Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

LAPORAN EVALUASI PROGRAM PENDIDIKAN MASYARAKAT EVALUASI PROGRAM KURSUS BAHASA INGGRIS PKBM DARUL MUDZAKKIRIN ANTAPANI Auli Fathan Rosyadi; Cucu Sukmana; Uyu Wahyudin
JAPPA: Jurnal Andragogi Pedagogi dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 1, No 4 (2023): Jurnal JAPPA
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jappa.v1i4.48323

Abstract

Untuk saat ini, bahasa Inggris merupakan bahasa Internasional yang digunakan oleh beberapa Negara, keahlian berbahasa Inggris serinkali menjadi acuan untuk melamar suatu pekerjaan. Maka dari itu,program kursus bhasa Inggris menjadi salah satu program yang dicetuskan oleh PKBM Darul Mudzakkirin yang dilaksanakan setiap tahun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yaitu penelitian yang menghasilkan data berupa deskriptis yang berupa ucapa ataupun tulisan, dan model evaluasi yang di gunakan adalah model CIPP (Context, Input, Proccess, Product. Hasil dari pembahasan yang dilaksanakan dengan pihak PKBM Darul Mudzakkirin ini mendapatkan hasil bahwa banyaknya dokumen yang tersedia dan kegiatan program kursus Bahasa Inggris ini memiliki respon yang baik.
Praktik Pengasuhan: Responsif Genderkah Orangtua Kepada Anak di Dalam Keluarga? Ari Putra; Ihat Hatimah; Uyu Wahyudin; Iip Saripah
Jurnal Ilmiah POTENSIA Vol 8 No 2 (2023): JULI
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jip.8.2.261-272

Abstract

Ketidakadilan gender pada anak laki-laki dan perempuan adalah isu yang kompleks dan harus diperangi secara kolektif oleh masyarakat dan pemerintah. Peran keluarga menjadi paling krusial dalam membentuk sikap yang responsive gender. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengasuhan yang diberikan oleh orangtua dengan merujuk pada pertanyaan apakah orangtua responsive gender dalam aktivitas pengasuhan kepada anaknya yang berusia 0-6 tahun di SPNF Kabupaten Bengkulu Tengah. Responsive gender dalam hal ini adalah memberikan akses, partisipasi, control, dan peran kepada anaknya yang masih dalam kategori usia dini. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Partisipan dalam penelitian ini adalah orangtua yang mengikutsertakan anaknya dalam program pendidikan anak usia di SPNF-SKB Bengkulu Tengah berjumlah 3 keluarga dengan pola pengasuhan yang berbeda. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan teknik analisis gender model harvard Analisis dilakukan dengan menggunakan butir kriteria kesejahteraan, akses, penyadaramn, partisipasi, dan penguasaan bagi laki-laki maupun perempuan. Hasil penelitian ini adalah pengasuhan yang dilakukan orangtua mengarah pada pengasuhan yang demokrasi dengan menerapkan fungsi harmonisasi keluarga sebagai pola dalam pengasuhan seimbang antara ayah dan ibu. Orangtua memberikan perhatian yang sesuai dengan kebutuhan anak dengan konsistensi dan sistemik tanpa melakukan tindakan membeda-bedakan perempuan dan laki-laki di dalam masyarakat sehingga langkah tersebut mampu menghapus kebudayaan yang mengarah pada ketidaksetaraan gender di dalam masing-masing keluarga.
Activation of the Creative Economy Community in Creating Terracotta-based Local Cultural Resistance in Rural Areas Yusmanto; Uyu Wahyudin; Ace Suryadi; Asep Saepudin
International Journal of Science and Society Vol 5 No 5 (2023): International Journal of Science and Society (IJSOC)
Publisher : GoAcademica Research & Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/ijsoc.v5i5.881

Abstract

The creative economy is increasingly developing in various countries, including Indonesia. It is spread throughout all corners of rural areas. The implementation of the creative economy can be driven by the presence of a community that is required to be more energetic in actualizing new ideas; thus, it affects people’s welfare. A critical issue is how the creative economy community can encourage local wisdom; hence, local culture can continue to exist in community development. This research aims to reveal the JAF community’s roles in preserving local terracotta-based culture. The research method was a field case study in the JAF Community, Jatisura Village, Jatiwangi Sub-district, Majalengka Regency. JAF’s impact as a people empowerment activator community could be in the form of (1) fostering organizational enthusiasm in the community (the growth of community movements based on the focus of its work); (2) contributing to the community’s economy (many communities were developing their business ventures); (3) creating social networks (collaboration between communities not only locally but on a national and international scale); and (4) utilizing local wisdom culture (primarily related to arts, livelihood systems, social organizations, and knowledge systems). JAF also had implications for the development of the creative economy through the exhibition subsector, which regularly displayed innovative things at various festivals.
Gender Phenomenology: Interaction and Parenting Style for Early Children In The Family Ari Putra; Ihat Hatimah; Uyu Wahyudin; Iip Saripah
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 5 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i5.5395

Abstract

Communication and interaction dynamics are fundamental to creating harmony in the family. This study investigates interaction and communication patterns in the family environment in the rural area of Bengkulu. This research uses a qualitative methods with phenomenology approach. Phenomenological studies use Husserl's theory where what is depicted is the reality of events in the field The research results show differences in interaction and parenting patterns within the family, primarily related to the role of the husband and the dominance of communication between the mother and the child. The following finding is that parenting styles that tend to pamper children or encourage children to be independent result in limited access to gender equality within the family. These findings can trigger various debates, ranging from relevance to social and cultural change, the influence of other factors in shaping children's gender roles, the need for policy interventions, to considerations related to the generalizability of the findings, gender theory, informal education, and cultural change in the context of role research. gender and parenting. This research implies that informal education needs to be transformed to support increasing parental capacity to increase gender-responsive parenting competencies.
Bimbingan teknis pengelolaan nomor induk berusaha (NIB) berbasis online single submittion (OSS) bagi pelaku UMKM Binaan Perkumpulan Rumah Pintar Di Kabupaten Kuningan purnomo; Uyu Wahyudin; Mustofa Kamil; Nike Kamarubiani; Ace Suryadi; Muhammad Faisal Najmudin
Abdimas Siliwangi Vol. 6 No. 3 (2023): Oktober 2023
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/as.v6i3.20018

Abstract

Masih terdapat beberapa UMKM di Kabupaten Kuningan yang belum memiliki legalitas atau izin usaha, serta menimbulkan dampak menurunnya terhadap akses pasar dan pertumbuhan usahanya. Namun, penerapan Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui Online Single Submittion (OSS) seringkali masih menjadi kendala bagi pelaku usaha, terutama pelaku UMKM yang kurang memahami proses dan persyaratan yang diperlukan. Tujuannya pengabdian pada masyarakat ini adalah memberikan solusi melalui bimbingan teknis mengenai pengelolaan dan pembuatan NIB berbasis OSS. Metode implementasi melibatkan 40 pelaku UMKM yang merupakan binaan Rumah Pintar Provinsi Jawa Barat, dengan kegiatan dilaksanakan pada Kamis, 3 Agustus 2023, di Graha Wisesa, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kuningan. Metode bimbingan teknis, melalui tahap perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi diterapkan untuk mengoptimalkan pemahaman mengurus NIB dan izin usaha melalui platform OSS. Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman para pelaku UMKM tentang pentingnya NIB, memperluas akses pasar, dan mengurangi hambatan birokrasi. Program inimengurangi rintangan birokrasi, membuka peluang pasar yang lebih luas, serta meningkatkan kredibilitas dan potensi pertumbuhan UMKM di wilayah Kabupaten Kuningan.
Perencanaan Program Pelatihan dan Keterampilan UKM dalam rangka Meningkatkan Perekonomian Lokal pada Era Digital di Desa Sukamulya Agung Anugrah Pratama; Iis Sari; Siska; Uyu Wahyudin; Cucu Sukmana
Jurnal Empowerment Vol 13 No 1 (2024): February 2024
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/empowerment.v13i1.4489

Abstract

The development of the digital era has had a significant impact on the local economy, including on Small and Medium Enterprises (UKM) in Sukamulya Village. The research method used involved surveys, interviews and data analysis to identify the training and skills needs required by SMEs in Sukamulya Village. The results of this research present training program planning that covers critical aspects in the digital era, such as mastery of information technology, online marketing, digital business management, and other relevant skills. This research contributes to further understanding of training and skills program planning strategies to improve the local economy, especially in the context of SMEs in the digital era.
KINERJA PELTIER SEBAGAI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA TERMOELEKTRIK Uyu Wahyudin; Cecep Nana Nasuha; Asep Miftahul Anwar
Jurnal Fakultas Teknik Kuningan Vol. 4 No. 3 (2023): Jurnal Fakultas Teknik
Publisher : Universitas Islam Al-Ihya Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The majority of power facilities in Indonesia continue to rely on fossil fuels as their primary source of energy. Nevertheless, as a step toward the implementation of renewable energy, Peltier devices can be utilized as heat-powered electric generators. The objective of this study is to assess the performance and efficacy of Peltier devices as thermoelectric power generators. On a 20 x 30 cm aluminum plate, 10 Peltier modules of type TEC1-12706 were arranged in series for this investigation. Two distinct tests, employing solar heat energy and heat energy from a vacuum separator, were conducted. Using Peltier devices with a vacuum separator resulted in a greater output, namely 0.3818 Watt at a temperature of 60 C, than using solar heat energy, which generated 0.0223 Watt at a temperature of 37 C. The efficiency of solar-powered Peltier devices was determined to be 0.24 percent, while the efficiency of a vacuum separator was 0.62 percent. However, the efficiency of Peltier devices is still insufficient for them to serve as a primary source of electricity generation.
ANALISIS PENGARUH VARIASI SUHU DAN RPM TERHADAP EMISI GAS BUANG PADA MESIN AVANZA TIPE G 1,5 MT TAHUN 2013 DI SMK NEGERI 1 JAPARA Agie komarulloh; Fikri Ulul Albab; Uyu Wahyudin
Jurnal Fakultas Teknik Kuningan Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Fakultas Teknik
Publisher : Universitas Islam Al-Ihya Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70476/jft.v5i1.001

Abstract

Emisi gas buang kendaraan adalah sisa hasil pembakaran bahan bakar di dalam mesin kendaraan yang dikeluarkan melalui sistem pembuangan mesin, sedangkan proses pembakaran adalah reaksi kimia antara oksigen di dalam udara dengan senyawa hidrokarbon di dalam bahan bakar untuk menghasilkan tenaga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variasi temperatur dan RPM terhadap emisi dan gas buang Avanza tipe G 1.5 MT Tahun 2013 di SMK Negeri 1 Japara. Metode yang digunakan adalah eksperimen kuantitatif dengan variasi temperatur berkisar antara 30 sampai 80 derajat Celcius, dan RPM berkisar antara 1000 sampai 3500 RPM. Data penelitian menunjukkan bahwa kadar karbon monoksida (CO) berkisar antara 0,04 hingga 0,1%, hidrokarbon (HC) berkisar antara 56 hingga 2 ppm, karbon dioksida (CO2) berkisar antara 11 hingga 10,7%, dan oksigen (O2) berada pada 0. %. Selain itu, penelitian ini juga memperoleh nilai LAMDA sebesar 0,9 dan nilai AFR sebesar 14,6. Semakin tinggi RPM, kadar karbon monoksida (CO), karbon dioksida (HC), dan karbon dioksida (CO2) dalam emisi gas buang semakin rendah. Namun, pada parameter lamda dan AFR, kadarnya tetap konstan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa temperatur tidak berpengaruh signifikan terhadap emisi gas buang Avanza tipe G 1.5 MT Tahun 2013. Namun RPM berpengaruh signifikan terhadap emisi gas buang.
PENINGKATAN DAYA SAING PRODUK SINGKONG KRISPI MOTEKAR JAYA MELALUI DIGITAL MARKETING DI DESA SUNALARI KECAMATAN CIKIJING KABUPATEN MAJALENGKA Uyu Wahyudin; Cecep Nana Nasuha; Dudi Komaludin; Jaenal Gopur Asmanul Salam
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 01 (2024): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Islam Al-Ihya Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

sub-district. This village has a lot of potential and should be used to present the MSME products that they make. Cassava Crispy Motekar Jaya, a cassava chip snack, is one of the MSME products created in Sunalari village. One of the challenges that MSMEs in Motekar Jaya confront is a lack of information technology competence, particularly in the use of digital media such as social media. Because MSMEs' ability to advertise their products is still limited, their products are not effectively digested or understood by the population in general. This community service activity aims to help bring MSME products to a larger market through online marketing / digital marketing. To address issues in this service, the idea is to provide counseling and training to MSME players who are partners.
SIMBOL BUDAYA MUARA ENIM Sardin Sardin; Ayo Sunaryo; Nike Kamarubiani; Uyu Wahyudin; Arvian Triantoro
Jurnal Integritas Serasan Sekundang Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Integritas Serasan Sekundang
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah KabupatenMuara Enim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelestarian terhadap budaya merupakan salah satu upaya untuk mempelajari perkembangan budaya yang berkembang pada masyarakat tertentu. Budaya juga menggambarkan perkembangan masyarakat dari masa ke masa.  Melalui penelusuran budaya   oleh generasi berikutnya diharapkan memberikan kontribusi dalam mempelajari dan memaknai hakekat, filosofis, dan nilai-nilai yang terkandung di dalam budaya tersebut. Sebagai bagian dari ras Melayu, Muara  Enim merupakan daerah yang kaya akan peninggalan budaya baik dalam bentuk budaya benda maupun budaya tak benda. Kajian ini ini merupakan salah satu bagian dari upaya untuk  mengkaji budaya benda dan tak benda di Kabupaten Muara Enim dilihat dari posisi/letak, kondisi, makna atau hakikat serta perkembangan yang terjadi pada saat ini di masyarakat. Penelitian dilakukan dengan cara cara mengumpulkan literatur dan dokumen yang relevan yang dimiliki oleh pemerintah masyarakat ataupun perorangan. Selanjutnya untuk mendalami hakikat dari benda dan tak benda tersebut dilakukan wawancara dan FGD terhadap tokoh masyarakat dan pihak-pihak yang memahami nilai budaya tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah budaya benda dan tak benda yang terpetakan berdasarkan kecamatan dan jenis budaya yang ada berjumlah 1450 jenis budaya. Jumlah tersebut tersebar di 23 kecamatan di Kabupaten Muara Enim. Pada jenis budaya benda, daerah atau kawasan dengan budaya benda terbanyak berada di Kecamatan Tanjung Agung, Lawing Kidul, dan Semende Darat Ulu. Pada keseluruhan kecamatan terdapat adat/budaya yang sama, meskipun terdapat pula pada beberapa kecamatan memiliki adat istiadat yang khas yang tidak ada di kecamatan lainnya. Budaya tak benda berupa; adat istiadat, bahasa, manuskrip, permainan rakyat, teknologi tradisional, dan budaya lisan lainnya. Hasil penelitian ini meyimpulkan bahwa; 1) Kabupaten Muara Enim merupakan salah satu kabupaten yang memiliki sejarah panjang dalam perkembangan masyarakatnya yang ditandai dengan banyaknya simbol-simbol budaya baik tak benda maupun benda yang ditemukan di seluruh kecamatan. 2) Konservasi budaya masih banyak dilakukan melalui budaya tutur sehingga tidak seluruh masyarakat memahami esensi budaya tersebut dan akses terhadap informasi  tentang budaya yang masih terbatas. 3) pemaknaan metafisik produk budaya (simbolis) yang dipahami oleh “kelompok tua” hanya melahirkan budaya tanpa makna pada generasi berikutnya, dna 4) masyarakat saat ini sudah menjadi “penikmat” budaya dan bukan pelaku budaya sebagai akibat dari kesadaran dan ruang pembudayaan yang terbatas.