Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Optimizing the Role Women in Processing Fish Scale Waste into Creative Products: OPTIMALISASI PERAN PEREMPUAN NELAYAN DALAM MEMANFAATKAN LIMBAH SISIK IKAN MENJADI PRODUK KREATIF veny puspita; Tri Utami, Risnita; Safrianti, Sintia; Aulia Salsabilla, Zahra
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 6 (2024): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v8i6.22775

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilakukan bersama Bank Sampah "Betandang," yang terletak di dekat Pantai Pondok Besi dan melibatkan masyarakat pesisir yang bergantung pada hasil laut. Meskipun berdekatan dengan Pasar Ikan yang menghasilkan limbah ikan setiap hari, bank sampah ini belum memanfaatkan limbah tersebut. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberdayakan masyarakat, khususnya perempuan, dalam mengolah limbah sisik ikan. Metode yang digunakan meliputi observasi, survei lapangan, kuesioner, wawancara, penyampaian materi, pendampingan, sosialisasi, dan diskusi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 100% anggota mitra memahami proses pengolahan limbah sisik ikan. Ke depan, dengan mengoptimalkan peran perempuan nelayan, limbah sisik ikan dapat disetorkan ke bank sampah, memberikan peluang pendapatan baru. Bank sampah kini mampu memproduksi produk kreatif dari limbah tersebut, yang dapat dipasarkan melalui berbagai media pemasaran
Analisis Morfologi dan DNA Barcoding Udang Alpheus edwardsii (Alpheidae) pada Substrat Karang Mati di Perairan Pulau Tunda, Banten Risnita Tri Utami; Ichtineza Halida Hardono; Teddy Triandiza; Hawis Madduppa; Muhamad Nur
Journal of Marine Research Vol 14, No 4 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i4.53393

Abstract

Substrat karang mati memiliki peran ekologis penting dalam ekosistem terumbu karang, terutama sebagai habitat bagi organisme kriptik seperti krustasea dekapoda. Namun informasi mengenai keanekaragaman dekapoda kriptik pada substrat karang mati masih terbatas, khususnya di perairan Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi udang snapping (Alpheidae) yang ditemukan pada substrat karang mati di perairan Pulau Tunda, Banten, melalui kombinasi analisis morfologi dan DNA barcoding. Hasil pengamatan morfologi mengonfirmasi bahwa spesimen tersebut termasuk dalam genus Alpheus, yang dicirikan oleh capit asimetris dengan satu capit (chela mayor) berukuran lebih besar dan mampu menghasilkan suara gertakan. Analisis gen mitokondria COI menunjukkan tingkat kemiripan sebesar 85,45% dengan Alpheus edwardsii yang tercatat di GenBank, dengan nilai query cover 95%. Rendahnya tingkat kemiripan ini diduga berkaitan dengan keterbatasan data referensi genetik yang berkerabat dekat dalam basis data publik. Temuan ini menegaskan pentingnya substrat karang mati sebagai habitat fauna kriptik dan mengindikasikan perlunya perluasan basis data genetik untuk meningkatkan akurasi identifikasi taksonomi dalam penelitian mendatang.
Analisis Morfometrik Siput Lola (Rochia nilotica L.) di Pulau Enggano, Bengkulu dan Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat Risnita Tri Utami; Muhhamad Nasir; Ichtineza Halida Hardono; Dedi Pardiansyah; Teddy Triandiza; Asro Nurhabib
Journal of Marine Research Vol 13, No 4 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i4.47139

Abstract

Lola snails (Rochia nilotica L.) are economical marine biota that can be found in tropical coral reef areas spread across the Indo-Pacific region including Indonesia. However, over the past few decades it has been overexploited. Therefore, the purpose of this study was to determine the growth patterns and condition factors of lola snails in Bengkulu and West Nusa Tenggara waters. Data were collected in July-August 2024 in Enggano Island, Bengkulu and Pasaran Island and Kaung Island, West Nusa Tenggara using purpossive sampling method. The total number of lola snails obtained was 103 individuals with a diameter of 63.85-113.9 mm; height 67.7-113.22 mm' and weight 102-496 g. The length-weight relationship in Enggano Island, Bengkulu with a value of W = 0.000147L3.1947, Pasaran Island, NTB is W = 0.10649L 2.2378, and Kaung Island (NTB) with a value of W = 0.002221L2.6166.  The results of this study indicate that the growth pattern of lola snails on Enggano Island is a positive allometric model which means that weight growth is faster than height growth. While the growth pattern of lola snails on Pasaran Island and Kaung Island is a negative allometric model which means that height growth is faster than weight growth. The condition factor is 1.0048-1.0130, indicating that the Bengkulu and West Nusa Tenggara regions are still a suitable environment for the growth of lola snail.
Analisis Spasial Perubahan Luas Mangrove Berbasis Citra Sentinel-2A di Delta Upang, Kabupaten Banyuasin Akhmad Tri Prasetyo; Hartoni Hartoni; Ikhlasul Amal; Risnita Tri Utami
Journal of Marine Research Vol 14, No 3 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i3.53021

Abstract

Delta Upang merupakan kawasan ekosistem mangrove yang mengalami perubahan signifikan akibat perluasan sektor perkebunan serta pertanian. Pengembangan algoritma untuk mendeteksi keberadaan mangrove terus dilakukan guna membedakannya dari vegetasi daratan. Penelitian ini menganalisis perubahan luasan mangrove di Delta Upang dengan memanfaatkan kombinasi algoritma NDVI dan NDMI. Analisis dilakukan menggunakan citra Sentinel-2A tahun 2016, 2020, dan 2024. Titik klasifikasi dipilih secara sistematis dengan interval 200 meter untuk keperluan validasi. Sebanyak 6581 titik klasifikasi divalidasi terhadap citra google earth dan dihitung tingkat akurasinya menggunakan matiks confusion. Hasil kombinasi NDVI dan NDMI terbukti cukup efektif dalam memetakan vegetasi mangrove, dengan akurasi mencapai PA 90%, UA 96,92%, OA 96,2%, dan F1 93,33%. Luas area mangrove mengalami penurunan di seluruh desa yang berada di Delta Upang. Penurunan tersebut disebabkan oleh alih fungsi lahan menjadi area perkebunan. Tahun 2016 tercatat luas mangrove sebesar 2.857 hektar, berkurang menjadi 1.543 hektar pada 2020, dan terus menyusut hingga 1.013 hektar di tahun 2024. Desa Upang Makmur dan Sungsang IV menunjukkan penurunan luasan mangrove paling besar sepanjang periode pengamatan. Desa Sungai Semut tercatat mengalami laju degradasi mangrove paling tinggi selama periode yang sama. Sebaliknya, Desa Muara Baru dan Desa Tanjung Baru mengalami degradasi mangrove relatif rendah dibandingkan desa lainnya. Upaya restorasi lahan mangrove perlu dilakukan untuk mencegah tren penurunan lahan mangrove di Delta Upang kedepannya.
Pertumbuhan, Kelangsungan Hidup dan Efisiensi Pakan Ikan Lele Sangkuriang (Clarias gariepinus) Yang Diberi Campuran Sinbiotik ke Dalam Pakan Pardiansyah, Dedi; Pratama, Andi Komandala; Utami, Risnita Tri; Zulkhasyni, Zulkhasyni
Jurnal Akuakultur Sungai dan Danau Vol 11, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/akuakultur.v11i1.318

Abstract

Commercial feed usually accounts for 60-70% of the total production costs in aquaculture. Therefore, feed additives are needed to support fish growth and feed efficiency to reduce production costs. This study aims to determine the effect of adding a synbiotic mixture to the feed of Sangkuriang catfish (Clarias gariepinus). This research utilized a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 4 treatments with 4 replications, resulting in 16 experimental units. The best average absolute weight and absolute length growth of Sangkuriang catfish fingerlings were found in treatment P4 with a 25% synbiotic mixture. Observations on fish survival rates showed the best results with the inclusion of the synbiotic mixture in the feed.The highest feed efficiency was obtained in treatments P4 and P3, with an average of 0.80%, meaning that 80% of the feed was effectively utilized for daily needs. This was followed by treatment P2 at 0.78%, while the lowest efficiency was found in treatment P1 at 0.77%. The results indicated that all treatments were significantly different. Analysis showed that the lowest Feed Conversion Ratio (FCR) was obtained in P4 (25% synbiotic) and P3 (20% synbiotic), both showing an average value of 1.25%. P2 (15% synbiotic) followed with 1.29%, and P1 (10% synbiotic) with 1.30%, which remains within the standard threshold. Water quality parameters monitored during the study included temperature, pH, and dissolved oxygen
Aktivitas Antioksidan Senyawa Bioaktif Daun Mangrove Sonneratia alba dan Rhizophora apiculata dari Pulau Payung, Banyuasin Ikhlasul Amal; Muhammad Hendri; Risnita Tri Utami; Ardy Andreas Bernard Kase; Nur Rizki Sari
Journal of Marine Research Vol 15, No 2 (2026): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v15i2.55719

Abstract

Ekosistem mangrove dikenal sebagai sumber potensial senyawa bioaktif akibat kemampuannya beradaptasi terhadap kondisi lingkungan pesisir yang ekstrem. Fungsi biologis utama dari senyawa bioaktif yang terkandung dalam mangrove adalah kemampuannya sebagai antioksidan dalam menetralisir radikal bebas. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi aktivitas antioksidan ekstrak daun mangrove Sonneratia alba dan Rhizophora apiculata yang dikoleksi dari ekosistem mangrove Pulau Payung, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian dilakukan melalui percobaan laboratorium yang meliputi pemilihan daun dewasa sebagai bahan uji, pengolahan awal sampel, ekstraksi melalui perendaman menggunakan pelarut etil asetat, serta evaluasi kemampuan antioksidan berdasarkan uji peredaman radikal bebas DPPH. Aktivitas antioksidan dianalisis secara kualitatif berdasarkan perubahan warna larutan dan secara kuantitatif melalui pengukuran persentase penghambatan radikal bebas serta penentuan nilai IC₅₀. Analisis regresi linier digunakan sebagai dasar dalam perhitungan nilai IC₅₀. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa ekstrak daun S. alba dan R. apiculata menunjukkan kemampuan peredaman radikal bebas DPPH pada seluruh konsentrasi yang diuji (50–1000 ppm), dengan tingkat aktivitas yang meningkat seiring dengan bertambahnya konsentrasi. Secara kuantitatif, ekstrak daun S. alba menunjukkan aktivitas antioksidan yang lebih tinggi dengan nilai IC₅₀ sebesar 42,38 ppm (kategori sangat kuat), sedangkan ekstrak daun R. apiculata memiliki nilai IC₅₀ sebesar 88,61 ppm (kategori kuat). Perbedaan aktivitas antioksidan diduga berkaitan dengan variasi komposisi dan kadar senyawa bioaktif sebagai respons adaptif terhadap kondisi lingkungan pesisir. Dengan demikian, daun mangrove S. alba dan R. apiculata, khususnya S. alba, berpotensi dikembangkan sebagai sumber antioksidan alami berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.Mangrove ecosystems are recognized as a potential source of bioactive compounds due to their ability to adapt to extreme coastal environmental conditions. One of the primary biological functions of bioactive compounds found in mangroves is their antioxidant capacity to neutralize free radicals. This study was conducted to evaluate the antioxidant activity of leaf extracts from S. alba  and R. apiculata collected from the mangrove ecosystem of Payung Island, Banyuasin Regency, South Sumatra Province. The research was carried out through laboratory experiments, which included the selection of mature leaves as test materials, preliminary sample preparation, extraction by maceration using ethyl acetate as the solvent, and evaluation of antioxidant capacity based on the DPPH free radical scavenging assay. Antioxidant activity was analyzed qualitatively through observable color changes in the solution and quantitatively by measuring the percentage of free radical inhibition and determining the IC₅₀ value. The results indicated that the leaf extracts of S. alba and R. apiculata exhibited DPPH radical scavenging activity at all tested concentrations (50–1000 ppm), with activity increasing proportionally to concentration. Quantitatively, the leaf extract of S. alba demonstrated higher antioxidant activity, with an IC₅₀ value of 42.38 ppm (very strong category), whereas the leaf extract of R. apiculata showed an IC₅₀ value of 88.61 ppm (strong category). The observed differences in antioxidant activity are presumed to be associated with variations in the composition and concentration of bioactive compounds as adaptive responses to coastal environmental conditions. Therefore, mangrove leaves of S. alba and R. apiculata, particularly S. alba, have the potential to be developed as sustainable, locally based sources of natural antioxidants.
PENDAMPINGAN MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN STUNTING MELALUI REMUNGGAI DAN VERTIMINAPONIK DI BENGKULU UTARA Risnita Tri Utami
PAKDEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/pakdemas.v5i1.554

Abstract

Stunting is a serious health problem that affects the growth and development of children under five, and Indonesia has one of the highest prevalence of stunting in Southeast Asia. In an effort to tackle stunting in North Bengkulu Regency, particularly in Suka Maju, Suka Makmur and Karya Pelita villages, various steps have been taken, including education on stunting and the benefits of remunggai, as well as food processing and vertiminaponics training. The education provided has improved the community's understanding of the importance of stunting and the health benefits of remunggai. Training on processing remunggai into additional food products, such as nuggets and milk, as well as vertiminaponik training for simultaneous fish and plant cultivation, received a positive response from the community. This program demonstrates that improving knowledge and skills on nutrition and aquaculture technology can make a significant contribution to stunting prevention and control efforts. Through education, nutritious food processing, and innovations such as vertiminaponik, it is expected to help reduce stunting rates and improve family welfare in the target areas.
Dinamika Spasial dan Temporal Gelombang Panas Laut di Selat Karimata Sebagai Respons Terhadap Anomali Iklim Ekstrem Muhamad Nur; Ellis Nurjuliasti Ningsih; Redho Yoga Nugroho; Risnita Tri Utami; Qurnia Wulan Sari; Hiskia Abel Perdana Ardi; Alfianu Adhi Riztiawan
Indonesian Journal of Oceanography Vol 8, No 2 (2026): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v8i2.31305

Abstract

Gelombang Panas Laut (GPL) merupakan fenomena ekstrem yang frekuensi, durasi, dan intensitasnya meningkat sebagai respons terhadap pemanasan global akibat aktivitas antropogenik. Selat Karimata, sebagai wilayah strategis dalam sistem lintas laut Indonesia, sangat rentan terhadap anomali termal ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik spasial dan temporal GPL di perairan Selat Karimata selama periode 1992-2024. Analisis dilakukan menggunakan data Suhu Permukaan Laut (SPL) harian resolusi tinggi dari Operational Sea Surface Temperature and Ice Analysis (OSTIA). Deteksi kejadian GPL dilakukan dengan pendekatan ambang klimatologis berbasis persentil ke-90, dengan durasi minimum lima hari berturut-turut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Selat Karimata mengalami rata-rata 2-3 kejadian GPL per tahun dengan durasi sekitar 10 hari dan intensitas maksimum mencapai 1,34 °C di atas ambang klimatologis. Temuan utama menunjukkan adanya tren peningkatan durasi GPL yang signifikan sebesar 11,5 hari per dekade, serta peningkatan frekuensi sebesar 1,1 kejadian per dekade. Secara temporal, kejadian GPL terpanjang dan terkuat terjadi pada tahun 1998 dan 2016, yang berkorelasi erat dengan fenomena El Niño kuat. Secara spasial, wilayah selatan Selat Karimata menunjukkan intensitas dan durasi yang lebih tinggi dibandingkan wilayah utara. Selain itu, kejadian GPL berdurasi panjang dan berintensitas tinggi lebih dominan di wilayah pesisir dan laut semi-tertutup. Peningkatan signifikan pada parameter GPL ini mengindikasikan tekanan termal yang semakin besar pada ekosistem laut di Selat Karimata. Temuan ini menegaskan bahwa Selat Karimata merupakan wilayah yang rentan terhadap tekanan termal laut, dengan implikasi signifikan terhadap ekosistem pesisir dan pengelolaan perikanan (WPPNRI) 711 dalam menghadapi risiko perubahan iklim di masa depan.
Penguatan Literasi Kelautan Melalui Edukasi Oseanografi dan Instrumentasi Kelautan pada Siswa Sekolah Menengah Atas Muhamad Nur; Beta Susanto Barus; Fitri Agustriani; Gusti Diansyah; Anna Ida Sunaryo Purwiyanto; Ellis Nurjuliasti Ningsih; Amanda Astri Pratiwi Febrianti; Risnita Tri Utami
Journal of Community Development Vol. 6 No. 3 (2026): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i2.1886

Abstract

  Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki potensi sumber daya laut yang besar dan strategis, sehingga memerlukan sumber daya manusia yang kompeten dan memiliki pemahaman memadai tentang sistem kelautan. Oseanografi dan instrumentasi kelautan berperan penting dalam memahami dinamika laut, pemantauan kualitas perairan, serta pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan. Namun, pemahaman dan minat generasi muda, khususnya siswa sekolah menengah atas (SMA), terhadap bidang tersebut masih tergolong rendah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, membentuk persepsi positif, serta menumbuhkan minat siswa terhadap oseanografi dan instrumentasi kelautan. Kegiatan dilaksanakan pada Mei 2025 di SMA Nurul Yakin Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, dengan melibatkan dosen dan mahasiswa Jurusan Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Sriwijaya. Metode yang digunakan meliputi edukasi melalui presentasi dan diskusi interaktif, demonstrasi alat kelautan sederhana, serta evaluasi menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Evaluasi difokuskan pada tiga dimensi, yaitu tingkat pengetahuan, persepsi terhadap urgensi dan daya tarik bidang oseanografi, serta minat siswa dalam kegiatan lanjutan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh dimensi yang diukur. Tingkat pengetahuan siswa pada kategori Sangat Mengetahui meningkat dari 2% menjadi 71%, sementara kategori Tidak Mengetahui menurun dari 87% menjadi 7%. Persepsi siswa terhadap urgensi bidang oseanografi menunjukkan peningkatan kategori Sangat Perlu dari 11% menjadi 73%. Selain itu, minat siswa pada kategori Sangat Tertarik meningkat dari 9% menjadi 69%. Hasil ini menegaskan bahwa pendekatan edukatif berbasis interaksi dan praktik sederhana efektif dalam meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan motivasi siswa terhadap bidang kelautan, serta berpotensi menjadi model pengenalan ilmu dan karier kelautan di tingkat sekolah menengah.
Co-Authors Abdul Kadir Yamko Adam Suhanto Afan Mahmudin Agus Kusnadi Agus Kusnadi Aida Sartimbul Akhmad Tri Prasetyo Alfianu Adhi Riztiawan Amanda Astri Pratiwi Febrianti Ami Nolisa An Nisa Nurul Suci Anna Ida Sunaryo Purwiyanto Ardy Andreas Bernard Kase Ari Anggoro Arif Prasetya Aulia Salsabilla, Zahra Ayub Sugara Beta Susanto Barus Dedi Pardiansyah Dedy Kurnianto Delvia Novitasari Dwi Oktavallyan Ellis Nurjuliasti Ningsih Elvina, Wica Engga Jalaludin Esty Kurniawati Fahresa Nugraheni Supadminingsih, Fahresa Nugraheni Feri Nugroho Fildzah Z Hulwani Firman Firman Fitra Wira Hadinata Fitri Agustriani Gusti Diansyah Handoko, Lugu Tri Handoko Hartoni Hartoni Hasidu, La Ode Abdul Fajar Hawis H Madduppa Hawis Madduppa Hendrik V. Ayhuan Herry Novrianda Hiskia Abel Perdana Ardi Ichtineza H Hardono Ichtineza Halida Hardono Ikhlasul Amal Janusi Waliamin Julian Saputra Laode Muhamad Hazairin Nadia Maharani Marlinah Marlinah Melisa Mimit Primyastanto Muhamad Nur Muhamad Nur Muhammad Hendri Muhhamad Nasir Neviaty P Zamani Ningsih, Ellis Nurjuliasti Nur Anisa Nur Ikhsan Nur Rizki Sari Nur Safira Nurhabib, Asro Nurlita P Anggraini Nurseha Nurseha Okka Adittio Putra Parwito Pesilette, Rosmi Nuslah Pratama, Andi Komandala Puspita, Veny Putra Akhir, Ade Fitrah Putri Sapira Ibrahim Qurnia Wulan Sari Rahayu, Andra Rejekineng Redho Yoga Nugroho Rifi Suhendri Rika Anggraini Riri Ezraneti Rosmi N Pesillette Rosmi N Pesillette Sherly Nelsa Fitri Silvy Syukhriani, Silvy Sintia Safrianti Sri Sedjati Sri Sedjati Sriwidodo, Maheno Suara Ningsih, Aisyah Suhanto, Adam Suharun Martudi Sunaryo Sunaryo Sunaryo Sunaryo Syahrial Syahrial Teddy Triandiza Teddy Triandiza Teddy Triandiza Teddy TRIANDIZA Udhi E Hernawan Wahyu Alfanda Wediyanto, Eko Wica Elvina Wica Elvina Wica Elvina Wiwit Pratiwi, Wiwit Yudho Andika Yudisky Yudisky Yudisky, Yudisky Yulfiperius, Yulfiperius Zulkhasyni Zulkhasyni Zulkhasyni