Claim Missing Document
Check
Articles

Edukasi manajemen stress pada remaja dengan relaksasi nafas dalam dan relaksasi otot progresif Triyoso, Triyoso; Furqoni, Prima Dian; Rilyani, Rilyani; Wandini, Riska
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 1 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v4i1.391

Abstract

Background: Adolescence is the most important period in human life, and adolescence refers to the stage of life that represents the transition from childhood to adulthood. Stress in the younger generation throughout the world occurs in both developed and developing countries. The prevalence of stress and anxiety in adolescents worldwide ranges from 5 to 70%. In the United States alone, 60% of suicide victims suffer from stress and depression. In addition, the prevalence of stress among Korean teenagers was found to be 39.3% in 2019. In Indonesia the prevalence of stress among teenagers increase from year to year, reaching 6.0% of the population. Purpose: Increasing teenagers' knowledge about proper stress management through deep breathing relaxation techniques and progressive muscle relaxation techniques. Method: The community service method carried out is using the socialization method, and filling out questionnaires for Permata Bunda IT High School students. Results: There were 16 participants (100%) who were able to carry out deep breathing relaxation and there were 16 participants (100%) who were able to carry out progressive muscle relaxation. Conclusion: The breathing relaxation technique achieved an incredible 100% success rate among 16 participants, highlighting its undeniable effectiveness in reducing stress. Likewise, Progressive Muscle Relaxation exhibits universal adaptability with a 100% success rate, positioning it as a powerful technique in combating the stressors of modern life. Keywords: Relaxation Techniques; Stress Management; Teenagers. Pendahuluan: Masa remaja merupakan masa terpenting dalam kehidupan manusia, dan masa remaja mengacu pada tahap kehidupan yang mewakili peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Stres pada generasi muda di seluruh dunia terjadi baik di negara maju maupun  berkembang. Prevalensi stres dan kecemasan pada remaja di seluruh dunia berkisar antara 5 hingga 70%. Di Amerika Serikat saja, 60% korban bunuh diri menderita stres dan depresi. Selain itu, prevalensi stres di kalangan remaja  Korea ditemukan sebesar 39,3% pada tahun 2019. Di Indonesia prevalensi stres di kalangan remaja meningkat dari tahun ke tahun,  mencapai 6,0% dari populasi. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan remaja mengenai manajemen stres yang baner melalui teknik relaksasi nafas dalam dan teknik relaksasi otot progresif. Metode: Metode pengabdian masyarakat yang dilakukan yaitu menggunakan metode sosialisasi, dan pengisian kuesioner kepada siswa SMA IT Permata Bunda. Hasil: Terdapat 16 partisipan (100%) mampu melakukan relaksasi pernapasan dalam dan terdapat 16 partisipan (100%) yang mampu melakukan relaksasi otot progresif. Simpulan: Teknik relaksasi pernapasan mencapai tingkat keberhasilan 100% yang luar biasa di antara 16 partisipan, menyoroti efektivitasnya yang tidak dapat disangkal dalam mengurangi stres. Demikian pula, Relaksasi Otot Progresif menunjukkan kemampuan beradaptasi universal dengan tingkat keberhasilan 100%, memposisikannya sebagai teknik yang kuat dalam melawan pemicu stres dalam kehidupan modern.
SOSIALISASI MANFAAT TERAPI AIR SERAI HANGAT UNTUK MENGURANGI NYERI RHEMATOID ATRITIS DI DESA SUKAJAYA LEMPASING PESAWARAN Marlena, Marlena; Rilyani, Rilyani; Gunawan, Ricko; Wandini, Riska
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2024): Vol 6 No 2 November 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v6i2.18520

Abstract

Artritis Reumatoid (AR) merupakan penyakit reumatik autoimun yang paling sering dijumpai dan merupakan penyakit dengan inflamasi kronik yang progresif dan menimbulkan kerusakan sendi yang permanen. Berdasarkan data prevalensi artritis di Indonesia pada kelompk usia 55-64 tahun sebanyak 45%, meningkat pada usia 65-74 tahun sebanyak 51,9 dan pada usia lebih dari 75 tahun sebanyak 54,8% (Kemenkes RI, 2021). Penyakit rheumatoid arthritis baiknya tidak dibiarkan, karena akan merusak sendi yang menimbulkan nyeri hebat. Salah satu tindakan yang terbukti efektif untuk mengurangi nyeri secara non-farmakologi adalah dengan menghangatkan persendian yang sakit. Tanaman yang memiliki zat sebagai penghangat, anti radang dan dapat memperlancarkan aliran darah seperti serai. Tujuan telah dilakukan asuhan keperawatan pada pasien lansia dengan gangguan rhematoid atritis menggunakan terapi air serai hangat. Pengabdian ini dilakukan pada bulan Juni 2024. Kepada lansia sebanyak 10 orang,metode penyuluhan menggunakan metode ceramah dan demonstrasi selama 50 menit ,hasil kegiatan pengabdian ini terjadi peningkatan pengetahuan sebanyak 40 % . 
Pemberian ASI Eksklusif dengan Kejadian Stunting pada Balita Rilyani Rilyani; Riska Wandini; Widia Dwi Lestari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 10 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v10i1.489

Abstract

Introduction; Short and very short, known as stunting, are nutritional status based on the height index for age. The purpose of knowing the relationship between exclusive breastfeeding and the incidence of stunting. Methodology; This study was conducted using analytic observations with a cross-sectional approach, the population in this study were all children under five in the working area of Puskesmas X, the number of samples used was 82. Results; showed that 18 children who were not stunting were given exclusive breastfeeding (52, 9%) Stunting of children under five who were given exclusive breastfeeding were 16 children (47.1%). As many as 12 children under five who were not stunting (25.0%) were not exclusively breastfed and as many as 36 children under stunting (75.0%) were not exclusively breastfed. Conclusion; There is a significant relationship between exclusive breastfeeding and the incidence of stunting in the working area of Puskesmas X Lampung Tengah
Upaya Pencegahan Kecemasan Pada Lansia Terhadap Kesendirian Trismiana, Eka; Rizka, Mahda; K, Umi Rohmayati; Rilyani, Rilyani; Aryanti, Aryanti; Andoko, Andoko; Silvia, Eka; Elliya, Rahma; Wandini, Riska; Triyoso, Triyoso; Setiawati, Setiawati
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 Mei 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v7i1.20525

Abstract

 Pendahuluan: Semua orang akan mengalami proses menua dan masa tua merupakan masa hidup manusia yang terakhir. Salah satu gangguan yang dapat muncul pada usia lanjut adalah gangguan mental dan yang paling sering muncul adalah kecemasan. Kesepian merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kecemasan pada lansia.Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan terhadap upaya pencegahan pada lansia terhadap kesendirian.Metode: Pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal30 Oktober 2023 meliputi wawancara, sesi tanya-jawab serta presentasi yang diampaikan pemateri menggunakan leaflet dan komputer kepada 21 orang Lansia.Hasil: Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah lansia sangat memahami dan antusias terhadap materi yang disampaikan.Simpulan: Masyarakat khususnya lansia diharapkan dapat segera mengatasi masalah kecemasan yang terjadi pada dirinya sendiri.Kata Kunci: Lansia, Kecemasan, Kesendirian, Penyuluhan Kesehatan
Terapi Komplementer Penggunaan Madu dan Zinc Untuk Mengatasi Diare pada Anak Di Desa Lempasing Provinsi Lampung Nepiana, Nurul; Setiawati, Setiawati; Wandini, Riska
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i9.16317

Abstract

ABSTRAK  Diare adalah gejala klinis gangguan pada pencernaan usus yang ditandai dengan adanya peningkatan buang air besar lebih dari biasanya dengan frekuensi buang air besar 4 kali pada bayi dan 3 kali pada anak, konsistensi feses encer.Tujuan umum dilakukannya penulisan laporan komprehensif ini untuk membuat laporan Asuhan Keperawatan Anak Dengan Diare Menggunakan Terapi Komplementer Madu Di Desa Lempasing Provinsi Lampung Tahun 2024 Dalam penelitian ini peneliti menggunakan rancangan analisis dengan menggunakan pendekatan quasi eksperimen dengan rancangan One grup pretest-posttest design.sebelum dilakukan intervensi diare lembek, cair, dan nyeri tekan sedangkan sesudah dilakukan intervensi diare teratasi hasil evaluasi penerapan terapi madu & zinc pada anak diare dalam waktu 3 hari mendapatkan hasil: diare berhubungan dengan proses infeksi. Kata kunci: Anak, Diare, Madu,Zinc  ABSTRCAK  Diarrhea is a clinical symptom of intestinal digestive disorders which is characterized by increased defecation more than usual with a frequency of defecation of 4 times in babies and 3 times in children, the consistency of the stool is watery. The general objective of writing this comprehensive report is to create a report on Nursing Care for Children with Diarrhea Using Complementary Honey Therapy in Lempasing Village, Lampung Province in 2024 In this research, researchers used an analytical design using a quasi-experimental approach with a One group pretest-posttest design.Results: before the intervention the diarrhea was soft, watery and tender, while after the intervention the diarrhea resolved the results of the evaluation of the application of honey & zinc therapy in children with diarrhea within 3 days showed the results: diarrhea was related to an infectious process. Keywords: Children, Diarrhea, Honey,Zinc
Kegiatan asuhan keperawatan dengan pemberian jus wortel pada penderita hipertensi Sakti, Ilham Agung; Wandini, Riska
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 8 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i8.1502

Abstract

Background: A complex lifestyle often triggers diseases, one of which is hypertension, known as a silent killer because it often goes unnoticed. High blood pressure is influenced by poor diet, lack of activity, and stress. In addition to medication, non-pharmacological treatments are also important, one of which is using carrots (Daucus Carota L.). Carrots are easily accessible and rich in vitamins (A, B, C, D, E, K), minerals, potassium, and beta-carotene, making them effective in helping control blood pressure in people with hypertension. Purpose: To describe nursing care using non-pharmacological carrot juice therapy to lower blood pressure in people with hypertension. Method: The activity was conducted in June 2025 in Batu Menyan Village, Sukajaya, Lempasing, Pesawaran. This quantitative descriptive study used a quasi-experimental approach with a one-group pretest-posttest design. The subjects used in this case study were four elderly people with hypertension. The nursing intervention was administering carrot juice three times daily after meals for five consecutive days. During the therapy period, participants were not allowed to smoke, drink alcohol, drink coffee, or engage in strenuous physical activity. Blood pressure measurements (systolic and diastolic) were taken before therapy as pre-test data and after therapy as post-test data. Results: showed that for the participants' blood pressure before therapy by drinking carrot juice for Mrs. Sa. was 180/90 mmHg and for Mrs. Sb. was 200/130 mmHg, after therapy by drinking carrot juice for 5 days, the blood pressure for Mrs. Sa. was 140/90 mmHg and for Mrs. Sb. was 140/90 mmHg. While the blood pressure for participants taking antihypertensive medication for Mr. K. was 190/100 mmHg and for Mrs. F. was 170/70 mmHg, after a period of 7 days, the blood pressure for Mr. K. was 150/100 mmHg and for Mrs. F. was 150/100 mmHg. Conclusion: Providing a non-pharmacological intervention in the form of drinking 200 grams of carrot juice every morning for 5 consecutive days in patients with hypertension had a positive impact on lowering blood pressure and also contributed to changes in physical condition. Suggestion: It is hoped that this will serve as a source of information and add to the application of nursing care theory to patients with hypertension. Furthermore, future researchers are expected to develop research with a larger number of participants, compare doses, and increase the duration, so as to provide an understanding of healthy lifestyles in elderly people with hypertension. Keywords: Blood pressure; Carrot juice; Hypertension; Non-pharmacological therapy Pendahuluan : Gaya hidup kompleks sering memicu penyakit, salah satunya hipertensi yang dikenal sebagai silent killer karena sering tidak disadari. Tekanan darah tinggi dipengaruhi pola makan buruk, kurang aktivitas, dan stres. Selain obat, pengobatan non-farmakologis juga penting, salah satunya menggunakan wortel (Daucus Carota L). Wortel mudah dijangkau, kaya vitamin (A, B, C, D, E, K), mineral, kalium, dan beta karoten, sehingga efektif membantu mengontrol tekanan darah pada penderita hipertensi. Tujuan: Untuk menggambarkan asuhan keperawatan dengan pemberian terapi non-farmakologi jus wortel dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada bulan Juni 2025 di Desa Batu Menyan Sukajaya Lempasing Pesawaran. Penelitian deskriptif kuantitatif menggunakan pendekatan quasi eksperimen dengan rancangan one grup pretest-posttest design. Subyek yang digunakan dalam studi kasus ini sebanyak empat lansia dengan masalah hipertensi untuk dijadikan partisipan. Intervensi keperawatan adalah berupa pemberian jus wortel dengan durasi 3 kali sehari setelah makan selama 5 hari berturut-turut. Dan selama periode terapi, partisipan tidak boleh merokok, minum alkohol, minum kopi serta melakukan aktivitas fisik yang berat. Dilakukan pengukuran tekanan darah (sistolik dan diastolik) pada saat sebelum terapi sebagai data pre-test dan sesudah terapi sebagai data post-test. Hasil: menunjukkan bahwa untuk tekanan darah partisipan sebelum terapi dengan minum jus wortel pada Ny. Sa. adalah sebesar 180/90 mmHg dan pada Ny. Sb. adalah 200/130 mmHg, setelah terapi dengan minum jus wortel selama 5 hari, tekanan darah pada Ny. Sa. adalah sebesar 140/90 mmHg dan pada Ny. Sb. adalah sebesar 140/90 mmHg. Sedangkan tekanan darah untuk partisipan dengan minum obat anti hipertensi pada Tn. K. adalah sebesar 190/100 mmHg dan pada Ny. F. adalah 170/70 mmHg, setelah periode selama 7 hari, tekanan darah pada Tn. K. adalah sebesar 150/100 mmHg dan pada Ny. F. adalah sebesar 150/100 mmHg. Simpulan: Pemberian intervensi non-farmakologi berupa minum jus wortel 200 gr sebanyak setiap pagi hari selama 5 hari berturut-turut pada penderita hipertensi, memberikan dampak positif dalam menurunkan tekanan darah dan juga berkontribusi dalam perubahan perbaikan kondisi fisik. Saran: Diharapkan dapat menjadi sumber informasi dan menambah dalam menerapkan teori asuhan keperawatan pada pasien hipertensi, serta bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan penelitian dengan jumlah partisipan yang lebih besar, serta membandingkan dosis, dan memperbanyak durasi, sehingga dapat memberikan pemahaman tentang pola hidup sehat pada lansia dengan hipertensi.
Efektivitas pemberian terapi sari kurma untuk meningkatkan kadar hemoglobin pada remaja putri penderita anemia Mariyam, Siti Herlina; Setiawati, Setiawati; Wandini, Riska
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 6 (2025): November Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i6.1446

Abstract

Background: Anemia is a condition characterized by low hemoglobin (Hb) levels in the blood and is more common in adolescent girls due to iron loss during menstruation. One non-pharmacological approach to increasing hemoglobin levels is administering date palm juice, due to its rich nutritional content and iron content, which plays a role in red blood cell formation. This intervention is administered twice daily, in the morning and evening. Purpose: To determine the effectiveness of administering date palm juice on increasing hemoglobin levels in adolescent girls with anemia. Method: This quantitative research used a nursing case study approach. A sample of 4 respondents was selected using purposive sampling and divided into two intervention groups: date palm juice and iron tablets. Results: After administering date palm juice for 7 days, hemoglobin levels increased. Participant An. M's hemoglobin level increased from 9.7 g/dL to 11.1 g/dL, while An. A's increased from 10.9 g/dL to 12.3 g/dL. Meanwhile, in the group taking iron tablets, An. K increased from 10.3 g/dL to 10.9 g/dL, and An. N from 11.1 g/dL to 12.3 g/dL. Conclusion: There is an effect between date palm juice administration and increased hemoglobin levels in adolescent girls.   Keywords: Anemia; Adolescent Girls; Date Palm Juice.   Pendahuluan: Anemia adalah kondisi rendahnya kadar hemoglobin (Hb) dalam darah dan lebih sering terjadi pada remaja putri akibat kehilangan zat besi saat menstruasi. Salah satu upaya non farmakologis untuk meningkatkan kadar hemoglobin adalah melalui pemberian sari kurma, hal ini dikarenakan kaya nutrisi dan zat besi yang berperan dalam pembentukan sel darah merah. Intervensi ini diberikan dengan dosis 2 kali sehari, yaitu pada pagi dan malam hari. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas pemberian sari kurma terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri dengan anemia. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan studi kasus keperawatan. Sampel penelitian sebanyak 4 responden dipilih dengan teknik purposive sampling dan dibagi ke dalam dua kelompok intervensi, yaitu sari kurma dan tablet Fe. Hasil: Setelah pemberian sari kurma selama 7 hari menunjukkan adanya peningkatan kadar hemoglobin. Partisipan An. M memiliki kadar hemoglobin meningkat dari 9.7 g/dL menjadi 11.1 g/dL, sedangkan pada An. A meningkat dari 10.9 g/dL menjadi 12.3 g/dL. Sementara itu, pada kelompok yang mengonsumsi tablet Fe, An. K mengalami peningkatan dari 10.3 g/dL menjadi 10.9 g/dL, dan An. N dari 11.1 g/dL menjadi 12.3 g/dL. Simpulan: Terdapat pengaruh antara pemberian sari kurma dengan peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri.   Kata Kunci: Anemia; Remaja Putri; Sari Kurma.
Co-Authors Adelta, Yosi Agung Budi Setiyawan Agung Budi Setiyawan Alfabet 0kstristyan fakuriza Aminuyati Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko, Andoko Angga Herlambang Anggi Permata Sari Anggun Istawala Aprina, Aprina Aryanti Aryanti Aryanti Wardiyah Aryanti Wardiyah Aryanti Wardiyah Aryanti Wardiyah, Aryanti Azzahra, Putri Salsabila Chrisanto, Eka Yudha Daniati, Mutiara Ayu Dea Pratiwi Dewi Anggraini, Mega Dewi Kusuma Ningsih Dewi Kusumaningsih Dewi Kusumaningsih Dimas Adi Krisna Eka Novitasari Eka Trismiyana Eliya, Rahma Elliya, Rahma Elpi Ulandari Eneng Resti Erlina Wati Furqoni, Prima Dian Gunawan, M. Ricko Hamid Mukhlis Haryanti, Mega Heki Febrianto Hermawan, Dessy Hilda Meilinda Safitri Ilham Agung Sakti Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah K, Umi Rohmayati Keswara, Umi Romayati Khoirudin, Parid Kodriyansah, Kodriyansah Kustyarini Putri Leni Marlena Lensi, Yufia Lidya Ariyanti Lidya Aryanti Lilis Marlia Linawati Novikasari Linawati Novikasari Linawati Novikasari M. Arifki Zainaro Made Novita Sari Mahda Rizka Faer Rifa’ie Maida Saputri Mardani Mardani Mardani Mardani Mariyam, Siti Herlina Marlena Marlena Marlina Agustina Maya Kurnia Mega Dewi Anggraini Mega Haryanti Muhammad Irgi Muhammad Rafli Muhammad Syamsul Muarif Mutiara Veny Yulia Mutiara Veny Yulia Nepiana, Nurul Ni Luh Sumo Nirwanto Nirwanto Nirwanto Nirwanto, Nirwanto Nizomi Satria Winata Novikasari, Linawati Novikasari, Linawati Novindri Ryalita Nurhayati Nurhayati Pambudi Setia Parid Khoirudin Pradisca, Rima Ary Prayogo, Idfy Dwi Putra, Kadek Edy Artana Putri Salsabila Azzahra Putri Yolanda Utama Rachmat Rizkiawan Rahayu Rahayu Rahma Eliya Rahma Ellya Rama Rajasa Ferlanda Alam Ray Krisna Dhitya Reka Putri Rahmawati Ria Mu'alifah Rika Juana Rillyani . Rillyani ., Rillyani Rilyani Rilyani Rilyani Rilyani Rilyani, Rilyani Rima Ary Pradisca Riri Anjeli Riyan Resandi Rizka Shelvia Yulita Rizka, Mahda RR. Ella Evrita Hestiandari Sakti, Ilham Agung Sari, Made Novita Satria, Imanda Selvianti, Utari Aditia Setiawati Setiawati Setiawati Setiawati Setiawati Setiawati Shinta Arini Ayu Silvia, Eka Sumarni Sumarni Sumini Setiawati Surani, Eka Sri Suryani Suryani Suwarto Suwarto Taufik Sofa Tedi Tiar Mahendra Tri Suci Yuni Trismiana, Eka Trismiyana, Eka Triyoso Triyoso Triyoso, Triyoso Uswatun Hasanah Utari Aditia Selvianti Veni Andriyani Vera Yulyani Wahid Tri Wahyudi Wahyu Agil TriSakti Wardiah Aryanti Widia Dwi Lestari Yanti Fitria Yeni Koto Yola Anjani Yulyani, Vera Yuniati Yuniati