Claim Missing Document
Check
Articles

Ketika Tujuan Bertemu Ketekunan: Peran Grit dalam Hubungan Goal Setting dan Performa Akademik Matematika Siswa SMA X Abraham Leorenz Romauli Alexander Suriadikusuma; Sri Tiatri; Riana Sahrani
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 7 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i7.5799

Abstract

Matematika termasuk bidang ilmu yang turut menopang kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus melatih siswa berpikir kritis dan analitis. Meski demikian, sebagian siswa di SMA X masih kesulitan menguasai pelajaran ini, sehingga capaian akademik mereka belum optimal. Dalam konteks tersebut, kemampuan menetapkan tujuan (goal setting) dan ketekunan (grit) layak diperhatikan sebagai faktor yang dapat menunjang prestasi belajar Matematika. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran grit sebagai moderator dalam hubungan antara goal setting dan performa akademik Matematika pada siswa SMA X. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan rancangan korelasional. Partisipannya adalah siswa kelas X hingga XII di SMA X yang dipilih melalui teknik purposive sampling (N = 293). Goal setting diukur menggunakan Skala Goal Setting, sementara grit diukur dengan Skala Grit. Data dianalisis menggunakan regresi moderasi melalui PROCESS Macro Hayes. Grit terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap performa akademik (? = 0.226, p < 0.001). Sebaliknya, pengaruh goal setting bersifat positif tetapi tidak signifikan (? = 0.089, p = 0.0078). Interaksi antara goal setting dan grit juga positif dan signifikan, walaupun efek moderasinya tergolong kecil (? = 0.0062, p = 0.0316). Temuan ini menunjukkan bahwa goal setting cenderung lebih berdampak pada performa akademik ketika siswa memiliki grit yang tinggi. Karena itu, sekolah perlu merancang program yang memadukan penetapan tujuan dengan penguatan grit siswa, agar capaian akademik yang diharapkan dapat tercapai secara optimal.
Peran Self Regulated Learning sebagai Moderator pada Hubungan antara Grit dan Performa Akademik Mahasiswa Unit Kegiatan Olahraga Namira Permata Dharma P; Sri Tiatri; Riana Sahrani
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 7 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i7.5869

Abstract

Mahasiswa yang aktif dalam unit kegiatan olahraga menghadapi tantangan menyeimbangkan tuntutan akademik dan latihan intensif, sehingga performa akademik mereka dipengaruhi oleh faktor psikologis seperti grit dan self-regulated learning (SRL). Grit didefinisikan sebagai ketekunan dan konsistensi minat terhadap tujuan jangka panjang, sedangkan SRL merupakan kemampuan individu mengelola proses belajar melalui perencanaan, pelaksanaan, dan refleksi diri. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh grit terhadap performa akademik mahasiswa unit kegiatan olahraga serta menganalisis peran SRL sebagai moderator. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan desain moderasi, melibatkan 124 mahasiswa aktif unit kegiatan olahraga minimal semester dua. Instrumen yang digunakan meliputi Grit Scale, skala SRL, dan IPK sebagai indikator performa akademik. Analisis dilakukan menggunakan regresi moderasi dengan PROCESS Macro Hayes. Hasil menunjukkan grit berpengaruh positif dan signifikan terhadap performa akademik (? = 0,07; p = 0,03), SRL juga berpengaruh signifikan (? = 0,4; p = 0,004), serta interaksi keduanya signifikan (? = 0,0012; p = 0,01), mengindikasikan SRL memoderasi hubungan grit dan performa akademik. Semakin tinggi SRL, semakin kuat pengaruh grit terhadap pencapaian akademik. Model menjelaskan 11,13% variasi performa akademik (R² = 0,11). Temuan ini berkontribusi secara teoretis dalam memahami interaksi motivasi jangka panjang dan regulasi diri, serta menawarkan implikasi praktis bagi institusi dalam merancang program pelatihan SRL dan manajemen waktu yang disesuaikan dengan jadwal latihan mahasiswa unit kegiatan olahraga.
Peran Fear of Missing Out (FoMO) Terhadap Loot Box Engagement Pada Pemain Video Game Muhammad Naufal Hafizh; Sri Tiatri
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 8 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i8.8028

Abstract

Loot box dalam video game sering menghadirkan item eksklusif dan penawaran berbatas waktu yang dapat menimbulkan kekhawatiran pemain akan kehilangan kesempatan, sebuah fenomena yang semakin marak seiring meluasnya monetisasi loot box di industri game global. Penelitian yang secara langsung membahas peran Fear of Missing Out (FoMO) terhadap Loot Box Engagement, khususnya pada pemain video game di Indonesia, masih terbatas, meskipun isu ini relevan mengingat kemiripan loot box dengan perjudian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran FoMO terhadap Loot Box Engagement pada pemain video game. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan berjumlah 117 pemain video game yang memiliki pengalaman membeli loot box menggunakan uang nyata. Data dikumpulkan menggunakan Skala Fear of Missing Out (FoMO) dan Skala Loot Box Engagement, yang masing-masing mengukur kekhawatiran tertinggal dari pengalaman berharga dan tingkat keterlibatan perilaku dalam loot box. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data tidak berdistribusi normal sehingga analisis dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman's rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FoMO berperan secara signifikan terhadap Loot Box Engagement (r? = 0,653; p < 0,001), menandakan hubungan positif yang kuat antara kedua variabel. Hasil koefisien determinasi menunjukkan bahwa FoMO memberikan kontribusi sebesar 42,6% terhadap Loot Box Engagement, sementara sisanya dipengaruhi faktor lain di luar model penelitian ini. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat FoMO yang dimiliki pemain, semakin tinggi pula keterlibatannya dalam aktivitas loot box. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman faktor psikologis yang mendorong keterlibatan pemain dalam loot box serta menjadi dasar bagi pengembang game dan regulator merancang mekanisme monetisasi yang lebih etis.
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM MERANCANG PEMBELAJARAN MEMBACA BERDIFERENSIASI TERHADAP KEBUTUHAN SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS Wilyani Handali; Jap Tji Beng; Sri Tiatri
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v9i2.38261

Abstract

Low national literacy levels and the demand for equitable educational rights in inclusive schools present critical challenges for Indonesia's current education system. Teachers in inclusive classrooms often struggle to design accommodative instruction, particularly for students with Autism Spectrum Disorder (ASD) who require specific reading approaches. This Community Service Program (PKM) aims to enhance teacher competence in designing differentiated reading instruction tailored to the needs of students with special needs. This initiative represents a tangible step toward achieving Sustainable Development Goal (SDG) 4—Quality Education—specifically by ensuring inclusive, fair, and equitable access to education for all children. The seminar was conducted in person at an elementary school in Tangerang and attended by ten teachers. A pre-test and post-test design was used to measure changes in teacher knowledge before and after the intervention. The material covered the theoretical foundations of inclusive education, principles of differentiated instruction, and evidence-based reading strategies such as multisensory approaches, explicit instruction, and the use of visual supports. Wilcoxon Signed-Rank test results indicated a significant improvement in teacher competence (W = 0.000; z = –2.666; p = 0.009) with a very large effect size (rank-biserial correlation = –1.000). The average participant score rose sharply from 4.60 to 9.40, accompanied by a reduction in score variance, indicating more uniform and consistent understanding among the teachers. This program offers practical benefits by equipping educators with ready-to-use clinical-pedagogical skills while making a significant contribution to fostering inclusive, responsive, and evidence-based literacy practices in elementary school settings.   ABSTRAK Rendahnya capaian literasi nasional serta tuntutan pemenuhan hak pendidikan yang setara di sekolah inklusif menjadi tantangan krusial dalam sistem pendidikan Indonesia saat ini. Guru di kelas inklusif sering kali menghadapi kesulitan dalam merancang instruksi yang akomodatif, khususnya bagi siswa dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) yang memerlukan pendekatan membaca spesifik. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam merancang pembelajaran membaca berdiferensiasi yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa berkebutuhan khusus. Upaya ini merupakan langkah nyata dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDG) 4 mengenai Pendidikan Bermutu (Quality Education), khususnya dalam menjamin akses pendidikan yang inklusif, adil, dan setara bagi semua anak. Seminar dilaksanakan secara luring di sebuah sekolah dasar di Tangerang dan diikuti oleh sepuluh guru. Desain pre-test dan post-test digunakan untuk mengukur perubahan pengetahuan guru sebelum dan sesudah intervensi. Materi yang diberikan mencakup landasan teori pendidikan inklusif, prinsip-prinsip pembelajaran berdiferensiasi, serta strategi membaca berbasis bukti seperti pendekatan multisensori, instruksi eksplisit, dan penggunaan dukungan visual. Hasil uji Wilcoxon Signed-Rank menunjukkan peningkatan kompetensi guru yang signifikan (W = 0,000; z = –2,666; p = 0,009) dengan effect size yang sangat besar (rank-biserial correlation = –1,000). Rata-rata skor peserta meningkat tajam dari 4,60 menjadi 9,40, disertai penurunan variasi skor yang menandakan pemahaman guru menjadi lebih merata dan konsisten. Program ini memberikan manfaat praktis dalam membekali pendidik dengan keterampilan klinis-pedagogis yang siap pakai, sekaligus memberikan kontribusi penting dalam mendorong praktik literasi yang inklusif, responsif, dan berbasis bukti di lingkungan sekolah dasar.  
Co-Authors Abraham Leorenz Romauli Alexander Suriadikusuma Ade Ubaidah Adelia Yulindasari Adilatun Nisa Aeda Andianturi Taim Alivia Fitriani Amanto Alivia Fitriani Amanto Amalia Novita Retaminingrum Amanda Diva Vebiyan Anakita Pertama Henerges Anolin, Ann G. Arsy Febrianti Putri Beng, Jap Tji Beng, Jap Tji Beta Oktalia Bonar Hutapea Castillo, Sheryll Ann M. Chelsea Indriani Chelsea Indriani Chitta Anugrah Christina Christina Cindy Arianti Lim Cintya Syarah Azzahra Claudia Fiscarina Claudya Christine Dedi Trisnawarman Desella Chandra Desella Chandra Desi Arisandi Dinatha, Vienchenzia Oeyta D. Dinatha, Vienchenzia Oeyta Dwitama Elga Adhi Bunarwan Febby Gabriele Reonaldo Felice Angela Felisca Kauwer Fifi Juniarti Fildza Fairuzzia Fransisca I. R. Dewi Fransisca Iriani Roesmala Dewi Gabriella Shalisha Gavriella Ceacilia Christie Ratu Edo Gladys Anawai Ohyver Grace Anafree Randa Hai, Sam Toong Hana Kameliana Romansza Hani Rahmawati Johan Hartinah Dinata Helena Puspita Mulyono Heni Mularsih Heni Mularsih Heni Mularsih (Almh) Henny Mularsih Hody Denilson Jap Tji Beng Jap Tji Beng Jap Tji Beng Jennifer Jennifer Jessica Widodo Joan Andriona Jolanda Chatarina Wibawa KENI KENI Keyzea Michelle Suherman Khairun Nisa Kyara Nathashia Latifah Liwanti Putri Lavierda Amorita Haryono Listra Chatalia Silitonga Margareta, Margareta Mei Ie Mira Bella Mirabella Mirabella Mirabella Miranda Bellany Muhammad Naufal Hafizh Naila Hullatun Nichlah Namira Permata Dharma P Naraya Kinastrian Siniddhikara Duarsa Naura Reisya Azzuhruf Nazwa Rahma Aulia Nesha Meccabelfa Nina Perlita Nina Perlita Nina Perlita Nurkholiza, Rahmiyana Nurkholiza, Rahmiyana Ohyver, Daniel Adolf Pamela Hendra Heng Putri Alifia Rahmadani Rachel Virenna Rahmah Hastuti Rahmiyana Nurkholiza Rahmiyana Nurkholiza Rahmiyana Nurkholiza Rahmiyana Nurkholiza Rasji Rasji Riana Sahrani Rita Markus Idulfilastri Rita Markus Idulfilastri Ruminta Ruminta Ruminta Ruminta Ruth Stevani Natalia M Salsabila Zahrani Fatiha Salsabila, Tasya Mulia Sam, Toong Hai Sefira, Fasia Meta Shafira Anggun Aulia Shanon Jieling Kurniawan Shavira Hasanah Putri A. Syarif Soemiarti Patmonodewo Solikhah, Nafiah Supi Catur Nadyastuti Suzanna Juwita Sweet Lovely Panelewen Tania Talitha Harsoyo Taqya Adisty Safarizkyra Tasya Mulia Salsabila Tiara Nailah Mahmud Tiara Zahro Valensia Teresa Verena Aurelia Vienchenzia O. D. Dinatha Vienchenzia Oeyta Dwitama Dinatha Vienchenzia Oeyta Dwitama Dinatha Vivien H. Wangi Wasino . Wijaya, Yohannes Wilyani Handali Yulia Lestari Tarihoran Yunike Putri Zahro, Tiara