Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Pengaruh Program Pelatihan Keamanan Kesehatan Kerja terhadap Tingkat Pengetahuan Keamanan Kesehatan Kerja Waspada Tedja Bhirawa; Situngkir Obrin
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 2 (2013): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v2i0.679

Abstract

Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan satu kunci kesuksesan dalam berbagai industri. Suatu perusahaan yang bonafid dan professional selalu menganggap K3 ini sebagai suatu elemen yang sangat penting bagi kemajuan perusahaan tersebut. Dari hasil analisis dan pembahasan dapat di simpulkan sebagai berikut: Koefisien korelasi rxy sebesar 0,421 menunjukan adanya hubungan korelasi positif atau hubungan yang cukup erat antara penerapan Program Keselamatan atau hubungan yang cukup erat antara Penerapan Program keselamat dan Kesehatan Kerja dengan peningkatan Produktivitas Kerja. Peningkatan Produktivitas kerja karyawan PT. Star Energy sebesar 17,7% dipengaruhi oleh keberhasilan penerapan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak masuk dalam parameter penelitian. Kata kunci  : Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Produktivitas, SDM
ANALISIS SISTEM DAN PROSEDUR IMPOR PRODUK ELEKTRONIK LIFE GOOD (LG) INCOTERM CIP DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN DMAIC PADA PT. PANTOS LOGISTIK INDONESIA CIBITUNG JAWA BARAT Cindy Fenora; Waspada Tedja Bhirawa; Budi Sumartono; Basuki Arianto
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 11, No 2 (2022): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v11i2.950

Abstract

PT. Pantos Logistik Indonesia adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang freight forwarding yang memberikan jasa ekspor, impor, penyewaan trucking, penyewaan gudang dan penyewaan kontainer. Barang utama yang dimpor adalah finish goods LG (Life Goods) yaitu Washing Machine, Refrigerator dan LCD LED monitor Namun dalam setiap proses dokumen impor tersebut tidak terlepas dari reject berupa terjadinya perbedaan tanggal, terjadinya kesalahan kode barang pada saat menginput dokumen baru, terjadinya perbedaan HS. CODE dengan jenis produk, dan delay kapal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prosesimpor dan menemukan penyebab terjadinya reject dan memberikan usulan perbaikan dalam proses impor di PT. Pantos Logistik Indonesia dengan menggunakan metode DMAIC dan analisis 5W+1H. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan beberapa langkah pengumpulan data, baik data primer maupun data sekunder. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa pada proses impor finish goods terdapat empat jenis penyebab reject yang menjadi CTQ kunci, yaitu terjadinya perbedaan tanggal, terjadinya kesalahan kode barang pada saat menginput dokumen baru, terjadinya perbedaan HS. CODE dengan jenis produk, dan delay kapal. Kinerja PT. Pantos Logistik Indonesia pada bulan Januari sampai April 2021 memiliki nilai sigma 2,24. Berdasarkan diagram pareto diketahui penyebab reject yang paling tertinggi adalah terjadinya perbedaan tanggal yaitu 43% untuk kesalahan input kode GSI di system sebanyak 22% perbedaan HS.CODE pada jenis barang sabanyak 21%, dan untuk delay kapal 14%. Analisis menggunakan fishbone Diagram dapat ditemukan faktor-faktor penyebab reject adalah Man, Method, Material dan untuk improve menggunakan analisis 5W+1H (What, Who, When, Why, Where, dan How, mencari prioritas alternatif perbaikan untuk mengurangi kegagalan proses. sehingga setelah rencana perbaikan diterapkan pada proses impor dokumen finish goods diharapkan dapat mencapai zero reject. Kata kunci: DMAIC, Reject, Six sigma, CTQ, Pareto Chart, Fishbone Diagram, Analisis 5W+1.
SISTEM HIDROLIK PADA MESIN INDUSTRI W. Tedja Bhirawa
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 6 (2017): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v6i0.756

Abstract

Sistem hidrolik memiliki peranan penting dalam dunia industri masa kini baik dalam industri pangan, manufaktur, pembangkit listrik, dan sebagainya. Sistem hidrolik memiliki banyak keuntungan dan kemudahan diantaranya adalah fleksibel, variatif, dan berefisiensi tinggi. Dalam pengaplikasiannya, sistem hidrolik mengkombinasikan silinder hidrolik dengan aktuator mekanis ataupun elektronis yang bertujuan agar memiliki fungsi yang lebih spesifik. Pada mulanya pengontrolan sistem hidrolik dilakukan secara manual menggunakan rangkaian saklar, kemudian berkembang menggunakan rangkaian kontaktor dan relay. Namun kedua metode tersebut membutuhkan banyak rangkaian kabel dan komponen yang rumit. Sehingga akan menyulitkan ketika ingin mengubah pengaturan sistem hidrolik. Hal tersebut tentu membutuhkan banyak waktu dan tenaga.Prinsip dasar sistem hidrolik berasal dari hukum pascal, dimana tekanan dalam fluida statis harus mempunyai sifat-sifat sebagai berikut: 1)Tekanan bekerja tegak lurus pada permukaan bidang.2)Tekanan disetiap titik sama untuk semua arah.3)Tekanan yang diberikan kesebagian fluida dalam tempat tertutup,  merambat secara seragam ke bagian lain fluida. Menurut hukum kekentalan energi : pada setiap titik sepanjang aliran dalam pipa, energi hidrolis adalah konstan. Pengurangan atau kehilangan energi akan dirubah dalam bentuk energi lain, sehingga untuk persamaan energi untuk titik 1 dan titik 2 sebagai berikut :   Dalam sebuah sistem hidrolik akan didapatkan keuntungan-keuntungan bila dibandingkan dengan sistem mekanik antara lain :1.Pemindahan gaya dan daya lebih besar.2.Pengaturan arah, kecepatan dan tekanan dapat dilakukan dengan mudah. Sehingga gerakan bisa lebih teratur.3.Suatu pembalikan arah secara cepat dapat dilakukan dengan mudah. 4.Pemindahan gaya dapat dilakukan ke tempat yang jauh , yaitu dengan memasang jaringan pipa, tanpa mengganggu sistem yang lain.dan 5.Penempatan dan pengaturan komponen-komponen hidrolik lebih sederhana dan tidak diperlukan tempat yang besar.Sedangkan kerugian-kerugiannya adalah ;1.Bagian-bagian tertentu harus dibuat sangat cermat.2.Karena gesekan di dalam saluran-salurannya bisa menyebabkan oli panas dan ini akan menyebabkan perubahan viskositas oli.dan 3.Goyangan dan penyusutan pipa-pipa dan hose karena tekanan dapat menyebabkan lepasnya sambungan-sambungan.Kata kunci : Hidrolik, Pascal, Mesin Hidrolik Industri.
7. PERANCANGAN MEJA PENGELASAN YANG ERGONOMIS BERDASARKAN PENDEKATAN ANTROPOMETRI DAN RULA“RAPID UPPER LIMB ASSESSMENT” Riki Kurniadi; Basuki Arianto; Indramawan; W.Tedja Bhirawa
Jurnal TNI Angkatan Udara Vol 2 No 3 (2023): Jurnal TNI Angkatan Udara Triwulan Ketiga
Publisher : Staf Komunikasi dan Elektronika, TNI Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62828/jpb.v2i3.75

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk merancang meja pengelasan yang ada di bengkel las.Fasilitas meja pengelasan ini digunakan oleh operator las untuk membantu aktivitas pengelasanagar memiliki posisi tubuh yang nyaman, sebelum adanya meja pengelasan ini para operatorlas memiliki postur kerja yang mengharuskan operator las untuk jongkok dan membungkukkanbadan, sehingga postur tubuh operator las yang tidak nyaman pada saat melakukan prosespengelasan tersebut membuat postur punggung, lengan dan leher menjadi tidak nyaman. Alatini dirancang untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada operator las saat melakukan aktivitaspengelasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran postur kerja denganmenentukan penilaian level ketidaknyamanan postur tubuh. Gambaran postur kerja padaoperator las di bengkel las pada saat proses pengelasan menggunakan RULA. Mejapengelasan juga menggunakan metode antropometri dimana data yang dihasilkan dalampenelitian ini dilakukan dengan pengukuran dari 30 sampel masyarakat sekitar yang terdiri dariukuran panjang tangan (pt), tinggi pinggul (tp), rentang siku (rs), tinggi lutut (tl), setelahpengumpulan sampel data kemudian diolah untuk mendapatkan hasil yang sesuai denganantropometri pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa postur kerja tubuh operator las padasaat melakukan proses pengelasan berada pada postur kerja tidak ergonomis pada saatmengelas, sehingga posisi badan mengharuskan untuk berjongkok dan membungkukan badan.Level ketidaknyamanan penilaian pada saat melakukan proses pengelasan berada pada levelketidaknyamanan tinggi (high). Pengukuran data antropometri untuk penggunaan mejapengelasan yang ergonomis dilakukan untuk membuat operator las pada saat melakukanaktivitas pengelasan memiliki posisi yang nyaman. Ukuran dimensi meja pengelasan yang diukur sebagai berikut: Tinggi meja pengelasan 92,2 cm, lebar meja pengelasan 78,2 cm, dan panjangmeja pengelasan 92,4 cm.
8. PERANCANGAN TANGGA LIPAT SEBAGAI ALAT BANTUSERVICE BODY MOBIL YANG ERGONOMIS DENGAN PENDEKATAN REBA (RAPID ENTIRE BODY ASSESSMENT) Dea Hamdallah; Basuki Arianto; Erwin Wijayanto; W. Tedja Bhirawa
Jurnal TNI Angkatan Udara Vol 2 No 3 (2023): Jurnal TNI Angkatan Udara Triwulan Ketiga
Publisher : Staf Komunikasi dan Elektronika, TNI Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62828/jpb.v2i3.76

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk merancang tangga lipat sebagai alat bantu servicemobil yang ada dibengkel. Fasilitas tangga lipat sering digunakan para montir untuk memudahkanpara montir melakukan aktivitas pekerjaan. Sebelum adanya tangga lipat ini mengharuskan paramontir menopang dengan kedua kaki dan jangkauan tangan yang tinggi saat melalukakan servicebody mobil, sehingga montir yang melakukan aktivitas perbaikan memiliki postur kerja yang tidaknyaman. Permasalahannya adalah bagaimana dapat dirancang suatu Alat untuk mengurangirasa tidak nyaman pada montir saat melalukan aktivitas perbaikan. Tujuan penelitian ini adalahuntuk mengetahui gambaran postur kerja dengan menentukan penilaian level ketidaknyamananpostur tubuh. Gambaran postur kerja pada montir di bengkel pada saat sedang melakukanaktivitas perbaikan menggunakan REBA. Tangga lipat juga menggunakan metode antropometridimana data yang dihasilkan dalam penelitian ini dilakukan dengan penggukuran dari 30 sampelmahasiswa yang terdiri dari ukuran tinggi tubuh dalam posisi tegak (ttpt), lebar bahu (tb), tinggi lutut(tl), diameter genggaman tangan (dgt), setelah pengumpulan sampel data kemudian diolah untukmendapatkan hasil yang sesuai dengan anthropometri pengguna. Berdasarkan perhitungan data,persentil yang digunakan dalam perancangan tangga lipat yaitu P5, P50, P95. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa postur kerja tubuh montir pada saat melakukan aktivitas perbaiakan beradapada postur kerja tidak ergonomis seperti posisi tangan menjangkau keatas dan posisi kakimenopang ujung jari jangkauan sehingga posisi badan mengharuskan untuk menopang. Levelketidaknyamanan penilaian pada saat melakukan perbaikan berada pada level ketidaknyamanantinggi (high). Rancangan Tangga Lipat yang tepat untuk mengatasi ketidaknyaman para montiradalah dengan pengukuran data antropometri untuk penggunaan tangga lipat dilakukan untukmembuat para montir pada saat melakukan aktivitas perbaikan agar montir memiliki posisi yangnyaman. Ukuran dimensi tangga lipat yang di ukur sebagai berikut: Tinggi tangga 169,4 cm, lebartangga 41,40 cm, jarak tiap anak tangga 43,2 cm, dan pegangan tangga 4,97 cm.
5. ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN SUKU CADANG MAIN TIRE PESAWAT C-130 HERCULES SKADRON UDARA 31 MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) Gianina Mulia B. Sembiring; W. Tedja Bhirawa; Basuki Arianto; Indra Mawan
Jurnal TNI Angkatan Udara Vol 2 No 4 (2023): Jurnal TNI Angkatan Udara Triwulan Keempat
Publisher : Staf Komunikasi dan Elektronika, TNI Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62828/jpb.v2i4.82

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma padasalah satu Skadron Udara yang dimiliki oleh TNI Angkatan Udara yang mengawaki pesawatangkut berat yaitu C-130 Hercules. Pesawat C-130 Hercules adalah pesawat buatanLockheed Martin, Amerika Serikat. Tujuan penelitian adalah untuk menentukan metodeperamalan yang sesuai untuk memenuhi kebutuhan suku cadang Main Tire pesawat yangoptimal. Selanjutnya menghitung jumlah persediaan pengaman (safety stock) suku cadangMain Tire yang seharusnya disediakan perusahaan. Dan yang terakhir menghitung tingkatbiaya persediaan suku cadang Main Tire pesawat yang optimum berdasarkan EconomicOrder Quantity (EOQ). Pesawat C-130 Hercules sering digunakan untuk mendukungoperasional TNI Angkatan Udara, namun sempat terjadi kekosongan Main Tire maka dariitu perlu adanya penanganan persediaan agar kegiatan operasional menjadi optimal. Untukmenjaga persediaan suku cadang Main Tire pesawat. Metode penelitian yang digunakanuntuk Pengendalian Persediaan Main Tire pesawat ini menggunakan metode peramalanMoving Average, Exponential Smoothing, dan Seasonal Indeks. Selanjutnya Menghitungpersediaan Main Tire pesawat, dengan menggunakan metode Ecconomic Order Quanitity.Agar dapat mengetahui berapa persediaan Main Tire pesawat yang optimal, mengetahuiberapa Safety Stock dan titi Re-Order Point nya. Hasil perhitungan MSE, didapatkan hasilyang paling terkecil yaitu 50 dengan menggunakan metode Single Exponential Smoothing.Economic Order Quantity (EOQ) yang mendapatkan hasil sebesar 30, Frekuensi Pemesanan(I) sebesar 2 Kali. Total Biaya Persediaan (TIC) sebesar Rp.16.280.000, safety stock (SS)sebesar 8, dan Reorder Point (ROP) sebesar 11.
8. ANALISIS SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN AKTIF GUDANG ARSIP SETUMAU DALAM RANGKA MENGOPTIMALKAN PERLINDUNGAN TERHADAP BAHAYA KEBAKARAN Cuk Hendradinata; W. Tedja Bhirawa; Basuki Arianto; Darmawan Yulianto
Jurnal TNI Angkatan Udara Vol 2 No 4 (2023): Jurnal TNI Angkatan Udara Triwulan Keempat
Publisher : Staf Komunikasi dan Elektronika, TNI Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62828/jpb.v2i4.85

Abstract

Penelitian mengenai sistem Sistem Proteksi Kebakaran Aktif di Gudang arsipdari bahaya kebakaran. Mengingat betapa pentingnya nilai arsip-arsip yang disimpan dandihadapkan dengan besarnya potensi terjadinya kebakaran di Gudang Arsip Setumau,penulis berkeinginan membandingkan kondisi sistem proteksi kebakaran aktif yang ada diGudang Arsip Setumau saat ini dengan standar ketentuan yang berlaku. Berdasarkan SNI03-3989-2000, standar penempatan kepala sprinkler diatur dengan melihat tingkat klasifikasipotensi kebakarannya. Masing-masing tingkat klasifikasi potensi kebakaran memilikistandar luas lingkup maksimum dan jarak maksimum antara kepala sprinkler yang berbeda.Penempatan dan perencanaan penempatan kepala sprinkler pada pipa cabang (S) danjarak antara deretan kepala sprinkler (D), serta perhitungan jenis pompa dan kapasitas airuntuk pemadam. Dari hasi perhitungan, jumlah kebutuhan sprinkler dan jarak peletakannyadengan ukuran bangunan panjang 30 m, lebar 15 m, dan ketinggian langit-langit 5 m,jumlah sprinkler yang dibutuhkan sejumlah 50 sprinkler. Sprinkler ditempatkan di langitlangit dengan susunan sejajar dan arah pancaran ke bawah, dengan jarak peletakan antarsprinkler: 3 m. Sedangkan Jarak antar sprinkler dalam deretan satu pipa cabang, kemudianjarak antara deretan sprinkler pada satu pipa cabang dengan cabang yang berdekatan:3 m. Kemudian jarak antara sprinkler terujung di pipa cabang dengan dinding adalah 1,5m. Jarak antara deretan sprinkler di pipa cabang terpinggir dengan dinding: 1,5 m. Totalvolume air yang dibutuhkan gudang sprinkler di Gudang Arsip Setumau sejumlah 120.000liter dengan waktu operasional selama 30 menit. Jumlah estimasi kebutuhan air saatsprinkler beroperasi adalah 36.000 liter.
ANALISIS BIAYA PENGIRIMAN YANG OPTIMAL UNTUK MEMENUHI PERMINTAAN PRODUK DI GUDANG STO CAWANG MENGGUNAKAN METODE TRANSPORTASI CHRISTOFEL, JHON KEVIN; SUMARTONO, BUDI; MOEKTIWIBOWO, HARI; BHIRAWA, WASPADA TEDJA
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 13 No 1 (2024): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Telkom merupakan perusahaan publik yang bergerak di bidang teknologi informasi dan komunikasi. Pada tahun 2021, penjualan produk di STO Cawang mengalami peningkatan sehingga menyebabkan kekurangan stok produk. Jika terjadi kekurangan barang, gudang akan meminta dukungan dalam pengadaan barang dari STO lain. Namun saat ini STO Cawang masih belum menggunakan metode khusus untuk memperkirakan efisiensi pengiriman, sehingga seringkali menyebabkan tertundanya produk sampai ke konsumen dan juga meningkatkan biaya pengiriman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui metode yang dapat digunakan untuk mengoptimalkan efisiensi transportasi, cara penerapan metode tersebut dan tingkat efisiensi yang akan dicapai setelah penggunaan. Metode yang digunakan untuk menentukam sampel adalh metode sampling acak. Terdapat dua metode yang digunakan yaitu yang pertama untuk menghitung solusi awal menggunakan North West Corner Method. Kemudian untuk menghitung solusi akhir menggunakan metode Stepping Stone. Dari perhitungan pada penyelesaian awal, ternyata biaya transportasi yang semula Rp 386. 700 dapat dikurangi menjadi Rp 310. 000, sehingga terjadi pengurangan biaya sebesar Rp 76. 400Dari analisis pada penyelesaian akhir, ditemukan bahwa biaya transportasi telah turun dari Rp 386. 700 menjadi Rp 289. 700, mengalami penurunan sebesar Rp 88. 000 atau sekitar 23%.Kata kunci : Transportasi, North West Corner, Stepping Stone, STO Cawang
PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS RUANG PRODUKSI DENGAN METODE 5S PADA PT. SUMBER VAPOR ABADI NUR IMAN, DHAVA HAIQAL; MANDAGIE, KAREL L.; SARI, DEBBIE KEMALA; BHIRAWA, WASPADA TEDJA
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 13 No 1 (2024): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan Tata Letak Fasilitas Ruang Produksi dengan Metode 5S di PT Sumber Vapor Abadi” merupakan penelitian yang membahas mengenai Tata Letak Area Produksi. Tujuan awal dari penelitian ini berawal dari beberapa permasalahan yang terjadi pada ruang produksi juga kondisi tata letak yang merupakan titik dimana ruang produksi diharapkan menghindari kerugian di perusahaan dan meminimalisir biaya yang terjadi serta mempercepat operasional pada ruang produksi.Metode penelitian yang digunakan untuk pengaturan area produksi menggunakan pendekatan dasar konsep 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke). Penelitian ini dilakukan dengan model observasi secara berkala dimana dilakukan pengukuran jarak lintasan material untuk mengetahui kondisi area produksi dalam PT Sumber Vapor Abadi. Melalui metode ini, area produksi akan berjalan lebih terorganisir dan terpelihara sehingga dapat mengurangi peluang terjadinya pemborosan pada area produksi. Metode ini juga dapat mengontrol dan mempertahankan agar area produksi tetap teratur.Hasil dari penelitian ini adalah meningkatnya efisiensi alur produksi pada area produksi dan terciptanya area kerja yang efektif. Target produksi yang dicapai dengan tata letak awal  memiliki total jarak lintas sepanjang 150 m dengan menggunakan metode 5S dan Activity Relationship Chart (ARC) dapat meminimumkan jarak lintasan menjadi sebesar 143 m sehingga menghemat  jarak  7 m.Kata Kunci : Metode 5S, Activity Relationship Chart, Sistem Produksi Vape.
ANALISIS PENERAPAN PROGRAM KESELAMATAN KERJA UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KERJA DENGAN PENDEKATAN FAULT TREE ANALYSIS PADA GUDANG OCARGO NUGRAHA, I PUTU ODHI BAGUS; SUMARTONO, BUDI; WIJAYANTO, ERWIN; BHIRAWA, WASPADA TEDJA; INDRAMAWAN, INDRAMAWAN
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 13 No 1 (2024): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gudang operasional memerlukan operator untuk proses bongkar muat barang pengiriman dimana memerlukan pemeliharaan dari setiap sudut baik dari sisi kebersihan, fasilitas dan fungsi-fungsi peralatan pendukungnya. Dalam proses loading unloading barang dan benda ini tak lepas dari potensi bahaya terjadinya kecelakaan kerja. Penelitian ini akan mengidentifikasi bahaya kecelakaan kerja tersebut baik dari besarnya resiko, besarnya dampak yang ditimbulkan serta bagaimana langkah-langkah pencegahannya. Penelitian ini dilakukan dengan observasi selama 50 (Lima puluh) hari terhadap objek penelitian yaitu pada bagian bongkar muat barang di Gudang operasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi kecelakaan kerja yang terjadi sehingga dapat dilakukan pencegahannya. Dalam penelitian ini upaya untuk pencegahan terjadinya kecelakaan kerja akan dilakukan menggunakan metode Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control (HIRARC), dengan melakukan identifikasi bahaya (hazard identification) penilaian risiko (risk assessment) dan pengendalian risiko (risk control). Hasil penelitian ini menemukan fakta antara lain adalah terdapat risiko ekstrim pada aktifitas loading unloading. Nilai kemungkinannya (likelihood) adalah 4 dan nilai keparahannya (consequence) adalah 4 dengan skor 16 dapat mengakibatkan kaki terkena barang dan benda hingga retak atau memar pada area kaki dengan pengendaliannya adalah menggunakan safety shoes dekker yang sudah di rekayasa (engineering) layak dan sesuai standar agar tidak terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan atau kecelakaan kerja.
Co-Authors Abdul Multi Achmad Takbiriyantono adi septian, jamal Adi Wibowo, Sunar AGUNG TRIWIBOWO Agus Sugiharto ALDY ALFRIANSYAH Annisa Annisa ARIANTO, BASUKI Arie Rahmadi ARIZAL NURHIDAYAT AYUB SUDRAJAT AZAM CHAERUL Bahrinudin BASUKI ARIANTO BAYU SEKTI AJI Budi Sumartono BUDI SUMARTONO CHRISTOFEL, JHON KEVIN Cindy Fenora Cuk Hendradinata DANAR SAPUTRA Daniel Simanjuntak DARMAWAN YULIANTO Dea Hamdallah DENI ROSIYANTO PAMUNGKAS Dikatama T DIMAS ARIEF BUDIANTO DIMAS SATRIO DONY DRAJAT PANGESTU DUTA, ALFONSUS FATMA ASTANA Dwikatama Eko Prasetiono Erfin Indrawan Ramadhan Erika Merdiana Armono ERVINI MELADIYANI ERWIN WIJAYANTO FADEL MUHAMAD FIKRI FARAH KRISDIANA Fikri, Muhamad Azis FITRIA NURAUHATH Fitry Rizki Luthfiyah Kurniawan Gianina Mulia B. Sembiring Hamdi, Najmi Harfi, Razul Hari Moekti Wibowo HARI MOEKTIWIBOWO HENDRIKA YUNIARTO IKBAL NUGRAHA Indra Mawan Indramawan INDRAMAWAN INDRAMAWAN Indramawan, Indramawan Iskandar Iskandar Jaenal Abidin JAMAL ADI SEPTIAN JANAMPA, MELINUS KAPRI, MITTRA ABDI KAREL L MANDAGIE KAREL L. MANDAGIE KAREL MANDAGIE Kerta Widana Lionil Radityo LUTHFAN DWI RAMDAN LUTHFI CHAERUL UMAMM M A Bintoro Dibyoseputro M. A. Bintoro Dibyoseputro Magai, Erna MANDAGIE, KAREL L. Manik, Anjoe Mayori, Ersha MOEKTIWIBOWO, HARI MUH FIKRY SONDENG MUHAMAD AJRUL KAMSIN MUHAMAD LUTFI ARDIASYAH MUHAMMAD JAZWIR Muhammad Ridho MUHDHOR, FAHMA DIANA NUGRAHA, I PUTU ODHI BAGUS NUR IMAN, DHAVA HAIQAL Nurjaman Nurjaman Nurwijayanti Nurwijayanti Kusumaningrum PRASETYO MARGIYANTO RAHAYU NINGRUM Randi Maulana RANGGA, MUHAMAD Riki Kurniadi RIZAL RIANA RONY NAWE ROSULUDDIN, ADHE ALVIN SANUSI, SUNGKONO Sari, Debbie Kemala Septian, Jamal Adi SIANIPAR, MALINITIN Sitorus, Mido Ester Situngkir Obrin Suhanto, Suhanto Sungkono SUNGKONO SANUSI Sungkono Sungkono Supriadi, Eddy Suroso SURYANA, HILMAN Suryani Suryani Syamsunasir T. Dikatama Tia Dikatama Tsania Triono Triono Wardaya WIJAYANTO, ERWIN YANI, LISDA FITRI Yoga Bimantara, Anrianus YUDI SOSIALISMAN