Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

GAMBARAN PERILAKU DAN PENGATURAN PENGGUNAAN TELEPON GENGGAM CERDAS (TGC) PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Tji Beng Jap; Hartinah Dinata; Vivien H. Wangi; Sri Tiatri
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v5i2.10086.2021

Abstract

Smartphone are tools that help life, even become daily needs for adolescents in Vocational High School (Sekolah Menengah Kejuruan or SMK) who live in urban areas. Unfortunately, not a few teenagers experience problems due to excessive smartphone use. These can include physical problems such as problems with the eyes, movement, and body position; as well as psychological problems such as unharmonious relationships with the people around them, or feeling dependent on devices. There are not many studies that describe the behavior and regulation of smartphone use in adolescents, especially vocational high school students in Indonesia. This study aims to obtain a description of the behavior of smartphone use among vocational high school students, as well as the settings up of regulations by the home and school environment. Participants are 1.921 high school students in 5 cities in 5 provinces in Indonesia (West Kalimantan, Yogyakarta Special Region (DIY), Bangka Belitung Islands, North Sulawesi, and Central Java). Data collection was carried out through a survey with a questionnaire specially designed by the researcher. Data collection was carried out before the COVID-19 Pandemic occurred. The results showed that in the period before the COVID-19 Pandemic, most students used smartphones for about 4-8 hours per day, for communication purposes. In addition, parents and schools make regulations regarding the use of smartphones. The results of this study can provide an overview, as well as a comparison for the description of the behavior of device use after the outbreak of the COVID-19 outbreak. Telepon Genggam Cerdas (TGC) merupakan alat yang membantu kehidupan, bahkan menjadi kebutuhan sehari-hari bagi remaja di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang tinggal di daerah perkotaan. Sayangnya, tidak sedikit remaja yang mengalami masalah akibat penggunaan TGC yang berlebihan. Masalah itu dapat berupa masalah fisik seperti masalah pada mata, pergerakan, dan posisi tubuh; maupun masalah psikologis seperti hubungan yang kurang harmonis dengan orang-orang disekitarnya, atau merasakan ketergantungan terhadap gawai. Belum banyak studi yang menggambarkan perilaku dan pengaturan penggunaan TGC pada remaja khususnya siswa SMK. Penelitian ini bertujuan mendapatkan gambaran perilaku penggunaan gawai pada siswa SMK, serta pengaturan yang ditetapkan oleh lingkungan rumah dan sekolah. Partisipan adalah 1921 siswa SMK di 5 kota yang ada di 5 provinsi di Indonesia (Kalimantan Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kepulauan Bangka Belitung, Sulawesi Utara, dan Jawa Tengah). Pengumpulan data dilaksanakan melalui survei dengan kuesioner yang dirancang khusus oleh peneliti. Pengambilan data dilaksanakan sebelum terjadinya Pandemi COVID-19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada masa sebelum Pandemi COVID-19, kebanyakan siswa menggunakan TGC selama sekitar 4-8 jam per-hari, untuk keperluan berkomunikasi. Selain itu, orang tua dan sekolah membuat aturan mengenai penggunaan TGC. Hasil penelitian ini dapat memberikan gambaran, sekaligus pembanding bagi gambaran perilaku penggunaan gawai sesudah merebaknya wabah COVID-19. 
PENERAPAN METODE TUNJUKKAN DAN CERITAKAN TERHADAP KESIAPAN MEMBACA PADA ANAK TK Christina Christina; Sri Tiatri; Pamela Hendra Heng
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v5i2.10085.2021

Abstract

Reading readiness is one of the skills given to early childhood through playing while learning. Kindergarten children are given assignments in the form of worksheets and the teacher will ask those children to read and then mention the words back on their worksheet. If the learning system to read like this were practiced repeatedly, the child will get bored. Reading readiness can be done through telling stories and using flash cards. One of the behaviors that show the child is in the reading readiness stage is when a child who is able to use spoken language to express an object. This can be realized through the show and tell method, which is a method that provides opportunities for children to learn new things through storytelling and listening to stories from their friends. This study aims to see the application of the show and tell method on reading readiness of kindergarten children. Participants in this study were 16 TK B students in PAUD FL which were divided into two groups, namely EG (Experiment Group) and CG (Control Group). Participants will be provided with an adapted Reading Readiness Assessment test kit and an Expressive Vocabulary Test as additional analysis given at the beginning and end of the study. The data analysis used an independent sample t-test which resulted that the method show and tell was ineffective for the reading readiness of kindergarten children (t = 1,678; p = 0.114) but the method show and tell was effective in increasing the number of children’s word to describe something (t = 4.961; p = 0.001) and children's vocabulary (t = 4,797; p = 0.002). Kesiapan membaca merupakan salah satu keterampilan yang diberikan kepada anak usia dini melalui kegiatan bermain sambil belajar. Anak TK diberikan tugas dalam bentuk lembar kerja dan meminta anak untuk membaca lalu menuliskan kembali kata yang ada pada lembar kerja tersebut. Apabila sistem belajar membaca seperti ini dilakukan berulang, maka anak akan merasa jenuh. Kesiapan membaca dapat dilakukan dengan cara bercerita, mendongeng dan penggunaan media flash card. Salah satu perilaku yang menunjukkan anak berada dalam tahap kesiapan membaca adalah anak mampu menggunakan bahasa lisan untuk menceritakan suatu objek. Hal ini dapat diwujudkan dalam metode tunjukkan dan ceritakan, yaitu metode yang memberikan peluang bagi anak untuk belajar hal baru melalui kegiatan bercerita dan mendengarkan cerita teman sekelompoknya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas penerapan metode tunjukkan dan ceritakan terhadap kesiapan membaca anak TK. Partisipan pada penelitian ini adalah 16 murid TK B di PAUD FL yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu KE (Kelompok Eksperimen) dan KK (Kelompok Kontrol). Partisipan akan diberikan alat tes Reading Readiness Assessment yang telah diadaptasi serta Expressive Vocabulary Test sebagai analisis tambahan yang diberikan pada awal dan akhir penelitian. Analisis data menggunakan uji beda yang menunjukkan hasil bahwa metode tunjukkan dan ceritakan tidak efektif terhadap kesiapan membaca anak TK (t = 1.678; p = 0.114) namun metode tunjukkan dan ceritakan efektif untuk meningkatkan jumlah kata anak (t = 4.961; p = 0.001) dan jumlah kosakata anak (t = 4.797; p = 0.002).
PERAN MEMBACA AWAL TERHADAP PEMAHAMAN BACAAN PADA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR Amalia Novita Retaminingrum; Sri Tiatri; Soemiarti Patmonodewo
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v3i2.6017

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji peran kelancaran membaca awal terhadap pemahaman bacaan. Partisipan adalah 150 siswa kelas empat. Partisipan diberi satu set asesmen yang mencakup beberapa komponen kelancaran membaca awal dan pengukuran atas pemahaman bacaan  fiksi dan non fiksi. Kelancaran membaca awal diukur dengan Early Grade Reading Assessment yang mengukur letter name identification, segmentation (phoneme or syllables), non word reading, oral reading fluency, reading comprehension, listening comprehension, vocabulary, dan dictation.  Pemahaman bacaan fiksi dan non fiksi diukur melalui tes yang dikembangkan berdasarkan Curriculum Based Assessment dari Kurikulum 2013 Indonesia. Analisis regresi dilakukan pada penelitian ini, dan hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua komponen kelancaran membaca awal yang berhubungan dengan pemahaman bacaan. The goal of this study was to examine the role of early reading fluency in reading comprehension. Participants were 150 fourth-grade children. They were given an assessment that included multiple components of early reading fluency, and a fiction and non fiction text to measure their reading comprehension. For early reading fluency, this study used Early Grade Reading Assessment which measures of letter name identification, segmentation (phoneme or syllables), non word reading, oral reading fluency, reading comprehension, listening comprehension, vocabulary, and dictation. For fiction and non-fiction reading comprehension, this study use Curriculum Based Assessment from 2013 Indonesian Curriculum. Regression analyses were undertaken, the results showed that there are two component of early reading fluency which related to reading comprehension. 
PERAN PERSEPSI TERHADAP KETERLIBATAN ORANG TUA DAN REGULASI EMOSI PADA ORIENTASI MASA DEPAN MAHASISWA UNIVERSITAS X Fifi Juniarti; Sri Tiatri; Sesilia Monika
Psibernetika Vol 12, No 1 (2019): Psibernetika
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.472 KB) | DOI: 10.30813/psibernetika.v12i1.1585

Abstract

ABSTRACT: The objective of this research is to figure out the strength of impact that parental involvement and emotion regulation brings toward future orientation. Future orientation is the image that a person have about his future, that represented and reported. The future orientation that became the focus of this research is the future orientation in career domain. The parental involvement mean the participation and concerns parents provide in involvement, autonomy support, and warmth. Then, in emotion regulation term, research focused on the expression suppression dan cognitive reappraisal emotion regulation methods. Sampling method that used is purposive sampling (total of sample 242 student of bachelor programmes in Universitas X). The method of data analysis using linear regression of double correlation. The data shows that future orientation (Y)influenced by the parental involvement (independent variable -1 or X1)and emotion regulation (independent variable -2 or X2) . The double correlation between X1 and X2 was scored 0,291, with the determinant coefficient (R2) 0,085. It means the strength of influence from the two independent variable is 8,5 %, and the 91,5% left influenced by others variables. At anova test, F test was bigger than F table (11.032 > 3.04), so that parental involvement (X1) and emotion regulation (X2) influence future orientation simultaneously. The research shows that both of parental involvement and emotion regulation contributes or bring impact to the changes of future orientation.Keywords: future orientation, parental involvement, emotion regulation. ABSTRAK: Penelitian ini dilakukan untuk melihat seberapa besar peran keterlibatan orang tua dan regulasi emosi terhadap orientasi masa depan. Orientasi masa depan merupakan gambaran yang individu bentuk berkaitan dengan masa depan, yang secara sadar direpresentasikan dan dikemukakan oleh individu. Orientasi masa depan yang menjadi perhatian dalam penelitian ini adalah orientasi masa depan pada domain karir. Keterlibatan orang tua yang dimaksud adalah bentuk partisipasi dan perhatian yang diberikan orang tua dalam bentuk keterlibatan, dukungan otonomi dan kehangatan. Kemudian pada regulasi emosi, yang menjadi perhatian adalah metode regulasi expression suppression dan cognitive reappraisal. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel 242 partisipan yang merupakan mahasiswa S1 Universitas Tarumanagara. Metode analisis data menggunakan regresi ganda. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa orientasi masa depan (dependent variable atau Y) dipengaruhi oleh keterlibatan orang tua (independent variable-1 atau X1) dan regulasi emosi (independent variable-2 atau X2). Korelasi ganda antara X1 dan X2 terhadap Y sebesar 0,291, koefisien determinasi (R2) sebesar 0,085. Artinya besar pengaruh kedua variabel tersebut adalah 8,5 %, 91,5 % sisanya dipengaruhi oleh variabel-variabel lain. Pada uji anova, F hitung lebih besar dari F tabel (11.032 > 3.04) sehingga secara bersama-sama keterlibatan orang tua (X1) dan regulasi emosi (X2) berpengaruh terhadap orientasi masa depan (Y). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua variabel keterlibatan orang tua dan regulasi emosi memberikan kontribusi atau pengaruh terhadap perubahan pada orientasi masa depan.Kata Kunci: orientasi masa depan, keterlibatan orang tua, regulasi emosi
PENDAMPINGAN DALAM PENGENALAN DAN PENGEMBANGAN DIRI PELAKU USAHA MIKRO DAN KECIL DI JAMBI Bonar Hutapea; Sri Tiatri; Mirabella Mirabella
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 3 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i3.13243

Abstract

The impact of the Covid-19 pandemic on the world economy and Indonesia is terrible. MSMEs are the most affected sector. The initial study of the mentoring team found that MSME actors had a psychological impact due to a prolonged pandemic that hampered their business. We designed intervention as a short workshop via interactive online (web conference) by specifying a settlement approach, work procedures, partner participation, and specific types of outcomes. This assistance has at least a positive impact on knowledge and attitude change marked by planning and a commitment to self-knowledge and development. Moreover, seeking external support opportunities for business sustainability, finding strategies to maintain business, and adopting the characteristics of successful business actors during the pandemic in addition to the ability to cope with emotions and motivate themselves and the employees. Psychological interventions carried out for partners in the context of self-identification and self-development as MSME actors during the pandemic in Jambi showed a positive impact. However, because the duration of this implementation is relatively short, it is not possible to reveal the impact on the skills needed in the introduction and self-development of MSME actors as well as the real impact on business management. Therefore, it is hoped that this assistance can be applied longer and also applied to other MSME actors, especially during this pandemicABSTRAK:Dampak pandemi Covid-19 terhadap perekonomian dunia dan Indonesia tergolong berat. UMKM menjadi sektor yang paling terdampak. Kajian awal tim pendamping menemukan pelaku UMKM mengalami dampak psikologis akibat pandemi berkepanjangan yang menghambat usahanya. Intervensi ini dirancang sebagai lokakarya singkat melalui daring interaktif atau konferensi web yang dilanjutkan diskusi-diskusi melalui platform media sosial dengan menerapkan pendekatan penyelesaian, prosedur kerja, partisipasi mitra, dan jenis hasil tertentu. Bantuan ini setidaknya berdampak positif pada perubahan pengetahuan dan sikap yang ditandai dengan perencanaan dan komitmen untuk pengembangan diri dan terus menerus meningkatkan pengetahuan. Selain itu, partisipan juga mengakui sedang mencari peluang dukungan eksternal untuk kelangsungan usaha, menemukan strategi untuk mempertahankan usaha, dan mengadopsi karakteristik pelaku usaha yang sukses di masa pandemi selain juga kemampuan untuk mengatasi emosi dan memotivasi diri sendiri dan karyawannya. Intervensi psikologis yang dilakukan kepada mitra dalam rangka pengenalan dan pengembangan diri sebagai pelaku UMKM pada masa pandemi di Jambi menunjukkan dampak positif. Namun, dikarenakan durasi pelaksanaan ini tergolong singkat, maka belum dimungkinkan untuk mengungkapkan dampaknya pada kecakapan (skill) yang dibutuhkan dalam pengenalan dan pengembangan diri para pelaku UMKM serta dampak nyata pada pengelolaan usaha. Maka dari itu, diharapkan pendampingan ini dapat diterapkan lebih lama dan juga diterapkan pada pelaku UMKM lainnya terutama pada masa pandemi ini.
PERAN DUKUNGAN TEMAN SEBAYA DAN REGULASI DIRI BELAJAR TERHADAP PENYESUAIAN AKADEMIS MAHASISWA PERGURUAN TINGGI KEDINASAN BERASRAMA XYZ Khairun Nisa; Sri Tiatri; Heni Mularsih
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v2i1.1641

Abstract

Penyesuaian diri dalam masa transisi dari sekolah menengah ke universitas merupakan hal penting. Salah satu bentuk penyesuaian diri di universitas yaitu penyesuaian akademis. Fenomena yang terjadi pada mahasiswa baru di Sekolah Tinggi XYZ sangat relevan dengan penyesuaian akademis. Berdasarkan hasil penelitian terdahulu oleh Cazan (2012), Kornell & Metcalfe (2006), Zimmerman & Schunk (2008), Zakiyah, et.al (2010) serta fenomena yang terjadi di Sekolah Tinggi XYZ, penulis ingin mengetahui bagaimana peran dukungan teman sebaya dan regulasi diri belajar terhadap penyesuaian akademis pada mahasiswa sekolah tinggi XYZ. Mahasiswa merupakan remaja yang sangat memerlukan dukungan teman sebaya. Siswa yang ditolak oleh teman sebaya memiliki masalah penyesuaian yang lebih serius dari pada siswa yang tidak diperdulikan oleh teman sebaya (Santrock, 2011). Selain itu, regulasi diri belajar diketahui sebagai prediktor utama penyesuaian akademis namun belum diteliti apakah dukungan teman sebaya dapat bersama-sama berperan dalam menentukan tingkat penyesuaian akademis mahasiswa. Tujuan penelitian untuk mengetahui peran dukungan teman sebaya dan regulasi diri belajar terhadap penyesuaian akademis mahasiswa. Fenomena terkait penyesuaian akademis di Sekolah Tinggi XYZ menjadi masalah berulang-ulang dan penting untuk diselesaikan, dalam ruang lingkup yang lebih luas, karakteristik partisipan belum banyak diteliti yakni mahasiswa Pendidikan Tinggi Kedinasan. Partisipan 97 mahasiswa tingkat awal. Pengambilan sampel menggunakan teknik non-probability. Teknik analisis data menggunakan uji regresi berganda. Hasil penelitian membuktikan bahwa dukungan teman sebaya dan regulasi diri belajar berperan secara bersama-sama terhadap penyesuaian akademis mahasiswa Sekolah Tinggi Kedinasan Berasrama XYZ, dukungan teman sebaya memiliki peran lebih besar dari pada variabel regulasi diri belajar.
GAMBARAN KOLABORASI DARING DI MASA PANDEMI COVID-19 BERBASIS TRA (Theory of Reasoned Action): STUDI KASUS UNIVERSITAS X Jap Tji Beng; Alivia Fitriani Amanto; Desella Chandra; Mei Ie; Nina Perlita; Mirabella Mirabella; Sri Tiatri
PROSIDING SERINA Vol. 1 No. 1 (2021): PROSIDING SERINA III 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.495 KB) | DOI: 10.24912/pserina.v1i1.17465

Abstract

The impact of the COVID-19 pandemic has caused a learning transition from offline to online. This study is part of a wider study, and aims to get an overview of online meetings in the context of education, in the late teens group.This research method is quantitative descriptive, with data collection using a questionnaire that is administered through the G-Form. The research participants were 139 late teens (48,2% male dan 51,8% female)who were college students X. The results of this study showed several findings: (a) the main way of communicating using a cellphone accompanied by security measures by activating a password; (b) participants hold the most online meetings with Zoom; (c) online database access, for example email data is required; (d) they store and sync online content to share real-time data files using google drive with storage capacities ranging from 1GB to 25GB; (e) participants are less likely to sync online calendars and do not require SharePoint and Microsoft Project software; (f) participants do not have problems regarding operational compatibility in carrying out online collaboration, they usually use laptops and need electricity as an energy source; (g) the most important factor of a good network provider is the internet provider, because of the problems commonly encountered when using online facilities related to documents, especially when editing in real-time and sharing large files; (h) participants perform the work of sharing notes, synchronizing documents across devices, and granting permission to share content with colleagues using services provided by Google such as GDocs; (i) participants do work with scheduling features, especially when creating calendars with colleagues using cloud calendar services (google/apple/teams). Through the TRA approach, by discovering the behaviors of using technology in this online collaboration, it can be concluded that in general, research participants have positive beliefs and evaluations of the technology used in online collaboration. The use of technology for online collaboration has also begun to become the accepted norm for the group of late teens who are college students. The findings of this study form the basis for further, broader studies of the described collaboration with Vygotsky's theories. 
RESPONS GURU SEKOLAH DASAR TERHADAP PENGENALAN INTERNET OF THINGS UNTUK PEMBELAJARAN STEM Jap Tji Beng; Mirabella Mirabella; Nina Perlita; Mei Ie; Alivia Fitriani Amanto; Desella Chandra; Sri Tiatri
PROSIDING SERINA Vol. 1 No. 1 (2021): PROSIDING SERINA III 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.251 KB) | DOI: 10.24912/pserina.v1i1.17466

Abstract

Internet of Things (IoT)-based STEM learning is one of the technologies that will be used in the future. As the next generation, elementary level students need to understand the basics of using IoT. Elementary school teachers are  also expected to have knowledge on IoT in order to educate their students. This study aims to describe elementary school teachers’ response to the introduction of the Internet of Things for science learning. The research was conducted using a qualitative participatory ethnography method. Researchers of this study consist of lecturers and students participating in Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) research internship and the research participants were the Principal and 17 Elementary School Teachers in Kota S, Central Java. The research resulted in three findings: (a) Principals and Elementary School Teachers responded positively to the introduction of IoT, (b) Principals and teachers have not implemented the introduction of IoT in learning in elementary schools, (c) The introduction of IoT can be used as one of the compilers of Best Practice for the teachers. The results of the study can be used as an initial description for designing IoT-based STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) learning for elementary school students in the future. 
MBKM MENGJAR DI SMP X DKI JAKARTA: MANFAAT BAGI MAHASISWA Fildza Fairuzzia; Lavierda Amorita Haryono; Febby Gabriele Reonaldo; Sri Tiatri
PROSIDING SERINA Vol. 2 No. 1 (2022): PROSIDING SERINA IV 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.518 KB) | DOI: 10.24912/pserina.v2i1.18558

Abstract

Implementasi lapangan atas kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang ditetapkan Kemendikbud Ristek pada tahun 2020 sedang terus dikembangkan oleh berbagai perguruan tinggi.  Salah satu kegiatan MBKM adalah Asistensi Mengajar (MBKM AM). Tulisan ini disusun dengan tujuan mengidentifikasi manfaat MBKM Asistensi Mengajar yang telah dilaksanakan oleh sekelompok mahasiswa di SMP X, Provinsi DKI Jakarta.  Partisipan kegiatan ini adalah 3 orang mahasiswa peserta MBKM Asistensi Mengajar.  Metode yang digunakan dalam pengambilan data adalah wawancara, observasi, dan Focus Group Discussion. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketiga mahasiswa merasakan manfaat dari MBKM, yaitu meningkatnya kemampuan yang mereka miliki terutama soft skills dan hard skills, meningkatnya kepercayaan diri yang mereka miliki serta kemampuan berkomunikasi yang menjadi lebih baik. Pelaksanaan MBKM AM ini juga mendapatkan tanggapan positif dari pihak sekolah.  Berdasarkan temuan dari pelaksanaan MBKM AM ini, maka kegiatan MBKM AM ini dapat dilanjutkan, dan disempurnakan, khususnya dalam kegiatan Asistensi Mengajar agar menjadi mahasiswa yang berkompeten di masa depan.
Program Identifikasi Tema Dongeng Untuk Meningkatkan Pemahaman Tema Moral Pada Siswa Kelas Lima di Sekolah Dasar Suzanna Juwita; Sri Tiatri; Rahmah Hastuti
Jurnal Psikologi Vol 44, No 3 (2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.453 KB) | DOI: 10.22146/jpsi.22456

Abstract

The purpose of this research is to determine the impact of Story Theme to improve moral theme understanding in primary school students. This program was designed to help students understand the storyline, moral lesson, and formulation of the moral story by creating new stories that have similar moral themes. The participants (N = 16) were the students in grade 5 elementary school and divided into two groups: 8 students in the experimental group and 8 students in the control group. This study used the experimental design of Randomized Controlled Trial (RCT) and a measuring tool of Moral Theme Understanding. The result of the analysis showed that Theme Identification Program has improved the understanding of moral themes among elementary school students (z= -2,527 p= 0,012).Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Program Identifikasi Tema (PIT) dongeng dalam meningkatkan pemahaman tema moral pada siswa sekolah dasar. PIT dirancang untuk membantu anak memahami alur cerita, penalaran moral, dan perumusan pesan moral pada cerita dengan membuat cerita baru yang memiliki tema moral serupa. Partisipan (N=16) siswa kelas 5 Sekolah Dasar. Terbagi dalam dua kelompok yaitu 8 siswa pada kelompok eksperimen dan 8 siswa pada kelompok kontrol. Desain pada penelitian ini yaitu eksperimen dengan desain Randomized Controlled Trial (RCT). Instrumen penelitian yang digunakan adalah Pemahaman Tema Moral (PTM) yang disusun berdasarkan alat ukur Moral Theme Comprehention. Berdasarkan hasil perhitungan, diketahui bahwa hipotesis penelitian diterima, artinyaprogram identifikasi tema (PIT) meningkatkan pemahaman tema moral (PTM) di sekolah dasar (z= -2,527 p= 0,012).
Co-Authors Ade Ubaidah Adelia Yulindasari Adilatun Nisa Aeda Andianturi Taim Alivia Fitriani Amanto Alivia Fitriani Amanto Amalia Novita Retaminingrum Anakita Pertama Henerges Angela, Octarifa Anolin, Ann G. Beng, Jap Tji Beng, Jap Tji Beta Oktalia Bonar Hutapea Castillo, Sheryll Ann M. Chelsea Indriani Chitta Anugrah Christina Christina Cintya Syarah Azzahra Claudia Fiscarina Desella Chandra Desella Chandra Dinatha, Vienchenzia Oeyta D. Dinatha, Vienchenzia Oeyta Dwitama Elga Adhi Bunarwan Febby Gabriele Reonaldo Felisca Kauwer Fifi Juniarti Fildza Fairuzzia Fransisca I. R. Dewi Fransisca Iriani Roesmala Dewi Grace Anafree Randa Guanco, Rhalf Jayson F. Hai, Sam Toong Hartinah Dinata Heni Mularsih Heni Mularsih Heni Mularsih (Almh) Henny Mularsih Hody Denilson Jap Tji Beng Jolanda Chatarina Wibawa KENI KENI Keyzea Michelle Suherman Khairun Nisa Latupono, Sania Alikha Rahmadira Lavierda Amorita Haryono Listra Chatalia Silitonga Lunzaga, Ele Margareta, Margareta Mei Ie Mira Bella Mirabella Mirabella Mirabella Nagm, Fouad Naidas, Michael S. Nazwa Rahma Aulia Nina Perlita Nina Perlita Nina Perlita Nurkholiza, Rahmiyana Nurkholiza, Rahmiyana Pamela Hendra Heng Putri, Tifani Anasya Rahmah Hastuti Rahmiyana Nurkholiza Rasji Rasji Rita Markus Idulfilastri Rita Markus Idulfilastri Ruminta Ruminta Ruminta Ruminta Ruth Stevani Natalia M Salsabila, Tasya Mulia Salsabila, Tasya Mulia Salsabila, Tasya Mulia Sam, Toong Hai Samantha, Velline Sefira, Fasia Meta Sefira, Fasia Meta Shanon Jieling Kurniawan Soemiarti Patmonodewo Solikhah, Nafiah Supi Catur Nadyastuti Suzanna Juwita Sweet Lovely Panelewen Tania Talitha Harsoyo Tasya Mulia Salsabila Tiara Nailah Mahmud Trisnawarman, Dedi Valensia Teresa Vienchenzia Oeyta Dwitama Dinatha Vivien H. Wangi Wasino, Wasino Yohannes Wijaya Yulia Lestari Tarihoran Yunike Putri Zahro, Tiara Zahro, Tiara