Claim Missing Document
Check
Articles

PELAKSANAAN COORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY SHAFIRA FOUNDATION DALAM UPAYA PENANGGULANGAN KEMISKINAN DI KOTA BANDUNG Ahmad Saalik Hudan Alfariz; Santoso Tri Raharjo; Nunung Nurwati
Share : Social Work Journal Vol 9, No 1 (2019): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.727 KB) | DOI: 10.24198/share.v9i1.22477

Abstract

Penanggulangan kemiskinan dapat dilakukan salah satunya dengan menjadikan dunia usaha sebagai potensi dan sumber, dunia usaha memiliki kewajiban melaksanakan tanggung jawab sosialnya. Bentuk perwujudan tanggung jawab sosial sebuah perusahaan terhadap lingkungan sekitarnya akan mempengaruhi perubahan sosial sebagai upaya penanganan kemiskinan melalui Community service, Community relation, dan Community Empowering. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bentuk pelaksanaan CSR yang dilaksanakan oleh Shafira Foundation sebagai upaya penanggulangan kemiskinan. Metode kualitatif deskriptif, menggunakan tool anaysis dengan metode kajian literatur. Data yang digunakan yaitu data sekunder. Hasil yang ditemukan menunjukan bahwa Shafira Foundation melaksanakan CSR dengan bentuk Community Relationdan Community Empoweringmelalui kegiatan Lembaga Keuangan Mikro Kewirausahaan, Program Bantuan Kemanusiaan, Senior Club Hati Indonesia, dan Beasiswa Bina Prestasi.
RESIDIVIS ANAK SEBAGAI AKIBAT DARI RENDAHNYA KESIAPAN ANAK DIDIK LEMBAGA PEMASYARAKATAN DALAM MENGHADAPI PROSES INTEGRASI KE DALAM MASYARAKAT Dyana C Jatnika; Nandang Mulyana; Santoso Tri Raharjo
Share : Social Work Journal Vol 5, No 1 (2015): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.155 KB) | DOI: 10.24198/share.v5i1.13086

Abstract

Anak didik lembaga pemasyarakatan merupakan anak berhadapan dengan hukum yang harus menjalani masa tahanan dalam sebuah proses pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan Anak. Problematika yang dihadapi saat ini adalah banyaknya kasus kenakalan anak dengan pelaku adalah mantan narapidana anak yang bersifat residivis. Residivis anak adalah mantan narapidana anak yang melakukan kembali tindak kejahatan serupa dalam masyarakat atau disebut sebagai penjahat kambuhan. Penyebab dari adanya residivis anak adalah rendahnya kesiapan anak didik lembaga pemasyarakatan dalam menghadapi proses integrasi ke dalam masyarakat oleh karena pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan Anak yang kurang efektif dan tidak terintegrasi dengan kehidupan bermasyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan anak didik lembaga pemasyarakatan, baik secara fisik, mental, maupun sosial dalam menghadapi proses integrasi ke dalam masyarakat. Subyek penelitian adalah anak didik lembaga pemasyarakatan yang sedang menjalani 1/3 sisa masa tahanan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian atas dasar studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akibat dari rendahnya kesiapan anak didik lembaga pemasyarakatan dalam menghadapi proses integrasi ke dalam masyarakat adalah kasus residivis anak. Kesiapan anak dapat ditinjau berdasarkan jenis pembinaan fisik, mental, dan sosial yang dilaksanakan di Lembaga Pemasyarakatan Anak. Rendahnya kesiapan anak didik lembaga pemasyarakatan disebabkan oleh pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan Anak yang kurang efektif. Adapun kebutuhan anak didik lembaga pemasyarakatan menjelang masa kebebasan dalam kehidupan bermasyarakat diantaranya adalah kebutuhan sosialisasi yang memungkinkan dirinya untuk mendapatkan kembali pemenuhan hak dan kebutuhan sebagai seorang warga negara.
PEKERJAAN SOSIAL SEKOLAH DAN COPING BEHAVIOR SISWA SMA DALAM MENGHADAPI LINGKUNGAN SOSIAL DI SEKOLAH Rizkia Annisa Frabandani; Agus Wahyudi Riana; Santoso Tri Raharjo
Share : Social Work Journal Vol 4, No 2 (2014): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.787 KB) | DOI: 10.24198/share.v4i2.13074

Abstract

Coping behavior atau penyesuaian diri yang dilakukan siswa SMA dalam menghadapi lingkungan sosial di sekolah adalah topik yang akan digambarkan dalam pembahasan ini. Dari tujuan tersebut maka fenomena yang menjadi latar belakang akan dibahas secara deskriptif.Untuk seorang remaja yang bersekolah, sekolah merupakan lingkungan yang hampir setiap hari dihadapi oleh remaja selain lingkungan rumah dan keluarganya. Sebagaimana halnya keluarga, sekolah sebagai lembaga pendidikan juga mengajarkan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat disamping mengajarkan berbagai ilmu pengetahuan kepada para siswa. Pada dasarnya setiap siswa yang masuk ke sekolah berasal dari beragam latar belakang, maka dari itudibutuhkanlah penyesuaian diri untuk menghadapi lingkungan sekolah. Sekolah tentunya diharapkan memberikan pengaruh positif dalam perkembangan jiwa remaja agar mereka dapat berfungsi secara sosial, namun pada kenyataannya jika penyesuaian diri yang dilakukan siswa tidak sesuai dengan harapan, tidak dapat dipungkiri bahwa pengaruh negatif juga dapat muncul pada diri siswa yang terbukti dengan adanya fenomena perilaku menyimpang pada siswa seperti tawuran antar siswa, seks bebas dan penggunaan obat-obatan terlarang dikalangan siswa.Penyesuaian diri terhadap lingkungan sosial sekolah baik dengan Problem Focused Coping (PFC) ataupun Emotion Focused Coping (EFC) tergantung pada faktor-faktor yang mempengaruhi siswa, baik itu faktor jenis kelamin, kepribadian, tingkat pendidikan, situasi sosial ekonomi dan sebagainya. Oleh karena itu dibutuhkanlah dukungan sosial yang mendorong siswa untuk dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial di sekolahnya agar mereka tetap bisa bersekolah.
IMPLEMENTASI PROGRAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) EL-CORPS Lin Aqiela; Santoso Tri Raharjo; Risna Resnawaty
Share : Social Work Journal Vol 8, No 2 (2018): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.033 KB) | DOI: 10.24198/share.v8i2.20082

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi program CSR yang dilakukan oleh perusahaan El-Corps ditinjau dari motuf, bentuk atau model implementasi CSR yang dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan teknik pengumpulan data berupa wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif perusahaan El-Corps dalam melaksanakan program CSR adalah berdasarkan pada konsep political theories. Selain motif pelaksanaan CSR, terdapat berbagai bentuk, model dan sifat yang dapat menjelaskan bentuk implementasi suatu perusahaan dalam menjalankan program CSR nya. Berkaitn dengan hal tersebut, berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa bila program CSR ditinjau dari model penyalurannya, CSR perusahaan El-Corps memadukan berbagai model penyaluran CSR dala pelaksanaannya yaitu dengan cara terlibat langsung dalam kegiatan, menyalurkannya melalui lembaga sosial atau yayasan independent, bermitra dengan lembaga atau yayasan lain ataupun memberikan dukungan dan bergabung dalam sebuah kegiatan. Selanjutnya bila dianalisis dengan menggunakan tiga bentuk implementasi CSR menunjukkan bahwa program CSR El-Corps terimplementasikan dalam dua bentuk, yaitu Community relations yng dilakukan melalui program adik-kakak asuh, sponsorship, penggalangan dana yang bermitra dengan lembaga sosial ACT dan pelaksanaan seminar. Sedang implementasi dalam bentuk community assistance termasuk di dalamnya program Duta Dauky, dan bentuk kerja sama dengan maelis ta’lim Nurul Nisa. Kemudian bila dilihat dari sifatnya, terdapat dua bentuk CSR yang diberikan oleh perusahaan El-Corps, yaitu dalam bentuk charity dan filantropi namun belum sampai pada citizenship yang bentuk program CSR nya sampai pada pemberdayaan masyarakat. ABSTRACT This study aims to describe the implementation of CSR programs carried out by El-Corps companies in terms of motives, forms or models of CSR implementation carried out using qualitative research methods and data theft techniques in the form of interviews. The results showed that El-Corps's corporate motives in implementing CSr programs were based on political theory concepts. In addition to the motives for implementing CSR, there are various forms, models and characteristics that can explain the forms of programs in carrying out their CSR programs. In connection with this, based on the results of research found when CSR programs are viewed from the distribution model, El-Corps corporate CSR combines various CSR distribution models in their implementation, namely by directly engaging in activities, channeling them through social institutions or independent foundations, partnering with institutions or other foundations or provide various activities and join in an activity. Furthermore, when carried out by using three forms of CSR implementation that showed the El-Corps CSR program implemented in two forms, namely public relations carried out through foster care programs, sponsorship, fundraising that was partnered with ACT seminar social institutions and implementation. It is being carried out in the form of community assistance including the Dauky Ambassador program, and a form of cooperation with the ta'lim councilor Nurul Nisa. Then the souvenirs, there are two forms of CSR provided by El-Corps companies, namely in the form of charity and philanthropy but have not yet reached citizenship whose form of CSR program reaches community empowerment. 
TRANSFORMASI NILAI SOSIAL BUDAYA MENJADI KEUNTUNGAN EKONOMI: REFLEKSI HASIL PERHITUNGAN SOCIAL RETURN ON INVESTMENT (SROI) PROGRAM SIBA BATIK KUJUR Meilanny Budiarti Santoso; Sahadi Humaedi; Santoso Tri Raharjo; Hendri Mulyono
Share : Social Work Journal Vol 11, No 1 (2021): Share : Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v11i1.33210

Abstract

Idealnya program corporate social responsibility (CSR) merupakan investasi sosial bagi perusahaan, sehingga di kemudian hari akan mendatangkan keuntungan tidak hanya bagi perusahaan melainkan juga menciptakan perubahan dan manfaat bagi stakeholders program. Terhadap program investasi sosial tersebut, perusahaan pun dapat melakukan penghitungan keuntungan yang diperoleh salah satunya dengan menggunakan metode social return on investment (SROI). Artikel ini bertujuan untuk mengungkap transformasi nilai sosial budaya menjadi keuntungan ekonomi dari program CSR PT. Bukit Asam Tbk. pada Program Sentra Industri Bukit Asam (SIBA) Batik Kujur sebagai refleksi atas hasil perhitungan rasio SROI yang telah diperoleh. Penelitian ini di desain menggunakan pendekatan kualitatif, melibatkan 15 orang informan dengan teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, FGD, observasi, studi litelatur, dan sutdi pustaka. Verifikasi data menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan Program SIBA Batik Kujur telah berhasil menumbuhkan kapasitas masyarakat dalam menciptakan perubahan positif yang dimaknai sebagai dampak dari investasi sosial yang dilakukan. Berbagai dampak tersebut yaitu berupa meningkatnya kohesivitas sosial, meningkatnya kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan keluarga, meningkatnya kapasitas masyarakat dan tumbuhnya kebanggaan masyarakat terhadap sejarah leluhur mereka. Program SIBA Batik Kujur telah mendatangkan keuntungan finansial dan keuntungan dalam bentuk nilai sosial, sehingga berbagai bentuk keuntungan tersebut menjadi pendorong terjadinya transformasi bagi stakholders sebagai bentuk manfaat dari program dan bagi perusahaan pun dapat mencapai tujuannya.
CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) DARI SUDUT PANDANG PERUSAHAAN Meilanny Budiarti Santoso; Santoso Tri Raharjo
Share : Social Work Journal Vol 4, No 1 (2014): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.53 KB) | DOI: 10.24198/share.v4i1.13045

Abstract

Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan salah satu bagian dari Corporate Responsibility sehingga diminta atau tidak dan ada aturan atau tidak terkait dengan pelaksanaan CSR, pihak perusahaan akan tetap melakukan kegiatan CSR kepada masyarakat lokal.Eksistensi perusahaan berpotensi besar mengubah lingkungan masyarakat, baik ke arah negatif maupun positif. Dengan demikian perusahaan perlu mencegah timbulnya dampak negatif, karena hal tersebut dapat memicu konflik dengan masyarakat, yang selanjutnya dapat mengganggu jalannya perusahaan dan aktifitas masyarakat.Berbagai dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan yang timbul akibat berdirinya suatu kawasan industri, mengharuskan perusahaan untuk bertanggung jawab kepada publik khususnya masyarakat di sekitar wilayah perusahaan melalui aktivitas yang nyata sehingga dalam pelaksanaan kegiatan CSR, perusahaan harus berhati-hati dan dilakukan dengan cara-cara yang benar agar tidak memperkuat kondisi relasi ketergantungan dari masyarakat akan kehadiran perusahaan.
PELAYANAN SOSIAL DI BIDANG PENDIDIKANPADA FAITH BASED ORGANIZATION (STUDI DI RUMAH YATIM AT-TAMIM KECAMATAN CILEUNYI KABUPATEN BANDUNG) Eni Setiyawati; Santoso Tri Raharjo; Muhammad Ferdryansyah
Share : Social Work Journal Vol 5, No 1 (2015): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.967 KB) | DOI: 10.24198/share.v5i1.13087

Abstract

Pendidikan merupakan hak bagi semua orang. Pendidikan juga menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan manusia. Di bidang pendidikan, Pemerintah telah mengupayakan program wajib belajar 9 tahun dan dibebaskan dari biaya pendidikan. Akan tetapi, masih banyak anak yang putus sekolah dan tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Salah satu faktor seperti ketidaksanggupan orang tua dalam membiayai pendidikan anak karena keterbatasan ekonomi menjadi pemicu anak mengalami putus sekolah. Selain itu, akses pendidikan yang belum merata termasuk di dalamnya ketersediaan sarana dan prasarana dalam menunjang pendidikan khususnya bagi daerah yang berada di wilayah timur masih menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua. Penelitian ini menggunakanmetode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Untuk memperoleh data yang diperlukan, peneliti menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi langsung di lapangan, dan studi dokumentasi.Rumah Yatim At-Tamim merupakan salah satu lembaga pelayanan sosial berbasis keagamaan yang berada di bawah naungan pondok pesantren At-Tamim hadir sebagai alternatif dalam memberikan solusi bagi anak yatim dhuafa dan muallaf khususnya bagi anak-anak yang berasal dari luar pulau Jawa, yaitu NTT dan NTB dikarenakan keterbatasan dana dan kesulitan dalam megakses pendidikan. Rumah Yatim At-Tamim berbasis semi panti ini memberikan pelayanan sosial dalam bidang pendidikan melalui pembiayaan sekolah formal (biaya sehari-hari termasuk uang saku), pemberian pendidikan informal yang diselenggarakan di dalam Rumah Yatim berupa program-program pendidikan yang kental dengan kurikulum berbasis agama Islam diantaranya mengaji Al-Qur’an dan setor hafalan, fiqih, ceramah dan bentuk keterampilan lain seperti wirausaha termasuk penyediaan sarana dan pra sarana yang menunjang dalam bidang pendidikan. Keseimbangan antara ilmu yang diperoleh di sekolah dengan ilmu agama yang diperoleh di lembaga ini diharapkan dapat menciptakan generasi yang memiliki wawasan dan akhlak yang baik serta dapat menjalankan keberfungsian sosialnya di masyarakat.
STRATEGI TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN (CSR) PT PERTAMINA MELALUI PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN DALAM PERTAMINA SEHATI Yumna Nurtanty Tsamara; Santoso Tri Raharjo; Risna Resnawaty
Share : Social Work Journal Vol 8, No 2 (2018): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.594 KB) | DOI: 10.24198/share.v8i2.20083

Abstract

ABSTRAK Pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) memiliki tujuan utama untuk memastikan bahwa kepentingan sosial dari berbagai kelompok pemangku kepentingan dapat dipenuhi secara tepat dan proporsional, terutama masyarakat yang berada di sekitar lingkungan kerja perusahaan. Pertamina Sehat Anak Tercinta dan Ibu (Sehati) merupakan program ikonik Pertamina dalam upaya meningkatkan tingkat kesehatan ibu dan anak. Dalam konteks implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) 2016, Pertamina Sehati berupaya untuk mencapai 2 tujuan, yaitu meningkatkan kesehatan ibu dan menurunkan angka kematian anak. Melalui program ini, Pertamina berkontribusi dalam upaya peningkatan gizi balita dan penurunan angka kematian ibu, bayi dan balita menuju kehidupan yang lebih baik. Dalam pelaksanaannya, Pertamina bekerja sama dengan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI). Pertamina mengelola program ini melalui fungsi CSR yang berfungsi sebagai inisiator dan pengawas program serta penyedia dana dan anggaran dana. Sementara itu, PKBI sebagai mitra kerja berperan sebagai pendamping program dan fasilitator.  ABSTRACThe implementation of Corporate Social Responsibility (CSR) has the main objective of ensuring that the social interests of various groups of stakeholders can be fulfilled appropriately and proportionally, especially the people who are around the company's work environment. Pertamina Healthy Beloved and Mother Children (Sehati) is Pertamina's iconic program in an effort to improve maternal and child health levels. In the context of the implementation of the 2016 Sustainable Development Goals (SDGs), Pertamina Sehati seeks to achieve two objectives, namely improving maternal health and reducing child mortality. Through this program, Pertamina contributes to efforts to improve toddler nutrition and reduce maternal, infant and under-five mortality to a better life. In its implementation, Pertamina cooperates with the Indonesian Family Planning Association (PKBI). Pertamina manages this program through the CSR function that functions as the program initiator and supervisor and provider of funds and budget funds. Meanwhile, PKBI as a working partner acts as a program facilitator and facilitator.
PENANGANAN KEKERASAN ANAK BERBASIS MASYARAKAT Uswatun Hasanah; Santoso Tri Raharjo
Share : Social Work Journal Vol 6, No 1 (2016): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.817 KB) | DOI: 10.24198/share.v6i1.13150

Abstract

Anak merupakan aset bangsa yang kelak akan memelihara, mempertahankan, serta mengembangkan kekayaan hasil perjuangan bangsa. Kekerasan terhadap anak menjadi fenomena yang tidak ada habisnya. Kasus dan korbannya selalu meningkat setiap tahunnya. Kekerasan dapat terjadi di lingkungan dalam maupun luar keluarga. Anak yang menjadi korban kekerasan tentu akan mengalami trauma baik fisik maupun psikisnya. Anak yang mengalami kekerasan di masa lalunya akan berpotensi untuk melakukan tindak kekerasan (pelaku) ketika mereka dewasa. Anak yang menjadi korban kekerasan perlu mendapatkan perhatian khusus dan penanganan secara khusus yang melibatkan orang tua, keluarga, pemerintah, dan peran serta masyarakat. Dibutuhkan strategi dalam penanganan kekerasan terhadap anak. Strategi yang dilakukan harus mampu mencegah dan menangani tindak kekerasan. Dalam hal ini dibutuhkan kerjasama dari berbagai pihak agar strategi yang dilakukan berjalan secara holistik dan komprehensif.
PENGASUHAN (GOOD PARENTING) BAGI ANAK DENGAN DISABILITAS Gabriela Chrisnita Vani; Santoso Tri Raharjo; Eva Nuriyah Hidayat; Sahadi Humaedi
Share : Social Work Journal Vol 4, No 2 (2014): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.729 KB) | DOI: 10.24198/share.v4i2.13067

Abstract

Setiap anak tidak terkecuali anak dengan disabilitas mempunyai hak untuk tumbuh dan berkembang, mendapatkan pendidikan, dan hak-hak lainnya. Akan tetapi jumlah anak disabilitas di Indonesia yang ternyata tidak sedikit harus diperhatikan bersama terutama oleh lingkungan terdekat atau orangtua. Hal ini dibuktikan dengan adanya jumlah anak penyandang disabilitas yang semakin meningkat dari tahun ke tahun menurut Pendataan Direktorat Rehabilitasi Sosial Penyandang Cacat Kementerian Sosial (2009) , terdapat 65.727 anak, yang terdiri dari 78.412 anak dengan kedisabilitasan ringan, 74.603 anak dengan kedisabilitasan sedang dan 46.148 anak dengan kedisabilitasan berat. Lalu berdasarkan Susenas Triwulan 1 Maret 2011, jumlah anak Indonesia sebanyak 82.980.000. Dari populasi tersebut, 9.957.600 anak adalah anak berkebutuhan khusus dalam kategori penyandang disabilitas. Anak dengan disabilitas memerlukan penanganan khusus, tetapi tidak semua orangtua yang tulus menerima anak dengan disabilitas dan memberikan kasih sayang secara penuh hal ini dapat terlihat dari penerimaan orangtua yang sedih, malu, dan terkejut. Dengan penerimaan tersebut, akan mengakibatkan orangtua tidak memperdulikan anak dengan disabilitas dan kurangnya perhatian atau kasih sayang orangtua kepada anak dengan disabilitas. Belum banyak orangtua yang menerima anak dengan disabilitas dengan hati yang tulus, yang mengakibatkan kurang terpenuhinya hak dan kebutuhan anak dengan disabilitas. Dalam hal ini, perlu adanya pengasuhan baik dari keluarga terutama kedua orangtua anak. Pengasuhan yang baik akan menghasilkan anak dengan disabilitas dapat memenuhi kebutuhan dan mendapatkan hak mereka sehingga dapat berfungsi secara sosial. Perlunya edukasi akan fungsi keluarga yang memang harus dipenuhi yaitu afeksi, keamanan, identitas,afiliasi, sosialisasi, kontrol harus diberikan orangtua kepada anak penyandang disabilitas. Pelayanan sosial bagi keluarga juga dapat diterapkan diadakan misalnya dengan pelayanan konseling keluarga, family life education (pendidikan kehidupan keluarga), dan parent support group dapat dilakukan oleh pekerja sosial dalam memberdayakan orang tua serta anak dengan disabilitas.
Co-Authors -, Ishartono A. Rachim, Hadiyanto Adam Bagus Primohardjo Adam Bagus Primohardjo, Adam Bagus Afrida Eko Puteri Afrida Eko Puteri, Afrida Eko Agus Wahyudi Riana Ahmad Saalik Hudan Alfariz Alima Fikri Shidiq Amelia Febriani Putri Amelia Febriani Putri, Amelia Febriani Amirio Tri Kusuma Antik Bintari Aprilia, Marwah Dwita Aprilia, Nadya Putri Apsari, Nurliana C. Ardiansyah, Raka Putra Arie Surya Gutama Arini Fauziah Al haq Arini Fauziah Al haq, Arini Fauziah Aritonang, Johan Immanuel Aufar, Alma Fildzah Aziza Trizilvania Amadea Aziza Trizilvania Amadea, Aziza Trizilvania Bilantara, Naila Hisanah Bimby Gita Rama Putri Binahayati Rusyidi Budhi Wibhawa Budhi Wibhawa Budhi Wibhawa, Budhi Budi M. Taftazani Budi M. Taftazani Chenia Ilma Kirana Chenia Ilma Kirana, Chenia Ilma Cita Insaniah Muhammad Damayanty, Siska Danis Dea Rizky Danis Dea Rizky, Danis Dea Darwis, Rudi S. DARWIS, RUDI SAPARUDIN Dike Farizan Fadhlillah Dike Farizan Fadhlillah, Dike Farizan Dyana C Jatnika Dyana C Jatnika, Dyana C Dyana C. Jatnika Dyana C. Jatnika, Dyana C. Dyta Mardyani Eko Putra, Muhammad Daffa Rizqi Eko Setiawan Eni Setiyawati Eni Setiyawati, Eni Eva Nuriyah Hidayat Faachira Faachira Fachria Octaviani Farakhiyah, Rachel Farrelia Azzahra Fedryansah, Muhammad Ferdiawan, Rachmat Putro Feronika, Ester Sarah Firda Dwi Anjani Gabriela Chrisnita Vani Gabriela Chrisnita Vani, Gabriela Chrisnita Gea, Yusuf Krisman Gigin Ginanjar Kamil Basar Gina Bunga Nayenggita Hadiyanto A. Rachim, Hadiyanto A. Hana Hanifah Hendri Mulyono Hendri Mulyono Hery Wibowo Hery Wibowo, Hery Imya Sinsi Munthe Irvan Sudirman Ishartono - Ishartono Ishartono Ishartono Ishartono Ishartono Ishartono, Ishartono Ishatono Ishatono Ishatono Ishatono, Ishatono Jayawarsa, A.A. Ketut Jouanka, Shenny Des Kamal , Mustfa Kessik, Gisela Khofiffah, Fanesha Khoirunnisa, Regita Kodaruddin, Wina Nurdini Lin Aqiela Lina Lisnawati Lina Lisnawati, Lina lukman effendi Marcelino Vincentius Poluakan Maulana Irfan Maulana Irfan, Maulana Maulana, Guslal Achdi Meilanny Budiarti S. Meilanny Budiarti S., Meilanny Budiarti Meilanny Budiarti Santoso Meilanny Budiarti Santoso, Meilanny Budiarti Meilanny Budiarti, Meilanny Mirajani, Inara Muhamad Rizky Nurdin Muhammad Ali Equatora Muhammad Daffa Rizqi Eko Putra Muhammad Fedryansah Muhammad Fedryansyah Muhammad Fedryansyah, Muhammad Muhammad Ferdryansyah Muhammad Ferdryansyah, Muhammad Nada Kusuma Nada Kusuma, Nada Nandang Mulyana Nandang Mulyana, Nandang Neng Desty Cahyanti Shabilla Nisfi Fahriani A. Nisfi Fahriani A., Nisfi Fahriani Nulhakim, Soni Akhmad Nunung Nurwati Nur Utami, Adristinindya Citra Nurliana Cipta Apsari Nurwari, R. Nunung Ollianti, Reni Novita Poluakan, Marcelino Vincentius Pratama, Yudhistira Anugerah Putri, Risya Ananda Rachel Farakhiyah Rachim, Hadiyanto Abdul Rahadian Riza Modana Rahadian Riza Modana, Rahadian Riza Rahmadani Rahmadani Ramadhani, Putri Erika Ratu Annisa Fairuz Regita Khoirunnisa Resti Fauziah Resti Fauziah, Resti Ricky Michael Riesnawaty, Risna Rini Rizkiawati Rini Rizkiawati, Rini Risna Resnawaty Risna Resnawaty Risna Resnawaty, Risna Rizkia Annisa Frabandani Rizkia Annisa Frabandani, Rizkia Annisa Rosma Sandratika Rudi Saprudin Darwis, Rudi Saprudin Sahadi Humaedi Sahadi Humaedi Santoso, Meilanny Saputri, Anisza Eva Saragih, Evangelina Putri Shidiq, Alima Fikri Silva, Khairani Rahma Sindy Husnul Yaqien Soekamto, Restu Widhi Soni Ahmad Nulhaqim Sri Sulastri Susanto, Meilanny Budiarti Uswatun Hasanah Utami, Ezza Oktavia Vini Oktaviani Viqa Nanda Prajatami Viqa Nanda Prajatami, Viqa Nanda Wahida, Dian Salma Wandi Adiansah, Wandi WIDAPRATAMA, FADILLA RAMA WIDAPRATAMA Wulandari , Arinda Putri Wulandari, Arinda Putri YAQIEN, SINDY HUSNUL Yesi Fitriani Yesi Fitriani, Yesi Yudhistira Anugerah Pratama Yumna Nurtanty Tsamara