Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

PENYUSUNAN KALENDER TANAM DAN PENGENDALIAN HAMA TERPADU PADA BUDIDAYA TANAMAN PAKCOY Ilhamiyah Ilhamiyah; Aam Gunawan; Fuzi Maulana Ash'ari; Akhmad Gazali
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 8, No 3 (2023): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v8i3.10391

Abstract

Penyusunan kalender tanam dan Pengelolaan Hama Terpadu pada budidaya tanaman  pakcoy perlu dikelola dengan baik sehingga produk pakcoy di pasaran tidak melimpah.    Kalau produksi pakcoy melimpah maka harga akan turun dan petani akan mengalami kerugian karena produk pertanian tidak tahan lama dan mudah busuk.  Hal tersebut dapat disebabkan karena perencanaan waktu tanam, luas tanam dan periode tanam yang kurang tepat. Pengendalian Hama Terpadu (PHT) adalah suatu konsepsi atau cara berpikir mengenai pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) dengan pendekatan ekologi yang bersifat multidisiplin untuk mengelola populasi hama dan penyakit dengan memanfaatkan beragam taktik pengendalian yang kompatibel dalam suatu kesatuan koordinasi pengelolaan.  PHT merupakan suatu sistem pengendalian yang menggunakan pendekatan ekologi, maka pemahaman tentang biologi dan ekologi hama dan penyakit menjadi sangat penting.  Solusi dari permasalah mitra tersebut adalah 1) Penyusunan kalender tanam dengan cara memberikan pengetahuan dan teknologi pembuatan kalender tanam pakcoy;  2) Memberikan pengetahuan tentang Pengendalian Hama Terpadu melalui budidaya tanaman sehat, pemanfaatan musuh alami, pengamatan rutin dan pemantauan serta petani sebagai ahli PHT.  Tujuan dari kegiatan ini adalah agar peserta mendapatkan pengetahuan dan mampu menyusun kalender tanam sayuran;  paham dan menerapkan  Pengendalian Hama Terpadu. Simpulan dari kegiatan ini adalah terjadinya peningkatan pengetahuan tentang kalender tanam sayuran dan Pengendalian Hama Terpadu.pada tanaman pakcoy.  Peserta secara berkelompok sudah mampu menyusun kalender tanam sayuran dan sudah memahami Pengendalihan Hama Terpadu pada budidaya  tanaman pakcoy.
Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Pemukiman Atas Rawa dengan Metode Eco-enzyme dan Eco-brick pada Kelompok Ibu PKK Nuning Irnawulan Ishak; Ilhamiyah Ilhamiyah; Satriadi Satriadi; Ermayanti Ishak
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): Januari-Maret
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.714 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v4i1.1529

Abstract

PKM partners are PKK women's group AthaNia RT.24 in Berangas Timur Village, Alalak District, Barito Kuala Regency, South Kalimantan Province. Waste management is still an environmental problem, one of which is in RT.24. Supported by the condition of partners with minimal knowledge, it adds to the problems related to waste management. The objectives of this community service activity are 1) Increase knowledge about waste management, 2) Assistance with equipment and materials to support the manufacture of waste innovation products 3) Training and assistance in the manufacture of waste innovation products, including eco-enzyme technology for organic waste and ecobricks for plastic waste. . PKM partners are a group of 13 women from PKK AthaNia RT.24 in Berangas Timur Village, Alalak District, Barito Kuala Regency, South Kalimantan Province. The approach method used is lectures, discussions, questions and answers and training in waste management (waste recycling). The evaluation was carried out twice with the results of the 72 pres test increasing to 97.5 at the post test. Partners' knowledge and skills are increasing in waste management, such as making eco-enzymes and ecobricks
KELAYAKAN USAHA BUDIDAYA SELADA ( Lactuca sativa L ) SISTIM POLYBAG Ari Jumadi Kirnadi; Ana Zuraida; Ilhamiyah Ilhamiyah
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 48, No 3 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v48i3.12573

Abstract

The research aimed to know lettuce production from the polybag cultivation system and the farming's business feasibility (R/C ratio). The research was conducted using the Action Method. Data collection is done by observation. To answer the purpose of knowing the production of lettuce using the polybag system, 200 polybags were used containing mixed media of soil, manure, and rice husk (2: 1: 1). Polybags are laid out with a spacing between polybags of 20 cm x 30 cm. The results showed that this study's average fresh weight of lettuce was 66.67 g per tree/polybag, so the total production of two hundred polybags produced 13.33 kg. or 2.2 tonnes per ha, is good enough. The polybag lettuce cultivation system is feasible because it has an R/C ratio value = 1.27.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Semangat Karya Kabupeten Barito Kuala Melalui Kegiatan Akuaponik dan Budidaya Ikan dalam Ember (Budikdamber) Fuzi Maulana Ash'ari; Gusti Khairun Ni'mah; Yarna Hasiani; Ilhamiyah Ilhamiyah
Abdimas Universal Vol. 5 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Balikpapan (LPPM UNIBA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/abdimasuniversal.v5i2.315

Abstract

One of the ways to utilize the yard of the house is by using the aquaponics method and cultivating fish in buckets (budikdamber). The activity of keeping or raising fish using limited land is something that is quite difficult to do in the Semangat Karya Village, Barito Kuala Regency, which is dominated by swamps. There is no assistance in empowering village communities in fish farming activities, which is the main factor in the lack of community interest. Therefore, this service activity aims to provide knowledge and training to support skills in cultivating fish in buckets (budikdamber) and aquaponics. The method for implementing this service activity begins with filling out a pre-test questionnaire, presentation of material by the supervisor, then continues with a post-test and activities to assist participants in cultivating fish in buckets (budikdamber) and aquaponics. The result is an increase in knowledge, understanding and skills in bucket fish cultivation (budikdamber) and aquaponics in the village of Semangat Karya, Alalak District, Barito Kuala Regency.
INFLUENCE OF WHITE PEPPER POWDER (Piper nigrum L.) VEGETABLE INSECTICIDE ON PEST MORTALITY OF RICE WEEVILS Akhmad Gazali; Dewi Arini; Noorkomala Sari; Ilhamiyah Ilhamiyah
AL ULUM: JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 9, No 3 (2023)
Publisher : UPT Publication and Journal Management, Islamic University of Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jst.v9i3.12931

Abstract

A reduction in rice quality may result from pest infestations in storage facilities. In addition to being a major pest of rice, the rice weevil (Sitophilus oryzae L.) is a problem in warehouses. Attacks by rice weevils may result in lower-quality rice. Using white pepper powder as a pesticide is one way to solve this issue. The purpose of this study is to ascertain how white pepper powder, a botanical pesticide, affects rice weevil pest mortality, as well as the optimal dosage and mode of administration. In this study, there were six treatments and four replications in a single factor totally randomized design. The rate at which rice weevil bugs died and the percentage of rice weight loss were the study's parameters. The results showed that the death of rice weevil pests was influenced using white pepper powder. The highest mortality rate was L5 at 52.5%, which is the best dose.
B PEMASARAN LUMP KARET RAKYAT DI UNIT PENGOLAHAN DAN PEMASARAN BOKAR (UPPB) TUNTUNG PANDANG DESA MALUKA BAULIN KECAMATAN KURAU KABUPATEN TANAH LAUT Tamjid, Muhammad; Ilhamiyah, Ilhamiyah; Suslinawati, Suslinawati
Publikasi Informasi Pertanian Vol 19 No 2 (2023): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v19i2.951

Abstract

Kegiatan pemasaran  berperan penting dalam penyaluran lump karet mulai dari petani sampai pada konsumen akhir (pabrik). Harga beli  lump karet di UPPB Tuntung Pandang pada bulan Agustus 2022 masih turun naik dikarenakan harga karet yang belum stabil.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui saluran pemasaran, biaya pemasaran, margin pemasaran, kentungan lembaga, farmer’s share dan efisiensi pemasaran lump karet (Hevea brasiliensis) Rakyat di UPPB Tuntung Pandang Desa Maluka Baulin Kecamatan Kurau Kabupaten Tanah Laut. Penelitian ini dilaksanakan mulai dari bulan Juli sampai Agustus 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Penentuan sampel untuk petani karet dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling sedangkan saluran pemasaran dilakukan dengan menggunakan metode snowball sampling. Hasil penelitian menunjukan ada satu saluran pemasaran yang dilalui oleh lump karet yaitu Petani – UPPB - Pedagang Besar – Konsumen Akhir (pabrik). Harga lump karet ditingkat petani rata-rata Rp.10.425/kg dan harga jual di tingkat pedagang besar rata-rata sebesar Rp.19.025/kg, biaya pemasaran rata-rata sebesar Rp.1.260/kg, margin pemasaran rata-rata sebesar Rp.8.600/kg, keuntungan lembaga rata-rata sebesar Rp.7.340/kg, farmer’s share rata-rata sebesar 54,79% dan efisiensi saluran pemasaran sebesar 6,6%.
PEMANFAATAN CANGKANG TELUR SEBAGAI PESTISIDA DAN PUPUK ORGANIK Ilhamiyah, Ilhamiyah; Kirnadi, Ari Jumadi; Zuraida, Ana; Gunawan, Aam; Gazali, Akhmad
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 10, No 2 (2024): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v10i2.14757

Abstract

Permasalahan yang sering kali muncul  dilingkungan Mitra adalah banyaknya limbah rumah tangga berupa cangkang telur yang tidak termanfaatkan.  Apabila permasalahan tersebut tidak dikelola dengan baik maka akan menimbulkan masalah yang lain lagi yaitu tercemarnya lingkungan dan juga lingkungan menjadi tidak bersih.  Oleh karenanya perlu dilakukan pemanfaatan cangkang telur tersebut sebagai pestisida dan pupuk organik, karena Mitra adalah rata-rata petani sayur.Prioritas permasalah mitra adalah termanfaatkannya limbah cangkang telur menjadi sesuatu yang bermanfaat dan mempunyai nilai ekonomi yaitu dengan memanfaatkan cangkang telur sebagai pestisida dan pupuk organik.Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan di Kelurahan Landasan Ulin Utara Kecamatan Liang Anggang Banjarbaru. Solusi dari permasalah mitra tersebut adalah 1) Pemanfaatan cangkang telur sebagai pestisida,   Mitra akan diberikan pengetahuan tentang manfaat cangkang telur sebagai pestisida yang ramah lingkungan dan murah; Mitra akan diberikan pengetahuan tentang cara pembuatan pestisida dan cara aplikasinya dilapangan dan penentuan dosisnya.  2) Pemanfaatan  cangkang telur sebagai pupuk organik, Mitra akan diberi pengetahuan dan teknologi pembuatan pupuk organik,  Mitra juga akan diberikan pengetahuan dan demontrasi cara perhitungan dosis serta cara aplikasinya pada tanaman sayuran milik mitra.
KONTRIBUSI USAHATANI PADI SIAM KUNING TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA PETANI DI DESA TAJEPAN KECAMATAN KAPUAS MURUNG KABUPATEN KAPUAS Zhorif, Naufal; Suslinawati, Suslinawati; Kirnadi, Ari Jumadi; Ilhamiyah, Ilhamiyah
Publikasi Informasi Pertanian Vol 20 No 2 (2024): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v20i2.1294

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui teknis budidaya padi Siam Kuning, menghitung besar biaya, penerimaan, pendapatan, dan kontribusi dari usahatani padi Siam Kuning, dan mengetahui permasalahan yang dihadapi usahatani padi Siam Kuning di Desa Tajepan Kecamatan Kapuas Murung Kabupaten Kapuas. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan Teknik observasi dengan melakukan pengamatan secara langsung terhadap petani padi di Desa Tajepan Kecamatan Kapuas Murung Kabupaten Kapuas. Penentuan sampel responden dilakukan secara bertahap, mengingat jumlah populasi sangat besar. Tahap pertama dilakukan secara sengaja (Purposive Sampling) dari total jumlah 150 orang petani di Desa Tajepan yang mengusahakan padi Siam Kuning. Tahap berikutnya, dari jumlah tersebut yang memenuhi semua kriteria sebanyak 40 orang lalu diambil secara acak (Simple Random Sampling) sebanyak 20 orang sebagai sampel responden (50%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya eksplisit yang dikeluarkan petani di Desa Tajepan Kecamatan Kapuas Murung Kabupaten Kapuas dalam satu kali musim tanam sebesar Rp 96.913.600,- dengan rata-rata Rp 4.845.680,-/Petani/MT. Biaya Implisit yang dikeluarkan sebesar Rp 92.780.000,- dengan rata-rata Rp 4.639.000,-/Petani/MT. Produksi padi Siam Kuning sebesar 41.650 Kg dengan rata-rata sebesar 2.083 Kg/MT/Ha. Penerimaan yang didapatkan petani sebesar Rp 416.500.000,- dengan rata-rata sebesar Rp 20.825.000,-/Petani/MT. Pendapatan yang diperoleh petani sebesar Rp 319.586.320,- dengan rata-rata Rp 15.979.320,-/Petani/MT. Sementara, kontribusi pendapatan sebesar 79% terhadap total pendapatan rumah tangga petani.
PEMBERDAYAAN PETANI MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN HERBISIDA YANG RAMAH LINGKUNGAN Ilhamiyah, Ilhamiyah; Zuraida, Ana; Ash'ari, Fuzi Maulana; Gazali, Akhmad
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 10, No 3 (2024): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v10i3.17109

Abstract

Permasalahan yang sering  muncul  dilingkungan Mitra adalah banyaknya  gulma.  Gulma pada  pertanaman budidaya dapat menyebabkan terjadinya persaingan antara tanaman budidaya dengan gulma dalam penyerapan unsur hara, air, cahaya dan ruang tumbuh sehingga menghambat pertumbuhan tanaman serta menurunkan  produksi tanaman.  Petani dalam mengendalikan gulma selalu menggunakan herbisida kimia sintetik yang  menyebabkan residu yang dapat mencemari lingkungan dan meracuni manusia atau hewan ternak. Selain itu, banyak petani yang mengeluh  mahalnya harga herbisida sintetis ini, sehingga perlu dilakukan pembuatan herbisida yang ramah lingkungan     terbuat dari bahan-bahan alami yang mudah didapatkan seperti air kelapa, bawang putih, ragi tape, dan EM4.  Prioritas permasalah mitra adalah  petani diberdayakan untuk dapat membuat herbisida yang ramah lingkungan dan harganya lebih murah karena herbisida  terbuat dari bahan-bahan alami yang mudah didapatkan.  Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan skim Program Pemberdayaan Masyarakat  bertempat di Kelurahan Ulu Benteng Marabahan Kabupaten Barito Kuala.   Khalayak sasaran yang mengikuti kegiatan ada 21 orang petani. Pelaksanaannya berjalan lancar dan kehadiran khalayak sasaran mencapai 100 % pada pertemuan pertama dan pada pertemuan kedua kehadiran menjadi 90.5 %  Setelah kegiatan dilaksanakan ada peningkatan pengetahuan seputar pembuatan herbisida ramah lingkungan.  Sebanyak 19  peserta  sudah mampu membuat sendiri herbisida ramah lingkungan dan cara pengaplikasiannya.
Inovasi Pentol Ikan Patin Asap dengan Kelakai: Solusi Gizi Berbasis Lokal untuk Mengatasi Stunting Mahdiyah, Dede; Darsono, Putri Vidiasari; Yuliana, Fitri; Redjeki, Dwi Sogi Sri; Mukti, Bayu Hari; Jaelani, Achmad; Widaningsih, Neni; Ilhamiyah, Ilhamiyah
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 10, No 3 (2024): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v10i3.16936

Abstract

Ikan patin merupakan sumber protein tinggi yang berlimpah di Indonesia, namun konsumsi di kalangan anak-anak masih rendah karena minimnya variasi olahan menarik. Untuk mengatasi masalah stunting yang masih tinggi di Indonesia, inovasi pentol ikan patin asap dengan daun kelakai (Stenochlaena palustris) diusulkan sebagai solusi gizi lokal. Tujuan dari program kosabangsa ini adalah meningkatkan akses pangan bergizi melalui produk inovatif yang disukai anak-anak. Metode pelaksanaan melibatkan identifikasi lokasi, pengumpulan data status gizi awal, penyusunan rencana kegiatan, pengembangan produk, serta pelatihan dan edukasi masyarakat mengenai cara pengolahan dan manfaat gizi produk. Produk dibuat dari ikan patin yang diasap dan dicampur dengan daun kelakai, yang dikenal kaya akan nutrisi dan serat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan minat masyarakat, terutama ibu dan anak, dalam mengonsumsi produk berbasis ikan ini. Edukasi dan pelatihan juga meningkatkan pengetahuan peserta mengenai pentingnya protein hewani dan serat nabati untuk mencegah stunting. Kolaborasi lintas sektor memperkuat jaringan dukungan dan keberlanjutan program ini. Inovasi pentol ikan patin asap dengan kelakai efektif meningkatkan konsumsi pangan bergizi di masyarakat, dan dengan dukungan berkelanjutan dari pemerintah serta edukasi masyarakat, produk ini berpotensi berkontribusi pada penurunan angka stunting di Indonesia.