Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISA BIAYA TRANSPORTASI ANGKUTAN UMUM DALAM KOTA MANADO AKIBAT KEMACETAN LALU LINTAS (Studi Kasus: Angkutan Umum Trayek Pusat Kota 45-Malalayang) Ritonga, Deddy; Timboeleng, James A.; Kaseke, Oscar H.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 1 (2015): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat perkotaan khususnya yang tergolong masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah dalam menunjang mobilitas aktifitasnya sehari-hari sangat bergantung pada angkutan kota. Angkutan kota sebagai pilihan utama masyarakat perkotaan dituntut harus dapat menjangkau setiap zona yang ada dan memberikan pelayanan yang baik terhadap masyarakat. Hal ini membuat makin banyaknya angkutan kota dalam satu rute perjalanan, sehingga tidak jarang terjadi kemacetan lalu lintas dalam suatu ruas jalan yang dilewati oleh angkutan umum tersebut. Dengan terjadinya kemacetan lalu lintas dalam satu ruas jalan mengakibatkan adanya tambahan waktu perjalanan, yang juga berdampak pada kehilangan biaya transportasi dari suatu angkutan umum penumpang. Kehilangan biaya transportasi dapat dihitung berdasarkan selisih antara biaya transportasi pada saat eksisting dan biaya transportasi pada saat stabil. Beberapa variabel yang yang penting dalam perhitungan biaya operasi kendaraan adalah: biaya tetap, biaya variabel dan biaya kepemilikan aset. Dalam penelitian ini dianalisa biaya transportasi angkutan umum trayek Pusat Kota 45 – Malalayang. Diambil trayek ini sebagai objek penelitian karena ruas jalan yang dilewati trayek ini sering terjadi kemacetan lalu-lintas mengingat banyaknya tempat-tempat yang berhubungan dengan pelayanan masyarakat. Dengan penelitian ini dapat diketahui berapa besar biaya operasi kendaraan dan biaya transportasi yang ditanggung oleh pemilik mikrolet akibat kemacetan lalu lintas. Dari hasil penelitian didapat besarnya biaya operasi kendaraan  adalah sebesar Rp. 110.260.640,66 per tahun serta tiap harinya kendaraan mikrolet trayek Pusat Kota 45 – Malalayang menanggung biaya perjalanan akibat kemacetan lalu lintas sebesar Rp. 1.418,89 per jam atau Rp. 21.283.35 per hari. Kata kunci : analisa biaya transportasi, biaya operasi kendaraan, nilai waktu
PENGARUH TARIKAN MANADO TOWN SQUARE TERHADAP LALU LINTAS DI RUAS JALAN BOULEVARD MANADO Pabanu, Yitro Tirsa; Timboeleng, James A.; Waani, Joice E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 5 (2016): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan infrastruktur di Kota Manado mengalami perkembangan yang cukup pesat, seiring dengan berkembangnya perekonomian dan sosial budaya masyarakat. Adanya pembangunan fasilitas umum mengakibatkan perubahan tata guna lahan yang berakibat pada peningkatan kepadatan lalu lintas pada ruas – ruas jalan tertentu. Semakin tinggi tingkat penggunaan sebidang tanah, semakin tinggi pergerakan arus lalu lintas yang dihasilkan. Studi yang dilakukan pada penelitian ini terjadi pada ruas jalan Piere Tendean Boulevard Manado dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh tarikan Manado Town Square terhadap lalu lintas di ruas Jalan Boulevard Manado, yaitu dengan melakukan survey selama 7 hari. Dalam pengelolahan data dilakukan dengan Metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia MKJI 1997. Dari hasil pengelolahan data survey di peroleh arus lalu lintas keadaan dua arah dengan nilai kapasitas pada ruas jalan Boulevard yaitu 3064,7 smp/jam dan tingkat pelayanan C, dengan adanya perubahan arus lalu lintas keadaan satu arah diperoleh nilai kapasitas pada ruas jalan Boulevard yaitu 6129,5 smp/jam dengan tingkat pelayanan B. Volume lalu lintas dengan keadaan satu arah memberikan pengaruh yang besar bagi kinerja jalan di ruas Jalan Piere Tendean Boulevard Manado. Kata Kunci : Tarikan Pengunjung dan Kendaraan, Kecepatan, Volume, Kepadatan
ANALISA KERJA RUAS JALAN S. TUBUN Kermite, Andrew Bryano; Timboeleng, James A.; Kaseke, Oscar H.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 10 (2015): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan S. Tubun merupakan jalan perkotaan di Kota Manado yang saat ini memeliki aktivitas guna lahan samping jalan yang beragam serta tingkat kesibukan yang tinggi. Aktivitas guna lahan yang beragam tentunya menarik pergerakan melintasi Jalan S. Tubun yang secara langsung mempengaruhi kondisi arus lalu lintas pada ruas jalan dan berpotensi menimbulkan titik konflik yang menghambat arus pergerakan lalu lintas. Studi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kinerja dari ruas Jalan S. Tubun pada saat ini, diukur berdasarkan derajat kejenuhan, kecepatan tempuh dan waktu tempuh. Kemudian setelah mengetahui kinerja ruas jalan  maka diberikan alternatif penanganan untuk dapat meningkatkan kinerja ruas Jalan S. Tubun, pada jam puncak hari kerja terutama, berada pada kondisi yang kurang baik. Untuk memperbaiki hal ini, serta menghindari bertambah buruknya kinerja ruas jalan tahun 2015, makadiperlukan penertiban pemberhentian angkutan umum, suatu studi menganalisi dampak parkir di badan jalan, dan pemasangan road furniture untuk meningkatkan tingkat disiplin pengguna kendaraan. Kata kunci : Kinerja Ruas Jalan S. Tubun, Derajat Kejenuhan, Kecepatan Tempuh dan Waktu Tempuh
KEBUTUHAN FASILITAS PENYEBERANGAN PADA RUAS JALAN PIERE TENDEAN UNTUK SEGMEN RUAS JALAN DEPAN IT CENTRE KOTA MANADO BERDASARKAN GAP KRITIS Umboh, Amelia; Timboeleng, James A.; Manoppo, Mecky R. E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 2 (2014): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gap acceptance merupakan teori yang dapat digunakan dalam menganalisa pejalan kaki dalam hal penyeberangan jalan. Kecepatan arus lalulintas sangat berpengaruh terhadap penerimaan gap. Besar suatu gap yang ada sangat bergantung pada perilaku penyeberang jalan. Penelitian ini dilakukan agar pejalan kaki aman dalam menyeberang jalan dengan cara menentukan nilai gap kritis yaitu headway minimum arus lalulintas dan distribusi headway pada ruas jalan tersebut. Ruas jalan Piere Tendean segmen depan IT Centre Manado merupakan lokasi penelitian yang dipilihkarena dianggap sesuai untuk melakukan penelitian gap acceptance. Pengumpulan data gap yang diterima dan ditolak untuk dianalisa menjadi gap kritis. Penelitian ini dibatasi hanya pada zebra cross dengan waktu 12 jam mulai pukul 10.00 – 22.00 pada hari Senin,Rabu,Jumat dan Sabtu dengan memakai video kamera kemudian diaplikasikan menggunakan metode Raff, Greenshields,dan Acceptance Curve.Hasil nilai gap kritis pada segmen depan IT Centre Jalan Piere Tendean Manado diperoleh dari metode Acceptance Curve yaitu kisaran nilai 4,5 sampai 5 detik. Berdasarkan nilai gap gritis yang didapat menunjukkan bahwa fasilitas penyeberangan sudah tidak memenuhi bagi pejalan kaki.Kata kunci: gap acceptance,gap kritis,distribusi headway, fasilitas penyeberangan
OPTIMASI PENGELOLAAN JARINGAN JALAN PROVINSI DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM INTEGRATED ROAD MANAGEMENT SYSTEM (IRMS) Kairupan, Dolvie Ronald; Sompie, Bonny F.; Timboeleng, James A.
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 2, No 3 (2012): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan membuat deskripsi tentang metode survai yang efisien dan efektif sesuai dengan kebutuhan Program Integrated Road Management System (IRMS). Pengumpulan data mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat populasi atau daerah tertentu dilakukan secara sistematis, faktual, dan akurat sehingga mudah diinputkan pada IRMS.Hasil penelitian diperoleh bahwa pelaksanaan survai dilapangan membutuhkan alat bantu yaitu GPS tracking, kamera digital dan kendaraan survai sebagai alat transportasi. Untuk pelaksanaan di lapangan alat GPS dikalibrasi dan disesuaikan dengan odometer pada kendaraan agar menjadi pembanding dalam pencatatan panjang jalan selama survai. Setiap titik kerusakan jalan, persimpangan, jembatan/gorong-gorong didata nilai koordinat UTMnya dan situasi titik yang dimaksud. Penting dalam metode survai ini untuk menggunakan alat GPS yang dapat merekam semua titik –titik yang dilewati. Peneliti menggunakan bantuan program Map Source sebelum inputing ke dalam program IRM . Dari MapSource kemudian diubah ke file DXF untuk mengedit gambar pada Program IRM . Proses pengeditan peta dengan Program IRMS bertujuan merapikan gambar Peta Jaringan Jalan yang ada. Berdasarkan pelaksanaan di lapangan metode survai dengan panduan IRMS membutuhkan waktu survai di lapangan yang lebih lama dimana proses inputing data kordinat jalan dilakukan dengan menginput satu persatu jika tidak menggunakan program Map Source.Kesimpulan yang diperoleh adalah untuk optimalisasi pelaksanaan survai dilapangan maka diperlukan alat bantu alat GPS Tracking, kamera digital dan kendaraan survai sebagai alat transportasi dan metode inputing data yang optimal adalah menggunakan bantuan program Map Source sebelum inputing ke dalam program IRMS .Kata kunci : IRMS, GPS tracking, jaringan jalan, koordinat, peta.
ANALISA GELOMBANG KEJUT TERHADAP KARAKTERISTIK ARUS LALU LINTAS DI JALAN WALANDA MARAMIS BITUNG Adam, Octaviani Litwina; Timboeleng, James A.; Jansen, Freddy
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 3, No 2 (2013): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gelombang kejut didefinisikan sebagai gerakan atau perjalanan pada sebuah perubahan kerapatan dan arus lalu lintas. Pada keadaan arus bebas, kendaraan-kendaraan akan melaju dengan kecepatan tertentu. Apabila pada arus tersebut diberikan suatu hambatan, maka akan terjadi pengurangan arus yang dapat melewati lokasi hambatan tersebut. Pengurangan arus ini mengakibatkan kerapatan kendaraan pada daerah sebelum lokasi hambatan menjadi tinggi yang pada akhirnya kecepatan kendaraan turun atau bahkan terjadi antrian. Hambatan pada arus lalu lintas tersebut dapat berupa penutupan sebagian atau seluruh lajur jalan misalnya akibat terjadinya kecelakaan, perbaikan jalan, atau dapat juga terjadi karena adanya lampu lalu lintas.Penelitian dilakukan di Jalan Walanda Maramis Bitung (4 lajur 2 arah tidak terpisah lebih khusus untuk jalur arah Pusat Kota ke Wangurer), dengan menggunakan 3 metode yaitu: Greenshield, Greenberg, dan Underwood, kemudian dipilih model yang terbaik. Hasil analisa menunjukkan bahwa untuk arah Pusat Kota Bitung ke Wangurer didapatkan model Greenshield dengan R2 sebesar = 0,883. Arus maksimum yang didapat dari model greenshield adalah sebesar = 917.751 smp/jam. Dengan menggunakan skenario insiden yang terjadi ketika volume kendaraan sebesar 720 smp/jam mengakibatkan satu lajur dari 2 lajur jalan arah pusat kota ke Wangurer harus ditutup karena terjadi insiden. Dari hasil analisa gelombang kejut, didapatkan total waktu pembukaan jalur dengan waktu kendaraan terakhir memasuki antrian yaitu = 1,935 menit. Total waktu dari pembukaan jalur ke kondisi normal = 2,013 menit, dengan panjang antrian 1,11 km.Kata kunci: gelombang kejut, insiden skenario, metode Greenshield.
MODEL PERGERAKAN PENDUDUK DI KAWASAN KEPULAUAN DENGAN VARIABEL BEBAS PARAMETER SOSIOEKONOMI (STUDI KASUS KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE) Lonan, Trio; Sompie, Bonny F.; Timboeleng, James A.
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 3, No 2 (2013): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan penduduk dan pembangunan di kabupaten Kepulauan Sangihe berkembang sangat pesat, sehingga mempengaruhi arus lalulintas pergerakan penduduk dari dan ke dalam kabupaten. Penelitian ini menggunakan analisis model regresi untuk mendapatkan model pergerakan Kawasan Kepulauan dengan variabel bebas parameter sosioekonomi. Hubungan antara pergerakan penduduk (sebagai variabel bebas y) yang terjadi dengan parameter sosioekonomi seperti jumlah/komposisi anggota keluarga (variabel tidak bebas x1), jumlah anggota keluarga yang bekerja (variabel tidak bebas x2), jumlah anggota keluarga yang bersekolah (variabel tidak bebas x3), kepemilikan kendaraan (variabel tidak bebas x4) dan penghasilan kepala keluarga (variabel tidak bebas x5) dianalisis. Model yang dihasilkan dapat menggambarkan fenomena pertumbuhan penduduk dan pembangunan di kabupaten kepulauan Sangihe yang memicu tumbuhnya bangkitan pergerakan, sehingga dapat menjadi dasar pengembangan jaringan transportasi yang sangat dibutuhkan bagi perkembangan suatu daerah.Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel yang mempengaruhi bangkitan pergerakan keluarga di Kabupaten Kepulauan Sangihe adalah variabel bebas X1 (komposisi keluarga), variabel bebas X2 (jumlah anggota keluarga yang bekerja), dan variabel bebas X3 (jumlah anggota keluarga yang bersekolah), variabel bebas X4 (kepemilikan kendaraan) dan variabel bebas X5 (pendapatan keluarga). Hasil ini dirumuskan: Y = 0,52475597 + 0,20488251X1 + 0,79880294X2 + 0,615967 X3 + 0,00160785 X4 + 0,00821735X5 dengan r = 0,80020013 dan R2 = 0,64032025. Kuat hubungan yang ditunjukkan oleh persamaan ini adalah pada variabel bebas terhadap variabel terikat lebih besar serta konstanta dan koefisien regresinya lebih kecil dibanding persamaan lainnya. Karena menggunakan tiga variabel bebas, maka koefisien determinasi yang digunakan adalah angka dari r sebesar 0,80020013 atau 80,02%. Pola distribusi perjalanan yang diakibatkan oleh adanya pergerakan di wilayah administrasi Kabupaten Kepulauan Sangihe dapat dilihat pada Matriks Asal Tujuan (MAT), dimana diperoleh tujuan perjalanan responden dari masing-masing kecamatan asal adalah yang terbesar menuju ke kecamatan Tahuna sebesar 9,27%, kemudian kedua terbesar menuju ke kecamatan Tahuna Barat sebesar 9,04%, dan ketiga terbesar menuju ke kecamatan Manganitu Selatan sebesar 8,99%.Kata kunci: pergerakan, bangkitan, kawasan kepulauan, sosioekonomi, MAT
TINGKAT PELAYANAN PERSIMPANGAN BERSIGNAL JALAN SAM RATULANGI – JALAN BABE PALAR MANADO Timboeleng, James A.
TEKNO Vol 10, No 57 (2012): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persimpangan adalah salah satu bagian jalan yang rawan terjadi konflik lalu lintas karena menghubungkan beberapa ruas jalan, sehingga di daerah ini terjadi berbagai macam jenis pergerakan kendaraan yang akhirnya menimbulkan tundaan dan antrian kendaraan yang panjang. Keadaan ini umumnya dikenal dengan kemacetan arus lalu lintas. Untuk mengurangi kemacetan di persimpangan biasanya pada persimpangan tersebut dilengkapi dengan lampu pengatur lalu lintas dan rambu-rambu lalu lintas. Melihat adanya konflik yang terjadi di simpang Jalan Sam Ratulangi – Jalan Babe Palar Manado, maka dirasa perlu untuk melakukan penelitian. Dalam menganalisa kapasitas dan perilaku lalu lintas dibutuhkan data lapangan berupa : kondisi geometrik meliputi lebar pendekat, kondisi arus lalu lintas, kondisi lingkungan berupa kelas ukuran kota, tipe lingkungan jalan, dan kelas hambatan samping. Metode yang digunakan untuk menghitung Tundaan lalu lintas pada simpang ini adalah metode Manual kapasitas Jalan Indonesia (MKJI 1997) sedangkan Tingkat Pelayanan dengan Melihat tabel pada HCM’85 berdasarkan nilai tundaan. Tundaan rata-rata simpang untuk persimpangan ini didapat, D =45,10 det/smp LOS E.Kata Kunci : persimpangan, tundaan, kapasitas.
MODEL BANGKITAN PERGERAKAN DI KAWASAN KEPULAUAN DITINJAU DARI SOSIOEKONOMI MASYARAKAT (STUDI KASUS KABUPATEN KEPULAUAN TALAUD) Suaib, Oktavia M.; Waani, Joice E.; Timboeleng, James A.
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 11, No 2 (2021): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transportasi memiliki peranan penting dalam mendukung pembangunan nasional, baik transportasi darat, laut dan udara. Dengan adanya sistem transportasi yang baik diharapkan dapat menunjang berbagai aktivitas ekonomi masyarakat dalam pembangunan. Demikian dengan sarana transportasi laut di Kabupaten Kepulauan Talaud sangat perlu diperhatikan, guna memenuhi kebutuhan perjalanan menuju lokasi pekerjaan, pendidikan, kesehatan, rekreasi dan lain-lain. Bentuk kegiatan tersebut akan sangat menentukan pola pergerakan pada suatu sistem, apalagi dikaitkan dengan zona/wilayah. Mengingat bahwa Kabupaten Kepulauan Talaud adalah daerah kepulauan dan perbatasan, maka bentuk perhatian tersebut harus disesuaikan dengan kondisi wilayah itu sendiri. Terbatasnya fasilitas angkutan laut, sehingga bangkitan pergerakan di Kabupaten Kepulauan Talaud perlu diperhatikan.Penelitian ini menggunakan persamaan model regresi linear berganda dengan variabel bebas. Jumlah responden pada penelitian ini adalah 212 orang responden. Hipotesis yang digunakan ada 5 variabel bebas yaitu variabel bebas  X1 (Ketersediaan Kapal), variabel bebas  X2 (Tujuan Perjalanan), variabel bebas  X3 (Jumlah Perjalanan Anggota Keluarga tiap hari) , variabel bebas  X4 (Jumlah Anggota Keluarga yang Bersekolah) dan variabel bebas  X5 (Kepemilikan Kendaraan). Uji statistik yang digunakan adalah uji korelasi dan proses kalibrasi dengan menggunakan metode analisa regresi linear berganda yaitu analisis bivariate dan analisis multivariant.Model Bangkitan Pergerakan terbaik adalah  Y = 0.038 + 0,933X1 +  0,005X2 + 0,017X3 + 0,024X4 + 0,004X5 dengan r = 0,953 dan R2 = 0,908. Dari hasil persamaan diatas ditemukan nilai korelasi sebesar 0,953 atau 95,3% yang artinya di mana Ketersediaan Kapal (X1), Tujuan Perjalanan (X2), Jumlah Perjalanan Anggota Keluarga Tiap hari (X3), Jumlah Anggota Keluarga yang Bersekolah (X4) dan Kepemilikan Kendaraan (X5) mempengaruhi pergerakan keluarga per-minggu sedangkan sisanya 4,7% dipengaruhi oleh faktor- faktor atau variabel lain diluar variabel bebas yang digunakan. Pola distribusi perjalanan yang diakibatkan oleh adanya pergerakan di wilayah administrasi Kabupaten Kepulauan Talaud pada Matriks Asal Tujuan (MAT), dimana berdasarkan MAT diperoleh tujuan perjalanan responden dari masing-masing pelabuhan asal adalah yang terbesar adalah menuju ke pelabuhan Melonguane sebesar 45,7% kemudian kedua terbesar adalah menuju ke pelabuhan Miangas sebesar 13,6% dan ketiga besar menuju ke pelabuhan Karatung sebesar 12,7%. Hasil ini lebih jelas dapat dilihat pada peta garis keinginan pergerakan yang menunjukkan pola pergerakan.Dengan presentase terbesar untuk jumlah perjalanan menuju ke pelabuhan Melonguane, maka perlu adanya penambahan pergerakan sistem transportasi laut di pelabuhan Melonguane. Hasil penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan atau sebagai pendukung dalam perencanaan tata guna lahan dan transportasi laut diwilayah kabupaten kepulauan Talaud. Kata Kunci: Transportasi, Kabupaten Kepulauan Talaud, Regresi Linear 
ANALISIS TINGKAT PELAYANAN TRANSPORTASI LAUT DENGAN PENGGUNA JASA PADA PELABUHAN MANADO (STUDI KASUS: MANADO - TAHUNA) Letunaung, Jufrianto; Timboeleng, James A.; Lefrandt, Lucia I. R.
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 11, No 1 (2021): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada saat ini pelayanan kapal seperti KM. Mercy Teratai, KM. Holly Merry, dan KM. Barcelona I adalah moda transportasi kapal laut yang melayani rute Manado – Tahuna yang paling banyak dipilih oleh penumpang. Tentunya terdapat karakteristik yang berbeda baik dari segi pelayanan kapal maupun penumpang itu sendiri. Probabilitas terpilihnya suatu moda antara kapal tersebut sangat bergantung pada pelayanan kapal itu sendiri, waktu tunggu, biaya, dan faktor keamanan kenyamanan. Dalam penelitian ini, penulis hendak mencari faktor-faktor pilihan penumpang terhadap ketiga kapal ini. Metode penyebaran kuisioner dan wawancara kepada penumpang di kawasan pelabuhan Manado, dapat mengetahui permasalahan yang mempengaruhi penumpang dalam memilih transportasi laut.Hasil penelitian terhadap 327 responden adalah karakteristik penumpang menunjukkan bahwa laki-laki sebesar 57% dan perempuan 43%, 50% responden memiliki usia <35 tahun, dan 62% responden menunjukan status bekerja, 65% responden berpenghasilan diatas Rp.2.500.000. Hasil yang kedua dengan Metode Analysis Herarki Proses (AHP) yaitu Prioritas pertama dalam kriteria Tangible (sesuatu yang dilihat dan dialami penumpang), didapat penilaian sebesar 60%. Sub kriteria Melayanai Dengan Sikap Sopan dan Santun didapat penilaian sebesar 74.31%. Maka yang menjadi prioritas dalam pemilihan kapal laut adalah KM. Barcelona I dengan penilaian 60.33%, dipilih berdasarkan kriteria pelayanan. Saran yang pertama dari responden kepada pihak kapal KM. Mercy Teratai dan KM. Holly Merry yaitu dapat melakukan penyesuaian harga tiket seperti yang dilakukan KM. Barcelona 1. Saran yang kedua dari responden kepada pihak kapal KM. Barcelona 1 yaitu dapat memperhatikan kriteria Tangible yaitu keadaan dan kebersihan kapal agar selalu bersih, wangi, dan tertib agar penumpang kapal merasa nyaman, melengkapi fasilitas AC, kriteria Reliability (Kehandalan) yaitu waktu keberangkatan yang tidak sesuai denagan prakteknya, karena hanya mendapatkan Penilaian CUKUP dengan nilai rat-rata 50% . Kata kunci: Tingkat Pelayanan Transportasi Laut, Analisiy Hirarki Proses (AHP)
Co-Authors Adam, Revor Daniel Ady Suhendra Edmonssoen Monoarfa Ahmad Yani Abas Amanda S. Sembel Amelia Umboh Andrew Bryano Kermite, Andrew Bryano Angelina Indri Titirlolobi, Angelina Indri Antonius A.R.T Gerung, Antonius A.R.T Audie L. E. Rumayar Bonny F. Sompie Brigitha Raco, Brigitha Butar-butar, Samuel H. H. Christian Yosua Palilingan Clifando E. N. Sondakh, Clifando E. N. Deddy Ritonga Dimpudus, Bryan Osvaldo Dito Made Putranto Dolvie Ronald Kairupan Elisabeth Lintong Fanto Pardomuan Pane, Fanto Pardomuan Fenny Moniaga Freddy Jansen Gallant Sondakh Marunsenge, Gallant Sondakh Gland Y. B. Lumintang Hasanudin, Muvidah Asa Utami Jan Soukotta Jefferson Longdong Jinata, Bill Christian Joice E. Waani Josef Sumajouw Joy Andre Dio Mosey Joyce E. Waani, Joyce E. JUFRIANTO LETUNAUNG Jurike Ireyne Toar Kairupan, Liani Anggreini Kalungan, Trifena Rany Katihokang, Meila Femina Kulo, Eko Putranto Lagonda, Louis Christian Lakat, Ricky M. S. Lalamentik, Lucia G. J. Lefrandt, Lucia R. Liando, Stanley Lintong Elisabeth Longdong Jefferson Lucia I. R. Lefrandt M. J. Paransa Maengkom, Gloria Michela Maer, Juliana Mamentu, Samuel S. Mamuaja, Denny M. A. Manabung, Helmut Marasabessy, Ronny Fuad Marchyano Beltsazar Randa Kabi, Marchyano Beltsazar Randa Marlien H. L. A. Bella, Marlien H. L. A. Mecky R. E. Manoppo Michael, Greggy Militya Christi Nangaro Natalia Diane Kasenda Nooh, Reinaldi Obert Tangdiembong Octaviani Litwina Adam Oktorino Wesara, Oktorino Oscar H. Kaseke Paendong, Adesyafitri A. Rachman, Ari Putra Ranto, Wirani Raymond Ch. Tarore Riati Tentero, Riati Rondonuwu, Ezra Rumokoy, Ave Rumondor, Eko Randy Sanda, Santhy Aprilyani Saputra, Muhamad Hendra Semuel Y. R. Rompis, Semuel Y. R. Sovian Piri Sri Wahyuni Rachman Steve Ch. N. Palenewen Suaib, Oktavia M. Sweetly Manopo Tangkudung, Cindy M. M. Theo K. Sendow Trio Pendekar Lonan Tuda, Fadly Andre Tumanduk, Riksilia Febriana Vandia Grace Mantik, Vandia Grace Viandany Zulfian Muslim Vivi Arianty Tawaris Warokka, Regita Wenas, Jesica K. P. L. Yitro Tirsa Pabanu, Yitro Tirsa Zevanya, Elita Lovely