Claim Missing Document
Check
Articles

PERANCANGAN ULANG TATA LETAK STORE DI PT INDOMARCO PRISMATAMA DENGAN METODE ABC JAENAL ABIDIN; KAREL L. MANDAGIE; W. TEDJA BHIRAWA
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 9, No 2 (2020): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.366 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v9i2.641

Abstract

PT. Indomarco Prismatama is a retail company located in Jakarta with household needs products. The problems faced are irregularities in product placement, this will impede the search process so that the utilization of space becomes less effective and many do not conform to warehouse layout system, it will be done improvement of warehouse layout with ABC method. This research is done by collecting extensive data Warehouse area, carton dimensions on each product, material handling dimensions, data entry and data out in the period of August- December 2019. Then calculate the development of warehouse needs covering the needs of storage space, area of warehouse, the activity of each pickup, the calculation of distances with rectilinear distance method and classification of goods based on the frequency of ABC analysis. The result of the calculation of the initial storage area of 71.06 m2 and the storage area of the proposed 30 94m2 with an efficiency of 56.45%, wide-pickup aisle 1m and the main aisle 2m, with analysis method ABC can minimize the mileage of material handling from the average per month in the initial layout conditions of the approximate distance is 1454, 6m/month after the layout changes made with the analysis method of ABC to 574, 1m/month with efficiency 60.5%.
ANALISIS PERMINTAAN NOSE TIRE BOEING 737-300 MENGGUNAKAN METODE PERAMALAN DAN ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) MUH FIKRY SONDENG; KAREL L. MANDAGIE; W. TEDJA BHIRAWA
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 10, No 2 (2021): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.094 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v10i2.789

Abstract

PT. Trigana Air Service merupakan perusahaan maskapai penerbangan yang bergerak dalam bidang jasa Air Charter dan penerbangan komersial. Meningkatnya jumlah operasaional perusahaan yang mengharuskan perusahaan meningkatkan siklus pelayanan mengakibatkan persediaan spare part atau suku cadang juga meningkat. Untuk itu, diperlukan perancangan dalam mengelola persediaan yang memadai guna mengantisipasi terjadinya kekurangan/kehabisan stok persediaan (Out Of Stock). Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif, dimana data yang dihasilkan berupa kata-kata secara tertulis dan lisan dari karyawan PT. Trigana Air Service. Sampel data yang didapatkan dikonversikan kedalam metode Economic Order Quantity (EOQ) dan metode peramalan antara lain Naive, Moving Average dan Single Eksponensial Smothing. Nilai MAPE terendah dari pehitungan menggunakan metode peramalan yang kemudian digunakan untung meramalkan permintaan diperiode salanjutnya. Data yang digunakan dalam penelitian adalah data permintaan Nose Tire Boeing 737-300. Berdasarkan hasil dari pengolahan data, didapatkan bahwa metode peramalan yang digunanakan adalah metode Single Eksponential Smoothing (Alfa = 0,7) dengan MAPE 8,760% dengan jumlah permintaan sebesar 21 unit di bulan juni 2019. Serta nilai EOQ paling optimal ditahun 2019 yaitu 34 unit/order dengan jumlah order yang dibutuhkan yaitu 7 kali/tahun. Dengan adanya peramalan permintaan, dapat memudahkan dalam mengelola persedian dalam mengatasi terjadinya kekurangan/kehabisan Stock (Out Of Stock) dengan biaya penyimpanan yang paling ekonomis.Kata kunci : Nose Tire Boeing 737-300, Metode Peramalan, Metode EOQ
ANALSIS PENDEKATAN MITIGASI RISIKO PADA AKTIVITAS RANTAI PASOK DENGAN METODE PENDEKATAN SUPPLY CHAIN OPERATION REFERENCE SERTA METODE HOR (HOUSE OF RISK) DI PT. BARENTZ MUHAMMAD RIDHO; KAREL MANDAGIE; W. TEDJA BHIRAWA
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 9, No 2 (2020): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.078 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v9i2.646

Abstract

ABSTRAK Dalam proses rantai pasok ditemui berbagai risiko yang dapat mempengaruhi alur rantai pasok tidak dapat berjalan lancar. Untuk mengurangi dan mengatasi berbagai risiko yang terjadi tersebut diperlukan upaya perbaikan kinerja rantai pasok secara bertahap dan dilakukan terus-menerus (berkelanjutan). PT. Barentz merupakan perusahaan yang bergerak di bidang penjualan Bahan baku dengan produk berupa asam amino, protein, sereal dan lain-lain.Aktivitas bisnis terdapat risiko yang perlu dikelola agar aliran supply chain perusahaan dapat berjalan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui risiko- risiko serta agen risiko yang dapat terjadi pada aliran supply chain perusahaan, dan merancang strategi penanganan yang dapat digunakan untuk mengurangi dampak risiko. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu House of Risk (HOR) Metode yang digunakan dalam identifikasi dan evaluasi merupakan pengembangan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Pada identifikasi risiko, digunakan metode Supply Chain Operation Reference (SCOR) Hasil penelitian menunjukkan terdapat 29 potensi risiko dengan 28 agen risiko yang teridentifikasi. daengan diagram pareto di dapat 10 Risk agent menggunakan prinsip 60/40 Melalui peta matrix impact melalui skla likeart terdapat 4 agen risiko yang level dampak serta tingkat kemungkinan terjadinya tinggi. Kemudian pada HOR fase 2 dilakukan prioritas strategi penanganan Terdapat 18 strategi penanganan yang diusulkan untuk dapat mengurangi probabilitas timbulnya Agen risiko dalam supply chain perusahaan. Didapatkan 10 prioritas strategi penanganan dan melalui diagram paerto mengguakan peinsip 40/60 sehingga di dapat 4 prioritas strategi penanganan. dipilih untuk dilakukan perancangan strategi penanganan. Kata kunci : Risiko, Supply Chain Management, SCOR, House of Risk.
PERANCANGAN PEMASANGAN ALARM DETECTOR DAN SPRINKLER PADA GEDUNG SUDIRMAN DI KEMHAN RI AGUNG TRIWIBOWO; KAREL L. MANDAGIE; W.TEDJA BHIRAWA
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 7, No 1 (2018): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.831 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v7i1.814

Abstract

The complexity of the function of a building along with its existing activities demands a higher level of security, so that the complete fire protection system for the safety of users, managers and buildings is also increasingly needed. The ministry office has a fairly complex structure with supporting facilities that must be guaranteed safe and comfortable, so the building must be equipped with reliable fire safety facilities. Sudirman Building Ministry of Defense of the Republic of Indonesia is one of the buildings that must meet the criteria of safety and safety standards. By using Seven Tools and 5 W 1H, the biggest cause of danger is fire. But from the results of initial observation, it was found that the active protection tool as APAR, alarm, sprinkler in Sudirman Kemhan RI building has not meet in the regulatory standards, so it is probable a fire happened because the facility is not functioning optimally. Based on the standards of SNI 03-3985-2000 and SNI 03-3989-2000, the design of detector and sprinkler alarms in the Sudirman building of MoD of RI is designed to deal with fire hazards appropriately. With a building area of 120 m² and height of 10 m, the design of the detector alarm is placed on the wall and the sprinkler uses an orange color at 53° C with an emission density = 2.25 mm / min, the maximum distance between sprinkler spots 4.6 meters. Used pipe size ½ "with capacity (Q) = 80 liters / min. The design of detector alarms, sprinklers and optimum selection of suitable pipes for use are reviewed from a technical point of view through calculations that provide the right and optimal number and place along the path of the fire-fighting installation project. Based on the calculation of the width and position of Sudirman Kemhan RI building, it is determined to place the detector alarm at three wall points, sprinkler of 20 pieces to overcome the fire hazard with the amount of pipe material with 64 meter pipeline, and with the use of two pumps for water supply for 60 minutes = 42,000 liters. Therefore it is proposed the use of SOP on fire hazard in building Sudirman Kemhan RI as guidance in execution of duty during office hours and outside office hours.Keywords: Fire protection system, Alarm Detector, Sprinkler
ANALISIS PERHITUNGAN OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIVITAS MESIN CHILLER DI GEDUNG MAL ARTHA GADING NURJAMAN NURJAMAN; W.TEDJA BHIRAWA; ERVINI MELADIYANI
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 8, No 2 (2019): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.319 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v8i2.796

Abstract

Mal Artha Gading merupakan mal yang berada di kawasan Kelapa Gading Jakarta Utara dan dikelola oleh PT SWADAYA PANDHUARTHA yang menggunakan Chiller sebagai sistem pendingin. Permasalahan yang ada yaitu tidak optimalnya mesin chiller dalam beroperasi sehingga menimbulkan ketidaknyamanan bagi penghuni maupun pengunjung yang datang. TPM adalah salah satu metode proses maintenance yang dikembangkan untuk meningkatkan produktivitas di area kerja dengan mengurangi pemborosan. Alat ukur yang digunakan dalam menghitung efektivitas yaitu mencari nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) sedangkan untuk mengetahui penyebab yang terjadi menggunakan perhitungan six big losses dan dianalisis menggunakan Diagram Sebab Akibat. Objek yang diteliti pada penelitian ini adalah 3 mesin chiller dengan kapasitas 2000 ton refrigerant di Department Engineering. Hasil yang diperoleh dalam perhitungan Overall Equipment Effectiveness (OEE) yaitu efektivitas mesin chiller masih dikategorikan dibawah standart kelas dunia menurut Japan Institute of Plant Maintenance (JIPM) sebesar 85%, sementara hasil yang diperoleh mesin chiller 1 sebesar 82.02%, chiller 2 sebesar 73.07%, chiller 3 sebesar 76.92%. faktor utama yang mempengaruhi rendahnya OEE pada masing-masing chiller terjadi pada faktor defect and process dengan persentase antara 45%-47% yang disebabkan tidak optimalnya produksi oleh manusia. Setelah usulan penerapan 5S (seiri, seiton, seiso, seiketsu,dan shitsuke) diterapkan oleh bagian operator diharapkan nilai Overall Equipment Effectiveness mengalami peningkatan melebihi atau mendekati standart JIPM yaitu 85%, Availability 96%, Performance Efficiency 97%, dan Rate of Quality 92%.Kata Kunci: Chiller, Total Productive Maintenance, 5S, Overall Equipment Effectiveness.
ANALISIS SISTEM PEMELIHARAAN PADA MESIN MOUNTER CHIP MENGGUNAKAN PERHITUNGAN OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) DI PT. DHARMA ANUGERAH INDONESIA JAMAL ADI SEPTIAN; KAREL L MANDAGIE; W. TEDJA BHIRAWA
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 10, No 1 (2021): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.837 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v10i1.707

Abstract

Pemeliharan dan penanganan mesin yang tidak tidak tepat dapat menyebabkan menurunya tingkat dan efektivitas dan efisiensi mesin, PT. Dharma Anugerah Indonesia merupakan perusahaan bergerak di bidang pembuatan kamera digital mulai dari pembuatan Printed Circuit Board (PCB), mesin yang beroperasi secara terus menerus dituntuntutdapat memenuhi tarrget yang telah di tetapkan dengan tingkat efektifitas yang tinggi,permasalah yang terdapat pada PT,.Dharma Anugerah Indonesia banyak mengalami breakdown pada mesin mounter chip CM402L breakdown yang di alami paling tinggi ialah 19 kali selama 9 bulan di hitung hal ini mengakibatkan kurangnya hasil produksi,untuk meningkatkan produktivitas mesin digunakan Total productive maintenance(TPM) dengam menggunakan perhitungan Overall equipment Effektifiveness (OEE) berikut Berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan selam penelitian rata-rata nilai avaibility 100%, Performance rate 92%, quality rate 29,77%, dan Overall Equipment Effectivenes 27,56%. Dari hasil tersebut di ketahui bahwa kinerja bagian maintenance dalam keadaan baik karena waktu breakdown yang cukup kecil bisa dilihat dari nilai avaibility yaitu 100% namun variabel performace rate dan quality rate masih kurang dari standar yang ada. Kemudian nilai Overall Equipment Effectiveness ini masih kurang dari standar dunia yaitu 85%, Meskipun avaibility cukup tinggi namun performance rate masih kurang sehingga nilai OEE rendah Losse terbesar yang menyebabkan rendahnya nilai OEE tersebut adalah reduced speed losses dan defect losses, reduced speed losses terbesar dari keseluruhan losses yang terjadi yaitu sebesar 11,31% dan di peringkat kedua iddiling minor stopages losses yaitu sebesar 10,21% hasil rekapitulasi itu kita simpulkan nilai OEE yang rendah mengakibatkan turunnya kapsitas produksi disebabkan operator yang tidak mau peduli ke pada mesin Kata kunci : OEE (overall equipment effectifiveness), TPM (total productive maintenance), breakdown mesin, Avaibility,performace rate
PERANCANGAN ULANG TATA LETAK PUSAT PEMELIHARAAN BUS TRANSJAKARTA DENGAN METODE ACTIVITY RELATIONSHIP CHART UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI KERJA PADA PT CITRAKARYA PRANATA LUTHFAN DWI RAMDAN; BASUKI ARIANTO; W. TEDJA BHIRAWA
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 9, No 2 (2020): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.368 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v9i2.642

Abstract

ABSTRAKSI     Penelitian ini akan membahas perancangan ulang tata letak pusat pemeliharaan bus Transjakarta pada PT. Citrakarya Pranata. Perancangan ulang tata letak dilakukan oleh karena layout awal menunjukkan letak area satu dengan area lain kurang berhubungan dan kurangnya tempat untuk menyimpan spareparts. Penulis melakukan penelitian dalam perancangan ulang tata letak pusat pemeliharaan bus Transjakarta dengan menggunakan metode Activity Relationship Chart. Selain mempergunakan metode ARC selanjutnya, layout awal diperhitungkan dan dianalisis dengan menggunakan perhitungan jarak metode rectilinear. Pada layout akhir, jarak tempuh penerimaan dan pengiriman spareparts lebih pendek dari sebelumnya. Selain itu, hasil akhir yang didapatkan penulis dari penelitian yakni terdapat pemindahan ruang kantor, ruang rapat, ruang pemeliharaan, perluasan gudang dan penambahan gudang guna mendukung efesiensi dan efektivitas kerja. Kata Kunci: Activity Relationship Chart, Metode Rectilinear, Transjakarta
ANALISIS PERFORMANCE MAINTENANCE PADA PERALATAN UTAMA PENGEBORAN MINYAK DI PT GEO LINK NUSANTARA RONY NAWE; KAREL L. MANDAGIE; W.TEDJA BHIRAWA
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 7, No 2 (2018): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.508 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v7i2.810

Abstract

Dalam dunia pengeboran merupakan kegiatan yang tinggi resiko, yaitu terjadinya semburan liar berupa gas ataupun fluida dan bahkan sering kali mengakibatkan kerusakan lingkungan, peralatan, bahkan sampai tingkat fatality. Masalah peralalatan utama pengeboran yang sering mengalami breakdown terbanyak dan faktor-faktor apa saja yang menyebab terjadinya breakdonw sehingga pemeliharaan dan perawatan peralatan yang baik menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan suatu kegiatan proyek pengeboran kondisi peralatan selalu dijaga dalam keadaan optimal agar proses pengeboran dapat terlaksanakan sesuai dengan target yang sudah di tentukan. Dalam melakukan penelitian penulis menggunakan metode analisis Performance Maintenance untuk menghitung nilai Reability yaitu MTBF, Maintanability MTTR dan Availability dan data-data kerusakan peralatan dari perusahaan digunakan untuk menganalisis manakah peraltan utama pengeboran yang sering mengalami breakdown terbanyak diantara peralatan lainnya, kemudian penulis menggunakan analisis sebab akibat (Fishbone) untuk menguraikan faktor –faktor penyebab kerusakan dari empat fakro penyebab saja, yaitu lingkungan, manusia, mesin dan metode. Hasil analisis berkesimpulan bahwa Performance Maintenance pada peralatan BOP System selama 6 bulan pada periode Oktober 2017 sampai Maret 2018, bahwa: nilai MTBF, 154 jam, sedangkan MTTR, adalah 42 jam, dan Availability, adalah 87,64%.. Kesimpulan penyebab kerusakan BOP yang terjadi, kurangnya kesadaran dan kepedulian para pekerja dilokasi pekerjaan. Dalam penelitian ini juga dibahas mengenai analisis pemecahan masalah menggunakan Analisis Sebab Akibat dan memberikan usulan SOP bagi perusahaan untuk dijalankan oleh para pekerja yang terlibat langsung dengan perbaikan dan pemeliharaan BOP System. Dalam SOP ini juga akan menerapkan beberapa Pilar dalam Perawatan TPM, seperti Konsep 5-S dan Pelatihan operator kepada Autonomous Maintenance.Kata kunci : Performance Maintenance, MTBF, MTTR, Avability, Preventive Maintenance (PM)
ANALISIS KINERJA ANTRIAN PADA PELAYANAN PEMBAYARAN PARKIR KENDARAAN DI BANDARA HALIM PERDANAKUSUMA MUHAMMAD JAZWIR; HARI MOEKTIWIBOWO; W.TEDJA BHIRAWA
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 8, No 1 (2019): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.635 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v8i1.801

Abstract

Bandara Halim Perdanakusuma adalah salah satu bandar udara yang terletak di DKI Jakarta. Permasalahan yang sering muncul yaitu banyaknya aktivitas dan semakin meningkat setiap hari, menyebabkan arus kedatangan kendaraan menjadi naik dan khususnya pada saat kendaraan keluar keluar bandara untuk pembayaran parkir yang menyebabkan jumlah antrian menjadi menaik yang menyebabkan dampak secara tidak langsung seperti menghabiskan banyak waktu dan juga kenyamanan. Berdasarkan masalah tersebut, dilakukan analisis terhadap kinerja antrian yang diterapkan di perusahaan ini, guna mengatasi masalah yang ada saat ini. Pada penelitian menggunakan metode Antrian Multi Channel Single Phase(M/M/s) atau model antrian jalur berganda dan pengujian distribusi data menggunakan software Input Analyzer. Pengumpulan data yang dilakukan dengan observasi berupa waktu antar kedatangan, waktu pelayanan dan data sekunder yaitu database perusahaan yaitu data tingkat kedatangan kendaraan. Berdasarkan hasil data observasi dan data sekunder pada pengelola pelayanan di Bandara Halim Perdanakusuma yang dikelola oleh PT Securindo Packatama Indonesia mempunyai 4 loket tahap pelayanan pembayaran parkir di gerbang utama dengan rata-rata tingkat kedatangan 833 kendaraan per jam dan rata-rata waktu pelayanan 209 kendaran per jam pada jam-jam sibuk. Dalam proses pelayanan, menggunakan sistem antrian FIFO (First In First Out). Hasil analisis data yang telah diolah diketahui pada kondisi awal dengan tingkat 99 %. Setelah dilakukan perhitungan parameter antrian dengan cara penambahan 2 server didapatkan hasil 66 %. Analisis kinerja antrian ini menunjukkan bahwa antrian kendaraan akan optimal jika tingkat utilitas menurun maka antrian dapat berkurang. Oleh sebab itu tingkat utilitas harus diperkecil melalui penambahan server atau kemampuan individual setiap server.Kata Kunci: Teori Antrian, Utilitas
ANALISIS OPTIMALISASI PENJADWALAN INSPEKSI C CHECK MAIN LANDING GEAR RETRACTABLE PADA PESAWAT ATR 42 – 300 DENGAN METODE RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE (RCM) DIMAS ARIEF BUDIANTO; WASPADA TEDJA BHIRAWA; BASUKI ARIANTO
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 11, No 1 (2022): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.659 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v11i1.893

Abstract

PT. TAS (TRIGANA AIR SERVICE) merupakan suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang Penerbangan salah satu contohnya adalah Pesawat ATR 42-300 adalah versi pesawat yang bisa diubah secara cepat sebagai pesawat penumpang maupun kargo dari versi standard seri -300. Salah satu permasalahan yang sering terjadi system hidrolik pada landing gear gagal berfungsi dan kerusakan yang sering terjadi dibagian komponen Free Fall Asister dan Shock Absorber yang menyebabkan landing gear tidak dapat melakukan Extension maupun Retraction, sehingga pesawat tidak dapat mendarat dengan landing gear. Beberapa kendala yang ditimbulkan dari kegagalan system landing gear berdampak pada keterlambatan penerbangan (Delay) maupun perubahan jadwal yang dapat memakan waktu untuk para penumpang. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif, dimulai dari studi lapangan untuk mendapatkan data dan untuk melakukan wawancara, serta melakukan studi pustaka tentang penelitian ini. Data yang dikumpulkan merupakan data jenis kerusakan komponen Free Fall Asister dari tahun 2015-2018, lalu di konversikan dan diolah dengan metode RCM (Reliability Centered Maintenance) sehingga mendapatkan data inspeksi C Check, data komponen downtime, model kegagalan, dan efek analisis, table perhitungan Rpn lalu masuk kedalam perhitungan MTTF setelah itu perhitungan laju kerusakan dan perhitungan reliability. Berdasarkan metode RCM yang diterapkan diperoleh hasil dari perhitungan bahwa total downtime terendah (Dtp) dari tindakan perawatan, bentuk kegiatan preventive terhadap komponen free fall asister adalah secara corrective maintenance (CM) dengan perawatan interval 200 jam atau 9 jam. Perubahan perawatan yang dilakukan komponen free fall asister berhasil mengefisiensi total keandalan komponen mencapai 68%. Kata Kunci : Optimalisasi, RCM, Maintenance, Free Fall Asister
Co-Authors Achmad Takbiriyantono adi septian, jamal Adi Wibowo, Sunar AGUNG TRIWIBOWO Agus Sugiharto ALDY ALFRIANSYAH Arie Rahmadi ARIZAL NURHIDAYAT AYUB SUDRAJAT AZAM CHAERUL Bahrinudin BASUKI ARIANTO BAYU SEKTI AJI BUDI SUMARTONO CHRISTOFEL, JHON KEVIN Cindy Fenora Cuk Hendradinata DANAR SAPUTRA Daniel Simanjuntak DARMAWAN YULIANTO Dea Hamdallah DENI ROSIYANTO PAMUNGKAS Dikatama T DIMAS ARIEF BUDIANTO DIMAS SATRIO DONY DRAJAT PANGESTU DUTA, ALFONSUS FATMA ASTANA Eko Prasetiono Erfin Indrawan Ramadhan ERVINI MELADIYANI ERWIN WIJAYANTO FADEL MUHAMAD FIKRI FARAH KRISDIANA FITRIA NURAUHATH Gianina Mulia B. Sembiring Hari Moekti Wibowo HARI MOEKTIWIBOWO HENDRIKA YUNIARTO IKBAL NUGRAHA Indra Mawan Indramawan INDRAMAWAN INDRAMAWAN Indramawan, Indramawan Jaenal Abidin JAMAL ADI SEPTIAN JANAMPA, MELINUS KAREL L MANDAGIE KAREL L. MANDAGIE KAREL MANDAGIE KN , Nurwijayanti Lionil Radityo LUTHFAN DWI RAMDAN LUTHFI CHAERUL UMAMM M A Bintoro Dibyoseputro M. A. Bintoro Dibyoseputro Magai, Erna MANDAGIE, KAREL L. Manik, Anjoe Mayori, Ersha MUH FIKRY SONDENG MUHAMAD AJRUL KAMSIN MUHAMAD LUTFI ARDIASYAH MUHAMMAD JAZWIR Muhammad Ridho MUHDHOR, FAHMA DIANA NUGRAHA, I PUTU ODHI BAGUS NUR IMAN, DHAVA HAIQAL Nurjaman Nurjaman Nurwijayanti Nurwijayanti Kusumaningrum PRASETYO MARGIYANTO RAHAYU NINGRUM Randi Maulana RANGGA, MUHAMAD Riki Kurniadi RIZAL RIANA RONY NAWE ROSULUDDIN, ADHE ALVIN Sari, Debbie Kemala Septian, Jamal Adi SIANIPAR, MALINITIN Situngkir Obrin SUMARTONO, BUDI Sungkono SUNGKONO SANUSI Sungkono Sungkono SURYANA, HILMAN Suryani Suryani Syamsunasir T. Dikatama Tia Dikatama Tsania Triono Triono Wardaya Yoga Bimantara, Anrianus YUDI SOSIALISMAN