Claim Missing Document
Check
Articles

DETERMINAN WAKTU TUNGGU PELAYANAN RAWAT JALAN DI FASILITAS LAYANAN KESEHATAN PRIMER Pingki Agit Setyasih; Muhammad Purnomo; Muhamad Jauhar; Edi Wibowo Suwandi; Novy Kumalasari; Ifa Nailatul Iza
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 16, No 2 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v16i2.3019

Abstract

Waktu tunggu merupakan durasi yang diperlukan pasien sejak pendaftaran hingga pemeriksaan oleh dokter. Standar ideal menurut Kementerian Kesehatan adalah ≤60 menit. Waktu tunggu yang lama dapat memperburuk kondisi pasien dan menurunkan mutu pelayanan di fasilitas kesehatan seperti Puskesmas. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kompetensi teknis petugas, ketepatan waktu pelayanan, ketersediaan sumber daya manusia (SDM), pelayanan administrasi, ketersediaan sarana dan prasarana, serta pelayanan pendaftaran dengan waktu tunggu pasien rawat jalan. Penelitian dilaksanakan di UPT Puskesmas Kaliwungu, Kabupaten Kudus, pada November 2023 hingga Mei 2024, menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan kuantitatif deskriptif dan rancangan cross sectional. Sampel sebanyak 96 responden dipilih dengan teknik purposive sampling, berdasarkan kriteria pasien yang pernah berkunjung ke Puskesmas untuk pelayanan rawat jalan serta mampu membaca dan menulis. Instrumen penelitian berupa kuesioner pelayanan rawat jalan dan lembar observasi waktu tunggu pasien. Pengumpulan data dilakukan secara langsung setelah mendapatkan informed consent, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi teknis petugas (p=0,003) dan ketepatan waktu pelayanan (p=0,004) memiliki hubungan signifikan terhadap waktu tunggu pasien. Sementara itu, ketersediaan SDM (p=0,070), pelayanan administrasi (p=0,130), ketersediaan sarana dan prasarana (p=0,484), dan pelayanan pendaftaran (p=0,014) tidak menunjukkan hubungan signifikan. Kesimpulannya, peningkatan kompetensi petugas dan ketepatan waktu pelayanan perlu menjadi prioritas. Disarankan agar Puskesmas Kaliwungu meningkatkan koordinasi antar petugas guna mempercepat proses pelayanan dan meminimalkan waktu tunggu pasien.
KESADARAN DIRI DAN KEPATUHAN PENGOBATAN PADA KLIEN DENGAN HIPERTENSI DI MASYARAKAT Edi Wibowo Suwandi; Muhamad Jauhar; Dewi Hartinah; Monica Artha Jelita; Edita Pusparatri; Fitriana Kartikasari
Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia Vol 10 No 2 (2026): JURNAL KEPERAWATAN WIDYA GANTARI INDONESIA (JKWGI)
Publisher : Nursing Department, Faculty of Health, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52020/jkwgi.v10i2.14122

Abstract

The increasing number of hypertension cases is caused by non-compliance with hypertension treatment. This occurs due to a lack of self-awareness. If this is left untreated, it can have an impact on the incidence of hypertension, which can lead to complications such as heart failure, stroke, and kidney failure. So it can impact the economic and social burden of the community on the treatment phase and loss of community productivity. This study aims to analyze the relationship between self-awareness and adherence to hypertension treatment in the community. The research design used correlation analysis with a cross-sectional approach. The independent variable is self-awareness, and the dependent variable is medication adherence. This study was conducted in a village in Kudus Regency, which is a hypertension locus, in 2025. The research sample of 80 hypertension clients was selected through a total sampling technique based on inclusion and exclusion criteria. The research instrument used the MAAS (Mindfulness Attention Awareness) questionnaire to measure self-awareness and the MMAS-8 (Morisky Medication Adherence Scale) to measure medication adherence. Data analysis used the chi-square test. The results showed a statistically significant relationship between self-awareness and medication adherence with a p-value = 0.03 (p < 0.05). Self-awareness affects medication adherence in hypertension clients in the community. There is a need for strategic interventions to improve medication adherence by increasing public awareness of the importance of hypertension management in the community.