Claim Missing Document
Check
Articles

Penyuluhan kesehatan tentang bantuan hidup dasar Andoko Andoko; Riska Wandini; Putri Salsabila Azzahra; Made Novita Sari; Parid Khoirudin; Mega Haryanti
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 3 (2022): Penatalaksanaan Diabetes Melitus Tipe 2
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.281 KB) | DOI: 10.56922/phc.v2i3.200

Abstract

Pendahuluan: Bantuan hidup dasar adalah suatu intervensi yang dirancang untuk memulihkan dan memelihara fungsi organ vital pada korban henti jantung dan pernapasan. Intervensi ini termasuk memberikan kompresi dada dan bantuan pernapasan. Trauma atau non-trauma dapat menyebabkan keadaan darurat, yang dapat menyebabkan henti napas, serangan jantung, kerusakan organ, dan pendarahan. Tujuan:Responden dapat mengetahui dan memahami tentang bantuan hidup dasar. Metode:Pelaksanaan metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan 2 tahap, yaitu pertama mahasiswa profesi ners menjelaskan tentang bantuan hidup dasar dan ke dua setelah diberikan penyuluhan, responden diberikan tanya jawab tentang bantuan hidup dasar Hasil: Responden mengetahui tentang bantuan hidup dasar. Simpulan: Responden dapat memahami tentang bantuan hidup dasar.
Penyuluhan kesehatan tentang pengaruh air bersih dan sanitasi terhadap masalah kesehatan (stunting) Eka Yudha Chrisanto; Riska Wandini; Vera Yulyani; Nirwanto Nirwanto; Mardani Mardani; Mega Dewi Anggraini; Utari Aditia Selvianti
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 1 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i1.247

Abstract

Background: Stunting is a condition where toddlers have a length or height that is less than their age. From the results of the preliminary study at the Panjang Health Center in Bandar Lampung City, it was found that 39.95% of children experienced stunting problems. Children who experienced stunting problems in the Kelurahan Panjang Selatan neighborhood I and II can be caused by several factors such as environmental sanitation, food and beverage processing and mother’s knowledge of stunting. This needs further follow-up. Purpose: Respondents can find out about the influence of access to water and sanitation on health problems (Stunting). Methods: The implementation of the method used in community service is carried out in 2 stages, firstly, students of the Nursing Science Study Program (PSIK) explain the effect of water clean and sanitation on health problems (Stunting) using leaflets and secondly, after being given counseling about the effect of water clean and sanitation to health problems (Stunting), respondents were given questions and answers about the affect of clean water and sanitation on health problems (Stunting). Results: Respondents understand about the effect of clean water and sanitation on health problems (Stunting). Conclusion: Respondents can do their own way to prevent and reduce the risk of stunting in children, one of which is by implementing clean water treatment and improving adequate and good sanitation facilities. Keywords: Health Education; Effect of Clean Water; Sanitation; Stunting. Pendahuluan: Stunting merupakan suatu kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umurnya. Dari hasil prevalensi di Puskesmas Panjang Kota Bandar Lampung di dapat data sebesar 39,95% anak mengalami masalah stunting.Anak yang mengalami masalah stunting di wilayah Kelurahan Panjang Selatan Lingkungan I dan II dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti sanitasi lingkungan, pengolahan makanan dan minuman serta pengetahuan ibu terhadap stunting. Hal tersebut tentunya perlu ditindak lanjut lagi. Tujuan: Responden dapat mengetahui, memahami terkait pengaruh air bersih dan sanitasi terhdap masalah kesehatan (Stunting) pada anak. Metode: Pelaksanaan metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan 2 tahap yaitu pertama mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) menjelaskan tentang pengaruh dari air bersih dan sanitasi terhadap masalah kesehatan (Stunting) menggunakan lembar leaflet dan ke dua setelah diberikan penyuluhan tentang pengaruh air bersih dan sanitasi terhadap masalah kesehatan (Stunting), responden diberikan Tanya jawab tentang pengaruh air bersih dan sanitasi terhadap masalah kesehatan (Stunting). Hasil: Responden memahami tentang pengaruh air bersih dan sanitasi terhadap masalah kesehatan (Stunting). Simpulan: Responden dapat melakukan sendiri cara untuk mecegah dan mengurangi resiko terjadninya stunting pada anak salah satunya dengan pengolahan air bersih dan perbaikan fasilitas sanitasi yang memadai serta baik untuk diterapkan.
Analisis Hubungan Income Level dengan Kebiasaan Makan pada Ibu Hamil Selama Masa Pandemi Covid-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Sukaraja Bandar Lampung Marlina Agustina; Riska Wandini; Rilyani Rilyani
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 9 (2023): Volume 5 Nomor 9 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i9.11165

Abstract

ABSTRACT Sukaraja Community Health Center the second place largest number of pregnant women is in Bandar Lampung City with a total of 1,127 (5.8%) after the Panjang Health Center with 1,476 (7.59%) pregnant women and in third place is the Satelit Health Center with 1,045 pregnant women (5.4%). The people in the working area of the Sukaraja Health Center have jobs 60% work as laborers, 20% as private individuals, 10% as entrepreneurs or traders, and 10% as civil servants (PNS). Income level the majority of people fall into the less due categoryincome level people less than UMR Bandar Lampung City (<Rp2.770.794,14).  Known relationship income level with eating habits in pregnant women during the COVID-19 pandemic. This type of research is quantitative research with an analytical survey design approach Crossectional by distributing questionnaires about income level and Food Frequency Questionnaire (FFQ).  Frequency distribution analysis income level there are 63 (40.1%) in the sufficient category and as many as 94 (59.9%) respondents have income level  not enough. Analysis of the frequency distribution of eating habits showed that 92 (58.6%) respondents had good eating habits and 65 (41.4%) respondents had poor eating habits. Test analysis chi square on the relationship between income level with eating habits in pregnant women, with a significant valuep-value 0,000 (<0,05).  This shows that there is a relationship between income level  with eating habits in pregnant women during the Covid-19 pandemic. It is expected that pregnant women can pay attention to choosing food ingredients that will be consumed during pregnancy. To meet the nutritional needs of the mother, she can carefully select food ingredients according to the level of income earned so that the nutritional needs of the mother and fetus can be met. Keywords : Income Level, Dietary Habits, Covid-19  ABSTRAK Puskesmas Sukaraja menduduki urutan kedua ibu hamil terbanyak di Kota Bandar Lampung dengan jumlah 1.127 (5,8%) setelah Puskesmas Panjang dengan jumlah ibu hamil sebanyak 1.476 (7,59%) dan diurutan ketiga adalah Puskesmas Satelit dengan ibu hamil sebanyak 1.045 (5,4%). Masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Sukraja memiliki pekerjaan 60% bekerja sebagai buruh, 20% sebagai swasta, 10% sebagai wiraswasta atau pedagang, dan 10% sebagai pegawai negeri sipil (PNS). Income level mayoritas masyarakat masuk kedalam kategori kurang dikarenakan income level masyarakat kurang dari UMR Kota Bandar Lampung (< Rp2.770.794,14). Diketahui hubungan income level dengan kebiasaan makan pada ibu hamil selama pandemi COVID-19. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif  dengan desain Survei Analitik pendekatan Crossectional dengan menyebarkan kuesioner tentang income level  dan Food Frequency Questionnaire (FFQ). Analisis distribusi frekuensi income level  terdapat 63 (40,1%) dalam kategori cukup dan sebanyak 94 (59,9%) responden memiliki income level kurang. Analisis distribusi frekuensi kebiasaan makan terdapat 92 (58,6%) responden memiliki kebiasaan makan yang baik dan 65 (41,4%) responden memiliki kebiasaan makan kurang  baik. Uji analisis chi-square pada hubungan antara income level dengan kebiasaan makan  pada ibu hamil, didapatkan nilai signifikasi p-value 0,000 (<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara income level  dengan kebiasaan makan pada ibu hamil selama pandemi Covid-19. Diharapkan ibu hamil untuk dapat memperhatikan dalam memilih bahan makanan yang akkan dikonsumsi selama masa kehamilan. Untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu dapat secara cermat memilih bahan makanan sesuai dengan tingkat pendapatan yang diperoleh sehingga kebutuhan gizi ibu dan janin dapat terpenuhi. Kata Kunci : Income level, Kebiasaan Diet, Covid-19
SOSIALISASI PENERAPAN METODE RELAKSASI OTOT PROGRESIF UNTUK MENURUNKAN NYERI MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI DI DESA SUMBER AGUNG LAMPUNG TENGAH Adelta, Yosi; Keswara, Umi Romayati; Rilyani, Rilyani; Trismiyana, Eka; Elliya, Rahma; Wandini, Riska; Triyoso, Triyoso
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2023): Volume 5 Nomor 2 November 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v5i2.13146

Abstract

Menstruasi atau haid ialah perdarahan secara periodik dan siklik dari uterus, disertai pelepasan (deskuamasi) endometrium. Dan pada masa remaja ini tak jarang mengalami gangguan menstruai seperti dismenorea. Dismenorea atau nyeri haid mungkin merupakan suatu gejala yang paling sering menyebabkan wanita - wanita muda pergi ke dokter untuk konsultasi dan pengobatan (Winkjosastro, 2016). Menurut World Health Organization (WHO) angka kejadian dismenore cukup tinggi diseluruh dunia. Angka kejadian nyeri menstruasi di seluruh dunia masih sangat banyak, persentase kejadian nyeri menstruasi di dunia rata-rata lebih dari 50% atau berkisar sebesar 15,8-89,5% wanita di setiap negara mengalami nyeri menstruasi. (Widiatami, 2018). Di Indonesia, angka kejadian dismenorhea 64,25 % terdiri dari 54,89 % dismenorhea primer dan 9,36 % dismenorhea sekunder. Selama 50 tahun terakhir tercatat 75 % perempuan mengalami nyeri haid. Biasanya gejala dismenorhea primer terjadi pada perempuan usia produktif dan perempuan yang belum pernah hamil. Dismenorhea sering terjadi pada perempuan yang berusia antara 20 tahun atau pada usia sebelum 25 tahun. Sebanyak 61 % terjadi pada perempuan yang belum menikah (Syamsurita., Ikawati, 2022)  Hasil prasurvey yang dilakukan di Desa Sumber Agung Lampung Tengah dengan jumlah keseluruhan remaja putri sejumlah 10 didapat jumlah remaja putri sebanyak 8 orang yang mengalami nyeri haid di hari pertama. Penggunaan latihan relaksasi progresif merupakan salah satu metode non farmaklogi yang bisa  digunakan untuk penatalaksanaan nyeri. Kata Kunci : Nyeri Menstruasi, Metode Relaksasi Otot Progresif 
SENAM HAMIL UNTUK MENGURANGI NYERI PUNGGUNG BAWAH Rahayu, Rahayu; Wandini, Riska; Wardiyah, Aryanti; Kusumaningsih, Dewi; Setiawati, Setiawati; Rilyani, Rilyani; Eliya, Rahma
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2023): Volume 5, Nomor 1, MEI 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v5i1.10291

Abstract

Masa kehamilan berlangsung selama 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 10 hari) dari konsepsi sampai lahirnya janin dihitung dari hari pertama haid terakhir. Nyeri pinggang secara signifikan menjadi masalah kesehatan secara global.  Berdasarkan  data  WHO  (World  Health  Organization),  80%  manusia selama hidupnya pernah mengalami nyeri pinggang. 53,3% nyeri pinggang terjadi pada wanita dan sekitar 50% wanita mengalami nyeri pinggang dimana 10 % dari wanita  dengan  nyeri  pinggang  kronis  dimulai  ketika  dia  hamil.  Berdasarkan survey awal yang dilakukan peneliti di BPM Hasmiati Basri, S. ST dengan mewawancarai 5 ibu hamil, ditemukan bahwa 3 diantaranya mengalami nyeri pinggang yang sangat mengganggu saat menjalani aktivitasnya dan 2 ibu hamil mengeluhkan nyeri pinggang tapi tidak sampai mengganggu aktivitasSaat ditanya mengenai aktivitas olahraga seperti senam hamil 3 ibu hamil menjawab pernah melakukan kegiatan tersebut tetapi tidak teratur dan 2 diantaranya tidak pernah melakukan senam hamil. Memberikan asuhan keperawatan pada ibu hamil trimester III dengan senam hamil untuk mengurangi nyeri punggung bawah di BPM Hasmiati, S. ST Bandar Lampung Tahun 2023. Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan Asuhan Keperawatan, yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Populasi  dalam  penelitian   ibu   hamil  dengan  nyeri   pinggang   sebanyak  3 responden dilakukan selama 1 minggu pada tanggal 06 Mei 2023 sampai dengan 13 Mei di BPM Hasmiati Bahri, S. ST Bandar Lampung
Deteksi Perkembangan Anak Dengan DDST (Denver Development Screening Test) Di Poskeskel Pasir Gintung Wardiah Aryanti; Linawati Novikasari; Setiawati Setiawati; Dewi Kusuma Ningsih; Riska Wandini; Elpi Ulandari; Taufik Sofa; Veni Andriyani; Ratna Susanti; Leni Marlena; Riri Anjeli; Ria Mu'alifah; Rachmat Rizkiawan
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol. 3 No. 1 (2024): Februari : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI)
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpmi.v3i1.3444

Abstract

Introduction: The toddler years mark an important phase of fundamental growth that significantly shapes and influences a child's subsequent development. During this period, children's brains experience rapid growth which is often called the Golden Age. This phase is very important, so it requires careful attention to the child's growth and development to detect abnormalities as early as possible. Data collected at the Pasir Gintung Health Post shows that there were 12 children aged 2-4 years.Objectives: The main objectives include increasing parents' understanding in monitoring children's development, providing education regarding screening methods using the DDST approach, and actively monitoring children's development using the DDST method.Method: This Community Service was carried out using DDST (Denver Development Screening Test) measurements at the Pasir Gintung Health Post on Friday 5 January 2024. Results: The results of the DDST examination on 12 children showed that 10 children (83.4%) were declared normal, while 2 children (16.6%) had suspected development. Evaluation of children's overall growth and development includes gross motor skills, fine motor skills, speech, language, socialization and independence.Conclusion: These findings underline the important role of parental involvement in facilitating early detection of children's growth and development activities. Implementing a collaborative approach ensures that children's growth and development is a shared responsibility between parents and educators. It is very important for parents to be actively involved in monitoring their child's progress, encouraging the development of four main aspects: personal-social, adaptive-fine motor, language, and gross motor skills.
Pemberian aroma terapi pappermint pada ibu hamil TM I dengan masalah mual dan muntah Setiyawan, Agung Budi; Wardiyah, Aryanti; Wandini, Riska
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 1 (2024): JOURNAL OF Mother and Child Health Concern
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v3i2.398

Abstract

Background: The results of a pre-survey conducted at the Dono Arum Health Center in Central Lampung Regency on 15 pregnant women in the first trimester by conducting free interviews, it was found that 11 mothers (73.3%) had problems with nausea and vomiting with symptoms of nausea in the morning, and after eating or drinking containing fat or oil, and accompanied by vomiting 6-7 times per day accompanied by impaired activity. Meanwhile, 4 mothers (26.7%) experienced mild nausea and vomiting, with a frequency of vomiting 3-4 times per day and were still able to do their activities at home. Purpose: Provide nursing care in nursing care to Mrs. I with the problem of nausea and vomiting through the complementary method of giving peppermint aromatherapy in Dono Arum Village in 2023 Method: This type of research uses descriptive qualitative research, this research uses descriptive research methods in the form of case studies with the Nursing Care approach, which includes assessment, nursing diagnosis, planning, implementation, and evaluation. Results: In this nursing care there are two patients, namely Mrs.D and Mrs.S with the problem of nausea and vomiting in TM I pregnant women caused by smelling unpleasant aromas and unpleasant food, with this the authors to overcome these problems with therapy complementary with peppermint aromatherapy, which has a positive impact on both patients.   Keywords: Complementary peppermint aromatherapy; Nausea and Vomiting; Nursing Care.   Pendahuluan: Hasil prasurvey yang dilakukan di Puskesmas Dono Arum Kabupaten Lampung Tengah terhadap 15 ibu hamil Trimester I dengan melakukan wawancara bebas, diketahui 11 ibu (73,3%) mengalami masalah mual muntah dengan tanda gejala mual pada pagi hari, dan setelah makan atau minum yang mengandung lemak atau minyak, dan disertai muntah sebanyak 6-7 kali perhari disertai mengalami gangguan aktivitas. Sedangkan 4 ibu (26,7%) mengalami mual dan muntah ringan, dengan frekuensi muntah sebanyak 3-4 kali perhari dan masih bisa beraktivitas dirumah. Tujuan: Memberikan asuhan keperawatan pada asuhan keperawatan pada Ny. I dengan masalah mual dan muntah melalui metode komplementer pemberian aroma terapi pappermint di Desa Dono ArumTahun 2023 Metode: Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif, penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan Asuhan Keperawatan, yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil: Dalam asuham keperawatan ini terdapat dua pasien yaitu Ny. D dan Ny. S dengan masalah mual muntah pada ibu hamil TM I disebebabkan karena mencium aroma aroma yang tidak sedap, dan makanan yang tidak sedap, dengan ini penulis untuk mengatasi masalah tersebut dengan terapi komplemter dengan aromaterapi peppermint, yamg dimna memberikan dampak positif pada kedua pasien tersebut.
COMPARISON BETWEEN 2 ELEMENTARY SCHOOLS ABOUT BARRIERS IN ONLINE LEARNING FOR TEACHERS DURING PANDEMIC COVID-19 IN KEMILING DISTRICT BANDAR LAMPUNG CITY 2023 Hasanah, Uswatun; Rilyani, Rilyani; Wandini, Riska
DIVERSITY Logic Journal Multidisciplinary Vol. 1 No. 2 (2023): September: Diversity Logic Journal Multidisciplinary
Publisher : SYNTIFIC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61543/div.v1i2.29

Abstract

Background. There are still many teachers who have learning barriers during the pandemic. Teachers from Elementary School 2 Beringin Raya and teachers from Elementary School 2 Sumberejo who had learning obstacles with students such as network constraints, learning applications, parental conditions, limited student learning devices because mobile phones were brought by working parents and lack of supervision. Research Purpose. To find out the comparison of online learning barriers for elementary school teachers during the Covid-19 pandemic at Elementary School 2 Beringin Raya and Elementary School 2 Sumberejo in Kemiling District, Bandar Lampung City. Research Method. Quantitative research with Cross-Sectional approach. The study was conducted on 73 respondents using total sampling technique.  Sampling technique using online learning barriers questionnaire during the Covid-19 pandemic. Findings. The hampered at Elementary School 2 Sumberejo is that the average score of 76.86 is higher (bad) than the average score at Elementary School 2 Beringin Raya is 71.16 lower (good). When compared using the statistical test Mann-Whitney test, there is also a difference in Mean Rank between Elementary School 2 Sumberejo 42.49 and Elementary School 2 Beringin Raya 31.66. There is a significant difference in value between Elementary School 2 Sumberejo and Elementary School 2 Beringin Raya with a p-value of 0.001. Conclusion. There is a difference in online learning barriers between the two elementary schools in Kemiling District, Bandar Lampung City in 2023. The teacher who was most hampered by learning during the Covid-19 pandemic was Elementary School 2 Sumberejo.
Efektivitas terapi bermain pada anak prasekolah dengan kecanduan gadget Satria, Imanda; Setiawati, Setiawati; Wandini, Riska
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 4 No 2 (2024): December Edition 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v4i2.431

Abstract

Background : Continuous use of gadgets will have a negative impact on children's thinking patterns and behavior in their daily lives. Children who tend to continuously use gadgets will become very dependent on them and become routine activities in their daily activities. In this case, children often prefer to play with gadgets, causing children to become lazy about moving and doing activities. They prefer to sit in front of gadgets and enjoy games with certain features rather than interacting with the real world. This certainly has a negative impact on children's development and health, especially in terms of the brain and psychology. Purpose: To determine the effectiveness of play therapy in pre-school children with gadget addiction. Method: Descriptive case study research with a child care approach following Standard Operating Procedures (SOAP). Nursing care in this research was carried out in May 2024 for 3 preschool children who were diagnosed with gadget addiction in Lempuyang Bandar Village, Wei Pengbuan District, Central Lampung. The three research cases are given the initials An.H, An.N, and An.B. The intervention was given to the three patients for 3 days. Data analysis uses comparative descriptive analysis. Results: Implementation of the intervention for 3 days in case 1 (An.H), case 2 (An.N), and case 3 (An.B) showed significant changes. Before implementing Lego play therapy, the three cases were in the high category, but after being given intervention for 3 consecutive days, the three cases experienced a significant decrease. Case 1 (An.H) is in the medium category, case 2 (An.N) is still in the high category but the duration of gadget use has decreased, and case 3 is in the low category. This can be seen from changes in sleep patterns, social interactions with peers, and interactions with awake parents. Conclusion: The use of Lego play therapy is effective in reducing gadget addiction in preschool children.   Keywords: Gadget Addiction; Play Therapy; Preschool Children.   Pendahuluan : Penggunaan gadget secara terus menerus akan berdampak buruk terhadap pola pikir dan perilaku anak dalam kehidupan kesehariannya. Anak-anak yang cenderung terus menerus menggunakan gadget akan sangat tergantung dan menjadi kegiatan yang rutin dalam aktivitas sehari hari, dalam hal ini sering kali anak-anak lebih memilih bermain gadget sehingga menyebabkan anak menjadi malas bergerak dan beraktivitas. Mereka lebih memilih duduk di depan gadget dan menikmati permainan yang ada pada fitur-fitur tertentu dibandingkan berinteraksi dengan dunia nyata. Hal ini tentu berdampak buruk bagi perkembangan dan kesehatan anak, terutama di segi otak dan psikologis. Tujuan : Untuk mengetahui efektivitas terapi bermain pada anak pra sekolah dengan kecanduan gadget. Metode : Penelitian deskriptif studi kasus dengan pendekatan perawatan anak mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOAP). Asuhan keperawatan pada penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2024 kepada 3 orang anak prasekolah yang didiagnosa mengalami kecanduan gadget di Desa Lempuyang Bandar, Kecamatan Wei Pengbuan, Lampung Tengah. Ketiga kasus penelitian diberi inisial An.H, An.N, dan An.B. Intervensi yang diberikan pada ketiga pasien selama 3 hari. Analisa data menggunakan analisis deskriptif komparatif. Hasil : Pelaksanaan intervensi selama 3 hari pada kasus 1 (An.H), kasus 2 (An.N), dan kasus 3 (An.B) menunjukkan adanya perubahan yang signifikan. Sebelum pelaksanaan terapi bermain lego ketiga kasus tersebut masuk dalam kategori tinggi, namun setelah diberikan intervensi selama 3 hari berturut-turut ketiga kasus tersebut mengalami penurunan yang signifikan. Kasus 1 (An.H) masuk dalam kategori sedang, kasus 2 (An. N) masih dalam kategori tinggi namun durasi penggunaan gadget menurun, dan kasus 3 masuk dalam kategori rendah. Hal ini dapat dilihat dari perubahan pola tidur, interaksi sosial dengan teman sebaya, dan interaksi dengan orang tua terbangun. Simpulan : Penggunaan terapi bermain lego efektif dalam menurunkan kecanduan penggunaan gadget pada anak prasekolah, sehingga permainan yang efektif seperti lego dapat membantu dalam menurunkan kecanduan gadget pada anak prasekolah.   Kata Kunci : Anak Prasekolah; Kecanduan Gadget; Terapi Bermain.
ANALISIS KOMPONEN KUESIONER PENGETAHUAN TENTANG KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKARAJA KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2024 Surani, Eka Sri; Wandini, Riska; Wardiyah, Aryanti
Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung Vol 12 No 2 (2024): JKPBL Vol 12 No 2 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panca Bhakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47218/jkpbl.v12i2.305

Abstract

Pre-survey yang dilakukan kepada ibu hamil melalui wawancara bebas, diperoleh kesimpulan bahwa 50% ibu hamil mengatakan jika mereka tidak memeriksakan kesehatan gigi dan mulutnya walaupun mengalami gusi bengkak dan berdarah karena menganggap itu hal yang biasa terjadi. Penulisan ini bertujuan untuk menilai pemahaman ibu hamil terkait kesehatan gigi dan mulut. Penulisan ini bersifat kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi ibu hamil berjumlah 285 orang, sedangkan sampel berjumlah 166 informan dengan memakai teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Metode pengumpulan data memakai kuesioner untuk menilai wawasan ibu hamil terkait kesehatan gigi dan mulut, disertai analisis univariat. Hasil penulisan memperlihatkan jika sebagian besar informan kurang mempunyai informasi terkait pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut selama kehamilan, dengan 97 informan (58,4%) yang termasuk dalam kategori berwawasan kurang. Kesimpulannya ialah bahwa karakteristik ibu hamil yang umumnya berpendidikan SMP mempengaruhi kemampuan mereka dalam menyerap informasi. Diimbau kepada petugas kesehatan untuk menyebarluaskan media informasi guna memastikan seluruh lapisan masyarakat terinformasi terkait pemeriksaan kehamilan, khususnya bagi ibu hamil.
Co-Authors Adelta, Yosi Agung Budi Setiyawan Agung Budi Setiyawan Alfabet 0kstristyan fakuriza Aminuyati Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko, Andoko Angga Herlambang Anggi Permata Sari Anggun Istawala Aprina, Aprina Aryanti Aryanti Aryanti Wardiyah Aryanti Wardiyah Aryanti Wardiyah Aryanti Wardiyah, Aryanti Azzahra, Putri Salsabila Chrisanto, Eka Yudha Daniati, Mutiara Ayu Dea Pratiwi Dewi Anggraini, Mega Dewi Kusuma Ningsih Dewi Kusumaningsih Dewi Kusumaningsih Dimas Adi Krisna Eka Novitasari Eka Trismiyana Eliya, Rahma Elliya, Rahma Elpi Ulandari Eneng Resti Erlina Wati Furqoni, Prima Dian Gunawan, M. Ricko Hamid Mukhlis Haryanti, Mega Heki Febrianto Hermawan, Dessy Hilda Meilinda Safitri Ilham Agung Sakti Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah K, Umi Rohmayati Keswara, Umi Romayati Khoirudin, Parid Kodriyansah, Kodriyansah Kustyarini Putri Leni Marlena Lensi, Yufia Lidya Ariyanti Lidya Aryanti Lilis Marlia Linawati Novikasari Linawati Novikasari Linawati Novikasari M. Arifki Zainaro Made Novita Sari Mahda Rizka Faer Rifa’ie Maida Saputri Mardani Mardani Mardani Mardani Mariyam, Siti Herlina Marlena Marlena Marlina Agustina Maya Kurnia Mega Dewi Anggraini Mega Haryanti Muhammad Irgi Muhammad Rafli Muhammad Syamsul Muarif Mutiara Veny Yulia Mutiara Veny Yulia Nepiana, Nurul Ni Luh Sumo Nirwanto Nirwanto Nirwanto Nirwanto, Nirwanto Nizomi Satria Winata Novikasari, Linawati Novikasari, Linawati Novindri Ryalita Nurhayati Nurhayati Pambudi Setia Parid Khoirudin Pradisca, Rima Ary Prayogo, Idfy Dwi Putra, Kadek Edy Artana Putri Salsabila Azzahra Putri Yolanda Utama Rachmat Rizkiawan Rahayu Rahayu Rahma Eliya Rahma Ellya Rama Rajasa Ferlanda Alam Ray Krisna Dhitya Reka Putri Rahmawati Ria Mu'alifah Rika Juana Rillyani . Rillyani ., Rillyani Rilyani Rilyani Rilyani Rilyani Rilyani, Rilyani Rima Ary Pradisca Riri Anjeli Riyan Resandi Rizka Shelvia Yulita Rizka, Mahda RR. Ella Evrita Hestiandari Sakti, Ilham Agung Sari, Made Novita Satria, Imanda Selvianti, Utari Aditia Setiawati Setiawati Setiawati Setiawati Setiawati Setiawati Shinta Arini Ayu Silvia, Eka Sumarni Sumarni Sumini Setiawati Surani, Eka Sri Suryani Suryani Suwarto Suwarto Taufik Sofa Tedi Tiar Mahendra Tri Suci Yuni Trismiana, Eka Trismiyana, Eka Triyoso Triyoso Triyoso, Triyoso Uswatun Hasanah Utari Aditia Selvianti Veni Andriyani Vera Yulyani Wahid Tri Wahyudi Wahyu Agil TriSakti Wardiah Aryanti Widia Dwi Lestari Yanti Fitria Yeni Koto Yola Anjani Yulyani, Vera Yuniati Yuniati