Niken Ulupi
Animal Production And Technology, Faculty Of Animal Science, Bogor Agricultural University, Bogor, 16680, Indonesia

Published : 50 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Agripet

Reduce Heat Stress on Broilers During Transport by Supplying Drinking Water Insan Mujahid Afnan; Niken Ulupi; Rudi Afnan
Jurnal Agripet Vol 22, No 2 (2022): Volume 22, No. 2, Oktober 2022
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/agripet.v22i2.26391

Abstract

ABSTRACT. The transportation process causes heat stress in broilers. This research aims to test the effectiveness of the drinking water supply system for broilers during transport to reduce the effects of heat stress caused by the transportation process. Broilers are grouped into four treatments: morning transport with water (T1), morning transport without water (T2), afternoon transport with water (T3), and afternoon transport without water (T4). Results show that broilers consume more water (317.26 ml/bird/hour) during morning than during afternoon transport (61.53 ml/ bird/hour). However, these numbers are estimated to be lower, with water spillage contributing to the high consumption, especially during morning transport. Rectal temperature for birds is lower in T1 and T3 broilers compared to T2 and T4 broilers, although still within normal range. A decrease in hematocrit and blood glucose levels while still at normal levels is observed for all treatment groups. An increase in the ratio of heterophile and lymphocyte (HL ratio) is observed within the normal range except for T1. Percentage of body weight loss is lower on broilers with access to water: T1 (3.5%) and P3 (4.4%) compared to broilers without access to water: T2 (4.0%) and T4 (5.0%) in the same time of transport although not statistically significant (P0.05). Based on weight loss percentage, it can be concluded that water intake during transport has some effectiveness in reducing heat stress with the best results shown on broilers transported in the morning with drinking water..(Mengurangi cekaman panas pada ayam broiler saat transportasi melalui pemberian air minum)ABSTRAK. Proses transportasi menyebabkan ayam mengalami cekaman panas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektifitas pemberian air minum selama transportasi dalam upaya mengurangi dampak cekaman panas dan meningkatkan kesejahteraan hewan dengan cara mengurangi dehidrasi dan cekaman yang disebabkan proses transportasi pada ayam broiler. Ayam dikelompokkan menjadi empat perlakuan: transportasi pagi dengan air minum (T1), transportasi pagi tanpa air minum (T2), transportasi siang dengan air minum (T3), dan transportasi pagi tanpa air minum (T4). Hasil menunjukkan ayam lebih banyak mengonsumsi air (317,26 ml/ekor/jam) pada transportasi pagi daripada transportasi siang (61,53 ml/ekor/jam). Namun, nilai ini diestimasi lebih rendah dari yang didapatkan, dengan air yang tumpah berkontribusi terhadap tingginya konsumsi air, terutama pada transportasi pagi hari. Suhu rektal lebih rendah pada broiler T1 dan T3 dibandingkan T2 and T4 namun berada dalam rentang normal. Penurunan kadar glukosa darah dan hematokrit terjadi pada seluruh perlakuan. Peningkatan rasio HL terjadi pada seluruh perlakuan kecuali T1. Persentase penurunan bobot badan lebih rendah pada ayam yang diberi air minum T1 (3,5%) dan T3 (4,4%) dibandingkan dengan ayam yang tidak diberi air minum T2 (4,0%) dan T4 (5,0%) pada waktu transportasi yang sama meskipun secara statistik tidak signifikan (P0,05). Berdasarkan perbedaan persentase penurunan bobot badan, dapat disimpulkan bahwa konsumsi air mengurangi dampak cekaman panas yang dialami ayam broiler selama transportasi dengan hasil terbaik didapatkan pada transportasi pagi dengan air minum.
Kinerja Produksi dan Kualitas Telur Ayam Petelur yang Diberi Minum Air Gambut dan Air Non Gambut Deni Fitra; Niken Ulupi; Irma Isnafia Arief; Rita Mutia; Luki Abdullah; Sadarman Sadarman; Apriadi Pasaribu; Guslian Abdul Basir
Jurnal Agripet Vol 20, No 2 (2020): Volume 20, No. 2, Oktober 2020
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/agripet.v20i2.15802

Abstract

ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja produksi dan kualitas telur ayam petelur yang diberi air gambut (AG) dan air non gambut (ANG). Penelitian ini menggunakan 30 ekor ayam petelur strain lohman brown umur 15 bulan dengan pemberian pakan ransum komersial. Penelitian terdiri dari dua kelompok ayam dengan jumlah masing-masing 15 ekor. Kelompok pertama diberi minum AG dan kelompok kedua diberi ANG. Peubah yang diamati adalah konsumsi air minum, konsumsi ransum, produksi dan massa telur, konversi ransum, bobot telur, indeks putih telur, indeks kuning telur, tebal cangkang telur dan nilai haugh unit. Data penelitian dianalisis dengan uji-t untuk mengetahui perbedaan antar kelompok perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi air minum, konsumsi ransum dan konversi ransum secara statistik berbeda nyata. Konsumsi air minum pada perlakuan AG (286,57 ml/ekor/hari) lebih tinggi dari pada perlakuan ANG (264,24 ml/ekor/hari), demikian juga konsumsi ransum (98,82 g/ekor/hari vs 90,10 g/ekor/hari). Sedangkan konversi ransum pada perlakuan AG (2,71) lebih baik dari pada perlakuan ANG (3,18). Pada peubah kualitas telur hanya bobot telur yang menunjukkan perbedaan nyata. Bobot telur pada perlakuan AG (55,85 g/butir) lebih tinggi dari pada perlakuan ANG (54,18 g/butir). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian minum dengan AG mampu memperbaiki kinerja produksi ayam petelur, terlihat dari konsumsi air minum, konsumsi dan konversi ransum. Sedangkan pada kualitas telur hanya terlihat dari bobot telur. (Performance and egg quality of laying hen given peat water and non peat water) ABSTRACT. The aim of this study was to evaluate the performance and egg quality of laying hens given peat water (PW) and non-peat water (NPW). This study used 30 laying hens strain lohman brown aged 15 months with commercial ration feeding. The study consisted of two groups of chickens with 15 chickens each. The first group was given PW and the second group was given NPW. The variables observed were water consumption, feed consumption, egg production and mass, FCR, egg weight, albumin and yolk index, egg shell thickness and haugh unit value. Data obtained were analyzed using t-test to determine the differences between treatment groups. The results showed that water consumption, feed consumption and FCR were statistically difference. The daily water consumption in PW treatment (286.57 ml/bird/day) was higher than in NPW treatment (264.24 ml/bird/day), as was ration consumption (98.82 g/bird/day vs 90.10 g/ bird/day). While the ration conversion in PW treatment (2.71) was better than that of NPW treatment (3.18). In the egg quality variable, only egg weight showed a significant difference. Egg weight in PW treatment (55.85 g/egg) was higher than in NPW treatment (54.18 g/egg). The conclusion of this experiment was the given peat water to laying hens was able to improve the production performance, indicated by water consumption, feed consumption and FCR. Meanwhile, the quality of eggs can only be seen from the egg weight.
Co-Authors A.S. Satyaningtijas Abdul Alim Yamin Agasi, Satri Yusasra Agpretasia, Yodilla Ahmad Furqon Ainul Khadija Saleema Alfiansyah, Teuku Muhammad Alifiya, Qorina Apriadi Pasaribu Arief, Irma Isnafia Aryani Satyaningtijas Asep Gunawan Asma'ul Fitriana Nurhidayah Asmaul Fitriana Nurhidayah Asmaul Fitriana Nurhidayah C Sumantri C Sumantri Cece Sumantri Damhuri Damhuri Daryatmo Daryatmo David Anwar Dawanto, Jirfan Dede Kardaya Desrayni Hanadhita Dewi Kartika Dhini Nova Widyasari Dwi Nurhidayah Zubaidah Edi Erwan Elok Budi Retnani Erwan, Edi Fitra, Deni Fredi Kurniawan Guslian Abdul Basir Harahap, Ahmad Saleh Hariono Hariono Hariono Hariono Hasrin Hayu Fitriyani HERA MAHESHWARI I wayan Teguh Wibawan Ida Ayu Putu Sri Widnyani Insan Mujahid Afnan Irma Isnafia Arief Irwan Oktoni Isyana Khaerunnisa Jakaria Jakaria Jefri Naldi Jonathan Anugrah Lase Jumadin, La Kaiin, Ekayanti Mulyawati Khusnul Khatimah koekoeh santoso Komariah (Komariah) La Jumadin Lailatul Rohmah Lili Darlian Luki Abdullah Mala Nurilmala Maryce Agusthinus Walukou Mauludi, Muhammad Rifqi Melly Pratiwi Setyawati Melly Pratiwi Setyawati Muhamad Najibulloh Muhammad Amrullah Pagala Muhsinin, Muhammad Nahrowi Nahrowi Nambut, Yohanes Baptisto Nensy Tri Putri Nurhidayah, Asma'ul Fitriana Priyambodo, Danang R. Iis Arifiantini Ria Ariyanti Rita Mutia Rudi Afnan Sadarman Sadarman Salundik Salundik Silaban, Yosua Kristianto Siti Aminah Sri Darwati sri murtini . Sri Purwanti St Chadijah St. Chadijah Tarigan, Indri Nur Krisna Teguh Rafian TIKE SARTIKA Tuti Suryati Wahyuni Wahyuni Wahyuni Wahyuni Yani Fatriana Yulvian Sani Yusman Setiawan Zakiah Wulandari