Claim Missing Document
Check
Articles

PERILAKU SEKSUAL REMAJA DENGAN DISABILITAS MENTAL Rachel Farakhiyah; Santoso Tri Raharjo; Nurliana Cipta Apsari
Share : Social Work Journal Vol 8, No 1 (2018): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.079 KB) | DOI: 10.24198/share.v8i1.18122

Abstract

Remaja penyandang disabilitas mental rentan menjadi korban pelecehan seksual. Perkembangan seksual remaja disabilitas mental tidak berbeda dengan remaja awam pada umumnya. Perkembangan perilaku seksual remaja seringkali tidak dipahami dengan benar oleh keluarga, guru, teman, dan lingkungan sosial lainnya. Perlindungan sosial remaja disabilitas mental yang  longgar, membuat situasi remaja disabilitas mental menjadi semakin rawan dimanfaatkan oleh para pedofil dan orang-orang yang memiliki kesehatan mental yang terganggu. Kerentanan pada remaja disabilitas mental bukan saja karena kondisi atau keterbatasan dari remajanya tersebut, tetapi juga karena lingkungan sosial tidak mampu menyediakan jaminan perlindungan yang memadai. Perpaduan antara kondisi individual dan lingkungan merupakan faktor yang seringkali ditemui, yang menyebabkan remaja disabilitas mental semakin rentan.
EFEKTIFITAS PROGRAM BINA KELUARGA BALITA Resti Fauziah; Nandang Mulyana; Santoso Tri Raharjo
Share : Social Work Journal Vol 4, No 1 (2014): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.584 KB) | DOI: 10.24198/share.v4i1.13059

Abstract

BKKBN mengembangkan program Bina Keluarga Balita (BKB) yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan orang tua dalam pengasuhan anak balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan efektifitas pelaksanaan program Bina Keluarga Balita. Pengkajian efektitas dilakukan agar dapat mengetahui hasil pencapaian dari suatu program pembinaan keluarga. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Jamika Kecamatan Bojongloa Kaler Kota Bandung dengan responden penelitian ialah pelaksana program yang terdiri dari kader dan orang tua balita yang menjadi peserta. Pengumpulan data dari responden diperoleh melalui kuesioner serta didukung oleh wawancara tidak terstruktur. Pengambilan sampel menggunakan teknik proporsional random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 60 responden yang dibagi kedalam dua kelompok yaitu kader dan peserta program. Teknik analisa data yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif kemudian hipotesis diuji dengan menggunakan rumus uji-T dan uji-Z. Hipotesis yang dikemukakan oleh peneliti berbunyi efektifitas pelaksanaan program Bina Keluarga Balita di Kelurahan Jamika paling rendah 60% dari nilai ideal. Dengan demikian bila hipotesis nol diterima maka pelaksanaan program Bina Keluarga Balita di Kelurahan Jamika sudah berjalan cukup efektif atau sangat efektif.
Fungsi Corporate social responsibility (CSR) Dalam Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Rahmadani Rahmadani; Santoso Tri Raharjo; Risna Resnawaty
Share : Social Work Journal Vol 8, No 2 (2018): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.615 KB) | DOI: 10.24198/share.v8i2.20081

Abstract

ABSTRAKCorporate social responsibility merupakan salah satu bentuk kepatutan yang diberikan oleh perusahaan kepada masyarakat yang berada di sekitar perusahaan. Adanya tanggungjawab sosial perusahaan ini dapat memberikan sebuah perubahan positif di dalam kehidupan masyarakat atau komunitas. Pelaksanaan program corporate social responsibility oleh perusahaan seharusnya dapat memunculkan kemandirian masyarakat, karena dalam corporate social responsibility sendiri terdapat tipe implementasi pemberdayaan. Oleh sebab itu, perusahaan perlu mengedepankan program corporate social responsibility yang dapat meningkatkan kemandirian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang menjadi sasaran dalam target program. Pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu upaya dan metode yang dapat digunakan oleh perusahaan dalam menciptakan kondisi masyarakat yang aktif, partisipatif dan mandiri. Hal ini dikarenakan dalam pemberdayaan masyarakat mendorong terciptanya masyarakat yang aktif dan partisipatif untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai. Dengan demikian, jika sebauh perusahaan merancang program-program corporate social responsibility yang bertujuan untuk memandirikan masyarakat maka perusahaan harus menggunaka metode pemberdayaan masyarakat agar tercapainya pelaksanaan program corporate social responsibility yang membuat masyarakat menjadi berdaya, mandiri dan tidak ketergantungan. ABSTRACTCorporate social responsibility is one form of propriety provided by companies around the company. The existence of corporate social responsibility can provide positive responsibility in the life of the community or community. Implementing corporate social responsibility programs by companies that can bring about community independence, because in corporate social responsibility itself there is implementation of empowerment. Therefore, companies need to prioritize corporate social responsibility programs that can increase independence and improve the ability of the people who are targeted in the target program. Community empowerment is one of the efforts and methods that can be used by companies in creating conditions for an active, participatory and independent society. This is because in community empowerment the creation of an active and participatory community to achieve the goals to be achieved. Thus, if a company is adjusted to corporate social responsibility programs that aim to empower the community, the company must use the method of community empowerment to achieve the implementation of corporate social responsibility programs that make the community empowered, independent and not dependent.
STUDI DESKRIPTIF TINGKAT PERKEMBANGAN MORAL REMAJA PUNK DI KECAMATAN JATINANGOR KABUPATEN SUMEDANG Irvan Sudirman; Amirio Tri Kusuma; Muhamad Rizky Nurdin; Neng Desty Cahyanti Shabilla; Hery Wibowo; Santoso Tri Raharjo
Share : Social Work Journal Vol 9, No 2 (2019): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.646 KB) | DOI: 10.24198/share.v9i2.25608

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahapan perkembangan moral remaja Punk  di kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Selain itu, penelitian ini pun secara implisit berusaha untuk menjawab alasan dibalik perilaku-perilaku yang terlihat dari remaja Punk. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi dan wawancara. Sedangkan, untuk menganalisis datanya digunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan teori perkembangan moral dari L. Kohlberg. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa remaja Punk di Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang memiliki kecenderungan memiliki pemahaman moral pada tahapan ketiga dari teori L. Kohlberg.The purpose of this research is to find out about the moral developmental stages of Punk teenagers in the jatinangor sub-district of sumedang. Moreover, this research is implicitly trying to answer the reasons behind the perceived behaviors of Punk teenagers. As for the techniques used in this study are observation techniques and interviews. However, to analyze the data used a descriptive qualitative approach using the moral development theory of L.Kohlberg. The results from this study show that Punk teenagers at the jatinangor district of sumedang have a conscious awareness of morals at the third phase of the L. kohlberg theory.
PENTINGNYA BUKU PANDUAN BAGI VOLUNTEER PADA ORGANISASI SOSIAL (STUDI KASUS PADA LEMBAGA REHABILITASI ODHA DAN KONSUMEN NAPZA RUMAH CEMARA KOTA BANDUNG) Rini Rizkiawati; Budhi Wibhawa; Meilanny Budiarti Santoso; Santoso Tri Raharjo
Share : Social Work Journal Vol 7, No 2 (2017): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.646 KB) | DOI: 10.24198/share.v7i2.15723

Abstract

Rumah Cemara merupakan organisasi sosial yang memiliki keterbatasan Sumber Daya Manusia yaitu 32 Orang. Pada dasarnya Human Resource Development (HRD) yang bertanggung jawab menangani pengelolaan Sumber Daya Manusia ataupun staff. Dalam suatu organisasi sosial ketika memiliki Sumber Daya Manusia yang terbatas, maka dibutuhkanlah volunteer untuk membantu dalam menjalankan suatu program atau kegiatan. Banyak sekali masyarakat yang ingin menjadi volunteer di Rumah Cemara. Namun, mengenai mekanisme perekrutan volunteer saat ini belum memiliki kualifikasi syarat secara khusus sesuai dengan kebutuhan dari Rumah Cemara. Hal tersebut membuat beberapa calon volunteer tidak mengetahui apa yang harus dilakukannya. Melalui penulisan artikel ini, diharapkan dapat memberikan gambaran tentang pentingnya panduan untuk volunteer dalam suatu organisasi sosial Rumah Cemara is a social organization with limited human resources of 32 people. Basically, Human Resource Development (HRD) is responsible for managing Human Resources or staff. In a social organization when it has limited Human Resources, it is necessary volunteers to assist in running a program or activity. Lots of people who want to volunteer at Rumah Cemara. However, the current volunteer recruitment mechanism does not yet have qualification requirements specifically in accordance with the needs of Rumah Cemara. It makes some volunteer candidates not knowing what to do. Through the writing of this article, it is expected to provide an overview of the importance of guidance for volunteers in a social organization.
SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGs) DAN PENGENTASAN KEMISKINAN Ishatono Ishatono; Santoso Tri Raharjo
Share : Social Work Journal Vol 6, No 2 (2016): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.325 KB) | DOI: 10.24198/share.v6i2.13198

Abstract

Isu kemiskinan tetap menjadi isu penting bagi negara-negara berkembang, demikian pula dengan Indonesia. Penanganan persoalan kemiskinan harus dimengerti dan dipahami sebagai persoalan dunia, sehingga harus ditangani dalam konteks global pula. Sehingga setiap program penanganan kemiskinan harus dipahami secara menyeluruh dan saling interdependen dengan beberapa program kegiatan lainnya. Dalam SDGs dinyatakan no poverty (tanpa kemiskinan) sebagai poin pertama prioritas. Hal ini berarti dunia bersepakat untuk meniadakan kemiskinan dalam bentuk apapun di seluruh penjuru dunia, tidak terkecuali Indonesia. Pengentasan kemiskinan akan sangat terkait dengan tujuan global lainnya, yaitu lainnya, dunia tanpa kelaparan, kesehatan yang baik dan kesejahteraan, pendidikan berkualitas, kesetaraan jender, air bersih dan sanitasi, energy bersih dan terjangkau; dan seterusnya hingga pentingnya kemitraan untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.
MEMETAKAN TOKOH MASYARAKAT UNTUK KEGIATAN CSR PARTISIPATIF Santoso Tri Raharjo; Sahadi Humaedi; Budhi Wibhawa; Nurliana Cipta Apsari
Share : Social Work Journal Vol 9, No 1 (2019): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.077 KB) | DOI: 10.24198/share.v9i1.20576

Abstract

Implementasi kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (TJSP) atau corporate social responsibility (CSR) pada masyarakat seringkali keberhasilannya sangat ditentukan oleh para pemangku kepengtingan, selain masyarakat itu sendiri. Namun pada suatu masyarakat dengan karakteristik tertentu, keberadaan tokoh masyarakat (local leader) baik formal maupun informal masih sangat menentukan gerak dan arah kegiatan perubahan masyarakatnya, khususnya untuk keberhasilan kegiatan CSR. Pihak perusahaan dalam merancang kegiatan CSR perlu melibatkan masyarakat dari sejak awal, khususnya dalam melakukan pemetaan sosial (social mapping) dan seterusnya pada tahap pelaksanaan, serta kegiatan monitoring dan evaluasi yang dilakukan secara berkesinambungan. Kegiatan mengidentifikasi dan memetakan para tokoh juga melibatkan masyarakat, sebab masyarakatlah yang paling merasakan kehadiran peran serta para tokohnya. Pihak perusahan, khususnya pada perusahaan dengan jenis industri ekstraktif, harus benar-benar memahami keberadaan para tokoh masyarakat, jenis-jenis tokoh masyarakat, serta peran sertanya dalam kegiatan pengembangan masyarakat terkait dengan CSR. Oleh karena itu, pada perusahaan diperlukan sumber daya manusia yang benar-benar mengetahui dan memahami tentang proses dan metode pengembangan masyarakat (community development) atau yang benar-benar paham mengenai konsep dan pendekatan tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility). Sehingga kegiatan pengembangan masyarakat atau juga CSR yang sarat dengan pelibatan masyarakat (partisipatif) dapat menjaga kemandirian, keberdayaan (empowered) serta kesinambungan (sustainability) suatu program. Pada akhirnya akan tercipta relasi yang harmonis antara pihak perusahaan dengan masyarakat sekitar wilayah operasi kegiatan perusahaan.
CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) PT. ANEKA TAMBANG UBPE SEBAGAI SOLUSI MASALAH PENDIDIKAN BAGI MASYARAKAT KECAMATAN NANGGUNG, KABUPATEN BOGOR Danis Dea Rizky; Santoso Tri Raharjo; Risna Resnawaty
Share : Social Work Journal Vol 4, No 2 (2014): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.553 KB) | DOI: 10.24198/share.v4i2.13064

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh munculnya isu mengenai rendahnya pendidikan yangdialami oleh masyarakat kabupaten Bogor. Dilihat dari kondisi wilayah kabupaten Bogor pada bidang pendidikan, yaitu mengalami kerusakan fasilitas gedung sekolah, minimnya jumlah guru yang berstatus PNS, dan berpengaruh pada siswa menerima pelajaran yang tidak efektif. Permasalahan yang dihadapi kabupaten Bogor di bidang pendidikan ini tercermin dari ukuran Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada tahun 1999. Dilihat dari hasil ukuran IPM tahun 1999 beberapa kecamatan yang ada di kabupaten Bogor yaitu salah satunya kecamatan Nanggung cengan kondisi masyarakat tertinggal, pendapatan rendah, serta hubungan antar daerah tidak lancar atau terisolasi. Dilihat isu tersebut selain pemerintah yang dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah kecamatan Nanggung maka perlu peran swasta melalui Corporate Social Responsibilit (CSR).PT. Antam UPBE Pongkor ikut berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah operasi pertambangan melalui program CSR nya, yaitu pemberian bantuan guru honorer, siswa berprestasi, dan perbaikan sarana prasarana sekolah. Adanya program CSR yang dilakukan oleh PT. Antam UPBE akan membantu peningkatkan mata pencaharian masyarakat dan menciptakan kondisi kehidupan yang berkelanjutan.
KEKUATAN MAHASISWA BERWIRAUSAHA: KASUS DI UNIVERSITAS PADJADJARAN Sindy Husnul Yaqien; Santoso Tri Raharjo; Arie Surya Gutama
Share : Social Work Journal Vol 8, No 1 (2018): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.412 KB) | DOI: 10.24198/share.v8i1.18100

Abstract

Penelitian ini berjudul “Kekuatan Mahasiswa Berwirausaha: Kasus di Universitas Padjadjaran”. Fenomena saat ini menunjukkan bahwa tingkat pendidikan yang tinggi belum menjamin seseorang dapat memperoleh pekerjaan dengan mudah. Data statistik (Badan Pusat Statistik, 2017) mencatat bahwa sebanyak 618.758 lulusan universitas di Indonesia yang belum memiliki pekerjaan tetap. Berwirausaha sejak mahasiswa menjadi salah satu alternatif alternatif, sekaligus menunjukkan potensi kekuatan mahasiswa dalam menghadapi persoalan tersebut. Dalam merespon potensi berwirausaha di kalangan mahasiswa, beragam program telah ditawarkan oleh Pemerintah melalui Kementrian Riset dan Pendidikan Tinggi untuk mendorong mahasiswa berwirausaha dapat terus berkembang baik. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang terdaftar aktif sebagai mahasiswa Universitas Padjadjaran dan berwirausaha dalam rentang waktu 1-3 tahun. Metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, serta dengan pengumpulan data menggunakan kuisioner, observasi, dan studi kepustakaan. Analisis data dilakukan melalui proses penyuntingan, pengkodean, dan tabulasi data, serta interpretasi data dan display. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kekuatan mahasiswa berwirausaha di Universitas Padjadjaran memiliki potensi kekuatan dan peluang usaha yang termasuk dalam kategori tinggi. Pendampingan berkesinambungan melalui workshop-workshop pada mahasiswa berwirausaha perlu secara serius dilakukan oleh pihak perguruan tinggi, yang bermitra dengan pelaku-pelaku usaha, baik swasta maupun pemerintah. Agar usaha yang telah dirintis oleh para mahasiswa tersebut dapat sinambung setelah mereka lulus kuliah. This research is entitled "The Strength of Entrepreneurial Students: Cases in Padjadjaran University". The current phenomenon shows that a high level of education does not guarantee that someone can get a job easily. Statistical data (Central Bureau of Statistics, 2017) notes that 618,758 university graduates in Indonesia do not have permanent employment. Entrepreneurship since students become one alternative alternative, as well as showing the potential strength of students in facing the problem. In responding to the potential of entrepreneurship among students, various programs have been offered by the Government through the Ministry of Research and Higher Education to encourage entrepreneurship students to continue to grow well. The population in this study are students who are enrolled as active students of Padjadjaran University and entrepreneurship within the span of 1-3 years. Descriptive research method with a quantitative approach, and by collecting data using questionnaires, observation, and literature study. Data analysis is done through the process of editing, coding, and data tabulation, as well as data interpretation and display. The results of this study indicate that the strength of entrepreneurial students at Padjadjaran University has the potential strength and business opportunities that fall into the high category. Continuous mentoring through student workshops on entrepreneurship needs to be seriously undertaken by the universities, in partnership with business actors, both private and public. So that the efforts that have been initiated by the students can continue after they graduate from college.
POTRET ORANG MISKIN DARI PERSPEKTIF KEKUATAN Ishartono Ishartono; Binahayati Rusyidi; Santoso Tri Raharjo
Share : Social Work Journal Vol 7, No 1 (2017): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.598 KB) | DOI: 10.24198/share.v7i1.13816

Abstract

Tesis ini dilatarbelakangi oleh permasalahan kemiskinan yang masih saja menjadi beban dunia. Sudah banyak upaya untuk menanggulanginya. Sudah banyak penelitian untuk mengkajinya. Namun upaya dan kajian itu pada umumnya memandang kemiskinan dari perspektif masalah. Tesis ini mengkaji kemiskinan dari perspektif kekuatan. Perspektif ini meyakini bahwa setiap individu mempunyai kekuatan. Penjabaran perspektif kekuatan dalam tesis ini menggunakan konsep yang dikembangkan oleh Clay Graybeal yaitu Resources, Options, Possibilities, Exceptions, dan Solutions (ROPES).Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pendekatan ini digunakan karena penggalian aspek-aspek kekuatan tersebut (ROPES) memerlukan deskripsi yang mendalam. Subyek penelitian ini adalah orang miskin yang menjadi peserta Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Hegarmanah, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Informannya adalah 4 orang peserta PKH dan 3 orang tokoh masyarakat yang ditentukan secara purposive. Teknik pengumpulan yang digunakan adalah wawancara mendalam.
Co-Authors -, Ishartono A. Rachim, Hadiyanto Adam Bagus Primohardjo Adam Bagus Primohardjo, Adam Bagus Afrida Eko Puteri Afrida Eko Puteri, Afrida Eko Agus Wahyudi Riana Ahmad Saalik Hudan Alfariz Alima Fikri Shidiq Amelia Febriani Putri Amelia Febriani Putri, Amelia Febriani Amirio Tri Kusuma Antik Bintari Aprilia, Marwah Dwita Aprilia, Nadya Putri Apsari, Nurliana C. Ardiansyah, Raka Putra Arie Surya Gutama Arini Fauziah Al haq Arini Fauziah Al haq, Arini Fauziah Aritonang, Johan Immanuel Aufar, Alma Fildzah Aziza Trizilvania Amadea Aziza Trizilvania Amadea, Aziza Trizilvania Bilantara, Naila Hisanah Bimby Gita Rama Putri Binahayati Rusyidi Budhi Wibhawa Budhi Wibhawa Budhi Wibhawa, Budhi Budi M. Taftazani Budi M. Taftazani Chenia Ilma Kirana Chenia Ilma Kirana, Chenia Ilma Cita Insaniah Muhammad Damayanty, Siska Danis Dea Rizky Danis Dea Rizky, Danis Dea Darwis, Rudi S. DARWIS, RUDI SAPARUDIN Dike Farizan Fadhlillah Dike Farizan Fadhlillah, Dike Farizan Dyana C Jatnika Dyana C Jatnika, Dyana C Dyana C. Jatnika Dyana C. Jatnika, Dyana C. Dyta Mardyani Eko Putra, Muhammad Daffa Rizqi Eko Setiawan Eni Setiyawati Eni Setiyawati, Eni Eva Nuriyah Hidayat Faachira Faachira Fachria Octaviani Farakhiyah, Rachel Farrelia Azzahra Fedryansah, Muhammad Ferdiawan, Rachmat Putro Feronika, Ester Sarah Firda Dwi Anjani Gabriela Chrisnita Vani Gabriela Chrisnita Vani, Gabriela Chrisnita Gea, Yusuf Krisman Gigin Ginanjar Kamil Basar Gina Bunga Nayenggita Hadiyanto A. Rachim, Hadiyanto A. Hana Hanifah Hendri Mulyono Hendri Mulyono Hery Wibowo Hery Wibowo, Hery Imya Sinsi Munthe Irvan Sudirman Ishartono - Ishartono Ishartono Ishartono Ishartono Ishartono Ishartono, Ishartono Ishatono Ishatono Ishatono Ishatono, Ishatono Jayawarsa, A.A. Ketut Jouanka, Shenny Des Kamal , Mustfa Kessik, Gisela Khofiffah, Fanesha Khoirunnisa, Regita Kodaruddin, Wina Nurdini Lin Aqiela Lina Lisnawati Lina Lisnawati, Lina lukman effendi Marcelino Vincentius Poluakan Maulana Irfan Maulana Irfan, Maulana Maulana, Guslal Achdi Meilanny Budiarti S. Meilanny Budiarti S., Meilanny Budiarti Meilanny Budiarti Santoso Meilanny Budiarti Santoso, Meilanny Budiarti Meilanny Budiarti, Meilanny Mirajani, Inara Muhamad Rizky Nurdin Muhammad Ali Equatora Muhammad Daffa Rizqi Eko Putra Muhammad Fedryansah Muhammad Fedryansyah Muhammad Fedryansyah, Muhammad Muhammad Ferdryansyah Muhammad Ferdryansyah, Muhammad Nada Kusuma Nada Kusuma, Nada Nandang Mulyana Nandang Mulyana, Nandang Neng Desty Cahyanti Shabilla Nisfi Fahriani A. Nisfi Fahriani A., Nisfi Fahriani Nulhakim, Soni Akhmad Nunung Nurwati Nur Utami, Adristinindya Citra Nurliana Cipta Apsari Nurwari, R. Nunung Ollianti, Reni Novita Poluakan, Marcelino Vincentius Pratama, Yudhistira Anugerah Putri, Risya Ananda Rachel Farakhiyah Rachim, Hadiyanto Abdul Rahadian Riza Modana Rahadian Riza Modana, Rahadian Riza Rahmadani Rahmadani Ramadhani, Putri Erika Ratu Annisa Fairuz Regita Khoirunnisa Resti Fauziah Resti Fauziah, Resti Ricky Michael Riesnawaty, Risna Rini Rizkiawati Rini Rizkiawati, Rini Risna Resnawaty Risna Resnawaty Risna Resnawaty, Risna Rizkia Annisa Frabandani Rizkia Annisa Frabandani, Rizkia Annisa Rosma Sandratika Rudi Saprudin Darwis, Rudi Saprudin Sahadi Humaedi Sahadi Humaedi Santoso, Meilanny Saputri, Anisza Eva Saragih, Evangelina Putri Shidiq, Alima Fikri Silva, Khairani Rahma Sindy Husnul Yaqien Soekamto, Restu Widhi Soni Ahmad Nulhaqim Sri Sulastri Susanto, Meilanny Budiarti Uswatun Hasanah Utami, Ezza Oktavia Vini Oktaviani Viqa Nanda Prajatami Viqa Nanda Prajatami, Viqa Nanda Wahida, Dian Salma Wandi Adiansah, Wandi WIDAPRATAMA, FADILLA RAMA WIDAPRATAMA Wulandari , Arinda Putri Wulandari, Arinda Putri YAQIEN, SINDY HUSNUL Yesi Fitriani Yesi Fitriani, Yesi Yudhistira Anugerah Pratama Yumna Nurtanty Tsamara