Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN INSTRUMEN DATAFIKASI: EKSPLORASI PEMAHAMAN DASAR SISWA DI BELITUNG Jap Tji Beng; Sri Tiatri; Vienchenzia O. D. Dinatha; Rahmiyana Nurkholiza
INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science Vol. 8 No. 6 (2025): INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/v7taax35

Abstract

Dorongan di era teknologi digital terhadap dunia pendidikan membawa perubahan besar dalam proses pembelajaran yang melibatkan datafikasi. Di Indonesia, penerapan pembelajaran model datafikasi di tingkat sekolah masih tergolong baru dan minim kajian, terutama dalam hal pengembangan instrumen untuk mengukur pemahaman siswa terkait datafikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menguji instrumen pengukuran pemahaman datafikasi siswa di Sekolah Menengah Atas di Belitung. Penelitian ini melibatkan 4 kelas siswa kelas 10 dengan total partisipan 110 orang. Instrumen pre-test disusun ke dalam 21 butir pertanyaan dan post-test 26 butir pertanyan. Metode penelitian yang diterapkan adalah kuantitatif deskriptif verifikatif. Analisis data dilakukan melalui uji Validitas, reliabilitas dan uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk mengukur perbedaan pemahaman sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen pengukuran pemahamanan berhasil meningkatkan pemahaman siswa terhadap datafikasi (Z = -8.823, p < 0.05) dengan peningkatan skor dari 66.22 menjadi 85.85. Skor Cronbach’s Alpha 0.883 pada pre-test dan 0.920 untuk post-test menunjukkan reliabilitas tinggi. Penelitian ini turut berkontribusi dalam pengembangan instrumen asesmen berbasis data terhadap datafikasi khususnya di Indonesia serta mendukung proses pembelajaran literasi data digital. Kata kunci: Datafikasi, Sekolah Menengah, Pengembangan Instrumen, Literasi Digital
IMPLEMENTASI ALGORITMA K-MEANS CLUSTERING UNTUK ANALISIS POLA ABSENSI KARYAWAN PT X Jessica Widodo; Jap Tji Beng; Desi Arisandi; Sri Tiatri
INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science Vol. 8 No. 6 (2025): INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/06pgcp84

Abstract

Keberhasilan operasional PT X, sebuah perusahaan manufaktur, sangat ditentukan oleh konsistensi kehadiran karyawan yang terlibat dalam proses produksi. Oleh karena itu, absensi menjadi indikator penting bagi manajemen sumber daya manusia untuk menjaga kelancaran operasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola absensi karyawan PT X selama satu tahun guna mendukung pengambilan keputusan berbasis data. Data absensi harian diolah menggunakan teknik Feature Engineering untuk menghasilkan variabel perilaku absensi, seperti jumlah kehadiran, keterlambatan, rata-rata menit keterlambatan, pulang cepat, dan variasi jam masuk. Metode yang digunakan adalah metode clustering dengan algoritma K-Means, dengan jumlah cluster optimal ditentukan melalui Elbow Method dan kualitas clustering dievaluasi menggunakan Silhouette Score. Tiga pola utama yang teridentifikasi adalah karyawan yang sangat disiplin, disiplin moderat, dan disiplin rendah. Hasil menunjukkan tiga cluster optimal dengan Silhouette Score 0,87, menunjukkan pengelompokan yang baik. Hasil penelitian ini mendukung pemanfaatkan Business Intelligence untuk pengambilan keputusan strategis dalam manajemen sumber daya manusia di PT X. Kata Kunci: Absensi karyawan, Elbow Method, Feature Engineering, K-Means Clustering, Silhouette Score
PERAN MEDIA SOSIAL DALAM MEMPROMOSIKAN KULINER NUSANTARA Amanda Diva Vebiyan; Joan Andriona; Hani Rahmawati Johan; Gavriella Ceacilia Christie Ratu Edo; Miranda Bellany; Sri Tiatri
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i1.8192

Abstract

ABSTRACT Indonesian cuisine not only reflects the diversity of flavors but is also an integral part of Indonesia's cultural identity, which continues to face challenges in the era of globalization. This article aims to examine the role of social media in promoting Indonesian cuisine through a literature review approach, analyzing various scientific publications from the past ten years. The research began with keyword identification, followed by literature search and selection, and finally, analysis of findings from relevant sources. The study results show that digital platforms such as Instagram, TikTok, and YouTube play a strategic role in increasing the visibility and attractiveness of local cuisine, especially among young people. Social media has been proven to contribute to the empowerment of MSMEs, enhance cultural literacy, and strengthen local identity. Besides being a promotional medium, social media also serves as a cultural advocacy tool that actively encourages community participation, especially among young people, in the preservation of traditional cuisine. Nevertheless, challenges such as content polarization, disinformation, and consistency of cultural narratives are issue that need to be anticipated. This study emphasizes the importance of authentic, visually-oriented content marketing strategies aligned with digital trends to sustainably strengthenthe presence of Indonesian cuisine. ABSTRAK Kuliner Nusantara tidak hanya mencerminkan keberagaman rasa, tetapi juga merupakan bagian integral dari identitas budaya Indonesia yang terus menghadapi tantangan di era globalisasi. Artikel ini bertujuan untuk menelaah peran media sosial dalam mempromosikan kuliner Nusantara melalui pendekatan tinjauan pustaka terhadap berbagai literatur ilmiah selama sepuluh tahun terakhir. Penelitian ini diawali dengan identifikasi kata kunci, dilanjutkan dengan pencarian dan seleksi literatur, hingga analisis temuan dari berbagai sumber yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa platform digital seperti Instagram, TikTok, dan YouTube memainkan peran strategis dalam meningkatkan visibilitas dan daya tarik kuliner lokal, terutama di kalangan generasi muda. Media sosial terbukti berkontribusi terhadap pemberdayaan UMKM, peningkatan literasi budaya, serta penguatan identitas lokal. Selain sebagai media promosi, media sosial juga berfungsi sebagai alat advokasi budaya yang mendorong partisipasi aktif masyarakat, khususnya generasi muda, dalam pelestarian kuliner tradisional. Meskipun demikian, tantangan seperti polarisasi konten, disinformasi, dan konsistensi narasi budaya menjadi isu yang perlu diantisipasi. Kajian ini menegaskan pentingnya strategi pemasaran berbasis konten autentik dan visual yang selaras dengan tren digital untuk memperkuat eksistensi kuliner Nusantara secara berkelanjutan.
PERAN SENSE OF BELONGING TERHADAP MOTIVASI BERPARTISIPASI DALAM KEGIATAN KOMUNITAS K-POP Nazwa Rahma Aulia; Sri Tiatri
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.8801

Abstract

The phenomenon of participation in K-pop fan communities in Indonesia indicates that individual involvement is not only driven by entertainment interests but also by psychological needs, particularly a sense of belonging. This study aims to analyze the role of sense of belonging in motivating members to participate in K-pop fan communities in the Greater Jakarta area. The study employed a quantitative approach with a correlational design. A total of 200 active members of K-pop fan communities aged 18–30 years were selected using purposive sampling. Data were collected online using two instruments, namely the Sense of Belonging Instrument (SOBI) and the Participation Motivation Questionnaire (PMQ). The data were analyzed using Pearson correlation and simple linear regression. The results showed a positive and significant relationship between sense of belonging and participation motivation (r = .741; p < .05). Furthermore, sense of belonging contributed 54.9% to participation motivation (R² = .549). These findings indicate that the higher the sense of belonging experienced by community members, the stronger their motivation to engage in various community activities. This study highlights the importance of psychological factors in shaping social engagement within fan communities in the digital era. ABSTRAK Fenomena partisipasi dalam komunitas penggemar K-pop di Indonesia menunjukkan bahwa keterlibatan individu tidak hanya didorong oleh ketertarikan terhadap hiburan, tetapi juga oleh kebutuhan psikologis, khususnya sense of belonging. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran sense of belonging terhadap motivasi berpartisipasi anggota dalam komunitas penggemar K-pop di wilayah Jabodetabek. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan berjumlah 200 orang anggota aktif komunitas K-pop berusia 18–30 tahun yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan secara daring menggunakan dua instrumen, yaitu Sense of Belonging Instrument (SOBI) dan Participation Motivation Questionnaire (PMQ). Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson dan regresi linier sederhana. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara sense of belonging dan motivasi partisipasi (r = .741; p < .05). Selain itu, sense of belonging memberikan kontribusi sebesar 54,9% terhadap motivasi partisipasi (R² = .549). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi rasa memiliki yang dirasakan anggota komunitas, semakin tinggi pula dorongan mereka untuk terlibat dalam berbagai aktivitas komunitas. Penelitian ini menegaskan pentingnya aspek psikologis dalam membentuk keterlibatan sosial dalam komunitas penggemar di era digital.
Cognitive Offloading dalam Penggunaan Generative Artificial Intelligence (GAI) dan Perannya terhadap Working Memory Mahasiswa: Scoping Review Tiara Nailah Mahmud; Sri Tiatri; Jap Tji Beng; Vienchenzia Oeyta Dwitama Dinatha; Rahmiyana Nurkholiza; Tasya Mulia Salsabila; Elga Adhi Bunarwan; Listra Chatalia Silitonga; Cintya Syarah Azzahra
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 2 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i2.4252

Abstract

Penggunaan artificial intelligence dengan model Generative artificial intelligence (GAI) dalam dalam bidang akademik merupakan bentuk inovasi teknologi yang dapat digunakan oleh mahasiswa. Mahasiswa mengandalkan Generative artificial intelligence (GAI) dalam menyelesaikan tugas, dan kegiatan pembelajaran sehari-hari untuk meringankan beban kognitif atau yang disebut cognitive offloading. Mahasiswa langsung memproses informasi yang diberikan Generative artificial intelligence (GAI) dan dikhawatirkan dapat mengurangi keterlibatan mahasiswa dalam proses kognitif khususnya pada working memory. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan berbagai macam publisher seperti Springer, American Psychology Association (APA), frontiers, taylor & francis, SAGE, MDPI, dan elsevier. Selain itu juga menggunakan database seperti PUBMED dengan rentang tahun maksimal 10 tahun terakhir (2016-2026). Pencarian artikel menggunakan kata kunci seperti cognitive offloading, artificial intelligence (AI), Generative artificial intelligence (GAI), working memory, dan menggunakan terjemahan kata kunci tersebut dalam bahasa Indonesia. Pencarian menghasilkan 55 artikel. Seleksi lebih lanjut berdasarkan inklusi menghasilkan 10 artikel. Hasil kajian menyatakan bahwa Cognitive offloading dalam penggunaan Generative artificial intelligence (GAI) memiliki peran membantu working memory memproses informasi dengan beban kognitif yang lebih ringan. Namun, agar kinerja working memory tetap dapat dilatih dan informasi dapat tersimpan lebih baik di long-term memory mahasiswa perlu menetapkan tujuan belajar.
PERAN MEDIA SOSIAL DALAM MEMBENTUK CINTA TANAH AIR GEN Z MELALUI KONTEN KEBERAGAMAN BUDAYA INDONESIA Kyara Nathashia; Nazwa Rahma Aulia; Shafira Anggun Aulia; Latifah Liwanti Putri; Putri Alifia Rahmadani; Sri Tiatri
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i1.8018

Abstract

Cultural diversity in Indonesia is one of the nation's most distinctive characteristics and serves as a source of national pride, reflected through the expression of nationalism among its people. In this technological era, social media plays a significant role in shaping individuals' sense of national pride by exposing them to viral content that highlights Indonesia's cultural diversity, thereby forming a national identity for each individual. For Generation Z, the process of forming a national identity is not only shaped by direct interaction, but also influenced by digital communication that takes place on social media. This study aims to explore the role of social media in shaping nationalism among Generation Z individuals through various types of viral content related to Indonesia's cultural diversity. This study used a scoping review method as the main approach. The results of the scoping review show that research on nationalism and love for the homeland in the digital age remains an important focus in the fields of education, culture, and communication. Through active participation in social media, Generation Z can help preserve Indonesia's diverse culture and strengthen the spirit of nationalism that reflects the value of Bhinneka Tunggal Ika (unity in diversity) within the realm of social media. ABSTRAK Keberagaman budaya di Indonesia merupakan salah satu ciri khas bangsa yang perlu dibanggakan oleh masyarakat Indonesia, yaitu dengan menunjukkan rasa cinta tanah air. Di era yang serba teknologi, peran media sosial akan memberikan banyak dampak terhadap individu dalam membentuk rasa cinta tanah air melalui perasaan bangga ketika melihat banyak konten viral yang berisikan keberagaman budaya Indonesia, hingga terbentuk identitas nasional bagi setiap individu. Bagi Gen Z, proses pembentukan identitas nasional tidak hanya terbentuk dari interaksi langsung, tetapi juga dipengaruhi oleh komunikasi digital yang berlangsung di media sosial. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peran media sosial dalam membentuk rasa cinta tanah air pada individu Gen Z melalui berbagai macam konten viral terkait keberagaman budaya Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode scoping review sebagai pendekatan utama. Hasil scoping review menunjukkan bahwa penelitian mengenai nasionalisme dan cinta tanah air di era digital, masih menjadi fokus penting dalam bidang pendidikan, budaya, dan komunikasi. Melalui partisipasi aktif di media sosial, generasi Z dapat ikut melestarikan kebudayaan Indonesia yang beragam, serta memperkuat semangat kebangsaan yang mencerminkan nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam lingkup media sosial.
HUBUNGAN ANTARA KONTROL DIRI DENGAN FEAR OF MISSING OUT PADA PEMAIN DALAM SISTEM GACHA GAME HONKAI-STAR RAIL Chelsea Indriani; Sri Tiatri
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i2.10106

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara kontrol diri (self-control) dan Fear of Missing Out (FoMO) pada pemain game Honkai-Star Rail, khususnya dalam konteks sistem gacha. Mekanisme gacha dengan hadiah acak dan item terbatas waktu dapat memicu FoMO, yang kemudian menguji kemampuan kontrol diri pemain. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Partisipan berjumlah 138 responden yang merupakan pemain Honkai-Star Rail minimal selama 6 bulan, berusia 18-45 tahun, dan berdomisili di Jabodetabek. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Data dikumpulkan secara daring menggunakan kuesioner Brief Self-control Scale (BSCS) dan Fear of Missing Out Scale. Analisis data menggunakan Uji Korelasi Spearman karena variabel FoMO tidak berdistribusi normal. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan negatif dan signifikan antara kontrol diri dan FoMO, dengan koefisien korelasi r=-.433 dan nilai signifikansi p=.00. Hasil ini mendukung hipotesis yang berarti semakin tinggi tingkat kontrol diri pemain, semakin rendah tingkat FoMO yang mereka alami. Analisis data tambahan juga menemukan bahwa hubungan ini tidak dipengaruhi secara signifikan oleh faktor demografi seperti usia, jenis kelamin, domisili, maupun lama bermain. Penelitian ini mengkonfirmasi peran kontrol diri sebagai faktor pelindung penting terhadap kecemasan FoMO dalam sistem gacha.
PERAN PENGGUNAAN GENERATIVE ARTIFICIAL INTELLIGENCE (GAI) TERHADAP MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA: SCOPING REVIEW Elga Adhi Bunarwan; Sri Tiatri; Jap Tji Beng; Vienchenzia Oeyta Dwitama Dinatha; Rahmiyana Nurkholiza; Tasya Mulia Salsabila; Listra Chatalia Silitonga; Tiara Nailah Mahmud; Cintya Syarah Azzahra
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i2.10343

Abstract

Generative Artificial Intelligence (GAI) is increasingly used in higher education to help students understand complex materials, receive feedback, explore ideas, and complete academic tasks. Nevertheless, evidence on the role of GAI in students’ learning motivation remains fragmented and has not sufficiently explained the conditions under which GAI may strengthen or weaken motivation. This gap is important because learning motivation shapes students’ engagement, self-regulation, autonomous learning, and academic outcomes in technology-enhanced learning environments. This scoping review aimed to map empirical evidence on how GAI use relates to university students’ learning motivation. The review followed Arksey and O’Malley’s methodological framework and was reported according to PRISMA-ScR. Eligible studies were analyzed using narrative-thematic synthesis to identify patterns of findings, supporting factors, inhibiting factors, and research gaps. The thematic synthesis indicates that GAI may support learning motivation when it is used for conceptual exploration, feedback, personalized learning, and competence development. However, GAI does not automatically increase students’ learning motivation. Its effects depend on students’ self-efficacy, lecturer support, self-regulated learning, the quality of interaction and output generated by GAI, and the risk of technological dependence. These findings imply that higher education institutions should design GAI-supported learning activities that are guided, reflective, ethical, and oriented toward strengthening, rather than replacing, students’ thinking processes. ABSTRAK Generative Artificial Intelligence (GAI) semakin banyak digunakan dalam pendidikan tinggi sebagai alat bantu untuk memahami materi, memperoleh umpan balik, mengeksplorasi ide, dan menyelesaikan tugas akademik. Namun, bukti mengenai peran GAI terhadap motivasi belajar mahasiswa masih terfragmentasi dan belum menjelaskan secara memadai kondisi yang membuat GAI dapat memperkuat atau justru melemahkan motivasi belajar. Kesenjangan ini penting dikaji karena motivasi belajar berperan dalam menentukan keterlibatan, regulasi diri, kemandirian belajar, dan kualitas capaian akademik mahasiswa dalam lingkungan pembelajaran berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan memetakan bukti ilmiah mengenai peran penggunaan GAI terhadap motivasi belajar mahasiswa melalui scoping review. Review ini menggunakan kerangka Arksey dan O’Malley serta dilaporkan dengan mengacu pada PRISMA-ScR. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis melalui sintesis naratif-tematik untuk mengidentifikasi pola temuan, faktor pendukung, faktor penghambat, dan kesenjangan penelitian. Sintesis tematik menunjukkan bahwa GAI dapat mendukung motivasi belajar ketika digunakan untuk eksplorasi konsep, umpan balik, personalisasi pembelajaran, dan penguatan kompetensi. Namun, GAI tidak otomatis meningkatkan motivasi belajar mahasiswa. Dampaknya bergantung pada efikasi diri, dukungan dosen, regulasi diri, kualitas interaksi dan output GAI, serta risiko ketergantungan teknologi. Implikasinya, perguruan tinggi perlu merancang penggunaan GAI yang terarah, reflektif, dan etis agar teknologi ini memperkuat proses berpikir mahasiswa, bukan menggantikannya.
Hubungan antara Empati dan Kualitas Hubungan Interpersonal pada Mahasiswa Anakita Pertama Henerges; Sri Tiatri
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 12 (2024): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v4i12.2353

Abstract

Kehidupan mahasiswa pada era globalisasi melibatkan teknologi sebagai alat bantu dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Namun, penurunan interaksi langsung antar individu menjadi masalah penting yang perlu dianalisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara empati dan kualitas hubungan interpersonal pada mahasiswa, dengan fokus pada empat dimensi: Dukungan, Konflik, Komunikasi, dan Interaksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif, dengan populasi mahasiswa di Universitas Tarumanagara. Sampel terdiri dari 260 mahasiswa yang diambil secara acak menggunakan teknik probability random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur tingkat empati dengan skala Interpersonal Reactivity Index (IRI) dan kualitas hubungan interpersonal melalui skala Quality of Relationship Inventory (QRI). Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi sebesar -0,150 dengan nilai signifikansi 0,015, yang mengindikasikan adanya hubungan negatif yang signifikan antara empati dan kualitas hubungan interpersonal, meskipun dengan tingkat kekuatan hubungan yang lemah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi empati yang dimiliki mahasiswa, semakin rendah kualitas hubungan interpersonal yang mereka miliki. Temuan ini bertentangan dengan teori yang menyatakan adanya hubungan positif antara kedua variabel tersebut. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi untuk studi lebih lanjut mengenai hubungan antara empati dan kualitas hubungan interpersonal di kalangan mahasiswa.
Membangun Generasi Emas 2045: Pendidikan Kewarganegaraan Berbasis Jiwa Entrepreneurship Felice Angela; Naraya Kinastrian Siniddhikara Duarsa; Arsy Febrianti Putri; Naura Reisya Azzuhruf; Salsabila Zahrani Fatiha; Sri Tiatri
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7559

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif literatur terkait peran pendidikan kewarganegaraan dalam membentuk Generasi Emas Indonesia 2045 melalui pendekatan berbasis entrepreneurship. Pendidikan kewarganegaraan berperan penting dalam membentuk karakter generasi muda yang berdaya saing global, beretika, dan berwawasan kebangsaan. Kewirausahaan dianggap sebagai fondasi utama dalam membentuk sumber daya manusia unggul yang siap menghadapi tantangan abad ke-21. Penelitian ini menggunakan metode scoping review. Proses kajian dilakukan melalui enam tahap, yaitu identifikasi pertanyaan penelitian, penelusuran sumber literatur yang relevan, seleksi literatur dengan kriteria inklusi dan eksklusi tertentu, pemetaan data, analisis tematik, serta konsultasi ahli. Pencarian literatur dilakukan pada basis data elektronik seperti SINTA dengan rentang waktu publikasi 2021–2025. Dari 80 artikel yang diidentifikasi, 7 artikel lolos seleksi dan dianalisis secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan kewarganegaraan berbasis entrepreneurship menjadi strategi utama dalam membentuk karakter generasi muda. Namun, terdapat celah kajian berupa minimnya studi yang mengintegrasikan ketiga nilai tersebut secara holistik dalam kurikulum formal. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan model pendidikan kewarganegaraan berbasis entrepreneurship yang terstruktur, terukur, dan didukung teknologi digital untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Co-Authors Abraham Leorenz Romauli Alexander Suriadikusuma Ade Ubaidah Adelia Yulindasari Adilatun Nisa Aeda Andianturi Taim Alivia Fitriani Amanto Alivia Fitriani Amanto Amalia Novita Retaminingrum Amanda Diva Vebiyan Anakita Pertama Henerges Anolin, Ann G. Arsy Febrianti Putri Beng, Jap Tji Beng, Jap Tji Beta Oktalia Bonar Hutapea Castillo, Sheryll Ann M. Chelsea Indriani Chelsea Indriani Chitta Anugrah Christina Christina Cindy Arianti Lim Cintya Syarah Azzahra Claudia Fiscarina Claudya Christine Dedi Trisnawarman Desella Chandra Desella Chandra Desi Arisandi Dinatha, Vienchenzia Oeyta D. Dinatha, Vienchenzia Oeyta Dwitama Elga Adhi Bunarwan Febby Gabriele Reonaldo Felice Angela Felisca Kauwer Fifi Juniarti Fildza Fairuzzia Fransisca I. R. Dewi Fransisca Iriani Roesmala Dewi Gabriella Shalisha Gavriella Ceacilia Christie Ratu Edo Gladys Anawai Ohyver Grace Anafree Randa Hai, Sam Toong Hana Kameliana Romansza Hani Rahmawati Johan Hartinah Dinata Helena Puspita Mulyono Heni Mularsih Heni Mularsih Heni Mularsih (Almh) Henny Mularsih Hody Denilson Jap Tji Beng Jap Tji Beng Jennifer Jennifer Jessica Widodo Joan Andriona Jolanda Chatarina Wibawa KENI KENI Keyzea Michelle Suherman Khairun Nisa Kyara Nathashia Latifah Liwanti Putri Lavierda Amorita Haryono Listra Chatalia Silitonga Margareta, Margareta Mei Ie Mira Bella Mirabella Mirabella Mirabella Miranda Bellany Naila Hullatun Nichlah Namira Permata Dharma P Naraya Kinastrian Siniddhikara Duarsa Naura Reisya Azzuhruf Nazwa Rahma Aulia Nesha Meccabelfa Nina Perlita Nina Perlita Nina Perlita Nurkholiza, Rahmiyana Nurkholiza, Rahmiyana Ohyver, Daniel Adolf Pamela Hendra Heng Putri Alifia Rahmadani Rachel Virenna Rahmah Hastuti Rahmiyana Nurkholiza Rahmiyana Nurkholiza Rahmiyana Nurkholiza Rahmiyana Nurkholiza Rasji Rasji Riana Sahrani Rita Markus Idulfilastri Rita Markus Idulfilastri Ruminta Ruminta Ruminta Ruminta Ruth Stevani Natalia M Salsabila Zahrani Fatiha Salsabila, Tasya Mulia Sam, Toong Hai Sefira, Fasia Meta Shafira Anggun Aulia Shanon Jieling Kurniawan Shavira Hasanah Putri A. Syarif Soemiarti Patmonodewo Solikhah, Nafiah Supi Catur Nadyastuti Suzanna Juwita Sweet Lovely Panelewen Tania Talitha Harsoyo Taqya Adisty Safarizkyra Tasya Mulia Salsabila Tiara Nailah Mahmud Tiara Zahro Valensia Teresa Verena Aurelia Vienchenzia O. D. Dinatha Vienchenzia Oeyta Dwitama Dinatha Vienchenzia Oeyta Dwitama Dinatha Vivien H. Wangi Wasino Wasino Wasino, Wasino Yohannes Wijaya Yulia Lestari Tarihoran Yunike Putri Zahro, Tiara