Claim Missing Document
Check
Articles

PERANCANGAN SISTEM KERJA BAGIAN CUSTOM CLEARANCE PT. GEX DENGAN METODE WORK LOAD ANALYSIS DANAR SAPUTRA; BASUKI ARIANTO BASUKI ARIANTO; W. TEDJA BHIRAWA
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 9, No 1 (2020): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (768.883 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v9i1.484

Abstract

ABSTRACT PT. GEX is a company engaged in export and import services. at this time the systemof division of labor was not made properly which resulted in several problems in shippingcontainers. some employees often get very heavy workloads that result in late containerspending. this problem will be analyzed using the work load analysis method. Based on theresults of observation data on pt. gex will be calculated using the work load analysis method.The results of data analysis that have been processed are known to be at the initialoperational conditions of input productive percentage of 66% and non-productive 34%,operational output 70% and 30%, and operational finishing 68% and 32%. After analysisbecame operational input 79.53%, operational output was 86.10%, operational finishing was83.64%. This custom clearance operational analysis shows that the result is less training byPT. GEX thus causing a delay in the shipping process.Key Word : Work Load Analysis (WLA), sistem kerja, custom clearance
ANALISIS PERFORMANSI PEMELIHARAAN GENERATOR SET (GENSET) DENGAN METODE TPM (TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE) UNTUK MENINGKATKAN KINERJA DI PT. LATIVI MEDIA KARYA DENI ROSIYANTO PAMUNGKAS; W.TEDJA BHIRAWA; BASUKI ARIANTO
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 8, No 1 (2019): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.398 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v8i1.803

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh fenomena yang sedang terjadi di Perusahaan. Penggunaan peralatan listrik saat ini sudah menjadi kebutuhan mendasar terutama kepada industri media dan perkantoran yang menggunakan berbagai peralatan listrik untuk mendukung operasi kerja. Penelitian ini bertujuan Untuk menentukan waktu pemeliharaan dan banyaknya kegagalan dihitung dengan menggunakan rumus MTBF, MTTR dan Availability. Sehingga didapatkan hasil untuk pemeliharaan mesin.dan Menyediakan spare part yanglengkap Hasil analisis data kegagalan mesin tidak evektif dalam perbaikan mesin sehingga perlu di lakukanya perubahan perawatan/pemeliharaan untuk mesin genset 03 adalah MTBF 201,54 jam , MTTR 3,5Jam dan availability 94 % dari hasil perhitungan maka pemeliharaan genset 03 dilakukan 1 kali sehari.Oleh karena itu, hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Dengan penerapan TPM yang konsisten dan benar, maka kinerja dari genset 03 akan menjadi lebih baik dan dapat meminimalisir terjadinya kerusakan.Kata Kunci : Pemeliharaan Genset, MTBF, MTTR, Availability.
ANALISIS EFISIENSI BIAYA PERAWATAN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN ANTARA PENGGANTIAN ATAU PERAKITAN BRAKE BOEING 737-300 DENGAN PERHITUNGAN BIAYA PERAWATAN DI PT. TRIGANA AIR SERVICE MUHAMAD LUTFI ARDIASYAH; WASPADA TEDJA BHIRAWA; ERVINI MELADIYANI
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 11, No 1 (2022): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.353 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v11i1.895

Abstract

PT. Trigana Air Service merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa Air Charter dan penerbangan komersil. Besarnya biaya perawatan yang dikeluarkan oleh perusahaan membuat membengkaknya pengeluaran dari perusahaan, sehingga dirasa perlunya perbaikan dalam melaksanakan perawatan terutama pada saat ingin mengambil kebijakan keputusan antara perbaikan atau pembelian alat/mesin baru. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data penggunaan brake Boeing 737- 300 dalam interval waktu Januari sampai Desember 2019, data mengenai jumlah biaya penggantian tiap komponen dalam setiap perakitan brake Boeing 737-300 dalam interval waktu Januari sampai Desember 2019, biaya tenaga kerja dalam setiap perakitan brake. Kemudian menghitung Biaya perawatan berdasarkan interval waktu dan menghitung biaya penggantian. Dari perhitungan biaya perawatan berdasarkan interval waktu didapat total biaya sebesar Rp. 3.552.530.421, dari perhitungan biaya penggantian didapat total biaya sebesar Rp. 4.013.178.822 didapatkan selisih biaya yang cukup jauh yaitu sebesar Rp. 460.648.401, dengan demikian diketahui bahwa perakitan jauh lebih efisien dari segi biaya dibandingkan penggantian. Kata kunci : Perawatan, Penggantian, Biaya Perawatan Berdasarkan Interval Waktu, Biaya Penggantian
PROSES PENGECORAN LOGAM DENGAN MENGGUNAKAN SAND CASTING Waspada Tedja Bhirawa
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 4, No 1 (2015): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.399 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v4i1.826

Abstract

Coran dibuat dari logam yang dicairkan, dituang ke dalam cetakan, kemudian dibiarkan mendingin dan membeku. Sejarah pengecoran dimulai ketika manusia mengetahui cara mencairkan logam dan cara membuat cetakan. Kegiatan pengecoran meliputi pembuatan cetakan, persiapan dan peleburan logam, penuangan logam cair kedalam cetakan, pembersihan coran dan proses daur ulang pasir. Produk pengecoran disebut coran atau benda cor. Berat coran itu sendiri berbeda-beda, mulai dari beberapa ratus gram sampai beberapa ton dengan komposisi yang berbeda dan hampir semua logam atau paduan dapat dilebur dan dicor Salah satu proses pengecoran adalah dengan menggunakan sand casting. Yaitu penggunaan pasir cetak dalam membuat produk. Kebanyakan pasir yang digunakan dalam pengecoran adalah pasir silika (SiO2). Pasir merupakan produk dari hancurnya batu-batuan dalam jangka waktu lama. Alasan pemakaian pasir sebagai bahan cetakan adalah karena murah dan ketahanannya terhadap temperature tinggi. Tahapan pengecoran logam dengan cetakan pasir:Pembuatan pola, sesuai dengan bentuk coran yang akan dibuat; Persiapan pasir cetak; Pembuatan cetakan; Pembuatan inti (bila diperlukan); Peleburan logam; Penuangan logam cair ke dalam cetakan; Pendinginan dan pembekuan; Pembongkaran cetakan pasir; Pembersihan dan pemeriksaan hasil coran; Proses pengecoran selesai. Keuntungan dari sand casting adalah: Memungkinkan produksi yang bersifat massal, dengan membuat master dari produk kemudian di tiru dengan menggunakan lilin dan dijadikan pola untuk cetakan pasir, maka akan dapat diproduksi massal, Dapat memproduksi bentuk yang tipis, atau berbentuk rumit, salah satu kelebihan cetakan pasir adalah kemampuan untuk mengakomodasi bentuk-bentuk tipis dan rumit. Meminimalisir surface finisfing, denga keakuratan dari cetakan pasir , maka, proses finishing akan berkurang. Dapat mempertahankan keakuratan dari benda yang diproduksi , mengingat sand casting hanya sekali pakai Reusabilitas, kemampuan pasir (dari pecahan cetakan) untuk digunakan kembali (didaur ulang). Sedangkan kelemahan nya adalah: Proses pengecoran terlalu panjang, sehingga tidak bisa menghasilkan produk dengan cepat. Membutuhkan pasir cetak yang kualitasnya bagus, dan tentunya biaya cukup mahal. Ukuran dari produk tidak terlalu besar, mengingat proses pembuatan dengan pasir cetak rentan pecah.Kata kunci: Pengecoran Logam, Sand Casting
ANALISIS PENINGKATAN EFISIENSI ENERGI & PENURUNAN BIAYA PENERANGAN PADA HIGH RISE BUILDING DENGAN METODE LIFE CYCLE COST ANALYSIS (LCCA) EKO PRASETIONO; KAREL L. MANDAGIE; W.TEDJA BHIRAWA
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 7, No 2 (2018): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (944.086 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v7i2.808

Abstract

Penerangan merupakan salah satu kebutuhan primer manusia dimanapun berada, karena dengan adanya penerangan itu akan sangat membantu aktivitas danproduktivitas manusia. Dalam pembangunan sebuah gedung, pemilik gedung pasti dihadapkan dengan berbagai alternatif dalam melakukan pemilihan suatu material, produk ataupun sistem gedung. Selain aspek teknis, biaya pun turut menjadi aspek penting yang perlu menjadi salah satu pertimbangan. Apakah penggunaan LED pada sistem lampu penerangan dapat menghemat energi menurut Teori LCCA (Life Cycle Cost Analysis)? Penelitian ini menggunakan metode LCCA (Life Cycle Cost Analysis) mengetahui pilihan alternatif yang lebih hemat diperlukan metode penghitungan, salah satunya adalah dengan). LCCA menghitung keseluruhan biaya mulai dari biaya awal, biaya penggantian, biaya operasional dan pemeliharaan, nilai sisa, dan biaya lain-lain. Metode LCCA menghitung estimasi biaya pada tahun ke-n dalam nilai saat ini (present value). Peneliti melakukan studi kasus yang membandingkan penggunaan lampu CFL (CompactFlourescence Lamp) dengan lampu LED. Daya lampu-lampu tersebut perludihitung apakah benar lampu tersebut hemat, dan seberapa besar penghematannya. Kesimpulan penelitian ini menggunakan metode LCCA dari 2 alternatiflampu yang direkomendasikan. Lampu yang diteliti adalah CFL dan lampu LED. Hasilnya, lampu LED terpilih menjadi lampu pengganti CFL dengan penghematan biaya hingga sebesar Rp.297.051.982 dalam kurun waktu 5 tahun dan penghematan daya sebesar 73.569,6 KwH pertahun dari lampu CFL yang digunakan di apartemen The Peak at Sudirman.Kata Kunci : Life Cycle Cost Analysis (LCCA), LED, CFL.
PERANCANGAN ULANG TATA LETAK FASILITAS DI CAFÉ “HOME 232” CINERE AZAM CHAERUL; BASUKI ARIANTO; W.TEDJA BHIRAWA
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 8, No 2 (2019): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.746 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v8i2.799

Abstract

Home Cafe 232 is a Cafe engaged in food and beverages and various coffees on Jl H.Therin 1 pangkalan jati Cinere Depok West Java. The problem that exists in this restaurant is the track that is passed by consumers and less efficient servants that cause congestion on the track and this restaurant has not been able to meet demand optimally. Because the layout is still inaccurate, where to make material transfers between departments, the distance needed is far enough so that it takes a long time. Besides that, in setting the layout of production facilities in this restaurant only using experience, this causes the service flow to seem irregular and the coordination relationship between parts is less effective, such as the location of bar / waiters that are too far from the living room. Cashier near the warehouse. With the existence of these problems, the research is carried out with the From To Chart (FTC) method and Activity Relationship Chart (ARC) in the hope of minimizing the length of material trajectory distances and consumers which indirectly can increase the effectiveness and efficiency of work and service flows seem more regular. The layout design results obtained the length of distance in the initial conditions of 133.5 m, while the length of the track distance at the condition of the proposal amounted to 125 m. This means that in the design of the proposed condition layout using the From To Chart (FTC) method and Activity Relationship Chart (ARC) can minimize the length of the path by 8.5 m, from the initial layout conditions.Keywords: Restaurant Layout, Method Of From To Chart (FTC) Method And Activity Relationship Chart (ARC)
OPTIMASI PENJADWALAN PROYEK PEMBANGUNAN KANTOR CABANG PT VMF SERANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE CPM & PERT BAYU SEKTI AJI; WASPADA TEDJA BHIRAWA; DARMAWAN YULIANTO
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 11, No 1 (2022): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.701 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v11i1.891

Abstract

PT. VMF sebagai salah satu perusahaan yang bergerak dibidang jasa pembiayaan yang berkantor pusat di Jl. Pecenongan Raya no 84, Gambir, Jakarta pusat, Perusahaan seringkali mendapatkan masalah dalam waktu penyelesaian proyek karena waktu penyelesaian tidak sesuai dengan waktu yang telah direncanakan sebelumnya. Oleh karena itu di perlukan analisis penjadwalan proyek sehingga dapat diketahui berapa lama proyek tersebut dapat diselesaikan dan mengetahui biaya peercepatan keseluruhan biaya tenaga kerja dengan menggunakan metode CPM & PERT. Tahapan dalam menganalisa proyek pembangunan kantor cabang PT. VMF yaitu: menentukan tahapan kegiatan, gantt chart, jalur lintasan, jalur kritis, menghitung biaya percepatan waktu kerja, dengan menggunakan metode CPM & PERT. Bentuk jaringan kerja Proyek Pembangunan Kantor kantor cabang PT. VMF yaitu: Pekerjaan Persiapan & Bongkaran - Pekerjaan tanah, galian, urugan, pasangan - Pekerjaan struktur & beton bertulang - Pekerjaan dinding - Pekerjaan atap - pekerjaan instalasi listrik - pekerjaan lantai - pekerjaan plafond - pekerjaan pintu dan jendela - pekerjaan finishing, dll dengan lama proyek 112 hari Kata Kunci : Proyek, CPM & PERT, Waktu Proyek, Biaya Proyek
PERANCANGAN MEJA LAPTOP PORTABLE PIPA PARALON (PVC) UNTUK MAHASISWA BERDASARKAN PRINSIP ERGONOMI FITRIA NURAUHATH; BASUKI ARIANTO; W. TEDJA BHIRAWA
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 10, No 2 (2021): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.578 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v10i2.788

Abstract

Perkembangan teknologi saat ini semakin meningkat seiring dengan semakin bertambahnya keinginan manusia. Laptop sudah menjadi teman dekat dalam segala aktivitas Kadang kala kita sering menggunakan laptop ditempat tidur atau memangkunya dalam jangka waktu yang lama. Dalam kegiatan tersebut ada beberapa faktor yang sangat potensial menimbulkan kerusakan atau ketidaknyamanan sewaktu kita menggunakan laptop, maka diperlukan perancangan alat pembantu atau meja kerja laptop portable yang bisa memenuhi kebutuhan mahasiswa. Maka dari itu diperlukan perancangan alat yang dapat digunakan sesuai dengan ergonomi sesuai dengan data anthropometri pengguna sehingga nyaman untuk digunakan. Prosedur penelitian diawali dengan membagikan kuisioner keluhan dan keinginan mahasiswa yang dibagikan secara acak, membagikan kuisioner Nordic Body Map, melakukan identifikasi meja laptop portable, dan pengumpulan data anthropometri, yang kemudian diinterpretasikan menjadi keluhan pengguna. Setelah itu, tahapan berikutnya mengenai pengolahan data anthropometri, konsep perancangan berdasarkan kebutuhan, ide, keputusan dan Tindakan, pembuatan prototype, uji coba prototype, perhitungan Teknik, pemilihan material dan estimasi biaya. Hasil penelitian didapatkan rancangan meja laptop portable yang memiliki kelebihan bisa dilipat, hemat biaya dan nyaman digunakan dengan Lebar Meja 43,3 cm dengan menggunakan P50, panjang meja 71.7 cm dengan menggunakan P50, tinggi meja 29,8 dengan menggunakan P50. Total biaya yang dibutuhkan Rp 150.000,00. Rancangan meja laptop portable dapat mengurangi keluhan pengguna dengan rancangan ergonomi.Kata Kunci: Ergonomi, Anthropometri, Nordic Body Map, Meja Laptop
PERANCANGAN JALUR HIDRAN PADA GUDANG PERSEDIAAN MATERIIL BEKMATPUS LANUD HALIM PERDANAKUSUMA HENDRIKA YUNIARTO; W. T. BHIRAWA
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 6, No 2 (2017): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.577 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v6i2.221

Abstract

Bekmatpus (Pembekalan Materiil Pusat) adalah satuan yang bertugas mendukung logistik TNI AU. Bekmatpus mempunyai tugas membina dan menyelenggarakan fungsi distribusi logistik yang meliputi penerimaan, penyimpanan dan penyaluran materiil dalam rangka mendukung tugas pokok TNI AU. Bangunan – bangunan di Bekmatpus salah satunya terdiri dari beberapa gudang dengan ukuran 25 x 12 meter persegi yang berjumlah 15 gudang, dengan luas wilayah kurang lebih 3 hektar. Hingga saat ini Bekmatpus masih belum mempunyai sistem pemadam kebakaran menggunakan hydrant.Hidran adalah sistem perlindungan api aktif yang disediakan di sebagian wilayah perkotaan, pinggiran kota dan pedesaan yang memiliki pasokan air cukup yang memungkinkan petugas pemadam kebakaran menggunakan pasokan air tersebut untuk memadamkan kebakaran. Sumber air hidran berasal dari tempat penampungan air tersendiri atau saluran air lainnya yang dialirkan melalui pompa dan didistribusikan menggunakan pipa. Metode yang dipakai dalam menentukan panjang pipa yang paling optimal adalah Algoritma Floyd Warshall. Metode tersebut merupakan algoritma yang mengambil jarak minimal dari suatu titik ketitik lainnya. Pada algoritma ini menerapkan suatu algoritma dinamis yang menyebabkan akan mengambil jarak lintasan terpendek secara benar. Algoritma Floyd Warshall ini juga bisa diterapkan pada sebuah aplikasi pencari rute jalan yang terdekat dari suatu daerah ke daerah lainnya dengan metode ini hasil yang didapat bisa lebih optimal Dengan 4 (empat) alternatif pilihan jalur pipa dan dengan 2 (dua) pilihan letak water tank maka, berdasarkan perhitungan ditentukan untuk peletakkan hydrant sebanyak 8 buah guna menanggulangi bahaya kebakaran dengan jumlah material pipa dengan jalur pipa pada usulan 1a yaitu dengan rumah pompa dan water tank di dekat Mako Bekmatpus, dibutuhkan pipa sepanjang 325 meter, sedangkan pada usulan 1b yaitu dengan rumah pompa dan water tank di dekat Mako Bekmatpus, dibutuhkan pipa sepanjang 299 meter, dan pada usulan 2a dengan rumah pompa dan water tank di dekat Gudang Sambung dibutuhkan pipa sepanjang 385 meter, sedangkan pada usulan 2b dengan rumah pompa dan water tank di dekat Gudang Sambung dibutuhkan pipa sepanjang 355 meter, maka dari perhitungan tersebut usulan perancangan yang paling optimal adalah usulan perancangan 1b, dengan hanya menggunakan pipa sepanjang 299 meter.Kata kunci : Hidran, Gudang, Jarak Terpendek
OPTIMALISASI PEMBANGUNAN PROYEK APARTEMEN SGC CIBUBUR DENGAN MENGGUNAKAN METODE PRECEDENCE DIAGRAM METHOD (PDM) ARIZAL NURHIDAYAT; BASUKI ARIANTO; W. TEDJA BHIRAWA
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 10, No 1 (2021): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.429 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v10i1.706

Abstract

PT JG Tbk which is engaged in building construction. This company was founded in 1980, although it has been around for decades, and has experienced various types of building construction models. Companies often experience work delays at the time of implementation, because the delay in project work is not carried out right at the time of the agreement. Therefore, it is necessary to analyze the project scheduling so that it can be seen how long the project can be completed. The stages at the completion of the SGC project on floors 3 to 5, namely: determining the stages of activities, compiling new networks, making precedence diagram method activities, estimating manpower costs. In the case of the construction of the SGC Cibubur apartment floors 3 to 5 floors. With scheduling data from the company, which is for 497 days, the wages of masons, workers and foremen are Rp. 5,886,132,300.00 with the calculation of wages for mason workers, kenek and foremen using the PDM method of Rp. 5,401,080,000.00 savings in labor wages to Rp. 485,052,300.00 from the results of calculations using the PDM method is far more optimal than the calculations used by the company. Keywords: Project, Critical Path, Networking Diagram, Precedence Diagram Method (PDM)
Co-Authors Achmad Takbiriyantono adi septian, jamal Adi Wibowo, Sunar AGUNG TRIWIBOWO Agus Sugiharto ALDY ALFRIANSYAH Arie Rahmadi ARIZAL NURHIDAYAT AYUB SUDRAJAT AZAM CHAERUL Bahrinudin BASUKI ARIANTO BAYU SEKTI AJI BUDI SUMARTONO CHRISTOFEL, JHON KEVIN Cindy Fenora Cuk Hendradinata DANAR SAPUTRA Daniel Simanjuntak DARMAWAN YULIANTO Dea Hamdallah DENI ROSIYANTO PAMUNGKAS Dikatama T DIMAS ARIEF BUDIANTO DIMAS SATRIO DONY DRAJAT PANGESTU DUTA, ALFONSUS FATMA ASTANA Eko Prasetiono Erfin Indrawan Ramadhan ERVINI MELADIYANI ERWIN WIJAYANTO FADEL MUHAMAD FIKRI FARAH KRISDIANA FITRIA NURAUHATH Gianina Mulia B. Sembiring Hari Moekti Wibowo HARI MOEKTIWIBOWO HENDRIKA YUNIARTO IKBAL NUGRAHA Indra Mawan Indramawan INDRAMAWAN INDRAMAWAN Indramawan, Indramawan Jaenal Abidin JAMAL ADI SEPTIAN JANAMPA, MELINUS KAREL L MANDAGIE KAREL L. MANDAGIE KAREL MANDAGIE KN , Nurwijayanti Lionil Radityo LUTHFAN DWI RAMDAN LUTHFI CHAERUL UMAMM M A Bintoro Dibyoseputro M. A. Bintoro Dibyoseputro Magai, Erna MANDAGIE, KAREL L. Manik, Anjoe Mayori, Ersha MUH FIKRY SONDENG MUHAMAD AJRUL KAMSIN MUHAMAD LUTFI ARDIASYAH MUHAMMAD JAZWIR Muhammad Ridho MUHDHOR, FAHMA DIANA NUGRAHA, I PUTU ODHI BAGUS NUR IMAN, DHAVA HAIQAL Nurjaman Nurjaman Nurwijayanti Nurwijayanti Kusumaningrum PRASETYO MARGIYANTO RAHAYU NINGRUM Randi Maulana RANGGA, MUHAMAD Riki Kurniadi RIZAL RIANA RONY NAWE ROSULUDDIN, ADHE ALVIN Sari, Debbie Kemala Septian, Jamal Adi SIANIPAR, MALINITIN Situngkir Obrin SUMARTONO, BUDI Sungkono SUNGKONO SANUSI Sungkono Sungkono SURYANA, HILMAN Suryani Suryani Syamsunasir T. Dikatama Tia Dikatama Tsania Triono Triono Wardaya Yoga Bimantara, Anrianus YUDI SOSIALISMAN