Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PEMBENTUKAN INVENTIVITAS MAHASISWA MELALUI MBKM PENELITIAN Sri Tiatri; Claudia Fiscarina; Mirabella; Nina Perlita; Mei Ie; Jap Tji Beng
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i2.20514.2022

Abstract

Inventivitas atau kemampuan untuk berinvensi dan berinovasi merupakan salah satu kemampuan yang perlu dimiliki lulusan Prodi Sarjana. MBKM pada Prodi Sarjana adalah Program yang ditetapkan Kemendikbudristek tahun 2020. Program yang relatif baru ini masih terus mencari bentuk untuk menjadi perbendaharaan kegiatan yang kaya dan efektif efisien dalam memperoleh capaian pembelajaran. Salah satu program yang telah dilaksanakan di Univ. X adalah MBKM Penelitian. Penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas MBKM Penelitian di Univ. X dalam meningkatkan inventivitas mahasiswa. Partisipan penelitian adalah 12 mahasiswa. Metode penelitian adalah eksperimen kuasi, dengan menerapkan Program MBKM Penelitian yang Terintegrasi. Program meliputi 5 tahap pembentukan inventivitas, dirancang oleh Tim Peneliti. Kelima tahap yaitu: tahap pemikiran terhadap persiapan penelitian, tahap pemikiran terhadap kegiatan yang diikuti, tahap focus group discussion terhadap temuan penelitian, tahap perancangan metode lanjutan, tahap evaluasi berkelanjutan. Metode pengumpulan data adalah campuran, kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh melalui kuesioner pengalaman mengikuti MBKM Penelitian, dan data kualitatif diperoleh melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta MBKM Penelitian memiliki kemampuan mempelajari berbagai hal yang ditemui selama penelitian. Inventivitas yang terbangun juga tampak dari karya-karya yang dihasilkan. Hasil ini menunjukkan bahwa MBKM Penelitian yang dijalankan di Univ. X efektif dalam mencapai kompetensi inventivitas mahasiswa. Penyempurnaan masih perlu dilakukan terkait keterampilan mewujudkan invensi mereka dalam bentuk gambar/skema yang mudah dipahami banyak pihak.
GAZERECORDER: MENGAMATI ATENSI PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS MENGGUNAKAN EYE TRACKER Aeda Andianturi Taim; Sri Tiatri; Jap Tji Beng
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i2.13558.2022

Abstract

Atensi dapat bergeser dengan sangat cepat dari satu hal ke hal berikutnya, dan oleh karena itu atensi dapat didiskusikan menjadi orientasi overt yaitu tindakan selektif pada suatu item dengan menggerakkan mata ke titik ke arah itu, dan orientasi covert mampu mengalihkan fokus secara mental tanpa menggerakan mata. Pergerakan mata ini dapat menjadi indikasi untuk mengamati atensi. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi atensi dalam proses membaca bagi siswa sekolah menengah. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan desain posttest only one group design dan melibatkan 3 peserta kelas 1 dan kelas 3 SMA. Peralatan yang digunakan adalah webcam dengan perangkat lunak GazeRecorder  sebagai alternatif eyetracker yang telah digunakan dalam proses uji coba awal. Analisis deskriptif digunakan untuk mendapatkan profil perhatian siswa SMA dengan menggunakan video monitoring dan analisis korelasional untuk mendapatkan data perbedaan daya dan tingkat kesulitan alat ukur yang dikembangkan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa atensi dalam membaca dapat diidentifikasi secara efektif melalui teknologi pelacak mata (gazerecorder). Attention can shift very quickly from one thing to the next, and therefore attention can be discussed as overt orientation i.e. selective action on an item by moving the eye to a point in that direction, and covert orientation being able to mentally shift focus without moving the eye. This eye movement can be an indication to observe attention. The purpose of this study was to identify attention in the reading process for high school students. This study used a quasi-experimental method with a posttest only one group design and involved 3 participants in grade 1 and grade 3 high school. The equipment used is a webcam with GazeRecorder software as an alternative to the eyetracker that has been used in the initial trial process. Descriptive analysis was used to obtain the attention profile of high school students by using video monitoring and correlational analysis to obtain data on the difference in power and the level of difficulty of the measuring instrument developed. The results of the study indicate that attention in reading can be identified effectively through eye tracking technology (gazerecorder).
PERSPEKTIF DOSEN, MAHASISWA, TENDIK MENGENAI IMPLEMENTASI MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA DI UNIVERSITAS TARUMANAGARA Sri Tiatri; Keni Keni; Rasji Rasji; Rita Markus Idulfilastri; Nafiah Solikhah; Fransisca I. R. Dewi; Jap Tji Beng
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i1.16072.2022

Abstract

Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) telah disosialisasikan terutama kepada dosen dan mahasiswa Universitas Tarumanagara, sejak ditetapkan oleh Kemendikbudristek pada bulan Januari 2020.  Kurikulum MBKM ini juga telah diimplementasikan selama lebih dari 1,5 tahun di Universitas Tarumanagara sejak semester ganjil 2020/2021.  Pada akhir tahun 2021, Ditjen Diktiristek menugaskan 110 Perguruan Tinggi Swasta termasuk Universitas Tarumanagara, untuk melaksanakan penelitian mengenai kebijakan MBKM. Satu Tim Peneliti ditugaskan oleh Universitas Tarumanagara melaksanakan tugas dari Ditjen Diktiristek tersebut. Dalam pelaksanaan tugas ini, penelitian juga ditujukan untuk memahami perspektif dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan (tendik) terhadap kebijakan dan implementasi MBKM tersebut.  Partisipan penelitian adalah dosen, mahasiswa, dan tendik Universitas Tarumanagara. Data dikumpulkan melalui survei elektronik yang dirancang, dan disebarluaskan oleh Ditjen Diktiristek melalui SPADA (Sistem Pembelajaran Daring). Data yang digunakan dalam tulisan ini adalah data pada tanggal 23 Desember 2021 yang diberikan oleh Ditjen Diktiristek kepada LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat) Universitas Tarumanagara, terdiri atas 298 dosen, 3.994 mahasiswa, dan 136 tendik Universitas Tarumanagara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 50% dosen, mahasiswa, dan tendik mengetahui sebagian besar isi kebijakan MBKM, terutama melalui sosialisasi yang dilaksanakan oleh perguruan tinggi. Lebih dari 50% partisipan memilih Sosialisasi Kemendikbud, Kanal Perguruan Tinggi, dan Sosialisasi Perguruan Tinggi sebagai tiga media informasi yang dapat meningkatkan pemahaman mengenai MBKM. Partisipan menyatakan bahwa kedelapan kegiatan MBKM sudah ada sebelumnya.  Lebih dari 50% partisipan menjawab dua semester untuk melaksanakan kegiatan MBKM di luar perguruan tinggi. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat dinyatakan bahwa sekitar 50% dosen, mahasiswa, dan tendik di Universitas Tarumanagara telah memiliki perspektif yang sejalan dengan Kebijakan MBKM yang telah ditetapkan oleh Kemendikbudristek. Diskusi-diskusi di tingkat dosen merekomendasikan kemandirian dalam menjalankan MBKM bagi perguruan tinggi yang dinilai mampu oleh Kemendikbudristek.The Kampus Merdeka Independent Learning Curriculum (MBKM) has been socialized, specifically to lecturers and students of Universitas Tarumanagara since its stipulation by the Ministry of Education and Culture and Research and Technology in 2020. This curriculum was also implemented for more than 1.5 years at Universitas Tarumanagara, from the beginning of semester 2020/2021.  At the end of 2021, the Directorate General of Higher Education assigned 110 private universities, including Tarumanagara University, to conduct research regarding MBKM policies. One Research Team was assigned by Universitas Tarumanagara to fulfill the task assigned by the Directorate General of Higher Education and Research and Technology, as well as to understand the perspectives of lecturers, students, and education staff on the MBKM policy and implementation. Research participants include lecturers, students, and staff at Tarumanagara University. Data was collected through an electronic survey designed and administered by the Directorate General of Higher Education and Research and Technology through SPADA (Online Learning System). The data used in this paper is from December 23, 2021 which was handed by the Directorate General of Higher Education and Research and Technology to the LPPM (Institute for Research and Community Service) of Universitas Tarumanagara, consisting of 298 lecturers, 3,994 students, and 136 staff of Universitas Tarumanagara. The result shows that about 50% of lecturers, students, and staff knew most of the contents of the MBKM policy, especially through socialization carried out by the university. More than 50% of participants chose Socialization by the Ministry of Education and Culture, University Channel, and Socialization by the University as the three information media that can improve the understanding of MBKM. Participants stated that the eight MBKM activities had existed before. More than 50% of participants chose to dedicate 2 semesters to carry out MBKM activities outside university activities. Based on the results of this study, it can be stated that about 50% of the lecturers, students, and staff at Universitas Tarumanagara already possess a perspective that is in line with the MBKM Policy that has been set by the Ministry of Education and Culture and Research and Technology. Discussions among the lecturers recommended independence in implementing MBKM for universities deemed capable by the Ministry of Education and Culture and Research and Technology.
DAMPAK PSIKOLOGIS MAHASISWA PADA IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN KOLABORATIF DAN PARTISIPATIF DI KABUPATEN BELITUNG Rita Markus Idulfilastri; Sri Tiatri; Keni Keni; Nafiah Solikhah; Fransisca I. R. Dewi; Jap Tji Beng
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i1.16074.2022

Abstract

Pembelajaran kolaboratif dan partisipatif merupakan salah satu indikator keberhasilan utama (IKU) yang dipersyaratkan untuk menilai ketercapaian pelaksanaan MBKM. Kegiatan penelitian ini berbasis projek (team-based project) yaitu kegiatan proyek lapangan yang dilakukan sesuai setting sebenarnya, bukan kegiatan di dalam kelas. Tujuan penelitian untuk melihat dampak psikologis pembelajaran kolaboratif dan partisipatif berpengaruh sebelum dan setelah melaksanakan proyek. Konsep teori yaitu kesiapan berubah (readiess to change) dan passion. Dimensi kesiapan berubah terdiri change of efficacy, ketepatan berubah, dukungan manajemen, manfaat pribadi dan dimensi passion terdiri dari harmony passion dan obsessive passion. Metode penelitian menggunakan kuasi eksperimen dengan jumlah sampel 6 mahasiswa UNTAR dan diambil data pre-test, post-test dan wawancara. Pengolahan data menggunakan korelasi dan compare mean t-test. Hasil penelitian menunjukkan terjadi hubungan kuat dan signifikan antara pre-test, post-test pada kesiapan berubah dan passion. khususnya pada dimensi-dimensi ketepatan melakukan perubahan, change of efficacy dan harmony passion. Namun hasil perbedaan rata-rata menunjukkan signifikan hanya pada change of efficacy. Kesimpulan penelitian memperlihatkan dampak psikologis change of efficacy terjadi pada mahasiswa yang melakukan implementasi pembelajaran kolaboratif dan partisipatif di kabupaten Belitung. Mahasiswa meyakini proyek yang dilakukannya memberikan dampak perubahan pada masyarakat. Keyakinan diri mahasiswa yang relatif kuat sebelum dilaksanakan proyek dan menjadi semakin bertambah kuat setelah selesai proyek dilaksanakan. Saran penelitian selanjutnya dilakukan beberapa kali proyek kegiatan untuk mempertahankan konsistensi data.Collaborative and participatory learning is one of the main success indicators (IKU) required to assess the achievement of MBKM implementation. This research activity is project-based (team-based project), namely field project activities carried out according to the actual setting, not activities in the classroom. The aim of the research is to see the psychological impact of collaborative and participatory learning before and after implementing the project. The theoretical concepts used are readiness to change and passion. The changing dimension consists of changes in efficacy, changes in accuracy, management support, personal benefits and the passion dimension consists of harmony passion and obsessive passion. The research method used a quasi-experimental with a sample of 6 UNTAR students and pre-test, post-test and interview data were taken. Processing of data using correlation and comparing the mean t-test. The results showed that there was a strong and significant relationship between pre-test, post-test on readiness to change and passion. especially on the dimensions of accuracy in making changes, changes in efficacy and passion for harmony. However, the results of the mean difference showed significant only in the change in success. The conclusion of this research is the impact of psychological impact on efficacy changes that occur in students who implement collaborative and participatory learning in Belitung district. Students believe in projects that have a changing impact on society. Students' self-confidence is relatively strong before the project is implemented and becomes stronger after the project is completed. Subsequent research suggests several project activities to maintain data.
DAMPAK IMPLEMENTASI MBKM PADA KOGNITIF MAHASISWA UNIVERSITAS X: REKOMENDASI PENINGKATAN MBKM DI PTS Jap Tji Beng; Keni Keni; Nafiah Solikhah; Rita Markus Idulfilastri; Fransisca Iriani Roesmala Dewi; Mira Bella; Nina Perlita; Sri Tiatri
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i1.16077.2022

Abstract

Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) adalah suatu program yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbudristek RI) sejak tahun 2020. Universitas Tarumanagara telah berkomitmen dalam menerapkan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) sebagai bagian dari kurikulum sejak tahun 2020. Sejalan dengan kebijakan MBKM, upaya Kemendikbudristek menjaga mutu Perguruan Tinggi adalah dengan menggunakan Indikator Kinerja Utama (IKU). Salah satu sub indikator yang keberhasilan terdapat pada IKU-7, yaitu mahasiswa terlibat dalam kelas yang kolaboratif dan partisipatif. Penelitian ini bertujuan melihat dampak implementasi kelas kolaboratif dan partisipatif pada mahasiswa yang teribat dalam MBKM, khususnya dalam bentuk Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Kabupaten Belitung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu qualitative descriptive dengan pendekatan participatory ethnography. Peneliti terdiri atas 7 dosen dan 6 mahasiswa pelaksana 3 PKM di Kabupaten Belitung. Partisipan yang menjadi sasaran  penelitian ini adalah  6 Mahasiswa MBKM yang terlibat dalam Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) tersebut. Pengumpulan data dilakukan melalui metode observasi dan wawancara sebelum, selama, dan sesudah pelaksanaan acara PKM di Kabupaten Belitung. Penelitian menghasilkan tiga temuan dalam aspek kognitif yaitu: (a) kegiatan pembelajaran kolaboratif dan partisipatif meningkatkan pengetahuan mahasiswa MKBM mengenai pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat; (b) meningkatkan kemampuan analisis pada mahasiswa; dan (c) meningkatkan kemampuan dalam hal problem solving pada mahasiswa. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai gambaran dampak pelaksanaan MBKM, dan selanjutnya dapat menjadi rekomendasi untuk peningkatan MBKM di perguruan tinggi swasta.
Hubungan antara Empati dan Kualitas Hubungan Interpersonal pada Mahasiswa Anakita Pertama Henerges; Sri Tiatri
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 12 (2024): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v4i12.2353

Abstract

Kehidupan mahasiswa pada era globalisasi melibatkan teknologi sebagai alat bantu dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Namun, penurunan interaksi langsung antar individu menjadi masalah penting yang perlu dianalisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara empati dan kualitas hubungan interpersonal pada mahasiswa, dengan fokus pada empat dimensi: Dukungan, Konflik, Komunikasi, dan Interaksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif, dengan populasi mahasiswa di Universitas Tarumanagara. Sampel terdiri dari 260 mahasiswa yang diambil secara acak menggunakan teknik probability random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur tingkat empati dengan skala Interpersonal Reactivity Index (IRI) dan kualitas hubungan interpersonal melalui skala Quality of Relationship Inventory (QRI). Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi sebesar -0,150 dengan nilai signifikansi 0,015, yang mengindikasikan adanya hubungan negatif yang signifikan antara empati dan kualitas hubungan interpersonal, meskipun dengan tingkat kekuatan hubungan yang lemah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi empati yang dimiliki mahasiswa, semakin rendah kualitas hubungan interpersonal yang mereka miliki. Temuan ini bertentangan dengan teori yang menyatakan adanya hubungan positif antara kedua variabel tersebut. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi untuk studi lebih lanjut mengenai hubungan antara empati dan kualitas hubungan interpersonal di kalangan mahasiswa.
Persepsi Mahasiswa Terhadap Penguatan Identitas Budaya dan Nilai Pancasila Melalui Kuliner Tradisional di Universitas X Tania Talitha Harsoyo; Hody Denilson; Chitta Anugrah; Adilatun Nisa; Adelia Yulindasari; Sri Tiatri
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i1.6324

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi mahasiswa terhadap penguatan identitas budaya dan nilai-nilai Pancasila melalui kuliner tradisional. Fokus penelitian berada pada mahasiswa Universitas X dengan rentang usia 18–25 tahun. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam terhadap tujuh partisipan yang dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa menyadari pentingnya kuliner tradisional tidak hanya sebagai makanan, tetapi juga sebagai simbol budaya yang mencerminkan nilai gotong royong, musyawarah, dan persatuan sesuai dengan sila ke-3 Pancasila (Persatuan Indonesia). Partisipan memahami bahwa kuliner tradisional memegang peranan signifikan dalam menjaga warisan budaya dan sebagai media efektif dalam memperkuat nilai-nilai Pancasila di tengah arus globalisasi. Kuliner tradisional, seperti tumpeng dan rendang, diyakini mampu menciptakan rasa kebersamaan, memperkuat identitas budaya, dan meningkatkan rasa kebanggaan terhadap warisan lokal. Harapan bagi generasi muda adalah turut melestarikan kuliner tradisional agar tidak punah dan terus dikenal sebagai ciri khas budaya Indonesia. Dukungan dari masyarakat dan pemerintah dinilai penting dalam mempromosikan kuliner tradisional di skala nasional maupun internasional.
Eksplorasi Growth Mindset dan Self-Regulated Learning pada Kalangan Mahasiswa Magang: Perspektif Penelitian dan Implikasi untuk Pengembangan Mahasiswa Sweet Lovely Panelewen; Sri Tiatri
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i1.6366

Abstract

Program magang merupakan salah satu strategi penting yang bertujuan memperkuat keterampilan praktis dan meningkatkan kompetensi profesional mahasiswa dalam mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan di dunia kerja nyata. Penelitian ini menganalisis hubungan growth mindset dan self-regulated learning pada mahasiswa magang. Penelitian sebelumnya telah membuktikan bahwa terdapat hubungan antara growth mindset dan self-regulated learning pada mahasiswa. Namun penelitian yang membahas secara khusus hubungan growth mindset dan self-regulated learning pada mahasiswa magang masih cukup terbatas. Penelitian ini melibatkan 416 mahasiswa sarjana yang aktif melakukan program magang. Hasil uji reliabilitas menunjukkan bahwa kedua item alat ukur tersebut valid dan reliabel dengan reliabilitas variabel growth mindset yaitu α = .973 dan variabel self-regulated learning α = .990. Hasil uji normalitas yang dilakukan menggunakan One Sample-Kolmogorov, menunjukkan nilai p < .001. Hasil penelitian menunjukkan hipotesis diterima yang menghasilkan hubungan positif pada tingkat sedang antara growth mindset dan self-regulated learning r(414) = .591, p > .001. Penelitian ini merekomendasikan agar penelitian selanjutnya mempertimbangkan untuk menambahkan variabel lain seperti goal orientation, academic resilience atau academic achievement.
Penerapan Art Therapy Untuk Meningkatkan Harga Diri Pada Remaja Dengan Learning Disabilities Yohannes Wijaya; Soemiarti Patmonodewo; Sri Tiatri
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i1.6720

Abstract

Harga diri merupakan evaluasi individu tentang dirinya sendiri secara positif atau negatif. Individu dengan harga diri yang tinggi mengharapkan kesuksesan, sedangkan harga diri yang rendah menduga kegagalan. Harga diri remaja cenderung menurun pada masa remaja. Normal jika anak mengalami kesulitan membaca, menulis, mengeja, dan berhitung pada tahun pertama atau tahun kedua masuk sekolah, tetapi setelah periode ini, anak seharusnya menguasai kompetensi pada tingkatan yang dasar. Jika terus berlangsung hingga remaja, maka remaja tersebut mungkin memiliki learning disabilities. Remaja tersebut nampak lebih pandai dari pada hasil akademisnya. Terapi yang dapat meningkatkan harga diri adalah art therapy karena dapat meningkapkan pemecahan masalah, kemandirian dan harga diri. Harga diri meningkat ketika berhasil menyelesaikan sebuah karya. Menggambar mempengaruhi emosi, pola pikir, dan kesejahteraan. Otak dan tubuh merespon melalui menggambar, melukis, atau aktivitas seni sehingga mengklarifikasi art therapy efektif pada berbagai populasi. Akhirnya art therapy diberikan pada tujuh remaja dengan learning disabilitas untuk meningkatkan harga diri remaja. Semua partisipan menunjukkan harga diri rendah. Penelitian ini menggunakan quasi experimental one group pre-test post-test design di mana Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) dan tes grafis dianalisa untuk mengetahui hasil sebelum dan sesudah dijalankan intervensi. Hasil akhir dari intervensi menyatakan bahwa art therapy dapat meningkatkan harga diri pada remaja dengan learning disabilities dengan hasil uji perbedaan menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara kelompok skor pretest dan posttest, z = -2.371, p = .018, two-tailed
Datafikasi Melalui Fashion Modeling Di Universitas X Malaysia Beng, Jap Tji; Nurkholiza, Rahmiyana; Tiatri, Sri; Hai, Sam Toong; Dinatha, Vienchenzia Oeyta D.; Margareta, Margareta; Salsabila, Tasya Mulia; Sefira, Fasia Meta; Zahro, Tiara
Jutisi : Jurnal Ilmiah Teknik Informatika dan Sistem Informasi Vol 14, No 2: Agustus 2025
Publisher : STMIK Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35889/jutisi.v14i2.2967

Abstract

Digital transformation has precipitated a substantial evolution to the fashion modelling sector. Term of digital transformation through big data, driven by the urgency to teach data literacy to students. This marked and dominated by the concept of datafication, which is the transformation of intangible elements into quantifiable data. This study examines students understanding of datafication level through fashion modeling. The study employs a quantitative method with a pre-test and post-test design consisting of 10 questions. The research variables are the intervention of datafication learning in fashion modelling and changes in students understanding levels. The study participants include 31 students from university X in Malaysia. The results of paired samples t-test analysis showed a significant increase, with an average score difference of 2.45 (p= 0.017). Additionally, the decrease in standard deviation and standard error of the mean values indicated stability in understanding after the intervention. The findings of this study contribute to data-based learning strategies and strengthen the connection between conceptual understanding and practical application.Keyword: Datafication; Digital Transformation; Fashion; Modeling; Big Data   Abstrak Transformasi digital telah membawa perubahan signifikan di sektor fashion modeling. Perkembangan transformasi digital melalui big data didukung oleh urgensi memperkenalkan pembelajaran data kepada mahasiswa menjadi penting. Perkembangan ini ditandai dan di dominasi oleh konsep datafikasi, yang merupakan transformasi elemen tidak berwujud menjadi sebuah data terkuantifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi tingkat pemahaman datafikasi melalui fashion modeling. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-test dan post-test sebanyak 10 butir pertanyaan. Variabel penelitian ini adalah intervensi pembelajaran datafikasi fashion modeling dan perubahan tingkat pemahaman mahasiswa. Partisipan penelitian melibatkan 31 mahasiswa di universitas X Malaysia. Hasil analisis paired samples t-test menunjukkan peningkatan signifikan, dengan selisih skor rata-rata sebesar 2.45 (p= 0.017). Selain itu penurunan nilai standar deviasi dan standard error mean menunjukkan indikasi stabilitas pemahaman setelah intervensi. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi terhadap strategi pembelajaran berbasis data serta memperkuat keterkaitan antara pemahaman konseptual dan pemaparan praktik. 
Co-Authors Ade Ubaidah Adelia Yulindasari Adilatun Nisa Aeda Andianturi Taim Alivia Fitriani Amanto Alivia Fitriani Amanto Amalia Novita Retaminingrum Anakita Pertama Henerges Angela, Octarifa Anolin, Ann G. Beng, Jap Tji Beng, Jap Tji Beta Oktalia Bonar Hutapea Castillo, Sheryll Ann M. Chelsea Indriani Chitta Anugrah Christina Christina Cintya Syarah Azzahra Claudia Fiscarina Desella Chandra Desella Chandra Dinatha, Vienchenzia Oeyta D. Dinatha, Vienchenzia Oeyta Dwitama Elga Adhi Bunarwan Febby Gabriele Reonaldo Felisca Kauwer Fifi Juniarti Fildza Fairuzzia Fransisca I. R. Dewi Fransisca Iriani Roesmala Dewi Grace Anafree Randa Guanco, Rhalf Jayson F. Hai, Sam Toong Hartinah Dinata Heni Mularsih Heni Mularsih Heni Mularsih (Almh) Henny Mularsih Hody Denilson Jap Tji Beng Jolanda Chatarina Wibawa KENI KENI Keyzea Michelle Suherman Khairun Nisa Latupono, Sania Alikha Rahmadira Lavierda Amorita Haryono Listra Chatalia Silitonga Lunzaga, Ele Margareta, Margareta Mei Ie Mira Bella Mirabella Mirabella Mirabella Nagm, Fouad Naidas, Michael S. Nazwa Rahma Aulia Nina Perlita Nina Perlita Nina Perlita Nurkholiza, Rahmiyana Nurkholiza, Rahmiyana Pamela Hendra Heng Putri, Tifani Anasya Rahmah Hastuti Rahmiyana Nurkholiza Rasji Rasji Rita Markus Idulfilastri Rita Markus Idulfilastri Ruminta Ruminta Ruminta Ruminta Ruth Stevani Natalia M Salsabila, Tasya Mulia Salsabila, Tasya Mulia Salsabila, Tasya Mulia Sam, Toong Hai Samantha, Velline Sefira, Fasia Meta Sefira, Fasia Meta Shanon Jieling Kurniawan Soemiarti Patmonodewo Solikhah, Nafiah Supi Catur Nadyastuti Suzanna Juwita Sweet Lovely Panelewen Tania Talitha Harsoyo Tasya Mulia Salsabila Tiara Nailah Mahmud Trisnawarman, Dedi Valensia Teresa Vienchenzia Oeyta Dwitama Dinatha Vivien H. Wangi Wasino, Wasino Yohannes Wijaya Yulia Lestari Tarihoran Yunike Putri Zahro, Tiara Zahro, Tiara