Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN PEMAHAMAN MASYARAKAT DALAM PEMANFAATAN BAHAN ALAM UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS KESEHATAN Rosa Sayentina Amin; Firda Novia Aurum; Aulia Fitri Sabilla; Alifia Jasmina Putri; Arifah Sri Wahyuni
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2022): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, November 2022
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v1i3.123

Abstract

Bahan alam mempunyai potensi yang besar untuk digunakan dalam membantu pengobatan suatu penyakit. Indonesia mempunyai ragam bahan alam yang besar baik jenis dan jumlahnya, sehingga perlu peningkatan pemahaman masyarakat dalam pemanfatannya. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan edukasi kepada masyarakat dalam pemanfaatan bahan alam di bidang kesehatan. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan dengan sarana leafleat serta sosialisasi produk. Kegiatan ini melibatkan 30 responden yang bersedia dengan usia 18-45 tahun. Peningkatan pemahaman masyarakat dianalisis dari nilai pre dan post-test. Hasil dari kegiatan ini didapatkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat dalam pemanfaatan bahan alam, yaitu dari dari nilai 29,3±15,3 menjadi 76,6 ± 8,0..
A LITERATURE REVIEW: THE POTENTIAL OF NATURAL INGREDIENTS AS ANTIDEPRESSANTS Ranatri Puruhita; Arifah Sri Wahyuni; Andi Suhendi
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 4 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i4.843

Abstract

Changes in mood, physical well-being, and behavior, such as sleep and hunger patterns, psychomotor abilities, concentration, anhedonia, exhaustion, hopelessness, helplessness, and suicidal thoughts, define a mental illness known as depression. Alternative therapies that can be used to avoid these side effects include herbal medicines from several types of plants. This literature review aims to determine the potential of natural ingredients that have antidepressant activity in plant biomarkers, methods of obtaining biomarkers, effective dose, and their mechanisms of action. Article searches use keywords ("Herbal plant" OR "Medicinal plant" OR "Herbal" OR "Plant Extract" OR "Plant Extracts") AND ("Antidepressant" OR "Antidepressive") AND ("Mechanism of antidepressant") using the Science Direct, PubMed, and Google Scholar databases. The final results included eight research articles in the systematic review that met the inclusion criteria. Plants that have antidepressant potential include flowers of Viola odorata L, Crocus sativus, Impatiens glandulifera, and Leptadenia hastata (Pers.) and Alpinia zerumbet, seeds of Nigella sativa, root of Panax ginseng, and Achyranthes aspera. Keywords: Antidepressants, Natural Ingredients, Literature Review
MINI REVIEW: BLACK RICE (Oryza sativa L. Indica) AS POTENTIAL FOOD FOR ANTIHYPERGLYCAEMIC Arifah Sri Wahyuni; Diski Wahyu Wijayanto
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 9 No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v9i1.1094

Abstract

In Indonesia, rice (Oryza sativa L.) has different colors and shapes, visible from the plants and rice. There are several types of rice, one of which is black rice (Oryza sativa L. indica). Researchers are motivated to explore the benefits of black rice in Indonesia. This interest stems from the potential health benefits of black rice, such as its benefits in treating diabetes mellitus. The effectiveness of reducing blood sugar levels is crucial in the context of the increasing prevalence of diabetes in Indonesia, as projected by the International Diabetes Federation for 2045. The author made observations on the phytochemical and pharmacological activities of black rice, aiming to lay the foundation for further study and development. By searching online journals in the Scopus and PubMed databases using the keywords (“Black Rice”) AND (antidiabetic) OR (diabetes) OR (“glucose lowering”) for the last 10 years, the filtering process produced 3 articles on Scopus and 5 articles on PubMed, providing accurate data for review. Results show that black rice contains bioactive compounds such as flavonoids, phytic acid, polyphenolic compounds, and oryzanol, which provide significant health benefits. Anthocyanins, the main compounds responsible for the color of rice, contribute to antihyperglycemic properties and have various pharmacological activities, one of which is anti-diabetic benefits. In addition, the high content of anthocyanins, fiber, and other nutrients in black rice makes it effective in managing the glycemic index, and blood glucose levels, and improving overall health ...
Antidiabetic activity of matoa leaves (Pometia pinnata J.R.Forst & G. Forst) extract on hyperglycaemic alloxan-induced rats Wahyuni, Arifah Sri; Muflihah, Cita Hanif; Fadhilah, Arini; Oksaputra, Amar Khoiri; Ningrum, Nur Faizah Setya; Bakhtiar, Muhammad
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 10, No 3 (2023)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v10i3.33711

Abstract

Matoa (Pometia pinnata J.R.Forst & G. Forst) leaves contain polyphenols and flavonoids which areprospective for the development of the new antidiabetic agent. This research aimed to explore thepotency of matoa leaves in reducing blood glucose level and increasing plasma insulin concentrationin alloxan-induced rats. The experimental study was done in 6 treatment groups: the aquadest (normal),alloxan (Alx) 150 mg/kgBW (negative control), glibenclamide (Gli) 5 mg/kgBW (positive control),and matoa leaves extract (MLE) at the doses of 50, 100, and 200 mg/kgBW. The treatment wasadministered for 14 days orally post-induction of alloxan and fasting blood glucose (FBG) reached>200 mg/dL. Blood glucose levels were established by the GOD-PAP (Diasys) method while plasmainsulin was measured using Rat insulin ELISA kit. Hematoxyline-eosin (HE) staining on tissues wasperformed to observe the population of pancreatic beta cells. The results showed that the MLE extractat a dose of 200 mg/kgBW could decrease the FBG level to 135.25±21.14 mg/dL and increase theplasma insulin level up to 0.14%. Pancreas histopathology indicated that the number of damaged cellswere lower than negative control. In conclusion, our results affirm the promising potential of MLE asa candidate of the novel antidiabetic agent.
Edukasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika pada Remaja Wahyuni, Arifah Sri; Wikantyasning, Erindyah Retno; Nurwaini, Setyo; Ramarohasina, Mika Notahiana; Da’i, Muhammad; Dyahariesti, Niken; Abdellah, Yousra Nait El Haj; Ratsimandresy, Neciah Fahombiazana; Zahidah, Fairus; Yuniasti, Lainisah Purna
Abdimas Galuh Vol 6, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i2.14393

Abstract

PkM merupakan kegiatan terjun ke masyarakat terkait permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat.   Penyalahgunaan narkotika yang semakin merajarela sebanyak 90% adalah remaja. Remaja memiliki peran penting dalam masa depan suatu bangsa dan negara, sebagai generasi penerus yang akan mengambil alih kepemimpinan, meneruskan tradisi, dan menghadapi tantangan di masa depan. Usia remaja adalah usia yang masih labil dalam melakukan sesuatu yang baru dengan mencoba-coba. Kegiatan ini dilakukan di SMA Muhammadiyah 1 Denpasar yang diikuti oleh 240 siswa. Kegiatan diawali dengan pretest, edukasi tentang narkotika dan postest. Edukasi dilakukan dengan pemaparan materi dan video serta diskusi.  Dari hasil pretest  didapatkan sangat baik 0%, baik 0%, cukup 23%, dan kurang 77%; sedangkan hasil  postest didapatkan sangat baik   16%, baik 11%, cukup  49%, dan kurang 24%. Dapat dilihat adanya peningkatan tingkat pengetahuan siswa tentang narkotika. Dari hasil evaluasi yang diberikan didapatkan tingkat pengetahuan siswa masih  kurang di aspek  macam-macam narkotika, hal-hal yang dapat menyebabkan ketergantungan narkotika, dan efek yang ditimbulkan dari penyalahgunaan  narkotika. Dengan adanya hasil ini maka perlu perhatian khusus dari berbagai pihak untuk secara berkala melakukan pendampingan kepada siswa tentang dampak dari penyalahgunaan narkotika. Tingkat pengetahuan siswa tentang narkotika yang tinggi dapat membantu pencegahan penyalahgunaan narkotika terutama di lingkungan terdekat mereka.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Sosialisasi Formulary TOGA di Desa Dukuh Karanganyar : Community Empowerment Through the Socialization of The TOGA Formulary in Dukuh Village Karanganyar Amani, Khalisa Dhiya; Rahmadhani, Ajeng; Damayanti, Alida Rahmalia; Adha, Dinda Caesaria Adha; Sari, Aisah Kensar Nawang Wulan; Azizah, Rauhillah Nurul; Ramadhan, Muhammad Reza; Niam, Muhammad Labib Qotrun; Al Fawwaz, Zulfa Kamila; Nasywa, Nabila Luthfiana; Persada, Tashila Zahra; Utama, Haya Nabilah; Rahmallia, Ega; Sukamto, Dandi Febrian; Candrika, Nasha Lulut; Arifah Sri Wahyuni
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2024): September
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan tanaman yang ada di sekitar lingkungan kita yang dapat dimanfaatkan sebagai obat karena memiliki zat aktif yang berfungsi untuk mencegah dan mengobati penyakit, baik penyakit yang disebabkan oleh perubahan cuaca, maupun paparan virus dan bakteri serta mencegah penyakit dengan memperkuat sistem imun tubuh. Pemanfaatan TOGA di Desa Dukuh dinilai kurang optimal karena rendahnya pemahaman masyarakat terhadap TOGA. Kegiatan sosialisasi program dengan metode penyuluhan dengan mengenalkan formularium TOGA dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait tanaman obat keluarga. Metode ceramah secara interaktif dilakukan supaya mudah dipahami oleh peserta. Kegiatan dihadiri oleh 28 peserta dari kalangan ibu – ibu PKK dan beberapa warga desa. Untuk menilai keefektifan dari sosialiasi, maka dilakukan pretest dan posttest terkait jenis dan manfaat TOGA serta penyakit umum. Hasil menunjukkan bahwa sosialisasi ini mampu meningkatkan pemahaman masyarakat terkait tanaman obat keluarga (TOGA). Peningkatan pemahaman masyarakat terkait jenis, manfaat TOGA dan penyakit yang bisa diobati dengan TOGA adalah 15,21%.   Abstract: Family Medicinal Plants (TOGA) are plants found in our surroundings that can be utilized as medicine because they contain active substances that function to prevent and treat diseases, whether caused by weather changes, exposure to viruses and bacteria, or to prevent diseases by strengthening the body's immune system. The utilization of TOGA in Dukuh Village is considered suboptimal due to the low understanding of the community regarding TOGA. The program socialization activities using the extension method by introducing the TOGA formulary were carried out to enhance the community's understanding of family medicinal plants. The interactive lecture method was used to ensure it was easily understood by the participants. The event was attended by 28 participants. To assess the effectiveness of the socialization, a pretest and post-test were conducted regarding the types and benefits of TOGA as well as common diseases. The results showed that this socialization was able to increase the community's understanding of family medicinal plants. (TOGA). The increase in public understanding regarding the types, benefits of TOGA, and diseases that can be treated with TOGA is 15.21%.
Edukasi Penyakit Asam Urat di Desa Dawung Wetan Surakarta Wikantyasning, Erindyah Retno; Wahyuni, Arifah Sri; Julianti, Tri Budi; Amalia, Nastity Zhahwa; Astuti, Devi Dwi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea Vol 2, No 4 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpmp.v2i4.14143

Abstract

Prevalensi penyakit tidak menular, termasuk asam urat, semakin meningkat di Indonesia. Pengabdian kepada masyarakat ini menguraikan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang difokuskan pada penyuluhan penyakit asam urat di Kelurahan Dawung Wetan, Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah. Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang penyakit asam urat dan mendorong praktik hidup sehat. Metodologi yang digunakan adalah penyuluhan tentang faktor risiko penyakit asam urat kepada ibu-ibu PKK. dan pencegahan penyakit, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, pemberian pretest sebelum penyuluhan, dan posttest setelah penyuluhan untuk menilai tingkat pengetahuan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 66,7% peserta memiliki pemahaman yang komprehensif tentang asam urat, sedangkan 33,3% menunjukkan pengetahuan yang memadai. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi yang disampaikan memberikan pemahaman ibu-ibu PKK tentang asam urat meningkat terlihat dari jawaban pretest dan posttest yang diberikan. Meskipun demikian, temuan ini juga memberikan arahan untuk meningkatkan inisiatif edukasi dan pencegahan. Upaya pengabdian masyarakat ini secara efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang asam urat dan mendorong penerapan gaya hidup sehat. untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera dan berkualitas. Kata Kunci: Edukasi, Asam Urat, Gaya Hidup Sehat, Kesehatan The prevalence of non-communicable diseases, including gout, is rising in Indonesia. This community service outlines the execution of community service initiatives centred on gout education in Dawung Wetan Village, Surakarta City, Central Java Province. This counselling seeks to enhance public comprehension of gout and encourage healthy lifestyle practices. The methodology entails instructing PKK moms on risk factors and disease prevention, succeeded by a question and answer session, the administration of a pretest prior to counselling, and a posttest subsequent to counselling to assess the community's knowledge level. The findings indicated that 66.7% of participants possessed a comprehensive awareness of gout, whilst 33.3% demonstrated adequate knowledge. These findings suggest educational initiatives aimed at enhancing public comprehension of gout. Nonetheless, these findings also offer direction for enhancing educational and preventive initiatives. This community service effort effectively enhances public knowledge about gout and promotes the adoption of healthy lifestyles to cultivate a more prosperous and quality society.
Pendampingan Pembangunan Konservasi Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Guna Menciptakan Desa Maju di Desa Dukuh Karanganyar Fawwaz, Zulfa Kamila Al; Nasywa, Nabila Luthfiana; Persada, Tashila Zahra; Utama, Haya Nabilah; Rahmallia, Ega; Sukamto, Dandi Febrian; Chandrika, Nasha Lulut; Amani, Khalisa Dhiya; Rahmadhani, Ajeng; Damayanti, Alida Rahmalia; Adha, Dinda Caesaria; Sari, Aisah Kensar Nawang Wulan; Azizah, Rauhillah Nurul; Ramadhan, Muhammad Reza; Niam, Muhammad Labib Qotrun; Wahyuni, Arifah Sri
Abdimas Galuh Vol 7, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v7i1.16466

Abstract

Tanaman Obat Keluarga (TOGA) adalah tanaman hasil budidaya rumahan yang berkhasiat sebagai obat alternatif yang bisa mengobati aneka ragam penyakit. Desa Dukuh merupakan desa yang terletak di Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Desa ini memiliki berbagai potensi tapi belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat yang dibuktikan dengan banyaknya lahan pekarangan dan lahan kas desa yang belum dimanfaatkan. Kegiatan yang dilaksanakan yaitu pembangunan konservasi TOGA guna optimalisasi potensi desa, pembangunan masyarakat yang kreatif, peningkatan mutu kesehatan, dan pengembangan masyarakat cerdas. Metode pelaksanaan kegiatan program pengabdian oleh PPK Ormawa yang dilakukan dalam pembangunan konservasi TOGA yaitu berupa: 1) Survei lahan kosong 2) Persiapan lahan dan pengolahan lahan 3) Persiapan bahan 4) Pemupukan tanah hingga penanaman bibit. Kegiatan ini melibatkan masyarakat Desa Dukuh dan aparatur desa serta kelompok-kelompok pendukung seperti PKK, BUMDES, dan Karang Taruna desa. Hasil dari kegiatan pengabdian yaitu terbentuknya dua kawasan konservasi TOGA.
Nothopanax scutellarium: Natural Hair Growth Plant Wijianto, Diski Wahyu; Wahyuni, Arifah Sri; Sukmawati, Anita; Bakar, Fazleen Izzany Abu
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol. 22 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v22i1.11693

Abstract

Hair plays an important role in supporting appearance and self confidence, but problems with hair loss and slow hair growth still often occur; Mangkokan leaves (Nothopanax scutellarium) are known to contain flavonoids such as quercetin which can stimulate hair growth through various mechanisms, and nanoemulsion formulations have been shown to increase the absorption of these active compounds, so this study aims to examine the effectiveness of mangkokan leaves on hair growth through a systematic review based on PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) guidelines with a literature search until November 16, 2024 in the Emerald Publishing, SpringerLink, EBSCO, Cochrane, ProQuest, Science Direct, Scopus, and PubMed databases, of the 68 articles found, only 5 studies met the inclusion criteria after screening, and the results showed that the formulation of mangkokan leaves in the form of ethosomal gel or phytosome lotion at a concentration of 25% was most effective in stimulating hair growth with a mechanism involving the activation of endothelial nitric oxide synthase (eNOS) to increase blood supply to follicles, regulation of nitric oxide (NO) balance and decreased inflammation by quercetin, inhibition of the enzyme 5-alpha reductase to reduce dihydrotestosterone (DHT) levels, as well as increasing the expression of growth factors such as insulin-like growth factor-1 (IGF-1), vascular endothelial growth factor (VEGF), keratinocyte growth factor (KGF), and hepatocyte growth factor (HGF), which overall support the extension of the anagen phase (active hair growth phase) and improve hair health, so that mangkokan leaves have high potential as an active ingredient in hair care products, although further research is still needed to ensure their long-term safety and effectiveness.
Pengenalan Konsep Kosmetik Halal Kepada Pengunjung Seoul Internasional Invention Fair (SIIF) Rahmawati, Juwita; Hajma, Lilla Prapdhani Agni; Wahyuni, Arifah Sri; Narimo, Sabar; Kamila, Rossy Destriana; Nibrasa, Lauda Aurynava
Abdimas Galuh Vol 7, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v7i2.18614

Abstract

Popularitas industri kosmetik Korea (K-beauty) telah merambah pasar global, namun kesadaran akan konsep kosmetik halal masih tergolong rendah. Hal ini menjadi tantangan bagi konsumen Muslim yang membutuhkan produk yang sesuai dengan prinsip syariah. Oleh karena itu, diperlukan edukasi mengenai kosmetik halal kepada masyarakat internasional guna meningkatkan pemahaman dan kesadaran terhadap pentingnya aspek kehalalan dalam kosmetik. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap pemahaman produk halal dan sertifikasinya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui penyuluhan kepada pengunjung Seoul International Invention Fair (SIIF) 2024. Edukasi diberikan melalui metode interaktif dan media leaflet yang berisi informasi tentang kosmetik halal. Efektivitas penyuluhan diukur menggunakan pretest dan posttest untuk menilai peningkatan pemahaman peserta sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil analisis menunjukkan peningkatan skor pemahaman peserta yang signifikan, dari 32,56 ± 9,09 (pretest) menjadi 94,23 ± 4,56 (posttest). Uji statistik menunjukkan nilai p < 0,05, yang mengindikasikan bahwa penyuluhan ini memiliki dampak positif yang signifikan terhadap pemahaman peserta. Penyuluhan mengenai kosmetik halal di SIIF 2024 terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman peserta tentang pentingnya memilih produk kosmetik yang sesuai dengan prinsip halal. Edukasi berkelanjutan dan kolaborasi antara akademisi, industri, serta regulator diperlukan untuk memperluas jangkauan informasi dan meningkatkan adopsi produk kosmetik halal di pasar global.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abdellah, Yousra Nait El Haj Adha, Dinda Caesaria Adha, Dinda Caesaria Adha Afny Al Fath Inaszahira Afrizal Maulana Agita Dyah Ayu Kusumaningtyas Ahmad Azka Mahasin Ahmad Fauzi Ahmad Fauzi Ainur Tri Hapsari Al Fawwaz, Zulfa Kamila Alida Rahmalia Damayanti Alifia Jasmina Putri Alvita Marshanda Purnama Puteri Amalia, Nastity Zhahwa Amani, Khalisa Dhiya Ana Riolina Andi Suhendi Anggun Dwi Ayu Fandirah Anisa Dwi Parwati Anita Sukmawati Anita Sukmawati Annisa Nur Lathifah Amanda Putri Annisa Nur Lathifah Amanda Putri Ar Rafi’ Kusuma Hardila Wardoyo Putri Aria Wirabima Aria Wirabima Assyifa Putri Saffira Asti Arum Sari Astrina Dewi Ratnaningrum Astrina Dewi Ratnaningrum, Astrina Dewi Astuti, Devi Dwi Audi Ahmad Rikardi Aulia Fitri Sabilla Azis Saifudin Azizah, Rauhillah Nurul Bakar, Fazleen Izzany Abu Bakhtiar, Muhammad Berlian Putri Nur Winda Candrika, Nasha Lulut Chandrika, Nasha Lulut Cita Hanif Muflihah Cita Primada Hari Anugrahini Damayanti, Alida Rahmalia Denny Vitasari DESY KURNIAWATI Desy Kurniawati Devana Inaja Arifin Devana Inaja Arifin Dewi Safitri Dinda Mentariningrum Diski Wahyu Wijayanto Eky Wahyu Novarista Elsya Bella Putri Em Sutrisna Erindyah Retno Wikantyasning Fadhilah , Arini Fadhilah, Arini Fadhilah, Arini Fadhilah Fahmi Alief Maulana Faiza Layyana Putri Farah Salsabila Fauzi Ahmad Muda Fawwaz, Zulfa Kamila Al Firda Ayu Fadila Rahmawati Firda Novia Aurum Ghossani, Qisti Fida Gunawan Setyadi Gunawan Setyadi, Gunawan Hamimatusalma Alkautsar Haryati, Resti Dwi Haya Nabilah Utama Heni Mirawati Hidayah Karuniawati Husna Amalia Halwa Ibrohim Hanif Abdulloh Ika Retno Wulandari Ika Trisharyanti Dian Kusumowati Jessica Rosalinda Jihan Jihan, Jihan Julianti, Tri Budi Juwita Rahmawati Kafita Salma Khairani Kamila, Rossy Destriana Katarina Lulu Widyanti Khairani, Kafita Salma Kharisma Aulia Husna Kholifatus Sa’diyah Lathif, Elmasrini Lilla Prapdhani Agni Hajma Lusi Nuryanti Maharani, Yasmin Nida Maulana, Fahmi Alief Muhammad Azmi Nur Asykaruddin Muhammad Da&#039;i Muhammad Da&#039;i Muhammad Haqqi Munajat Tri Nugroho Mursalina Nanda Aurum Mutiara Nurul Fatimah Nadya Putri Adisty Nadya Tiara Putri Nandifa Azzahra Salsabila Nasywa, Nabila Luthfiana Niam, Muhammad Labib Qotrun Nibrasa, Lauda Aurynava Nida’ Nur Jannah Niken Dyaharesti Ningrum, Nur Faizah Setya Nisrina Hanun Iftadi Novita Sari Novita Sari Nur Faizah Setya Ningrum Nur Muhammad Arrizky Nurazizah, Tazkia Nurul Tri Anggraini Oksaputra, Amar Khoiri Paramita, Heldiyana Ellisia Peni Indrayudha Permata Ashfi Raihana Persada, Tashila Zahra Putri, Annisa Nur Lathifah Amanda Putri, Nastity Zhahwa Amalia Putri, Vanessa Ardelia Indira Rahmadhani, Ajeng Rahmallia, Ega Ramadhan, Muhammad Reza Ramarohasina, Mika Notahiana Ranatri Puruhita Ratih Amelia Ratsimandresy, Neciah Fahombiazana Rima Munawaroh Riza Maulana Rizakh, Faizah Siti Rizky Ainun Fitriani Rosa Sayentina Amin Rosa Sayentina Amin Rosita Melannisa Rosita Melannisa, Rosita Sabar Narimo Santhyami Sari, Aisah Kensar Nawang Wulan Septyana Dewi Kumara Setyo Nurwaini Shinta Puti Aryanti Shinta Putri Aryanti Suhaimah, Insyiroh Sukamto, Dandi Febrian Sulistyarini, Sulistyarini Suryani - Tanti Azizah Sujono Teguh Imanto Tista Ayu Fortuna Tri Yulianti Tri Yulianti, Tri Ukhtufina, Naila Najwa Utama, Haya Nabilah Wahyu Utami Widagdo, Fathin Fadhilla Wijianto, Diski Wahyu Windarti, Septiana Wulandari, Febri Yeni Mulati Yola Rizky Amalia Yuniasti, Lainisah Purna Zahidah, Fairus