Claim Missing Document
Check
Articles

Penyuluhan kesehatan tentang dukungan keluarga dan diit pasien dengan gangguan ginjal kronik Djamaludin, Djunizar; Zainaro, M. Arifki; Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah; Rahma, Reka Putri; Agustina, Respa; Liasari, Deny Eka; Lensi, Yufia
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 3 (2022): Penatalaksanaan Diabetes Melitus Tipe 2
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v2i3.201

Abstract

Pendahuluan: Gagal ginjal  kronik   adalah suatu   proses patofisiologis  dengan  etiologi yang beragam, mengakibatkan penurunan fungsi ginjal yang progresif, dan pada umumnya berakhir dengan gagal ginjal. Gagal ginjal merupakan suatu keadaan klinis yang ditandai dengan menurunnya fungsi ginjal yang bersifat irreversible, dan memerlukan terapi pengganti ginjal yaitu berupa dialisis atau transplantasi ginjal. Tujuan: Responden dapat mengetahui dan memahami tentang prilaku hidup sehat pasien gagal ginjal kronik (GGK) Metode: Pelaksanaan metode      yang      digunakan      dalam pengabdian     masyarakat     ini     dilakukan dengan 2 tahap, yaitu pertama mahasiswa profesi ners menjelaskan tentang prilaku hidup sehat pasien gagal ginjal kronik (GGK) dan ke dua setelah diberikan penyuluhan responden diberikan tanya jawab tentang prilaku hidup sehat pasien gagal ginjal kronik (GGK) Hasil: Responden memahami tentang bantuan keluarga dan diit pasien gagal ginjal kronik (GGK). Simpulan: responden dapat mengerti bantuan keluarga dan diit pasien gagal ginjal kronik (GGK)
Analysis of the Preceptors' Role in Holistically Shaping Students' Clinical Competence Zainaro, M. Arifki; Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 9, No 2 (2024): September
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v9i2.2461

Abstract

This study examines the effectiveness of preceptor roles in supporting the development of clinical competence among nursing students in Indonesia. The research background highlights the low pass rates of nursing competency examinations, which underscore challenges within the nursing education system and the need for enhanced preceptor guidance. The study aims to analyze the role of preceptors in holistically shaping clinical competence, identify factors affecting the effectiveness of preceptor roles, and explore obstacles encountered in clinical mentoring. The research methodology used surveys and statistical analysis of preceptor evaluation data across several performance components, including evaluation (KPE), planning (KPP), and implementation (KPI). The results indicate that preceptors play a positive role in supporting students' competency development, with high average scores in the KPE component, though differences in evaluation aspects require improvement. Preceptors' Major challenges include limited time, experience constraints, and the lack of clear evaluation guidelines. Supporting factors such as ongoing training, institutional support, and technology use can enhance the quality of mentoring. The implications of this research suggest that by addressing these challenges and leveraging available support factors, preceptors can improve their contribution to holistically shaping students' clinical competence. In conclusion, optimizing the role of preceptors is crucial for supporting the more comprehensive development of clinical competence in nursing students. ABSTRAK: Penelitian ini meneliti efektivitas peran preseptor dalam mendukung pengembangan kompetensi klinis di antara mahasiswa keperawatan di Indonesia. Latar belakang penelitian menyoroti rendahnya tingkat kelulusan ujian kompetensi keperawatan, yang menggarisbawahi tantangan dalam sistem pendidikan keperawatan dan kebutuhan akan bimbingan preseptor yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran preseptor dalam membentuk kompetensi klinis secara holistik, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas peran preseptor, dan mengeksplorasi hambatan yang dihadapi dalam bimbingan klinis. Metodologi penelitian menggunakan survei dan analisis statistik data evaluasi preseptor pada beberapa komponen kinerja, termasuk evaluasi (KPE), perencanaan (KPP), dan pelaksanaan (KPI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa preseptor berperan positif dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa, dengan skor rata-rata tinggi pada komponen KPE, meskipun terdapat perbedaan dalam aspek evaluasi yang memerlukan perbaikan. Tantangan utama preseptor meliputi keterbatasan waktu, kendala pengalaman, dan kurangnya pedoman evaluasi yang jelas. Faktor pendukung seperti pelatihan berkelanjutan, dukungan institusi, dan penggunaan teknologi dapat meningkatkan kualitas bimbingan. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa dengan mengatasi tantangan ini dan memanfaatkan faktor pendukung yang tersedia, preseptor dapat meningkatkan kontribusinya dalam membentuk kompetensi klinis mahasiswa secara holistik. Kesimpulannya, mengoptimalkan peran preseptor sangat penting untuk mendukung pengembangan kompetensi klinis yang lebih komprehensif pada mahasiswa keperawatan.
Implementasi Model Best Practice Kampung Keluarga Berkualitas (KB) Pekon Argopeni Kecamatan Sumberejo Kabupaten Tanggamus Lampung Hermawan, Dessy; Listyaningsih, Erna; Susanto, Susanto; Zainaro, M. Arifki; Furqoni, Prima Dian
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i3.18725

Abstract

Berdasarkan hasil kajian studi kasus yang dilaksanakan oleh Direktorat Analisis Dampak Kependudukan selama kurun waktu tiga tahun terakhir, kita bisa melihat bahwa kegiatan yang dianggap efektif dalam mempercepat penurunan stunting adalah intervensi gizi, baik yang dilaksanakan melalui PMT, edukasi gizi dan pembiasaan makan gizi seimbang melalui Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT), dan kegiatan sejenis yang berdampak langsung pada keluarga berisiko stunting. Implementasi Model Best Practice Kampung Keluarga Berkualitas (KB) bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga dan masyarakat di kampung KB melalui pendekatan terintegrasi yang mencakup aspek kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya. Mekanisme kerja implementasi Best Practice Kampung Keluarga Berkualitas meliputi kegiatan persiapan, pembekalan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi, serta pelaporan dan rekomendasi kebijakan. Dalam pelaksanaan Implementasi Model Best Practice kegiatan CTPS (cuci tangan pakai sabun), kegiatan BKB (Bina Keluarga Balita), kegiatan Germas, kegiatan posyandu masyarakat aktif, permainan edukatif dapat meningkatkan kognitif, menyuapi aktif, kegiatan Dashat selutruh kegiatan menunjukan perubahan para peserta ke arah peningkatan yang positif.
Pengaruh Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (Seft) terhadap Kualitas Tidur dan Kecemasan pada Penderita Hipertensi di Puskesmas Haji Pemanggilan Kabupaten Lampung Tengah Ferlanda Alam, Rama Rajasa; Djamaludin, Djunizar; Trismiyana, Eka; Zainaro, M. Arifki
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i3.17036

Abstract

ABSTRACT Based on data presented by the World Health Organization (2020), in total research conducted on 182 countries in the world, the results of this research found that the prevalence of hypertension was 13%, increasing in the range to 41%.The percentage of hypertension (based on diagnosis) in Lampung Province increased from 7.4% in 2013 to 15.10% in 2018 or 545,625 cases in 2018. Meanwhile, in 2022 it will reach 1,825,516 (28.22%) people. with 5 districts with the highest incidence rate, one of which is Central Lampung District which occupies fifth position with a prevalence of 30.4%. It is known the influence of Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) Therapy on Sleep Quality and Anxiety in Hypertension Sufferers at the Pemanggilan Haji Health Center, Central Lampung. Quantitative research type, Quasi-experiment design, one group pre and posttest design. The research population was 136 patients and a sample of 30 respondents using accidental sampling technique. Analyze univariate and bivariate analysis data using dependent t-test. Based on the results of the analysis using the dependent t-test, the mean dan SD values for pretest anxiety (67.33 ± 4.172) and sleep quality (47.80 ± 7.218) were obtained, while the mean and SD values for posttest anxiety (10.20 ± 3.671) and sleep quality (2.23 ± 1.223). The obtained p-values= 0.001 where p<α means Ho is rejected and Ha is accepted. It can be concluded that there is an effect of SEFT on improving sleep quality and reducing anxiety levels for hypertension suffers at the Pemanggilan Haji Health Center, Central Lampung. It’s hoped that this research will provide general information related to SEFT therapy which is effective in treating sleep quality problems and anxiety in hypertension sufferers. Keywords: Hypertension, SEFT, Anxiety, Sleep Quality  ABSTRAK Berdasarkan data yang dikemukakan oleh World Health Organization (2020), secara total penelitian yang dilakukan terhadap 182 negara yang ada di dunia, dari hasil penelitian tersebut mendapatkan prevalensi dari hipertensi sebesar 13% hingga meningkat dalam rentang menjadi 41%. Persentase Hipertensi (berdasarkan diagnosis) di Provinsi Lampung meningkat dari 7,4% pada tahun 2013 menjadi 15,10% pada tahun 2018 atau sebanyak 545.625 kasus pada tahun 2018. Sedangkan pada tahun 2022 mencapai angka 1.825.516 (28,22%) jiwa dengan 5 Kabupaten dengan angka kejadian tertinggi salah satunya Kabupaten Lampung Tengah menempati posisi ke lima dengan prevalensi 30,4%. Diketahui pengaruh Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) Terhadap Kualitas Tidur dan Kecemasan Pada Penderita Hipertensi di Puskesmas Haji Pemanggilan Lampung Tengah. Jenis penelitian kuantitatif, desain Quasi-experiment rancangan one group pre and post test design. Populasi penelitian sebanyak 136 pasien dan sampel 30 responden dengan teknik accidental sampling. Analisa data analisis univariate dan bivariate dengan Uji t-dependen. Berdasarkan hasil analisis melalui uji t-dependen diperoleh nilai mean dan SD pretest kecemasan (67.33 ± 4.172) dan kualitas tidur (47.80 ± 7.218) sedangkan nilai mean dan SD posttest kecemasan (10.20 ± 3.671) dan kualitas tidur (2.23 ± 1.223). Diperoleh nilai p value = 0,001, dimana p<α maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh SEFT terhadap peningkatan kualitas tidur dan penurunan tingkat kecemasan penderita hipertensi di Puskesmas Haji Pemanggilan Lampung Tengah. Diharapkan penelitian ini memberikan informasi umum yang berkaitan dengan terapi SEFT yang efektif dalam mengatasi masalah kualitas tidur dan kecemasan pada penderita hipertensi. Kata Kunci: Hipertensi, SEFT, Kecemasan, Kualitas Tidur
Karakteristik dan Pengetahuan Pasien dalam Perawatan Luka Pasca Operasi di Rumah Sakit Islam Jakarta Naryati, Naryati; Aisyah, Aisyah; Widakdo, Giri; Nuraenah, Nuraenah; Fatimah, Fatimah; Zainaro, M. Arifki; Dewanti, Meisya Adelina; Apriansah, Rafel; Hartati, Eka Yuli; Yuliawati, Yuliawati
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i3.19374

Abstract

ABSTRACT The problem of Surgical Site Infection (SSI) is a problem that may occur due to surgical procedures, it can affect various layers of body tissue, superficial or deep. The incidence of SSI at the Jakarta Islamic Hospital in 2023 reached 16 incidents. This study aims to identify the characteristics and knowledge of patients in post-operative wound care at the Jakarta Islamic Hospital. The research method that will be carried out is simple descriptive with a cross-sectional approach. The results of the study explain that; all respondents totaling 31 respondents who have BPJS as their health insurance, the majority are female 96.8%, the distribution of indications for CS surgery in patients with SSI without indication reaches a proportion of 16.1%, KPD 16.1%, patients with comorbidities DM, hypokalemia, pulmonary TB, thrombocytopenia, and PEB each amounting to 1 person, the majority of patients' childbirth history is the first delivery of 54.2%, patient knowledge about wound care is obtained 25.8%, efforts to seek help are obtained results 83.3%, information needed by patients with SSI is obtained results 6.5% need information about wound care, 9.7. These findings indicate the importance of early education and information/continuous discharge planning with health centers or families in order to increase knowledge in an effort to reduce the risk of infection problems that occur Keywords: Characteristics, knowledge, wound care, Post-Operation ABSTRAK Masalah Infeksi Daerah Operasi (IDO) merupakan masalah yang mungkin terjadi akibat tindakan pembedahan, dapat mengenai berbagai lapisan jaringan tubuh, superfisial atau dalam. Kejadian IDO di Rumah Sakit Islam Jakarta tahun 2023 mencapai 16 kali kejadian. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik dan pengetahuan pasien dalam perawatan luka pasca operasi di Rumah Sakit Islam Jakarta. Metode penelitian yang akan dilakukan  dengan deskriptif sederhana dengan pendekatan crossectional. Hasil penelitian menjelaskan bahwa; seluruh responden berjumlah 31 responden yang memiliki BPJS sebagai jaminan kesehatannya, mayoritas berjenis kelamin perempuan 96,8 % , sebaran  indikasi operasi SC pada pasien dengan IDO tanpa indikasi mencapai proporsi 16,1 %  , KPD 16,1% , pasien dengan penyakit penyerta DM, hipokalemi, Tb paru, trombositopenia, dan PEB masing-masing berjumlah 1 orang, riwayat persalinan mayoritas pasien persalinan pertama sebanyak 54,2%  , pengetahuan pasien tentang perawatan luka didapatkan 25,8%, upaya mencari pertolongan didapatkan hasil 83,3%, informasi yang dibutuhkan pasien dengan IDO didapatkan hasil 6,5% membutuhkan informasi tentang perawatan luka, 9,7%. Temuan ini menunjukkan pentingnya edukasi  dini dan informasi/ discharge planning berkelanjutan dengan puskesmas atau keluarga guna meningkatkan pengetahuan dalam upaya mengurangi resiko  masalah infeksi yang terjadi Kata Kunci: Karakteristik, Pengetahuan, Perawatan Luka,Pasca Operasi
Edukasi Tersedak pada Anak dengan Tehnik Hemlich Manuver di Posyandu Anggrek Desa Sidoharjo Kec,Way Panji Wahyuninsih, Indah; Zainaro, M. Arifki; Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i5.15955

Abstract

ABSTRAK Tersedak adalah kondisi darurat yang sering terjadi pada anak-anak, terutama mereka yang berusia di bawah lima tahun. Pengetahuan mengenai teknik Heimlich manuver sebagai pertolongan pertama sangat penting untuk mengurangi risiko fatalitas akibat tersedak. Penyuluhan  ini bertujuan untuk mengedukasi orang tua dan  pengasuh,  mengenai teknik Heimlich manuver  melalui penyuluhan. Metode yang digunakan meliputi presentasi materi, demonstrasi langsung, dan latihan praktik dengan anak salah satu peserta. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta. Pengapdian Masyarakat  ini menyimpulkan bahwa penyuluhan teknik Heimlich efektif dalam meningkatkan kesiapan menghadapi situasi darurat tersedak pada anak. Kata Kunci: Edukasi, Anak,Tersedak,Tehnik Hemlich Manuver  ABSTRACT Choking is an emergency condition frequently occurring in children, particularly those under five years old. Knowledge of the Heimlich maneuver as a first aid technique is crucial to reduce the risk of fatality from choking. This study aims to educate parents, caregivers, and teachers about the Heimlich maneuver technique through an outreach program. The methods included material presentations, live demonstrations, and hands-on practice with mannequins. The results showed a significant increase in participants' knowledge and skills. This study concludes that Heimlich maneuver training is effective in improving preparedness for choking emergencies in children. Keywords: Education, Child, Choking, Heimlich Maneuver Technique
Edukasi Aktifitas Fisik dan Senam Hipertensi untuk Menurunkan Tekanan Darah pada Lansia dengan Hipertensi Indriana, Nova; Zainaro, M. Arifki; Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i5.15895

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang cukup berbahaya hingga mendapat julukan “The silent killer” kerena hipertensi dapat menyerang setiap orang tanpa adanya tanda yang muncul pada tubuh dan berisiko menyebabkan kematian. Hipertensi merupakan suatu keadaan klinis ketika pengukuran sistolik lebih dari 140 mmHg dan diastolik lebih dari 90 mmHg. Seiring meningkatnya usia pada lansia terjadi perubahan pada seluruh sistem, salah satunya perubahan sistem kardiovaskuler. Perubahan tersebut meliputi penurunan elastisitas dinding aorta, penebalan katup jantung dan katup jantung menjadi kaku, penurunan kemampuan jantung memompa darah sehingga dapat menyebabkan hipertensi pada lansia. Pencegahan dan penanggulangan hipertensi dapat dilakukan dengan olahraga teratur atau aktifitas fisik diantaranya berjalan, bersepeda, berenang, melakukan pekerjaan rumah dan senam anti hipertensi. Senam anti hipertensi adalah bagian dari aktifitas fisik yang dapat mengurangi berat badan dan menghilangkan stres, yang menjadi dua faktor tertinggi risiko penyebab hipertensi. Kata Kunci: Edukasi, Senam Hipertensi, Lansia ABSTRACT Hypertension is a non-communicable disease that is dangerous enough to have earned the nickname "The Silent Killer" because hypertension can attack anyone without any signs appearing on the body and has the risk of causing death. Hypertension is a clinical condition when the systolic measurement is more than 140 mmHg and the diastolic measurement is more than 90 mmHg. As the elderly age increases, changes occur in the entire system, one of which is changes in the cardiovascular system. These changes include a decrease in the elasticity of the aortic wall, thickening of the heart valves, stiffening of the heart valves, and a decrease in the heart's ability to pump blood, which can cause hypertension in the elderly. Prevention and management of hypertension can be done with regular exercise or physical activity including walking, cycling, swimming, doing housework and anti-hypertension exercises. Anti-hypertension exercise is part of physical activity that can reduce body weight and eliminate stress, which are the two highest risk factors for hypertension. Keywords: Education, Hypertension Exercise, Elderly
Pendidikan promosi kesehatan tentang kejadian diare di Puskesmas Kecamatan Tanjung Karang Pusat Bandar Lampung Rifaie, Mahda Rizka Faer; Zainaro, M. Arifki; Gunawan, M. Ricko
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 6 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i6.1392

Abstract

Background: Diarrhea in children is a leading cause of death, mostly due to infection. A child is categorized as having diarrhea if the volume of stool exceeds 10 ml/kg/day. The prevalence of diarrhea in children reaches 7.4%. In Bandar Lampung City, 5.754 cases of diarrhea in children were recorded. Of the three sub-districts in Tanjung Karang, Tanjung Karang Pusat District ranked first with 261 cases of diarrhea in children in 2024. This situation indicates the need for effective health promotion efforts to increase public knowledge regarding diarrhea prevention and treatment. Purpose: To increase knowledge about diarrhea incidence through health promotion media using leaflets and community health education programs (CHEP). Method: This study employed a quantitative design with a Paired Sample T-Test approach. The study population consisted of respondents in Tanjung Karang Pusat District. Most respondents were aged 31–40 years and had a senior high school education level. Knowledge levels were measured before and after the health promotion intervention using leaflets and community health education programs (CHEP).. Results: This activity was conducted on June 20, 2025, in the Tanjung Karang Pusat District Health Center, Bandar Lampung City. Participants were 30 parents with toddlers in the Tanjung Karang Pusat District Health Center's work area. Inclusion criteria were those who were willing to participate, had toddler-aged children, and were able to read. The instruments used were a questionnaire to measure respondents' knowledge and leaflets as reading materials during the presentation. The activity was conducted using a lecture method and provided instructions using leaflets. Measurement of the effectiveness of health education through health promotion media on parents' knowledge about diarrhea in children was conducted before and after the outreach activity. Results: The respondents' pre-test score averaged 64.30 with a standard deviation of 9.9 within a range of 50-80, with a 95% CI for Mean of 60.58-68.02. The post-test score averaged 83.67 with a standard deviation of 9.6 within a range of 70-100, with a 95% CI for Mean of 80.07-68.02. Conclusion: Health education through health promotion media in the form of leaflets and outreach programs (OPU) significantly improved parents' knowledge about diarrhea, prevention, and post-diarrheal care in children. Suggestion: It is hoped that health workers at community health centers (Puskesmas) will adopt media-based health education methods such as leaflets, community health education programs (CHEP), and interactive digital promotional methods on a regular basis to reach a wider audience. Keywords: Community health center; Diarrhea; Health education promotion; Leaflets Pendahuluan: Diare pada anak merupakan salah satu penyebab utama kematian yang sebagian besar disebabkan oleh infeksi. Seorang anak dikategorikan mengalami diare apabila volume buang air besar lebih dari 10 ml/kg/hari. Prevalensi diare pada anak mencapai 7.4%. Di Kota Bandar Lampung, tercatat 5.754 kasus diare pada anak. Dari tiga kecamatan di Tanjung Karang, Kecamatan Tanjung Karang Pusat menduduki peringkat pertama dengan jumlah 261 kasus diare pada anak pada tahun 2024. Kondisi ini menunjukkan perlunya upaya promosi kesehatan yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait pencegahan dan penanganan diare. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan tentang kejadian diare dengan media promosi kesehatan menggunakan leaflet dan satuan acara penyuluhan (SAP). Metode: Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 20 Juni 2025 di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Tanjung Karang Pusat, Kota Bandar Lampung. Pesertanya adalah 30 orang tua yang memiliki balita di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Tanjung Karang Pusat, Kota Bandar Lampung. Kriteria inklusi adalah mereka yang bersedia menjadi responden, memiliki anak usia balita, dan mampu membaca. Instrumen yang digunakan adalah berupa lembar kuesioner sebagai alat ukur pengetahuan responden dan media leaflet sebagai media baca pada waktu penyampaian materi. Kegiatan dilakukan dengan metode ceramah dan memberikan petunjuk dengan media leaflet. Pengukuran efektivitas pendidikan kesehatan melalui media promosi kesehatan terhadap pengetahuan orang tua tentang diare pada anak dilakukan sebelum dan sesudah kegiatan penyuluhan. Hasil: Menunjukkan bahwa skor pre-test responden mendapatkan mean 64.30 dengan standar deviasi 9.9 dalam rentang 50-80 pada nilai CI for Mean(95%)=60.58-68.02, sedangkan skor post-test responden mendapatkan mean 83.67 dengan standar deviasi 9.6 dalam rentang 70-100 pada nilai CI for Mean(95%)=80.07-68.02. Simpulan: Pendidikan kesehatan melalui media promosi kesehatan berupa leaflet dan satuan acara penyuluhan (SAP) secara signifikan mampu meningkatkan pengetahuan orang tua tentang kejadian diare, pencegahan dan penangan pasca kejadian diare pada anak. Saran: Diharapkan tenaga kesehatan di puskesmas dapat mengadopsi metode pendidikan kesehatan berbasis media promosi seperti leaflet, satuan acara penyuluhan (SAP) dan metode promosi digital yang interaktif secara rutin agar dapat menjangkau kelompok yang lebih luas.
Kepatuhan Minum Obat pada Penderita Penyakit TB Pratiwi, Rika; Zainaro, M Arifki; Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.15976

Abstract

ABSTRAK TB paru adalah penyebab utama morbiditas dibanyak negara, oleh karena itu pemahaman mengenai dampaknya terhadap keadaan umum dan kepatuhan minum obat dari pasien TB paru. Kualitas hidup merupakan aspek kesehatan yang luas, sehingga kepatuhan bukan satu-satunya faktor yang dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien TB paru. Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit serius bukan hanya di Indonesia tetapi di Dunia.Kepatuhan minum obat adalah indikator keberhasilan yang sangat penting untuk kesembuhan pasien TB selama 6-9 bulan dimana pasien harus minum obat non stopTuberkulosis paru merupakan penyakit menular yang disebabkan Mycobacterium tuberculosis. Penularan terjadi ketika penderita TBC paru BTA positif batuk atau bersin dan tanpa disengaja penderita menyebarkan kuman ke udara dalam bentuk percikan dahakenyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Kata Kunci: Kepatuhan Minum Obat TB, Pengertian TB, Cara Penularan TB. ABSTRACT Pulmonary TB is a major cause of morbidity in many countries, therefore, understanding its impact on the general condition and medication adherence of pulmonary TB patients is crucial. Quality of life is a broad aspect of health, so compliance is not the only factor that can influence the quality of life of pulmonary TB patients. Tuberculosis (TB) is a serious disease not only in Indonesia but also globally. Medication adherence is a crucial indicator of success for TB patients' recovery. Patients must take medication non-stop for 6-9 months, during which patients must take medication. Pulmonary tuberculosis is an infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis. Transmission occurs when a patient with AFB-positive pulmonary TB coughs or sneezes, accidentally releasing the germs into the air in the form of sputum droplets. This is an infectious disease caused by the Mycobacterium tuberculosis bacteria. Keywords: TB Medication Adherence, Definition of TB, Mode of TB Transmission.
Motivation and Workload of Nurses with Nurse Performance in Handling Events of Corona Virus (Covid-19) M Arifki Zainaro; Ridwan Ridwan; Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Isnainy
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6, No 4: December 2021
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.116 KB) | DOI: 10.30604/jika.v6i4.688

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) is a new type of disease that has never been previously identified in humans. The virus that causes COVID-19 is called Sars-CoV-2. As part of the front line in dealing with COVID-19 cases, many health care workers experience fatigue both physically and mentally. Their high workload in handling COVID-19 cases, the scarcity of Personal Protective Equipment (PPE) facilities and insufficient nutritional needs, decrease their immunity, so the risk of contracting the virus increases. To determine the relationship between motivation and workload of nurses and the performance of nurses in handling the coronavirus (COVID-19) incident at Pertamina Bintang Amin Hospital, Bandar Lampung. This type of research is a quantitative, research design analytic survey with a cross-sectional approach. The population and sample of this study were all nurses who served in the inpatient room of Pertamina Bintang Amin Hospital, Bandar Lampung, with as many as 58 respondents. Results Of the 58 respondents, the motivation and workload that were said to be poor with the performance of nurses were 21 respondents (36.2%), while the motivation and workloads that were said to be good with the performance of nurses were 37 respondents (63.8%). The results of statistical tests showed that the p-value = 0.003 was smaller than the alpha value (p less than 0.05). There is a significant relationship together between motivation and workload with the performance of nurses in handling the coronavirus (COVID-19) incident at Pertamina Bintang Amin Hospital, Bandar Lampung. It is hoped that the hospital management will continue to maintain the level of motivation for health workers, especially nurses, to get additional incentives for nurses and workloads to take time off for nurses who work during working hours and the performance of nurses in carrying out actions in accordance with the SOP for patients suffering from Covid 19.
Co-Authors A Muammar Khoddafi Ade Gunawati Sandi Adelta, Yosi Agustina, Respa Ahmad Gunawan Aisyah Aisyah Alberta Rika Pratiwi Albet Maydiyantoro Alfabet Oktristyan Fakuriza Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko, Andoko Apriansah, Rafel Apriyadi Apriyadi Aria Winara Perkasa Aryanti Wardiyah Ayesha Norabela Azis, Jhon Bahren Nortajulu Chrisanto, Eka Yudha Deny Eka Liasari Devy Annieza Zahra Dewanti, Meisya Adelina Dewi Kusumaningsih Dewi Kusumaningsih Dewi Kusumaningsih Dherlirona Dherlirona Dita Resi Andrianti Djamaludin, Djunizar Djunizar Djamaludin Djunizar Djamaludin Donna Caesarani Ananda Dwi Nopriyanto Dwiky Dermawan Santari Eka Novita Sari Eka Trismiyana Elliya, Rahma Elpi Ulandari Erlina Wati Erna Listyaningsih Esti Handayani Fara Millinia Suwares fatimah Fatimah Ferisca, Fidela Ferlanda Alam, Rama Rajasa Furqoni, Prima Dian Giri Widakdo Gunawan, M. Ricko Hafiffah Handayani Hartati, Eka Yuli Heki Febrianto Hermawan, Dessy Ibrahim, Idris Idawati Kn Indriana, Nova Ismanto Nasim Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Joko Martono Karyanto Karyanto Keswara, Umi Romayati Kiramah Wati Kusumanignsih, Dewi Lensi, Yufia Liasari, Deny Eka Lidya Ariyanti Lilis Marlia Linawati Novikasari M Kelvin Alvaredo Mardani Mardani Melia Novita Mentari Permatasari Muhamad Kurniawan Muhammad Nurhidayat Mutia Ade Dea Naryati, Naryati Naziah Naziah Naziah Naziah Novikasari, Linawati Nuraenah, Nuraenah Nuraini Nuraini Nuraini Nuraini Parid Khoirudin Perkasa, Aria Winara Prima Dian Furqoni Rahma, Reka Putri Rahmawati, Reka Putri Reka Putri Rahma Reka Putri Rahmawati Respa Agustina Rian Maylina Sari Rias Tusianah Ridwan Ridwan Ridwan Ridwan Rifaie, Mahda Rizka Faer Rike Saputra Riska Wandini, Riska Riyanto, Eko Rizwan, Al Khairul Ryalita, Novindri Sadaukur Br Barus Sandi Esa Prayoga Sari, Eva Aprilia Sekardhyta Ayuning Tias Suhartini Suhartini Sumo, Ni Luh Susanto Susanto Susi Anisia Laila Susmarini, Neta Teguh Pribadi Trismiyana, Eka Triyoso Triyoso Triyoso, Triyoso Tubagus Ali Rachman Puja Kesuma, Tubagus Ali Rachman Puja Usastiawaty C.A.S Isnainy Utomo, Budi Setia Wahid Tri Wahyudi Wahyuninsih, Indah Yeni Novita Yosi Adelta Yufia Lensi Yulendasari, Rika Yuliawati Zonet Dwi Lembayung