p-Index From 2021 - 2026
8.547
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Public Health Science (IJPHS) Media Kesehatan Masyarakat Indonesia JURNAL PROMOSI KESEHATAN INDONESIA Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Jurnal Kesehatan Masyarakat VISIKES Disease Prevention and Public Health Journal Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya LINK Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA Global Medical and Health Communication Jurnal Kebidanan Jurnal Preventia Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes Jurnal Profesi Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Jurnal Kesehatan Komunitas Journal of Public Health for Tropical and Coastal Region Al-sihah: The Public Health Science Journal Journal of Maternal and Child Health Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Manuju : Malahayati Nursing Journal Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Jurnal Kesehatan Global Unnes Journal of Public Health Public Health Perspective Journal Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Ners Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesian Journal of Global Health research Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Journal of Community Development Indonesian Journal of Health Community Jurnal CREPIDO: Jurnal Mengenai Dasar-Dasar Pemikiran Hukum Filsafat dan Ilmu Hukum Cermin Dunia Kedokteran Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat Berita Kedokteran Masyarakat DUNIA KEPERAWATAN: JURNAL KEPERAWATAN DAN KESEHATAN Eduvest - Journal of Universal Studies JMMR (Jurnal Medicoeticolegal dan Manajemen Rumah Sakit) Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Holistik Jurnal Kesehatan Cermin Dunia Kedokteran Jurnal Info Kesehatan Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal)
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Penggunaan Aplikasi Patuh Terhadap Kepatuhan Melakukan Diet Hipertensi pada Pasien Hipertensi di Kabupaten Wonosobo Suyoto, Suyoto; Agushybana, Farid; Suryoputro, Antono
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Vol 7 No 1 (2020): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/ppkm.v7i1.956

Abstract

Pada tahun 2008, WHO memperkirakan sebesar 70% kematian dari 57 juta kematian yang terjadi di dunia disebabkan oleh Penyakit Tidak Menular (PTM). Pada tahun 2030 diprediksi akan ada 52 juta jiwa kematian per tahun karena penyakit tersebut, salah satunya adalah hipertensi. Di Kabupaten Wonosobo pada tahun 2016 sebanyak 43,30 % prevalensi kasus hipertensi primer ditemukan. Pasien hipertensi diharapkan selalu melakukan manajemen hipertensi dengan baik untuk mencegah kenaikan tekanan darah dan timbulnya komplikasi, diantaranya melalui diet hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh manajemen hipertensi melalui aplikasi android yang diberi nama “Aplikasi Patuh” terhadap praktek kepatuhan melakukan diet hipertensi pada peserta prolanis hipertensi di Kabupaten Wonosobo. Penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi eksperimental design) dengan rancangan Non-Randomized Pre-Post Test Control Group Design. Responden Penelitian ini sejumlah 105 pasien yang terbagi menjadi kelompok perlakuan 53 responden dan kelompok kontrol 52 responden. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara penggunaan aplikasi patuh terhadap praktek kepatuhan melakukan diet hipertensi. Hasil Mann_Whitney U menunjukkan kelompok perlakuan mengalami kenaikan mean lebih tinggi dibanding kelompok control dengan selisih 1,86. Demikian juga hasil uji wilcoxon yang membandingkan tingkat kepatuhan sebelum dan sesudah perlakuan diperoleh nilai signifikan untuk kedua kelompok dengan mean kelompok perlakuan lebih tinggi.
Strategi dan Aspek Bauran Pemasaran Untuk Meningkatkan Cakupan Pelayanan Inspeksi Visual Asam Asetat (Studi Kasus Di Puskesmas Kedungmundu Kota Semarang) Ulya, Siti Afuzal; Suryoputro, Antono; Nandini, Nurhasmadiar
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 19, No 6 (2020): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.19.6.412-418

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Beberapa Puskesmas di Kota Semarang sudah memiliki pelayanan IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) sebagai suatu upaya deteksi dini kanker serviks bagi wanita usia subur namun pemanfaatan pelayanan IVA masih belum mencapai target. Adapun tujuan dalam penelitian ini yaitu menganalisis strategi dan aspek bauran pemasaran untuk meningkatkan cakupan pelayanan IVA (Studi Kasus di Puskesmas Kedungmundu Kota Semarang.Metode: Penelitian kualitatif menggunakan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yaitu indepth interview dengan purposive sampling. Variabel yang diteliti adalah produk, harga, tempat, promosi, faktor internal, eksternal dan cakupan pelayanan.Hasil: Cakupan pelayanan IVA di Puskesmas Kedungmundu mengalami peningkatan namun belum masih belum mencapai target. Pada aspek produk, masih ada pasien yang merasa takut dan proses informasi konseling belum lengkap. Aspek harga menunjukkan bahwa tidak ada masalah dalam hal biaya, waktu dan kenyamanan pasien. Aspek tempat menunjukkan bahwa lokasi dan durasi pelayanan sesuai kebutuhan pasien. Aspek promosi, belum rutin melakukan sosialisasi dan penggunaan media promosi tentang IVA belum optimal. Hal ini didukung dengan faktor internal yang menunjukkan kurangnya jumlah petugas terlatih IVA serta faktor eksternal menunjukkan bahwa sarana prasarana sudah mencukupi namun kualitas standar operasional prosedur belum diperhatikan.Simpulan: Oleh karena itu, Puskesmas Kedungmundu perlu memberikan informasi konseling yang lengkap, berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Semarang tentang kualitas supervisi, meningkatkan jumlah petugas yang menerima pelatihan IVA dan meningkatkan promosi.Kata kunci: Analisis, pelayanan IVA, bauran pemasaran ABSTRACT Title: Strategy and Marketing Mix Aspect to Increase Acetic Acid Visual Inspection Service Covergae (Case Study at Kedungmundu Public Health Center, Semarang City)Background: Several Public Health Center in Semarang City already have VIA (Visual Inspection with Acetic Acid) services as an effort to detect cervical cancer for women of reproductive age however, the utilization of VIA services have not reached the target. This study aimed to analyze the marketing mix strategy to increase the coverage of VIA services (Case Study at Kedungmundu Public Health Center, Semarang City).Method: Qualitative research uses a descriptive approach. The data technique is in-depth interviews with purposive sampling. The variables studied were product, price, place, promotion, internal factors, external service coverage.Result: The coverage of IVA services at the Kedungmundu Health Center has increased but has not yet reached the target.  In the product aspect, there are still patients who feel afraid and the counseling information process is incomplete. The price aspect shows that there is no problem in terms of cost, time and patient comfort. The place aspect shows that the location and duration of service match the patient's needs. Promotion aspect, socialization is not routine yet and the use of promotional media about IVA is not optimal. This is supported by internal factors which indicate a lack of VIA trained personnel and external factors, it shows that the facilities and infrastructure are sufficient however the quality of procedur operational standard have not been attention.Conclusion: Thus, Kedungmundu Public Health Center need to give complete counseling information, coordination with the Semarang City Health Office about supervision quality, increasing the number of officers receiving VIA training and increasing promotion.Keywords: Analysis, VIA service, marketing mix
Analisis Pelaksanaan Program SPGDT Di Indonesia Yudhanto, Yoga; Suryoputro, Antono; Budiyanti, Rani Tiyas
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 20, No 1 (2021): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.20.1.31-40

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Program SPGDT belum menunjukkan hasil maksimal, sehingga banyak dikeluhkan oleh masyarakat ketika mereka membutuhkan pelayanan kesehatan. Meskipun hampir di setiap kota terdapat Instalasi Gawat Darurat dari semua tipe rumah sakit baik pemerintah atau swasta, pelayanan ambulans dan berbagai fasilitas kesehatan lainnya, namun keterpaduan dalam melayani penderita gawat darurat belum sistematis, kurangnya komunikasi baik antar fasilitas kesehatan dan antar tenaga kesehatan dengan masyarakat. Tujuan dari literatur review ini adalah untuk menjelaskan gambaran pelakasanaan SPGDT dan faktor-faktor yang mempengaruhi keberjalanan SPGDT.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan literature review sederhana. Pencarian database yang digunakan termasuk ScienceDirect, Scopus, PubMed, Portal Garuda dan Google Cendikia dengan kata kunci serta kriteria inklusi dan eksklusi yang sudah ditetapkan. Hasil: Faktor yang mempengaruhi program SPGDT adalah standar operasional prosedur (SOP) dan sumber daya. Hasil penelitian menemukan bahwa SOP diberbagai daerah masih kurang baik dalam pembahasan SOP dan sosialisasi terhadap masyarakat. Sumber daya di puskesmas sudah baik dalam hal anggaran akan tetapi masih kurang pada bagian sumber daya manusian karena petugas pelaksana unit puskesmas belum pernah dilatih dan belum mengantongi sertifikat pelatihan kegawatdaruratan.Simpulan: Dalam keberjalanan program SPGDT diberbagai daerah masih belum dapat memenuhi standar pemerintah pusat baik dalam waktu tanggap, SOP, dan sumber daya.Kata kunci: SPGDT; gawat darurat; implementasi; kesiapan ABSTRACTTitle: Analysis of the Implementation of the SPGDT Program in IndonesiaSPGDT; gawat darurat; implementasi; kesiapanBackground: The SPGDT program has not shown maximum results, so that many people complain about it when they need health services. Although in almost every city there are Emergency Departments of all types of hospitals, both government and private, ambulance services and various other health facilities, but integration in serving emergency patients has not been systematic, lack of good communication between health facilities and between health workers with the community. The purpose of this literature review is to explain the description of the SPGDT implementation and the factors that influence the running of the SPGDT.Method: This research is a research that uses a simple literature review. The database searches used included ScienceDirect, Scopus, PubMed, Portal Garuda and Google Scholar with predefined keywords and inclusion and exclusion criteria.Result: The factors that influence the SPGDT program are standard operating procedures (SOPs) and resources. The results of the study found that SOPs in various regions were still not good at discussing SOPs and socialization to the community. The resources at the puskesmas are good in terms of budget but are still lacking in the human resources section because the implementing officers of the puskesmas unit have never been trained and have not yet obtained an emergency training certificate.Conclusion: In the course of the SPGDT program in various regions, it has not been able to meet central government standards in terms of response time, SOP, and resources.Keywords: SPGDT; emergency; implementation; readiness
Analisis Implementasi Program Ambulan Hebat (Si Cepat) Sepeda Motor Dalam Menangani Kasus Maternal di Kota Semarang (Studi Kasus di Puskesmas Bangetayu) Nurmalitasari, Rahma Adinda; Suryoputro, Antono; Kusumastuti, Wulan
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 20, No 2 (2021): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.20.2.114-125

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Dalam rentan waktu 2018 hingga pertengahan tahun 2020 Puskesmas Bangetayu memiliki jumlah penderita preeklamsia tertinggi di Kota Semarang. Salah satu masalah kesehatan yang dapat ditangani oleh tim medis Ambulan Hebat (Si Cepat) Sepeda Motor adalah preeklamsia. Sayangnya, layanan Ambulan Hebat (Si Cepat) Sepeda Motor yang terdapat pada Puskesmas Bangetayu masih minim digunakan oleh masyarakat khususnya dalam menangani preeklamsia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program Ambulan Hebat (Si Cepat) Sepeda Motor dalam menangani kasus preekamsia di Puskesmas.Bangetayu Kota.Semarang.Metode: Penelitian kualitatif.dengan pendekatan.deskriptif analitik yang dilakukan melalui.wawancara mendalam, sampel dipilih menggunakan teknik.purposive sampling. Penelitian ini.dilakukan pada.bulan Oktober-Desember 2020. Subjek penelitian merupakan penanggung jawab program Ambulan Hebat (Si Cepat) Sepeda Motor,dokter, bidan, dan perawat pelaksana program Ambulan Hebat (Si Cepat) Sepeda Motor. Sedangkan informan triangulasi yaitu kepala Seksi Rujukan Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Semarang, Kepala Puskesmas Bangetayu, Bidan Koordinator Puskesmas Bangetayu, dan Ibu hamil atau melahirkan dengan preeklamsia. Aspek yang dianalisis terdiri dari aspek standar dan sasaran kebijakan, aspek komunikasi, aspek sumber daya, aspek disposisi pelaksana, aspek.karakteristik badan pelaksana, dan aspek lingkungan0ekonomi, sosial dan politik.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan dokter pada malam hari tidak stand by untuk melaksanakan program Ambulan Hebat (Si Cepat) Sepeda Motor di wilayah kerja Puskesmas Bangetayu, sikap bidan pelaksana dinilai tidak ramah, tidak adanya Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang diberikan oleh pihak Dinas Kesehatan0Kota Semarang kepada Puskesmas Bangetayu mengenai pelaksanaan program dalam menangani kasus preeklamsia untuk kedepannya, kepatuhan dan kejujuran petugas dalam menjalankan tugas masih rendah, serta tidak adanya insentif ataupun reward  yang diberikan kepada petugas medis.Simpulan: Implementasi program Ambulan Hebat (Si Cepat) Sepeda Motor dalam menangani kasus preeklamsia masih belum optimal dikarenakan masih ditemukan beberapa kendala dalam pengimplementasiannya. Penelitian ini menyaraknkan kepada Dinas Kesehatan Kota Semarang untuk memberikan Rencana Tindak Lanjut (RTL) mengenai program Ambulan Hebat (Si Cepat) Sepeda Motor dalam menangani kasus preeklamsia kepada pihak puskesmas bangetayu, melakukan pembinaan kepada petugas medis yang melakukan kesalahan, menambah sumber daya manusia, dan memberikan insentif maupun reward sebagai motivasi kerja.Kata kunci: Preeklamsia, Ambulan Hebat (Si Cepat) Sepeda Motor, Wilayah Timur Kota Semarang ABSTRACT Title: Analysis  The Implementation  Of The Ambulance Hebat (Si Cepat) Motorcycle Program In Handling Maternal Case In Semarang City (Case Study At East Region Of Semarang City)Background: From 2018 to 2019 East Region Of Semarang City had the highest0number of preeclampsia patients in Semarang City. One of the health problems that can be handled by the medical team for the Ambulan Hebat (Si Cepat) Motorcycle is preeclampsia. Unfortunately, the Service of the Ambulan Hebat (Si Cepat) Motorcycle that is available at the East Region Of Semarang City is not used optimally by the community especially in dealing with preeclampsia, there is only 1 user in the 2018-2019 period. This study aims to.analyze the implementation of the Ambulan.Hebat (Si Cepat) motorcycle program in handling preeclampsia at East Region Of Semarang City.Method: Qualitative research0with a descriptive-analytic0approach was conducted0through in-depth interviews where the sample was selected using a purposive sampling technique. This research0was conducted in October-December 2020. The research subjects were the person in charge of the Ambulance.Hebat (Si Cepat) Motorcycle Program, the doctors, midwives, and nurses that are implementing the Ambulance Hebat (Si Cepat) Motorcycle Program. Meanwhile, the triangulation informants were the Head of the Health Service Section of the Health Office of Semarang City, the Head of the Public Health Center of Bangetayu, the Coordinating Midwife for the Public Health Center of Bangetayu, and pregnant mothers with preeclampsia. The aspects analyzed consisted of standards and policy objectives, communication, resource, implementing disposition, characteristics0of the implementing agency, and economic, social, and political environmental aspects.Result: The results show the availability of doctors at night does not stand by, the midwife’s attitude is considered unfriendly, there is no follow up plan given by the Public Health Office of Semarang City or the medical team to the Public Health Center of Bangetayu, compliance and honesty of officers in carrying out their duties is still low, and the absence of incentives or rewards given to medical personnel.  Conclusion and Recommendations : The implementation of the Ambulance Hebat (Si Cepat) Motorcycle program in dealing with preeclampsia is not optimal because there are some obstacles in its implementation. This research encourages the Health Office of Semarang City to provide a Follow-Up Action Plan program to the Public Health Center of Bangetayu, guide medical personnel who did mistakes, distributing photos containing the Ambulance Hebat (Si Cepat) call center number to the public through the Whatsapp group distributed by the FKK, changing doctor shifts to 2 shifts, and provide incentives and rewards as work motivation, and tighten sanctions.Keywords: Preeclampsia, Ambulan Hebat (Si Cepat) Motorcycle, East Region Of Semarang City
Pengaruh Pemberian Layanan SMS Gateway Pelaporan Ibu Hamil Berisiko Tinggi terhadap Peningkatan Kinerja Kader dalam Melaporkan Risiko Tinggi Ibu Hamil Herdiyanti, Annisa Maghfira; Suryoputro, Antono; Fatmasari, Eka Yunila
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 19, No 4 (2020): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.19.4.297-303

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Kematian ibu di Semarang sebagian besar dikarenakan ibu memiliki faktor risiko tinggi dan komplikasi pada kehamilannya di mana harapannya dengan semakin cepat kasus risiko tinggi ditemukan dan dilaporkan maka semakin cepat pula penanganan yang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian intervensi SMS gateway pelaporan ibu hamil berisiko tinggi terhadap kinerja kader dalam melaporkan risiko tinggi ibu hamil.Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif menggunakan quasi experimental design dan nonequivalent control group design. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden 54 orang pada setiap kelompok. Variabel bebas pada penelitian ini adalah pemberian SMS gateway sedangkan kinerja kader dalam melaporkan risiko tinggi pada ibu hamil adalah variabel terikat.Hasil: Hasil analisis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan ada perbedaan pretest dan posttest (p=0,000) pada kelompok intervensi setelah diberikan intervensi sedangkan pada kelompok kontrol tidak ada perbedaan pretest dan posttest (p=0,317). Hal ini juga menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kinerja pada kader kelompok eksperimen yang diberikan intervensi dan kader kelompok kontrol yang tidak diberikan intervensi sesuai dengan analisis pengujian beda menggunakan Mann-Whitney U test (α = 0,05 ) dengan hasil nilai P-value (Sig 2-tailed) 0,000.Simpulan: Kesimpulan dari penelitian ini yaitu adanya pengaruh diberikannya SMS gateway pada kinerja kader dalam melaporkan ibu hamil berisiko tinggi di mana kader lebih cepat melaporkan dibandingkan sistem sebelumnya. Saran pada penelitian ini yakni perlunya penelitian lebih lanjut tentang pengaruh SMS gateway terhadap peningkatan kader sepenuhnya dikarenakan hasil penelitian ini baru bisa membuktikan bahwa SMS gateway mempercepat pelaporan ibu hamil berisiko tinggi.Kata kunci: sms gateway, kinerja kader, ibu hamil berisiko tinggi ABSTRACTTitle: The Effect SMS Gateway Reporting Service for High Risk Pregnant Women on Increased Performance of Cadres in Reporting High Risk of Pregnant WomenBackground: Most maternal deaths in Semarang are due to mothers having high risk factors and complications in their pregnancy where the hope is that the sooner cases of high risk are found and reported, the sooner the handling is done. This study aims to determine the effect of providing SMS gateway interventions for reporting high-risk pregnant women to the performance of cadres in reporting high-risk pregnant women.Method: This research uses quantitative research methods using quasi experimental design and nonequivalent control group design. The sampling technique uses total sampling with 54 respondents in each group. The independent variable in this study is the provision of an SMS gateway while the performance of cadres in reporting high risk in pregnant women is the dependent variable.Result: The results of the analysis using the Wilcoxon Signed Rank Test showed that there were differences in the pretest and posttest (p = 0,000) in the intervention group after the intervention was given while in the control group there were no differences in the pretest and posttest (p = 0.317). This also shows that there are differences in the performance of the experimental group cadres who were given the intervention and the control group cadres who were not given the intervention according to the analysis of different tests using the Mann-Whitney U test (α = 0.05) with the results of the P-value (Sig 2 -tailed) 0,000. Conclusion: The conclusion of this study is the influence of the provision of an SMS gateway on the performance of cadres in reporting high-risk pregnant women. where the cadres report faster than the previous system. Suggestion in this research is the need for further research on the effect of SMS gateway on increasing cadre entirely because the results of this study can only prove that SMS gateway accelerates the reporting of high risk pregnant women.Keywords: sms gateway, cadre perfomance, high-risk pregnant women
Stakeholder Mapping Analysis on the Scaling-Up Nutrition Movement during the 1000 Days of Life between the Urban and Rural Government Areas Sriatmi, Ayun; Jati, Sutopo Patria; Suryoputro, Antono; Fatmasari, Eka Yunila
Unnes Journal of Public Health Vol 10 No 1 (2021): Unnes Journal of Public Health
Publisher : Universitas Negeri Semarang (UNNES) in cooperation with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ujph.v10i1.38029

Abstract

The Scaling-Up Nutrition (SUN) Movement was an intervention to overcome chronic malnutrition through integrated stakeholder collaboration. Furthermore, the roles of stakeholders' in the SUN-Movement were not optimal and their characteristics were not yet known based on the groups and government areas (cities and regency). This study aims to map the SUN-Movement stakeholders' roles in different groups and government areas based on their attitudes, powers, and interests. This is an observational descriptive research with a qualitative approach. Totally of 30 institutions as stakeholders were involved in this study and divided into 3 different groups, namely Decision Maker (DM), Provider (P), and Clients & Representatives (CR). The DM group have the power to influence programs. Also, the P group was better at handling technical issues, however, it cannot build collaboration with other stakeholders. The CR tend to build this collaboration passively, nevertheless, it does not consider the SUN-Movement to be important. Consequently, each stakeholder views their roles differently. Different perceptions about stakeholders' roles in various indicators and government areas reveals an implementation gap in the SUN-Movement. Therefore, in conclusion, strengthening advocacy, coordination, routine socialization, and communication between stakeholders could bridge the needs, constraints and challenges that cause malnutrition and stunting.
Factors Associated With The Utilization of Healthcare Facility Among The Ederly in X Hospital Semarang Oktavianti, Theresia Anggita; Suryoputro, Antono; Sugiarto, Yohanes
Public Health Perspective Journal Vol 6, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Recently, the percentage of older adults in Semarang has increased significantly because of the success of national development in the field of health and welfare. Elderly people tend to have greater healthcare utilization because of their health status. However, we need to know the factors that influence the elderly in utilizing health services in X 65%hospitals in the framework of developing a geriatric clinic for improving elderly health services in Semarang. This study aimed to identify factors related to the use of outpatient services among the X Hospital elderly. This is cross sectional study using data from X Hospital, conducted in Januari- Maret 2020 Only those who were 60 years or older were included in the analyses. We used a logistic regression analysis to determine factors associated with use of outpatient services. Among 100 participants, 65% of respondents had actived using the outpatient services in X Hospital. Factors associated with the use of outpatient services were family income, knowledge, attitude of health worker, hospital facilities, self-rated health, the number of chronic conditions, and Activities of Daily Living (ADL).The need for elderly patients in outpatient services is likely to increase along with the increasing elderly population in Indonesia in general and in the City of Semarang in particular. Elderly activeness in Hospital X in utilizing health services in Hospital X provides an opportunity for hospitals in the development of geriatric clinics and service which are currently being initiated by hospitals. Geriatric services at X Hospital providing services to elderly patients to improve the quality of their health, both psychologically and physically., and facilitate them to access appropriate health services according to their needs
Pelaksanaan Keselamatan Pasien di Puskesmas X Ditinjau dari Tujuh Langkah Menuju Keselamatan Pasien Astriyani, Sri; Suryoputro, Antono; Budiyanti, Rani Tiyas
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 20, No 3 (2021): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.20.3.150-158

Abstract

Latar belakang: Puskesmas sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan berkewajiban dalam memberikan pelayanan kesehatan yang aman dan bermutu. Pelaksanaan program keselamatan pasien juga merupakan suatu hal yang wajib dilaksanakan oleh seluruh fasilitas pelayanan kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan. Puskesmas X adalah salah satu Puskesmas yang ada di Kabupaten Temanggung dengan status akreditasi madya. Adapun tujuan dalam penelitian ini yaitu menganalisis pelaksanaan program keselamatan pasien di Puskesmas X Kabupaten Temanggung.Metode: Penelitian kualitatif menggunakan pendekatan studi kasus di Puskesmas X. Teknik pengumpulan data yaitu indepth interview dengan purposive sampling. Subyek penelitian ini yaitu Kepala Puskesmas, Penanggungjawab Keselamatan Pasien, Penanggungjawab Ruangan serta pasien.Hasil: Pelaksanaan program keselamatan pasien di Puskesmas X belum dilaksanakan secara optimal. Hal ini dikarenakan komitmen akan pelaksanaannya yang masih kurang terutama pada sisem pelaporan insiden. Adapun Puskesmas X juga belum menerapkan Tujuh Langkah Menuju Keselamatan Pasien sehingga dalam pelaksanaannya masih belum sesuai dengan Permenkes yang mengatur tentang keselamatan pasien. Selain itu juga terdapat beberapa faktor yang menyebabkan pelaksanaan keselamatan pasien belum optimal yaitu, jumlah SDM yang kurang dan kurangnya pelatihan terkait keselamatan pasien, tidak adanya anggaran dana untuk program keselamatan pasien, serta belum adaya kebijakan/SOP yang mengatur tentang penerapan Tujuh Langkah Menuju Keselamatan Pasien.Simpulan: Oleh karena itu, Puskesmas perlu membuat kebijakan/SOP yang mengatur tentang penerapan Tujuh Langkah Menuju Keselamatan Pasien sehingga dalam pelaksanaan program keselamatan pasien dapat lebih tersistem dan terukur agar dapat lebih optimal.Kata kunci: Keselamatan Pasien, Program, Tujuh Langkah Menuju Keselamatan Pasien ABSTRACTTitle: Analysis of the implementation of patient safety program at  X  Public Health Center, Temanggung RegencyBackground: Publis Health Center as a health service facility is obliged to provide safe and quality health services. Implementation of a patient safety program is also something that must be carried out by all health service facilities in providing health services. X Public Health Center is one of the Public health center in Temanggung Regency with intermediate accreditation status. The purpose of this study is to analyze the implementation of the patient safety program at the X Public Health Center, Temanggung Regency.Methods: Qualitative research using a case study  approach at X Public Health Center. The data collection technique was in-depth interview with purposive sampling. The subjects of this study were the head of the Public health center, the person in charge of patient safety, the person in charge of the room and the patient.Result: The implementation of the patient safety program at the X Public Health Center has not been implemented optimally. This is due to the lack of commitment to implementation, especially in the incident reporting system. The X Public Health Center also has not implemented the Seven Steps to Patient Safety so that its implementation is still not in accordance with the Permenkes which regulates patient safety. In addition, there are several factors that cause the implementation of patient safety is not optimal include, the lack of human resources and lack of training related to patient safety, the absence of a budget for patient safety programs, and no policies / SOPs that regulat about implementing the Seven Steps to Patient Safety.Conclusion: Therefore, the Puskesmas needs to make a policy / SOP that regulates the implementation of the Seven Steps to Patient Safety so that the implementation of patient safety programs can be more systematic and measured in order to be more optimal.Keywords: Patient Safety, Program, Seven Steps to Patient Safety
Apakah Pelaksanaan Program Jogo Tonggo di Desa Kauman Kabupaten Pekalongan Efektif ? Sholichat, Baqiatus; Suryoputro, Antono; Nandini, Nurhasmadiar
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 20, No 4 (2021): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.20.4.212-218

Abstract

Latar belakang: Sehubungan dengan meningkatnya wabah COVID-19 dan penularannya di Desa Kauman, Kabupaten Pekalongan dengan 22 kasus positif COVID-19 per 28 Januari 2021, perlu adanya upaya percepatan penanganan COVID-19 secara sistematis, terstruktur dan menyeluruh melalui pembentukan “Satgas Jogo Tonggo”. Desa Kauman merupakan salah satu desa di Kabupaten Pekalongan yang menerapkan Jogo Tonggo. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis implementasi Program Jogo Tonggo dengan melihat aspek organisasi, interpretasi, dan aplikasi.Metode: Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan teknik analisis konten. Kegiatan analisis ini meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan data. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam terhadap informan yang dipilih berdasarkan purposive sampling. Subjek penelitian yaitu Ketua Satgas Jogo Tonggo RW 02, RW 05, RW 07, satgas kesehatan, satgas ekonomi, satgas sosial dan keamanan serta satgas hiburan. Sedangkan informan triangulasi yaitu Kepala Desa Kauman, sekretaris desa, fungsional sanitarian, dan Warga Desa Kauman.Hasil: Pelaksanaan Program Jogo Tonggo di Desa Kauman baru mencakup dua bidang, yaitu bidang kesehatan dan ekonomi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi Program Jogo Tonggo belum berjalan optimal dipengaruhi beberapa faktor yaitu keterlibatan masyarakat yang masih rendah, ketidaksesuaian komunikasi dan koordinasi di tingkat desa dikarenakan Ketua RW belum menerima lampiran susunan Satgas Jogo Tonggo, koordinasi Satgas Jogo Tonggo tidak dilaksanakan secara berjenjang, belum terdapat anggaran khusus untuk kegiatan operasional pelaksanaan program tingkat RW, serta sarana prasarana belum didistribusikan kepada tiap RW dan masih menumpuk di balai desa.Simpulan: Pelaksanaan Program Jogo Tonggo di Desa Kauman belum berjalan optimal dipengaruhi oleh ketidaksesuaian komunikasi dan koordinasi di tingkat desa, belum tersedianya anggaran khusus untuk pelaksanaan Program Jogo Tonggo, serta keterlibatan masyarakat dalam proses pembentukan Satgas Jogo Tonggo masih minim, sehingga masyarakat tidak mengetahui tugas, wewenang dan tanggung jawab dari Program Jogo Tonggo.Kata kunci: COVID-19; Jogo Tonggo; Pemberdayaan Masyarakat ABSTRACTTitle: Is The Jogo Tonggo Program Implementation in Kauman Village, Pekalongan Regency Effective?Background: Due to the increase and transmission of COVID-19 outbreak in Kauman Village, Pekalongan Regency with 22 positive cases of COVID-19 in January 28th 2021, it is necessary to have efforts to accelerate the handling of COVID-19 in a systematic, structured and comprehensive manner through the formation of the "Satgas Jogo Tonggo". Kauman Village is one of the villages in Pekalongan Regency which implements Jogo Tonggo. The purpose of this study is to analyze the implementation of The Jogo Tonggo Program by looking at aspects of the organization, interpretation, and application.Methods: This study was a qualitative descriptive study with a content analysis technique approach. This analysis activity included data collection, data reduction, data presentation, and drawing data conclusions. Data were collected by in-depth interviews with selected informants based on purposive sampling. The research subjects were The Head of Satgas Jogo Tonggo RW 02, RW 05, RW 07, the health satgas, the economic satgas, the social and security satgas and the entertainment satgas. The triangulation informants were The Head of Kauman Village, the village secretary, the sanitarian functional and the kauman village residents.Result: The implementation of The Jogo Tonggo Program in Kauman Village covers only two sectors, such as the health and economic sectors. The results of this study indicated that the implementation of The Jogo Tonggo Program has not been optimal due to several factors, such as low community involvement, inadequacy of communication and coordination at the village level because The Head of the Rukun Warga (RW) has not received a attachment of The Satgas Jogo Tonggo, The Satgas Jogo Tonggo’s coordination was not implemented in stages, there is no specific budgets for operational activities of program implementation at the RW level, and infrastructure have not been distributed to each RW because still piled up in the village hall.Conclusion: The implementation of The Jogo Tonggo Program in Kauman Village has not been running  optimally due to the mismatch of communication and coordination at the village level, the unavailability of a specific budget for the implementation of The Jogo Tonggo Program, and community involvement in the process of establishing The Satgas Jogo Tonggo was still minimal, so that the community does not know the duties, authorities and the responsibility of The Jogo Tonggo program. Keywords: COVID-19; Jogo Tonggo; Community Empowerment 
Faktor-Faktor yang Berpengaruh pada Kepatuhan Masyarakat terhadap Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19 di Desa Banyukuning, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang Yuliyanti, Fitria; Suryoputro, Antono; Fatmasari, Eka Yunila
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 20, No 5 (2021): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.20.5.334-341

Abstract

Latar belakang: Pemerintah Indonesia membentuk kebijakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 sebagai upaya untuk menekan penyebaran virus tersebut di seluruh Indonesia. Desa Banyukuning merupakan desa yang masih aktif dalam membuat sebuah acara pada masa pandemi COVID-19 dan ditemukan permasalahan terkait dengan kepatuhan protokol kesehatan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor apa saja yang memiliki hubungan dengan kepatuhan masyarakat serta untuk melihat kondisi masyarakat Desa Banyukuning dalam tanggap pencegahan Covid-19.Metode: Metode penelitian menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah responden 96 orang yang dipilih dengan teknik quota/proporsional sampling.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin, tingkat pendidikan, sarana prasarana, pengawasan, dan dukungan tokoh masyarakat memiliki hubungan yang signifikan dengan kepatuhan masyarakat dengan nilai p di bawah 0,05.Simpulan: Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan memaksimalkan program “Jogo Tonggo” yang digalakkan oleh pemerintah daerah untuk menjaga sikap masyarakat yang waspada, peduli, dan informatif terhadap perkembangan Covid-19.Kata kunci: Kepatuhan; Pencegahan; Covid-19  ABSTRACTTitle: Factors Affecting Community Compliance toward Covid-19 Prevention Health Protocol in Banyukuning Village, Bandungan District, Semarang RegencyBackground: As part of an effort to reduce the spread of the virus throughout Indonesia, the Indonesian government established a health protocol policy for Covid-19 prevention. Banyukuning Village is a village that is still active in making events during the COVID-19 pandemic and problems related to compliance with health protocols. The purpose of this study is to discover what factors influence community compliance and to assess the community's readiness to respond to Covid-19 prevention in Banyukuning.Method: A quantitative research design with a cross-sectional approach was used in the research method. The total number of respondents was 96, and they were chosen using a quota / proportional sampling technique.Result: Gender, education level, infrastructure, supervision, and support from community leaders were found to have a significant relationship with community compliance, with a p value less than 0.05.Conclusion: One effort that can be made is to maximize the local government's "Jogo Tonggo" program in order to maintain an alert, caring, and informative attitude toward the development of Covid-19.Keywords: Compliance; Prevention; Covid-19
Co-Authors Abdullah, Rabiya Achadi Nugraheni, Sri Achmat Luthfi Yakim Adi, Matheus Sakundarno Aditya Kusumawati, Aditya Adiz, Matheus Sakundarno AGNES FRIDOLIN Agnes Fridolin Ani Margawati Anna Maulina L. Annisa, Aulia Any Setyawati Aprianti, Aprianti Arnia Dian Kusuma Devi Arrohmah, Munib Astriyani, Sri Ayu Fitriani Ayun Sriatmi Ayun Sriatmi Bagoes Widjanarko Besar Tirto Husodo BUDIYONO Budiyono Budiyono Cahya Tri Purnami Dewi Puspitaningrum Dewi, Eltanin Kumala Dewi, Miralda Septri Dian Ardyanti Rauf Dimas Aulia Savitri Dina Apriana Dinda Nestelita Djoko Trihadi Lukmono Dwi Ayu Tirtaningrum Dwi Rizky Novianto Edi Siswanto Einurkhayatun, Biyanda Eka Yunila Fatmasari Eka Yunila Fatmasari, Eka Yunila Emilia Yunritati Rehing Emilia Yunritati Rehing Erliana, Nina Erlin Friska Ernawati Ernawati Farid Agushybana Farid Farid Agushybana Fatwa Firdhaus, Oki Ino Firdha Rahma Nurbadlina Firdhaus, Oki Ino Fatwa Fitri, Tari Adelia Frederikus Feribertus Nikat Gunawan Widiyanto Gunchmaa Nyam Handayani, Novia Hanifah Ardiani Hapsari, Ariska Tri Hati, Konstantinus Herdiyanti, Annisa Maghfira Heri Winarno Herlin Fitriana Kurniawati Hestyani Kelananingrum Hillary Jeany Alfaresedes K. Heri Nugroho HS, K. Heri Kurnia Ramadhani, Kurnia Laksmono Widagdo Laksmono Widagdo Larasati, Nurina Dyah Lina Dwi Yoga Pramana Lina Dwi Yoga Pramana Maria Ulfa Maria Ulfa Mat Zudi Mateus Sakundarno Adi, Mateus Sakundarno Maya Chrisdita Mela Nofitri Mela Notri Meliantha Asmarani Kusumawardani Murni Murni Mustalia, Mustalia Muthmainnah M, Muthmainnah Nicholas J Ford Nicholas J. Ford Nidya Diah Prameswati Niken Meilani Noby Winarsa Nofitri, Mela Nurhasmadiar Nandini Nurmalitasari, Rahma Adinda Oktavianti, Theresia Anggita Paramesthi, Prasasya Paramytha Magdalena Sukarno Putri Penggalih Mahardika Herlambang Pertiwi, Dian Ratna Pratiwi, Nastiti Bandari Priyadi Nugraha P Purnamawati, Rifka Putri Asmita Wigati Rahayu, Lintang Kemuning Mustikaning Rahma, Fanny Pradila Rani Tiara Desty Rani Tiyas Budiyanti Ratih Indraswari Ratih Indraswari Rochwati, Siti Romdhonah Romdhonah Romdhonah Romdhonah Ryna Mahdalena Ambarita Safira Ika Putri Sakundarno Adi Sakundarno Adi Satar Satar, Satar Satria Bhirawa Anuraga, Pandjie Septian Emma Dwi Jatmika, Septian Emma Dwi Septo Pawelas Arso Setyoningsih, Rr. Devi Noviana Sholichat, Baqiatus Siti Helmyati Siti Waghisatul Astutik Soeharyo Hadisaputro Sofie Astri Risanty Sorpiyani Munthe Sri Achadi Nugraheni Sudarwati Nababan Sudrisman, Sudrisman Sukenty, Ninik Trisnawati Suryono, Lucky Aris Susilaksmi, Ida Sutopo Patria Jati Sutopo Patria Jati Syamsuhuda Budi Musthofa Syamsul Huda Syamsulhuda BM Syamsulhuda Budi Musthofa Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum Titi Legiati PS Tri Yuni Kuswandari, Tri Yuni Ulya, Siti Afuzal Wahyu Andriyanto Widiastuti, Indiyah Widyastuti, Rachma Dwi Wulan Kusumastuti Wulan Kusumastuti Y Warella Yayang Khairunnisa Agusti Yohanes Sugiarto, Yohanes Yudhanto, Yoga Yuliani Setyaningsih Yuliati, Erni Yulis Muktafi'ah Yulis Muktafiah Yuliyanti, Fitria Yuningsih, Silvia Anita Yuslana, Yuslana Zahroh Shaluhiyah