that can minimize the risk of distribution of linen is to carry out proper handling according to standards. If the handling is carried out properly, the risk of spreading microorganisms to activities, staff, and the environment can be carried out and minimized. The purpose of writing this article is to find out the analysis of inpatient linen management in isolation rooms in various hospitals in Indonesia. The method used in writing this article is a qualitative method with the strategy used is a literature study on the topic of analysis of linen management in hospital isolation rooms in Indonesia. The results of the literature from various sources found that hospitals in Indonesia had set standards for linen management to prevent transmission. However, linen management in various hospitals in Indonesia, in general, has not been able to run optimally and has not met the applicable standards. This can be seen from the various stages of handling linen that does not meet the standards starting from the stages of separation, reception, processing, washing, and storage.  Abstrak: Kegiatan penanganan linen merupakan sebuah kegiatan penanganan yang sangat penting dilakukan di rumah sakit. Hal yang dapat meminimalisir risiko penularan dari linen yaitu dengan melaksanakan penanganan yang tepat sesuai dengan standar. Jika kegiatan penanganan dilakukan dengan tepat, maka risiko penularan mikroorganisme pada pasien, petugas serta lingkungan dapat dicegah dan diminimalisir. Tujuan penulisan artikel ini yaitu untuk mengetahui analisis pengelolaan linen rawat inap ruang isolasi di berbagai rumah sakit di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini yaitu metode kualitatif dengan strategi yang digunakan adalah studi literatur dengan topic analisis pengelolaan linen rawat inap ruang isolasi rumah sakit di Indonesia. Hasil tinjauan pustaka dari berbagai sumber yang ditemukan menyatakan bahwa rumah sakit di Indonesia sudah menetapkan standar pengelolaan linen untuk mencegah risiko penularan. Namun, pengelolaan linen di berbagai rumah sakit di Indonesia secara garis besar belum dapat berjalan dengan maksimal dan belum memenuhi standar ketentuan yang berlaku. Hal ini dapat dilihat dari berbagai tahap kegiatan penanganan linen yang belum memenuhi standar mulai dari tahap pemisahan, penerimaan, pengangkutan, pencucian dan penyimpanan.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Penolakan Imunisasi Bayi dan Balita pada Masyarakat Sedulur Sikep (Samin) Edi Siswanto; Ani Margawati; Antono Suryoputro
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 16, No 1 (2020): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1488.343 KB) | DOI: 10.33658/jl.v16i1.190

Abstract

ENGLISHSamin Society is located in the area of Baturejo Village, Sukolilo District, Pati Regency. The initial data of 79 children consist of 2 to 5 years old that have status immunization 1 child completely immunized and 78 children uncompletely immunized. The purpose of this study is to determine the factors that affect the immunization rejection of Samin community in Baturejo Village, Sukolillo District, Pati Regency. This study uses a qualitative approach with a cross sectional observation. Techniques of collecting data included indepth interviews, field-event observation and document-observation. The technique for determining informants used purposive sampling. The results of this study were: 1) perception that it is not susceptible to the disease due to not immunized, 2) the perception that the disease due to not immunized is not harmful, 3) perception that immunization is no benefit, 4) the perception that the loss or greater obstacles in immunizing their children and 5) cues to act is not conducive to behave immunizing their children.  INDONESIAMasyarakat Samin berada di wilayah Desa Baturejo Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati. Data awal menunjukkan sebanyak 79 anak umur 2 sampai dengan 5 tahun. 1 anak berstatus imunisasi dasar lengkap, sedangkan 78 anak berstatus tidak imunisasi dasar lengkap. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi penolakan imunisasi di masyarakat Samin Desa Baturejo Kecamatan Sukolillo Kabupaten Pati. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan crosssectional dilakukan dengan observasional. Teknik pengumpulan  data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan observasi dokumen. Teknik penentuan informan dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini adalah: 1)  persepsi bahwa tidak rentan terhadap penyakit akibat tidak imunisasi, 2) persepsi bahwa penyakit akibat tidak imunisasi tidak membahayakan, 3) persepsi bahwa imunisasi tidak ada manfaatnya, 4) persepsi bahwa kerugian atau hambatan lebih besar dalam mengimunisasi anaknya, dan 5) isyarat untuk bertindak tidak mendukung untuk berperilaku mengimunisasi anaknya. 
Evaluasi “ Sayang Ibu”: Aplikasi Kegawatdaruratan Ibu Hamil Antono Suryoputro; Rani Tiyas Budiyanti; Mela Nofitri
Cermin Dunia Kedokteran Vol 47, No 9 (2020): Neurologi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v47i9.912

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator derajat kesehatan. Di Indonesia, AKI masih cukup tinggi. Salah satu penyebabnya adalah keterlambatan rujukan dan kurangnya informasi mengenai tanda bahaya kehamilan terutama pada kehamilan risiko tinggi. Sayang Ibu merupakan aplikasi kegawatdaruratan ibu hamil yang dikembangkan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro. Penelitian ini mengevaluasi penggunaan aplikasi ‘Sayang Ibu’. Metode penelitian adalah survei dengan kuesioner System Usability Scale (SUS) dan User Experience Questionare (UEQ) terhadap 28 ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Rowosari, Semarang. Penelitian dilakukan pada bulan September 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Aplikasi Sayang Ibu dapat diterima dan berguna dengan nilai rata-rata 70,18. Nilai ketertarikan pengguna, kemudahan, efisiensi, ketergantungan, dan stimulasi penggunaan di atas rata-rata. Sedangkan tingkat keterbaruan aplikasi dianggap kurang. Penggunaan aplikasi ‘Sayang Ibu’ memerlukan dukungan literasi digital ibu hamil.Maternal Mortality Rate (MMR) is one of indicator in healthcare. In Indonesia, MMR still high. Among other causes are delayed referral and lack of education on danger sign in pregnancy especially in high risk pregnancy. Sayang Ibu is emergency call application developed by Public Health Faculty Diponegoro University. This research aims to evaluate Sayang Ibu Application. The survey applied System Usability Scale (SUS) and User Experience Questionare (UEQ) to 28 pregnant mothers in Rowosari Primary Health Care area in Semarang City. This research was done in September 2019. The rate of usability was 70,18 showed that this application was useful. Based on user experience, Sayang Ibu Application had attractiveness, perspicuity, efficiency, dependability, and stimulation, but no novelty. Sayang Ibu Application needs digital literacy.
Analisis Pelaksanaan Manajemen Komite Pencegahan Dan Pengendalian Healthcare Associated Infections di RSUD Tugurejo Provinsi Jawa Tengah Yayang Khairunnisa Agusti; Antono Suryoputro; Wulan Kusumastuti
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 18, No 4 (2019): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.288 KB) | DOI: 10.14710/mkmi.18.4.%p

Abstract

Latar belakang: Healthcare Associated Infections (HAIs) atau infeksi Nosokomial merupakan salah satu masalah besar yang dialami rumah sakit karena menambah angka kesakitan hingga kematian. Terdapat angka kejadian HAIs diatas standar pada beberapa indikator penyakit infeksi di RSUD Tugurejo. Program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) wajib dilaksanakan di rumah sakit sebagai standar mutu pelayanan dan mengurangi risiko terjadinya infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen pelaksanaan  komite pencegahan dan pengendalian HAIs di RSUD Tugurejo Provinsi Jawa Tengah.Metode: Penelitian menggunakan metode kualitatif dimana informasi didapat dari wawancara mendalam kepada Informan Utama yaitu Ketua Komite PPI, 1 IPCD, 2 IPCN, dan 2 IPCLN. Sedangkan untuk Informan Triangulasi yaitu Wakil Direktur Pelayanan, 2 Kepala Ruang, dan 1 Kepala Instalasi. Variabel yang diteliti adalah input, proses, dan output dari pelaksanaan manajemen komite PPI.Hasil: Anggota komite PPI belum mendapat pelatihan secara merata, belum ada komitmen dari seluruh petugas yang terlibat dalam program PPI, tidak adanya insentif untuk anggota komite PPI, terdapat beban kerja tidak seimbang dalam anggota komite PPI, masih terjadi kekurangan dan keterlambatan penyediaan sarana PPI, serta kepatuhan petugas terhadap handhygiene masih sekitar 80%.Simpulan: Pelaksanaan manajemen komite PPI di RSUD Tugurejo belum optimal. Penelitian ini menyarankan untuk perbaikan manajemen PPI yakni memfasilitasi pelatihan lanjutan, memberikan insentif pada anggota PPI, menyediakan sarana sesuai kebutuhan, melakukan tindak lanjut dari permasalahan, menumbuhkan minat dan komitmen petugas,  dan pengawasan kegiatan PPI secara berkala.
Pemetaan Stakeholder Program Pencegahan Fraud Jaminan Kesehatan Nasional di Puskesmas Kota Semarang Arnia Dian Kusuma Devi; Antono Suryoputro; Ayun Sriatmi
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 19, No 3 (2020): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.19.3.238-245

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Dalam periode 2014 sampai 2017 terdapat 12 isu penyelewengan dana kapitasi di 12 daerah. Terdapat 8 dari 13 potensi Fraud yang terjadi di Puskesmas terkait dengan kapitasi dan sedikitnya terdapat 8 kasus korupsi terungkap. Fraud dapat berdampak pada pemberian pelayanan yang tidak bermutu. Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran dan keterlibatan stakeholder dalam Program Pencegahan Fraud Jaminan Kesehatan Nasional di Puskesmas Kota Semarang supaya program dapat berjalan lebih optimal.Metode: Penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui indepth interview dengan sampel purposive dan analisis menggunakan teori stakeholder mapping. Variabel yang diteliti adalah sikap, keterlibatan, dan pengaruh. Hasil: Berdasarkan penelitian, didapatkan hasil bahwa pada variabel sikap, seluruh kelompok stakeholder mendukung terselenggaranya kegiatan Program Pencegahan Fraud JKN di Puskesmas Kota Semarang. Pada variabel keterlibatan, yaitu stakeholder provider yang paling kurang terlibat dari stakeholder lain. Dari ketiga upaya dalam program, upaya pendeteksian menempati urutan terendah keterlibatan stakeholdernya dibandingkan upaya pencegahan dan upaya penindakan. Pada variabel pengaruh, dari ketiga kelompok stakeholder, kelompok provider menjadi kelompok yang paling kurang memiliki pengaruh dalam Program Pencegahan Fraud JKN di Puskesmas Kota Semarang. Upaya pendeteksian menjadi upaya yang paling sedikit menjadi intervensi dalam program. Dalam upaya pendeteksian, hanya 3 dari 12 stakeholder yang secara signifikan berpengaruh. Simpulan: Antar stakeholder harus meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan lebih rutin untuk menggiatkan program. Dinas Kesehatan sebagai sleeping giant harus meningkatkan keterlibatannya sebagai decision maker dan segera menyelesaikan pembentukan pedoman Program Pencegahan Kecurangan Jaminan Kesehatan Nasional di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Kota Semarang sebagai acuan pelaksanaan. Kata kunci: Fraud, puskesmas, pemetaan stakeholder ABSTRACTTitle: Mapping of the National Health Insurance Fraud Prevention Program Stakeholders in Semarang City Community Health Centers  Background: In the period 2014 to 2017, there were 12 issues of misappropriation of capitation funds in 12 regions. There were 8 out of 13 potential Frauds that occurred at the Community Health Centers related to capitation and at least 8 cases of corruption were revealed. Fraud can have an impact on providing quality services. This study aims to understand the role and involvement of stakeholders in the National Health Insurance Fraud Prevention Program in Semarang City Community Health Centers.Method: This research is qualitative research with a descriptive approach through in-depth interviews with purposive sampling and employed the stakeholder mapping theory. The variables studied were attitude, involvement, and influence. Result: Based on the research, the results show that the attitude variable, all stakeholder groups support the implementation of the JKN Fraud Prevention Program at the Semarang City Health Center. In the involvement variable, namely the stakeholder provider who is least involved from other stakeholders. Of the three efforts in the program, detection efforts ranked the lowest of stakeholder involvement compared to prevention and enforcement measures. On the influencing variable, of the three stakeholder groups, the provider group is the group that has the least influence in the JKN Fraud Prevention Program in the Semarang City Health Center. Detection efforts are the least intervened in the program. In the detection effort, only 3 out of 12 stakeholders have significant influence.Conclusion:. Stakeholders must improve communication and coordination periodically to improve the program. The District Health Office as a sleeping giant must intensify its involvement as a decision-maker and immediately accomplish the making of the National Health Insurance Fraud Prevention Program guideline in the as guidance for implementation. Keywords: Fraud, community health center, stakeholder mapping
Analisis Kesiapan Puskesmas Dalam Pelaksanaan Program Puskesmas Tanpa Antrian Kota Semarang (PUSTAKA) di Kota Semarang Nidya Diah Prameswati; Antono Suryoputro; Eka Yunila Fatmasari
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 18, No 4 (2019): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.04 KB) | DOI: 10.14710/mkmi.18.4.%p

Abstract

Latar Belakang : Pemerintah Indonesia telah melakukan upaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan. Terdapat inovasi Program yaitu Puskesmas tanpa Antrian Kota Semarang (PUSTAKA). Program ini bertujuan untuk mengurai antrian di Puskesmas. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kesiapan Puskesmas dalam Pelaksanaan Program PUSTAKA. Penelitian ini berlokasi di Puskesmas Gayamsari, Srondol, Gunungpati, dan Tlogosati Kulon.Metode : Penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan indepth interview dengan purposive sampling. Variabel yang diteliti adalah tenaga, dana, sarana prasarana, kebijakan dan SOP, sosialisasi, perencanaan, organisasi, pelaksanaan, penilaian dan lingkungan.Hasil : Puskesmas dengan pengguna layanan PUSTAKA tinggi dan rendah memiliki kesamaan dalam beberapa variabel. Untuk variabel Kebijakan yang masih belum diimplementasikan secara optimal, untuk sosialisasi hanya menggunakan metode media sosial dan informasi yang diberikan kurang rinci. Variabel perencanaan sendiri, proses perencanaan yang sesuai belum dilakukan. Terkait aspek lingkungan, telah ada dukungan dari masyarakat untuk menggunakan program ini, namun belum ada dukungan dari kader kesehatan maupun tokoh masyarakat. Kendalanya terdapat pada golongan lanjut usia yang terbatas kemampuannya dalam penggunaan teknologi.Simpulan dan Saran : Puskesmas harus mengembangkan, memperbaiki, dan membangun SOP internal, membuat perencanaan yang sesuai, memaksimalkan dan sosialisasi inovatif secara langsung atau dengan media sosial yang inovatif, dan informasi yang disampaikan lebih rinci, serta berkolaborasi dengan kader kesehatan.
Proses Sistem Rujukan dalam Pelayanan Kegawatdaruratan Obstetri dan Neonatal di Puskesmas Sayung 2 Kabupaten Demak Dinda Nestelita; Antono Suryoputro; Wulan Kusumastuti
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 18, No 4 (2019): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.267 KB) | DOI: 10.14710/mkmi.18.4.%p

Abstract

Latar Belakang: Upaya penurunan AKI dan AKB yang dilakukan pemerintah adalah pembentukan PONED di Puskesmas dan PONEK di Rumah Sakit. Puskesmas Sayung 2 merupakan puskesmas mampu PONED di wilayah Kabupaten Demak yang memiliki jumlah kematian ibu dan bayi baru lahir yang meningkat pada tahun 2018. Kelancaran rujukan dapat menjadi faktor yang menentukan untuk menurunkan AKI terutama dalam mengatasi keterlambatan. Salah satu pusat rujukan Puskesmas Sayung 2 yaitu RSJD Dr. Amino Gondohutomo. Tujuan penelitian untuk menganalisis pelaksanaan sistem rujukan kegawatdaruratan obstetri dan neonatal di Puskesmas Sayung 2 Kabupaten Demak.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik. Pengumpulan data dilakukan dengan metode indepth interview berdasarkan teknik purposive sampling. Subjek penelitian merupakan 6 orang tim PONED sebagai informan utama. Sedangkan informan triangulasi yaitu Kepala Puskesmas, 5 orang tim PONEK RS, serta 2 orang Pasien.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada terdapat beberapa kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan petugas yang terlatih dan double job, kurangnya pemahaman petugas terhadap SOP, kesalahan komunikasi antar petugas kesehatan dan sistem informasi rujukan antara puskesmas dan rumah sakit yang kurang maksimal sehingga masih susah dalam mencari rumah sakit rujukan.Simpulan: Komponen proses dalam pelaksanaan sistem rujukan masih terdapat beberapa kendala dan perlu dibenahi yaitu sosialisasi SOP, kerjasama antara puskesmas dan rumah sakit lebih ditingkatkan, pengaktifan sistem informasi rujukan secara online agar lebih efektif.
Analisis Proses Pengadaan Guna Menjamin Ketersediaan Obat di RSUD Tugurejo Semarang Erlin Friska; Antono Suryoputro; Wulan Kusumastuti
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 18, No 4 (2019): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.166 KB) | DOI: 10.14710/mkmi.18.4.135-139

Abstract

Latar Belakang: Jumlah kunjungan pasien rawat jalan di RSUD Tugurejo Semarang mengalami peningkatan dari tahun 2016 hingga 2018. Adanya peningkatan jumlah pasien harus diimbangi dengan peningkatan pelayanan kefarmasian dan menjamin ketersediaan obat di rumah sakit. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis proses pengadaan guna menjamin ketersediaan obat di RSUD Tugurejo Semarang.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik. Pengumpulan data dilakukan dengan metode indepth interview yang dipilih berdasarkan teknik purposive sampling. Subjek penelitian merupakan Kepala Instalasi Farmasi Rumah Sakit, Koordinator Gudang Farmasi, Koordinator Farmasi Rawat Jalan, serta 2 orang Staf Pegadaan sebagai informan utama. Sedangkan informan triangulasi yaitu Kepala Penunjang Medik, Staf Keuangan, Dokter Rawat Jalan, serta 2 orang Pasien. Faktor yang diteliti adalah metode, prosedur, dan anggaran dalam pengadaan obat.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada proses pengadaan obat yaitu sering terjadi keterlambatan dalam penerimaan obat dari penyedia, terdapat kekosongan obat pada sistem e-catalogue, masih sering terjadi error pada sistem e-purchasing.Simpulan: Terdapat beberapa kendala dalam proses pengadaan obat di RSUD Tugurejo Semarang yang berdampak pada ketersediaan obat di rumah sakit.
Hubungan Status Akreditasi dengan Kepatuhan Pegawai dalam Pelaksanaan Standar Keselamatan Pasien Sofie Astri Risanty; Antono Suryoputro; Nurhasmadiar Nandini
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 19, No 3 (2020): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.19.3.195-200

Abstract

Latar Belakang: Puskesmas melakukan kegiatan pelayanan kesehatan yang beragam yang melibatkan berbagai tenaga profesi dan non profesi, serta melibatkan berbagai obat, tes dan prosedur dengan teknologi dan peralatan kedokteran yang memiliki risiko terjadinya kesalahan dan kecelakaan. Standar keselamatan pasien dalam Permenkes 11 tahun 2017 merupakan acuan bagi fasilitas kesehatan yang wajib diterapkan dalam melaksanakan kegiatannya. Dengan penerapan tujuh standar keselamatan pasen ini, diharapkan Puskesmas dapat menyelenggaraan asuhan pasien lebih aman dan bisa dijadikan tolok ukur keberhasilan. Penilaian pelaksanaan standar keselamatan pasien dilakukan menggunakan instrumen akreditasi yang wajib dilaksanakan secara berkala paling sedikit tiga tahun sekali. Berdasarkan hal tersebut, peneliti tertaarik untuk mengetahui hubungan status akreditasi dengan kepatuhan pegawai puskesmas dalam pelaksanaan standar keselamatan pasien.Metode: Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, rancangan cross sectional. Analisis dilakukan dengan menggunakan uji Chi-Square Test. Populasi pada penelitian ini adalah pegawai puskesmas se-kota Semarang dengan teknik pengambilan Stratified and Proirtional Random Sampling sebanyak 87 pegawai. Hasil: Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 47,1% responden memiliki kepatuhan yang tidak baik. Hasil analisis statistik dengan menggunakan Chi-Square menunjukkan bahwaa status akreditasi (p=0,257), tidak berhubungan dengan kepatuhan pegawai dalam pelaksanaan standar keselamatan pasien. Simpulan: Status akreditasi yang diperoleh puskesmas tidak mempunyai hubungan signifikan terhadap kepatuhan pegawai dalam pelaksanaan standar keselamatan pasien. Tingginya status akreditasi tidak berarti bahwa pegawai mempunyai tingkat kepatuhan yang tinggi dan bukan berarti status akreditasi rendah lalu kepatuhannya juga rendah. ABSTRACTTitle: Relationship between Puskesmas Accreditation Status and Employee Compliance in the Implementation of Patient Safety Standards  Background: Puskesmas conducts diverse health service activities, which involve a variety of drugs, tests and procedures with medical technology and equipment that are at risk of errors and accidents. Minister of Health Regulation 11 of 2017 concerning patient safety consists of seven patient safety standards are a mandatory reference for health facilities in carrying out their activities.  With the application of these seven pasent safety standards, it is hoped that Puskesmas can safeguard patient care and can be used as a benchmark for success. Assessment of the implementation of patient safety standards is carried out using accreditation instruments which must be carried out regularly at least once every three years. Based on this, the researcher was interested in finding out the relationship between accreditation status and compliance of puskesmas staff in implementing patient safety standards.Method: This was quantitative research with cross sectional design. Data Analyzed with Chi-Square Test. The population in this study were employees of health centers throughout the city of Semarang and sample was chosen by Stratified and Proirtional Random Sampling, with sample size 87 employees.Result: The results of this study showed that 47.1% of respondents had poor compliance. The results of statistical analysis using Chi-Square showed that there was no relation between accreditation status and employee compliance in implementing patient safety standards (p = 0.257).Conclusion:. The accreditation status obtained by the puskesmas does not have a significant relationship to employee compliance in implementing patient safety standards. High accreditation status does not mean that employees have a high level of compliance and does not mean low accreditation status and therefore low compliance.   Keywords: patient safety standards, puskesmas, accreditation status
Co-Authors Abdullah, Rabiya Achadi Nugraheni, Sri Achmat Luthfi Yakim Aditya Kusumawati, Aditya Adiz, Matheus Sakundarno AGNES FRIDOLIN Agnes Fridolin Ani Margawati Anna Maulina L. Annisa, Aulia Any Setyawati Apoina Kartini Ariska Tri Hapsari Arnia Dian Kusuma Devi Arrohmah, Munib Astriyani, Sri Ayun Sriatmi Ayun Sriatmi Bagoes Widjanarko Besar Tirto Husodo BUDIYONO Budiyono Budiyono Cahya Tri Purnami Dewi, Eltanin Kumala Dian Ardyanti Rauf Dian Ratna Pertiwi Dian Widyahandayani Dimas Aulia Savitri Dina Apriana Dinda Nestelita Djoko Trihadi Lukmono Dwi Ayu Tirtaningrum Dwi Rizky Novianto Edi Siswanto Einurkhayatun, Biyanda Eka Yunila Fatmasari Eka Yunila Fatmasari, Eka Yunila Eltanin Kumala Dewi Emilia Yunritati Rehing Emilia Yunritati Rehing Erlin Friska Erni Yuliati Farid Agushybana Farid Farid Agushybana Firdha Rahma Nurbadlina Firdhaus, Oki Ino Fatwa Fitri, Tari Adelia Frederikus Feribertus Nikat Gunchmaa Nyam Handayani, Novia Hanifah Ardiani Herdiyanti, Annisa Maghfira Hestyani Kelananingrum Hillary Jeany Alfaresedes Insani, Raudya Kamillia K. Heri Nugroho HS, K. Heri Laksmono Widagdo Lina Dwi Yoga Pramana Lina Dwi Yoga Pramana Maria Ulfa Maria Ulfa Mat Zudi Mateus Sakundarno Adi, Mateus Sakundarno Matheus Sakundarno Adi Maya Chrisdita Mela Nofitri Mela Notri Meliantha Asmarani Kusumawardani Munib Arrohmah Murni Murni Nastiti Bandari Pratiwi Nicholas J. Ford Nidya Diah Prameswati Niken Meilani Noby Winarsa Nofitri, Mela Novitasari, Nita Dewi Nurhasmadiar Nandini Nurmalitasari, Rahma Adinda Oktavianti, Theresia Anggita Paramesthi, Prasasya Paramytha Magdalena Sukarno Putri Penggalih Mahardika Herlambang Pertiwi, Dian Ratna Priyadi Nugraha P Purnamawati, Rifka Putri Asmita Wigati Rahayu, Lintang Kemuning Mustikaning Rahma, Fanny Pradila Rani Tiara Desty Rani Tiyas Budiyanti Ratih Indraswari Ratih Indraswari Romdhonah Romdhonah Romdhonah Romdhonah Rr. Devi Noviana Setyoningsih Ryna Mahdalena Ambarita Safira Ika Putri Sakundarno Adi Sakundarno Adi Satria Bhirawa Anuraga, Pandjie Septo Pawelas Arso Sholichat, Baqiatus Siti Helmyati Siti Waghisatul Astutik Soeharyo Hadisaputro Sofie Astri Risanty Sorpiyani Munthe Sri Achadi Nugraheni Sudarwati Nababan Sudrisman Sudrisman Sukarno Putri, Paramytha Magdalena Sutopo Patria Jati Sutopo Patria Jati Syamsuhuda Budi Musthofa Syamsul Huda Syamsulhuda BM Syamsulhuda Budi Musthofa Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum Ulya, Siti Afuzal Wahyu Andriyanto Widyastuti, Rachma Dwi Wulan Kusumastuti Wulan Kusumastuti Wulan Kusumastuti Y Warella Yayang Khairunnisa Agusti Yohanes Sugiarto, Yohanes Yudhanto, Yoga Yuliani Setyaningsih Yuliati, Erni Yulis Muktafi&#039;ah Yulis Muktafiah Yuliyanti, Fitria Zahroh Shaluhiyah