Claim Missing Document
Check
Articles

PERANCANGAN ULANG TROLI GALON AIR MINERAL KAPASITAS 2 (DUA) GALON DENGAN RODA ENAM YANG ERGONOMI MENGGUNAKAN PENDEKATAN ANTHROPOMETRI DARMAWAN YULIANTO; FARAH KRISDIANA; W. TEDJA BHIRAWA; BASUKI ARIANTO
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 10, No 2 (2021): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.668 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v10i2.790

Abstract

Salah satu aktivitas yang dilakukan di lingkup perumahan adalah berupa pemindahan galon air mineral yang memiliki berat 19 kg yang dilakukan oleh pengguna khusus wanita dengan menggunakan fasilitas kerja berupa troli. Berdasarkan pengamatan bahwa diketahui kekurangan yang dikeluhkan oleh pengguna khusus wanita terhadap penggunaan troli adalah tidak ergonomis sehingga menimbulkan kondisi yang tidak nyaman. Pada penelitian ini , perancangan fasilitas kerja yang berupa troli galon air mineral diawali dengan melakukan analisis postur kerja yang menggunakan metode REBA, kemudian menentukan dimensi anthropometri guna menentukan dimensi troli galon air mineral dan menggunakan kuisioner Nordic Body Map (NBM) untuk mengetahui rata-rata tingkat keluhan rasa sakit terbesar seperti bagian punggung, pinggang, pergelangan tangan kanan, lengan atas kiri, lengan bawah kiri, dan lutut kanan. Berdasarkan hasil dengan gambar 2D dan perhitungan dengan metode REBA yang berupa fase-fase gerakan pada pengukuran leher,punggung, kaki, lengan atas, lengan bawah,dan pergelangan tangan untuk menghasilkan postur kerja yang baik dan troli galon air mineral hasil rancangan dengan pendekatan anthropometri dapat memberikan perbaikan pada postur kerja pekerja. Hasil skor REBA tertinggi sebelum perancangan adalah 11 artinya memiliki level resiko sangat tinggi, sedangkan hasil skor REBA tertinggi setelah perancangan adalah 7 artinya memiliki level resiko sedang.Kata Kunci: troli galon air mineral, Anthropometri, Nordic Body Map, metode REBA, ergonomi.
ANALISIS PENINGKATAN KAPASITAS PRODUKSI KABEL DENGAN METODE LINE BALANCING DI PT. XYZ ALDY ALFRIANSYAH; W. TEDJA BHIRAWA; BASUKI ARIANTO
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 10, No 1 (2021): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.463 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v10i1.708

Abstract

Line Inner Sheating di PT. XYZ mempunyai waktu idle karena waktu proses di stasiun kerja yang belum seimbang kadang menyebabkan stop line. Dari perhitungan diketahui bahwa kesenjangan cycle time / waktu siklus yang diperoleh adalah sebesar 109.2 detik dan angka tersebut diambil berdasarkan waktu terbesar dari 6 stasiun kerja yang ada. Penulis bermaksud ingin meneliti sebab-sebab terjadinya keterlambatan waktu proses yang terjadi pada line Inner Sheating dan memberikan sumbang saran untuk perbaikan yang akan datang. Penelitian ini menggunakan metode line balancing dan system production layout. Diantaranya mencari waktu siklus pada 6 stasiun terbesar sebagai acuan dalam penentuan perhitungan berikutnya, menghitung kapasitas perusahaan, penentuan efisiensi mesin, perhitungan jumlah mesin, penambahan jumlah mesin dan penambahan luas lantai. Data diambil dari pengamatan di lapangan dan record. Penulis menggunakan dua metode yaitu metode line balancing dan metode system production layout. Metode line balancing dan system production layout yang telah dilakukan dapat menyebabkan mampu memenuhi kebutuhan pasar sebesar 17.688 koil / bulan dengan penambahan mesin / stasiun kerja, luas lantai yang dibutuhkan yaitu 14 m² dengan rincian, 7 m² di stasiun kerja Inner Sheat dan 7m² di stasiun Outer Sheat. Kata kunci: Line balancing, Tata Letak, Bottleneck.
PERANCANGAN RODA GIGI LANCIP MENGGUNAKAN GOOGLE SKETCH UP SOFTWARE Waspada Tedja Bhirawa
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 4, No 2 (2015): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.378 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v4i2.820

Abstract

Dengan berkembangnya kebutuhan manusia dalam bidang teknik, khususnya untuk menggambar perancangan benda teknis, dibutuhkan teknologi untuk mempermudah dan mempercepat pekerjaan tersebut. Google Sketch Up merupakan aplikasi berbasis desain gambar yang mudah dan cukup powerfull, dibalik tool yang sederhana ternyata software ini bisa dibandingkan dengan software sejenisnya untuk gambar tiga dimensi seperti desain rumah atau yang lainnya, tidak hanya itu Google SketchUp mempunyai banyak kelebihan dalam hal teknik gambar, begitu cepat, mudah dan efisien, apalagi kalau digabungkan dengan plugin Vray, sejenis software Rendering yang paling populer sekarang, hasilnya bisa jauh lebih bagus. Dengan metode penggunaan Google Sketch Up, dapat dijelaskan bagaimana cara menggunakan ikon-ikon Google Sketch Up, maka dapat dibuat benda teknis sederhana , yaitu roda gigi lancip .Secara garis besar kita akan untuk pembuatanroda gigi lancip , dimulai dengan langkah membuat lingkaran dengan jari-jari 10 mm, 20 mm , 60 mm dan 80 mm. Melakukan extrude dengan memilih icon extrude dengan mengarahkan keatas dan memasukkan angka 10 cm, Menggambar poros, diambil dari titik pusat, dengan diameter 10 mm. Setelah membuat diameter untuk poros , maka di extrude , dengan memberikan ketinggian sebesar 40 mm, dan pada dasar benda di extrude sebesar 15 mm,.Setelah semua dimensi benda lengkap , maka bisa diberikan jenis material pada benda , dengan memilih Icon Pain Bucket, dan memilih Metal, kemudian memilih Jenis Metal Seamed. Google SketchUp merupakan aplikasi berbasis desain gambar yang mudah dan cukup powerfull, dibalik tool yang sederhana ternyata software ini bisa dibandingkan dengan software sejenisnya untuk gambar tiga dimensi seperti desain rumah atau yang lainnya, tidak hanya itu Google Sketch Up mempunyai banyak kelebihan dalam hal teknik gambar, begitu cepat, mudah dan efisien, apalagi kalau digabungkan dengan plugin Vray, sejenis software Rendering yang paling populer sekarang, hasilnya bisa jauh lebih bagus.Kata kunci : Google Sketch Up, Roda Gigi Lancip,Elemen Mesin
OPTIMASI PENJADWALAN ULANG PROYEK KONSTRUKSI PENYALURAN GAS PT PGN SOLUTION KE KONSUMEN MENARA BTPN DENGAN MENGGUNAKAN METODE PDM DAN PERT RIZAL RIANA; SUNGKONO SANUSI; BASUKI ARIANTO; WASPADA TEDJA BHIRAWA
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 11, No 2 (2022): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.295 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v11i2.978

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan waktu yang optimal dalam penjadawalan ulang dan probabilitas penyelesaian proyek penyaluran gas PT PGN Solution ke Konsumen Menara BTPN Jakarta, karena terjadinya keterlambatan selama 90 hari dalam hal perizinan ke pihak PU Bina Marga. Metode penelitian yang digunakan adalah Precedence Diagram Method (PDM) dan Project Evaluation and Review Technique (PERT). Tahapan dalam optimasi penjadwalan Ulang Proyek Penyaluran Gas ke konsumen Menara BTPN yaitu tahapan penyusunan urutan kegiatan, membuat network diagram, melakukan perhitungan maju dan mundur, menghitung jalur kritis, dan menghitung probabilitas penyelesaian proyek. Hasil perhitungan PDM didapatkan total durasi pekerjaan adalah 186 hari dengan kegiatan jalur kritis adalah kegiatan A-B-C-E-G-H-J-K-M-N dan kegiatan non kritis adalah kegiatan D-F-I-L. Jumlah tenaga kerja setelah dilakukan pemerataan menunjukan kebutuhan maksimal tenaga kerja sebesar 30 orang dan kebutuhan minimal 3 orang dengan kata lain memiliki range 27 orang. Hasil perhitungan PERT menunjukan probabilitas waktu penyelesaian proyek dengan durasi 186 hari adalah 49,60% dengan nilai proyek yang tidak berubah.Katakunci : Proyek Penyaluran Gas, PDM, PERT
ANALISIS SISTEM PRODUKSI TWO-PIECE BEVERAGE CAN DENGAN METODE LINE BALANCING DI PT XYZ RAHAYU NINGRUM; BASUKI ARIANTO; WASPADA TEDJA BHIRAWA; DARMAWAN YULIANTO
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 11, No 2 (2022): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.828 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v11i2.975

Abstract

PT XYZ adalah salah satu perusahaan yang memproduksi beverage can dengan bahan dasar tintplate di Indonesia. Salah satu jenis beverage can yang diproduksi adalah two-piece beverage can. Tipe ini terdari dua bagian yaitu body, bottom end dan lid. Pada proses produksi sering terjadi penumpukan pada proses tertentu sehingga mengganggu jalannya proses produksi, dan mempengaruhi pencapaian target produksi. Penyeimbangan lintasan dilakukan dengan metode ranked positional weight (RPW) yang dimulai dengan melakukan pengumpulan data dengan pengamatan pada tiap elemen kerja yang kemudian melakukan perhitungan meliputi keseragaman data, kecukupan data, waktu baku, dan waktu normal. Apabila data sudah seragam dan cukup, selanjutnya melakukan perhitungan line balancing. Tahapan dalam metode kilbridge adalah membagi region dari kiri ke kanan, menentukan peringkat setiap elemen kerja, melakukan pembebanan elemen kerja ke dalam stasiun kerja dengan ketentuan tidak melanggar precedence diagram dan waktu siklus tidak melebihi waktu actual. Sedangkan tahapan metode ranked positional weight adalah menyusun precedence diagram, menentukan posisi peringkat, mengurutkan elemen kerja berdasarkan urutan tertinggi, pengelompokan kedalan stasiun kerja, dan menghitung balance delay lintasan. Kemudian melakukan perhitungan indikator line balancing untuk membandingkan kondisi sebelum dilakukan line balancing dan setelah dilakukan line balancing. Hasil data-data yang di dapat metode ranked positional weight menghasilkan lintasan kerja yang lebih optimum dibanding metode kilbridge. Pada metode RPW kecepatan lebih seragam. Idle time pada metode RPW juga lebih kecil sebesar 3,82 detik sedangkan pada metode kilbridge 8,62 detik. Hal juga ini dapat dilihat dari smoothness index metode RPW dibandingkan metode kilbridge yakni sebesar 1,781 detik. Efisiensi line lebih besar dan balance delay lebih kecil, 91,78% dan 8,22% untuk metode RPW. Sedangkan metode kilbridge memiliki efisiensi line sebesar 83,20% dan balance delay 16,80%. Idle time pada metode RPW juga lebih kecil sebesar 3,82 detik sedangkan pada metode kilbridge 8,62 detik. Kata kunci : Line balancing, Beverage Can, Ranked Position Weigh (RPW
PERANCANGAN ULANG TATA LETAK BENGKEL MOTOR DENGAN METODE ARC PADA U.D A’A MOTOR SPEEDSHOP “DEPOK” YUDI SOSIALISMAN; LUTHFI CHAERUL UMAMM; WASPADA TEDJA BHIRAWA; ERWIN WIJAYANTO
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 11, No 2 (2022): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.355 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v11i2.976

Abstract

Bengkel AA Motor Speedshop merupakan Bengkel yang bergerak dibidang jasa persediaan suku cadang sparepart motor dan pelayanan perbaikan serta perawatan sepeda motor di Jl. Pekapuran No.17 Tapos Depok Jawa Barat. Permasalahan yang ada di Bengkel ini adalah tata letak fasilitas yang kurang tepat, sehingga menyebabkan kelambatan dalam kegiatan pelayanan maupun kegiatan lintas konsumen dan lintas material dan bengkel ini belum dapat memenuhi permintaan dengan optimal. Karena tata letaknya yang masih kurang tepat. Disamping itu pula dalam pengaturan tata letak fasilitas departemen pada Bengkel ini hanya mengandalkan perkiraan tanpa adanya penghitungan, hal ini menyebabkan jalur lintasan konsumen dan jalur lintasan material menjadi terkesan tidak teratur dan pelayanan lambat. Hubungan koordinasi antar bagian juga kurang efektif seperti letak gudang yang terlalu jauh dengan workshop, gudang yang dekat dengan steam/pencucian. Dengan adanya permasalahan tersebut, maka dilakukan penelitian dengan metode Activity Relationship Chart (ARC). Hasil perancangan layout diperoleh panjang jarak pada kondisi awal sebesar 119.5 m. Sedangkan pada panjang jarak lintasan pada kondisi usulan sebesar 97 m. Hal ini berarti pada perancangan layout kondisi usulan dengan menggunakan metode Activity Relationship Chart (ARC) dapat meminimumkan panjang jarak lintasan sebesar 22.5 m, dari layout kondisi awal.Kata Kunci : Tata Letak, Bengkel, Metode Activity Relationship Chart (ARC)
PERANCANGAN DUDUKAN MESIN GERINDA TANGAN YANG ERGONOMIS DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANTHROPOMETRI ERWIN WIJAYANTO; TRIONO TRIONO; WASPADA TEDJA BHIRAWA; HARI MOEKTIWIBOWO
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 11, No 1 (2022): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.779 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v11i1.961

Abstract

“perancangan dudukan mesin gerinda tangan yang ergonomis dengan menggunakan metode antropometri” peneliti ini dilakukan untuk mengembangkan hasil perancangan dudukan gerinda bagi pekerja yang menggunakan mesin gerinda tangan agar dapat menggunakan alat tersebut dengan mudah dan meminimalisir resiko kecelakaan kerja dan membantu pekerja dalam aktivitas kerja menggunakan mesin gerinda tangan. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode antropometri, dimana data yang dihasilkan berupa angka hasil penggukuran dari 20 responden yang terdiri dari ukuran lebar telapak tangan (Ltt), panjang tangan (Pata), lebar telapak tangan sampai ibu jari (Lttj), diameter gengaman (Dg), diameter paha (Dp). Setelah pengumpulan sampel data kemudian diolah untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan antropometri pengguna. Berdasarkan perhitungan data, percentil yang digunakan dalam perancangan alat dudukan mesin gerinda yaitu P5, P50, P95. Hasil dari Penelitian ini bertujuan agar penggunaan mesin gerinda lebih aman serta meningkatkan keselamatan pengguna, penelitian ini dilakukan untuk membantu pekerja pada saat pemotongan benda kerja. Pengoperasian alat dudukan gerinda ini secara vertical dengan sudut <40° untuk mempermudah pekerja untuk mendapatkan hasil yang presisi. Alat dudukan hasil perancangan ini mengunakan mesin gerinda tangan standar, perubahan pada beberapa bagian seperti tambahan kaki-kaki/pondasi, handle/pegangan per/pegas, jepitan/ragum. Dan ketinggian alat 40cm karena pada saat ini penggunaan mesin gerinda sudah menjadi salah satu alat yang dibutuhkan oleh setiap pekerja. Oleh karna itu dirancang alat dudukan gerinda yang ergonomis agar lebih merasa aman dan nyaman dalam mengoperasian.Kata Kunci : Perancangan, antropometri, Alat Dudukan Gerinda
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PENGEMASAN KANTONG SEMEN DI PT SBI DENGAN METODE SIX SIGMA DIMAS SATRIO; HARI MOEKTIWIBOWO; WASPADA TEDJA BHIRAWA; ERWIN WIJAYANTO
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 11, No 2 (2022): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.996 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v11i2.981

Abstract

Semen merupakan bahan bangunan berbentuk serbuk yang rawan terkena air. Untuk itu diperlukan kemasan yang dapat melindungi dari lembab sekaligus sebagai bungkus yang kuat menahan beban. Kualitas kemasan harus selalu dijaga untuk meningkatkan kualitas produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengendalian kualitas pada proses packing dengan menggunakan metode Six Sigma. Objek yang diteliti adalah salah satu proses produksi yang ada pada PT SBI yaitu mengenai banyaknya defect yang terjadi pada proses packing bag semen, di mana tingginya defect yang terjadi pada proses pengemasan kantong semen dapat menyebabkan kerugian yang cukup besar bagi perusahaan. Jenis defect yang ada antara lain: kantong robek, kantong bocor, dan kantong tidak sesuai standar serta ada berberapa faktor penyebab yang mempengaruhi defect bisa terjadi seperti faktor manusia, mesin, material, dan metode. Penelitian kualitas bag semen ini dilakukan dengan menganalisis record pengendalian kualitas 12 bulan terakhir dan pengamatan di lini produksi bag semen. lakukan pada tahap improve). Berdasarkan hasil penelitian didapatkan jenis defect yang paling kritis (CTQ) adalah bag robek, dari hasil analisis FMEA dimana terdapat faktor penyebab kerusakan potensial dari bag robek yaitu bag tersangkut pada belt conveyor. Selama tahun 2019 pada proses packing diperoleh nilai DPMO sebesar 3430 dan Level Sigma sebesar 4,128.Kata Kunci: Pengendalian kualitas;Six Sigma;DMAIC;Pengemasan Kantong Semen
Analisis Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Apartemen The Springlake Menggunakan Metode Hirarc Randi Maulana; Hari Moektiwibowo; W. Tedja Bhirawa
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i1.10982

Abstract

Bangunan gedung bertingkat tinggi seperti apartemen membutuhkan pemeliharaan mulai dari kebersihan, kehandalan fasilitas untuk penghuni hingga fungsi-fungsi peralatan pendukungnya. Proses pemeliharaan gedung bertingkat memiliki potensi bahaya kecelakaan kerja yang lebih tinggi. Penelitian ini akan mengidentifikasi bahaya kecelakaan kerja tersebut baik dari besarnya risiko, besarnya dampak yang ditimbulkan serta bagaimana langkah-langkah pencegahannya. Penelitian ini dilaksanakan melalui observasi lapangan terhadap objek penelitian, dengan fokus pada bagian pemeliharaan generator set dan lift operator kebersihan. Data yang terkumpul, selanjutnya dianalisis berdasar Identifikasi Bahaya (Hazard Identification), Penilaian Risiko (Risk Assessment) dan Pengendalian Risiko (Risk Control). Hasil penelitian ini menemukan Hazard yaitu pemeriksaan kabel-kabel panel mesin genset dan pemeriksaan pada sangkar lift. Nilai risiko Hazard dengan kemungkinannya (likelihood) adalah 4 dan nilai keparahannya (consequence) adalah 4 dengan skor 16 dapat mengakibatkan anggota tubuh kejang-kejang tersengat aliran listrik dengan pengendalian risiko tersebut adalah menggunakan sarung tangan, safety shoes dan alat ukur yang layak dan sesuai standar agar tidak terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan atau kecelakaan kerja.
PERANCANGAN PERSEDIAAN PRODUK OLI NISSAN YANG EFISIEN MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) PADA PT. JAYA TAMA KENCANA MOTOR Fadel Muhamad Fikri; Basuki Arianto; W. Tedja Bhirawa
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 10, No 1 (2021): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v10i1.779

Abstract

PT Jaya Tama Kencana Motor merupakan salah satu perusahaan yang tergabung dalam Nissan Motor Indonesia dimana perusahaan ini bergerak dalam bidang otomotif di Indonesia. PT Jaya Tama Kenca Motor selaku penyediaan jasa service mesin mobil membutuhkan persediaan produk oli pada merek Nissan yang telah berdiri sejak 2013. Dalam menjalankan produksinya, PT Jaya Tama Kencana Motor sering terjadi kondisi jumlah persediaan produk mendekati stock out pada oli nissan 5w-30, hal ini dikarenakan adanya ketidak pastian dalam menetukan jumlah pembeliaan produk oli yang optimal dan keterlambatan dalam pemesanan produk Analisis Economic Order Quantity (EOQ) merupakan suatu teknik untuk melakukan penggadaan persediaan produk oli pada suatu perusahaan yang menentukan berapa jumlah pesanan yang ekonomis untuk setiap kali pemesanan dengan frekuensi yang telah ditentukan serta kapan dapat dilakukan pemesanan kembali. Metode ini bertujuan untuk meminimalkan Total Inventory Cost. Penggunaan metode ini juga dapat menekan biaya-biaya persediaan sehingga efisiensi persediaan berjalan dengan baik dan dapat tercapai jumlah unit pemesanan yang optimal dengan menekan biaya seminimal mungkin. Hasil analisis data yang telah dilakukan bahwa kuantitas pemesanan produk oli dengan menggunakan metode EOQ adalah sebesar 144 liter dengan frekuensi pemesanan sebanyak 6 kali dalam satu tahun, dan safety stock sebesar 25 dan ROP dilakukan pada saat produk oli yang ada di warehouse sebesar 32 liter sedangkan total biaya persediaan sebesar Rp 1.454,614 pada tahun 2018Kata Kunci : Pengendalian persediaan, Economic Order Quantity (EOQ), Safety Stock, Reorder Point (ROP)
Co-Authors Abdul Multi Achmad Takbiriyantono adi septian, jamal Adi Wibowo, Sunar AGUNG TRIWIBOWO Agus Sugiharto ALDY ALFRIANSYAH Annisa Annisa ARIANTO, BASUKI Arie Rahmadi ARIZAL NURHIDAYAT AYUB SUDRAJAT AZAM CHAERUL Bahrinudin BASUKI ARIANTO BAYU SEKTI AJI BUDI SUMARTONO Budi Sumartono CHRISTOFEL, JHON KEVIN Cindy Fenora Cuk Hendradinata DANAR SAPUTRA Daniel Simanjuntak DARMAWAN YULIANTO Dea Hamdallah DENI ROSIYANTO PAMUNGKAS Dikatama T DIMAS ARIEF BUDIANTO DIMAS SATRIO DONY DRAJAT PANGESTU DUTA, ALFONSUS FATMA ASTANA Dwikatama Eko Prasetiono Erfin Indrawan Ramadhan Erika Merdiana Armono ERVINI MELADIYANI ERWIN WIJAYANTO FADEL MUHAMAD FIKRI FARAH KRISDIANA Fikri, Muhamad Azis FITRIA NURAUHATH Fitry Rizki Luthfiyah Kurniawan Gianina Mulia B. Sembiring Hamdi, Najmi Harfi, Razul Hari Moekti Wibowo HARI MOEKTIWIBOWO HENDRIKA YUNIARTO IKBAL NUGRAHA Indra Mawan Indramawan INDRAMAWAN INDRAMAWAN Indramawan, Indramawan Iskandar Iskandar Jaenal Abidin JAMAL ADI SEPTIAN JANAMPA, MELINUS KAPRI, MITTRA ABDI KAREL L MANDAGIE KAREL L. MANDAGIE KAREL MANDAGIE Kerta Widana Lionil Radityo LUTHFAN DWI RAMDAN LUTHFI CHAERUL UMAMM M A Bintoro Dibyoseputro M. A. Bintoro Dibyoseputro Magai, Erna MANDAGIE, KAREL L. Manik, Anjoe Mayori, Ersha MOEKTIWIBOWO, HARI MUH FIKRY SONDENG MUHAMAD AJRUL KAMSIN MUHAMAD LUTFI ARDIASYAH MUHAMMAD JAZWIR Muhammad Ridho MUHDHOR, FAHMA DIANA NUGRAHA, I PUTU ODHI BAGUS NUR IMAN, DHAVA HAIQAL Nurjaman Nurjaman Nurwijayanti Nurwijayanti Kusumaningrum PRASETYO MARGIYANTO RAHAYU NINGRUM Randi Maulana RANGGA, MUHAMAD Riki Kurniadi RIZAL RIANA RONY NAWE ROSULUDDIN, ADHE ALVIN SANUSI, SUNGKONO Sari, Debbie Kemala Septian, Jamal Adi SIANIPAR, MALINITIN Sitorus, Mido Ester Situngkir Obrin Suhanto, Suhanto Sungkono SUNGKONO SANUSI Sungkono Sungkono Supriadi, Eddy Suroso SURYANA, HILMAN Suryani Suryani Syamsunasir T. Dikatama Tia Dikatama Tsania Triono Triono Wardaya WIJAYANTO, ERWIN YANI, LISDA FITRI Yoga Bimantara, Anrianus YUDI SOSIALISMAN