Claim Missing Document
Check
Articles

Promosi Kesehatan 3 Kebiasaan Sehat Sunarsih, Sunarsih; Nurliyani, Nurliyani; Sari, Cindy Ertika
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 Mei 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v7i1.20300

Abstract

Kesehatan merupakan hal penting yang perlu dijaga sejak usia dini. Sekolah dasar anak-anak berada pada fase perkembangan yang sangat cepat, baik secara fisik maupun mental, sehingga memerlukan perhatian khusus dalam pembentukan kebiasaan hidup sehat. Sayangnya, masih banyak anak yang belum memahami pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan, sehingga rentan terhadap berbagai penyakit. Tiga kebiasaan sehat yang sederhana namun berdampak besar dalam pencegahan penyakit adalah menggosok gigi secara teratur, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga kebersihan lingkungan. Menggosok gigi dua kali sehari dapat mencegah kerusakan gigi dan menjaga kesehatan mulut. Mencuci tangan dengan benar sebelum makan dan setelah dari toilet dapat mencegah penularan penyakit. Sementara itu, menjaga kebersihan lingkungan di rumah dan sekolah dapat menciptakan tempat yang sehat dan nyaman untuk belajar dan bermain. Melalui kegiatan penyuluhan promosi kesehatan ini, diharapkan siswa-siswi sekolah dasar dapat memahami pentingnya ketiga kebiasaan tersebut dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan penanaman sejak dini akan membentuk pola hidup sehat yang terbawa hingga dewasa nanti.
Promosi Kesehatan Bullying Di Sekolah Dan Pelecehan Anak Di Sosial Media Nurliyani, Nurliyani; Sunarsih, Sunarsih; Monica, Enjelina
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 Mei 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v7i1.20317

Abstract

Pendahuluan: Bullying merupakan suatu tindakan untuk menyakiti orang lain dan menyebabkan seseorang menderita dan mengganggu ketenangan seseorang. Tindakan penculikan, penganiayaan bahkan intimidasi atau ancaman halus bukanlah sekedar masalah kekerasan biasa, tindakan ini disebut bullying karena tindakan ini sudah bertahun-tahun dilakukan secara berulang, bersifat regeneratif,menjadi kebiasaan atau tradisi yang mengancam jiwa korban. Kasus perundungan memang banyak terjadi khusus nya anak di Indonesia,Komisi Peelindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat sebanyak 41 pesen siswa Indonesia pernah jadi korban bullying. Dan fakta membuktikan berdasarkan survei yang dilakukan oleh Latitude News pada 40 negara,dalam survei tersebut terdapat negara-negara dengan kasus bullying tertinggi di seluruh dunia, dan yang paling parahnya lagi Indonesia masuk di urutan ke dua.Lima negara dengan kasus bullying tertinggi yang pertama di tempati Jepan,selanjutnya Indonesia,kemudian Kanada,Amerika Serikat,dan di posisi ke-lima di tempati Finlandia.Tujuan: Kegiatan promosi kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para remaja tentang bahaya bullying dan pelevehan anak dari media sosial.Metode: Kegiatan promosi kesehatan dilakukan dengan penyuluhan melalui tatap muka langsung. Peserta penyuluhan adalah siswa siswi SMP Negeri 10 Bandar Lampung, dengan seluruh siswa siswi disekolah. Kegiatan dilaksanakan dengan metode ceramah edukasi dan diskusi. Tempat kegiatan penyuluhan adalah di Aula SMP Negeri 10 Bandar Lampung. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pengambilan data nilai pengetahuan peserta terkait bahaya bullying dan pelecehan dari media sosial, baik sebelum maupun sesudah penyuluhanHasil: Peserta penyuluhan terbanyak adalah laki-laki (40%). Kelompok usia terbanyak dari peserta penyuluhan adalah dewasa 16 tahun (60%) dan siswa siswi yang mengalami pengalaman bullying (30%). Mayoritas peserta penyuluhan (50 %) memiliki pengetahuan sedang pada saat sebelum penyuluhan. Setelah dilakukan kegiatan penyuluhan, didapatkan bahwa seluruh peserta (100%), memiliki tingkat pengetahuan baik tentang cara mencegah bullying disekolah dan pelecehan anak dari media sosial.Kesimpulan: Kegiatan penyuluhan mengenai upaya pencegahan bullying disekolah dan pelevehan anak dari media sosial kepada para siswa siswi SMA Negeri 10 Bandar Lampung, berjalan dengan baik. Kegiatan penyuluhan memiliki dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan peserta penyuluhan tentang bahaya dan cara mencegah bullying disekolah dan pelecehan anak dari media sosial.Kata Kunci: promosi kesehatan, bullying dan pelecehan anak dari media sosial, pengetahuan
Puding Daun Kelor Mencegah Anemia Pada Ibu Hamil Yantina, Yuli; Sunarsih, Sunarsih; Lestari, Senya Venta
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 Mei 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v7i1.20840

Abstract

Anemia dalam kehamilan merupakan suatu kondisi ibu dengan kadar nilai hemoglobin di bawah 11 gr/dl pada trimester satu dan tiga, atau kadar hemoglobin kurang dari 10 gr/dl pada trimester dua. Data dari WHO menunjukkan bahwa prevalensi anemia pada ibu hamil di seluruh dunia sekitar 41,8%. Di Indonesia, angka ini juga masih tinggi, dengan prevalensi sekitar 40,5% pada tahun 2015 dan 42% pada tahun 2016. Di Desa Batu Kebayan dari 15 ibu hamil didapati 5 orang mengalami anemia. Sebanyak 100 gr Daun kelor kering yang dijadikan bubuk digunakan menjadi campuran olahan makanan untuk dosis harian dan dikonsumsi selama 14 hari.Metode yang digunakan adalah dengan cara menyampaikan informasi pengetahuan menggunakan video sebagai media utama. Hasil dari pengolahan Daun Kelor berupa puding daun kelor. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menambah pengetahuan ibu hamil mengenai manfaat daun kelor bagi kesehatan terutama untuk menaikkan kadar hemoglobin dalam darah sebagai salah satu komplementer alternatif pilihan dan akan di sosialisakan aparat , kader, dan tokoh masyarakat pekon dalam setiap kegiatan. Kesimpulannya pada olahan Daun kelor yang dikonsumsi ibu hamil dapat mencegah anemia pada ibu hamil.Kata kunci : Daun Kelor, Anemia, Hamil
Factors That Cause Anemia In Adolescent Girls Pusparini, Tyas Septiana; Sunarsih, Sunarsih; Sary, Lolita; Rosmiyati, Rosmiyati
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 6 (2025): Volume 11 No 6 Juni 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i6.16912

Abstract

Latar Belakang : Prevalensi anemia di Indonesia masih cukup tinggi. Berdasarkan data Riskesdas 2018, sekitar 23% remaja mengalami anemia yang berarti 3 sampai 4 dari setiap 10 remaja menderita kondisi ini. Sementara itu, prevalensi anemia pada remaja putri di Provinsi Lampung (24,8%) melebihi angka kejadian anemia pada remaja putri di seluruh Indonesia (23,9%). Keadaan ini menunjukkan bahwa anemia masih merupakan masalah kesehatan yang cukup besar dan perlu mendapat perhatian khusus, sehingga ada beberapa faktor penyebab anemia yang perlu dikaji.Tujuan : Untuk mengetahui faktor penyebab anemia pada remaja putri di SMPN 1 Merbau Mataran, Lampung Selatan tahun 2024. Metode : Desain penelitian survei analitik, dengan pendekatan cross sectional. Menggunakan data primer, penelitian dilakukan pada bulan Februari - Juli 2024 terhadap 145 responden, teknik pengumpulan data menggunakan data primer (kuesioner) dan data sekunder (laporan). Laboratorium Puskesmas Triwulan I). Variabel bebas status gizi, siklus menstruasi, lama menstruasi, dan pengetahuan tentang anemia. Variabel terikat. Anemia pada remaja Putri. Analisis univariat menggunakan uji distribusi frekuensi, analisis bivariat menggunakan uji chi squareHasil: Ditemukan distribusi frekuensi anemia yang tidak anemia sebesar 60,7%, status gizi normal sebesar 64,1%, siklus menstruasi normal sebesar 79,3%, lama menstruasi normal sebesar 53,2%, dan pengetahuan baik tentang anemia sebesar 69%. Ada hubungan antara status gizi (p-value 0,02; OR value = 2,268), siklus menstruasi (p-value 0,01; OR = 0,314), lama menstruasi (p-value 0,03; OR = 2,082), pengetahuan tentang anemia dengan (p-value 0,03; OR = 0,444). Kesimpulan: Ada hubungan antara status gizi, siklus menstruasi, lama menstruasi, pengetahuan tentang anemia dengan kejadian anemia. Saran: Bagi pihak sekolah untuk membentuk agen perubahan seperti mengangkat remaja putri menjadi pelopor, seperti membentuk kader pemuda di sekolah untuk membantu remaja putri lainnya untuk menambah pengetahuan tentang anemia yang selama ini masih dibantu oleh tenaga kesehatan. Kata kunci: Anemia, lama menstruasi, pengetahuan remaja, siklus menstruasi, status gizi. ABSTRACT Background : The prevalence of anemia in Indonesia is still quite high . Based on Riskesdas 2018 data, around 23% of adolescents experience anemia, which means that 3 to 4 out of every 10 adolescents suffer from this condition While the prevalence of anemia in adolescent girls in Lampung Province (24.8%) exceeds the incidence rate of anemia in adolescent girls throughout Indonesia (23.9%). This situation shows that anemia is still a significant health problems and needs special attention , so there are several factors that causes anemia that need to be researched .Objective : To find out the factors that causes of anemia in adolescents girls at SMPN 1 Merbau Mataran South Lampung in 2024.Methods : Design of analytical survey research , with a cross sectional approach . Using primary data, the study was conducted from February to July 2024 on 145 respondents , the data collection technique used primary data ( questionnaire ) and secondary data (Puskesmas Laboratory report in the first quarters ). Independent variables of nutritional status, menstrual cycle , menstruation duration , and knowledge about anemia. Dependent variables . Anemia in adolescents girls ... Univariate analysis using frequency distribution test , bivariate analysis using chi square testResults : It was found that the frequency distribution of anemia that was not anemia was 60.7%, normal nutritional status was 64.1%, normal menstruation cycle was 79.3%, normal menstruation duration was 53.2%, and good knowledge about anemia was 69%. There was a relationship between nutritional status ( p- value 0.02; OR value = 2.268), menstrual cycle ( p- value 0.01; OR=0.314), menstrual duration ( p- value 0.03; OR=2.082), knowledge of anemia with ( p- value 0.03; OR=0.444).Conclusion : There is a relationship between nutritional status, menstrual cycle , menstruation length , knowledge about anemia and the incidence of anemia.Suggestion : For schools to form agents of change such as appointing young women to be pioneer such as forming youth cadres in schools to help others young women to increase knowledge about anemia that is still assisted by health workers Keywords: Anemia, menstrual duration, adolescent knowledge, menstrual cycle, nutritional status .
Relationship Between Knowledge Level And Nutritional Status With Anemia Incidence In Pregnant Women Susilawati, Susilawati; Amirus, Khoidar; Mariza, Ana; Sunarsih, Sunarsih
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 5 (2025): Volume 11 No 5 Mei 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i6.17904

Abstract

Anemia merupakan kondisi menurunnya kadar hemoglobin, hematokrit, dan jumlah eritrosit di bawah nilai normal. Menurut World Health Organization (WHO), 20% dari 515.000 kematian ibu di seluruh dunia disebabkan oleh anemia. Ibu hamil dengan anemia yang mengalami anemia di Puskesmas Gedung Menheng pada tahun 2022 sebanyak 43 dari 210 ibu hamil. Angka tersebut mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan persentase anemia pada ibu hamil pada tahun sebelumnya, yakni tahun 2021 yang hanya sebanyak 38 dari 198 ibu hamil.Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan status gizi dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Gedung Meneng Kabupaten Tulang Bawang Tahun 2023. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil bulan Juli di Puskesmas Gedung Meneng Kabupaten Tulang Bawang sebanyak 42 orang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling Analisis Univariat dan Bivariat dengan uji Chi Square.Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden yang mengalami anemia tidak mengalami anemia yaitu 16 orang (53,3%), pengetahuan sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang 15 orang (50%), status gizi sebagian besar responden baik yaitu 16 responden (53,3%). Ada hubungan antara pengetahuan dengan kejadian anemia pada ibu hamil, diperoleh nilai p sebesar 0,001 (<0,05) OR 26.000 Ada hubungan antara status gizi dengan kejadian anemia pada ibu hamil, diperoleh nilai p sebesar 0,000 (<0,05). OR yang diperoleh 42.000. Disarankan bagi ibu hamil untuk mencegah anemia dengan cara mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi seperti ikan, telur, daging, bayam, tomat, tahu/tempe, kacang merah, dan lain-lain serta mengonsumsi tablet FeKata Kunci: Anemia, Pengetahuan, Status Gizi, Ibu Hamil ABSTRACTAnemia is a condition of decreased hemoglobin, hematocrit and erythrocyte count below normal values. According to the World Health Organization (WHO), 20% of the 515,000 maternal deaths worldwide are caused by anemia. Pregnant women with anemia who experienced anemia at the Gedung Menheng Health Center in 2022 were 43 out of 210 pregnant women. This figure has increased when compared to the percentage of anemia in pregnant women in the previous year, namely 2021, which was only 38 out of 198 pregnant women. The purpose of the study was to determine the relationship between the level of knowledge and nutritional status with the incidence of anemia in pregnant women at the Gedung Meneng Health Center, Tulang Bawang Regency in 2023.The type of research used was analytical research with a cross-sectional approach. The population in this study were pregnant women in July at the Gedung Meneng Health Center, Tulang Bawang Regency, as many as 42 people. The sample in this study was 30. The sampling technique used was purposive sampling Univariate and Bivariate Analysis with the Chi Square test.The results of the study showed that most of the respondents who experienced anemia did not experience anemia, namely 16 people (53.3%), the knowledge of most respondents had insufficient knowledge 15 people (50%), the nutritional status of most respondents was good, namely 16 respondents (53.3%). There is a relationship between knowledge and the incidence of anemia in pregnant women, obtained a p.value of 0.001 (<0.05) OR 26,000 There is a relationship between nutritional status and the incidence of anemia in pregnant women, obtained a p.value of 0.000 (<0.05). OR obtained 42,000. It is recommended for pregnant women to prevent anemia by eating foods containing iron such as fish, eggs, meat, spinach, tomatoes, tofu/tempeh, red beans, and others and consuming Fe tablets Keywords: Anemia, Knowledge, Nutritional Status, Pregnant Women
The Relationship Of Knowledge With The Incidence Of Anemia In Premarital Women Andriani, Nita; Sunarsih, Sunarsih; Mariza, Ana
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 9 (2025): Volume 11 Nomor 9 September 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i9.7976

Abstract

Latar Belakang: Pembangunan suatu bangsa ditentukan oleh keberlanjutan dan kualitas generasi muda sebagai subjek maupun objek pembangunan. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, prevalensi anemia pada perempuan usia pranikah sebesar 26,50%, perempuan usia subur 26,9%, ibu hamil 40,1%, dan balita 47,0%. Di wilayah kerja Puskesmas Pugung Raharjo, kasus anemia pada perempuan usia pranikah periode Januari–April 2022 tercatat sebanyak 105 kasus.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kejadian anemia pada perempuan usia pranikah di wilayah kerja Puskesmas Pugung Raharjo tahun 2021/2022.Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional dan pendekatan survei analitik. Populasi penelitian sebanyak 105 responden, seluruhnya dijadikan sampel dengan teknik total sampling. Analisis data menggunakan uji univariat dan bivariat.Hasil: Responden dengan pengetahuan cukup sebanyak 45 (42,9%). Responden yang tidak mengalami anemia sebanyak 58 (55,2%), sedangkan yang mengalami anemia 47 (44,8%). Pada kategori pengetahuan baik, tidak anemia 14 (13,3%) dan anemia 18 (17,1%). Pengetahuan cukup, tidak anemia 32 (30,5%) dan anemia 13 (45,0%). Pengetahuan kurang, tidak anemia 12 (11,4%) dan anemia 16 (15,2%). Hasil uji bivariat menunjukkan nilai p = 0,017 < α (0,05), artinya terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan kejadian anemia.Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kejadian anemia pada perempuan usia pranikah.Saran: Diharapkan perempuan usia pranikah lebih memperhatikan kesehatan melalui pemeriksaan rutin, khususnya terkait anemia, serta menjaga pola konsumsi makanan bergizi seimbang. Kata kunci: Anemia, pengetahuan, pranikah ABSTRACT Background: The development of a nation is determined by the sustainability and quality of the younger generation as both subjects and objects of development. According to data from the Ministry of Health of the Republic of Indonesia, the prevalence of anemia among premarital women is 26.50%, women of reproductive age 26.9%, pregnant women 40.1%, and children under five 47.0%. In the working area of Pugung Raharjo Public Health Center, there were 105 cases of anemia among premarital women during the period of January–April 2022. Objective: This study aimed to determine the relationship between the level of knowledge and the incidence of anemia among premarital women in the working area of Pugung Raharjo Public Health Center in 2021/2022.Methods: This was a quantitative study with a cross-sectional design and an analytical survey approach. The study population consisted of 105 respondents, all of whom were included as the sample using a total sampling technique. Data analysis was conducted using univariate and bivariate tests.Results: Respondents with sufficient knowledge totaled 45 (42.9%). A total of 58 respondents (55.2%) did not experience anemia, while 47 respondents (44.8%) experienced anemia. In the good knowledge category, 14 (13.3%) had no anemia and 18 (17.1%) had anemia. In the sufficient knowledge category, 32 (30.5%) had no anemia and 13 (45.0%) had anemia. In the poor knowledge category, 12 (11.4%) had no anemia and 16 (15.2%) had anemia. The bivariate test showed a p-value of 0.017 < α (0.05), indicating a significant relationship between knowledge and the incidence of anemia.Conclusion: There is a significant relationship between the level of knowledge and the incidence of anemia among premarital women.Suggestion: Premarital women are encouraged to pay more attention to their health through regular check-ups, particularly concerning anemia, and to maintain a balanced and nutritious diet. Keywords: Anemia, knowledge, premarital women
Pengaruh Senam Hamil terhadap Nyeri Punggung Pada Ibu Hamil Putri, Chindy Anggita; Sunarsih, Sunarsih; Evrianasari, Nita
MIDWIFERY JOURNAL Vol 5, No 1 (2025): Volume 5, Nomor 1 Maret 2025
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v5i1.20041

Abstract

Latar Belakang yang meningkatkan hormone relaksan (hormone yang membuat otot relaksasi dan lemas), hal ini mempengaruhi fleksibilitas jaringan ligamen yang akhirnya meningkatkan mobilitas sendi di pelvis dan akan berdampak pada ketidakstabilan spinal dan pelvis serta menyebabkan rasa nyeri pada punggung. pengurangan rasa nyeri, dapat dilakukan dengan cara non farmakologi seperti senam hamil. Tujuan penelitian diketahui Pengaruh Senam Hamil Terhadap Nyeri Punggung Pada Ibu Hamil Di PMB Gusnila dan Neti Pesawaran  Tahun 2021. Metode Jenis penelitian kuantitatif rancangan penelitian quasi eksperimen pendekatan two group pretest-postest. Populasi penelitian ini adalah ibu hamil TM III sebanyak 61 dengan sampel sebanyak sampel sebanyak 30 orang, dimana sebanyak 15 orang akan dilakukan eksperimen dan 15 orang sebagai kelompok kontrol. Objek penelitian ini adalah nyeri /sakit punggung dan senam hamil. Penelitian telah dilaksanakan di PMB Gusnila Kabupaten Pesawaran pada bulan Juni - Juli 2021. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Analisi data secara univariat dan bivariat (Mann withney). Hasil penelitian nyeri punggung sebelum intervensi adalah 5,4, dan setelah intervensi adalah 2,8. Rata-rata nyeri punggung kelompok kontrol 5,6, sedangkan setelah edukasi pada kelompok kontrol 4,3. Ada pengaruh Senam Hamil Terhadap Pengurangan Nyeri Punggung Pada Ibu Hamil di PMB Gusnila Dan Neti Pesawaran Tahun 2021 dengan nilai p-value = 0,000. Saran : Diharapkan untuk meningkatkan program yang mendukung kesehatan dan pengetahuan ibu hamil tentang keluhan-keluhan yang biasa terjadi pada kehamilan dan cara penangananya, salah satunya dengan memaksimalkan adanya kelas ibu hamil.Kata Kunci : Senam Hamil, Nyeri Punggung ABSTRACTTHE EFFECT OF PREGNANT EXERCISE ON BACK PAIN IN PREGNANT WOMEN   Background Low back pain during pregnancy occurs due to changes in pregnancy hormones that increase relaxant hormones (hormones that make muscles relax and weak), this affects the flexibility of ligament tissue which ultimately increases joint mobility in the pelvis and will have an impact on spinal and pelvic instability and cause pain. on the back. There are many treatment options to reduce medical intervention when experiencing low back pain, which can be done by non-pharmacological methods such as pregnancy exercise. The purpose of the study is to know the effect of pregnant exercise on back pain in pregnant women at PMB Gusnila and Neti Pesawaran in 2021. This type of research is quantitative with a quasi-experimental research design with two. The population of this study was 61 pregnant women with TM III with a sample of 30 people, of which 15 people will be experimented with and 15 people will be the control group. The object of this research is back pain/backache and pregnancy exercise. The research has been carried out at PMB Gusnila, Pesawaran Regency in June - July 2021. Data collection uses observation sheets. Data analysis was univariate and bivariate (Mann withney). The results of the study of back pain before carrying out pregnancy exercises were 5.4, while the average back pain after carrying out pregnancy exercises was 2.8. The average back pain before IEC was done was 5.6, while the average back pain after IEC was done was 4.3. There is an effect of Pregnant Gymnastics on Reduction of Back Pain in Pregnant Women at PMB Gusnila and Neti Pesawaran in 2021 with a p-value = 0.000. Suggestion: It is expected to improve programs that support the health and knowledge of pregnant women about the complaints that usually occur in pregnancy and how to handle them, one of which is by maximizing the class of pregnant women. Keywords: Pregnancy Exercise, Back Pain
The Relationship Knowledge And Attitude Of Women Of Reproductive Age (WUS) To Early Marriage In The Village Area Of Pendada District Bandar Lampung City Rahmawati, Yesi; Sunarsih, Sunarsih; Astriana, Astriana; Nurliani, Nurliani
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 10 (2025): Volume 11 No 10 Oktober 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i10.11901

Abstract

Pernikahan dini merupakan pernikahan yang dilakukan oleh pria dan wanita yang masih berada dibawah umur. Pemerintah  menetapkan usia ideal menikah diatas 19 tahun. Namun dalam praktiknya didalam masyarakat sekarang ini masih banyak dijumpai sebagian masyarakat yang melangsungkan pernikahan di usia muda atau di bawah umur. Berdasarkan data badan pusat statistik menurut Provinsi tahun 2022 proporsi WUS yang berstatus kawin atau berstatus hidup bersama sebelum umur 18 tahun di Provinsi lampung sebanyak 8,14%, sehingga Provinsi Lampung berada di urutan ke 8 dari 34 Provinsi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap Wanita Usia Subur (WUS) terhadap Pernikahan Usia Dini di Wilayah Kelurahan Pidada Kecamatan PanjangKota Bandar Lampung. Desain penelitian dilakukan secara kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Dilakukan dari mei sampai dengan juni terhadap 109 orang responden dimana pengumpulan data menggunakan kuesioner kemudian dianalisa dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi karakteristik, pengetahuan dan sikap. Data dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis berdasarkan hasil analisis bivariat bahwa ada hubungan yang signifikan pengetahuan di dapatkan nilai (p value=0,000 dan sikap di dapatkan nilai (p value=0,000) terhadap pernikahan usia dini.Pengetahuan yang kurang dan sikap negatif dari WUS berhubungan dengan terjadinya pernikahan usia dini di wilayah kelurahan pidada kecamatan panjang kota Bandar lampung. Saran diharapkan puskesmas wilayah setempat dapat mengedukasi Wanita Usia Subur (WUS) khususnya yang berada di wilayah kelurahan pidada kecamatan panjang tentang dampak negatif yang akan terjadi dari pernikahan yang dilakukan di usia  dini. Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap ,Pernikahan Usia Dini, WUS ABSTRACT Early marriage is a marriage carried out by men and women who are underage. The government's ideal age to marry is over 19 years. However, in practice in today's society there are still many people who marry at a young age or underage. Based on statistical center data by Province in 2022 the proportion of WUS who were married or living together before the age of 18 in Lampung Province was 8.14%, so that Lampung Province was ranked 8th out of 34 Provinces. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge and attitudes of women of childbearing age (WUS) towards early marriage in the Pidada Village area, Panjang District, Bandar Lampung City. The research design was carried out quantitatively with a cross sectional approach. It was carried out from May to June for 109 respondents where data was collected using a questionnaire and then analyzed and presented in the form of a distribution table of characteristics, knowledge and attitudes. Data were analyzed using the Chi Square test The results of the research conducted by the authors based on the results of bivariate analysis show that there is a significant relationship between knowledge and values (p value = 0.000) and attitudes (p value = 0.000) to early marriage. Lack of knowledge and negative attitudes from WUS are related to the occurrence of early marriages in the Kelurahan Pidada Panjang sub-district, Bandar Lampung cit Suggestions are that local community health centers can educate women of childbearing age (WUS), especially those in the Pidada sub-district, Panjang subdistrict, about the negative impacts that will happen from marriages carried out at an early age. Keywords: Knowledge, Attitudes, Early Marriage, WUS   
Factors Associated With Menstrual Pain In Female Adolescents Sosilowati, Endah; Susilawati, Susilawati; Sunarsih, Sunarsih; zarma, zarma
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 2 (2025): Volume 11 No 2 Februari 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i2.17275

Abstract

Latar Belakang: Menstruasi adalah keluarnya darah dan sel-sel tubuh secara berkala dari vagina, yang berasal dari lapisan rahim pada wanita. Dampak dismenore pada wanita meliputi kelemahan fisik, mobilitas berkurang, dan stres. Berbagai faktor risiko dapat menyebabkan peningkatan keparahan dismenore, termasuk usia, riwayat keluarga dismenore, menarche dini, dan indeks massa tubuh.Tujuan: Untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan nyeri menstruasi pada remaja putri di SMK Ma’arif Nu 6 Sekampung, Kabupaten Lampung Timur.Metode: Penelitian analitik ini menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi adalah seluruh remaja putri yang mengalami nyeri haid, berjumlah 161 orang, dengan jumlah sampel sebanyak 115 responden yang dipilih secara accidental sampling. Penelitian dilakukan di SMK Ma’arif Nu 6 Sekampung, Kabupaten Lampung Timur, pada bulan Mei sampai dengan Juni 2024. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan bivariat (uji chi square).Hasil: Penelitian ini menemukan bahwa sebanyak 66 responden (57,4%) memiliki status gizi baik, sebanyak 58 responden (50,4%) mengalami menarche pada usia < 12 tahun, sebanyak 99 responden (86,1%) tidak memiliki riwayat keluarga dismenore, dan sebanyak 62 responden (53,9%) mengalami nyeri haid.Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi (p-value = 0,001), usia menarche (p-value = 0,001), dan riwayat keluarga (p-value = 0,008) dengan kejadian nyeri haid pada remaja putri di SMK Ma’arif Nu 6 Sekampung Kabupaten Lampung Timur. Disarankan kepada remaja agar mengatur pola makannya untuk mencapai berat badan ideal dan memahami faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya nyeri haid. Kata kunci : Faktor-faktor yang berhubungan dengan nyeri haid dan remaja ABSTRACT  Background: Menstruation refers to the periodic discharge of blood and body cells from the vagina, originating from the uterine lining in women. The impact of dysmenorrhea on women includes physical weakness, reduced mobility, and stress. Various risk factors can lead to an increase in the severity of dysmenorrhea, including age, family history of dysmenorrhea, early menarche, and body mass index.Objective: To identify the factors associated with menstrual pain in female adolescents at SMK Ma’arif Nu 6 Sekampung, East Lampung Regency.Methods: This analytical study employed a cross-sectional approach. The population consisted of all adolescent girls experiencing menstrual pain, totaling 161 individuals, with a sample size of 115 respondents selected through accidental sampling. The research was conducted at SMK Ma’arif Nu 6 Sekampung, East Lampung Regency, from May to June 2024. Data were collected using a questionnaire. Data analysis was performed using univariate and bivariate analysis (chi-square test).Results: The study found that 66 respondents (57.4%) had good nutritional status, 58 respondents (50.4%) had menarche at age < 12 years, 99 respondents (86.1%) had no family history of dysmenorrhea, and 62 respondents (53.9%) experienced menstrual pain.Conclusion: There is a significant relationship between nutritional status (p-value = 0.001), age at menarche (p-value = 0.001), and family history (p-value = 0.008) with the occurrence of menstrual pain in adolescents girls at SMK Ma’arif Nu 6 Sekampung, East Lampung Regency. It is recommended that adolescents manage their diet to achieve an ideal body weight and understand the factors that can cause menstrual pain. Keywords  : Factors associated with menstrual pain and adolescents
Promosi Kesehatan Peningkatan Pengetahuan Mengenai Bahaya Pergaulan Bebas di Kalangan Remaja Nurliyani, Nurliyani; Sunarsih, Sunarsih; Isnaini, Nurul; Lhatifah, Neneng Siti; Astriana, Astriana
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 November 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpmpkm.v7i2.20334

Abstract

Pergaulan bebas merupakan fenomena sosialyang semakin berkembang, terutama di kalangan remaja dan anak muda. Fenomena ini dapat memengaruhi pola pikir, sikap, serta perilaku individu yang terlibat, dengan dampak negatifyang dapat merusak aspek fisik, mental, dan sosial. Perilakuseks bebas adalah segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual dengan lawan jenis, mulai dari tingkah laku yang dilakukannya dengan sentuhan, beciuman dan bercumbuan sampai menempelkan alat kelamin yaitu dengan salingmenggesekkan alat kelamin dengan pasangan namun belumbersenggama (petting) dan yang sudah bersenggama(intercourse), yang dilakukan di luar hubungan pernikahan(Sarwono, 2012).Tujuan Promosi Kesehatan ini adalah meningkatan pengetahuan bahaya seks bebas pada remaja sehingga dapat diturunkannya permasalahan kesehatan dan sosial akibat seks bebas. Kegiatan promosi kesehatan berupa penyuluhan mengenaiupaya peningkatan Bahaya Pergaulan Bebas kepada para siswa-siswi SMK 4 Bandar Lampung, berjalan dengan baik. Kegiatan penyuluhan memiliki dampak positif terhadappeningkatan pengetahuan peserta penyuluhan tentang Bahaya Pergaulan Bebas. Semakin meningkatnya pengetahuan peserta penyuluhan, akan dapat menghasilkan perilaku baik yangdapat mencegah penularan Penyakit Menular Seksual.Dengan demikian, angka kejadian Penyakit Menular Seksual di masyarakat dapat diturunkan dan derajat kesehatan masyarakat menjadi optimal.
Co-Authors Achmad Farich Ana Mariza Anggraini Anggraini Anggraini Anggraini Anggraini Anggraini Ani Mustika Anisa Ermasari Aryati Sumarlinda Aryawati, Wayan Astriana Astriana, Astriana Dainty Maternity Dewi Yulia Sari Dewi Yuliasari Eka Agustina Eka Ambarwati Eliyana Eliyana Eni Farida Ernawati Ernawati Evayanti, Yulistiana Evrianasari, Nita Farich, Achmad Hermawan, Dessy Indri Retno Palupi Iqmy, Ledy Octaviani Juistira Safitri Jumaida Jumaida Khoidar Amirus Kiki Andari Kiswari Kiswari Lamtioma Lamtioma Lathifah, Neneng Siti Lestari, Senya Venta Lhatifah, Neneng Siti Livia Nizaranuki Lolita Sary Maria Ulfa, Ade Mariza, Ana Martini, Sagung Dwi Rai Maternity, Dainty Maya Indria Prantini Maya Sari, Puspita Mei Lidia Utami Melani Komara Sari Melia Triana Merinda Sari Monica, Enjelina Nana Kristina Nasywa Ardelia Putri Neneng Siti Latifah Neneng Siti Latifah Neneng Siti Lhatifah Ni Ketut Septriana Damayanti Ni Putu Eka Budi Sulistiyawati Nita Andriani Nita Evriana Sari Nita Evrianasari Nurilyani, Nurliyani Nurliani Nurliani Nurliyani Nurliyani Nurul Isnaini Nurul Isnaini Pusparini, Tyas Septiana Putri, Chindy Anggita Putu Candrawati Rachmawati, Fijri Ragillia Elvina Safitri Rahmawati, Yesi Reza Fadhilla Riski Novita Ratna Risma Ayu Perdana Rismawati Rismawati Riyanti Riyanti Rosmiyati Rosmiyati Rosmiyati Rosmiyati Rosmiyati Rosmiyati Rosmiyati Rosmiyati Sari, Cindy Ertika Sartiah Sartiah Sosilowati, Endah Suharman Suharman Sukmadewi, Niluh Putu Ayu Suri Gusmiyanti Fitriyah Susilawati Susilawati Susilawati Susilawati Susilawati, Susilawati Syamraini Silda Tri Hartati Tuti Puspita Sari Utami, Vida Wira Verra Andriani Vilma Ajijul Jana Yanti Rukmana Sari Yuli Yantina Yuviska, Ike Ate Zarma, Zarma