Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Bimbingan Karir Berbasis Mind Map Dalam Meningkatkan Perencanaan Karir Siswa Di SMA Negeri 12 Banjarmasin Lisa Yuliana; Farial Farial; Sri Ayatina Hayati
Primary Journal of Multidisciplinary Research Vol. 2 No. 1 (2026): PRIMARY: Journal of Multidisciplinary Research, February 2026
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70716/pjmr.v2i1.379

Abstract

Career guidance is indispensable because it is the first step in career decision-making. This study aims to determine the influence of mind map- based career guidance in improving the career planning of SMA Negeri 12 Banjarmasin students. The method used is pre-experimental with One Group Pretest-Posttest Design. The research sample amounted to 29 students who took the pretest and 15 students who were used as treatment subjects. The data collection technique used a career planning questionnaire. The data analysis technique used the Kolmogorov-Smirnov normality test and the t-test (paired sample t-test). The results showed an increase in the average score from 97.50 in the pretest to 110.70 in the posttest. The paired test of the t-Test sample showed a significance value of 0.000 < 0.05, which means that mind map-based guidance has an effect on improving students' career planning.
Hubungan Antara Dukungan Sosial Teman Sebaya Dan Dukungan Sosial Keluarga Terhadap Kepercayaan Diri Siswa SMA Negeri Banjarmasin Mariya Ulpah; Ani Wardah; Sri Ayatina Hayati
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 3 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i3.234

Abstract

Kepercayaan diri merupakan salah satu aspek psikologis yang berperan penting dalam mendukung perkembangan akademik dan sosial siswa. Rendahnya kepercayaan diri dapat menghambat kemampuan siswa dalam berinteraksi, mengemukakan pendapat, dan menghadapi berbagai tuntutan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dan dukungan sosial keluarga terhadap kepercayaan diri siswa SMA Negeri 11 Banjarmasin, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 154 siswa kelas X yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling dari populasi sebanyak 251 siswa. Data dikumpulkan menggunakan skala dukungan sosial teman sebaya, skala dukungan sosial keluarga, dan skala kepercayaan diri yang telah memenuhi persyaratan validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan korelasi Spearman Rank, korelasi Pearson Product Moment, dan regresi linear berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial teman sebaya berhubungan positif dan signifikan dengan kepercayaan diri siswa (r = .418, p < .001), demikian pula dukungan sosial keluarga (r = .464, p < .001). Secara simultan, kedua variabel tersebut berhubungan signifikan dengan kepercayaan diri siswa (R = .479; R² = .230; F(2,151) = 22.499; p < .001), dengan kontribusi sebesar 23% terhadap variasi kepercayaan diri siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa dukungan sosial dari teman sebaya dan keluarga merupakan faktor penting dalam pengembangan kepercayaan diri siswa. Oleh karena itu, layanan bimbingan dan konseling di sekolah perlu mengembangkan program yang melibatkan kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan teman sebaya untuk memperkuat dukungan sosial dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa.
Efektivitas Layanan Konseling Kelompok dengan Teknik Behavior Contract untuk Mengurangi Perilaku Membolos Peserta Didik di SMK Negeri Eko Hariadi; Ani Wardah; Sri Ayatina Hayati
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 4 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i4.1137

Abstract

Perilaku membolos masih menjadi salah satu permasalahan yang banyak dijumpai pada peserta didik di sekolah menengah kejuruan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas layanan konseling kelompok dengan teknik Behavior Contract dalam mengurangi perilaku membolos peserta didik di SMK Negeri. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one-group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah delapan peserta didik yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket perilaku membolos dan dianalisis menggunakan uji Paired Sample t-Test serta Normalized Gain (N-Gain). Hasil penelitian menunjukkan penurunan rata-rata skor perilaku membolos dari 105,63 (kategori tinggi) pada pretest menjadi 70,13 (kategori sedang) pada posttest, dengan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05) yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan. Nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,496 berada pada kategori efektivitas sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa layanan konseling kelompok dengan teknik Behavior Contract efektif digunakan untuk membantu peserta didik mengurangi perilaku membolos di sekolah.
Hubungan Body-Image dengan Self-Esteem Remaja Putri Suku Banjar di SMAN 12 Banjarmasin Ainun Heiriyah; Farial; Sri Ayatina Hayati
DA'WA: Jurnal Bimbingan Penyuluhan & Konseling Islam Vol. 5 No. 1 (2025): September
Publisher : IAI Miftahul Ulum Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36420/3t5kf444

Abstract

Masa remaja merupakan periode krusial pembentukan identitas diri, termasuk persepsi terhadap citra tubuh (body-image). Ketidakpuasan terhadap bentuk tubuh sering mempengaruhi harga diri (self-esteem), terutama pada remaja putri. Budaya Banjar dengan norma kecantikan tertentu berpotensi memperkuat tekanan tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara body-image dengan self-esteem pada remaja putri suku Banjar di SMAN 12 Banjarmasin. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif jenis korelasional. Sampel sebanyak 79 siswi kelas X dipilih melalui teknik random sampling berdasarkan rumus Slovin (e = 0,05). Instrumen pengukuran meliputi Multidimensional Body-Self Relations Questionnaire–Appearance Scales (MBSRQ-AS) dan Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) versi adaptasi, keduanya telah diuji validitas (r > 0,30) dan reliabilitas (Cronbach’s Alpha > 0,85). Analisis data dilakukan menggunakan SPSS versi 21 dengan uji normalitas, linearitas, dan korelasi Pearson. Hasil uji menunjukkan data berdistribusi normal dan linear, namun koefisien korelasi antara body image dan self-esteem sebesar –0,096 dengan signifikansi p = 0,400 (p > 0,05), menandakan tidak terdapat hubungan yang signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa body image tidak menjadi penentu tingkat self-esteem  remaja putri Suku Banjar. Hasil penelitian ini menekankan pentingnya intervensi bimbingan konseling berbasis budaya dan literasi media untuk memperkuat penerimaan diri serta kesehatan mental remaja.
- Peran Konseling Individual Dalam Mengatasi Faktor-Faktor Penyebab Sikap Indisipliner Pada Siswa Di SMA Negeri 2 Satui: - Muhammad iqbal; Sri Ayatina Hayati; Sanjaya Sanjaya
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 3 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i3.284

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya perilaku indisipliner siswa di SMA Negeri 2 Satui, seperti datang terlambat, membolos, tidak mengenakan atribut sekolah dengan lengkap, serta melanggar tata tertib lainnya. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik yang berasal dari dalam diri siswa maupun lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran konseling individual dalam mengatasi faktor-faktor penyebab sikap indisipliner, mengidentifikasi faktor penyebab perilaku tersebut, serta menjelaskan pelaksanaan layanan konseling individual di sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Responden penelitian terdiri atas guru Bimbingan dan Konseling, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, serta siswa yang memperoleh layanan konseling individual di SMA Negeri 2 Satui. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling individual memiliki peran penting dalam membantu siswa memahami penyebab perilaku indisipliner, meningkatkan kesadaran diri, menumbuhkan tanggung jawab, serta mendorong perubahan perilaku ke arah yang lebih disiplin. Faktor penyebab sikap indisipliner berasal dari faktor internal berupa rendahnya motivasi dan kontrol diri, serta faktor eksternal berupa pengaruh teman sebaya, lingkungan keluarga, dan kurangnya pengawasan. Pelaksanaan konseling individual dilakukan melalui tahapan membangun hubungan, menggali permasalahan, memberikan intervensi, serta melakukan evaluasi sehingga mampu membantu siswa mengurangi perilaku indisipliner Kata Kunci: konseling individual, sikap indisipliner, bimbingan dan konseling, kedisiplinan siswa, SMA Negeri 2 Satui.
Hubungan Antara Pemberian Reward dan Punishment dengan Kedisiplinan Belajar Siswa di SMA Tahfidzul Qur’an Rani Angraeni; Ani Wardah; Sri Ayatina Hayati
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 3 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i3.442

Abstract

Kedisiplinan merupakan nilai fundamental dalam membentuk karakter siswi di SMA Tahfidzul Qur’an, khususnya pada program Tahfidz Al-Qur’an yang menuntut konsistensi tinggi. Namun, realitas di lapangan menunjukkan masih ditemukannya masalah kedisiplinan seperti keterlambatan, membolos, dan kurangnya fokus yang berdampak pada tidak tercapainya target hafalan. Oleh karena itu, diterapkan strategi pemberian reward dan punishment sebagai instrumen pembentukan disiplin belajar siswi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji: (1) hubungan pemberian reward terhadap kedisiplinan belajar siswi, (2) hubungan pemberian punishment terhadap kedisiplinan belajar siswi, dan (3) hubungan pemberian reward dan Punishment secara simultan terhadap tingkat kedisiplinan belajar siswi dalam kegiatan Tahfidz Al-Qur’an di SMA Tahfidzul Qur’an. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif asosiatif dengan pendekatan survei. Populasi dalam penelitian ini melibatkan seluruh siswi peserta program tahfidz dengan sampel sebanyak 69 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur, kemudian dianalisis secara statistik menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dan korelasi ganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat hubungan positif dan signifikan antara reward dengan kedisiplinan belajar (r = 0.278; p = 0.021), (2) tidak terdapat hubungan signifikan secara parsial antara Punishmentdengan kedisiplinan belajar (r = -0.011; p = 0.925), dan (3) terdapat hubungan signifikan secara simultan antara reward dan Punishmentdengan kedisiplinan belajar siswi (R = 0.327; R2 = 0.107; p = 0.024). Disimpulkan bahwa kombinasi reward dan punishment secara bersama-sama terbukti berhubungan signifikan dengan kedisiplinan belajar. Disarankan bagi pendidik untuk mengoptimalkan pemberian reward sebagai pendorong utama motivasi, serta menerapkan punishment edukatif seimbang hanya sebagai koridor pengingat aturan sekolah.