Claim Missing Document
Check
Articles

Pendidikan Kesehatan tentang Efektifitas Pencegahan Diare pada Balita dengan Seduhan Daun Jambu Biji di Wilayah Kerja Puskesmas Air Hitam Kabupaten Lampung Barat Hafiffah Handayani; Linawati Novikasari; M. Arifki Zainaro
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i7.9954

Abstract

ABSTRAK Data insiden diare pada Puskesmas Air Hitam tahun 2021 sebesar 1097 balita (Puskesmas Air Hitam, 2021) Penyakit Diare adalah penyakit endemis yg berpotensi mengakibatkan Kejadian Luar Biasa (KLB) & masih sebagai penyumbang nomor kematian pada Indonesia terutama dalam balita. Pada tahun 2020 cakupan pelayanan penderita diare dalam seluruh umur sebanyak 44,4 persen dalam balita sebanyak 28,9 persen dari target yg ditetapkan. Dilakukan pendidikan kesehatan tentang efektifitas pencegahan diare pada balita dengan seduhan daun jambu biji di Wilayah Kerja Puskesmas Air Hitam Kabupaten Lampung Barat Tahun 2022. Pendekatan pada penulisan laporan tugas akhir berfokus pada asuhan keperawatan masalah kurangnya pengetahuan pada ibu yang memiliki balita dengan maslah dehidrasi pada diare melalui pemberian game edukasi di Wilayah Kerja Puskesmas Air Hitam Kabupaten Lampung Barat Tahun 2022. Sebagian besar pengetahuan responden sebelum diberikan pendidikan kesehatan berupa edukasi efektivitas seduhan daun jambu biji dengan kategori baik 13 responden (65%). Sebagian besar pengetahuan responden sesudah diberikan pendidikan kesehatan berupa edukasi efektivitas seduhan daun jambu biji dengan kategori baik 18 responden (90%). Selisih peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah sebesar 55%, yang artinya terdapat pendidikan kesehatan tentang efektifitas pencegahan diare pada balita dengan seduhan daun jambu biji. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan bagi Puskesmas Air Hitam Kabupaten Lampung Barat sebagai inovasi yang dapat dikembangkan sebagi pencegahan diare menggunakan bahan herbal yaitu seduhan daun jambu biji dengan memberikan berupa leafltet. Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan, Pencegahan Diare, Seduhan Daun Jambu Biji  ABSTRACT Data on diarrhea incidence at Air Hitam Public Health Center in 2021 is 1097 children under five (Air Hitam Health Center, 2021). Diarrhea is an endemic disease that has the potential to cause Extraordinary Events (KLB) and is still a contributor to the number of deaths in Indonesia, especially in children under five. In 2020 the coverage of services for diarrhea sufferers in all ages is 44.4 percent in toddlers as much as 28.9 percent of the target set. To conduct health education on the effectiveness of diarrhea prevention in toddlers by steeping guava leaves in the Work Area of the Air Hitam Health Center, West Lampung Regency in 2022. The approach to writing a final project report focuses on nursing care for the problem of lack of knowledge in mothers who have toddlers with dehydration problems in diarrhea through the provision of educational games in the Air Hitam Health Center Work Area, West Lampung Regency in 2022. Most of the respondents' knowledge before being given health education in the form of education on the effectiveness of guava leaf steeping with good category 13 respondents (65%). Most of the respondents' knowledge after being given health education in the form of education on the effectiveness of steeping guava leaves with a good category was 18 respondents (90%). The difference in the increase in knowledge before and after is 55%, which means that there is health education about the effectiveness of preventing diarrhea in toddlers by steeping guava leaves. It is hoped that the results of this study can be used as input for the Air Hitam Health Center in West Lampung Regency as an innovation that can be developed as a prevention of diarrhea using herbal ingredients, namely steeping guava leaves by providing leaflets. Keywords: Health Education, Diarrhea Prevention, Guava Leaf Stew
The Relationship Between Head Nurse Leadership Style and Healthcare Associated Infections (Hais) Prevention Efforts During Of Covid-19 Pandemic In The HM. Ryacudu Hospital Year 2022 Zonet Dwi Lembayung; Dewi Kusumaningsih; Muhammad Arifki Zainaro; Dwi Nopriyanto
Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan Vol 6, No 1 (2023): JKPBK Juni 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/j.kes.pasmi.kal.v6i1.10227

Abstract

Pendahuluan : Merupakan masalah penting untuk diteliti yang dikhawatikan infeksi rumah sakit terkait perawatan kesehatan (HAIS) adalah masalah besar yang dihadapi rumah sakit. Rencana Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) sangat penting dilaksanakan di rumah sakit, karena sebagai tolak ukur kualitas pelayanan juga dapat melindungi pasien, petugas, pengunjung dan anggota keluarga dari risiko infeksi akibat pengobatan, jaga dan pergi ke rumah sakit. Kualitass personel pelu ditigkatkan dengan memberikan pelatihan kepada semua perawat untuk melatih mereka dalam pencegahan dan pengendalian infeksi terkait perawatan kesehatan (HAIS). Tujuan : Menganalisis hubungan gaya  kepemimpinan kepala ruangan dengan upaya pencegahan healthcare associated infections (HAIS) di RSUD Mayjend. HM. Ryacudu. Metode : penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode analititik observasional, yaitu penelitian yang mencoba memahami hubugan anatara variabel dengan menganalisa data yang telah diperoleh. Desain penelitian yang digunakan yaitu desain cross- sectional  untuk mengetahui hubungan gaya kepemimpinan kepala ruangan dengan upaya pencegahan healthcare associated infections (HAIS) di RSUD Mayjend. HM. Ryacudu. Hasil : uji statistik gaya kepemimpinan menggunakan chi-square, di dapat p-value (0.14) sehingga p-value α (0.1 < 0.5) maka terdapat hubungan dengan nilai Oods ratio 3.8. Kesimpulan dan Saran : perawat RSUD Mayjend. HM. Ryacudu memiliki gaya kepemimpinan yang sudah optimal tetapi dalam upaya pencegahan HAIS perawat kurang optimal. Perlu ditingkatkannya upaya pencegahan HAIS khususnya dalam tindakan keperawatan spenggunaan Sarung tangan.Kata Kunci :  Gaya Kepemimpinan, Upaya Pencegahan HAIS
Optimalisasi Timbang Terima Perawat dengan Metode SBAR di Ruang Rawat Bedah Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Alfabet Oktristyan Fakuriza; M. Arifki Zainaro; Dewi Kusumaningsih; Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Isnainy
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i11.11792

Abstract

ABSTRACT Based on the results of a pre-survey conducted in the operating room, by conducting free interviews with 3 room heads and 3 team leaders, as well as 2 people in charge of the shift. Says that handover using SBAR communication has been established since 2018. However, the handover implementation has not run optimally. Observation results based on a questionnaire regarding the implementation of handover using SBAR communication, of the 8 nurses who were given the questionnaire, 5 nurses (62.5%) with poor handover implementation, and 3 nurses (37.5%) with good handover. This study aims to analyze the optimization of nurse's handover using the SBAR method in the Surgical Ward of Pertamina Bintang Amin Hospital in 2023. type of research uses descriptive qualitative research, this research uses descriptive research methods in the form of case studies with the Nursing Care approach, which includes assessment, development diagnosis, planning, implementation, and evaluation. after doing roll play on 5 nurses who were in surgery with an average percentage of 100%, there is optimal after and before doing roll play. implementing effective communication using SBAR communication increases the knowledge, skills, and motivation of implementing nurses to use SBAR communication in order to increase effective communication when carrying out nursing care, especially in the realm of health services in hospitals Keywords: Reciprocity, SBAR Method  ABSTRAK Berdasarkan hasil prasurvey yang dilakukan di ruang bedah, dengan melakukan wawancara bebas terhadap 3 orang kepala ruangan dan 3 orang ketua tim, serta 2 orang penanggung jawab shift. Mengatakan bahwa timbang terima menggkunakan komunikasi SBAR sudah ditetapkan sejak tahun 2018. Namun pelaksanaan timbang terima belum berjalan dengan optimal. Pelaksanaan timbang terima seringkali menjadi permasalahan di beberapa Rumah Sakit. Timbang terima penting untuk menjaga kesinambungan layanan keperawatan selama 24 jam. Hasil observasi berdasarkan kuisioner tentang pelaksanaan timbang terima menggunakan komunikasi SBAR, dari 8 perawat yang diberikan kuisioner, 5 perawat (62.5%) dengan pelaksanaan timbang terima kurang baik, dan 3 orang perawat (37.5%) dengan timbang terima baik Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi timbang terima perawat dengan metode SBAR di Ruang Rawat Bedah Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Tahun 2023. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif, penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan Asuhan Keperawatan, yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. sesudah melakukan rool play terhadap 5 perawat yang berada di bedah dengan hasil presentase rata rata 100%, ada optimalnya sesudah dan sebelum melakukan rol play. Melakukan pelaksanaan komunikasi efektif dengan menggunakan komunikasi SBAR meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi perawat pelaksana untuk menggunakan komunikasi SBAR dalam rangka peningkatan komunikasi efektif saat melaksanakan asuhan keperawatan terutama di ranah pelayanan Kesehatan di rumah sakit Kata Kunci: Timbang Terima, Metode SBAR
Kunci Sukses Meningkatkan Kepuasan Pasien dengan Kinerja dan Komunikasi Perawat Elpi Ulandari; M. Arifki Zainaro; Dewi Kusumaningsih
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 12 (2023): Volume 5 Nomor 12 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i12.10812

Abstract

ABSTRACT In Indonesia, the performance of nurses is still poor and another concern for patients when receiving services is communication with the nurses themselves. In several studies, patient satisfaction was published that, in 2013 it was low in Kenya and India, in Indonesia itself in Central Maluku and West Sumatra it was also low. Nurses are always beside patients during hospital treatment, nurse performance determines the success of patient care and communication helps healing go better. Determine the relationship between nurse performance and communication with the level of patient satisfaction in the surgical inpatient room at the Pertamina Bintang Amin Hospital. The type of research used in this research is quantitative. The design in this study uses an analytical survey design with a cross sectional approach. The majority of respondents are pre-elderly, the most gender is male, the highest education level is elementary school, and the most jobs are laborers and housewives. The results of the analysis of nurse performance with patient satisfaction levels show a p-value of 0.000 (<0.05 ), The results of the analysis of nurse communication with the level of patient satisfaction showed a p-value of 0.007 (<0.05). There is a relationship between nurse performance and communication with the level of patient satisfaction in the surgical inpatient room at Pertamina Bintang Amin Hospital, Bandar Lampung. Keywords: Nurse Performance, Nurse Communication, Patient Satisfaction Level  ABSTRAK Di indonesia kinerja perawat masih buruk dan salah satu kekhawatiran lain pasien pada saat menerima pelayanan adalah komunikasi pada perawat itu sendiri. Dalam beberapa penelitian kepuasan pasien dipublisikan bahwa, pada tahun 2013 di Kenya dan India rendah, di Indonesia sendiri di Maluku Tengah dan Sumatera Barat juga rendah. Perawat selalu berada di samping pasien selama perawatan dirumah sakit, kinerja perawat sangat menentukan keberhasilan perawatan pasien dan komunikasi membantu penyembuhan berjalan lebih baik. Diketahui hubungan antara kinerja dan komunikasi perawat dengan tingkat kepuasan pasien diruang rawat inap bedah Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Rancangan dalam penelitian ini mengggunakan desain survey analtik dengan pendekatan cross sectional. Mayoritas responden memiliki usia pra lanjut usia, jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki, tingkat pendidikan terbanyak adalah SD, dan pekerjaan terbanyak adalah buruh dan ibu rumah tangga (DLL), Hasil analisis kinerja perawat dengan tingkat kepusana pasien menunjukan p-value  0,000 (<0,05), Hasil analisis komunikasi perawat dengan tingkat kepuasan pasien menunjukan nilai p-value 0,007 (<0,05). Terdapat hubungan antara kinerja dan komunikasi perawat dengan tingkat kepuasan pasien di ruang rawat inap bedah rumah sakit pertamina bintang amin bandar lampung. Kata Kunci: Kinerja Perawat, Komunikasi Perawat, Tingkat Kepuasan Pasien
Optimalisasi pelaksanaan dokumentasi asuhan keperawatan di ruang rawat inap rumah sakit X Bandar Lampung Ibrahim, Idris; Triyoso, Triyoso; Zainaro, Muhammad Arifki
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 3 No 2 (2023): Edisi Desember 2023: Penanggulangan penyakit berpotensi kejadian luar biasa
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v3i2.354

Abstract

Background: Nursing care documentation is a record of the client's responses to nursing implementation activities in a comprehensive, systematic and structured manner as accountability for the actions taken by the nurse towards the client in carrying out nursing care using the nursing process approach. If documentation is not carried out completely, it will reduce the quality of nursing services because it will not be possible to identify the extent of the success of the nursing care that has been provided. In the legal aspect, nurses do not have written evidence if one day the client demands dissatisfaction with nursing services. Written proof of services provided to patients by nursing staff aims to avoid errors, overlaps and incomplete information. Purpose: To analyze and evaluate the optimization of the implementation of nursing care documentation in the Internal Medicine Inpatient Room at Hospital X in Bandar Lampung Method: This type of research uses a descriptive research design to investigate circumstances, conditions or other things that have been mentioned. The results are presented in the form of a research report. In descriptive research, phenomena include forms, activities, characteristics, changes, relationships, similarities and differences between one phenomenon and another. Research is carried out to determine the value of independent variables, either one or more variables (independent) without making comparisons, or connecting them with other variables. Meanwhile, the main aim of descriptive research is to systematically describe the facts and characteristics of the object or subject being studied accurately. The research was carried out in the Internal Medicine Inpatient Room at X Hospital Bandar Lampung in April 2023. Data was collected in various settings, sources and methods. Results: Most cases had complete medical record documentation of nursing care. A total of 45 (86.5%) of the nursing assessment documentation was complete. All nursing diagnosis documentation is complete. Data on planning documentation shows that almost all of them, 48 (92.3%) are also complete. Nearly 40 (76.9%) of the medical record status in nursing implementation documentation was complete. Finally, almost all 50 (96.2%) of the medical record status in the nursing evaluation documentation were also complete. Conclusion: The description of the documentation of care, assessment, diagnosis, planning, implementation and evaluation of nursing in the Internal Medicine Inpatient Room at Hospital X in Bandar Lampung shows that most of it is completely filled. Suggestion: It is hoped that the results of this research will be able to optimize the implementation of nursing care documentation in a systematic, comprehensive and complete manner for health services. Keywords: Documentation; Nursing Care; Patient Satisfaction. Pendahuluan: Dokumentasi asuhan keperawatan merupakan catatan tentang tanggapan/respon klien terhadap kegiatan-kegiatan pelaksanaan keperawatan secara menyeluruh, sistematis dan terstruktur sebagai pertanggunggugatan terhadap tindakan yang dilakukan perawat terhadap klien dalam melaksanakan asuhan keperawatan dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan. Apabila pendokumentasian tidak dilakukan dengan lengkap akan dapat menurunkan mutu pelayanan keperawatan karena tidak akan dapat mengidentifikasi sejauh mana tingkat keberhasilan asuhan keperawatan yang telah diberikan. dalam aspek legal perawat tidak mempunyai bukti tertulis jika suatu hari nanti klien menuntut ketidakpuasan akan pelayanan keperawatan. Bukti tertulis pelayanan yang diberikan kepada pasien oleh tenaga keperawatan bertujuan untuk menghindari kesalahan, tumpang tindih dan ketidak lengkapan informasi. Tujuan: Untuk menganalisis dan mengevaluasi optimalisasi pelaksanaan dokumentasi asuhan keperawatan di Ruang Rawat Inap Penyakit Dalam Rumah Sakit X di Bandar Lampung Metode: Jenis penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif untuk menyelidiki keadaan, kondisi atau hal lain-lain yang sudah disebutkan hasilnya dipaparkan dalam bentuk laporan penelitian. Dalam penelitian deskriptif fenomena ada yang berupa bentuk, aktivitas, karakteristik, perubahan, hubungan, kesamaan dan perbedaan antara fenomena yang satu dengan yang lainnya. Penelitian dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih (independen) tanpa membuat perbandingan, atau menghubungkan dengan variabel yang lain. Sedangkan tujuan utama penelitian deskriptif menggambarkan secara sistematis fakta dan karakteristik objek atau subjek yang diteliti secara tepat. Penelitian dilaksanakan di Ruang Rawat Inap Penyakit Dalam Rumah Sakit X Bandar Lampung pada bulan April 2023. Pengumpulan data didapatkan dalam berbagai setting, sumber dan cara. Hasil: Sebagian besar kasus memiliki status rekam medis dokumentasi asuhan keperawatan yang lengkap. Sebanyak 45 (86.5%) pada dokumentasi pengkajian keperawatan adalah lengkap. Pada dokumentasi diagnosa keperawatan seluruhnya lengkap. Data pada dokumentasi perencanaan menunjukan hampir seluruhnya sebanyak 48 (92.3%) juga lengkap. Hampir seluruhnya sebanyak 40 (76.9%)  status rekam medis pada dokumentasi implementasi keperawatan adalah lengkap. Terakhir hampir seluruhnya sebanyak 50 (96.2%) status rekam medis pada dokumentasi evaluasi keperawatan juga lengkap. Simpulan: Gambaran dokumentasi asuhan, pengkajian, diagnosa, perencanaan, implementasi, dan evaluasi keperawatan di Ruang Rawat Inap Penyakit Dalam Rumah Sakit X di Bandar Lampung menunjukan sebagian besar terisi lengkap.   Saran: Hasil penelitian ini diharapkan mampu mengoptimalkan pelaksanaan dokumentasi asuhan keperawatan secara sistematis, komprehensif dan lengkap bagi pelayanan kesehatan. 
Pendidikan Kesehatan Melalui Media Promosi Kesehatan Terhadap Prilaku Hidup Bersih dan Sehat Rizwan, Al Khairul; Zainaro, M. Arifki; Isnainy, Usastiawaty C. A. S.
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i7.15243

Abstract

ABSTRAK Prilaku hidup bersih dan sehat merupakan pijakan utama dalam menjaga kesehatan individu dan masyarakat. Meskipun demikian, kesadaran akan pentingnya prilaku ini seringkali masih rendah di masyarakat, disebabkan oleh kurangnya akses terhadap informasi kesehatan yang akurat dan pemahaman yang kurang tentang konsekuensi prilaku tidak sehat. Untuk mengatasi tantangan ini, pendidikan kesehatan melalui media promosi kesehatan telah terbukti menjadi salah satu pendekatan yang efektif. pengabdian ini bertujuan untuk melakukan pendidikan kesehatan melalui media promosi kesehatan terhadap prilaku hidup bersih dan sehat di Puskesmas serta meningkatkan efektivitas upaya promotif kesehatan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dimana rancangan dalam penelitian ini menggunakan survey analitik, dengan teknik Random Sampling dimana penulis membagikan kuesioner pengetahuan tentang PHBS kepada 30 masyarakat yang datang ke Puskesmas, baik sebelum dilakuakan intervensi dan sesudah dilakukan intervensi selama 9 hari, lalu penulis mengukur apakah ada kenaikan yang berarti pengetahuan pasien mengenai PHBS. Setelah dilakuakan pengkajian, pembuatan media promosi kesehatan, pemantauan dan evaluasi didapati hasil berupa kenaikan angka yang berarti, dari 15 responden yang masih memilki pengetahuan yang baik terhadap PHBS menjadi 26 responden yang memiliki pengetahuan baik terhadap PHBS di Puskesmas. Dari hal ini penulis berharap media promosi kesehatan sebagai instrumen utama untuk pendidikan kesehatan ataupun pada upaya promotif harus lebih dioptimalkan, dengan turut mengkaji permasalahan terkini, menginovasi media promosi kesehatan dan memantau serta mengevaluasi kegiatan, agar puskesmas dapat mencapai tujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara lebih optimal. Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan, Media Promosi Kesehatan, Puskesmas  ABSTRACT Clean and healthy living behaviors are fundamental in maintaining individual and community health. However, awareness of their importance often remains low due to limited access to accurate health information and inadequate understanding of the consequences of unhealthy habits. Health education through health promotion media has emerged as an effective approach to address these challenges. This study aims to conduct health education on clean and healthy living behaviors at the Community Health Center (Puskesmas) and enhance the effectiveness of health promotion efforts. Utilizing a quantitative research design with an analytical survey approach and Random Sampling techniques, researchers distributed questionnaires assessing knowledge about clean and healthy living behaviors to 30 individuals before and after a 9-day intervention period. Subsequent assessment, media development, monitoring, and evaluation revealed a significant increase from 15 to 26 respondents exhibiting good knowledge of clean and healthy living behaviors at Puskesmas. It is imperative to optimize health promotion media as the primary tool for health education and promotion by addressing contemporary issues, innovating media, and continually monitoring and evaluating activities. This will enable community health centers to more effectively achieve their goal of improving the population's health status. Keywords: Health Education, Health Promotion Media, Community Health Center
Hubungan Kepemimpinan Melayani (Servant Leadership) Dosen Terhadap Produktivitas Kerja Mahasiswa Keperawatan di Universitas Malahayati Kota Bandar Lampung Devy Annieza Zahra; Usastiawaty C.A.S Isnainy; M. Arifki Zainaro
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 7 (2024): Volume 4 Nomor 7 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i7.14984

Abstract

ABSTRACT Education plays a key role in shaping competent human resources characterized by the ability to compete in the global era. To create quality human resources and have work productivity requires an education, as it is crucial for refining individual development in mastering knowledge and work productivity. There are several factors influencing work productivity, including external factors such as leadership styles. Servant leadership, which nurtures and prioritizes the interests of followers over personal interests, is particularly suitable when exercised by professors towards students. Purpose to know the relationship between serving leadership and work productivity of nursing students at Malahayati University in the city of Bandar Lampung. The type of research used is quantitative, where the design employed in this study is an analytical survey with a cross-sectional approach. The population in this research consists of all nursing students at Malahayati University in the city of Bandar Lampung, who are in their 6th and 8th semesters, totalling 101 students as of January 2024. Therefore, the sample comprises 89 respondents. The sampling technique used in this study is Total Sampling. The analysis results indicate that the majority of lecturer’s exhibit non-serving leadership, and most nursing students are not productive. The p-value is 0.000 (<0.05), which means there is a significant relationship between the serving leadership of lecturers and the work productivity of students. The analysis results show a p-value of 0.000 (<0.05). There is a relationship between servant leadership of lecturers and the work productivity of nursing students at Malahayati University in the city of Bandar Lampung. It is advisable for lecturers to adopt more emotional and psychological approaches toward students. Additionally, students are encouraged not only to rely on external factors such as encouragement from lecturers but also to enhance their individual academic qualities. Keywords: Servant Leadership, Work Productivity, Nursing Students  ABSTRAK Pendidikan memegang peran kunci dalam membentuk sumber daya manusia yang baik yang ditandai oleh kompetensi untuk mampu bersaing di era global, Untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki produktivitas kerja membutuhkan suatu pendidikan, karena pendidikan sangat penting untuk menyempurnakan perkembangan individu dalam menguasai pengetahuan, produktivitas kerja, ada beberapa faktor yang berpengaruh terhadap produktivitas kerja yaitu faktor eksternal yang mencakup gaya kepemimpinan, gaya kepemimpinan melayani merupakan kepemimpinan yang mengayomi dan lebih mementingkan kepentingan pengikutnya dibandingkan kepentingan pribadi,kepemimpinan ini sangat cocok apabila dilakukan oleh dosen terhadap mahasiswa. Diketahui hubungan gaya kepemimpinan melayani terhadap produktivitas kerja mahasiswa keperawatan di universitas malahayati Kota Bandar Lampung. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dimana rancangan dalam penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa keperawatas universitas malahayati Kota Bandar Lampung semester 6 dan 8 berjumlah 101 pada bulan januari 2024, sehingga didapati sampel berjumlah 89 responden. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah total sampling. Pada penelitian ini hasil analisis menunjukan sebagian besar kepemimpinan dosen tidak melayani, dan Sebagian besar mahasiswa keperawatan tidak produktif, p-value 0,000 (<0,05) yang berarti ada hubungan antara kepemimpinan melayani dosen terhadap produktivitas kerja mahasiswa, hasil analisis menunjukan nilai p-value 0,000 (<0,05). Ada hubungan antara kepemimpinan melayani dosen terhadap produktivitas kerja mahasiswa keperawatan di universitas malahayati Kota Bandar Lampung. Sebaiknya untuk dosen lebih melakukan pendekatan kepada mahasiswa secara emosional dan psikologis, dan untuk mahasiswa agar tidak hanya terpaku pada faktor eksternal seperti dorongan dari dosen, tetapi lebih mengembangkan mutu individunya di bidang akademis. Kata Kunci: Kepemimpinan Melayani, Produktivtas Kerja, Mahasiswa Keperawatan
Optimalisasi pelaksanaan dokumentasi asuhan keperawatan di ruang rawat inap rumah sakit X Bandar Lampung Ibrahim, Idris; Triyoso, Triyoso; Zainaro, Muhammad Arifki
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 3 No 2 (2023): December Edition 2023: Penanggulangan penyakit berpotensi kejadian luar biasa
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v3i2.354

Abstract

Background: Nursing care documentation is a record of the client's responses to nursing implementation activities in a comprehensive, systematic and structured manner as accountability for the actions taken by the nurse towards the client in carrying out nursing care using the nursing process approach. If documentation is not carried out completely, it will reduce the quality of nursing services because it will not be possible to identify the extent of the success of the nursing care that has been provided. In the legal aspect, nurses do not have written evidence if one day the client demands dissatisfaction with nursing services. Written proof of services provided to patients by nursing staff aims to avoid errors, overlaps and incomplete information. Purpose: To analyze and evaluate the optimization of the implementation of nursing care documentation in the Internal Medicine Inpatient Room at Hospital X in Bandar Lampung Method: This type of research uses a descriptive research design to investigate circumstances, conditions or other things that have been mentioned. The results are presented in the form of a research report. In descriptive research, phenomena include forms, activities, characteristics, changes, relationships, similarities and differences between one phenomenon and another. Research is carried out to determine the value of independent variables, either one or more variables (independent) without making comparisons, or connecting them with other variables. Meanwhile, the main aim of descriptive research is to systematically describe the facts and characteristics of the object or subject being studied accurately. The research was carried out in the Internal Medicine Inpatient Room at X Hospital Bandar Lampung in April 2023. Data was collected in various settings, sources and methods. Results: Most cases had complete medical record documentation of nursing care. A total of 45 (86.5%) of the nursing assessment documentation was complete. All nursing diagnosis documentation is complete. Data on planning documentation shows that almost all of them, 48 (92.3%) are also complete. Nearly 40 (76.9%) of the medical record status in nursing implementation documentation was complete. Finally, almost all 50 (96.2%) of the medical record status in the nursing evaluation documentation were also complete. Conclusion: The description of the documentation of care, assessment, diagnosis, planning, implementation and evaluation of nursing in the Internal Medicine Inpatient Room at Hospital X in Bandar Lampung shows that most of it is completely filled. Suggestion: It is hoped that the results of this research will be able to optimize the implementation of nursing care documentation in a systematic, comprehensive and complete manner for health services. Keywords: Documentation; Nursing Care; Patient Satisfaction. Pendahuluan: Dokumentasi asuhan keperawatan merupakan catatan tentang tanggapan/respon klien terhadap kegiatan-kegiatan pelaksanaan keperawatan secara menyeluruh, sistematis dan terstruktur sebagai pertanggunggugatan terhadap tindakan yang dilakukan perawat terhadap klien dalam melaksanakan asuhan keperawatan dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan. Apabila pendokumentasian tidak dilakukan dengan lengkap akan dapat menurunkan mutu pelayanan keperawatan karena tidak akan dapat mengidentifikasi sejauh mana tingkat keberhasilan asuhan keperawatan yang telah diberikan. dalam aspek legal perawat tidak mempunyai bukti tertulis jika suatu hari nanti klien menuntut ketidakpuasan akan pelayanan keperawatan. Bukti tertulis pelayanan yang diberikan kepada pasien oleh tenaga keperawatan bertujuan untuk menghindari kesalahan, tumpang tindih dan ketidak lengkapan informasi. Tujuan: Untuk menganalisis dan mengevaluasi optimalisasi pelaksanaan dokumentasi asuhan keperawatan di Ruang Rawat Inap Penyakit Dalam Rumah Sakit X di Bandar Lampung Metode: Jenis penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif untuk menyelidiki keadaan, kondisi atau hal lain-lain yang sudah disebutkan hasilnya dipaparkan dalam bentuk laporan penelitian. Dalam penelitian deskriptif fenomena ada yang berupa bentuk, aktivitas, karakteristik, perubahan, hubungan, kesamaan dan perbedaan antara fenomena yang satu dengan yang lainnya. Penelitian dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih (independen) tanpa membuat perbandingan, atau menghubungkan dengan variabel yang lain. Sedangkan tujuan utama penelitian deskriptif menggambarkan secara sistematis fakta dan karakteristik objek atau subjek yang diteliti secara tepat. Penelitian dilaksanakan di Ruang Rawat Inap Penyakit Dalam Rumah Sakit X Bandar Lampung pada bulan April 2023. Pengumpulan data didapatkan dalam berbagai setting, sumber dan cara. Hasil: Sebagian besar kasus memiliki status rekam medis dokumentasi asuhan keperawatan yang lengkap. Sebanyak 45 (86.5%) pada dokumentasi pengkajian keperawatan adalah lengkap. Pada dokumentasi diagnosa keperawatan seluruhnya lengkap. Data pada dokumentasi perencanaan menunjukan hampir seluruhnya sebanyak 48 (92.3%) juga lengkap. Hampir seluruhnya sebanyak 40 (76.9%)  status rekam medis pada dokumentasi implementasi keperawatan adalah lengkap. Terakhir hampir seluruhnya sebanyak 50 (96.2%) status rekam medis pada dokumentasi evaluasi keperawatan juga lengkap. Simpulan: Gambaran dokumentasi asuhan, pengkajian, diagnosa, perencanaan, implementasi, dan evaluasi keperawatan di Ruang Rawat Inap Penyakit Dalam Rumah Sakit X di Bandar Lampung menunjukan sebagian besar terisi lengkap.   Saran: Hasil penelitian ini diharapkan mampu mengoptimalkan pelaksanaan dokumentasi asuhan keperawatan secara sistematis, komprehensif dan lengkap bagi pelayanan kesehatan. 
Asuhan keperawatan komprehensif dengan penerapan efektifitas foot massage dan progressive muscle relaxation terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi Zainaro, M. Arifki; Chrisanto, Eka Yudha; Perkasa, Aria Winara
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 1 No. 3 (2021): Terapi Komplementer Dalam Keperawatan
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v1i3.86

Abstract

Pendahuluan : Transisi epidemiologi global telah mengakibatkan perubahan pola penyakit dari penyakit menular ke penyakit tidak menular (PTM) yang meliputi penyakit degeneratif. Penyakit tidak menular seperti penyakit kardiovaskuler, kanker, diabetes, hipertensi dan penyakit paru kronis telah menggantikan penyakit infeksi sebagai penyebab terbanyak kematian di seluruh dunia. Hipertensi merupakan silent killer dimana gejala dapat bervariasi pada masing-masing individu dan hamper sama dengan gejala penyakit lainnya. Gejala-gejalanya itu adalah sakit kepala/rasa berat di tengkuk, pusing (vertigo), jantung berdebar-debar, mudah lelah, penglihatan kabur, telinga berdenging (tinnitus), dan mimisan. Prevalensi hipertensi di provinsi Lampung berdasarkan hasil pengukuran tekanan darah yaitu 24,7%. Sedangkan prevalensi hipertensi provinsi Lampung berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan adalah 7,4%, ditambah kasus yang minum obat hipertensi prevalensi hipertensi berdasarkan wawancara sedikit bertambah menjadi 7,6%. Dari 10 besar penyakit terbanyak di provinsi Lampung, pada tahun 2016 hipertensi menduduki urutan ketujuh dengan jumlah 5.29%dan meningkat menjadi urutan kelima pada tahun 2017 dengan jumlah 7.05% dan pada tahun 2018 hipertensi meningkat lagi menjadi urutan ketiga dengan jumlah 11,01% Tujuan : Diketahui Efektivitas Foot Massage Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Wilayah Kotabumi Kabupaten Lampung Utara Tahun 2021. Metode : metode asuhan keperawatan ini adalah mendeskripsikan dalam bentuk review kasus yang mengananalisis suatu masalah asuhan keperawatan pada pasien yang mengalami hipertensi. Lokasi penelitian dilakukan di Kotabumi Lampung Utara. Hasil: hasil review kasus terhadap klien ditemukan keluhan utama nyeri kepala. Pada penegakkan diagnosis yaitu Resiko Penurunan Curah Jantung berhubungan dengan adanya vasokonstriksi. Evaluasi kasus diagnosa tersebut yaitu masalah teratasi sebagian. Simpulan: Berdasarkan evaluasi masalah dapat teratasi sebagian. Sebaiknya terapi foot massage (pijat kaki) dan Progressive Muscle Relaxation (PMR) dilakukan secara teratur 2x sehari selama 5 hari, agar tekanan darah yang tinggi dapat turun secara stabil dan dapat menurunkan resiko penurunan curah jantung pada klien dengan hipertensi
Pendidikan dan promosi kesehatan tentang diabetes mellitus Zainaro, M. Arifki
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 1 No. 4 (2021): Perawatan Lansia Secara Umum Dan Pertolongan Pertama Pada Keadaan Darurat
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v1i4.163

Abstract

Health education and promotion about diabetes mellitus Introduction: Diabetes mellitus in Indonesia is a serious threat to health development. The 2010 NCD World Health Organization (WHO) global status report reports that 60% of the causes of death of all ages in the world are caused by non-communicable diseases. Diabetes mellitus is ranked 6th as a cause of death. About 1.3 million people die of diabetes and 4% die before the age of 70. Objective: After following this health education and promotion, participants are able to recognize the characteristics of Diabetes Mellitus and avoid Diabetes Mellitus. Method: Education and Health Promotion about Diabetes Mellitus with lecture method and question and answer discussion, with an overview of the implementation of activities. Results: Pre-test as many as 2 participants from 22 participants or 9% already know about diabetes mellitus. Participants can pay attention and give good feedback to the instructor and participants actively ask questions. Furthermore, after the activity was carried out, the authors evaluated the results using a post-test, namely there were 5 participants who were able to answer well. Conclusion: Of the 5 participants from 22 participants who were present were able to mention and understand the meaning of diabetes mellitus, mention and understand the risk factors and causes of diabetes mellitus, mention and understand the signs and symptoms of diabetes mellitus, mention and understand the complications of diabetes mellitus, remember and understand how to prevent it. diabetes mellitus, as well as remembering and understanding the care and treatment of diabetes mellitus.   Keywords: Diabetes Mellitus, the elderly, education and health promotion Pendahuluan: Penyakit diabetes melitus di Indonesia merupakan ancaman serius bagi pembangunan kesehatan. Laporan status global NCD World Health Organization (WHO) tahun 2010 melaporkan bahwa 60% penyebab kematian semua umur di dunia disebabkan oleh penyakit tidak menular. Diabetes melitus menduduki peringkat ke-6 sebagai penyebab kematian. Sekitar 1,3 juta orang meninggal karena diabetes dan 4% meninggal sebelum usia 70 tahun. Tujuan: Setelah mengikuti pendidikan dan promosi kesehatan ini, peserta mampu mengenali ciri penyakit Diabetes Melitus dan bisa menghindari terkena penyakit Diabetes Melitus. Metode: Pendidikan dan Promosi Keshatan tentang Diabetes Melitus ini dengan metode ceramah dan diskusi tanya jawab, berikut gambaran pelaksanaan kegiatan. Hasil: Pre test ada 2 peserta dari 22 peserta atau jika dipersentasekan sebanyak 9% yang sudah mengetahui tentang penyakit diabetes melitus. Peserta dapat memperhatikan dan memberi timbal balik yang baik pada penyuluh dan peserta aktif bertanya. Selanjutnya setelah dilakukakan kegiatan penulis melakukan evaluasi hasil dengan ,mnggunakan post test : terdapat 5 peserta yang mampu menjawab dengan baik Kesimpulan: Dari 5 peserta dari 22 peserta yang hadir dapat menyebutkan kembali dan memahami tentang pengertian diabetes melitus, menyebutkan kembali dan memahami tentang faktor resiko dan penyebab diabetes melitus, menyebutkan kembali dan memahami tentang tanda dan gejala diabetes melitus, menyebutkan kembali dan memahami tentang komplikasi diabetes melitus, menyebutkan kembali dan memahami tentang cara pencegahan diabetes melitus, dan menyebutkan kembali dan memahami tentang perawatan dan pengobatan diabetes melitus    
Co-Authors A Muammar Khoddafi Ade Gunawati Sandi Adelta, Yosi Agustina, Respa Ahmad Gunawan Aisyah Aisyah Alberta Rika Pratiwi Albet Maydiyantoro Alfabet Oktristyan Fakuriza Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko, Andoko Aniharyati, Aniharyati Apriansah, Rafel Apriyadi Apriyadi Aria Winara Perkasa Aryanti Wardiyah Asisifa, Mukayin Ayesha Norabela Azis, Jhon Bahren Nortajulu Berly, Indah Rohmafresha Chrisanto, Eka Yudha Deny Eka Liasari Devy Annieza Zahra Dewanti, Meisya Adelina Dewi Kusumaningsih Dewi Kusumaningsih Dewi Kusumaningsih Dewi Lutfianawati, Dewi Dherlirona Dherlirona Dita Resi Andrianti Djamaludin, Djunizar Djunizar Djamaludin Djunizar Djamaludin Donna Caesarani Ananda Dwi Nopriyanto Dwiky Dermawan Santari Eka Novita Sari Eka Sartika, Eka Eka Trismiyana Elliya, Rahma Elpi Ulandari Erlina Wati Erna Listyaningsih Esti Handayani Fadlurahmi, Fadlurahmi Fara Millinia Suwares fatimah Fatimah Ferisca, Fidela Ferlanda Alam, Rama Rajasa Furqoni, Prima Dian Giri Widakdo Gunawan, M. Ricko Hafiffah Handayani Harkina, Prida Hartati, Eka Yuli Heki Febrianto Hermawan, Dessy Ibrahim, Idris Idawati Kn Indriana, Nova Ismanto Nasim Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Joko Martono Julhana, Julhana Karyanto Karyanto Keswara, Umi Romayati Kiramah Wati Kusumanignsih, Dewi Lensi, Yufia Liasari, Deny Eka Lidya Ariyanti Lilis Marlia Linawati Novikasari M Kelvin Alvaredo Mardani Mardani Martiningsih Martiningsih, Martiningsih Melia Novita Mentari Permatasari Mufidah, Ghina Aliya Muhamad Kurniawan Muhammad Nurhidayat Muhtar Muhtar Mutia Ade Dea Naryati, Naryati Naziah Naziah Naziah Naziah Novikasari, Linawati Nuraenah, Nuraenah Nuraini Nuraini Nuraini Nuraini Oktaviyani, Dwi Parid Khoirudin Perkasa, Aria Winara Prima Dian Furqoni Putri, Afdilah Mianda Putri, Asri Mutiara Putri, Qori Anisa Rahma, Reka Putri Rahmawati, Reka Putri Reka Putri Rahma Reka Putri Rahmawati Respa Agustina Rian Maylina Sari Rias Tusianah Ridwan Ridwan Ridwan Ridwan Rifaie, Mahda Rizka Faer Rike Saputra Riska Wandini, Riska Riyanto, Eko Rizwan, Al Khairul Ryalita, Novindri Sadaukur Br Barus Sandi Esa Prayoga Sari, Eva Aprilia Sekardhyta Ayuning Tias Setia, Larasati Eka Setiawati, Octa Reni Suhartini Suhartini Sumo, Ni Luh Susanto Susanto Susi Anisia Laila Susmarini, Neta Teguh Pribadi Trismiyana, Eka Triyoso Triyoso Triyoso, Triyoso Tubagus Ali Rachman Puja Kesuma, Tubagus Ali Rachman Puja Usastiawaty C.A.S Isnainy Utomo, Budi Setia Wahid Tri Wahyudi Wahyuninsih, Indah Wijaya, I Gusti Ngurah Satria Yeni Novita Yosi Adelta Yufia Lensi Yulendasari, Rika Yuliawati Zonet Dwi Lembayung