Claim Missing Document
Check
Articles

SCHEDULE MAINTENANCE PENGGANTIAN KOMPONEN HOUSING VALVE PROPELLER CONTROL PADA PESAWAT C 130 H/S HERCULES BERDASARKAN PERHITUNGAN RELIABILITY DUTA, ALFONSUS FATMA ASTANA; BHIRAWA, WASPADA TEDJA; ARIANTO, BASUKI
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 13 No 2 (2024): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian mengenai kerusakan komponen Housing Valve Propeller Control  yang dapat diminimalisir dengan melakukan perhitungan reliability pada komponen Housing Valve Propeller Control  yang terpasang pada pesawat C 130 HS Skadron Udara 31 sehingga dapat diketahui schedule maintenance penggantian komponen Housing Valve Propeller Control  dari hasil perhitungan nilai kehandalan dengan mempertimbangkan analisis biaya pemeliharaan.Metode yang dilakukan dalam peneltian ini melalui metode statistik, pengukuran reliability dengan cara tersebut suatu perusahaan penerbangan dapat memiliki gambaran terhadap kondisi pesawat yang dimiliki (pesawat, engine dan komponen lainnya) sehingga mampu memprediksi perlakuan terhadap pesawat, engine dan komponen lainnya. Reliability dapat dihitung menggunakan rata - rata banyaknya kegagalan dalam waktu tertentu (failure rate). Selain itu reliability dapat dinyatakan sebagai lamanya waktu rata - rata antar kegagalan atau disebut Mean Time Between Failure (MTBF).Hasil pengolahan data dan perhitungan reliability diperoleh kesimpulan bahwa nilai kehandalan komponen Housing Valve Propeller Control C 130 Hercules dengan Mean Time Between Unschedule Maintenance (MTBUR) 6.000 jam memiliki nilai kehandalan yang sangat rendah. Sehingga frekuensi terjadinya kerusakan komponen Housing Valve Propeller Control C 130 Hercules Pesawat   C-130 HS di Skadron Udara 31 sangatlah tinggi. Dengan sisa umur ekonomis diatas 60% yaitu pada kategori baik, serta dari hasil perhitungan nilai kehandalan komponen Housing Valve Propeller Control C 130 Hercules dapat mencapai nilai di atas 60% pada perhitungan MTBUR 2000 jam hingga 2500 jam. Nilai kehandalan komponen Housing Valve Propeller Control C 130 Hercules dengan tingkat kehandalan di atas 60% terdapat pada penggantian 2000 dan 2500 jam. Kata Kunci : Housing Valve Propeller Control , Reliability, failure rate, Mean Time                       Between Failure
PENERAPAN INTEGRASI SISTEM ERP TERHADAP EFISIENSI PROSESPENGADAAN DENGAN PENDEKATAN TEKNIK INDUSTRI DI PT. GARUDA MAINTENANCE FACILTY AEROASIA TBK RANGGA, MUHAMAD; INDRAMAWAN, INDRAMAWAN; MUHDHOR, FAHMA DIANA; BHIRAWA, WASPADA TEDJA; ARIANTO, BASUKI
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 13 No 2 (2024): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the MRO industry, supply chain and inventory management are crucial aspects thataffect a company’s operational performance. An efficient procurement process ensures the availability of required spare parts and materials without causing overstock or stockout, which can disrupt operations. The integration of ERP systems at GMF AeroAsia allows the company to have better visibility into their supply chain, manage inventory in real-time, and optimize procurement processes more effectively. Thus, the implementation of ERP systems becomes a key strategy in supporting the company’s operational efficiency and competitiveness goals in the global market.An industrial engineering approach is applied to evaluate and improve the efficiency of the procurement process through the integration of ERP systems. Industrial engineering provides various analysis methods such as workflow analysis, time and motion study, and cost-benefit analysis to understand and improve business processes. At GMF AeroAsia, this approach helps identify bottlenecks in the procurement process, reduce cycle time, and optimize resource utilization. The results of this implementation not only improve operational efficiency but also reduce costs and increase customer satisfaction.This report aims to evaluate the impact of ERP system implementation on the efficiency of the procurement process at GMF AeroAsia. The expected outcome is a deeper understanding of the benefits of ERP system integration and identification of areas that require further improvement. This report will provide practical recommendations for GMF AeroAsia and other companies in the MRO industry considering similar implementations. Thus, this report is not only relevant to GMFAeroAsia but also to the development of the MRO industry as a whole, supporting increased efficiency and competitiveness in the digital era.Keywords : Enterprise Resource Planning, Supply Chain Management, Material Requirements Planning, GMF AeroAsia.
Socialization of Organic Waste Processing Using Composter Drum at SMAN 67 Jakarta Sungkono, Sungkono; Bhirawa, W. Tedja; Arianto, Basuki; Moektiwibowo, Hari; Mayori, Ersha
International Journal of Social Science and Community Service Vol. 3 No. 2 (2025): April
Publisher : CV. Proaksara Global Transeduka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70865/ijsscs.v3i2.69

Abstract

Waste is a form of problem that needs to be managed and carried out in an integrated manner from upstream to downstream so as not to cause environmental pollution. As part of the AdiwiyataSchool, SMAN 67 Jakarta has several working groups (pokja) including the Wast e Pokja, CompostPokja, and Hydroponic Pokja. However, the available solid compost fertilizer production facilities have not been optimally utilized and the working groups that are run have not run according totheir goals. The aim of this PKM activity is to educate students on the significance of converting waste into useful products, enhance the skills of teachers and students in making compost fertilizers, and support the Adiwiyata School program at SMAN 67 Jakarta. The target of thisactivity is the teachers and students of SMAN 67 Jakarta, especially those who are members of theCompost Pokja. The PKM implementation method consists of four stages: (1) Survey and analysis of partner needs, (2) Lecture-based material delivery, (3) Hands-on practice in processing organic waste into solid and liquid compost fertilizers, and (4) Evaluation based on participants' understanding of the material. The results of this PKM activity are as follows: (1) Participants' knowledge of waste processing into higher-value derivative products improved, as evidenced by an increase in pre-test and post-test scores from 79.45 to 85.04; (2) Participants developed skills in producing solid and liquid compost fertilizer for integration into the work program; (3) A composter drum was donated to SMAN 67 Jakarta to support its Adiwiyata School program.
PERANCANGAN ULANG TATA LETAK FASILITAS PERTAMBANGAN BATU BARU MENGGUNAKAN METODE ARC DI PT GPA SIANIPAR, MALINITIN; BHIRAWA, WASPADA TEDJA; ARIANTO, BASUKI; MOEKTIWIBOWO, HARI
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 13 No 2 (2024): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. GPA merupakan Perusahaan yang bergerak dibidang Pertambangan batubara terletak di Beringin Makmur II, Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan. Pertambangan batubara merupakan hal yang sangat berpengaruh bagi ketersediaan energi pada saat ini, baik digunakan sebagai pembangkit listrik, industrri pembuatan semen, maupun peleburan bijih besi. Hal ini membuat banyak perusahaan tambang meningkatkan produksi batubaranya untuk memenuhi permintaan pasar batubara. Dalam mencapai target produksi, kelancaran suatu kegiatan penambangan menjadi faktor yang paling utama, yaitu dengan cara meminimalkan kendala-kendala yang dapat menghambat kegiatan penambangan. karena tata letaknya masih kurang tepat, dimana workshop untuk melakukan perbaikan unit dan Gudang penyimpanan terkait perbaikan, dimana jarak yang dibutuhkan cukup jauh sehingga memerlukan waktu yang cukup lama. Dengan adanya permasalahan yang ada tersebut, maka dilakukan peneltian dengan metode Activity Relation Chart (ARC) dengan harapan dapat meminimalkan panjang jarak Perpindahanan antara Workshop dan gudang yang secara tidak langsung dapat mempersingkat jarak Perpindahan dalam penanganan perbaikan pada unit. Hasil perancangan layout diperoleh panjang jarak pada kondisi awal sebesar 6-9 km, sedangkan pada panjang jarak Perpindahanan pada kondisi usulan sebesar 3-4 km. Hal ini berarti pada perancangan layout kondisi usulan dengan menggunakan metode Activity Relation Chart (ARC) dapat meminimumkan panjang jarak Perpindahanan sebesar 9 km, dari kondisi awal.Kata Kunci : Tata Letak Fasilitas, Activity Relation Chart (ARC), Pertambangan Batubara
EVALUASI RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI SEKTOR INDUSTRI PENGENDALIAN HAMA MENGGUNAKAN METODE HIRADC adi septian, jamal; SURYANA, HILMAN; MOEKTIWIBOWO, HARI; BHIRAWA, WASPADA TEDJA
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 14 No 1 (2025): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Exposure to toxic chemicals, physical hazards from equipment use, and biological risks due to interaction with pests are among the potential threats to occupational safety and health in the pest control industry. As a company operating in this sector, PT. Zeta Pest Control is required to conduct a risk assessment to determine the level of hazards and establish effective control measures. This study employs the Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC) method to evaluate the likelihood, exposure, and consequences associated with various potential hazards encountered in pest management activities. The hazard identification process was applied to several work methods, including spot spraying, cold fogging, hot fogging, and rodent baiting. A risk assessment matrix was then utilized to analyze the risks based on three factors: likelihood, exposure, and severity of consequences. The results were categorized into priority levels, including high and very high risk. Control measures were determined according to the hierarchy of hazard control, which comprises elimination, substitution, engineering controls, administrative controls, and the use of personal protective equipment (PPE). The findings reveal that certain work methods pose very high risks, such as cold fogging with risk scores ranging from 900 to 1800, and hot fogging with a score of 900.Meanwhile, spot spraying and rodent baiting are classified as priority 1 and very high risk, with chemical exposure scoring 540 and bacterial contamination scoring 450. Based on inspections of work equipment, chemicals, PPE, general safety, and worker health, 72% of workers were deemed compliant, while 28% were non-compliant. Recommended control measures include replacing hazardous chemicals, improving ventilation systems, implementing stricter standard operating procedures, and ensuring appropriate PPE usage for each work method. Kata Kunci: Occupational Safety, Pest Control, HIRADC, Occupational Risk, Hazard Control
Perancangan Ulang Antropometer Posisi Duduk Yang Ergonomis Pada Laboratorium Teknik Industri Arianto, Basuki; Bhirawa, Waspada Tedja; Septian, Jamal Adi; Magai, Erna
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 14 No 1 (2025): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adanya kekurangan alat ukur yang layak di laboratorium teknik industri sehingga diperlukan penelitian perancangan dan pengembangan alat antropometer duduk untuk mendapatkan desain yang ergonomis. Rumusan permasalahan pada penelitiani ini antara lain apa saja keluhan yang dirasakan oleh mahasiswa pada saat menggunakan antropometer duduk yang tersedia di laboratorium teknik industri dan bagaimana bentuk dan dimensi antropometer duduk yang ergonomis. Penggunaan persentil dalam perancangan sangat mempengaruhi rancangan Antropometer Posisi Duduk yang akan dirancang. Apakah Antropometer Posisi Duduk yang dirancang dapat digunakan oleh 95% penggunanya atau tidak ditentukan oleh persentil yang digunakan oleh perancang. Perhitungan persentil pada penelitian ini menggunakan tingkat ketelitian 5% dan tingkat keyakinan 95%. Nordic body map adalah sistem pengukuran keluhan sakit pada tubuh yang dikenal dengan musculoskeletal. Sebuah sistem musculoskeletal (sistem gerak) adalah sistem organ yang memberikan hewan (dan manusia) kemampuan untuk bergerak menggunakan sistem otot dan rangka. Keluhan sebanyak 30 orang mahasiswa pengguna Antropometer Posisi Duduk dengan persentase di atas 75% dirasakan adalah Sakit pada pantat dan sakit pada bagian bawah pantat. Dimensi utama dari antropometer posisi duduk antara lain lebar alas 85 cm dengan panjang alas 110,4 cm, tinggi tempat duduk 47 cm, tinggi kepala posisi duduk 90 cm dan lebar maksimal alat 153,4 cm. Kata Kunci : Antropometer Posisi Duduk, Nordic Body Map, Laboratorium Teknik Industri
Pelatihan Google Sketchup  untuk Menggambar Produk Teknik berupa Clamp Bagi Siswa SMA Gutama Jakarta Timur W.Tedja Bhirawa; Nurwijayanti; Erwin Wijayanto; Darmawan Yulianto; Indramawan; Arie Rahmadi; M A Bintoro Dibyoseputro; Hari Moekti Wibowo; Basuki Arianto; Sungkono; Agus Sugiharto
Jurnal Bakti Dirgantara Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Bakti Dirgantara
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/yk37gs69

Abstract

Google SketchUp adalah perangkat lunak pemodelan 3D yang intuitif dan mudah digunakan, yang telah menjadi alat populer dalam berbagai bidang desain, termasuk dalam pembuatan gambar produk teknik. Penggunaan SketchUp dalam konteks ini memungkinkan para desainer dan insinyur untuk membuat model produk yang akurat dan realistis dengan cepat dan efisien. Melalui fitur-fitur seperti alat penggambaran geometris, kemampuan untuk membuat dan mengedit komponen, serta integrasi dengan plugin tambahan, SketchUp memungkinkan pengguna untuk membuat representasi visual dari konsep teknik yang kompleks. Selain itu, kemampuan SketchUp untuk mengekspor model dalam berbagai format file memfasilitasi integrasi dengan perangkat lunak CAD dan CAM yang lebih lanjut digunakan dalam proses manufaktur. Studi ini menyoroti manfaat penggunaan SketchUp dalam desain produk teknik, termasuk peningkatan kolaborasi antar tim, penurunan biaya prototyping melalui visualisasi digital, dan percepatan siklus desain. Meskipun SketchUp memiliki keterbatasan dalam hal detail teknis dibandingkan dengan perangkat lunak CAD yang lebih canggih, fleksibilitas dan kemudahan penggunaannya menjadikannya alat yang sangat berharga dalam tahap awal desain dan pengembangan produk teknik.   Google SketchUp is an intuitive and easy-to-use 3D modeling software that has become a popular tool in a variety of design fields, including the creation of engineering product drawings. The use of SketchUp in this context allows designers and engineers to create accurate and realistic product models quickly and efficiently. Through features such as geometric drawing tools, the ability to create and edit components, and integration with additional plugins, SketchUp allows users to create visual representations of complex engineering concepts. In addition, SketchUp's ability to export models in a variety of file formats facilitates integration with CAD and CAM software that is further used in the manufacturing process. This study highlights the benefits of using SketchUp in engineering product design, including increased collaboration between teams, reduced prototyping costs through digital visualization, and accelerated design cycles. Although SketchUp has limitations in terms of technical detail compared to more sophisticated CAD software, its flexibility and ease of use make it an invaluable tool in the early stages of engineering product design and development.
PERANCANGAN ULANG MESIN POULTRY PLUCER PADA CV. HKY UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS YANI, LISDA FITRI; SANUSI, SUNGKONO; BHIRAWA, WASPADA TEDJA; ARIANTO, BASUKI
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 12 No 1 (2023): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan usaha di Indonesia adalah salah satu yang menjadi tulang punggung bagi perekonomian nasional, salah satu contoh usaha yang kini mengalami perkembangan yang sangat pesat dan memiliki permintaan pasar yang cukup luas yaitu usaha distributor ayam hidup. CV. HKY adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang distributor ayam broiler hidup. Permasalahan yang sering terjadi yaitu sering mengalami keadaan kekurangan bahan baku ayam broiler hidup sehingga usaha ini sering mengalami keadaan kekurangan bahan baku ayam hidup pada saat operasionalnya. Berdasarkan hasil data observasi, yang dilakukan di CV HKY yaitu pada permintaan konsumen yang semakin banyak dalam proses pemotongan akan semakin lama terutama pada proses pencabutan bulu ayam perancangan ulang mesin poultry plucer untuk meningkatkan produktivitas, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dalam proses pencabutan bulu ayam agar lebih efektif. Hasil analisis data yang telah didapatkan bahwa perancangan dengan mengubah dimensi ukuran mesin poultry plucer meliputi tinggi 42 cm, lebar 46,78 cm, pajang 50,76 cm, tinggi penghalang 33 cm. Kata Kunci: perancangan ulang mesin poultry plucer
PERANCANGAN TEMPAT TIDUR LIPAT YANG ERGONOMIS DENGAN PENDEKATAN NBM (NORDIC BODY MAP) DAN REBA (RAPID ENTIRE BODY ASSESSSMENT) ANNISA, ANNISA; BHIRAWA, WASPADA TEDJA; WIJAYANTO, ERWIN
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 12 No 1 (2023): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian mengenai perancangan tempat tidur lipat yang ergonomis dalam penggunaan yang lebih nyaman serta merancang lemari untuk mengatasi masalah keterbatasan ruangan pada kamar kost. Peletakkan perabot kamar yang salah akan berpengaruh terhadap terganggunya kesehatan penghuni kamar, sehingga penggunaan furnitur dengan fungsi lebih dari satu dapat berpengaruh pada pola sirkulasi ruang. menghemat ruang agar tidak membuat sirkulasi kost menjadi lebih kecil tetapi memenuhi kebutuhan penghuni akan furnitur. Perancangan tempat tidur lipat ini menggunakan konsep dasar Ergonomi, Antropometri, dan menggunakan Nordic Body Map dan REBA. Agar dapat menentukan bentuk, ukuran, dan dimensi yang tepat dalam perancangan tempat tidur lipat yang ergonomis ini memerlukan data ukuran dimensi antropometri penghuni kost an. Untuk mengidentifikasi perancangan tempat tidur dengan menggunakan Nordic Body Map dan REBA. Data antropometri disajikan dalam bentuk persentil yaitu pada tinggi berdiri tegak digunakan P95 untuk bagian tinggi dengan ukuran 170,32. Lebar tempat tidur lipat dengan ukuran rentang siku digunakan P95 agar pengguna yang memiliki ukuran besar dapat tidur dengan nyaman dengan ukuran lebar 92,39 cm, tinggi dudukan dengan tinggi lutut bagian dalam digunakan P50 agar tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek dengan ukuran 47,50 cm, dan tinggi tempat tidur dan rak menggunakan pengukuran tinggi bahu berdiri digunakan P50 dengan ukuran 134,90 cm. Nilai persentil tersebut digunakan dengan harapan hasil perancangan dapat mengakomodasi populasi yang memiliki ukuran dominan dan yang memiliki ukuran kurang dominan. Kata kunci : Ergonomik , Antropometri ,Tempat Tidur Lipat, Nordic Body Map , REBA (Rapid Entire Body Assissment)
EVALUASI PENJADWALAN PROYEK KANTOR PADA PT KHC DENGAN MENGGUNAKAN METODE PRECEDENCE DIAGRAM METHOD FIKRI, MUHAMAD AZIS; Bhirawa, Waspada Tedja; Sanusi, Sungkono; Arianto, Basuki
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 12 No 2 (2023): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT KHC sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di bidang alat bantu dengar dan optik yang berada di daerah Jakarta pusat, memiliki cabang di seluruh Indonesia sebanyak 30 cabang. Terdapatnya kendala yang terjadi saat pembangunan kantor Kasoem. Pembangunan Kantor ini mendapatkan kendala dalam segi waktu untuk menyelesaikan proyek karena waktu penyelesaian tidak sesuai dengan waktu perencanaan yang sudah direncanakan sebelumnya. Berdasarkan permasalahan tersebut perlu dilakukan analisis optimalisasi durasi proyek sehingga dapat mengetahui berapa lama proyek tersebut dapat diselesaikan dan mencari solusi terbaik dari adanya kemungkinan percepatan waktu pelaksanaan proyek dengan menggunakan metode Precedence Diagram Method sehingga proyek tersebut dapat lebih efisien dari segi waktu dan biaya. Hasil perhitungan dengan menggunakan metode PDM membutuhkan waktu sekitar 165 hari. Hasil perhitungan dengan menggunakan metode PDM pada kasus ini jauh lebih opitimal dibandingkan hasil perhitungan menggunakan CPM, maupun perhitungan dri perusahaan. Hal ini dikarenakan pada PDM kegiatan yang dilaksanakan bisa tumpang tindih, artinya kegiatan selanjutnya dapat dimulai sebelum kegiatan pendahulunya selesai. Sehingga waktu yang digunakan dapat menjadi lebih optimal. Kata Kunci: Penjadwalan Proyek, Precedence Diagram Method,
Co-Authors Abdul Multi Achmad Takbiriyantono adi septian, jamal Afrizal Hendra AGUNG TRIWIBOWO Agus Sugiharto Al Munir, Sipon Albinus Prima Indradi ALDY ALFRIANSYAH Annisa Annisa Arie Rahmadi ARIZAL NURHIDAYAT AYUB SUDRAJAT AZAM CHAERUL Bahrinudin BASUKI ARIANTO BAYU SEKTI AJI Budi Sumartono BUDI SUMARTONO CHRISTOFEL, JHON KEVIN Cindy Fenora Cuk Hendradinata DANAR SAPUTRA Daniel Simanjuntak DARMAWAN YULIANTO Dea Hamdallah DENI ROSIYANTO PAMUNGKAS Dikatama T DIMAS ARIEF BUDIANTO DIMAS SATRIO DONY DRAJAT PANGESTU DUTA, ALFONSUS FATMA ASTANA Dwikatama Eko Prasetiono Erfin Indrawan Ramadhan Erika Merdiana Armono ERVINI MELADIYANI FADEL MUHAMAD FIKRI FARAH KRISDIANA Fikri, Muhamad Azis FITRIA NURAUHATH Fitry Rizki Luthfiyah Kurniawan Gianina Mulia B. Sembiring Hamdi, Najmi Harfi, Razul HARI MOEKTIWIBOWO HENDRIKA YUNIARTO IKBAL NUGRAHA Indra Mawan Indramawan Indramawan, Indramawan Irwana Syariadi Iskandar Iskandar Jaenal Abidin JAMAL ADI SEPTIAN JANAMPA, MELINUS KAPRI, MITTRA ABDI KAREL L MANDAGIE KAREL L. MANDAGIE KAREL MANDAGIE Kerta Widana Lionil Radityo LUTHFAN DWI RAMDAN LUTHFI CHAERUL UMAMM M A Bintoro Dibyoseputro M. A. Bintoro Dibyoseputro Magai, Erna MANDAGIE, KAREL L. Manik, Anjoe Mayori, Ersha MUH FIKRY SONDENG MUHAMAD AJRUL KAMSIN MUHAMAD LUTFI ARDIASYAH MUHAMMAD JAZWIR Muhammad Ridho MUHDHOR, FAHMA DIANA NUGRAHA, I PUTU ODHI BAGUS NUR IMAN, DHAVA HAIQAL Nur Priyanto Nurjaman Nurjaman Nurwijayanti Kusumaningrum PRASETYO MARGIYANTO RAHAYU NINGRUM Randi Maulana RANGGA, MUHAMAD Riki Kurniadi Ripdho Utomo RIZAL RIANA RONY NAWE ROSULUDDIN, ADHE ALVIN SANUSI, SUNGKONO Sari, Debbie Kemala Septian, Jamal Adi SIANIPAR, MALINITIN Sitorus, Mido Ester Situngkir Obrin Suhanto, Suhanto Sungkono Sungkono Sanusi SUNGKONO SANUSI Sungkono Sungkono Supriadi, Eddy Suroso SURYANA, HILMAN Suryani Suryani Syamsunasir, Syamsunasir T. Dikatama Tia Dikatama Tsania Triono Triono Wardaya Wardaya WIJAYANTO, ERWIN YANI, LISDA FITRI Yeremia Batistuta Yoga Bimantara, Anrianus YUDI SOSIALISMAN