Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

KOMPATIBILITAS PERBANYAKAN SECARA OKULASI BIBIT DURIAN (Durio zibethinus Murr) YANG DIBERI AIR KELAPA SEBAGAI ZAT PENGATUR TUMBUH ALAMI Kirnadi, Ari Jumadi; Zuraida, Ana; Ilhamiyah, Ilhamiyah
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 50, No 1 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v50i1.16590

Abstract

This research was aimed at finding out the effect of soaking time for natural growth regulators in coconut water on the success of grafting (compatibility) in durian grafting techniques and how long the soaking time for buds is best for successful durian grafting. This research used an experimental method: a single factor Completely Randomized Design (CRD). The treatment tried was soaking time in coconut water with a concentration of 100%, for 0 minutes, 15 minutes, 30 minutes, 45 minutes, and 60 minutes. The research results showed that the length of soaking of durian shoots in coconut water as a naturally growing substance had no significant effect on both the success of grafting and the rupture of shoots in Durian plant grafting. The percentage of grafting success for each treatment ranged from 20% - 40%.  Long ago the buds broke.  The average length (days) of bud break between treatments ranged from 35 days to 48.5 days after attachment of the bud.
KOMPATIBILITAS PERBANYAKAN SECARA OKULASI BIBIT DURIAN (Durio zibethinus Murr) YANG DIBERI AIR KELAPA SEBAGAI ZAT PENGATUR TUMBUH ALAMI Kirnadi, Ari Jumadi; Zuraida, Ana; Ilhamiyah, Ilhamiyah
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 50, No 1 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v50i1.16590

Abstract

This research was aimed at finding out the effect of soaking time for natural growth regulators in coconut water on the success of grafting (compatibility) in durian grafting techniques and how long the soaking time for buds is best for successful durian grafting. This research used an experimental method: a single factor Completely Randomized Design (CRD). The treatment tried was soaking time in coconut water with a concentration of 100%, for 0 minutes, 15 minutes, 30 minutes, 45 minutes, and 60 minutes. The research results showed that the length of soaking of durian shoots in coconut water as a naturally growing substance had no significant effect on both the success of grafting and the rupture of shoots in Durian plant grafting. The percentage of grafting success for each treatment ranged from 20% - 40%.  Long ago the buds broke.  The average length (days) of bud break between treatments ranged from 35 days to 48.5 days after attachment of the bud.
PEMBERDAYAAN PETANI MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN HERBISIDA YANG RAMAH LINGKUNGAN Ilhamiyah Ilhamiyah; Ana Zuraida; Fuzi Maulana Ash'ari; Akhmad Gazali
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 10, No 3 (2024): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v10i3.17109

Abstract

Permasalahan yang sering  muncul  dilingkungan Mitra adalah banyaknya  gulma.  Gulma pada  pertanaman budidaya dapat menyebabkan terjadinya persaingan antara tanaman budidaya dengan gulma dalam penyerapan unsur hara, air, cahaya dan ruang tumbuh sehingga menghambat pertumbuhan tanaman serta menurunkan  produksi tanaman.  Petani dalam mengendalikan gulma selalu menggunakan herbisida kimia sintetik yang  menyebabkan residu yang dapat mencemari lingkungan dan meracuni manusia atau hewan ternak. Selain itu, banyak petani yang mengeluh  mahalnya harga herbisida sintetis ini, sehingga perlu dilakukan pembuatan herbisida yang ramah lingkungan     terbuat dari bahan-bahan alami yang mudah didapatkan seperti air kelapa, bawang putih, ragi tape, dan EM4.  Prioritas permasalah mitra adalah  petani diberdayakan untuk dapat membuat herbisida yang ramah lingkungan dan harganya lebih murah karena herbisida  terbuat dari bahan-bahan alami yang mudah didapatkan.  Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan skim Program Pemberdayaan Masyarakat  bertempat di Kelurahan Ulu Benteng Marabahan Kabupaten Barito Kuala.   Khalayak sasaran yang mengikuti kegiatan ada 21 orang petani. Pelaksanaannya berjalan lancar dan kehadiran khalayak sasaran mencapai 100 % pada pertemuan pertama dan pada pertemuan kedua kehadiran menjadi 90.5 %  Setelah kegiatan dilaksanakan ada peningkatan pengetahuan seputar pembuatan herbisida ramah lingkungan.  Sebanyak 19  peserta  sudah mampu membuat sendiri herbisida ramah lingkungan dan cara pengaplikasiannya.
PEMANFAATAN CANGKANG TELUR SEBAGAI PESTISIDA DAN PUPUK ORGANIK Ilhamiyah Ilhamiyah; Ari Jumadi Kirnadi; Ana Zuraida; Aam Gunawan; Akhmad Gazali
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 10, No 2 (2024): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v10i2.14757

Abstract

Permasalahan yang sering kali muncul  dilingkungan Mitra adalah banyaknya limbah rumah tangga berupa cangkang telur yang tidak termanfaatkan.  Apabila permasalahan tersebut tidak dikelola dengan baik maka akan menimbulkan masalah yang lain lagi yaitu tercemarnya lingkungan dan juga lingkungan menjadi tidak bersih.  Oleh karenanya perlu dilakukan pemanfaatan cangkang telur tersebut sebagai pestisida dan pupuk organik, karena Mitra adalah rata-rata petani sayur.Prioritas permasalah mitra adalah termanfaatkannya limbah cangkang telur menjadi sesuatu yang bermanfaat dan mempunyai nilai ekonomi yaitu dengan memanfaatkan cangkang telur sebagai pestisida dan pupuk organik.Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan di Kelurahan Landasan Ulin Utara Kecamatan Liang Anggang Banjarbaru. Solusi dari permasalah mitra tersebut adalah 1) Pemanfaatan cangkang telur sebagai pestisida,   Mitra akan diberikan pengetahuan tentang manfaat cangkang telur sebagai pestisida yang ramah lingkungan dan murah; Mitra akan diberikan pengetahuan tentang cara pembuatan pestisida dan cara aplikasinya dilapangan dan penentuan dosisnya.  2) Pemanfaatan  cangkang telur sebagai pupuk organik, Mitra akan diberi pengetahuan dan teknologi pembuatan pupuk organik,  Mitra juga akan diberikan pengetahuan dan demontrasi cara perhitungan dosis serta cara aplikasinya pada tanaman sayuran milik mitra.
Inovasi Pentol Ikan Patin Asap dengan Kelakai: Solusi Gizi Berbasis Lokal untuk Mengatasi Stunting Dede Mahdiyah; Putri Vidiasari Darsono; Fitri Yuliana; Dwi Sogi Sri Redjeki; Bayu Hari Mukti; Achmad Jaelani; Neni Widaningsih; Ilhamiyah Ilhamiyah
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 10, No 3 (2024): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v10i3.16936

Abstract

Ikan patin merupakan sumber protein tinggi yang berlimpah di Indonesia, namun konsumsi di kalangan anak-anak masih rendah karena minimnya variasi olahan menarik. Untuk mengatasi masalah stunting yang masih tinggi di Indonesia, inovasi pentol ikan patin asap dengan daun kelakai (Stenochlaena palustris) diusulkan sebagai solusi gizi lokal. Tujuan dari program kosabangsa ini adalah meningkatkan akses pangan bergizi melalui produk inovatif yang disukai anak-anak. Metode pelaksanaan melibatkan identifikasi lokasi, pengumpulan data status gizi awal, penyusunan rencana kegiatan, pengembangan produk, serta pelatihan dan edukasi masyarakat mengenai cara pengolahan dan manfaat gizi produk. Produk dibuat dari ikan patin yang diasap dan dicampur dengan daun kelakai, yang dikenal kaya akan nutrisi dan serat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan minat masyarakat, terutama ibu dan anak, dalam mengonsumsi produk berbasis ikan ini. Edukasi dan pelatihan juga meningkatkan pengetahuan peserta mengenai pentingnya protein hewani dan serat nabati untuk mencegah stunting. Kolaborasi lintas sektor memperkuat jaringan dukungan dan keberlanjutan program ini. Inovasi pentol ikan patin asap dengan kelakai efektif meningkatkan konsumsi pangan bergizi di masyarakat, dan dengan dukungan berkelanjutan dari pemerintah serta edukasi masyarakat, produk ini berpotensi berkontribusi pada penurunan angka stunting di Indonesia.
Kelayakan Usaha Budidaya Benih Ikan Nila Di Balai Benih Ikan Sungai Kambat Kabupaten Barito Kuala Arini Rama Hartati; Ilhamiyah, Ilhamiyah; Ana Zuraida
Rawa Sains: Jurnal Sains STIPER Amuntai Vol 14 No 1 2024 Edisi Juni 2024
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36589/rs.v14i1.274

Abstract

Abstract: Research on the feasibility of cultivating tilapia seeds at the Kambat River Fish Seed Center (BBI) Food Security and Fisheries Service of Barito Kuala District aims to find out the technical aspects of cultivating tilapia seeds, knowing acceptance, profits and feasibility of tilapia seed cultivation business, and knowing the problems in tilapia seed cultivation. The sampling method used was the case study method, where respondents were selected from related parties who handle the tilapia seed cultivation business in BBI Sungai Kambat. The data collection methods used were observation, interviews, documentation and literature study. The data analysis used in this research is descriptive analysis and financial analysis. Based on research results for 6 months of production, a total cost of IDR 13,627,750 was obtained from fixed costs of IDR 5,352,750 and variable costs of IDR 8,275,000. The revenue obtained was IDR 18,760,000,- with profits obtained amounting to IDR 5,132,250,- the calculation of the R/C Ratio obtained was 1.37, indicating that the business of cultivating tilapia seeds in the BBI Kambat River, Food Security and Fisheries Service Barito Kuala Regency is efficient (feasible to run).
Pengaruh Indeks Keanekaragaman Arthropoda Dengan Produksi Pakcoy Organik Ilhamiyah, Ilhamiyah
Rawa Sains: Jurnal Sains STIPER Amuntai Vol 11 No 2 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36589/rs.v11i2.192

Abstract

Tujuan dari penelitan ini adalah untuk mengetahui pengaruh dan hubungan antara indeks keanekaragaman arthropoda dengan produksi pakcoy organik. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan melakukan pengamatan arthopoda yang terdapat pada agroekosistem pertanaman Pakcoy organik. Selanjutnya dilakukan identifikasi terhadap arthopoda yang tertangkap kemudian menganalisis indeks keanekaragaman arthopoda pada pertanaman pakcoy organik. Untuk mengetahui apakah ada pengaruh dan hubungan antara nilai-nilai keanekaragaman arthropoda dengan produksi pakcoy dilakukan analisis regresi linear sederhana. Hasil dari penelitian ini adalah 1). Indeks keanekaragaman arthropoda berpengaruh sangat nyata terhadap produksi pakcoy organik; 2). Hubungan antara indeks keanekaragaman arthopoda dengan produksi pakcoy organik menunjukan hubungan linear sangat nyata positif dengan koefisien determinasi(R2) sebesar 0,239 atau 24 %.
Pendapatan Usahatani Semangka (Citrullus vulgaris) di Lahan Gambut Desa Palingkau Sejahtera Kecamatan Kapuas Murung Kabupaten Kapuas Miva Dian Pangestu; Arief Hidayatullah; Ilhamiyah
Rawa Sains: Jurnal Sains STIPER Amuntai Vol 12 No 2 (2022): Vol 12 No 2 (2022): Edisi Desember 2022
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36589/rs.v12i2.203

Abstract

This study aims to determine the amount of costs, revenues, revenues, profits, feasibility, sensitivity and problems faced. The research was conducted from September 2021 to December 2021. The method used in this study was purposive sampling with a sample of 20 watermelon farmers. The average implicit cost is Rp.4.071.969 per hectare, the average explicit cost is Rp.16.119.435 per hectare, the total production cost of watermelon farming is Rp.20.191.404 per hectare, with an average income of Rp.46.889.730 per hectare, an average income of Rp.30.770.295 per hectare, and an average profit of Rp.26.698.326 per hectare. The feasibility of watermelon farming with an R/C ratio value of 2,32 (more than one), and a NPV value of 4.079.801 (more than 0), so it can be stated that watermelon farming is feasible to cultivate. Watermelon farming is sensitive to changes in production (ie decreased production), and is not sensitive to changes in production costs, the problems faced are the physical environment/climate, technology and human resources as well as pests and plant diseases.
TRANSFER TEKNOLOGI PENGENDALIAN HAMA TANAMAN RAMAH LINGKUNGAN MELALUI PEMBERDAYAAN PETANI SAYURAN Ilhamiyah, Ilhamiyah; Zuraida, Ana; Ash'ari, Fuzi Maulana; Gazali, Akhmad; Kirnadi, Ari Jumadi
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 11, No 3 (2025): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v11i3.20920

Abstract

Permasalahan yang sering dihadapi oleh petani di KWT Sri Rezeki Jalan Sumbermurni Kelurahan Landasan Ulin Kecamatan Banjarbaru Kota Banjarbaru adalah serangan hama pada tanaman sayuran.    Petani selalu mengendalikan hama dengan pestisida kimia sintetik yang menyebabkan residu dan dapat mencemari lingkungan serta meracuni manusia atau hewan ternak. Selain itu, banyak petani yang mengeluh akan mahalnya harga pestisida kimia sintetis ini. Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan  di KWT Sri Rezeki Jalan Sumbermurni Kelurahan Landasan Ulin Kecamatan Banjarbaru Kota Banjarbaru.Solusi dari permasalahan tersebut adalah  1) Mitra diberi pengetahuan dan teknologi pembuatan pestisida yang ramah lingkungan dari bahan-bahan alami yang mudah didapat sehingga harganya jauh lebih murah. 2) Mitra akan diberi pengetahuan  cara perhitungan dosis  dan aplikasinya di lapangan. Khalayak sasaran yang mengikuti kegiatan ini ada 12 orang petani. Pelaksanaannya berjalan lancar dan kehadiran khalayak sasaran mencapai 100 % pada pertemuan pertama dan pada pertemuan kedua kehadiran menjadi 90.5 %  Setelah kegiatan dilaksanakan ada peningkatan pengetahuan seputar pembuatan pestisida ramah lingkungan dan pemanfaatannya untuk mengendalikan hama.  Sebanyak 12  peserta  sudah mampu membuat sendiri pestisida ramah lingkungan dan cara pengaplikasiannya. 
THE EFFECT OF LOCAL RICE PRICE AND QUALITY ON PURCHASING DECISIONS (CASE STUDY ON KINDAI LIMPUAR MARKET) Ilhamiyah Ilhamiyah; Ana Zuraida; Mahruzi Mahruzi
AL ULUM: JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : UPT Publication and Journal Management, Islamic University of Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jst.v11i2.19050

Abstract

This study investigates the influence of price and product quality on consumer purchasing decisions for local rice, utilizing a case study approach and multiple linear regression analysis. The objectives are to determine (1) the partial impact of price and product quality, (2) the extent of their individual influence, and (3) the combined effect of these variables. The findings reveal that both price and product quality significantly and positively affect consumers’ decision-making, both when evaluated independently and jointly. The coefficient of determination (R²) is 0.375, indicating that 37.5% of the variation in consumer decisions can be explained by the combined influence of price and product quality. This highlights the relevance of economic and qualitative factors in shaping consumer behavior, suggesting that improvements in either attribute could enhance market competitiveness for local rice. Overall, the results emphasize the strategic importance of understanding and leveraging pricing and product standards in agricultural marketing efforts.