Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Usia terhadap Kesiapan Menikah pada Wanita Remaja Hayati, Sri Ayatina; Prasetia, Muhammad Eka
Jurnal Consulenza : Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi Vol 6 No 2 (2023): September
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/jcbkp.v6i2.2309

Abstract

In contemporary society, it is common to observe the trend of early marriage. Various factors, including age, play a significant role in determining one's readiness for marriage. As an individual's age increases, it tends to have a positive impact on their preparedness for marriage and the stability of their marital relationships. This research aims to assess the extent of age's influence on marriage preparedness in young women attending Madrasah Aliyah. The study encompassed a population of 83 female adolescents enrolled in Madrasah Aliyah. Given the limited population size (less than 100), a sampling technique was employed to select the sample. The analysis method employed was simple linear regression, with age serving as the independent variable and marriage readiness as the dependent variable.. The influence of the age variable on readiness to marry adolescent women in Madrasyah Aliyah can be seen from the results of simple linear regression analysis with sig. is 0.038 < 0.05. The results of the research show that age has a significant effect on the readiness to marry among young women at Madrasah Aliyah. The research suggestion is that future researchers further expand the research population so that the research results can be used and generalized. Keywords:Readiness for Marriage; Young lady
Family Support & Emotional Intelligence on Burnout Level and Mental Health of Adolescents in School Environment Lini Maulida; Jarkawi; Sri Ayatina Hayati
Indonesian Journal of Learning Education and Counseling Vol. 7 No. 1 (2024): September
Publisher : ILIN Institute Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/ijolec.v7i1.2564

Abstract

This study aims to determine (1) whether family support is significantly related to burnout, (2) whether emotional intelligence is significantly related to burnout, (3) whether family support and emotional intelligence are significantly related simultaneously to burnout at SMK Negeri 1 Banjarbaru. This study uses quantitative research uses correlational research. Data collection techniques are carried out by distributing questionnaires. The research sample was carried out using a purposive sampling technique, which included 76 respondents. Data analysis uses multiple correlation. The results of the study indicate that the variable X1 Family Support is significantly related to burnout, so H1 is accepted. The variable X2 Emotional Intelligence is not significantly related to burnout, so H2 is rejected. And based on the simultaneous regression coefficient test, the relationship between family support and emotional intelligence has a significant relationship to burnout, so H3 is accepted.
KEEFEKTIFAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK SOSIODRAMA UNTUK MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA - SISWI KELAS X SMK BINA BANUA BANJARMASIN M.Rizki Fatahillah; Jarkawi; Sri Ayatina Hayati
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1 No. 2 (2024): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v1i2.136

Abstract

Penelitian ini dilakukan tujuannya untuk mengetahui seberapa besar kepercayaan diri pada siswa-siswi kelas X Di SMK Bina Banua Banjarmasin. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain Eksperimental one group pre-test-post-test. Kuesioner ini mengedepankan teori kepercayaan diri yang dikemukakan oleh (Angelis dalam Rahayu 2013).  Dan skala dalam penelitian menggunakan skala likert. Berdasarkan jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 79 siswa-siswi dan jumlah sampel 11 siswa-siswi yang kepercayaan diri nya rendah. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Random Sampling. Analisis data yang digunakan adalah Uji Paired Sampel T-test. Yang dimana pertama-tama dilakukan nya pre-test dan setelah kegiataan pemberian layanan bimbingan kelompok teknik sosiodrama baru dilakukannya post-test kepada sampel. Setelah dilakukan tahap pertama tadi lalu hasil nya di uji menggunakan Uji Paired Sampel T-test, yang dimana dasar pengambilan keputusan pada hasil uji ini. 1. Jika nilai signifikan >0,05 maka pemberian layanan tidak efektif. 2. Jika nilai signifikan <0,05 maka pemberian layanan efektif dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa. Hasil uji penelitian ini berdasarkan nilai sign.(2-tailed) lebih kecil dari nilai keputusan maka pemberian layanan diterima. Hasil dari penelitian ini mendapatkan nilai sign.(2-tailed) Berada dinilai 0,000. Maka pemberian layanan bimbingan kelompok teknik sosiodrama efektif dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa-siswi kelas X SMK Bina Banua Banjarmasin.
EFEKTIVITAS BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK PERMAINAN ULAR TANGGA UNTUK MENCEGAH SEXUAL HARASSMENT DI SEKOLAH SMPN 5 BANJARMASIN Putri Fadillah; Jarkawi; Sri Ayatina Hayati
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1 No. 2 (2024): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v1i2.169

Abstract

Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengetahuan sexual harassment pada siswa di SMPN 5 Banjarmasin. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain Eksperimental one group pre-test-post-test. Kuesioner ini mengedepankan teori pelecehan seksual yang dikemukakan oleh Person, S. U. (2021). Dan skala dalam penelitian menggunakan skala likert. Berdasarkan jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 55 siswa dan jumlah sampel 8 siswa yang pemehaman tentang sexual harassment nya rendah. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Random Sampling. Analisis data yang digunakan adalah Uji Paired Sampel T-test. Yang dimana pertama-tama dilakukan nya pre-test dan setelah kegiataan pemberian layanan bimbingan kelompok teknik permainan ular tangga  baru dilakukannya post-test kepada sampel. Setelah dilakukan tahap pertama tadi lalu hasil nya di uji menggunakan Uji Paired Sampel T-test, yang dimana dasar pengambilan keputusan pada hasil uji ini. 1. Jika nilai signifikan >0,05 maka pemberian layanan tidak efektif. 2. Jika nilai signifikan <0,05 maka pemberian layanan efektif dalam meningkatkan pemahaman sexual harassment siswa. Hasil uji penelitian ini berdasarkan nilai sign.(2-tailed) lebih kecil dari nilai keputusan maka pemberian layanan diterima. Hasil dari penelitian ini mendapatkan nilai sign.(2-tailed) Berada dinilai 0,000. Maka pemberian layanan bimbingan kelompok teknik permainan ular tangga efektif dalam mencegah sexsual harassment pada siswa di sekolah SMPN 5 Banjarmasin.
WORKSHOP PENGASUHAN (GOOD PARENTING) DALAM PARENTING SELF- EFFICACY BAGI ORANG TUA PENYANDANG DISABILITAS DI YAYASAN RUMAH DISABILITAS BORNEO BANJARMASIN Hayati, Sri Ayatina; Haryadi, Rudi; Islamiah, Neneng
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 10, No 3 (2024): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v10i3.15973

Abstract

Masa remaja adalah suatu masa yang komplek, merupakan masa pencarian jati diri, penuh dengan gejolak-gejolak emosi, baik yang positif maupun negatif. Disabilitas secara umum merupakan suatu pemaknaan yang digunakan untuk seseorang yang mengalami cacat, baik cacat fisik maupun cacat mental. Keterlibatan orangtua memiliki arti yang penting bagi anak terutama anak penyandang disabilitas. Anak penyandang disabilitas umumnya membutuhkan keterlibatan orangtua yang lebih dibandingkan anak pada umumnya. Peran orang tua sangat diperlukan dalam membantu mereka melakukan perkembangan perilaku maupun beradaptasi dengan lingkungan.Solusi yang ditawarkan atas permasalahan tersebut antara lain: 1) Upaya membantu orang tua anak disabilitas dalam menyelesaikan permasalahan dalam pola asuh, 2) Memberikan pemahaman kepada orang tua Dalam Parenting Self-Efficacy Bagi Orang Tua Penyandang Disabilitas Di Yayasan Rumah Disabilitas Borneo Banjarmasin, 3) Memberikan wokshop Pengasuhan (Good Parenting) Dalam Parenting Self-Efficacy Bagi Orang Tua Penyandang Disabilitas Di Yayasan Rumah Disabilitas Borneo Banjarmasin.Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 kali pertemuan dengan berbagai metode seperti ceramah, demonstrasi, dan praktek. Khalayak sasaran pada kegiatan ini adalah 25 orang tua anak disabilitas pada yayasan rumah disabilitas borneo Banjarmasin. Hasil evaluasi menunjukkan terjadi peningkatan keilmuan baru bagi anak tunarungu dalam melaksanakan konseling sebaya.
Korelasi antara Self-Esteem dan Self-Image dengan Perilaku Konsumtif pada Siswi di SMA Negeri 12 Banjarmasin Aldi, Muhammad; Jarkawi, Jarkawi; Hayati, Sri Ayatina
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 3 No 01 (2025): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v3i01.2069

Abstract

Perilaku konsumtif yang dialami siswi di SMA menjadikannya membeli barang yang tidak perlu, kurang perlu, maupun tidak seharusnya. Hal ini berdampak pada pemborosan uang, terbentuknya grup reverensi, dan terciptanya kebutuhan palsu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan antara perilaku konsumtif dan variabel bebas yang didalam yakni self-esteem dan self-image. Subjek penelitian ini adalah siswi kelas X di SMA Negeri 12 Banjarmasin dengan jumlah sampel sebanyak 99 orang. Peneliti menggunakan uji hipotesis Pearson product moment dan korelasi berganda dengan aplikasi SPSS 21. Hasil uji signifikansi Pearson product moment dan analisis korelasi berganda signifikansi 2 arah sebesar 0.000 dan signifikansi F change sebesar 0.000 yang berarti sig. < 0.05 artinya antar variabel memiliki hubungan yang signifikan. Korelasi Pearson pada variabel X1 dengan Y dan variabel X2 dengan variabel Y sebesar 0.576 & 0.569 yang keduanya bermakna memiliki korelasi cukup kuat. Pada korelasi berganda antara X1 & X2 dengan Y memiliki nilai 0.596 yang bermakna ketiga variabel berkorelasi cukup kuat. Kesimpulannya, semakin tinggi/positif self-esteem dan self-image maka semakin besar pula perilaku konsumtifnya atau sebaliknya.
Upaya Guru Bimbingan Dan Konseling Dalam Mengantisipasi Perundungan (Bullying) Di SMP Negeri 1 Astambul Muhammad Yoga Pratama; Jarkawi; Sri Ayatina Hayati
Jurnal Serambi Ilmu Vol. 25 No. 1 (2024): Jurnal Serambi Ilmu
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jsi.v25i1.1169

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bagaimana peranan guru bimben dama mengantisipasi perundungan. Bullying merupakan diksi serapan bahasa inggris yang diterminologikan Bullying dideskripsikan sebagai perundungan. Perundungan merupakan pengertakan atau orang yang lemah. Perundungan merupakan perilaku agresif dan negatif individu yang menyalahgunakan kekuatan yang dimiliki untuk menyakiti targetnya. Didasarkan temuan penelitian mengindikasikan bahwa terdapat sejumlah perilaku perundungan yang pernah dilakukan siswa SMP Negeri 1 Astambul. Penelitian ini mengimplementasikan teknik kualitatif bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data mengimplementasikan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan interview yaitu dua guru Bimbingan Konseling, tiga siswa pelaku perundungan dan tiga siswa korban perundungan. Perilaku perundungan atau Bullying tersebut berupa mengolok-olok temannya dengan menghina orangtua, dan tindak kekerasan dengan memukul. Tindakan tersebut menjadikan korban tidak terpenuhi kenyamanannya. Sejumlah upaya guru Bimbingan Konseling dalam mengatasi perilaku perundungan Bullying yaitu menegur pelaku perundungan dan mengarahkan bahwa perilaku tersebut tidak pantas dilakukan dan apabila masih terulang maka guru Bimbingan Konseling akan memberikan sanksi.
WORKSHOP PENGASUHAN (GOOD PARENTING) DALAM PARENTING SELF- EFFICACY BAGI ORANG TUA PENYANDANG DISABILITAS DI YAYASAN RUMAH DISABILITAS BORNEO BANJARMASIN Sri Ayatina Hayati; Rudi Haryadi; Neneng Islamiah
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 10, No 3 (2024): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v10i3.15973

Abstract

Masa remaja adalah suatu masa yang komplek, merupakan masa pencarian jati diri, penuh dengan gejolak-gejolak emosi, baik yang positif maupun negatif. Disabilitas secara umum merupakan suatu pemaknaan yang digunakan untuk seseorang yang mengalami cacat, baik cacat fisik maupun cacat mental. Keterlibatan orangtua memiliki arti yang penting bagi anak terutama anak penyandang disabilitas. Anak penyandang disabilitas umumnya membutuhkan keterlibatan orangtua yang lebih dibandingkan anak pada umumnya. Peran orang tua sangat diperlukan dalam membantu mereka melakukan perkembangan perilaku maupun beradaptasi dengan lingkungan.Solusi yang ditawarkan atas permasalahan tersebut antara lain: 1) Upaya membantu orang tua anak disabilitas dalam menyelesaikan permasalahan dalam pola asuh, 2) Memberikan pemahaman kepada orang tua Dalam Parenting Self-Efficacy Bagi Orang Tua Penyandang Disabilitas Di Yayasan Rumah Disabilitas Borneo Banjarmasin, 3) Memberikan wokshop Pengasuhan (Good Parenting) Dalam Parenting Self-Efficacy Bagi Orang Tua Penyandang Disabilitas Di Yayasan Rumah Disabilitas Borneo Banjarmasin.Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 kali pertemuan dengan berbagai metode seperti ceramah, demonstrasi, dan praktek. Khalayak sasaran pada kegiatan ini adalah 25 orang tua anak disabilitas pada yayasan rumah disabilitas borneo Banjarmasin. Hasil evaluasi menunjukkan terjadi peningkatan keilmuan baru bagi anak tunarungu dalam melaksanakan konseling sebaya.
BIMBINGAN TEKNIS KONSELOR SEBAYA DALAM MENINGKATKAN SELF AWARENESS BAGI PENYANDANG TUNARUNGU DI YAYASAN RUMAH DISABILITAS BORNEO BANJARMASIN Zainal Fauzi; Sri Ayatina Hayati; Neneng Islamiah
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 11, No 1 (2025): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v11i1.15686

Abstract

Penyandang disabilitas mempunyai permasalahan yang sangat kompleks dalam hidupnya terutama terkait dengan kecacatan yang dimilikinya. Disabilitas secara umum merupakan suatu pemaknaan yang digunakan untuk seseorang yang mengalami cacat, baik cacat fisik maupun cacat mental. Selain keluarga, peran lembaga pendidikan atau sekolah juga penting dalam merubah perilaku anak disabilitas. Teman sebaya memberikan para remaja tempat untuk melakukan sosialisasi dalam suasana yang diciptakan sendiri. Salah satu fungsi terpenting dari kelompok teman sebaya adalah untuk memberikan sumber informasi dan komparasi tentang dunia di luar keluarga. self awareness remaja akan membantu konselor sebaya. Dalam konseling, kesadaran diri dianggap penting dari pengetahuan pribadi untuk menghargai pandangan dunia klien dan untuk mengatasi bias negatif yang terkait dengan konseling dari sudut pandang konselor.Solusi yang tawarkan oleh pelaksana kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah: 1) Upaya membantu anak tunarungu dalam menyelasaikan permasalahan melalui konseling sebaya, 2) Memberikan pemahaman kepada anak tunarungu dalam melaksanakan konselor sebaya, 3) Memberikan bimbingan teknik konselor sebaya dalam meningkatkan self awareness bagi penyandang tunarungu.Kegiatan ini dilaksanakan selama 1 kali pertemuan atau setara dengan 4 jam pelatihan dengan berbagai metode seperti ceramah, demonstrasi, dan praktek tersupervisi. Khalayak sasaran pada kegiatan ini adalah 10 remaja disabilitas tunarungu di yayasan rumah disabilitas borneo banjarmasin. Hasil evaluasi menunjukkan terjadi peningkatan keilmuan baru bagi anak tunarungu dalam melaksanakan konseling sebaya
Mutu Layanan Bimbingan Konseling Tahun Pembelajaran 2023/2024 Di SMK Negeri 2 BanjarBaru Helmi, Muhammad; Jarkawi, Jarkawi; Hayati, Sri Ayatina
Jurnal Consulenza : Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi Vol 8 No 1 (2025): Maret
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/jcbkp.v8i1.3224

Abstract

Layanan bimbingan konseling membantu siswa mengatasi masalah pribadi, sosial, dan akademik serta mempersiapkan mereka menghadapi tantangan masa depan. Namun, di SMKN 2 Banjarbaru, layanan ini masih lemah akibat kurang optimalnya manajemen, seperti perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian program pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mutu layanan bimbingan konseling, faktor yang memengaruhinya, hambatan yang dihadapi, serta strategi peningkatan di SMKN 2 Banjarbaru tahun ajaran 2023/2024. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan kuesioner sebagai instrumen pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan perlunya strategi komprehensif dan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas layanan. Sekolah harus lebih responsif terhadap kebutuhan siswa serta lebih aktif melibatkan mereka dalam proses konseling. Konselor juga rutin mengevaluasi program demi efektivitasnya. Salah satu saran dari siswa adalah memperpanjang durasi sesi konseling individu karena waktu yang tersedia sering kali kurang cukup. Konselor tetap terbuka terhadap umpan balik siswa untuk terus meningkatkan mutu layanan Kata kunci: Kualitas; Layanan Konseling; Siswa