Claim Missing Document
Check
Articles

PENGETAHUAN DAN PERILAKU PASIEN TUBERKULOSIS TERHADAP PENYAKIT DAN PENGOBATANNYA Hidayah Karuniawati; Arifah Sri Wahyuni; Heni Mirawati; Suryani -; Sulistyarini -
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2015: Prosiding Bidang MIPA dan Kesehatan The 2nd University Research Colloquium
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.226 KB)

Abstract

Tuberculosis is the most problem in health care and leading the first death in infection disease in Indonesia. Knowledge and behavior in fluent to success in medication tbc. The purpose of this study was to understanding knowledge and behavior patient tuberculosis about their disease and medication. This study was descriptive approach, collecting data had been done by interview and questioner to patient tuberculosis, and clarification to medical record and medical staff. Result showed that respondents knowledge about their disease is 83% in high category and 17% in moderate category, respondents knowledge about their medicinal treatment is 97% in high category and 3% in moderate category. Respondents know about their disease, symptoms, and how the disease spread or infect to another, and know how to prevent spreading of this disease. Respondents know that tbc can be cured and the length of medication needs for several months. Being heal, respondents do disciplinary to taking their medication.Keywords : tbc, knowledge, behavior, disease, medication
UJI PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH OLEH EKSTRAK ETANOL 70% DAUN BUNCIS (Phaseolus vulgaris L) PADA KELINCI JANTAN YANG DIBEBANI GLUKOSA Desy Kurniawati; EM Sutrisna; Arifah Sri Wahyuni
Biomedika Vol 4, No 1 (2012): Biomedika Februari 2012
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v4i1.257

Abstract

This research aim to know the descent of blood glucose rate by extract etanol 70% of bean leaf at male rabbit which induced glucose. Research using the method test glucose tolerance of oral was including category research of sham eksperimental with complete random attempt device of unidirectional pattern. This research use 20 male rabbits which divided in 5 treatment group. Group I given by CMC Na 1% as negative control, group II given by acarbose suspensi 2,33 mg/kgBB as positive control, group III, IV and V given by extract etanol 70% bean leaf with each dose 200, 300 and 450 mg/kgBB. Treatment given at once after test animal induced glucose 50% ( 5 ml/1,5 kgBB). Glucose blood rate to define every 30 minute, 0 minute until 300 minutes by using method of enzimatik GOD PAP (Glucose Oxidase Phenol Aminoantipyrina Peroxidase), what was later then analysed with one track Anava and continued by test of LSD (Least Significant Diffeerence) with trust level 95%. Extract etanol 70% bean leaf with dose 200, 300 and 450 mg/kgBB have effect descent of blood glucose rate to negative control of CMC Na 1% (p = 0,000) with each percentage descent of blood glucose rate (% PKGD) 80,88 ± 0,93 ; 82,73 ± 0,67 and 85,32 ± 0,21.Keyword : Extract etanol 70%, bean leaf (Phaseolus vulgaris L), degradation of glucose rate
EFFECT OF BLACK RICE BRAN EXTRACT (Black Rice Bran) TO DECREASE DECREASE OF GLUCOSE LEVEL IN DIABETIC RATS Novita Sari; Arifah Sri Wahyuni
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 14, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v14i1.539

Abstract

Black rice bran is one of processed foods derived from plants and has a decreasing effect of blood glucoselevels. Major component of anthocyanin in black rice bran that functions in lowering blood glucoseconcentration is cyanidin 3-glucoside. Fifteen male rats Sprague-Dawley strain were selected randomly anddivided into 5 groups with the same number in each groups. These groups were consisted of normal control,negative control, and black rice bran extract treatment with dose of 50, 100 and 200 mg/kg of bodyweight(b.w.). Each of them were induced to experience diabetes by alloxan 150 mg/kg of b.w. Measurement ofblood glucose levels was done by using visible spectrophotometer at 546 nm. The samples were collectedbefore and after alloxan injection, and after 4, 7, and 10 days later to observe the changes of blood glucoselevels. The results showed that black rice bran at 200 mg/kg of b.w. was able to lower the glucose levels,which amounted for 131,33 ± 8,08 mg/dL after 10 days of injection.
AKTIVITAS AFRODISIAKA MINYAK ATSIRI KUNCUP BUNGA CENGKEH (Syzygium aromaticum (L.) Merr. & Perry.) Arifah Sri Wahyuni
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 11, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v11i2.53

Abstract

Kuncup bunga cengkeh (Syzygium aromaticum (L.) Merr. Perry.) telah dilaporkan memiliki aktivitas sebagai afrodisiaka. Kandungan senyawa sterol dan fenolik diduga berkhasiat sebagai afrodisiaka. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui efek afrodisiak minyak atsiri kuncup bunga cengkeh pada tikus putih jantan.Minyak atsiri kuncup bunga cengkeh dosis 6,25, 12,5 dan 25 mg/kgBB diberikan satu kali sehari selama 7 hari pada tikus putih jantan (n=6). Pengamatan dilakukan terhadap parameter Mounting Latency (ML) dan Mounting Frequency (MF). Hasil menunjukkan bahwa minyak atsiri kuncup bunga cengkeh memiliki efek afrodisiak (peningkatan libido) pada tikus putih jantan. Nilai ML menunjukkan 3,0 ± 1 (menit)  dan nilai MF yang diamati dalam waktu 2 jam adalah 77,4 ± 4,1 kali. Kata kunci : Aprodisiaka, Kuncup Bunga Cengkeh, unci : Tanah, Tanaman kangkung (Ipomoea aquatica), kadar Pb, kadar Cd, Bioaccumulation Factor (BAF).
UJI AKTIVITAS ANTIRADIKAL EKSTRAK ETANOL DAUN Elephantopus schaber L., Ocimum basilicum L.forma citratum Back., Graptophylum pictum Griff, dan Gynura procumbens Merr. DENGAN METODE DPPH (1,1- Difenil-2- Pikril Hidrazil) SERTA PENETAPAN KADAR FENOLIK TOT Muhammad Da'i; Astrina Dewi Ratnaningrum; Arifah Sri Wahyuni; Rosita Melannisa; Ika Trisharyanti Dian Kusuma
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 13, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v13i2.8

Abstract

Daun  Elephantopus schaber L. (tapak liman), Ocimum basilicum L.forma citratum Back., (selasih) Graptophylum pictum Griff (daun ungu), dan Gynura procumbens Merr. (sambung nyawa) memiliki kandungan kimia yang dapat berperan sebagai antiradikal, diantaranya adalah senyawa fenolik. Penelitian ini dilakukan untuk melihat korelasi kandungan fenolik total keempat daun terhadap aktivitas antiradikalnya. Sampel uji yaitu ekstrak etanol daun selasih, ungu, sambung nyawa, dan tapak liman ditentukan aktivitas antiradikal dengan menggunakan metode DPPH (1,1 difenil-2-pikrilhidrazil) kemudian dihitung nilai inhibitory concentration (IC50). Kandungan fenolik total ditentukan secara spektrofotometri menggunakan pereaksi Folin-Ciocalteu dan dihitung sebagai GAE (gallic acid equivalent) yaitu jumlah kesetaraan miligram asam galat dalam satu gram sampel. Penelitian menunjukkan ekstrak etanol daun selasih, ungu, sambung nyawa dan tapak liman memiliki aktivitas antiradikal dengan nilai IC50 berturut-turut 36,028; 54,998; 103,650; 252,857µg/mL dan kadar fenolik total berturut-turut 167,451; 147,064; 39,371 dan 20,539 mg/g sampel. Hasil penelitian secara keseluruhan menunjukkan ekstrak etanol daun selasih, ungu, sambung nyawa dan tapak liman berkorelasi positif terhadap aktivitas antiradikalnya.  Kata kunci: Antiradikal, DPPH, IC50, fenolik total, Elephantopus schaber L., Ocimum basilicum L.forma citratum Back., Graptophylum pictum Griff, Gynura procumbens Merr.
Narrative Review : Aktivitas Antidiabetes Tanaman Tradisional Di Pulau Jawa Cita Primada Hari Anugrahini; Arifah Sri Wahyuni
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Edisi Khusus: RAKERDA, SEMINAR, PD IAI JATENG 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v0i0.14999

Abstract

Diabetes mellitus merupakan gangguan metabolisme karbohidrat yang ditandai dengan hiperglikemi yaitu kadar glukosa plasma 2 jam setelah Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO) ≥ 200 mg/dL dan glukosa darah puasa ≥ 126 mg/dL, terjadi karena tubuh kekurangan hormon insulin absolut maupun relatif. Saat ini obat tradisional telah banyak digunakan oleh masyarakat karena mahalnya atau tidak tersedianya obat modern/sintetis dan kepercayaan bahwa obat tradisional lebih aman. Masyarakat Pulau Jawa telah memanfaatkan tanaman tradisional untuk mengobati berbagai macam penyakit, termasuk diabetes mellitus. Penyusunan narrative review ini dengan pencarian artikel dari database google schoolar menggunakan kata kunci “antidiabetic and rats and ethanol and java” dan “plants and secondary metabolites and antidiabetic”. Kriteria inklusi yang ditetapkan adalah artikel yang dipublikasi pada tahun 2014 – 2020 membahas uji in vivo tanaman antidiabetes di Pulau Jawa, senyawa metabolit sekunder yang bertanggung jawab terhadap aktivitas antidiabetes dan dapat diunduh full text. Hasil skrining literature didapatkan 15 tanaman yang memiliki aktivitas antidiabetes karena adanya senyawa metabolit sekunder golongan alkaloid, flavonoid, fenolik, glikosida, dan poliketida yaitu aloe-emodin, aloin, annonaine, artoflavon, asiaticoside, brazilin, charantin, curcumin, dihydromyricetin, epigallocatechin-3-O-gallate, eugenol, kaempferol, momordicin, morindone, moringine, quercetin-3-O-glucosidase, quercetin-3-O-α-L-arabinofuranoside, quercetin-3-rhamnoside dan 6-gingerol. Senyawa tersebut memiliki mekanisme antidiabetes melalui penghambatan enzim α-glukosidase dan α-amilase, penghambatan enzim DPP-IV, dan peningkatkan translokasi GLUT-1 dan GLUT-4.
PENGARUH EKSTRAK ETANOL JAMUR LINGZHI (Ganoderma lucidum) TERHADAP KADAR HDL (High Density Lipoprotein) PADA TIKUS DISLIPIDEMIAPENGARUH EKSTRAK ETANOL JAMUR LINGZHI (Ganoderma lucidum) TERHADAP KADAR HDL (High Density Lipoprotein) PADA TIKUS DISLIPIDEMIAP Arifah Sri Wahyuni
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 12, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v12i1.41

Abstract

Jamur lingzhi (Ganoderma lucidum) termasuk dalam family Polyporaceae yang diketahui memiliki banyak manfaat untuk pengobatan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental (pretest-postest control group design) dengan rancangan acak lengkap pola searah dan ditujukan untuk mengukur pengaruh ekstrak etanol Ganoderma lucidum pada tingkat HDL pada tikus dislipidemia. Terdapat 4 kelompok perlakuan masing-masing kelompok terdiri dari 5 ekor tikus yaitu kelompok kontrol normal, kontrol negatif, dosis 1 dan dosis 2. Kelompok kontrol normal diberi pakan standar sedangkan kelompok kontrol negatif, dosis 1 dan dosis 2 diberi diet tinggi lemak selama 4 minggu dan ekstrak etanol jamur lingzhi masing-masing 200 mg/kgBB (dosis 1) dan     400 mg/kgBB (dosis 2) selama 2 minggu secara per oral. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji Anava taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol jamur lingzhi (Ganoderma lucidum) dosis 200 mg/kgBB dan 400 mg/kgBB tidak mampu meningkatkan kadar HDL pada tikus dislipidemia Kata Kunci: Dislipidemia, kadar HDL, ekstrak etanol jamur lingzhi (Ganoderma lucidum)
Optimasi Preparasi Sampel untuk Penetapan Kadar Protein Ekstrak Cacing Tanah (Lumbricus rubellus) Ahmad Fauzi; Wahyu Utami; Denny Vitasari; Arifah Sri Wahyuni
Jurnal Pharmascience Vol 9, No 1 (2022): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v9i1.12961

Abstract

Demam tifoid merupakan salah satu penyakit yang menjangkit masyarakat Indonesia dengan 500 kasus per 100.000 penduduk dengan angka kematian mencapai 5%. Pengobatan utama demam tifoid adalah menggunakan berbagai macam antibiotik. Namun masyarakat Indonesia cenderung lebih memilih pengobatan alternatif atau tradisional. Salah satu obat tradisional demam tifoid adalah ekstrak cacing (Lumbricus rubellus) yang mempunyai kandungan protein sampai 71%. Kandungan protein sangat tergantung pada proses produksinya. Untuk itu diperlukan metode preparasi dan analisis untuk menentukan kadar protein yang bisa digunakan untuk menjamin mutu produk ekstrak cacing. Metode preparasi yang optimum  adalah dengan pemanasan pada temperatur 50°C selama 5 menit kemudian dianalisis kadar proteinnya dengan metode Lowry menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 650,8 nm. Metode linier, akurat dan teliti dengan batas deteksi sebesar 0,18 mg/mL dan batas kuantifikasi sebesar 0,58 mg/mL. Kata Kunci: Protein, Cacing Tanah, Spektrofotometri, Metode Lowry  Typhoid fever is a disease that affects Indonesian people with 500 cases per 100,000 population with a mortality rate of 5%. The main treatment for typhoid fever is the use of various antibiotics. However, Indonesian people prefer to use alternative or traditional medicine. One of the traditional medicines for typhoid fever is earthworm (Lumbricus rubellus) extract which has a protein content of up to 71%. Protein content is highly dependent on the production process. For this reason, preparation and analysis methods are needed to determine protein levels that can be used to guarantee the quality of the worm extract products. The optimum preparation method is by heating at 50°C for 5 minutes and then the protein is analyzed using the Lowry's method using a UV-Vis spectrophotometer at wavelength of 650.8 nm. The method is linear, accurat and presice with  detection limit of 0.18 mg/mL and quantification limit of 0.58 mg/mL.
Acetoxy Chavicol Acetate (ACA) Concentration and Cytotoxic Activity of Alpinia galanga Extract on HeLa, MCF7 and T47D Cancer Cell Lines Andi Suhendi; Erindyah Retno Wikantyasning; Gunawan Setyadi; Arifah Sri Wahyuni; Muhammad Da'i
Indonesian Journal of Cancer Chemoprevention Vol 8, No 2 (2017)
Publisher : Indonesian Society for Cancer Chemoprevention

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14499/indonesianjcanchemoprev8iss2pp81-84

Abstract

Due to severe side effect and non-specific chemotherapeutic agent, screening and discovery for cancer therapy are still working, especially from natural resources. Traditionally, people used herbal medicine either to prevent or cure diseases. One of herbal that commonly used in Indonesia is Alpinia galangal. Previous study stated that active compound is acetoxy chavicol acetate (ACA) and active as anticancer. This research aimed to determine ACA concentration and cytotoxic activity of Alpinia galanga extract (AGE) from three local markets on HeLa, MCF7 and T47D cell lines. The galangal used from three local markets namely Pasar Legi Surakarta, Beringharjo Yogyakarta, and Wonogiri. The extraction was performed by maceration using 96% ethanol as solvent. ACA quantitation using UV spectrophotometer at λ = 208.5 nm. Samples were prepared by liquid-liquid extraction using an ethyl acetate. Cytotoxic activities were performed by MTT assay. The result showed that the concentration of ACA of AGE from the three local markets were 3.798; 0.035; and 0.009 % w/w, respectively. Cytotoxic activity, describes as IC50 value, on HeLa cell line of AGE from three local markets, in order were 13.26; 36.32 and > 100 µg/ mL. Meanwhile, AGE from Pasar Legi on MCF7 and T47D cell lines have IC50 value of 15.80; 12.50 µg/ mL, respectively. In contrast, two other samples have IC50 values of greater than 100 µg/ mL. The highest activity was from the highest concentration of ACA on the samples.Key words: Alpinia galanga, HeLa, T47D, MCF7 and Acetoxy chavicol acetate
Effect Effect of Black Rice Bran on the Pharmacokinetics Profile of Glibenclamide in Hyperglycemic Rats Arifah Sri Wahyuni
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 17 No 2 (2020): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Setia Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31001/jfi.v17i2.953

Abstract

Black rice bran (BBH) which contains anthocyanins has the ability to lower blood sugar. In therapy diabetes mellitus (DM) it is possible that BBH is used together with the oral antidiabetic Glibenclamide (Gli). Glibenclamide, a weak acid, is well absorbed in the gastrointestinal tract. The absorption of BBH is also good under acidic conditions. So, it is necessary to study the pharmacokinetic interactions between Gli and BBH. The study was designed using a one-way completely randomized design of ten (10) hyperglycemic rats, divided into two groups. Group I rats received Gli 5 mg / kgBW treatment, and group II received Gli 5 mg/kgBW along with BBH 50 mg / kgBW. Sampling was carried out at 1, 2, 4,6, 8 and 24 hours after treatment. Gli levels in the blood were determined by Liquid Chromatography/Mass Spectroscopy (LC/MS). The results showed that in the absorption phase, giving BBH with Gli did not affect the Gli profile in terms of parameters Tmax, Cmax and AUC0-inf. Likewise, in the distribution and elimination phases in terms of parameters VD, ClT and elimination half-time (t1/2). So that the provision of BBH does not affect the pharmacokinetic parameters of Gli in hyperglycemic rats.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abdellah, Yousra Nait El Haj Adha, Dinda Caesaria Adha, Dinda Caesaria Adha Afny Al Fath Inaszahira Afrizal Maulana Agita Dyah Ayu Kusumaningtyas Ahmad Azka Mahasin Ahmad Fauzi Ainur Tri Hapsari Al Fawwaz, Zulfa Kamila Alida Rahmalia Damayanti Alifia Jasmina Putri Alvita Marshanda Purnama Puteri Amalia, Nastity Zhahwa Amani, Khalisa Dhiya Ana Riolina Andi Suhendi Anggun Dwi Ayu Fandirah Anisa Dwi Parwati Anita Sukmawati Annisa Nur Lathifah Amanda Putri Annisa Nur Lathifah Amanda Putri Ar Rafi’ Kusuma Hardila Wardoyo Putri Aria Wirabima Aria Wirabima Arini Fadhilah Assyifa Putri Saffira Asti Arum Sari Astrina Dewi Ratnaningrum Astrina Dewi Ratnaningrum, Astrina Dewi Astuti, Devi Dwi Audi Ahmad Rikardi Aulia Fitri Sabilla Azis Saifudin Azizah, Rauhillah Nurul Bakar, Fazleen Izzany Abu Bakhtiar, Muhammad Candrika, Nasha Lulut Chandrika, Nasha Lulut Cita Hanif Muflihah Cita Primada Hari Anugrahini Damayanti, Alida Rahmalia Denny Vitasari Desy Kurniawati DESY KURNIAWATI Devana Inaja Arifin Devana Inaja Arifin Dewi Safitri Dinda Mentariningrum Diski Wahyu Wijayanto Eky Wahyu Novarista Em Sutrisna Erindyah Retno Wikantyasning Fadhilah , Arini Fadhilah, Arini Faiza Layyana Putri Farah Salsabila Fauzi Ahmad Muda Fawwaz, Zulfa Kamila Al Firda Ayu Fadila Rahmawati Firda Novia Aurum Ghossani, Qisti Fida Gunawan Setyadi Hamimatusalma Alkautsar Haryati, Resti Dwi Haya Nabilah Utama Heni Mirawati Hidayah Karuniawati Husna Amalia Halwa Ibrohim Hanif Abdulloh Ika Retno Wulandari Ika Trisharyanti Dian Kusumowati Jessica Rosalinda Jihan Jihan, Jihan Julianti, Tri Budi Juwita Rahmawati Kafita Salma Khairani Kamila, Rossy Destriana Katarina Lulu Widyanti Khairani, Kafita Salma Kharisma Aulia Husna Kholifatus Sa’diyah Lathif, Elmasrini Lilla Prapdhani Agni Hajma Lusi Nuryanti Maharani, Yasmin Nida Maulana, Fahmi Alief Muhammad Azmi Nur Asykaruddin Muhammad Da'i Muhammad Da'i Muhammad Haqqi Munajat Tri Nugroho Mursalina Nanda Aurum Mutiara Nurul Fatimah Nadya Tiara Putri Nasywa, Nabila Luthfiana Niam, Muhammad Labib Qotrun Nibrasa, Lauda Aurynava Nida’ Nur Jannah Niken Dyaharesti Ningrum, Nur Faizah Setya Nisrina Hanun Iftadi Novita Sari Novita Sari Nur Faizah Setya Ningrum Nur Muhammad Arrizky Nurazizah, Tazkia Nurul Tri Anggraini Oksaputra, Amar Khoiri Paramita, Heldiyana Ellisia Permata Ashfi Raihana Persada, Tashila Zahra Putri, Nastity Zhahwa Amalia Putri, Vanessa Ardelia Indira Rahmadhani, Ajeng Rahmallia, Ega Ramadhan, Muhammad Reza Ramarohasina, Mika Notahiana Ranatri Puruhita Ratih Amelia, Ratih Ratsimandresy, Neciah Fahombiazana Rima Munawaroh Riza Maulana Rizakh, Faizah Siti Rizky Ainun Fitriani Rosa Sayentina Amin Rosa Sayentina Amin Rosita Melannisa Rosita Melannisa, Rosita Sabar Narimo Sari, Aisah Kensar Nawang Wulan Septyana Dewi Kumara Setyo Nurwaini Shinta Puti Aryanti Shinta Putri Aryanti Suhaimah, Insyiroh Sukamto, Dandi Febrian Sulistyarini, Sulistyarini Suryani - Tanti Azizah Sujono Tista Ayu Fortuna Tri Yulianti Ukhtufina, Naila Najwa Utama, Haya Nabilah Wahyu Utami Wahyu Utami, Wahyu Widagdo, Fathin Fadhilla Wijianto, Diski Wahyu Yeni Mulati Yuniasti, Lainisah Purna Zahidah, Fairus