Claim Missing Document
Check
Articles

Edukasi Pencegahan Kekurangan Energi Kronik (KEK) Pada Ibu Hamil di Puskesmas Simpur Kota Bandar Lampung Riska Wandini; Muhammad Rafli; Ilham Agung Sakti; Putri Yolanda Utama; Ni Luh Sumo; Novindri Ryalita; Mahda Rizka Faer Rifa’ie; Sumarni Sumarni; Yanti Fitria
Compromise Journal Community Proffesional Service Journal Vol. 2 No. 4 (2024): Compromise Journal : Community Proffesional Service Journal
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/compromisejournal.v3i1.478

Abstract

Pregnant women need nutrition to stay healthy. This is done by increasing and varying the food consumed, but do not increase the portion size and also limit the diet because it can harm the fetus in the womb. Chronic Energy Deficiency is a condition where a pregnant woman experiences a lack of food for a long period of time (chronic or chronic), giving rise to health problems such as being unable to meet the increased nutritional needs during pregnancy. Pregnant women who suffer from CED have a higher risk of giving birth with lower birth weight (LBW) than pregnant women without CED. The aim of this activity is to increase respondents' knowledge regarding how to prevent and treat CED. Socialization methods in the form of lectures and questions and answers are used in this activity using leaflets as media. Activity Results: Respondents were very enthusiastic about the material presented and there were several respondents who asked questions. The conclusion of this educational activity was successfully carried out to increase knowledge and awareness of pregnant women about the importance of preventing and treating Chronic Energy Deficiency Disorders (CED).
Asuhan keperawatan komprehensif dengan penerapan teknik kompres bawang merah terhadap penurunan suhu tubuh anak dengan demam Novikasari, Linawati; Wandini, Riska; Pradisca, Rima Ary
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 1 No. 3 (2021): Terapi Komplementer Dalam Keperawatan
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v1i3.89

Abstract

Pendahuluan: Masalah kesehatan anak merupakan salah satu masalah utama dalam bidang kesehatan yang saat ini terjadi di Indonesia.  Demam adalah suatu keadaan dimana terjadi peningkatan suhu tubuh diatas normal. Rentang suhu tubuh seseorang dikatakan hipotermi terjadi <36,5,normal 36,5-37,5, dan dikatakan hipertermi >37,5. Efek hangat dari bawang merah bekerja dengan cara penggunaan energy panas melalui metode konduksi dan evaporasi, yaitu perpindahan panas dari suatu objek lain dengan kontak langsung . Tujuan: Dilakukan asuhan keperawatan komplementer dengan penerapan teknik kompres bawang merah terhadap penurunan suhu tubuh anak dengan demam di Kabupaten Lampung Tengah tahun 2021 Metode: metode asuhan keperawatan ini menggunkan pendengakan dengan perlakukan pemberian bawang merah dengan konsep asuhan keperawatan komprehensif pasa setase anak, serta mendeskripsikan dalam bentuk review kasus dengan menganalisi masalah yang terjadi pada demam menggunakan penerapan teknik kompres bawang merah terhadap penurunan suhu tubuh anak dengan demam di Kabupaten Lampung Tengah tahun 2021 Hasil: masalah yang di dapatkan pada kedua pasien dengan keluhan demam memiliki keluhan yang sama yaitu demam, anak menggigil dan pada penegakan diagnosa di temukan masalah hipertermi berhubungan dengan proses infeksi, dan setelah di berikan terapi kompres bawang merah demam mulai turun dan masalah teratasi. simpulan: evaluasi yang di dapatkan pada klien dengan hambatan aktivitas menunjukan bahwa klien An. R mengalami penurunan suhu yang optimal, mukosa bibir lembab peningkatan nafsu makan. Sedangkan pada An. T masih mengalami demam, nafsu makan menurun, akral terab hangat, nampak lemas. Kedepannya apabila pasien mengalami demam berulang maka di anjurkan untuk memeriksakan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Penyuluhan kesehatan tentang pergaulan bebas Rilyani, Rilyani; Wandini, Riska; Sari, Indah; Putra, Kadek Edy Artana; Kodriyansah, Kodriyansah
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 1 (2022): Promosi Kesehatan Pada Remaja
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v2i1.170

Abstract

Pendahuluan: Pergaulan bebas anak usia remaja pada era milenial masih menjadi polemik. Era milenial berjalan semakin cepat seiring dengan diikutinya peningkatan kemajuan teknologi yang memberikan nilai tambah dengan mudahnya mengakses segala informasi, hal ini memiliki dampak terhadap pola kehidupan masyarakat dari berbagai kalangan terutama anak usia remaja. Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak remaja menuju masa dewasa. Di mana pada masa ini remaja seharusnya mulai belajar memiliki tanggung jawab sebagai seorang remaja yang mampu berfikir dan bertindak sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat. Tujuan: Responden dapat mengetahui dan memahami tentang pergaulan bebas. Metode: Pelaksanaan metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan 2 tahap, yaitu pertama mahasiswa profesi ners menjelaskan tentang pergaulan bebas menggunakan lembar bolak balik dan ke dua setelah diberikan penyuluhan pergaulan bebas, responden diberikan Tanya jawab tentang pergaulan bebas. Hasil: Responden memahami tentang pergaulan bebas. Simpulan: responden dapat memahami tentang pergaulan bebas dan menerapakan hidup sehat tanpa pergaulan bebas.
Penyuluhan kesehatan tentang bantuan hidup dasar Andoko, Andoko; Wandini, Riska; Azzahra, Putri Salsabila; Sari, Made Novita; Khoirudin, Parid; Haryanti, Mega
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 3 (2022): Penatalaksanaan Diabetes Melitus Tipe 2
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v2i3.200

Abstract

Pendahuluan: Bantuan hidup dasar adalah suatu intervensi yang dirancang untuk memulihkan dan memelihara fungsi organ vital pada korban henti jantung dan pernapasan. Intervensi ini termasuk memberikan kompresi dada dan bantuan pernapasan. Trauma atau non-trauma dapat menyebabkan keadaan darurat, yang dapat menyebabkan henti napas, serangan jantung, kerusakan organ, dan pendarahan. Tujuan:Responden dapat mengetahui dan memahami tentang bantuan hidup dasar. Metode:Pelaksanaan metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan 2 tahap, yaitu pertama mahasiswa profesi ners menjelaskan tentang bantuan hidup dasar dan ke dua setelah diberikan penyuluhan, responden diberikan tanya jawab tentang bantuan hidup dasar Hasil: Responden mengetahui tentang bantuan hidup dasar. Simpulan: Responden dapat memahami tentang bantuan hidup dasar.
Penyuluhan kesehatan tentang pengaruh air bersih dan sanitasi terhadap masalah kesehatan (stunting) Chrisanto, Eka Yudha; Wandini, Riska; Yulyani, Vera; Nirwanto, Nirwanto; Mardani, Mardani; Dewi Anggraini, Mega; Selvianti, Utari Aditia
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 1 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i1.247

Abstract

Background: Stunting is a condition where toddlers have a length or height that is less than their age. From the results of the preliminary study at the Panjang Health Center in Bandar Lampung City, it was found that 39.95% of children experienced stunting problems. Children who experienced stunting problems in the Kelurahan Panjang Selatan neighborhood I and II can be caused by several factors such as environmental sanitation, food and beverage processing and mother’s knowledge of stunting. This needs further follow-up. Purpose: Respondents can find out about the influence of access to water and sanitation on health problems (Stunting). Methods: The implementation of the method used in community service is carried out in 2 stages, firstly, students of the Nursing Science Study Program (PSIK) explain the effect of water clean and sanitation on health problems (Stunting) using leaflets and secondly, after being given counseling about the effect of water clean and sanitation to health problems (Stunting), respondents were given questions and answers about the affect of clean water and sanitation on health problems (Stunting). Results: Respondents understand about the effect of clean water and sanitation on health problems (Stunting). Conclusion: Respondents can do their own way to prevent and reduce the risk of stunting in children, one of which is by implementing clean water treatment and improving adequate and good sanitation facilities. Keywords: Health Education; Effect of Clean Water; Sanitation; Stunting. Pendahuluan: Stunting merupakan suatu kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umurnya. Dari hasil prevalensi di Puskesmas Panjang Kota Bandar Lampung di dapat data sebesar 39,95% anak mengalami masalah stunting.Anak yang mengalami masalah stunting di wilayah Kelurahan Panjang Selatan Lingkungan I dan II dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti sanitasi lingkungan, pengolahan makanan dan minuman serta pengetahuan ibu terhadap stunting. Hal tersebut tentunya perlu ditindak lanjut lagi. Tujuan: Responden dapat mengetahui, memahami terkait pengaruh air bersih dan sanitasi terhdap masalah kesehatan (Stunting) pada anak. Metode: Pelaksanaan metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan 2 tahap yaitu pertama mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) menjelaskan tentang pengaruh dari air bersih dan sanitasi terhadap masalah kesehatan (Stunting) menggunakan lembar leaflet dan ke dua setelah diberikan penyuluhan tentang pengaruh air bersih dan sanitasi terhadap masalah kesehatan (Stunting), responden diberikan Tanya jawab tentang pengaruh air bersih dan sanitasi terhadap masalah kesehatan (Stunting). Hasil: Responden memahami tentang pengaruh air bersih dan sanitasi terhadap masalah kesehatan (Stunting). Simpulan: Responden dapat melakukan sendiri cara untuk mecegah dan mengurangi resiko terjadninya stunting pada anak salah satunya dengan pengolahan air bersih dan perbaikan fasilitas sanitasi yang memadai serta baik untuk diterapkan.
Pendidikan kesehatan penatalaksanaan tersedak pada keluarga yang memiliki balita di Perumnas Wayhalim Bandar Lampung Lensi, Yufia; Wandini, Riska; Wardiyah, Aryanti
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 4 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i3.361

Abstract

Background: High risk in toddlers under 5 years old is very high risk for choking. Toddlers will explore and put foreign objects into their mouths so that they can easily choke. The prevalence of choking incidents in the Wayhalim area in 2021 was 67 toddler incidents and 2 toddlers died due to choking. Meanwhile, in 2022, from January to April, the number of choking incidents was 22 cases and 1 case died due to choking. Purpose: To implement interventions and discussions and to increase knowledge of choking management in families with toddlers. Method: This activity was carried out by providing health promotion using lecture techniques. Results: The average pre-intervention knowledge was 40.4% <50.0% lower than post-intervention knowledge of 82.8%>75%. Conclusion: There was an increase before health education was carried out and after health promotion was given. Keywords: Choking; Health Education; Toddlers. Pendahuluan: Risiko tinggi pada anak usia balita kurang 5 tahun sangat berisiko tinggi untuk mengalami tersedak. Balita akan mengeksplorasi dan memasukkan benda-benda asing ke dalam mulutnya sehingga dengan mudah mengalami tersedak. Prevelensi kejadian tersedak di Wilayah Wayhalim pada tahun 2021 sebanyak 67 kejadian balita dan terdapat 2 balita meninggal dunia karena tersedak. Sedangkan pada tahun 2022 terhitung dari bulan Januari sampai bulan April angka kejadian terseak sebanyak 22 kasus dan 1 kasus meninggal disebabkan karena tersedak. Tujuan: Untuk penerapan intervensi dan pembahasan serta dapat meningkatkan pengetahuan tatalaksana tersedak pada keluarga yang memiliki balita. Metode:  Kegiatan ini dilaksanakan dengan diberikan promosi kesehatan menggunakan teknik ceramah. Hasil: Rata-rata pengetahuan pre- intervensi sebesar 40.4% <50.0% lebih rendah dibandingkan pengetahuan post intervensi sebesar 82,8% >75%. Simpulan: Ada peningkatan sebelum dilakaukan pendidikan kesehatan serta setelah diberikan promosi kesehatan.
Edukasi manajemen stress pada remaja dengan relaksasi nafas dalam dan relaksasi otot progresif Triyoso, Triyoso; Furqoni, Prima Dian; Rilyani, Rilyani; Wandini, Riska
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 1 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v4i1.391

Abstract

Background: Adolescence is the most important period in human life, and adolescence refers to the stage of life that represents the transition from childhood to adulthood. Stress in the younger generation throughout the world occurs in both developed and developing countries. The prevalence of stress and anxiety in adolescents worldwide ranges from 5 to 70%. In the United States alone, 60% of suicide victims suffer from stress and depression. In addition, the prevalence of stress among Korean teenagers was found to be 39.3% in 2019. In Indonesia the prevalence of stress among teenagers increase from year to year, reaching 6.0% of the population. Purpose: Increasing teenagers' knowledge about proper stress management through deep breathing relaxation techniques and progressive muscle relaxation techniques. Method: The community service method carried out is using the socialization method, and filling out questionnaires for Permata Bunda IT High School students. Results: There were 16 participants (100%) who were able to carry out deep breathing relaxation and there were 16 participants (100%) who were able to carry out progressive muscle relaxation. Conclusion: The breathing relaxation technique achieved an incredible 100% success rate among 16 participants, highlighting its undeniable effectiveness in reducing stress. Likewise, Progressive Muscle Relaxation exhibits universal adaptability with a 100% success rate, positioning it as a powerful technique in combating the stressors of modern life. Keywords: Relaxation Techniques; Stress Management; Teenagers. Pendahuluan: Masa remaja merupakan masa terpenting dalam kehidupan manusia, dan masa remaja mengacu pada tahap kehidupan yang mewakili peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Stres pada generasi muda di seluruh dunia terjadi baik di negara maju maupun  berkembang. Prevalensi stres dan kecemasan pada remaja di seluruh dunia berkisar antara 5 hingga 70%. Di Amerika Serikat saja, 60% korban bunuh diri menderita stres dan depresi. Selain itu, prevalensi stres di kalangan remaja  Korea ditemukan sebesar 39,3% pada tahun 2019. Di Indonesia prevalensi stres di kalangan remaja meningkat dari tahun ke tahun,  mencapai 6,0% dari populasi. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan remaja mengenai manajemen stres yang baner melalui teknik relaksasi nafas dalam dan teknik relaksasi otot progresif. Metode: Metode pengabdian masyarakat yang dilakukan yaitu menggunakan metode sosialisasi, dan pengisian kuesioner kepada siswa SMA IT Permata Bunda. Hasil: Terdapat 16 partisipan (100%) mampu melakukan relaksasi pernapasan dalam dan terdapat 16 partisipan (100%) yang mampu melakukan relaksasi otot progresif. Simpulan: Teknik relaksasi pernapasan mencapai tingkat keberhasilan 100% yang luar biasa di antara 16 partisipan, menyoroti efektivitasnya yang tidak dapat disangkal dalam mengurangi stres. Demikian pula, Relaksasi Otot Progresif menunjukkan kemampuan beradaptasi universal dengan tingkat keberhasilan 100%, memposisikannya sebagai teknik yang kuat dalam melawan pemicu stres dalam kehidupan modern.
SOSIALISASI MANFAAT TERAPI AIR SERAI HANGAT UNTUK MENGURANGI NYERI RHEMATOID ATRITIS DI DESA SUKAJAYA LEMPASING PESAWARAN Marlena, Marlena; Rilyani, Rilyani; Gunawan, Ricko; Wandini, Riska
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2024): Vol 6 No 2 November 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v6i2.18520

Abstract

Artritis Reumatoid (AR) merupakan penyakit reumatik autoimun yang paling sering dijumpai dan merupakan penyakit dengan inflamasi kronik yang progresif dan menimbulkan kerusakan sendi yang permanen. Berdasarkan data prevalensi artritis di Indonesia pada kelompk usia 55-64 tahun sebanyak 45%, meningkat pada usia 65-74 tahun sebanyak 51,9 dan pada usia lebih dari 75 tahun sebanyak 54,8% (Kemenkes RI, 2021). Penyakit rheumatoid arthritis baiknya tidak dibiarkan, karena akan merusak sendi yang menimbulkan nyeri hebat. Salah satu tindakan yang terbukti efektif untuk mengurangi nyeri secara non-farmakologi adalah dengan menghangatkan persendian yang sakit. Tanaman yang memiliki zat sebagai penghangat, anti radang dan dapat memperlancarkan aliran darah seperti serai. Tujuan telah dilakukan asuhan keperawatan pada pasien lansia dengan gangguan rhematoid atritis menggunakan terapi air serai hangat. Pengabdian ini dilakukan pada bulan Juni 2024. Kepada lansia sebanyak 10 orang,metode penyuluhan menggunakan metode ceramah dan demonstrasi selama 50 menit ,hasil kegiatan pengabdian ini terjadi peningkatan pengetahuan sebanyak 40 % . 
Pemberian ASI Eksklusif dengan Kejadian Stunting pada Balita Rilyani Rilyani; Riska Wandini; Widia Dwi Lestari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 10 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v10i1.489

Abstract

Introduction; Short and very short, known as stunting, are nutritional status based on the height index for age. The purpose of knowing the relationship between exclusive breastfeeding and the incidence of stunting. Methodology; This study was conducted using analytic observations with a cross-sectional approach, the population in this study were all children under five in the working area of Puskesmas X, the number of samples used was 82. Results; showed that 18 children who were not stunting were given exclusive breastfeeding (52, 9%) Stunting of children under five who were given exclusive breastfeeding were 16 children (47.1%). As many as 12 children under five who were not stunting (25.0%) were not exclusively breastfed and as many as 36 children under stunting (75.0%) were not exclusively breastfed. Conclusion; There is a significant relationship between exclusive breastfeeding and the incidence of stunting in the working area of Puskesmas X Lampung Tengah
Upaya Pencegahan Kecemasan Pada Lansia Terhadap Kesendirian Trismiana, Eka; Rizka, Mahda; K, Umi Rohmayati; Rilyani, Rilyani; Aryanti, Aryanti; Andoko, Andoko; Silvia, Eka; Elliya, Rahma; Wandini, Riska; Triyoso, Triyoso; Setiawati, Setiawati
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 Mei 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v7i1.20525

Abstract

 Pendahuluan: Semua orang akan mengalami proses menua dan masa tua merupakan masa hidup manusia yang terakhir. Salah satu gangguan yang dapat muncul pada usia lanjut adalah gangguan mental dan yang paling sering muncul adalah kecemasan. Kesepian merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kecemasan pada lansia.Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan terhadap upaya pencegahan pada lansia terhadap kesendirian.Metode: Pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal30 Oktober 2023 meliputi wawancara, sesi tanya-jawab serta presentasi yang diampaikan pemateri menggunakan leaflet dan komputer kepada 21 orang Lansia.Hasil: Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah lansia sangat memahami dan antusias terhadap materi yang disampaikan.Simpulan: Masyarakat khususnya lansia diharapkan dapat segera mengatasi masalah kecemasan yang terjadi pada dirinya sendiri.Kata Kunci: Lansia, Kecemasan, Kesendirian, Penyuluhan Kesehatan
Co-Authors Adelta, Yosi Agung Budi Setiyawan Agung Budi Setiyawan Alfabet 0kstristyan fakuriza Amartya, Salsa Anastasya Aminuyati Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko, Andoko Angga Herlambang Anggi Permata Sari Anggun Istawala Aprina Aprina Aryanti Aryanti Aryanti Wardiyah Aryanti Wardiyah Aryanti Wardiyah Aryanti Wardiyah, Aryanti Azzahra, Putri Salsabila Chrisanto, Eka Yudha Dea Pratiwi Dewi Anggraini, Mega Dewi Kusuma Ningsih Dewi Kusumaningsih Dewi Kusumaningsih Dimas Adi Krisna Eka Novitasari Eka Trismiyana Eliya, Rahma Elliya, Rahma Elpi Ulandari Eneng Resti Erlina Wati Furqoni, Prima Dian Gunawan, M. Ricko Hamid Mukhlis Haryanti, Mega Heki Febrianto Hermawan, Dessy Hilda Meilinda Safitri Idfy Dwi Prayogo Ilham Agung Sakti Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah K, Umi Rohmayati Keswara, Umi Romayati Khoirudin, Parid Kodriyansah, Kodriyansah Kustyarini Putri Leni Marlena Lensi, Yufia Lidya Ariyanti Lidya Aryanti Lilis Marlia Linawati Novikasari Linawati Novikasari Linawati Novikasari M. Arifki Zainaro Made Novita Sari Mahda Rizka Faer Rifa’ie Maida Saputri Mardani Mardani Mardani Mardani Mariyam, Siti Herlina Marlena Marlena Marlina Agustina Maya Kurnia Mega Dewi Anggraini Mega Haryanti Muhammad Irgi Muhammad Rafli Muhammad Syamsul Muarif Mutiara Veny Yulia Mutiara Veny Yulia Natasya, Rahma Fani Jaya Nepiana, Nurul Ni Luh Sumo Nirwanto Nirwanto Nirwanto Nirwanto, Nirwanto Nizomi Satria Winata Novikasari, Linawati Novikasari, Linawati Novindri Ryalita Nurhayati Nurhayati Pambudi Setia Parid Khoirudin Pradisca, Rima Ary Putra, Kadek Edy Artana Putri Salsabila Azzahra Putri Yolanda Utama Rachmat Rizkiawan Rahayu Rahayu Rahma Eliya Rahma Ellya Rama Rajasa Ferlanda Alam Ray Krisna Dhitya Reka Putri Rahmawati Ria Mu'alifah Rika Juana Rillyani . Rillyani ., Rillyani Rilyani Rilyani Rilyani Rilyani Rilyani Rilyani, Rilyani Rima Ary Pradisca Riri Anjeli Riyan Resandi Rizka Shelvia Yulita Rizka, Mahda RR. Ella Evrita Hestiandari Sakti, Ilham Agung Sari, Made Novita Satria, Imanda Selvianti, Utari Aditia Setiawati Setiawati Setiawati Setiawati Setiawati Setiawati Shinta Arini Ayu Silvia, Eka Sumarni Sumarni Sumini Setiawati Surani, Eka Sri Suryani Suryani Suwarto Suwarto Taufik Sofa Tedi Tiar Mahendra Tri Suci Yuni Trismiana, Eka Trismiyana, Eka Triyoso Triyoso Triyoso, Triyoso Uswatun Hasanah Utari Aditia Selvianti Veni Andriyani Vera Yulyani Wahid Tri Wahyudi Wahyu Agil TriSakti Wardiah Aryanti Widia Dwi Lestari Yanti Fitria Yeni Koto Yola Anjani Yulyani, Vera Yuniati Yuniati Zulhaida