Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN PEWARNA BATIK ALAMI MENGGUNAKAN MESIN PENGADUK MULTIFUNGSI UNTUK UMKM di BEKASI Cahyati, Sally; Astuti, Pudji; Azmi, Nora; Hadisoebroto, Rositayanti; Putri, Larasati Rizky
Indonesian Journal of Engagement, Community Services, Empowerment and Development Vol. 3 No. 3 (2023): Indonesian Journal of Engagement, Community Services, Empowerment and Developme
Publisher : Yayasan Education and Social Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53067/ijecsed.v3i3.123

Abstract

Indonesia is the largest batik-producing country in the world. The batik industry is growing rapidly in Indonesia, apart from having a positive impact, there is also a negative impact, namely environmental pollution in waterways and groundwater sources due to liquid waste resulting from batik production. This colored and smelly waste can cause allergies and damage the quality of groundwater which is also a source of drinking water for the surrounding community. Apart from treating wastewater using IPAL, another solution is for batik craftsmen to be motivated and raise awareness to use natural, environmentally friendly dyes. This is what prompted the PKM activity "Training on Making Natural Batik Dye Using a Multifunctional Mixer Machine for Bekasi Batik MSMEs". In terms of quality, batik with natural dyes has a higher value than batik using synthetic dyes. Economically, there is still a large market for environmentally friendly batik, especially from customers who are environmentally conscious both at home and abroad. The method for making natural dyes, which used to be boiled using just a pan, will be improved by using a multi-function stirring machine, making it more productive, efficient, and hygienic so that natural dyes are not easily damaged. The manufacturing process time can also be shorter so that the overall production time is not disrupted. Increasing the awareness and ability of craftsmen in processing natural dyes is expected to also improve the quality of batik products and the environment around the production site. In the end, it is hoped that an increase in craftsmen's business will occur
PENERAPAN REAKTOR PENGADUK SEBAGAI TEKNOLOGI TEPAT GUNA UNTUK PENGOLAHAN AIR LIMBAH INDUSTRI RUMAH POTONG AYAM Rositayanti Hadisoebroto; Sheilla Megagupita Putri Marendra; Olivia Seanders; Ahmad Rheza; Kendrick Kevin Kabe; Salsabila Azzahra Anjani Indradini
JUARA: Jurnal Wahana Abdimas Sejahtera Volume 6, Nomor 1, Januari 2025
Publisher : Jurusan Teknik Lingkungan Fakultas Arsitektur Lanskap dan Teknologi Lingkungan, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/yx4gc011

Abstract

Salah satu permasalahan lingkungan di sekitar Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat adalah limbah industri rumah tangga pemotongan ayam. Kadar BOD, COD dan TSS pada air limbah mencapai 8.320 mg/L, 15.360 mg/L dan 240 mg/L, melebihi baku mutu air limbah Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2014. Program Pengabdian Masyarakat (PKM) dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Trisakti bertujuan untuk mengelola lingkungan hidup dan meningkatkan pemberdayaan ibu-ibu PKK dalam mengelola lingkungan agar bersih dan asri. Kegiatan PKM terdiri dari: (1) FGD permasalahan lingkungan hidup dan peran para pihak; (2) sosialisasi kesehatan lingkungan; (3) pelatihan pertanian perkotaan memanfaatkan bahan pupuk hasil pengolahan air limbah; (4) pelatihan pembuatan biokoagulan dari biji kelor; (5) pelatihan penggunaan reaktor berpengaduk untuk mengolah air limbah usaha pemotongan ayam menggunakan biokoagulan biji kelor. Setelah pelatihan, ibu-ibu PKK mampu membuat biokoagulan dari biji kelor, sementara pemanfaatan teknologi tepat guna masih dipantau melalui pendampingan. Reaktor berpengaduk menggunakan 100 mL biokoagulan biji kelor mampu menurunkan kadar zat pencemar pada air limbah yaitu BOD menjadi 0,34 mg/L dan TSS 0,557 mg/L, sedangkan kadar COD masih melebihi baku mutu yaitu 640 mg/L. Dari hasil pengolahan diperoleh produk samping berupa lumpur dengan parameter COD 320 mg/L dan kekeruhan 475 NTU yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk sayuran dan tanaman hias. Luaran kegiatan PKM ini berupa inovasi teknologi tepat guna reaktor berpengaduk dengan biokoagulan biji kelor yang menjadi solusi pengelolaan lingkungan, peningkatan kemampuan kader PKK dalam pembuatan biokoagulan biji kelor dan pertanian perkotaan, publikasi di media massa dan artikel ilmiah, hak cipta dalam bentuk poster dan video, modul mata kuliah dan buku monograf, serta mahasiswa melaksanakan Belajar Merdeka-Kampus Merdeka dengan pengakuan 6 SKS (3 mata kuliah) pada semester berjalan.
Penyisihan BOD COD dari Air Limbah Greywater Menggunakan Tanaman Vetiveria pada Reaktor Lahan Basah Buatan Nanda Handayani; Diana Irvindiaty Hendrawan; Rositayanti Hadisoebroto
Jurnal Lingkungan dan Kota VOLUME 4, NUMBER 2, NOVEMBER 2024
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/bhuwana.v4i1.21145

Abstract

Air limbah greywater yang dihasilkan semakin meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk. Salah satu upaya untuk mengurangi beban beban yang berada di perairan diperlukan suatu pengolahan air limbah yang tepat guna. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik air limbah greywater, menganalisis efisiensi penyisihan kinerja constructed wetland menggunakan tanaman akar wangi (Vetiveria zizanioides), menghitung konstanta tingkat penyisihan massa (r), konstanta tingkat penyisihan areal (kA) dan penyisihan volumetrik (kV). Penelitian ini menggunakan constructed wetland dengan pengaliran air limbah secara kontinyu dengan variasi waktu detensi yang digunakan yaitu 5, 10 dan 15 jam. Aklimatisasi tanaman dilakukan secara bertahap sampai dengan kondisi tunak (steady state) selama 10 hari. Karakteristik air limbah yang akan diolah memiliki nilai konsentrasi BOD sebesar 80,19 mg/L dan COD sebesar 244,27 mg/L. Efisiensi penyisihan dengan tanaman untuk parameter BOD sebesar 49,15-86,97 % dan COD sebesar 40,23-91,40%. Nilai konstanta penyisihan massa (r), tingkat penyisihan areal (kA) dan tingkat penyisihan volumetrik (kV) dengan tanaman untuk BOD sebesar 19,15-61,62 gr/m2/hari, 0,40-1,71 m/hari dan 3,38-30,56/hari dan untuk COD sebesar 53,19-196,13 gr/m2/hari, 0,37-1,63 m/hari, 2,57-36,80 /hari. Hasil kinerja constructed wetland dengan tanaman akar wangi efektif untuk menyisihkan parameter BOD dan COD dan telah memenuhi baku mutu yang telah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 68 Tahun 2016 tentang baku mutu air limbah domestik.
POTENSI PEMANFAATAN SUB ZONA SARANA REKREASI DAN OLAHRAGA BERDASARKAN PREFERENSI MASYARAKAT RW 04 KELURAHAN KAYURINGIN JAYA, KOTA BEKASI Wisely Yahya; Yayat Supriatna; Martina Cecilia Adriana; Rositayanti Hadisoebroto; Rafli Wicaksono
JUARA: Jurnal Wahana Abdimas Sejahtera Volume 6, Nomor 1, Januari 2025
Publisher : Jurusan Teknik Lingkungan Fakultas Arsitektur Lanskap dan Teknologi Lingkungan, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jg1qrp84

Abstract

Ruang terbuka dan taman merupakan sarana penunjang pelayanan lingkungan permukiman. Kelurahan Kayuringin Jaya ditetapkan sebagai Sub-Zona Perumahan Kepadatan Tinggi. Terdapat lahan pada Zona Sarana Pelayanan Umum, secara spesifik adalah Sub-Zona Sarana Rekreasi dan olahraga yang belum termanfaatkan dengan baik oleh masyarakat RW 04 Kelurahan Kayuringin Jaya. Pengabdian kepada Masyarakat berupa penyuluhan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kegiatan pemanfaatan ruang yang diizinkan pada Sub-Zona Sarana Rekreasi dan Olahraga serta menggali preferensi masyarakat mengenai potensi pemanfaatan lahan kosong yang berada pada lingkungan RW 04. Kegiatan penyuluhan dilaksanakan pada 20 Januari 2024 di Kantor RW 04 Kelurahan Kayuringin Jaya, Kota Bekasi dengan dihadiri oleh 40 peserta. Berdasarkan hasil evaluasi penyuluhan yang diperoleh dari kuesioner sebelum dan sesudah penyuluhan, terdapat peningkatan pemahaman peserta penyuluhan (dari 65% menjadi 100% peserta mengetahui) mengenai sub zona perumahan di RW 04 serta peningkatan pemahaman mengenai permasalahan lahan yang belum termanfaatkan pada lingkungan RW 04 (dari 85% menjadi 100% peserta mengetahui). Peserta penyuluhan juga berdiskusi mengenai potensi pemanfaatan pada lahan tersebut yang dapat dijadikan sebagai  sarana rekreasi seperti taman bermain ramah anak, sanggar seni atau olahraga, serta dapat menjadi lahan pertanian perkotaan. Tim pengabdian kepada masyarakat juga mengilustrasikan rancangan tapak pada lahan yang masih belum termanfaatkan di lingkungan RW 04 tersebut. Rancangan tapak telah mempertimbangkan bentuk kegiatan pemanfaatan ruang yang sesuai dengan peruntukkan sub-zona rekreasi dan olahraga.     
Pengaruh Variasi Dosis Dan Durasi Flokulasi Terhadap Penyisihan Parameter Organik Pada Air Limbah Tahu Menggunakan Biokoagulan Biji Trembesi (Samanea Saman) Muhammad Satya Esa Anugrah; Asih Wijayanti; Rositayanti Hadisoebroto
Jurnal Lingkungan dan Kota VOLUME 4, NUMBER 2, NOVEMBER 2024
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/

Abstract

Industri tahu di Semanan, Jakarta Barat, menghasilkan air limbah dengan kandungan bahan organik tinggi yang meningkatkan kadar Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), Total Suspended Solid (TSS), dan kekeruhan. Penelitian ini menguji efektivitas biji trembesi sebagai biokoagulan alami dalam menurunkan kadar pencemar organik tersebut. Percobaan dilakukan menggunakan metode jar test pada skala laboratorium dengan variasi dosis biokoagulan (1, 1,5, 2 gr/L), ukuran butiran 80 mesh, dan waktu flokulasi (10, 20, 30 menit). Hasil penelitian menunjukkan bahwa biji trembesi mampu menurunkan kadar pencemar dengan hasil penyisihan optimal pada dosis 2 gr/L dan waktu flokulasi 30 menit, dengan TSS turun dari 325 mg/L menjadi 213 mg/L (35%), COD dari 2.143 mg/L menjadi 552,72 mg/L (74%), BOD dari 600 mg/L menjadi 200 mg/L (67%), dan kekeruhan dari 271 NTU menjadi 170 NTU (37%). Penurunan ini menunjukkan bahwa biji trembesi mengandung senyawa fitokimia seperti tanin dan flavonoid yang efektif dalam proses koagulasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa beberapa parameter pencemar memenuhi baku mutu yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 5 Tahun 2014, namun belum sepenuhnya sesuai dengan standar yang lebih ketat yang ditetapkan dalam Peraturan Gubernur DKI Jakarta No. 69 Tahun 2013.
Analysis of Treatment Unit Selection in The Design of The Water Treatment Plant (III) Karawang Branch, East Karawang District Liandi, Malvin; Hadisoebroto, Rositayanti; Winarni, Winarni
INFOMATEK Vol 27 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/infomatek.v27i1.26934

Abstract

The Drinking Water Treatment Plant (III) Karawang Branch was developed to increase production capacity and ensure an adequate water supply for the Karawang Service Area. The raw water for this plant is sourced from the West Branch North Tarum Channel (STUB) and has a design production capacity of 100 L/s. The design aims to implement optimal treatment processes to meet the required drinking water quality standards. This study investigates the selection of treatment units for the plant, focusing on raw water quality as the primary criterion to meet the drinking water standards stipulated by Ministry of Health Regulation No. 2 Year 2023. Key water quality parameters that do not meet these standards include total suspended solids (TSS), total dissolved solids (TDS), chemical oxygen demand (COD), biochemical oxygen demand (BOD), dissolved oxygen (DO), sulfide, color, detergent, fecal coliform, and total coliform. The selection of treatment units was conducted using the Water Quality-Based Approach, which considers specific contaminants in the raw water, along with the Literature-Based Approach, involving a review of existing water treatment plants and their efficiency in similar settings. The chosen treatment units include an intake system, hydraulic coagulation, hydraulic flocculation, sedimentation with plate settlers, dual-media rapid sand filtration, chlorination disinfection, and a ground reservoir for water storage. This study contributes to ensuring a sustainable and safe drinking water supply for the Karawang region through an integrated water treatment system.
ANALISIS MULTI KRITERIA DALAM PEMILIHAN UNIT BIOLOGIS DI IPAL TUNGGAKJATI, KARAWANG Sa’dman, Ceihan Arkan; Astuti, Ariani Dwi; Hadisoebroto, Rositayanti
Jurnal Lingkungan dan Kota VOLUME 3, NUMBER 1, MEI 2023
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/bhuwana.v3i1.17527

Abstract

This study aims to design a domestic wastewater treatment plant for the West Karawang and East Karawang Sub-districts in Karawang Regency, where each sub-district has an area of 13.368 Ha and 2.977 Ha. In 2041, the Tunggakjati WWTP will have a capacity of 48,000 m3/day to serve a population of 404,568 people. The WWTP performance is designed so that the effluent complies with the Regulation of the Minister of Environment and Forestry No. 68 of 2016 concerning Domestic Wastewater Quality Standards for its BOD, COD, and TSS parameter. The biological treatment design consists of three (3) alternatives namely Oxidation Ditch, Complete Mixed Activated Sludge, and Aerated Lagoon, selected based on multi criteria with three (3) aspects, namely economic, environmental and technical aspects consisting of technological considerations, land availability and human resources to operate the technology. The selected biological treatment unit alternative is Aerated Lagoon, because it has high efficiency, human resources for operating the technology are already available, and ease of development. Based on multi criteria analysis all the alternative has high eligibility level to be chosen as technology for domestic waste water treatment. Alternative III, the Aerated Lagoon is the best alternative with the highest score of 60 compared to other alternatives, alternative I is 52.5 and alternative II is 57.5. That concludes the processing units on processing units at the Tunggakjati WWTP consist of collection wells, bar screens, grit chambers, equalization tanks, aerated lagoons, maturation ponds, and sludge drying beds.
Application of Moringa Seeds Coagulant to Treat Wastewater from Chicken Slaughterhouse Industry Nabila, Azhira Syntha; Hadisoebroto, Rositayanti; Marendra, Sheilla Megagupita Putri
Journal of Community Based Environmental Engineering and Management Vol. 8 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : Department of Environmental Engineering - Universitas Pasundan - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jcbeem.v8i1.11815

Abstract

Liquid waste generated by the chicken slaughterhouse industry results in an increased concentration of organic matter decomposes in the environment. High organic matter content can be achieved by the coagulation-flocculation method. This study aims to determine the removal efficiency of turbidity, BOD, COD, and TSS in the reactor. A dose of 250 mL with a coagulation speed of 100 rpm 1 minute and a flocculation speed of 25 rpm 10 minutes with a variation of settling time of 1.5 hours, 2 hours, and 2.5 hours of moringa seeds were investigated to find reduction levels of turbidity, BOD, COD, and TSS. This study showed that moringa seed coagulants were able to reduce the BOD concentration by 87.74% with an initial level of 662 mg/L to 101.01 mg/L in 2.5 hours, a COD concentration of 61.43% with an initial level of 2240 mg/L to 864 mg/L at 2.5 hours, the TSS concentration was 77.78% with an initial level of 360 mg/L to 80 mg/L at 2.5 hours while the turbidity value was 87.73% with an initial level of 441 NTU to 54.1 NTU. Moringa seeds could be effectively used to reduce the parameters of turbidity, TSS, BOD, and COD.
A PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM PENERAPAN LAHAN BASAH BUATAN DI KELURAHAN CISALAK, KOTA DEPOK Hendrawan, Diana Irvindiaty; Fachrul, Melati Ferianita; Qurrotu ‘Aini Besila; Moerdjoko, MM Sintorini; Luru, Marselinus Nirwan; Hadisoebroto, Rositayanti; Handayani, Nanda; Azzahra Magfhira
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 02 (2024): APRIL 2024
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelurahan Cisalak, Kota Depok memiliki luas 2,68 km2, jumlah penduduk 17.264 orang dengan kepadatan 6.642 orang/km2. Masyarakat belum mengolah air limbah domestik greywater namun telah memiliki septic tank untuk mengolahan air limbah black water. Guna mengurangi pencemaran perlu dilakukan pengolahan air limbah dengan menggunakan lahan basah buatan. Metode PkM adalah penyuluhan, pelatihan, FGD dan pembangunan lahan basah buatan. Peserta sebanyak 45 orang yang terdiri dari perangkat kelurahan, para ketua RW, ketua RT, ketua PKK kelurahan, RW dan pokja bidang lingkungan, ketua posyandu dan karang taruna. Pembangunan lahan basah buatan dilakukan di RW terpilih yaitu di RW 03. Pengerjaan IPAL dan taman dilakukan secara bergotong royong oleh masyarakat dibawah koordinasi karang taruna. Kegiatan PKM ini memberikan pengetahuan baru yang sangat berguna untuk penerapan konsep pengelolaan air limbah greywater. Dampak sosial yang didapat adalah perubahan perilaku dalam memelihara lingkungan.
Edukasi Pengelolaan Air Berbasis Kesehatan Lingkungan di Sekolah: Pengabdian Sheilla Megagupita Putri Marendra; Rositayanti Hadisoebroto; Ariani Dwi Astuti; Margareta Maria Sintorini; Wisely Yahya; Salsabila Azzahra Anjani Indradini; Kendrick Kevin Kabe; Noi Galuh Tjandra Kirana; Ina Rochma Retraubun
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.2235

Abstract

Pengelolaan air merupakan upaya sistematis dalam menjaga ketersediaan, kualitas, dan keberlanjutan sumber daya air agar dapat digunakan secara aman dan sehat. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa mengenai pentingnya pengelolaan air yang sehat dan berkelanjutan dalam lingkungan asrama. Sasaran kegiatan adalah siswa tingkat MTs (setara SMP) dan MA (setara SMA) di Pesantren Tahfizh Al-Quran Daarul Uluum Lido. Kegiatan dilakukan di masjid asrama dengan jumlah 150 siswa. Pendekatan edukatif yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, demonstrasi uji kulaitas air sederhana, serta diskusi kelompok terkait sanitasi, konservasi air, dan potensi pencemaran air. Sampel air diambil dari limbah Pesantren, parameter yang diuji adalah pH, padatan terlarut (TDS), dan kekeruhan untuk mengetahui kualitas fisik air tanah secara langsung. Siswa diberikan pemahaman mengenai berbagai sumber pencemar seperti limbah domestik dan kebiasaan buruk dalam penggunaan air, serta dikenalkan pada metode pengolahan air sederhana seperti teknologi wetland, pemanenan air hujan (PAH). Hasil kegiatan menunjukkan 99% siswa mengetahui pentingnya hidup bersih di Asrama, adanya peningkatan pemahaman peserta menjadi 90% mengenai teknologi PAH dan Wetland. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam pembentukan budaya hidup bersih dan sehat berbasis partisipasi aktif di lingkungan pesantren
Co-Authors Adrian Dwi Putra Ahmad Rheza Andi Mohamad Yusuf Ariani Dwi Astuti Ariani Dwi Astuti Asih Wijayanti Asih Wijayanti Asih Wijayanti, Asih Astri Rinanti Azzahra Magfhira Bambang Iswanto Ceihan Arkan Sa’dman Della Annisa Widyaningrum Destari Anwariani Diana Hendrawan Fitrio Ashardiono Handayani, Nanda Hendrawan, Diana Irvindiaty Hera Trihidayanti Hilarion Widyatmoko Ina Rochma Retraubun Indradini, Salsabila Azzahra Anjani Irwan Prasetyo Kasman Kasman Kendrick Kevin Kabe Kusumadewi, Riana Ayu Laras Kurnia Larasati Rizky Putri LATANSA DINI Laurensius Marcell Liandi, Malvin Luru, Marselinus Nirwan Marendra, Sheilla Megagupita Putri Margareta Maria Sintorini Martina Cecilia Adriana Mawar DS Silalahi Melati Ferianita Fachrul Milani Yolanda Salim Moerdjoko, MM Sintorini Muhammad Rafly Ananto Muhammad Satya Esa Anugrah Nabila, Azhira Syntha Nanda Handayani Noi Galuh Tjandra Kirana Noor Aida Saad Nora Azmi Parwoto Parwoto PUDJI ASTUTI Putra, Rizki Aria Winanda Qurrotu ‘Aini Besila Qurrotu ‘Aini Besila Qurrotu ‘Aini Besila Rafli Wicaksono Rahmadhania Rahmadhania Ratnaningsih Ratnaningsih Ratnaningsih Ratnaningsih, Ratnaningsih Ratnaningsih Ruhiyat Rhedeva Shalimar Putri RIANA AYU KUSUMADEWI Riana Ayu Kusumadewi Sally Cahyati Salsabila Azzahra Anjani Indradini Sarah Aphirta Satria Mandala Widya Sakti Sa’dman, Ceihan Arkan Seanders, Olivia Sheilla Megagupita Putri Marendra Sinthya Desty Sintorini Moerdjoko Suprihanto Notodarmojo Suprihanto Notodarmojo Tazkiaturrizki Tazkiaturrizki Tazkiaturrizki Tazkiaturrizki Tazkiaturrizki, Tazkiaturrizki Widyo Astono Widyo Astono Widyo Astono Winarni Winarni Winarni Winarni Winarni Winarni Wisely Yahya Yayat Supriatna