Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : LaGeografiA

Observasi SAR untuk Perubahan Lahan Pasca Gempa 7,5 Mw NTT di Pulau Selayar Jeddah Yanti
LaGeografia Vol 20, No 2 (2022): Februari
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (803.525 KB) | DOI: 10.35580/lageografia.v20i2.30974

Abstract

An earthquake with a magnitude of 7.5 occurred on December 14, 2021, with an epicenter location at 112-kilometers northwest of Larantuka, NTT, causing an impact on the Selayar Islands. Damage to structures, infrastructure, and changes in the ground surface structure occurred in most of Selayar Island. Changes in the structure of the ground surface that occurred were identified by utilizing SAR satellite imagery of Sentinel-1 A and Sentinel-1 B in the post-event time range, namely December 05 to December 11, 2021, the event which was December 11 to December 17, 2021, and post-event, namely December 17, 2021, to January 04, 2022. The DInSAR method is used to identify the value of the phase difference and the direction of earthquake wave energy. The results of the DInSAR approach obtained a change in the value of the phase difference of more than 3 cm at the post-event, event, and post-event. The distribution of phase difference values shows an adverse change in vertical deformation in the event category between December 11, 2021, to December 17, 2021. More than 50 percent of the distribution of phase difference values shows land subsidence. The result shows that earthquakes can trigger land surface change on Selayar Island. AbstrakGempa berkekuatan 7,5 magnitudo terjadi pada 14 Desember 2021 dengan lokasi epicentrum di 112-kilometer barat laut Larantuka, NTT menimbulkan dampak hingga Kepulauan Selayar. Kerusakan struktur, infrastruktur serta perubahan struktur permukaan tanah terjadi di sebagian besar Pulau Selayar. Perubahan struktur permukaan tanah yang terjadi di Pulau Selayar diidentifikasi dengan memanfaatkan citra satelit SAR Sentinel-1 A dan Sentinel-1 B pada rentang waktu post-event yakni 05 Desember 2021 hingga 11 Desember 2021, event yakni 11 Desember 2021 hingga 17 Desember 2021, dan pasca event yakni 17 Desember 2021 hingga 04 Januari 2022. Metode DInSAR digunakan untuk mengidentifikasi nilai beda fase dan arah perambatan energi gelombang gempa bumi. Hasil pendekatan DInSAR didapatkan perubahan nilai beda fase lebih dari 3 cm pada post-event, event dan pasca event. Sebaran nilai beda fase menunjukkan perubahan negatif pada vertical deformation di kategori event di antara rentang waktu 11 desember 2021 hingga 17 desember 2021. Dengan lebih dari 50 persen sebaran nilai beda fase menunjukkan penurunan permukaan tanah. Hal ini menunjukkan bahwa gempa bumi merupakan salah satu faktor yang dapat memicu terjadinya perubahan permukaan tanah yang terjadi di Pulau Selayar.
Kualitas Perairan di Sekitar Pulau Saugi Desa Mattiro Baji Kecamatan Liukang Tuppabiring Utara Kabupaten Pangkep Qaiyimah, Dinil; Yanti, Jeddah; Khairisa, Noor Husna
LaGeografia Vol 22, No 2 (2024): Februari
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/lageografia.v22i2.61685

Abstract

Water quality research around Saugi Island, Mattiro Baji Village, North Tuppabiring Liukang District, Pangkep Regency was conducted at 5 measuring and observing points. The purpose of this study is to provide information on the quality of water that can be utilized for development in the Saugi Island fisheries sector. The parameters measured and observed are temperature, salinity, pH, DO, brightness, depth, garbage, and the smell of water. The research results show temperature parameter values ranging from 30-33°C, salinity 30-32 ppt, pH 6, DO 2-4 mg/l, brightness 2-4.32 m, depth 2.07-9.3 m, garbage exists at some point, and all points have natural odors. From the results of calculating water quality using limiting parameters, it yields values of 38%, 50%, 63%, and 88%. Then the water quality of Saugi Island is divided into three categories based on the results of calculating the limiting parameters, which are good, medium, and ugly categories. Only points 1 and point 5 fall into good categories. Points 3 belong to the medium category, while points 2 and 4 belong to the ugly category.AbstrakPenelitian kualitas perairan di sekitar Pulau Saugi, Desa Mattiro Baji, Kecamatan Liukang Tuppabiring Utara, Kabupaten Pangkep dilakukan di 5 titik pengukuran dan pengamatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan informasi tentang kualitas perairan yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan pada sektor perikanan Pulau Saugi. Adapun parameter yang diukur dan diamati adalah suhu, salinitas, pH, DO, kecerahan, kedalaman, sampah, dan bau perairan. Hasil penelitian menunjukkan nilai parameter suhu berkisar antara 30-33˚C, salinitas 30-32 ppt, pH 6, DO 2-4 mg/l, kecerahan 2-4.32 m, kedalaman 2.07-9.3 m, sampah ada di beberapa titik, dan semua titik memiliki kebauan alami. Dari hasil perhitungan kualitas air dengan menggunakan parameter pembatas, menghasilkan nilai 38%, 50%, 63% dan 88%. Kemudian kualitas perairan Pulau Saugi dibagi menjadi tiga kategori berdasarkan hasil perhitungan parameter pembatas yaitu kategori baik, sedang, dan jelek. Hanya titik 1 dan titik 5 yang termasuk dalam kategori baik. Titik 3 termasuk dalam kategori sedang, sedangkan titik 2 dan 4 termasuk dalam kategori jelek.  
Analisis Prioritas Pengembangan Ruang Terbuka Hijau berdasarkan Estimasi Suhu Permukaan (Land Surface Temperature) Khairunnisa, Fatima; Invanni, Ichsan; Abidin, Muh Rais; Yanti, Jeddah; Arfan, Amal
LaGeografia Vol 23, No 2 (2025): February
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/lageografia.v23i2.51532

Abstract

This study aims to: 1) determine the condition of the land surface temperature of Ternate City. 2) Knowing the condition of green open space in Ternate City. 3) Determine the priority of green open space based on land surface temperature. The target in this research is green open space on Ternate Island, Ternate City, with an area of 98.67 km2. This type of research is a quantitative research with a descriptive approach. The method used in this study is the method of spatial analysis and land surface temperature with overlay techniques and scoring on three parameters, namely population density maps, vegetation index maps, and amenity index maps. The results showed that the high priority class had an area of 1248.58 Ha with a percentage of 12.43% and was dominated by built-up land of 10.71%, while the medium priority class had an area of 827.58 Ha with a percentage of 8.24% and was dominated by built-up land as much as 5.0601%, the development of green open space can be adjusted based on the type of land use in Ternate City.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui kondisi suhu permukaan daratan Kota Ternate. 2) mengetahui kondisi ruang terbuka hijau di Kota Ternate. 3) mengetahui penentuan prioritas ruang terbuka hijau berdasarkan land surface temperature. Sasaran dalam penelitian ini adalah RTH di Pulau Ternate Kota Ternate dengan luas 98,67 km2. Jenis Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis spasial dan land surface temperature (LST) dengan teknik overlay dan skoring pada tiga parameter yaitu; peta kepadatan penduduk, peta indeks vegetasi, dan peta indeks kenyamanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelas prioritas tinggi memiliki luas 1248,58 Ha dengan Persentase 12,43% dan didominasi oleh lahan terbangun sebanyak 10,71%, sedangkan pada kelas prioritas sedang memiliki luas 827,5804 Ha dengan Persentase 8,24% dan didominasi oleh lahan terbangun sebanyak 5,06%, pengembangan RTH dapat disesusuaikan berdasarkan jenis penggunaan lahan Kota Ternate.
Co-Authors Abdul Mannan Abdul Mannan Abidin, Muh Rais Abidin, Muhammad Rais Ahmad Ashar Ahmad Ashar Abbas Ahyani Mirah Liani Ahyani Mirah Liani Ahyani Mirah Liani Akshari Tahir Lopa Alonge, Titus Adeyemi Amal Amal Amal Arfan, Amal Amdah, Misdar Andi Arham Atjo Anugrah Sam, Wahyu Ar, Balqis. Arfandi Ariska, Risya Atjo, Andi Arham Auliyah, Farisya Noor Chian Yi Liu Chian-Yi Liu Chian-Yi Liu Dinil Qaiyimah Dongoran, Junita Grace Boni A Turnip Habib Satria Hakim, Tarmizi Haris Haris Haris, Haris Hariyati Lubis, Hariyati Hasira, Nur Hasriyanti Ichsan Invanni Baharuddin Imam Muhajir Utama Irwansyah Sukri Juanda, Muhammad Faisal Khairisa, Noor Husna Khairunnisa, Fatima Liani, Ahyani Mirah Liu, Chian-Yi Maddatuang Maddatuang Maknun, Luluil Mannan, Abdul Mokhamat Ariefin Moranain Mungkin Muh Rais Abidin Muh. Fikruddin Buraerah Muhammad Ansarullah S. Tabbu Muhammad Faisal Juanda Muhammad Rais Abidin Muhammad Rais Abidin Muhammad Rais Abidin MUHAMMAD YUSUF Muhammad Yusuf Muhammad Yusuf Mutia, Nurul Napitupulu, Agnes Federova Nasrul Nasrul Nehru, Vreti Sinta Nur Kumala, Nur Nur, Rahmi Nurul Afdal Haris Paksi, Pandu Gizta Rapi Pardede, Syahrani Nabilla Qaiyimah, Dinil Rais Abidin Ramli Umar Ramli Umar Ramli Umar Rizal Darwis Rizki Rachmad Saputra Saiful Saiful Sari, Meiyanti Ratna Kumala Simangunsong, Sri Yulandari Siska, Amelia Sulaiman Zhiddiq Sulaiman Zhiddiq, Sulaiman Sulistiawati, Putri Susilawati, Susilawati Suwarno Suwarno Syamsunardi Syamsunardi Syamsunardi, Syamsunardi Tabbu, Ansarullah Tampubolon, Mulani Jeni Lestari Timbangen Sembiring Titus Adeyemi Alonge Togi Tampubolon Togi Tampubolon Uca Yunus, Zahrani Paradiba