Claim Missing Document
Check
Articles

ADMINISTRATIVE DECISIONS IN THE PHARMACEUTICAL SECTOR: A COMPARATIVE ANALYSIS OF INDONESIA AND THE UNITED STATES Tjandrawinata, Raymond R.; Heliany, Ina
JURNAL RECTUM: Tinjauan Yuridis Penanganan Tindak Pidana Vol 7 No 1 (2025): EDISI BULAN JANUARI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/jurnalrectum.v7i1.5349

Abstract

Administrative decisions in the pharmaceutical industry influence the balance between innovation protection and drug accessibility, particularly in developing countries like Indonesia. This study evaluates the impact of administrative decisions on Indonesia's pharmaceutical sector by comparing them with the policies of the United States Food and Drug Administration (FDA). The research employs a descriptive-qualitative approach, analyzing administrative law theory, Gustav Radbruch’s balance of law theory, intellectual property, and legal realism. The findings reveal that administrative decisions often reinforce patent protection, which promotes innovation but limits drug access, especially for low-income populations. In Indonesia, the National Agency of Drug and Food Control (BPOM) faces challenges in meeting public needs amidst limited adaptive regulations. Barriers to implementing compulsory licensing and international pressures complicate drug distribution arrangements, particularly in emergency situations. This study recommends harmonizing regulations with international standards, enhancing transparency in decision-making, and implementing compulsory licensing to address the tension between patent protection and accessibility. This approach is expected to create a more inclusive, equitable, and responsive pharmaceutical regulatory framework that meets societal needs without compromising innovation
Future Trends in Biotechnology Patents: Impact of Nano-Biomedicine and Artificial Intelligence on the Patent Landscape R. Tjandrawinata, Raymond; Soelistyo Budi, Henry
Journal of Law, Politic and Humanities Vol. 5 No. 3 (2025): (JLPH) Journal of Law, Politic and Humanities
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jlph.v5i3.1205

Abstract

The development of nano-biomedicine and artificial intelligence (AI) technologies are changing the biotechnology landscape and the global patent system. Both technologies are advancing innovation in sectors such as oncology, genetic diseases, and vaccinology, while posing new challenges in the intellectual property legal framework. This article analyzes the specific sectors most affected by these technologies, discusses regulatory efforts in specific jurisdictions, as well as highlights patent-related case studies of major companies. Additionally, an analysis of the risks and opportunities for collaboration between various parties is outlined to demonstrate the need for regulatory reform to support global innovation. The article also provides strategic recommendations for policymakers as well as long-term projections on the impact of this technology on the patent system in the next 20-30 years.
Terapi Osteoporosis Terbaru: Tinjauan Komprehensif Farmakologis Raymond R. Tjandrawinata
MEDICINUS Vol. 38 No. 3 (2025): MEDICINUS
Publisher : PT Dexa Medica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56951/d4enjy05

Abstract

Osteoporosis adalah penyakit metabolik tulang yang ditandai dengan penurunan massa dan gangguan mikroarsitektur tulang sehingga meningkatkan risiko fraktur. Pendekatan farmakologis terbaru mencakup agen antiresorptif seperti bisphosphonates dan denosumab, serta terapi anabolik seperti teriparatide dan romosozumab yang berperan dalammeningkatkan kepadatan mineral tulang. Selain pengobatan, suplementasi kalsium dan vitamin D serta modifikasi gaya hidup berperan dalam pencegahan dan pengelolaan osteoporosis. Pemantauan berkala terhadap kepadatan tulang dan efektivitas terapi diperlukan untuk menyesuaikan strategi pengobatan secara personalisasi dan meminimalkan efek samping. Dengan integrasi terapi berbasis biomarker, pendekatan multidisiplin dalam pengelolaan osteoporosis dapat semakin ditingkatkan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.
Docking Molekular dari Trigonella foenum-graceum sebagai Antidiabetes menggunakan Molegro Virtual Docking Prasetiyo, Andri; Mumpuni, Esti; Tjandrawinata, Raymond R
Jurnal Jamu Indonesia Vol. 4 No. 2 (2019): Jurnal Jamu Indonesia
Publisher : Tropical Biopharmaca Research Center, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jji.v4i2.132

Abstract

Trigonella foenum-graceum atau fenugreek digunakan secara luas sebagai obat tradisional untuk pengobatan diabetes tetapi mekanisme kerjanya masih belum jelas. Penelitian bertujuan memprediksi senyawa dalam fenugreek yang berkhasiat sebagai antidiabetes secara in-silico dengan menggunakan perangkat lunak Molegro Virtual Docking . Docking dilakukan 10 Senyawa uji dalam fenugreek yaitu 4-hidroxyisoleucine, coumarine, diosgenin, galactomannan, isovitexin, quarcetin, tigogenin, trigoneline, vitexin dan yamogenin dengan 3 reseptor yaitu sugar beet alpha-glucosidase- (PDB ID : 3W37), human dipeptidyl peptidase-4 (PDB ID : 1X70), human peroxisome proliferator activated gamma (PDB: 2PRG) serta senyawa pembanding acarbose, sitagliptin dan rosiglitazone. Dari 10 senyawa uji, galactomanann memiliki nilai Rerank Score/RS paling rendah di dua reseptor yaitu alpha glucosidase dan peroxisome proliferator activated gamma dengan nilai berturut turut -116.56 kcal/mol dan -131.18 kcal/mol dan nilai RS acarbose -113.60 kcal/mol dan rosiglitazone -124.54 kcal/mol . Dari 10 senyawa uji, tigogenin memiliki nilai RS paling rendah direseptor dipeptidyl peptidase-4 dengan nilai RS -86.54 kcal/mol dan nilai RS sitagliptin -87.02 kcal/mol. Berdasarkan nilai RS, galactomannan diprediksi memiliki aktivitas antidiabetes yang bekerja pada reseptor alpha-glucosidase dan peroxisome proliferator activated gamma sedangkan tigogenin diprediksi memiliki aktivitas antidiabetes yang bekerja pada reseptor dipeptidyl peptidase-4.
Kemajuan dalam Biologi Spasial: Perspektif Multiomik Raymond R. Tjandrawinata
MEDICINUS Vol. 38 No. 4 (2025): MEDICINUS
Publisher : PT Dexa Medica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56951/54mmsr80

Abstract

Biologi spasial telah muncul sebagai bidang transformatif, memberikan wawasan yang belum pernah terjadi sebelumnya tentang organisasi spasial biomolekul, sel, dan jaringan. Ulasan ini mengkaji kemajuan dalam multiomik spasial antara tahun 2020 hingga 2025, dengan fokus pada teknologi utama, termasuk imunofluoresensi multipleks (multiplex immunofluorescence/mIF), mikroskopi lembaran cahaya, dan transkriptomik spasial. Inovasi-inovasi ini memungkinkan analisis multidimensi resolusi tinggi terhadap sistem biologis yang kompleks, merevolusi penelitian kanker, studi mikrobioma, dan ilmu saraf. Integrasi antara omik sel tunggal dan spasial telah memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai heterogenitas tumor, distribusi sel imun, dan interaksi seluler dalam lingkungan mikro tumor. Selain itu, multiomik spasial telah memperluas aplikasi di luar onkologi, menawarkan wawasan baru dalam biologi liver, sirkuit saraf, dan mikrobioma usus. Namun demikian, dengan adanya kemajuan ini, tetap terdapat tantangan dalam analisis data, integrasi, dan aksesibilitas. Evolusi berkelanjutan alat komputasi, analisis berbasis kecerdasan buatan, dan integrasi multiomik akan semakin meningkatkan dampak bidang ini, serta membuka jalan bagi pengobatan yang lebih personal dan terapi presisi.
Melawan Penurunan Kognitif pada Otak yang Menua Lewat Pemulihan Fungsi Mitokondria Raymond R. Tjandrawinata
MEDICINUS Vol. 38 No. 4 (2025): MEDICINUS
Publisher : PT Dexa Medica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56951/wdpk3k28

Abstract

Mitokondria, pabrik energi sel, memainkan peran penting dalam menjaga fungsi neuron dan sirkuit melalui produksi adenosine triphosphate (ATP) melalui fosforilasi oksidatif (oxidative phosphorylation/OXPHOS). Dalam otak mamalia yang menua, efisiensi OXPHOS menurun, menyebabkan disfungsi mitokondria, stres oksidatif, dan penurunan kognitif. Penelitian terbaru menyoroti hubungan antara eksitasi neuron dan transkripsi gen mitokondria, menunjukkan bahwa keterkaitan ini berkurang seiring bertambahnya usia. Studi lain memperkuat temuan ini dan menawarkan perspektif yang lebih luas tentang mekanisme yang mendasari disfungsi mitokondria pada penuaan serta strategi terapeutik potensial. Ulasan ini mengkaji penelitian-penelitian mutakhir untuk memberikan pemahaman komprehensif tentang penurunan mitokondria terkait usia dan dampaknya terhadap fungsi kognitif.
Preeklamsia dan Dampaknya dalam Perspektif Psikologi, Sosiologi, dan Medis Raymond R. Tjandrawinata
MEDICINUS Vol. 38 No. 5 (2025): MEDICINUS
Publisher : PT Dexa Medica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56951/wbqkwr31

Abstract

Preeklamsia merupakan komplikasi kehamilan serius yang berdampak multidimensional terhadap kesehatan ibu dan janin. Secara medis, kondisi ini ditandai oleh hipertensi pascausia kehamilan 20 minggu serta temuan proteinuria atau gangguan organ lain, dan dapat menyebabkan komplikasi seperti gagal organ, kelahiran prematur, hingga kematian maternal dan neonatal. Di sisi psikologis, diagnosis preeklamsia sering memicu kecemasan, depresi, dan stres mendalam akibat ketidakpastian terhadap kondisi kehamilan, yang memperburuk kualitas hidup ibu. Sementara itu, dari perspektif sosiologis, preeklamsia mencerminkan ketimpangan sosioekonomi, terutama di negara berkembang, di mana akses terhadap perawatan kesehatan yang memadai masih terbatas. Kurangnya edukasi, ketidakmerataan distribusi fasilitas medis, serta beban sosial terhadap keluarga semakin memperparah dampak kondisi ini. Oleh karena itu, pendekatan interdisipliner yang mencakup intervensi medis, dukungan psikososial, dan kebijakan publik yang progresif sangat penting untuk pencegahan dan penanganan preeklamsia secara komprehensif.
Kalsium, Vitamin D, dan Farmakoterapi Masa Depan dalam Pencegahan Preeklamsia: Tinjauan Komprehensif dari Perspektif Klinis dan Molekuler Raymond R. Tjandrawinata
MEDICINUS Vol. 38 No. 5 (2025): MEDICINUS
Publisher : PT Dexa Medica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56951/38v6gh35

Abstract

Preeklamsia tetap menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas maternal serta neonatal di seluruh dunia. Meskipun telah banyak diteliti, patofisiologi preeklamsia masih belum sepenuhnya dipahami, melibatkan interaksi kompleks antara ketidakseimbangan angiogenik, disregulasi imun, stres oksidatif, dan gangguan plasentasi. Intervensi nutrisi, khususnya suplementasi kalsium dan vitamin D, telah mendapatkan perhatian luas sebagai strategi preventif berbasis bukti. Suplementasi kalsium dosis tinggi terbukti menurunkan insiden preeklamsia, terutama pada populasi dengan asupan kalsium rendah, melalui mekanisme yang melibatkan penghambatan parathyroid hormone (PTH) dan peningkatan vasodilatasi arteriol uterus. Sementara itu, vitamin D memiliki efek imunomodulator dan angiogenik, serta berperan penting dalam menstabilkan fungsi endotel dan menekan ekspresi faktor antiangiogenik seperti soluble fms-like tyrosine kinase-1 (sFlt-1). Artikel ini meninjau secara sistematis bukti-bukti klinis dan molekuler terkini mengenai peran kalsium dan vitamin D dalam pencegahan preeklamsia, serta mengeksplorasi potensi agen farmakologis masa depan, seperti pravastatin, esomeprazole, dan pendekatan berbasis nanopartikel. Selain itu, dibahas pula formulasi nutraseutikal menggunakan Formical-B, yang menunjukkan hasil awal yang menjanjikan dalam menurunkan risiko preeklamsia melalui jalur antioksidan dan modulasi tekanan darah. Tinjauan ini menawarkan perspektif integratif yang menggabungkan intervensi nutrisi dan terapi molekuler sebagai kerangka masa depan pencegahan preeklamsia berbasis personalisasi.
Jejak Memori dalam Jaringan Fasia Raymond R. Tjandrawinata
MEDICINUS Vol. 38 No. 5 (2025): MEDICINUS
Publisher : PT Dexa Medica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56951/83wqt329

Abstract

Konsep bahwa fasia dapat menyimpan memori emosional atau somatik telah memicu perdebatan dalam bidang terapi manual, neurobiologi, dan biofisika. Artikel ini menyelidiki landasan ilmiah di balik hipotesis tersebut dengan meninjau literatur primer dan sekunder dari dua dekade terakhir. Melalui pendekatan multidisipliner yang mencakup neuroanatomi, epigenetik, mekanobiologi, dan biokomunikasi, artikel ini mengusulkan model teoretis yang menjelaskan kemungkinan keterlibatan fasia sebagai penyimpan informasi. Dengan mengintegrasikan konsep neurofascial plasticity, resonansi morfik, dan tensegritas, disertai evaluasi kritis terhadap data empiris, disarankan bahwa meskipun belum ada bukti definitif, kemungkinan adanya sistem penyimpanan memori dalam fasia patut dijelajahi lebih lanjut secara sistematik dan eksperimental.
Di Balik Peradangan: Tinjauan tentang Peran Antinosiseptif Sel Imun dalam Modulasi Nyeri Raymond R. Tjandrawinata
MEDICINUS Vol. 38 No. 6 (2025): MEDICINUS
Publisher : PT Dexa Medica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56951/zxrk2y26

Abstract

Immune cells have long been considered antagonists in pain physiology, as they have largely been viewed primarily through the lens of inflammation and nociceptive amplification. However, emerging research is reshaping this narrative. This article describes the evolving role of immune cells — not merely as proinflammatory molecules, but also as agents involved in pain modulation and suppression. Recent findings in neuroimmunology reveal a complex molecular dialogue between immune mediators and nociceptive pathways, particularly highlighting the contributions of regulatory T cells, macrophage subtypes, and glial cells in reducing nociceptive signals. Antinociceptive mechanisms mediated by cytokines, lipid-derived mediators, and immune-to neuronal communication are reviewed along with their translational potential in chronic pain therapy. By redefining the role of immune cells into central figures in the analgesic process, a paradigm shift is emerging, which requires an integrative approach in pain research and therapy.
Co-Authors . Anindyajati Achmad K. Harzif Agung Endro Nugroho Agung Endro Nugroho Andon Hestiantoro Andreas Bernadinus Atawolo Andri Prasetiyo Anindini Winda Amalia Anita Artarini Armini Syamsidi ARTARINI, ANITA Babu, Murali Mohan Budi Wiweko Caroline G. Puspita CATUR RIANI Danang Agung Yunaidi Dayana, Hepy Debbie S. Retnoningrum Debbie S. Retroningrum DEBBIE SOEFIE RETNONINGRUM DERMAWAN, DONI Dewi Riskha Nurmalasari Diana Nur Afifah Esti Mumpuni Esti Mumpuni Esti Mumpuni, Esti Gayatri, Anggi Gita Pratama Hapsari, Riani Harry Martha Wijaya Hartati Tuna, Hartati Heliany, Ina Henry Soelistyo Budi Henry Soelistyo Budi, Henry Soelistyo Herbert Situmorang Herbert Situmorang Hiendrawan, Stevanus Huda Shalahudin Darusman Indriawati, Iin Irsan Hasan Ismaya, Wangsa T. Kaka Renaldi Kanadi Sumapradja Krisnayanti, Ni Putu Eka Kristiana, Hery Kristiana, Hery Laurentia Stephani Liana W. Susanto Lilik Sulastri Luh Putu Nurshanti, Ni Maggy T. Suhartono Maggy T. Suhartono Maggy Thenawidjaja Suhartono Marcellus Simadibrata Martha Wijaya, Harry Melva Louisa Murali Mohan Babu Murdani Abdullah Nafrialdi Nafrialdi Nailufar, Florensia Nailufar, Florensia Ni Luh Putu Nurshanti Novia Tri Astuti Novia Tri Astuti Novitasari, Putri Rachma Permanasari, Silmi Citra Rachman, Andika Raden Muharam Natadisastra Retroningrum, Debbie S. Santi Tan Saut Horas Hatoguan Nababan Setiabudy, Rahajuningsih D Shirly Kumala SILMI MARIYA Simatupang, Stefeny Theresia Sinaga, Wenny S.L. Soelistyo Budi, Henry Steven Susanto, Liana W Suwijiyo Pramono Suwijiyo Pramono Tan, Santi Viedya Novalinda Said Wangsa T. Ismaya Wangsa Tirta Ismaya Widjaja, Nadia Winoto, Imelda L Winoto, Imelda L Yanti Lim Zaelani, Bella Fatima Dora