Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Herbal untuk Perawatan Masa Nifas; Penggunaan Kayu Manis untuk Nyeri Perineum dan Luka Episiotomi Wulandari, Eka Tri; Kumalasari, Desi
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 2, No 2 (2017): December
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.514 KB) | DOI: 10.30604/jika.v2i2.40

Abstract

Episiotomi merupakan tindakan Obtetrik  yang umum dilakukan pada proses persalinan di dunia. Prevalensi episiotomi pada ibu primipara dilaporkan sebesar 43% sampai 100 %, bahkan di Iran dilaporkan hampir 100% rumah melakukan tindakan episiotomi. Rasa sakit pada bekas episiotomi dapat mempengaruhi kondisi ibu pada masa nifas, antara lain saat laktasi, perawatan bayinya, dan aktivitas kesehariannya. Ada beberapa metode yang bisa dipakai untuk mengurangi rasa sakit dan mempercepat penyembuhan luka episiotomi, salah satunya dengan pengobatan herbal, yaitu dengan kayumanis. Kayumanis mempunyai efek anti inflamasi dan analgesik. Senyawa aktif yang terkandung dalam kayumanis antara lain cinnamaldehyde, eugenol, cinnzeylanine, cinzeylanol,arabinoxylan, 2-hydroxycinnamaldehide, dan 2-benzoloxycinnamaldehyde. Pada penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui efek kayumanis terhadap nyeri dan luka episiotomi dengan jumlah responden 114  ibu pospartum, menunjukan bahwa Kayu manis dapat digunakan untuk mengurangi nyeri perineum dan mempercepat proses kesembuhan dari luka episiotomi. Abstract: Episiotomy is the most common obstetric intervention in the word. Its prevalence has been reported to be 43% to 100% in primiparous women in Asia and up to 100% in some hospitals of major cities in Iran. Perineal pain adversely affects different aspects of women, including lactation, child care and daily chore. There are several common metodes used for reducing pain and accelerating the episiotomy healing proces, one of them is cinnamon. The purpose of this study is to knowing the pharmacological effect of cinnamon and the effect on perineal pain and healing of episiotomy incision. The study is literature review, we use relevent article in sistematic electronic database (Proquest, EBSCOHOST, Pubmed, and Google scholar) wich contain of 12 article and journal. Based on the study, cinnamon have anti-inflammatory and analgesic properties. The main compounds in cinnamon are cinnamaldehyde, eugenol, cinnzeylanine, cinzeylanol, arabinoxylan, 2-hydroxycinnamaldehyde, and 2-benzoloxycinnamaldehyde. Based on the experiment study including 114 postpartum women, showed that cinnamon can be used for reducing perineal pain and improving healing of episiotomy incision.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP PEMERIKSAAN INSPEKSI VISUAL ASAM ASETAT (IVA) PADA PASANGAN USIA SUBUR (PUS) Komalasari, Komalasari; Viniwati, Lise Marlina; Dari, Wulan; Wulandari, Eka Tri
HUMAN CARE JOURNAL Vol 9, No 3 (2024): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v9i3.3145

Abstract

Pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) adalah metode sederhana untuk deteksi dini kanker serviks. UPTD Puskesmas Madukoro memiliki tingkat partisipasi pemeriksaan IVA yang rendah (2,56%), dengan Desa Sawojajar mencapai 0,8%. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap terhadap pemeriksaan IVA pada Pasangan Usia Subur (PUS) di wilayah kerja UPTD Puskesmas Madukoro, Lampung Utara. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi terdiri dari dua kelompok: kelompok A (PUS di Desa Sawojajar, 721 orang) dan kelompok B (PUS yang telah melakukan IVA, 124 orang). Sampel dihitung menggunakan metode Slovin: 88 orang dari kelompok A dan 55 orang dari kelompok B. Analisis bivariat menggunakan Uji Chi Square menunjukkan p-value 0,000 (p < 0,005), menunjukkan terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap terhadap pemeriksaan IVA. Diketahui nilai RP pengetahuan sebesar 4,975 dengan CI = 2,025-12,222 dan RP sikap sebesar 10,746 dengan CI = 4,169-27,698 sehingga menunjukkan pengetahuan berpengaruh 4,975 kali dan sikap berpengaruh 10,746 kali terhadap pemeriksaan IVA. Hasil ini menyarankan perlunya peningkatan media informasi dan dukungan lintas sektoral untuk meningkatkan kesadaran pentingnya pemeriksaan IVA.
Inovasi Konsumsi Nuget Ikan Lele Dalam Upaya Mengatasi Anemia Dan Kekurangan Energi Kronik (KEK) Pada Ibu Hamil Puspita, Linda; Isnaini, Maulia; Wulandari, Eka Tri; Sukarni, Sukarni; Novita, Andis Dian; Wahyuningrum, Erika Septi; Fitriyana, Feni; P, Layla Chaeriyah; Nasiroh, Nasiroh; Nurrohmah, Nurrohmah; Sumitri, Sumitri; Berliana, Zahra
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 Mei 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v7i1.20757

Abstract

Nutrisi memegang peranan yang sangat penting dalam seluruh siklus kehidupan manusia. Kekurangan gizi selama masa kehamilan, khususnya pada janin dalam kandungan, dapat menyebabkan gangguan pada proses pertumbuhan dan perkembangan. Salah satu upaya untuk mencukupi kebutuhan protein dan zat besi pada ibu hamil adalah dengan mengonsumsi produk olahan ikan yang kaya akan protein, seperti ikan lele. Nugget merupakan salah satu bentuk produk olahan hasil perikanan yang dibuat dari daging ikan giling  minimal sebanyak 30%, yang kemudian dicampur dengan tepung dan bahan-bahan tambahan lainnya. Adonan tersebut dilapisi dengan tepung pengikat (predust), dicelupkan ke dalam adonan batter mix, kemudian dibaluri tepung dan dimasak.   Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberdayakan masyarakat melalui inovasi konsumsi nugget ikan lele sebagai upaya mengatasi anemia dan Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil di Desa Ambarawa, Kabupaten Pringsewu. Metode yang digunakan meliputi kegiatan sosialisasi dan edukasi, disertai dengan pembagian booklet dan produk nugget ikan lele sebagai media pembelajaran. Berdasarkan hasil analisis deskriptif terhadap data kuantitatif yang dikumpulkan, ditemukan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai anemia, KEK, dan pemanfaatan nugget ikan lele sebagai alternatif pangan bergizi. Hal ini ditunjukkan oleh perbandingan skor pengetahuan sebelum dan sesudah pelaksanaan kegiatan sosialisasi dan edukasi pembelajaran.Sebagai saran, disampaikan agar bidan secara aktif dan berkelanjutan memberikan edukasi kepada ibu hamil mengenai anemia dan KEK untuk mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan kondisi tersebutKata Kunci: Ikan lele, anemia,  kekurangan  energi  kronis, Ibu Hamil
ANALISIS DAMPAK PASCA ABORTUS SEBAGAI PENYEBAB TERJADINYA KOMPLIKASI PERFORASI UTERUS YANG TIDAK AMAN BAGI IBU BERSALIN: NARRATIVE REVIEW Wulandari, Eka Tri; Enjelina, Ria; Ferawati, Ferawati; Maisaroh, Ria; Betri, Heni; Damayanti, Alfina
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47526

Abstract

Abortus adalah suatu proses berakhirnya suatu kehamilan, dimana janin belum mampu hidup di luar rahim dengan kriteria usia kehamilan kurang 20 minggu atau berat janin kurang dari 500 gram. Pada kehamilan dibawah 8 minggu hasil konsepsi dikeluarkan seluruhnya, karena vili korealis belum menembus desidua terlalu dalam sedangkan pada kehamilan 8-14 minngu telah masuk agak dalam sehingga sebagian keluar dan sebagian lagi akan tertinggal karena itu akan terjadi banyak perdarahan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dampak pasca abortus sebagai penyebab terjadinya komplikasi perforasi  uterus yang tidak aman bagi ibu bersalin. Penelitian ini menggunakan penelusuran literatur dari tahun 2021 hingga 2025. Dari 3.500 artikel yang ditemukan, 5 artikel disaring berdasarkan kriteria tertentu. Hasil menunjukkan bahwa pasca abortus memiliki dampak terjadinya komplikasi perforasi  uterus yang tidak aman bagi ibu bersalin. Sebagian besar perforasi uterus pada saat kuretase selama aborsi trimester pertama tidak dikenali, tidak diobati, dan menimbulkan komplikasi serius yang berujung pada kematian. Aborsi yang tidak aman dapat menimbulkan komplikasi perforasi uterus. Aborsi yang tidak aman dapat dicegah melalui pencegahan dan pengendalian.
Efektivitas Delayed Cord Clamping Terhadap Parameter Hematologi Neonatus Cukup Bulan Di TPMB Kecamatan Sako Kota Palembang Tisnawati, Riya; Retno, Sri Nowo; Wulandari, Eka Tri; Jamaan, Taufik; Wulandari, Ririn
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 3 (2025): Volume 9 Nomor 3
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i3.21552

Abstract

Sebagai prosedur yang sederhana dan aman, DCC bermanfaat terhadap status hematologis pada bayi baru lahir cukup bulan. Waktu optimal DCC belum diketahui dengan jelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas DCC terhadap parameter hematologi pada neonatus cukup bulan di TPMB Kecamatan Sako Kota Palembang. Jenis penelitian eksperimen semu dengan post-test only control group design. Sebanyak 36 bayi diambil secara acak menggunakan teknik consecutive sampling terbagi menjadi 18 bayi pada masing-masing kelompok, yaitu kelompok ICC dan DCC. Sampel darah bayi diambil pada 48 jam pertama setelah kelahiran. Analisis menggunakan uji parametrik independent t test. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa perbandingan rata-rata kadar hemoglobin (Hb) darah vena, hemoglobin (Hb) darah tali pusat, dan hematokrit (Ht) pada kelompok DCC lebih tinggi dibandingkan kelompok ICC. Rata-rata kadar bilirubin total pada kelompok DCC lebih rendah dibandingkan kelompok ICC. Terdapat perbedaan kadar Ht (p value 0,000), kadar Hb darah vena (p value 0,000), tidak ada perbedaan kadar Hb tali pusat (p value 0,125) dan tidak terbukti meningkatkan kadar bilirubin total (p value 0,269) pada 48 jam pertama kelahiran. Praktik ini sebaiknya dilakukan secara rutin sebagai standar dalam persalinan normal tanpa penyulit dan cukup bulan sesuai langkah pada APN.
Item Fit Analysis for Evaluating Academic Writing Performance With Rasch Measurement Rentiana, Leny Hikmah; Dhini, Ulfa Rahma; Yuliawati, Lilik; Wulandari, Eka Tri
Attractive : Innovative Education Journal Vol. 6 No. 1 (2024): Attractive : Innovative Education Journal
Publisher : CV. Creative Tugu Pena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51278/aj.v6i1.1144

Abstract

This study aims to evaluate item fit through the application of the Rasch model. The research involved 40 English as a foreign language student who took part in an essay writing class as part of a TOEFL iBT course, with writing samples gathered in partnership with the language center offering the TOEFL iBT classes. The research methodology utilizes the Rasch model with Winsteps software for quantitative analysis, employing three key statistical outputs: a "statistical summary output" to provide overall data and figures, item statistics to assess item validity, and participant statistics to evaluate participant validity. Based on the interpretation of misfit order Rasch measurement for item fit, four items ("Content," "Structure," "Mechanic," and "Diction") demonstrated excellent alignment with the Rasch model. All items exhibited Outfit Mean Square (MNSQ) values below the expected 1.0 yet within the acceptable range (0.5 - 1.5), indicating better-than-expected fit, with "Diction" showing the highest conformity. The Outfit Z-Standard (ZSTD) values for all items were near zero, signifying no significant deviations from the model. High Point Measure Correlations (PT Measure Corr) of 0.91 for "Content" and "Diction" and 0.88 for "Structure" and "Mechanic" suggest strong consistency with the overall measured ability, affirming the significant and valid contributions of these items to the scale's measurement objectives. Thus, all four items are deemed excellent within the applied measurement scale, particularly "Diction," which exhibits the highest model fit. Keywords: Item Fit, Academic Writing, Rasch Measurement
The Effect Of Ginger Candy (Zingiber Officinale Rosc.) on PGF2 A Levels in Adolescents with Primary Dysmenorrhea Eka Tri Wulandari; Desi Kumalasari
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No S1 (2022): Suplement 1
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.644 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7iS1.1194

Abstract

Primary dysmenorrhoea is a common complaint that is commonly experienced by women around the world, especially teenagers. One of the causes of primary dysmenorrhea is the hyperactivity of the myometrium which is modulated by the synthesis of prostaglandins, especially PGF2a. Some herbs are known to work as prostaglandin inhibitors, one of them is ginger. Giving ginger to adolescents who experience dysmenorrhea is expected to lower the levels of PGF2a so that dysmenorrhea pain can be reduced. Generally, ginger can be developed in a variety of food and beverage products such as jelly candy. The purpose of this study was to analyze the effect of ginger candy to decrease the level of PGF2a in adolescents with primary dysmenorrhoea. This research is analytic research that used a randomized pre-post group design experimental approach. The object of the research is 38 adolescents with primary dysmenorrhoea. the object is divided into two groups, 19 treatment groups and 19 control groups. the treatment group was given jelly candy containing 100 mg of ginger extract, while the control group was given jelly candy without ginger. The candy was given on the first day of menstruation until the second day of menstruation. The measurement of PGF2a level was on the second day of menstruation after the candy was given to the groups. The results showed that after the administration of candy, the last average levels of PGF2a in the treatment group decreased from 482,9 ng/ml to 370,5 ng, ml or down by 11%. Whereas in the control group, the PGF2a level 483,3 become 409,2. The difference in the percentage of decrease in the levels of PGF2a using the Mann-Whitney test showed a significant result (p=0,002). The conclusion of this research is ginger candy can reduce levels of PGF2a in adolescents with primary dysmenorrhoea Abstrak: Dismenorea primer merupakan keluhan umum yang biasa dialami oleh wanita di seluruh dunia terutama remaja. Salah satu penyebab terjadinya dismenorea primer adalah hiperaktivitas miometrium yang dimodulasi oleh sintesis prostaglandin, terutama PGF2a. Beberapa herbal diketahui dapat bekerja sebagai prostaglandin inhibitors, salah satunya jahe. Pemberian jahe pada remaja yang mengalami dismenorea diharapkan akan menurunkan kadar PGF2a sehingga nyeri dismenorea yang dirasakan akan berkurang. Secara umum jahe bisa dikembangkan dalam  berbagai produk makanan salah satunya permen. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh pemberian permen jahe terhadap penurunan kadar PGF2a pada remaja yang mengalami dismenorea primer.Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan eksperimental randomize pre post group design. Objek penelitian berjumlah 38 orang remaja yang mengalami dismenorea primer, objek dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu 19 kelompok perlakuan dan 19 kelompok kontrol. Pada kelompok perlakuan diberikan permen jeli yang mengandung 100 mg ekstrak jahe, sedangkan pada kelompok kontrol diberikan permen jeli tanpa kandungan jahe. Pemberian permen dilakukan pada hari pertama menstruasi sampai hari ke dua menstruasi. Untuk pengukuran kadar PGF2a dilakukan pada hari ke 2 menstruasi setelah pemberian permen. Hasil penelitian menunjukan bahwa setelah pemberian permen, rerata kadar PGF2a pada kelompok perlakuan turun dari 482,9 ng/ml menjadi 370,5 ng/ml atau turun sebesar 11,5%, sedangkan pada kelompok kontrol dari 483,3 ng/ml menjadi 490,2 ng/ml. Perbedaan presentase penurunan kadar PGF2a pada kedua kelompok penelitian dengan menggunakan uji Mann Whitney menunjukan hasil yang bermakna (p=0,002).Simpulan dalam penelitian ini adalah permen jahe dapat menurunkan kadar PGF2a pada remaja yang mengalami dismenorea primer
The correlation of clinical pathway compliance implementation on clinical outcome and sectio caesarian patient costs in a type c private hospital in Lampung Joko Sunowo; Tri Murti Andayani; Dwi Endarti; Eka Tri Wulandari
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No S1: Supplement
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.868 KB) | DOI: 10.30604/jika.v8iS1.1756

Abstract

Sectio caesaria births are around 17.6% of all births (Riskesdas, 2018), this figure is higher than the figure recommended by WHO. The high incidence and cost of sectio caesaria can cause problems if they are not managed properly. CA clinical pathway (CP) as a multi-disciplinary management plan for patients with certain diagnoses can be used to improve the quality and efficiency of excellent health services for each individual according to the law’s mandate. This research is research (observational analytic) with cross-sectional design and retrospective method for data collection. The data in this research were all BPJS patients who underwent sectio caesaria for the period of 1 January 2020 to 30 June 2020 according to the inclusion and exclusion criteria in a type C private hospital in Lampung Province. The observations were made on CP forms and patient medical record documents as well as details of treatment costs from BPJS claim data. To see the correlation of compliance implementation with CP and clinical outcomes, the Chi-square test was carried out, the average analysis of CP implementation compliance with costs was carried out using a non-parametric regression test, the correlation of confounding variables on clinical outcomes was tested using Chi-square and Somers tests, and the correlation between confounding variables and total real costs was tested using the ANOVA test. The descriptive analysis found that the average CP implementation compliance of 145 patients (63%) had an average good adherence score (more than 85%) and 85 patients (37%) had low adherence (less than 85%). The points of care education and nutrition counseling as well as treatment or medical intervention have the highest score of 99.57% and the lowest is 0.34% in nursing mobilization/rehabilitation. The description of clinical outcomes of 230 patients with sectio caesaria Length of Stay (LOS) according to CP (less than 3 days) as many as 95 patients and 185 patients with pain scale (VAS 2) and no patients had ILO. The results of the statistical analysis showed that there was no correlation of compliance implementation of CP on clinical outcomes based on the pain scale, LOS, and total real costs (p more than 0.05). The result of the statistical analysis of the confounding variables Age (p 0.015) and treatment class (p 0.00) showed that there was a correlation on the total real costs (p less than 0.05). The conclusion of this research is that there is no correlation of compliance implementation with CP on clinical outcomes and the total real cost of sectio caesaria patients, and there is a correlation between age and class of care on the total real cost of sectio caesaria patients.  Abstrak: Kelahiran sectio caesaria sekitar 17, 6% dari seluruh kelahiran  (Riskesdas, 2018), angka ini lebih tinggi dari angka yang direkomendasikan WHO. Tingginya angka kejadian dan biaya sectio caesaria  dapat menimbulkan permasalahan jika tidak dikelola dengan baik. Clinical pathway (CP) sebagai suatu rancangan penatalaksanaan multi disiplin untuk pasien dengan diagnosis tertentu dapat digunakan dalam upaya meningkatkan kualitas dan efisiensi pelayanan kesehatan yang prima kepada setiap individu sesuai amanat Undang Undang. Penelitian ini adalah penelitian (observasional analitik) dengan desain cross sectional dan metode retrospektif untuk pengambilan data. Data pada penelitian ini adalah seluruh pasien BPJS yang menjalani sectio caesaria periode 1 Januari 2020 sampai 30 Juni 2020 sesuai kriteria inklusi dan eksklusi di sebuah RS swasta tipe C di Provinsi Lampung. Pengamatan dilakukan pada form CP dan dokumen rekam medik pasien serta rincian biaya perawatan dari data klaim BPJS. Untuk melihat hubungan kepatuhan pelaksanaan CP terhadap outcome klinik dilakukan uji Chi square, analisis rata-rata kepatuhan pelaksanaan CP terhadap biaya dilakukan menggunakan uji regresi non parametrik , hubungan variable perancu terhadap outcome  klinik diuji menggunakan uji Chi square dan somers serta hubungan variable perancu terhadap total biaya riil diuji menggunakan uji anova. Analisis deskriptif didapatkan, rata-rata kepatuhan pelaksanaan CP sebanyak 145 pasien (63%) memiliki nilai rata-rata kepatuhan baik (85%) dan 85 pasien (37%) untuk kepatuhan rendah (kurang dari 85%). Poin asuhan edukasi dan konseling gizi serta tatalaksana atau intervensi medis memiliki nilai tertinggi sebesar 99,57% dan terendah sebesar 0,34% pada mobilisasi / rehabilitasi keperawatan. Deskripsi outcome klinik dari 230 pasien sectio caesaria Length of Stay (LOS) sesuai CP (kurang dari 3hari) sebanyak 95 pasien dan 185 pasien dengan skala nyeri (VAS 2) serta tidak didapati pasien yang mengalami ILO.  Hasil analisis statistik menunjukkan tidak adanya hubungan kepatuhan pelaksanaan CP terhadap outcome  klinik yang berdasarkan skala nyeri, LOS,dan total biaya riil  (p lebih dari 0,05 ). Hasil analisis statistik variable perancu usia (p 0,015) dan kelas perawatan (p 0,00) menunjukan ada hubungan terhadap total biaya riil  (p kurang dari 0,05). Kesimpulan pada penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan antara kepatuhan pelaksanaan CP terhadap outcome  klinik dan total biaya riil pasien sectio cesaria, serta terdapat hubungan usia dan kelas perawatan terhadap total biaya riil pasien sectio caesaria.
Pengaruh Pemberian Tomat (Solanum Lycopersicum) Terhadap Tekanan Darah Pada Lansia Di Desa Waylayap Pesawaran Ade Rosilia Saputri; Inggit Primadevi; Eka Tri Wulandari; Iis Tri Utami
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6595

Abstract

Hipertensi atau atau silent killer merupakan suatu gangguan pada pembuluh darah. Usia seseorang merupakan salah satu faktor risiko tekanan hipertensi, pada lansia sensitivitas organ yang mengatur hipertensi yaitu refleks baroreseptor mulai berkurang. Prevalensi hipertensi di Provinsi Lampung pada tahun 2023 diperkirakan sekitar 29,94%, salah satu upaya yang dilakukan dengan terapi nonfarmakologis pemberian jus tomat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian jus tomat terhadap tekanan darah pada lansia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, desain penelitian menggunakan pre experiment rancangan one group pre-posttest design, penelitian dilakukan di Desa Waylayap Pesawaran. Populasi penelitian ini adalah seluruh lansia yang memiliki tekanan darah tinggi. Tehnik sampling yang digunakan total sampling yaitu seluruh populasi dijadikan sampel sebanyak 18 orang, penelitian dilakukan pada bulan Agustus 2025, Instrumen yang digunakan adalah dengan menggunakan SOP pengukuran tekanan darah, SOP Jus Tomat, lembar observasi, dan analisa menggunakan uji wilxocon. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa sebelum diberikan jus tomat rata-rata tekanan darah sistole responden adalah 158,06, sedangkan rata-rata tekanan darah diastolenya 94,44. Setelah intervensi pemberian jus tomat, rata-rata tekanan darah sistole menurun menjadi 139,72 dan rata-rata tekanan darah diastole menjadi 85,83. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pemberian jus tomat terhadap tekanan darah. Penelitian menyimpulkan bahwa jus tomat berpengaruh terhadap penurunan tekanan darah pada lansia di Desa Way Layap Pesawaran. Oleh karena itu, lansia disarankan menerapkan terapi nonfarmakologis melalui konsumsi jus tomat sebagai upaya membantu mengatasi tekanan darah tinggi.
Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa) Fruit Extract Decrease Malondialdehyde, Tumor Necrosis Factor-α, and Caspase 3 Levels May Improve Infertility in Endometriosis Mice Brahmana, Ivanna Beru; Soetrisno, Soetrisno; Purwanto, Bambang; Pamungkasari, Eti Poncorini; Wasita, Brian; Budihastuti, Uki Retno; Pangestu, Mulyoto; Cempaka, Rita; Lestariningsih, Sri; Wulandari, Eka Tri; Maesaroh, Siti
The Indonesian Biomedical Journal Vol 18, No 2 (2026)
Publisher : The Prodia Education and Research Institute (PERI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18585/inabj.v18i2.2736

Abstract

BACKGROUND: Endometriosis, which often causes infertility, is characterized by a complex interplay between oxidative stress, inflammatory response, and apoptosis. Currently, the most effective therapy used for endometriosis is hormonal treatments, however it has many common side effects. Therefore, it is necessary to explore alternative treatments for endometriosis, including herbal ingredients. Phaleria macrocarpa fruit contains flavonoids with strong antioxidant and anti-inflammatory properties which have potency to improve fertility in endometriosis cases. However, assessments of whether P. macrocarpa might have any effect on oxidative stress, inflammatory response, and apoptosis in relation to endometriosis are still limited. This study was conducted to identify the effect of P. macrocarpa fruit ethanol extract (PMFEE) in improving infertility by assessing oxidative stress, inflammatory response, and apoptosis parameters in endometriosis mice model.METHODS: Female Balb/C mice were endometriosis-induced, and treated either with 6.5 µg/day Letrozole, 7.5 mg/kgBW/day PMFEE, or 15 mg/kgBW/day PMFEE for 14 days. Heatlhy mice were also included as control. Mice were necropsied, then the uterus and fat tissue around the uterus was collected. Malondialdehyde (MDA) as oxidative stress marker, tumor necrosis factor (TNF)-α as inflammatory marker, and Caspase-3 as apoptosis marker were assessed using enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA).RESULTS: In uterus, MDA and TNF-α levels were significantly different among all groups (p<0.05). PMFEE both at 7.5 and 15 mg/kgBW/day lowered MDA and TNF-α compared to the healthy mice and mice receiving Letrozol. Meanwhile, Caspase-3 levels were quite indifferent among groups, showing that PMFEE was able to maintain the Caspase-3 levels in the endometriosis-induced mice.CONCLUSION: PMFEE reduces the MDA and TNF-α, also maintains Caspase-3 levels in the uterus of endometriosis-induced mice, suggesting it might have potential to improve fertility in endometriosis mice.KEYWORDS: Phaleria macrocarpa, endometriosis, infertility, MDA, TNF-α, Caspase-3