Claim Missing Document
Check
Articles

Terapi Komplementer Penggunaan Madu dan Zinc Untuk Mengatasi Diare pada Anak Di Desa Lempasing Provinsi Lampung Nepiana, Nurul; Setiawati, Setiawati; Wandini, Riska
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i9.16317

Abstract

ABSTRAK  Diare adalah gejala klinis gangguan pada pencernaan usus yang ditandai dengan adanya peningkatan buang air besar lebih dari biasanya dengan frekuensi buang air besar 4 kali pada bayi dan 3 kali pada anak, konsistensi feses encer.Tujuan umum dilakukannya penulisan laporan komprehensif ini untuk membuat laporan Asuhan Keperawatan Anak Dengan Diare Menggunakan Terapi Komplementer Madu Di Desa Lempasing Provinsi Lampung Tahun 2024 Dalam penelitian ini peneliti menggunakan rancangan analisis dengan menggunakan pendekatan quasi eksperimen dengan rancangan One grup pretest-posttest design.sebelum dilakukan intervensi diare lembek, cair, dan nyeri tekan sedangkan sesudah dilakukan intervensi diare teratasi hasil evaluasi penerapan terapi madu & zinc pada anak diare dalam waktu 3 hari mendapatkan hasil: diare berhubungan dengan proses infeksi. Kata kunci: Anak, Diare, Madu,Zinc  ABSTRCAK  Diarrhea is a clinical symptom of intestinal digestive disorders which is characterized by increased defecation more than usual with a frequency of defecation of 4 times in babies and 3 times in children, the consistency of the stool is watery. The general objective of writing this comprehensive report is to create a report on Nursing Care for Children with Diarrhea Using Complementary Honey Therapy in Lempasing Village, Lampung Province in 2024 In this research, researchers used an analytical design using a quasi-experimental approach with a One group pretest-posttest design.Results: before the intervention the diarrhea was soft, watery and tender, while after the intervention the diarrhea resolved the results of the evaluation of the application of honey & zinc therapy in children with diarrhea within 3 days showed the results: diarrhea was related to an infectious process. Keywords: Children, Diarrhea, Honey,Zinc
Kegiatan asuhan keperawatan dengan pemberian jus wortel pada penderita hipertensi Sakti, Ilham Agung; Wandini, Riska
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 8 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i8.1502

Abstract

Background: A complex lifestyle often triggers diseases, one of which is hypertension, known as a silent killer because it often goes unnoticed. High blood pressure is influenced by poor diet, lack of activity, and stress. In addition to medication, non-pharmacological treatments are also important, one of which is using carrots (Daucus Carota L.). Carrots are easily accessible and rich in vitamins (A, B, C, D, E, K), minerals, potassium, and beta-carotene, making them effective in helping control blood pressure in people with hypertension. Purpose: To describe nursing care using non-pharmacological carrot juice therapy to lower blood pressure in people with hypertension. Method: The activity was conducted in June 2025 in Batu Menyan Village, Sukajaya, Lempasing, Pesawaran. This quantitative descriptive study used a quasi-experimental approach with a one-group pretest-posttest design. The subjects used in this case study were four elderly people with hypertension. The nursing intervention was administering carrot juice three times daily after meals for five consecutive days. During the therapy period, participants were not allowed to smoke, drink alcohol, drink coffee, or engage in strenuous physical activity. Blood pressure measurements (systolic and diastolic) were taken before therapy as pre-test data and after therapy as post-test data. Results: showed that for the participants' blood pressure before therapy by drinking carrot juice for Mrs. Sa. was 180/90 mmHg and for Mrs. Sb. was 200/130 mmHg, after therapy by drinking carrot juice for 5 days, the blood pressure for Mrs. Sa. was 140/90 mmHg and for Mrs. Sb. was 140/90 mmHg. While the blood pressure for participants taking antihypertensive medication for Mr. K. was 190/100 mmHg and for Mrs. F. was 170/70 mmHg, after a period of 7 days, the blood pressure for Mr. K. was 150/100 mmHg and for Mrs. F. was 150/100 mmHg. Conclusion: Providing a non-pharmacological intervention in the form of drinking 200 grams of carrot juice every morning for 5 consecutive days in patients with hypertension had a positive impact on lowering blood pressure and also contributed to changes in physical condition. Suggestion: It is hoped that this will serve as a source of information and add to the application of nursing care theory to patients with hypertension. Furthermore, future researchers are expected to develop research with a larger number of participants, compare doses, and increase the duration, so as to provide an understanding of healthy lifestyles in elderly people with hypertension. Keywords: Blood pressure; Carrot juice; Hypertension; Non-pharmacological therapy Pendahuluan : Gaya hidup kompleks sering memicu penyakit, salah satunya hipertensi yang dikenal sebagai silent killer karena sering tidak disadari. Tekanan darah tinggi dipengaruhi pola makan buruk, kurang aktivitas, dan stres. Selain obat, pengobatan non-farmakologis juga penting, salah satunya menggunakan wortel (Daucus Carota L). Wortel mudah dijangkau, kaya vitamin (A, B, C, D, E, K), mineral, kalium, dan beta karoten, sehingga efektif membantu mengontrol tekanan darah pada penderita hipertensi. Tujuan: Untuk menggambarkan asuhan keperawatan dengan pemberian terapi non-farmakologi jus wortel dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada bulan Juni 2025 di Desa Batu Menyan Sukajaya Lempasing Pesawaran. Penelitian deskriptif kuantitatif menggunakan pendekatan quasi eksperimen dengan rancangan one grup pretest-posttest design. Subyek yang digunakan dalam studi kasus ini sebanyak empat lansia dengan masalah hipertensi untuk dijadikan partisipan. Intervensi keperawatan adalah berupa pemberian jus wortel dengan durasi 3 kali sehari setelah makan selama 5 hari berturut-turut. Dan selama periode terapi, partisipan tidak boleh merokok, minum alkohol, minum kopi serta melakukan aktivitas fisik yang berat. Dilakukan pengukuran tekanan darah (sistolik dan diastolik) pada saat sebelum terapi sebagai data pre-test dan sesudah terapi sebagai data post-test. Hasil: menunjukkan bahwa untuk tekanan darah partisipan sebelum terapi dengan minum jus wortel pada Ny. Sa. adalah sebesar 180/90 mmHg dan pada Ny. Sb. adalah 200/130 mmHg, setelah terapi dengan minum jus wortel selama 5 hari, tekanan darah pada Ny. Sa. adalah sebesar 140/90 mmHg dan pada Ny. Sb. adalah sebesar 140/90 mmHg. Sedangkan tekanan darah untuk partisipan dengan minum obat anti hipertensi pada Tn. K. adalah sebesar 190/100 mmHg dan pada Ny. F. adalah 170/70 mmHg, setelah periode selama 7 hari, tekanan darah pada Tn. K. adalah sebesar 150/100 mmHg dan pada Ny. F. adalah sebesar 150/100 mmHg. Simpulan: Pemberian intervensi non-farmakologi berupa minum jus wortel 200 gr sebanyak setiap pagi hari selama 5 hari berturut-turut pada penderita hipertensi, memberikan dampak positif dalam menurunkan tekanan darah dan juga berkontribusi dalam perubahan perbaikan kondisi fisik. Saran: Diharapkan dapat menjadi sumber informasi dan menambah dalam menerapkan teori asuhan keperawatan pada pasien hipertensi, serta bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan penelitian dengan jumlah partisipan yang lebih besar, serta membandingkan dosis, dan memperbanyak durasi, sehingga dapat memberikan pemahaman tentang pola hidup sehat pada lansia dengan hipertensi.
Efektivitas pemberian terapi sari kurma untuk meningkatkan kadar hemoglobin pada remaja putri penderita anemia Mariyam, Siti Herlina; Setiawati, Setiawati; Wandini, Riska
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 6 (2025): November Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i6.1446

Abstract

Background: Anemia is a condition characterized by low hemoglobin (Hb) levels in the blood and is more common in adolescent girls due to iron loss during menstruation. One non-pharmacological approach to increasing hemoglobin levels is administering date palm juice, due to its rich nutritional content and iron content, which plays a role in red blood cell formation. This intervention is administered twice daily, in the morning and evening. Purpose: To determine the effectiveness of administering date palm juice on increasing hemoglobin levels in adolescent girls with anemia. Method: This quantitative research used a nursing case study approach. A sample of 4 respondents was selected using purposive sampling and divided into two intervention groups: date palm juice and iron tablets. Results: After administering date palm juice for 7 days, hemoglobin levels increased. Participant An. M's hemoglobin level increased from 9.7 g/dL to 11.1 g/dL, while An. A's increased from 10.9 g/dL to 12.3 g/dL. Meanwhile, in the group taking iron tablets, An. K increased from 10.3 g/dL to 10.9 g/dL, and An. N from 11.1 g/dL to 12.3 g/dL. Conclusion: There is an effect between date palm juice administration and increased hemoglobin levels in adolescent girls.   Keywords: Anemia; Adolescent Girls; Date Palm Juice.   Pendahuluan: Anemia adalah kondisi rendahnya kadar hemoglobin (Hb) dalam darah dan lebih sering terjadi pada remaja putri akibat kehilangan zat besi saat menstruasi. Salah satu upaya non farmakologis untuk meningkatkan kadar hemoglobin adalah melalui pemberian sari kurma, hal ini dikarenakan kaya nutrisi dan zat besi yang berperan dalam pembentukan sel darah merah. Intervensi ini diberikan dengan dosis 2 kali sehari, yaitu pada pagi dan malam hari. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas pemberian sari kurma terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri dengan anemia. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan studi kasus keperawatan. Sampel penelitian sebanyak 4 responden dipilih dengan teknik purposive sampling dan dibagi ke dalam dua kelompok intervensi, yaitu sari kurma dan tablet Fe. Hasil: Setelah pemberian sari kurma selama 7 hari menunjukkan adanya peningkatan kadar hemoglobin. Partisipan An. M memiliki kadar hemoglobin meningkat dari 9.7 g/dL menjadi 11.1 g/dL, sedangkan pada An. A meningkat dari 10.9 g/dL menjadi 12.3 g/dL. Sementara itu, pada kelompok yang mengonsumsi tablet Fe, An. K mengalami peningkatan dari 10.3 g/dL menjadi 10.9 g/dL, dan An. N dari 11.1 g/dL menjadi 12.3 g/dL. Simpulan: Terdapat pengaruh antara pemberian sari kurma dengan peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri.   Kata Kunci: Anemia; Remaja Putri; Sari Kurma.
Pengaruh Pemberian Edukasi Kesehatan Menggunakan Booklet Pada Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Kegawatdaruratan Janin Dan Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Sukaraja Kota Bandar Lampung Tahun 2025 Amartya, Salsa Anastasya; Wardiyah, Aryanti; Wandini, Riska; Rilyani
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 10 No 4 (2025): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v10i4.27248

Abstract

Introduction : The Sukaraja Community Health Center had the most maternal mortality rate, namely 2 cases, and the Segalamider Community Health Center had 2 cases. Apart from that, in 2023 the number of pregnant women in Bandar Lampung City will be 19,729, of which Panjang Health Center is in first place with 1,484 (7.52%), in second place is Sukaraja Health Center 1,128 (5.71%), and in third place is Satellite Health Center with 1,056 (5, 35%) Objective : The effect of providing health education using booklets on the knowledge of pregnant women in handling emergencies for the fetus and pregnant women in the working area of the Sukaraja Health Center in Bandar Lampung City in 2025 is known. Method: Type of quantitative research by design pre-experimental with approach one group pre-test and post-test. The population of this study was 249 respondents and the total sample for this study was 154 respondents from pregnant women in the working area of the Sukaraja Community Health Center, Bandar Lampung City. Results: After the t-dependent test was carried out, a p-value of 0.000 < 0.05 was obtained. There was an increase in knowledge about fetal emergencies and pregnant women at the Sukaraja Health Center increased by around 47%. Conclusion: There is an influence of health education about fetal and pregnant women emergencies at the Sukaraja Health Center, Bandar Lampung City in 2025
Penggunaan Terapi Relaksasi Benson Kombinasi Aromaterapi Lavender pada Ibu dengan Nyeri Akut Post Sectio Caesarae di RS. Bhayangkara Bandar Lampung Tahun 2025 Zulhaida; Wandini, Riska; Andoko
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 10 No 4 (2025): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v10i4.27615

Abstract

Background: The Global Survey on Maternal and Perinatal Health shows that 46.1% of all births are by Caesarean section (CS). The number of deliveries by Caesarean section (CS) in Indonesia is 17.6%. The Lampung Provincial Health Office reported that the 2023 C-section rate was 26.56%. Meanwhile, at Bhayangkara Hospital in 2024, there were 204 mothers. C-section deliveries can cause several complications, including pain in the incision area or tearing of the abdominal wall and uterine tissue. Pain management therapies include Benson relaxation breathing techniques and aromatherapy. Objective: This study provides nursing care for post-C-section mothers using Benson Relaxation Therapy and Lavender Aromatherapy. Method: This final project report used a pure experimental research design with a pretest-posttest control group. The subjects were two women experiencing acute pain. The combination of lavender aromatherapy and Benson relaxation was applied once every two days. Pain levels were measured before and after non-pharmacological therapy was administered. During the study, the researchers used standard operating procedures. Results: The author conducted acute pain management using Benson relaxation therapy and lavender aromatherapy for 3 days on cesarean section (CS) patients. The acute pain in Mrs. S and Mrs. F was significantly reduced compared to Mrs. L and Mrs. A, with Mrs. S receiving a pain scale of 3 and Mrs. F receiving a pain scale of 2, compared to Mrs. L and Mrs. A receiving a pain scale of 4. This demonstrates the effectiveness of Benson relaxation therapy and lavender aromatherapy in reducing pain in cesarean section (CS) patients compared to no Benson relaxation therapy and lavender aromatherapy. Conclusion: The effectiveness of Benson relaxation therapy and lavender aromatherapy in reducing pain in cesarean section (CS) patients was demonstrated.
Hubungan Sosial Ekonomi, Status Gizi dan Kepatuhan Konsumsi Tablet Zat Besi dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Kedaton Kota Bandar Lampung Idfy Dwi Prayogo; Riska Wandini; Aprina Aprina
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i1.17425

Abstract

ABSTRACTThe incidence of anemia in pregnant women in Bandar Lampung City from January to November 2023, the highest anemia rate is in the Campang Community Health Center at 29.51%, the second is at the Kedaton Community Health Center at 28.54%, the third is at the Kedaton Community Health Center at 28 .54%, and fourth place at Sukamaju Health Center 23.71%. Objective to determine the relationship between socio-economic, nutritional status and compliance with the consumption of iron tablets with the incidence of anemia in pregnant women in the working area of the Kedaton Community Health Center, Bandar Lampung City in 2024. This research collects data using quantitative methods with a Cross Sectional Analytical Survey design. The sample in this study consisted of 45 respondents using a purposive sampling technique. The research instrument used the EasyToch GCHb type ET-321 Hb check tool and a questionnaire sheet. The results of this research were tested with statistical tests using the Chi Square test. There is a relationship between nutritional status and the incidence of anemia in pregnant women with a p-value of 0.000. There is a socio-economic relationship with the incidence of anemia in pregnant women with a p-value of 0.000. There is a relationship between adherence to taking Fe tablets and the incidence of anemia in pregnant women with a p-value of 0.000. There is a relationship between nutritional status, socio-economic status and adherence to consuming Fe tablets with the incidence of anemia in pregnant women. Keywords: Anemia, Pregnant Women, Related Factors  ABSTRAKAngka kejadian anemia pada ibu hamil di Kota Bandar Lampung pada bulan Januari sampai dengan November 2023, angka anemia tertinggi terdapat pada Puskesmas Campang sebesar 29,51%, urutan kedua Puskesmas Kedaton sebesar 28,54%, urutan ketiga pada Puskesmas Kedaton sebesar 28,54%, dan urutan keempat pada Puskesmas Sukamaju 23,71%. Diketahui hubungan sosial ekonomi, status gizi dan kepatuhan konsumsi tablet zat besi dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kedaton Kota Bandar Lampung Tahun 2024.Penelitian ini mengumpulkan data dengan metode kuantitatif  dengan desain Survei Analitik pendekatan Cross Sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 45 responden dengan teknik pengambilan sampel secara Purposive Sampling. Instrumen penelitian menggunakan alat cek Hb EasyToch GCHb tipe ET-321 dan lembar kuesioner. Hasil penelitian ini diuji dengan uji statistik menggunkaan uji Chi Square. Terdapat hubungan status gizi dengan kejadian anemia pada ibu hamil dengan p-value 0,000. Terdapat hubungan sosial ekonomi dengan kejadian anemia pada ibu hamil dengan p-value 0,000. Terdapat hubungan kepatuhan mengonsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil dengan p-value 0,000. Terdapat hubungan antara status gizi, sosial ekonomi dan kepatuhan konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Kata Kunci : Anemia, Ibu Hamil, Faktor-Faktor yang berhubungan
PENGARUH EDUKASI SADARI TERHADAP KETERLAMPILAN WANITA USIA SUBUR MELAKUKAN SADARI DI WILAYAH KERJA KELURAHAN WAY KANDIS KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2026 Natasya, Rahma Fani Jaya; Rilyani, Rilyani; Wandini, Riska
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.10722

Abstract

Latar Belakang: Menurut data Kemenkes RI (2023), dari sekitar 2.277.470 perempuan yang telah menjalani deteksi dini kanker payudara, ditemukan 2.762 kasus (0,12%) dengan benjolan di payudara dan sebanyak 1.142 kasus (0,05%) dicurigai mengalami kanker payudara. Angka deteksi dini kanker rahim dan payudara di Kota Bandar Lampung tahun 2023 tercatat 4.947 kasus IVA positif, 112 kasus curiga kanker, dan 278 tumor atau benjolan. Data ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya dan mengindikasikan bahwa kanker payudara masih menjadi masalah kesehatan yang serius. Salah satu upaya deteksi dini yang mudah dilakukan adalah pemeriksaan payudara sendiri (SADARI), namun praktiknya belum optimal pada wanita usia subur. Tujuan: Diketahui Pengaruh edukasi sadari terhadap keterlampilan Wanita usia subur (WUS) melakukan sadari di wilayah kerja kelurahan way kandis tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi-eksperimental melalui pendekatan one group pretest-posttest. Populasi penelitian sebanyak 126 wanita usia subur, dengan sampel 96 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dan teknik random sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan Wilcoxon Signed Rank. Hasil: Rata-rata pengetahuan wanita usia subur sebelum diberikan edukasi adalah 36,71, dan meningkat menjadi 56,83 setelah diberikan edukasi. Berdasarkan hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test diperoleh nilai Z = -8.466 dengan p-value = 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara keterampilan sebelum diberi edukasi dan sesudah diberi edukasi sadari pada wanita usia subur di wilayah kerja kelurahan way kandis kota bandar lampung tahun 2025. Kesimpulan: Edukasi terbukti berpengaruh signifikan dalam meningkatkan keterampilan wanita usia subur tentang teknik SADARI, sehingga perlu dilakukan secara rutin dan terstruktur guna mendukung pencegahan kanker payudara secara diri.
Co-Authors Adelta, Yosi Agung Budi Setiyawan Agung Budi Setiyawan Alfabet 0kstristyan fakuriza Amartya, Salsa Anastasya Aminuyati Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko, Andoko Angga Herlambang Anggi Permata Sari Anggun Istawala Aprina Aprina Aryanti Aryanti Aryanti Wardiyah Aryanti Wardiyah Aryanti Wardiyah Aryanti Wardiyah, Aryanti Azzahra, Putri Salsabila Chrisanto, Eka Yudha Dea Pratiwi Dewi Anggraini, Mega Dewi Kusuma Ningsih Dewi Kusumaningsih Dewi Kusumaningsih Dimas Adi Krisna Eka Novitasari Eka Trismiyana Eliya, Rahma Elliya, Rahma Elpi Ulandari Eneng Resti Erlina Wati Furqoni, Prima Dian Gunawan, M. Ricko Hamid Mukhlis Haryanti, Mega Heki Febrianto Hermawan, Dessy Hilda Meilinda Safitri Idfy Dwi Prayogo Ilham Agung Sakti Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah K, Umi Rohmayati Keswara, Umi Romayati Khoirudin, Parid Kodriyansah, Kodriyansah Kustyarini Putri Leni Marlena Lensi, Yufia Lidya Ariyanti Lidya Aryanti Lilis Marlia Linawati Novikasari Linawati Novikasari Linawati Novikasari M. Arifki Zainaro Made Novita Sari Mahda Rizka Faer Rifa’ie Maida Saputri Mardani Mardani Mardani Mardani Mariyam, Siti Herlina Marlena Marlena Marlina Agustina Maya Kurnia Mega Dewi Anggraini Mega Haryanti Muhammad Irgi Muhammad Rafli Muhammad Syamsul Muarif Mutiara Veny Yulia Mutiara Veny Yulia Natasya, Rahma Fani Jaya Nepiana, Nurul Ni Luh Sumo Nirwanto Nirwanto Nirwanto Nirwanto, Nirwanto Nizomi Satria Winata Novikasari, Linawati Novikasari, Linawati Novindri Ryalita Nurhayati Nurhayati Pambudi Setia Parid Khoirudin Pradisca, Rima Ary Putra, Kadek Edy Artana Putri Salsabila Azzahra Putri Yolanda Utama Rachmat Rizkiawan Rahayu Rahayu Rahma Eliya Rahma Ellya Rama Rajasa Ferlanda Alam Ray Krisna Dhitya Reka Putri Rahmawati Ria Mu'alifah Rika Juana Rillyani . Rillyani ., Rillyani Rilyani Rilyani Rilyani Rilyani Rilyani Rilyani, Rilyani Rima Ary Pradisca Riri Anjeli Riyan Resandi Rizka Shelvia Yulita Rizka, Mahda RR. Ella Evrita Hestiandari Sakti, Ilham Agung Sari, Made Novita Satria, Imanda Selvianti, Utari Aditia Setiawati Setiawati Setiawati Setiawati Setiawati Setiawati Shinta Arini Ayu Silvia, Eka Sumarni Sumarni Sumini Setiawati Surani, Eka Sri Suryani Suryani Suwarto Suwarto Taufik Sofa Tedi Tiar Mahendra Tri Suci Yuni Trismiana, Eka Trismiyana, Eka Triyoso Triyoso Triyoso, Triyoso Uswatun Hasanah Utari Aditia Selvianti Veni Andriyani Vera Yulyani Wahid Tri Wahyudi Wahyu Agil TriSakti Wardiah Aryanti Widia Dwi Lestari Yanti Fitria Yeni Koto Yola Anjani Yulyani, Vera Yuniati Yuniati Zulhaida