Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH MODEL PROJECT-BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS KARYA ILMIAH PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 3 PEMATANGSIANTAR Gultom, Sopanro; Saragih, Vita Riahni; Silitonga, Immanuel Doclas Belmondo; Tambunan, Marlina Agkris; Siregar, Junifer
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.47656

Abstract

 This study aims to determine the effect of the Project-Based Learning model on students' scientific writing ability in class XI-1 of SMA Negeri 3 Pematangsiantar. The background of the study was the students' difficulty in organizing scientific paper structure, developing ideas, using formal academic language, and applying spelling and punctuation accurately. This research used a quantitative experimental approach with a one-group pre-test and post-test design. The sample consisted of 36 students selected through purposive sampling. The research instrument was a scientific paper writing test assessed through five aspects: structure and systematics, content development and material accuracy, use of standard language, spelling and punctuation accuracy, and writing neatness. Data were analyzed by calculating the mean score, percentage of each assessment aspect, and normalized gain (N-Gain). The results showed that the average pre-test score was 67.92, while the average post-test score increased to 84.44. The average N-Gain score was 0.49356, categorized as moderate, and the N-Gain percentage was 49.35596%, categorized as less effective. These findings indicate that Project-Based Learning has a positive effect on students' scientific writing ability, although its implementation still needs to be optimized through better time management, intensive teacher guidance, clear writing examples, and continuous writing practice.  
ANALISIS WACANA KRITIS PADA TEKS BERITA ONLINE SENGKETA 4 PULAU ACEH DAN SUMATERA UTARA Angelica Magira Siahaan; Marlina Agkris Tambunan; Vita Riahni Saragih; Junifer Siregar; Immanuel Doclas Belmondo Silitonga
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1044

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur wacana kritis pemberitaan sengketa empat pulau antara Provinsi Aceh dan Sumatera Utara di media daring CNNIndonesia.com dan Kompas.com menggunakan model analisis wacana kritis Teun A. Van Dijk yang meliputi tiga dimensi struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro. Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, di mana data diambil dari teks berita tanpa observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada struktur makro, CNNIndonesia.com menonjolkan aspek administratif dan politik, seperti peran Gubernur Sumatera Utara, Menteri Dalam Negeri, dan keputusan Presiden Prabowo, sedangkan Kompas.com lebih menekankan tema perdamaian, rekonsiliasi, dan persatuan nasional. Pada superstruktur, kedua media memiliki pola penyajian serupa: dimulai dari judul dan lead yang menyoroti inti peristiwa, diikuti isi berita yang menguraikan kronologi, dasar hukum, serta tanggapan pihak terkait, dan ditutup dengan penegasan pesan utama. Pada struktur mikro, CNNIndonesia.com menggunakan diksi teknis dan formal yang menegaskan otoritas negara, sedangkan Kompas.com memilih leksikon emosional dan persuasif untuk menonjolkan semangat kebersamaan. Secara keseluruhan, konstruksi wacana kedua media tidak hanya menyajikan fakta administratif, tetapi juga merefleksikan ideologi media CNNIndonesia.com berorientasi pada legalitas dan otoritas negara, sementara Kompas.com menonjolkan integrasi sosial dan nasionalisme.
ANALISIS TINDAK TUTUR PADA ACARA ADAT MARHATA SINAMOT DALAM PERNIKAHAN ADAT BATAK TOBA (KAJIAN PRAGMATIK) Desy Silvia Lubis; Jumaria Sirait; Vita Riahni Saragih; Marlina Agkris Tambunan; Immanuel Doclas Belmondo Silitonga
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1047

Abstract

Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan menganalisis secara mendalam bentuk dan fungsi tindak tutur (lokusi, ilokusi, dan perlokusi) yang terwujud dalam acara adat marhata sinamot pada pernikahan Batak Toba. Marhata sinamot merupakan perundingan resmi di Parsoburan, Kabupaten Toba Samosir, untuk menentukan besaran sinamot sebagai simbol tanggung jawab dan keseriusan pihak laki-laki. Data diperoleh dari observasi, wawancara, dan dokumentasi tokoh adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur dalam tradisi ini memiliki pola pragmatik yang khas: Tindak lokusi digunakan sebagai penyampai informasi faktual mengenai maksud kedatangan dan tawaran awal; Tindak ilokusi didominasi oleh fungsi komisif (seperti menawarkan dan berjanji) dan deklarasi (mengesahkan keputusan); sementara tindak perlokusi berimplikasi langsung pada tercapainya kesepakatan (sarimatua), dipereratnya hubungan kekerabatan, dan kelancaran teknis pesta. Melalui kajian ini, terungkap bahwa tindak tutur dalam marhata sinamot bukan sekadar alat komunikasi transaksional, melainkan refleksi kuat dari hierarki sosial, sistem nilai, dan makna budaya yang mengakar dalam masyarakat Batak Toba.
ANALISIS STILISTIKA DALAM KUMPULAN PUISI "HIDUP TETAP BERJALAN DAN KITA TELAH LUPA ALASANNYA" KARYA IBE S. PALOGAI Tiara Samosir; Marlina Agkris Tambunan; Junifer Siregar; Jumaria Sirait; Immanuel Doclas Belmondo Silitonga
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1051

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kekayaan stilistika dalam kumpulan puisi Hidup Tetap Berjalan dan Kita Telah Lupa Alasannya karya Ibe S. Palogai, dengan fokus pada analisis pemajasan, penyiasatan struktur, dan citraan. Latar belakang penelitian ini adalah kurangnya kajian stilistika komprehensif terhadap puisi kontemporer Indonesia yang memanfaatkan bahasa simbolik dan reflektif secara intens, padahal karya Palogai menawarkan kompleksitas bahasa yang signifikan untuk diurai. Urgensi penelitian ini terletak pada upaya sistematis untuk mengungkap bagaimana estetika kebahasaan penyair, yang merupakan kunci memahami pandangan dunianya, diejawantahkan dalam karya tersebut. Penelitian kkajian kualitatif deskriptif ini menggunakan pendekatan stilistika, dengan data berupa larik, kata, dan struktur kebahasaan yang mengandung unsur gaya bahasa dan imaji sastra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metafora merupakan pemajasan yang paling dominan (45 kemunculan), menandai kecenderungan penyair mengolah bahasa secara simbolik untuk makna eksistensial. Pada aspek struktur, hiperbola paling sering digunakan, berfungsi memperkuat intensitas emosi. Sementara itu, citraan visual menjadi citraan yang paling menonjol, menunjukkan kemampuan penyair membangun imaji konkret dan reflektif. Secara keseluruhan, gaya Palogai memperlihatkan perpaduan antara simbolisme, emosionalitas, dan kedalaman filosofis tentang kehidupan manusia.
ANALISIS SEMIOTIKA PADA NOVEL "3726 MDPL" KARYA NURWINA SARI Elisa Ellen Hotmarina Hutajulu; Jumaria Sirait; Immanuel Doclas Belmondo Silitonga; Marlina Agkris Tambunan; Junifer Siregar
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1054

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis secara mendalam tanda-tanda (sign) yang termuat dalam novel 3726 MDPL karya Nurwina Sari, sebuah karya yang kaya akan deskripsi alam dan perjuangan hidup, namun membutuhkan interpretasi semiotik untuk mengungkap pesan tersembunyi pengarang. Tanpa analisis sistematis, lapisan makna yang kompleks mengenai representasi lingkungan, nilai moral, dan perjuangan manusia dalam novel tersebut berisiko terlewatkan, sehingga urgensi penelitian ini adalah menjamin pemahaman yang komprehensif. Masalah penelitian ini berfokus pada identifikasi bentuk tanda, hubungan tanda dengan objek, dan interpretant yang dihasilkan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan kerangka semiotika Charles Sanders Peirce; metode ini dipilih karena kemampuannya dalam membedah proses semiosis melalui trikotomi tanda (qualisign, sinsign, legisign), objek (ikon, indeks, simbol), dan interpretant (rheme, dicent sign, argument). Hasil penelitian mengidentifikasi 60 data tanda yang merefleksikan hubungan manusia dan lingkungan serta nilai-nilai perjuangan. Kesimpulannya, semiotika Peirce efektif digunakan untuk mengungkap kekayaan makna dalam novel 3726 MDPL.
ANALISIS MAKNA ORNAMEN PINAR RUMAH ADAT SIMALUNGUN (KAJIAN SEMIOTIKA) Ckrisna Ajai Purba; Jumaria Sirait; Junifer Siregar; Marlina Agkris Tambunan; Vita Riahni Saragih
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1056

Abstract

Penelitian ini mengkaji ukiran pinar pada Rumah Bolon Simalungun sebagai warisan budaya Simalungun di Sumatera Utara, yang rentan tergerus modernisasi. Konteks historis dan kultural ornamen ini memerlukan pemahaman mendalam. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengidentifikasi, mengklasifikasikan bentuk dan motif pinar melalui pendekatan semiotika Ferdinand de Saussure, serta memahami maknanya dalam konteks masyarakat Simalungun. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian berfokus pada analisis makna simbolik dan fungsi budaya ornamen. Lokasi penelitian meliputi Museum Simalungun (Pematangsiantar) dan Rumah Bolon Pematang Purba (Simalungun). Hasil penelitian menunjukkan pinar adalah sistem tanda Saussurean, di mana bentuk visual (signifier) merepresentasikan makna filosofis (signified) nilai-nilai luhur masyarakat Simalungun, seperti perlindungan, keseimbangan, kekuatan, dan hubungan spiritual. Variasi bentuk yang muncul diyakini tidak menggeser makna simbolik intinya. Penelitian ini merekomendasikan pelestarian melalui edukasi budaya dan pemberdayaan seniman agar filosofi Rumah Bolon Simalungun tetap lestari.
ANALISIS KESANTUNAN BERBAHASA DALAM BUKU "NANTI JUGA SEMBUH SENDIRI" KARYA HELO BAGAS Johanes Riscy Purba; Jumaria Sirait; Junifer Siregar; Marlina Agkris Tambunan; Vita Riahni Saragih
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1057

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kebutuhan akan literatur self-healing yang mampu merangkul pembaca tanpa memberikan kesan menggurui atau menghakimi. Meskipun buku pengembangan diri bertema kesehatan mental marak diterbitkan, seringkali terdapat kesenjangan dalam penggunaan gaya bahasa yang mampu menyentuh sisi emosional pembaca secara santun dan empatik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan maksim kesantunan berbahasa dalam buku “Nanti Juga Sembuh Sendiri” karya Helo Bagas sebagai strategi kebahasaan dalam mendukung pemulihan kesehatan mental. Dengan pendekatan kualitatif dan metode studi pustaka (library research), data dianalisis menggunakan teori kesantunan Geoffrey Leech. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kesantunan berbahasa sangat dominan dengan tingkat kepatuhan mencapai 82,7%. Maksim Simpati menjadi yang paling menonjol, diikuti oleh Maksim Kerendahan Hati, Penghargaan, Kebijaksanaan, Kedermawanan, dan Permufakatan. Temuan ini mengungkapkan bahwa penggunaan strategi kesantunan tersebut berfungsi memberikan validasi emosional, menormalisasi pengalaman negatif, serta membangun rasa memiliki (sense of belonging) bagi pembaca. Penerapan prinsip kesantunan Leech secara kontekstual terbukti menciptakan narasi yang hangat dan suportif, sehingga bahasa santun dalam literatur self-healing tidak sekadar menyampaikan informasi, tetapi berperan krusial dalam membantu pembaca memproses pengalaman kesehatan mental secara lebih sehat dan konstruktif.
ANALISIS GAYA BAHASA DAN NILAI PENDIDIKAN PADA NOVEL "INGATAN IKAN-IKAN" KARYA SASTI GOTAMA Ester Angelita Saragih; Marlina Agkris Tambunan; Immanuel Doclas Belmondo Silitonga; Junifer Siregar; Vita Riahni Saragih
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1058

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya bahasa dan nilai pendidikan yang terkandung dalam novel Ingatan Ikan-Ikan karya Sasti Gotama, didorong oleh urgensi menelaah karya sastra kontemporer sebagai media transmisi nilai-nilai moral dan sosial. Meskipun novel ini kaya akan unsur estetik dan naratif yang kompleks, potensi didaktisnya perlu diungkap lebih jauh. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada dua rumusan masalah utama: (1) bagaimana gaya bahasa (majas) yang digunakan dalam novel, dan (2) bagaimana bentuk nilai pendidikan yang termuat di dalamnya. Penelitian kualitatif-deskriptif ini menggunakan pendekatan analisis isi (content analysis) terhadap data yang dikumpulkan melalui studi kepustakaan dari novel sebagai sumber utama dan literatur teori sastra pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ini menggunakan variasi majas yang signifikan, meliputi metafora, simbolik, paradoks, oksimoron, dan litotes, yang memperkuat ekspresi emosional tokoh. Selain itu, novel ini mengandung nilai pendidikan karakter berupa religiusitas, kerja keras, dan kepedulian sosial yang tercermin melalui tindakan para tokoh. Dengan demikian, novel Ingatan Ikan-Ikan tidak hanya berfungsi sebagai karya sastra yang indah secara estetis, tetapi juga efektif sebagai media pendidikan karakter yang reflektif bagi pembaca.
ANALISIS GAYA BAHASA DAN PESAN MORAL PADA NOVEL "AKU JUGA INGIN DIANGGAP" KARYA WULAN DWI BIRAENG Maria Dornauli Sitorus; Jumaria Sirait; Immanuel Doclas Belmondo Silitonga; Marlina Agkris Tambunan; Junifer Siregar
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1060

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya bahasa (stilistika) dan nilai moral dalam novel Aku Juga Ingin Dianggap karya Wulan Dwi Biraeng, sebuah karya yang urgen dikaji karena mengangkat isu kompleks seperti pengabaian emosional dan pencarian pengakuan diri dalam dinamika keluarga. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan pendekatan struktural dan stilistika. Data dikumpulkan melalui teknik baca dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ini menggunakan gaya bahasa puitis dan reflektif, didukung oleh majas perbandingan, pertentangan, pertautan, dan repetisi yang efektif menonjolkan gejolak batin tokoh. Pesan moral yang terkandung meliputi moral etika, individual, dan hukum. Moral etika menyoroti pentingnya peran orang tua sebagai pelindung, bukan sumber penderitaan. Moral individual tecermin dalam penyesalan Arlan terhadap Reyana, menekankan pentingnya menghargai orang lain selagi ada. Sementara itu, moral hukum digambarkan melalui keputusan Arlan untuk menyerahkan diri, menunjukkan kesadaran atas tanggung jawab dan konsekuensi perbuatan. Secara keseluruhan, novel ini menyampaikan pesan kuat tentang nilai kasih sayang, kesadaran diri atas kesalahan, serta tanggung jawab hukum dan moral.
ANALISIS MIMESIS NOVEL “DUNIA SUNYI” KARYA ACHI TM Reny Rianti Pakpahan; Junifer Siregar; Marlina Agkris Tambunan; Jumaria Sirait; Vita Riahni Saragih
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1061

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis novel Dunia Sunyi karya Achi TM melalui pendekatan mimesis serta mengidentifikasi nilai-nilai sosial dan kemanusiaan yang tercermin di dalamnya. Pendekatan mimesis digunakan untuk menelaah sejauh mana karya sastra ini merefleksikan realitas kehidupan penyandang disabilitas, khususnya tunarungu, dalam konteks sosial masyarakat Indonesia. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pustaka (library research) dengan sumber utama berupa teks novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dunia Sunyi secara realistis menggambarkan perjalanan penyandang disabilitas dari penolakan menuju penerimaan, serta perjuangan keluarga dalam menghadapi stigma sosial. Melalui tokoh-tokohnya, novel ini menampilkan berbagai nilai sosial dan kemanusiaan seperti empati, kasih sayang, solidaritas, perjuangan, dan rekonsiliasi. Sosok Bu Sulis dan Wulan menjadi simbol kekuatan, keteguhan, serta cinta tanpa syarat dalam menghadapi keterbatasan. Selain itu, novel ini menegaskan pentingnya dukungan keluarga, pendidikan, dan lingkungan inklusif dalam membangun keadilan sosial bagi penyandang disabilitas. Dengan demikian, Dunia Sunyi tidak hanya meniru realitas sosial, tetapi juga menyuarakan kesadaran moral tentang pentingnya empati dan penghargaan terhadap keberagaman manusia.
Co-Authors Afani, Mia Angelica Magira Siahaan Antonius Alexander Sidauruk Ayu Ramadhani Br. Gultom, Meliana Br. Purba, Mega Indah Deborw Butarbuta, Devi Olivia Canni Loren Sianturi Ckrisna Ajai Purba Dabukke, Tri Arti Esianna Desy Silvia Lubis Devi Nurina Purba Tanjung Diana Naibaho Elisa Ellen Hotmarina Hutajulu Ester Angelita Saragih Eva Pasaribu Gita Suryani Gultom, Shanta Yesika Gultom, Sopanro Hasugian, Olvyanti Ulina Hutagalung, Trinisa Hutagaol, Febriana Ida Ayu Putu Sri Widnyani Immanuel Doclas Belmondo Silitonga Immanuel Doclas Belmondo Silitonga Jenetri, Yustina Johanes Riscy Purba Junifer Siregar Junifer Siregar Katrin Sihaloho Leonita Maria E Manihuruk Limbong, San Laura Lyly C. Aprianty Hutauruk Malau, Ruth Novelita Manihuruk, Leonita M. E. Manurung, Rafency Marbun, Yanty Maria Rosmauli Maria Dornauli Sitorus Martua Reynhat Sitanggang Gusar Meliati Tambunan Melva Dolok Saribu Monalisa Frince S Monalisa Frince S Mungkap Mangapul Siahaan Nadeak, Yosepin Imawati Nanda Ayu Safira Napitupulu, Rio Parsaoran Nasution, Wina Natalina Purba Nova Natalia Sidabutar Novra Melisa P. Hutabarat Ovi Maria Simanjuntak Panigrahi, Rashmi Ranjan Panjaitan, Ruthanggam Sahanaya Pasaribu, Eva Permatasari, Lerista Pesta Siregar Purba, Johannes Riscy Purba, Lili Lia Selawani PURBA, LYDIA Purba, Yoel Rahayu, Widya Mistika Ramadhani, Ayu Reny Rianti Pakpahan Risma Dame Silitonga Rizki Rizki Rut Indah Paulima Malau Saadoon, Abather Sabar Dumayanti Sihombing Saragih, Jesika Mutiara Saragih, Jovanka Happy Christine Saragih, Sonya Putri Four Saragih, Vita Riahni Sianipar, Ribka Sianturi, Monalisa Frince Sibatuara, Arta Siburian, Sofiah Leorensa Sidabutar, Yanti Arasi Sihaloho, Katrin Sihombing, Berliana Silitonga, Immanuel B.D Silitonga, Immanuel D B. Silitonga, Immanuel D.B Silitonga, Immanuel D.B. Silitonga, Immanuel Doclas Belmondo Silitonga, Risma Dame Simamora, Rosalia Simanjuntak, Chuyn Evelina Simanjuntak, Ovi Maria Simanjuntak, Tarida Simanjuntak, Tarida Alvina Simanungkalit, Yeni SIMAREMARE, JUNI AGUS Sinaga, Devira Ekklesia Sinaga, Fininta Sasronida Sinaga, Melsi Tiolina Sinaga, Nasif Maruli Sinaga, Siska Oktafia Siraait, Jumaria Sirait, Jumaria Siregar , Junifer Siregar, Esra Novelina Siregar, Pesta Siregar, Risro Sitanggang, Marco Christian Sitinjak, Yusnita Sitio, Hetdy Sitohang, Roulina Sitorus, Veronika Dewi Sri Maya Simanjuntak Srinatalia Silaen Suryani, Gita Tambunan, Meliati Tampubolon, Novitasari Tampubolon, Tasya Tasya Tampubolon Thantri, Joice Diva Thesalonika, Emelda Tiara Samosir Tri Arti Esianna Dabukke Vita Riahni Saragih Vita Riahni Saragih Yoel Purba YUNI ANAXTASYA MANIK