Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Agripet

Kemampuan Antibakteri Susu Fermentasi terhadap Escherichia coli dan Shigella Zuraida Hanum; Rastina Rastina; Veronica Wanniatie
Jurnal Agripet Vol 17, No 1 (2017): Volume 17, No. 1, April 2017
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/agripet.v17i1.6572

Abstract

ABSTRAK. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan starterLactobacillus plantarumpada konsentrasi 3%, 4% dan 5% dan diinkubasi selama 48 jam pada suhu kamar. Pengamatan terhadap susu fermentasi dilakukan selama 8 hari. Uji antibakteri ini dilakukan untuk melihat apakah susu fermentasi tersebut mampu menekan pertumbuhan patogen enterobakteri. Selanjutnya dilakukan pengujian aktivitas penghambatan mikroba dari susu fermentasi terhadap bakteri patogen dengan tiga kali ulangan. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan ANOVA. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kemampuan susu fermentasi sebagai antibakteri terhadap Escherichia coli dan Shigella flexneri terjadi pada jumlah sel sebanyak (106CFU/ml) di dalam nutrient agar. Fermentasi susu menggunakan konsentrasi 5% starter memperlihatkan luas zona hambat tertinggi yaitu 17.42 mm terhadap E. coli pada hari kedua. Sedangkan terhadap Shigella flexneri luas zona penghambatan sebesar 8.88 mm pada hari ketiga dengan konsentrasi starter yang sama.(The antibacterial ability of fermented milk to escherichia coli and shigella flexneri)ABSTRACT. The study was performed using Lactobacillus plantarum as starter at concentrations of 3%, 4% and 5% and incubated for 48 hours at room temperature. Observation of fermented milk conducted for 8 day. The antibacterial activity test was analyzed to find whether fermented milk able to inhibit pathogen growth. The antibacterial ability of suppressing of Enterobacteriaceae growth observed by using Escherichia coli and Shigella flexneri (106 CFU/ml) in Nutrient Agar and challenge to fermented milk using 3%, 4% and 5% starter or about (50 l/well). Further testing of microbial inhibitory activity of fermented milk against pathogenic bacteria conducted by three replications. The data obtained were analyzed statistically using ANOVA. The results showed that the ability of fermented milk as antibacterial on Escherichia coli and Shigella flexneri occurred in the amount of sell as much as (106 CFU / ml) when it grown in nutrient agar. As a conclusion, fermented milk using a 5% starter showed that the highest inhibition zone of 17.42 mm to E. coli on the second day observation. While inhibition zone of Shigella flexnerii was 8.88 mm on the third day with the same starter concentration.
Kualitas Susu Pasteurisasi Komersil Zuraida Hanum; Veronica Wanniatie
Jurnal Agripet Vol 15, No 2 (2015): Volume 15, No. 2, Oktober 2015
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/agripet.v15i2.2724

Abstract

(The quality of commercial pasteurized milk)ABSTRACT. Pasteurized milk is processed milk through heating process at temperatures below its boiling point, therefore it still has the form and flavor of fresh milk. The quality of pasteurized milk is depend on the condition of processing and post pasteurization. Staphylococcus aureus is an indicator of milk hygiene. Ninety eight pasteurized milk samples from seven brands were collected in Jakarta and Bogor. Parameters observed were milk composition and the amount of Staphylococcus aureus in milk. The results showed that the pasteurized milk compositions (fat, protein and dry matter) were in accordance with the composition attached of the products label in SNI No.01-3951-1995 Moreover, we found that 71.4% of the samples containing Staphylococcus aureus above the milk quality standard ( 1.2 x 101 cfu/ml) according to SNI No. 01-6366-2000.
Measurement of Stress Levels in Pre- and Post-Slaughter Cattle at Tanah Merah Slaughterhouse Samarinda, East Kalimantan Province, Indonesia Wibowo, Ari; Suhardi, Suhardi; Fanani, Anhar Faisal; Wanniatie, Veronica; Hanum, Zuraida
Jurnal Agripet Vol 23, No 2 (2023): Volume 23, No. 2, Oktober 2023
Publisher : Faculty of Agriculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/agripet.v23i2.31183

Abstract

ABSTRACT. The heightened demand for domestic beef has emerged in response to an expanding populace and heightened public interest in meat consumption. The principal objective of this investigation was to assess cardiac activity, as inferred from heart rate data, through the application of rigorous statistical methodologies and meticulous sampling techniques. The study comprised 70 Bali cattle sourced from the Samarinda Slaughterhouse (RPH), with statistical analysis facilitated by the utilization of the Z Test. Examination of the heart rate data indicated a notable degree of variability. Upon conducting the Z Test, a statistically significant finding was ascertained with p0.05, signifying the acceptance of H1. This, in turn, signified that the heart rate data exhibited an elevation in stress levels. Conversely, H0 was categorically refuted, implying an absence of heightened heart rate between the enclosure environment and the site of slaughter. Further observations centered on urination and defecation within the sample, yielding an average incidence of 11.425% amongst the 70 Bali cattle, serving as an indicator of stress or discomfort. The evaluation of stress levels in cattle within the Tanah Merah Samarinda Animal Slaughterhouse, situated in East Kalimantan, corroborated a significant surge in stress during the transition of cattle from the enclosure zone to the slaughter and dispersal area. This phenomenon is attributed to the deficiency in knowledge among stockpersons concerning optimal livestock handling and the principles of animal welfare.(Pengukuran tingkat stres pada sapi pra dan pasca penyembelihan di rumah potong hewan Tanah Merah Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia)ABSTRAK. Permintaan yang meningkat untuk daging sapi dalam negeri muncul sebagai respons terhadap pertumbuhan penduduk yang terus meningkat dan minat publik yang tinggi dalam konsumsi daging. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menilai aktivitas jantung, seperti yang disimpulkan dari data denyut jantung, melalui penerapan metodologi statistik yang ketat dan teknik pengambilan sampel yang cermat. Penelitian ini melibatkan 70 ekor sapi Bali yang diperoleh dari Rumah Potong Hewan (RPH) Samarinda, dengan analisis statistik dilakukan dengan menggunakan Uji Z. Pemeriksaan data denyut jantung mengindikasikan tingkat variasi yang signifikan. Setelah melakukan Uji Z, temuan yang signifikan secara statistik ditemukan dengan p0,05, menunjukkan penerimaan H1. Ini, pada gilirannya, menunjukkan bahwa data denyut jantung menunjukkan peningkatan tingkat stres. Sebaliknya, H0 secara tegas ditolak, mengimplikasikan ketiadaan peningkatan denyut jantung antara lingkungan kandang dan lokasi pemotongan. Pengamatan lebih lanjut terkait dengan buang air kecil dan buang air besar dalam sampel menghasilkan insiden rata-rata sebesar 11,425% dari 70 ekor sapi Bali, yang berfungsi sebagai indikator stres atau ketidaknyamanan. Evaluasi tingkat stres pada sapi di Rumah Potong Hewan Tanah Merah Samarinda, yang terletak di Kalimantan Timur, mengkonfirmasi peningkatan signifikan dalam stres selama proses pemindahan sapi dari zona kandang ke area pemotongan dan penyebaran. Fenomena ini dikaitkan dengan kurangnya pengetahuan di antara peternak tentang penanganan ternak yang optimal dan prinsip kesejahteraan hewan.
Co-Authors A. Husni AA Sudharmawan, AA Aji Windiyartono Ajmal Kurniawan Khair Akbar, Khoirul Albi, Fathul Ali Husni Ali Husni Ammar Noufal Siddiq Anhar Faisal Fanani Anisa Ramadhani Apriky, Panca Apriliana, Eva Apriyanti, Wahyu Ari Wibowo Arief Rahmaan Hakim Arif Qisthon Arkakiyah, Fina Arzakiyah, Fina Asha Velica Agung Ayu Lidyana Az-Zahra, Shabrina Budiyanto, Ferly Rahmat Dakhlan, Akhmad Daniatur, Arya Dedy Yuliawan Desya Putri Setya Dian Cahya Hadi DIAN LESTARI Dian Septinova Dian Septinova Dian Septinova Dinara Saputri Doni Ramadhan Doni Ramadhan, Doni Egil Olsen Erwanto Erwanto Erwanto Etha 'Azizah Hasiib Eva Apriliana Farida Fathul Farida Fathul Fina Arkakiyah Firda Arlina Fitria Tsani Farda Hanafi, Wildan Hari, Putu Gaura Husmaini, Husmaini I Gede Pande Wisnu Gunanda Ilhamsyah, Alifudin Ilmia Nova Kohir, Muhammad Zahir Alwan Kusuma Adhianto Kusuma Adhianto Laras Gusniati Prabowo Lidyana, Ayu Liman Liman Liman Liman Liman, Liman Madi Hartono Mahfud Rivai Mar’atus Solehah Maulid Wahid Yusup Miranti Olivia Moneyzar Usman Muhammad Deni Arifin Muhammad Fajar Ramadhan Muhammad Mirandy Pratama Sirat Muhammad Mirandy Pratama Sirat Muhammad Rafif Nugroho Muhtarudin Muhtarudin Nadia Maharani Nevia Wiranti Nining Purwaningsih Nurwidya, Nasywa Oktora Luhur Handika Pione Firbarama Hijriah Purnama Edy Santosa Purnama Edy Santosa Purnama Edy Santosa Puryanto, Susilo Putra, Arnest Seyfo Eristiyan Rahmayuni, Suci Raka Rifaldi Racsyah Ramadan Putra Agusti Ramadhan, Debi Putra Rastina Rastina Ratna Ermawati Rio Ramanda Rivai, Mahfud Riyanti . Riyanti Riyanti Rosaliya Imelda RR Riyanti Rr Riyanti, Rr Rr. Riyanti Rr. Riyanti Santoso, Dimas Eka Putra Santoso, Riyadi Bagus Saputri, Nenti Septianova, Dian Setiawan, Rizkima Akbar Siddiq, Ammar Noufal Sri Suharyati Sri Suharyati Sugiyoto , Suhardi Suhardi Sulistiawan, Dicky Surmini Surmini Surmini, Surmini Syamsul Arifin Teguh Rafian Tintin Kurtini Tiwi Metasari Triyono Triyono Veithzal Rivai Zainal Warji Warji Widiawati, Arlintia Wijaya, Agung Kusuma Yuliawan, Dedy Yurnalis Yurnalis Yusup, Maulid Wahid Zaintan Myhandi Zuraida Hanum Zuraida Hanum