Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : AQUATIC SCIENCE

A study on potential development of fisheries resources in the coastal area of Tolitoli Regency ., Yuliani; Mantjoro, Eddy; Wantasen, Adnan; Lasut, Markus T
AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT Edisi Khusus 1 (2013): Mei
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jasm.0.0.2013.2272

Abstract

Tolitoli is one of regencies in Central Sulawesi province that has fisheries and marine resources which are potentially exploited and developed. The total area of Tolitoli regency is 4079.77 km² land and 3008.59 oceans km² area with a long range 453.98 km coastline. Administratively, Tolitoli consists of 10 districts (9 of which are districts that have coastal areas), 104 villages (60 of which are coastal villages) and 43 islands (13 inhabited islands and 30 uninhabited islands) which are small islands scattered along the coastal areas. In addition, Tolitoli have 3 outer islands bordering neighboring country: Lingayan Island, Island Salando and Dolangan Island. Resource potential and development of coastal fisheries Tolitoli has an area of ​​707 ha of mangrove and coral 11568.5 ha. For mariculture potential is around 2011, 10.800 ha with a total production 702.4 tonnes, inland aquaculture 4250 ha with a total production of 499 tonnes. Cathing fisheries was exploited in 2011 for approximately 30009.21 tonnes/year by the number of RTP 2500 households. As for the potential location of fish processing is 29 000 M² with a production of 210.3 tonnes. For tourism potential there are 14 potential tourism attractions that can be favored by local governments to be developed© Kabupaten Tolitoli merupakan salah satu  kabupaten di Propinsi Sulawesi Tengah yang memiliki sumberdaya perikanan dan kelautan yang potensial untuk dimanfaatkan dan dikembangkan. Luas Kabupaten Tolitoli yaitu 4.079,77 km² daratan dan 3.008,59  km² wilayah lautan dengan panjang  garis pantai berkisar 453,98 km. Secara administratif, Kabupaten Tolitoli terdiri dari 10 kecamatan (9 di antaranya merupakan kecamatan yang mempunyai wilayah pesisir) dan jumlah desa sebanyak 104 (jumlah desa pesisir sebanyak 60) serta mempunyai 43 pulau (13 pulau berpenghuni dan 30 pulau tidak berpenghuni) yang merupakan pulau-pulau kecil yang tersebar di sepanjang wilayah pesisir. Selain itu, Kabupaten Tolitoli memiliki 3 pulau terluar yang berbatasan dengan negara tetangga Malaysia, yaitu Pulau Lingayan, Pulau Salando, dan Pulau Dolangan.Potensi sumberdaya dan pengembangan perikanan pesisir Kabupaten Tolitoli memiliki ekosistem mangrove seluas 707 Ha, Karang 11.568,5 Ha.Untuk potensi budidaya laut tahun 2011 seluas10.800 Ha dengan jumlah produksi 702,4 ton,budidaya perikanan darat/tambak  4.250 Ha dengan jumlah produksi 499 ton. Potensi perikanan tangkap yang termanfaatkan pada tahun 2011 sekitar 30.009,21 ton/tahun dengan jumlah RTP 2.500 KK. Sedangkan untuk luas lokasi potensi pengolahan hasil perikanan yaitu 29.000 M² dengan produksi 210,3 ton. Untuk potensi pariwisata terdapat 14 objek wisata yang dapat diunggulkan oleh pemerintah daerah untuk dikembangkan©
Governance of Dagho fishing port, Sangihe Islands Regency, Indonesia Dalengkade, Yulianus D; Wantasen, Adnan S; Reppie, Emil; Luasunaung, Alfret
AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT Vol 1, No 2 (2013): Oktober
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jasm.1.2.2013.7283

Abstract

Sangihe Islands Regency has a coastal fishing port located in the village of Dagho sub-district of Tamako. As the only the coastal fishery port in the regency it is expected to provide support in the development of regional economy. This research intended to study the status of management sustainability in Dagho coastal fishing port and analyze policy directions in sustainability management of the coastal fishing port Dagho. Research results showed that the status of sustainability management of the coastal fishing port Dagho belongs to the category of less sustainable fisheries. Towards a policy of management of coastal fishing port Dagho port management is attainment of sustainability according to economic and institutional functions. Kabupaten Kepulauan Sangihe memiliki Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) yang terletak di Kampung Dagho, Kecamatan Tamako. Sebagai satu-satunya PPP yang ada di kabupaten tersebut diharapkan akan memberikan dukungan dalam pengembangan perekonomian daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji status keberlanjutan dalam pengelolaan PPP dan menganalisis arah kebijakan multipihak dalam keberlanjutan penatakelolaan PPP Dagho. Hasil penelitian menunjukkan status keberlanjutan pengelolaan pelabuhan perikanan tersebut masuk dalam kategori kawasan pelabuhan perikanan “kurang berkelanjutan”. Sedangkan arah kebijakan pengelolaan PPP Dagho adalah terwujudnya pengelolaan pelabuhan yang berkelanjutan menurut skenario fungsi ekonomi dan kelembagaan.
Utilization of land reclamation in Manado City Pamikiran, Vivi A; Mamuaya, Gybert E; Wantasen, Adnan
AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT Vol 1, No 1 (2013): April
Publisher : Graduate Program of Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jasm.1.1.2013.1973

Abstract

Reclamation activities conducted in the Bay of Manado, at the seaward side on Pierre Tendean Street (Boulevard), has changed the face of the city of Manado including the coastal area. The purpose of this study was to determine whether the realization of reclamation activities seen were as planned. The second purpose was to determine the appropriate policy strategy to ensure that the utilization of reclaimed land can be optimal. The data was collected through observation to compare actual conditions with the original plan. For policy options, SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) analysis was used. The study revealed that there are changes from the original plan, such as the extent of the area was originally planned 1185 m2, but the actual area was 781.305 m2. Based on the results of the SWOT analysis, the most appropriate policy option adopted is to optimize the role of land reclamation as one economic driving force in the city of Manado. These include the completion of a number of legal problems in reclamation© Kegiatan reklamasi yang telah dilakukan di Teluk Manado, memanjang dari Utara ke Selatan Kota Manado ke arah laut telah merubah wajah Kota Manado termasuk di dalamnya tata ruang dan pemanfaatan lahan yang baru di wilayah pesisir. Penelitian yang telah dilakukan bertujuan untuk mengkaji realisasi aktual dari kegiatan reklamasi apakah sesuai dengan peruntukannya, menentukan strategi kebijakan yang tepat dari pemanfaatan lahan reklamasi agar dilakukan dengan optimal dan ramah lingkungan. Pengumpulan data telah dilakukan secara deskriptif melalui observasi dan pengamatan lapangan untuk membandingkan kondisi aktual dengan rencana semula. Sebagai pilihan penentuan kebijakan penelitian, data dianalisis dengan menggunakan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). Hasil penelitian mengungkap bahwa adanya perubahan pemanfaatan dari rencana awal luasan kurang lebih 1.185.000 m2, menjadi luasan yang terealisasi sampai saat penelitian dilakukan mencapai luas kurang lebih 781.305 m2. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa kebijakan Pemerintah Kota Manado harus konsisten dalam menetapkan perijinan, dengan tidak merubah fungsi lahan dan lingkungan pesisir. Dampak positif yang ditimbulkan dalam rangka mengoptimalisasi pemanfaatan lahan reklamasi sebagai salah satu lokasi yang dapat meningkatkan perekonomi dan pendapatan daerah, penyerapan tenaga kerja di Kota Manado. Kebijakan perubahan fungsi dan penambahan luas lokasi yang tidak sesuai dengan perencanaan awal dapat berdampak pada masalah hukum di wilayah pesisir©
Analysis for mangrove ecosystem management priority using Analysis Hierarchy Process (AHP) in Sorong City, West Papua, Indonesia Tabalessy, Roger R; Wantasen, Adnan S; Schaduw, Joshian N.W.
AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT Vol 1, No 2 (2013): Oktober
Publisher : Graduate Program of Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jasm.1.2.2013.7285

Abstract

Indonesia’s mangrove forest is decreasing. Factors affecting this condition are excessive utilization for livelihood and market demand without considering its sustainability for the future. As a result, mangrove forest degrades year by year. The present study aimed to analyse which stakeholder is the priority for mangrove ecosystem management in the city of Sorong, West Papua, Indonesia, and which factors are the priority for sustainable management. Primary data were collected using questionnaire with interview technique and were analysed using Expert Choice 11 software. The result showed that local government was the stakeholder possessing major priority in management which was supported by others (community and NGO), and the ecological factor was the priority in management, while the economic, social, and institutionalfactors were the supporting factors for sustainability. Luas hutan mangrove di Indonesia sedang mengalami penurunan. Faktor yang mempengaruhi kondisi ini, yaitu pemanfaatannya secara berlebihan untuk memenuhi kebutuhanan hidup maupun permintaan pasar tanpa mempertimbangkan keberlanjutannya di masa depan. Sebagai akibatnya tutupan hutan mangrove semakin berkurang dari tahun ke tahun. Penelitian ini bertujuan menganalisis stakeholder manakah yang menjadi prioritas dalam pengelolaan ekosistem mangrove di Kota Sorong, Papua Barat, Indonesia, dan faktor manakah yang menjadi prioritas dalam pengelolaan secara berkelanjutan. Data primer dikumpulkan menggunakan angket dengan teknik wawancara, dan kemudian dianalisis menggunakan software Expert Choice 11. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stakeholder Pemda merupakan prioritas utama dalam pengelolaan ekosistem mangrove dan ditopang oleh stakeholder lainnya (Masyarakat dan LSM), dan faktor prioritas dalam pengelolaan adalah ekologi, sedangkan faktor ekonomi, sosial, dan kelembagaan merupakan faktor pendukung untuk terciptanya pengelolaan ekosistem mangrove yang berkelanjutan.
Diversification of business and its implications for the welfare of traditional fishermen community in Uso Village, Batui District, Luwuk Banggai, Central Sulawesi Province Srinurmahningsi, Sri; Andaki, Jardie A; Wantasen, Adnan
AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT Vol 5, No 2 (2017): October
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jasm.5.2.2017.24567

Abstract

Title (Bahasa Indonesia): Diversifikasi usaha dan implikasinya terhadap kesejahteraan masyarakat nelayan tradisional Desa Uso,Kecamatan Batui,Kabupaten Luwuk Banggai,Provinsi Sulawesi Tengah This study aims to determine the business diversification selected by the fishing community in maintaining family life, to determinethe difference in choice of business diversificationas well as the implications on the fishing communityof Uso Village, Batui District, Banggai Regency, Central SulawesiProvince. This study used a mixed method, which is a research approach that combines qualitative and quantitative research. Data used in this research is both descriptive and analytical. Comparative test was performed using Student’s t-test. The results of this study concluded that 1) there is diversification outside the fishing effort by the fishermen of the village,such asworking as construction workers, company workers, motorcycle taxi drivers, merchants and farming, 2) there is a significant difference between fishing effort and business diversifications in which the contsruction workers have lower income then the fishing efforts, while the income of business diversifications as company workers, motorcycle taxi drivers, and farmers are not significant, 3) diversification of fishing effort has a positive impact on the lives of fishermen to use their spare time not to fish due to weather factors, replace lost income because it does not go to the sea, and combines a variety of businesses in outside the fishing business potential in increasing the family income of fishermen in the village, and 4) cash-flow and financial analysis shows fishing effort is feasible, as well as diversification is feasible as the support of fishing effort.Penelitian ini bertujuanuntuk menentukan diversifikasi usaha yang dipilih oleh masyarakat nelayan dalam mempertahankan hidup keluarga,untukmenentukan perbedaan pilihan diversifikasi usaha danimplikasinyapada masyarakat nelayan Desa Uso,Kecamatan Batui,Kabupaten Banggai,Provinsi Sulawesi Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu mixed-method.Analisis data menggunakandeskriptif analitik. Uji perbandingan menggunakan uji-t. Hasil penelitian dapat disimpulkan, 1) diversifikasi usaha, yangdilakukan selain usaha penangkapan ikan, yaitu bekerja sebagai buruh bangunan, buruh perusahaan, tukang ojek, pedagang dan bertani, 2) terdapat perbedaan nyata antara usaha penangkapan ikan dengan diversifikasi usahadi mana pendapatan sebagai buruh bangunan lebih rendah daripendapatan nelayan. Sedangkan diversifikasi usahasebagai buruh perusahaan, tukang ojek,dan bertani,tidak berbeda nyata, 3) diversifikasi usaha nelayan berimplikasi positif pada kehidupan nelayan dalam memanfaatkan waktu luangsaattidak melaut karena faktor cuaca, mengganti kehilangan pendapatan karena tidak melaut, dan mengkombinasikan berbagai usaha di luar usaha penangkapan ikan yang berpotensi pada peningkatan pendapatan keluarga nelayan, dan 4) Cash-flowdan analisis finansial menunjukkanbahwausaha perikanan tangkap layak dilaksanakan, demikian pula diversifikasi usaha sebagai penunjang usaha nelayan.
Analisis kesesuaian lahan dan daya dukung ekologis untuk wisata rekreasi pantai di kawasan ekowisata pesisir Deaga, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Analysis of land suitability and ecological carrying capacity for beach recreation in the coastal ecotourism area of Deaga, southern Bolaang Mongondow Regency) Rauf, Aprianto; Djamaluddin, Rignolda; Wantasen, Adnan S
AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT Vol 8, No 1 (2020): APRIL
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jasm.8.1.2020.31311

Abstract

Coastal tourism industry grows very fast, so it is very potential to be used as an alternative business to increase the income and welfare of coastal communities. The development of an optimal tourism area requires good planning and management. This study assesses the suitability of land for coastal recreational tourism activities in Deaga Village, Southern Bolaang Mongondow Regency, by measuring the biophysical and supporting parameters at 8 observation stations on Deaga Beach, as well as the ecological carrying capacity of the environment calculated by considering the ecological potential of visitors. The results of the analysis of the suitability of tourism in Deaga Village are categorized as ‘very suitable’ for beach recreation activities with ecological carrying capacity that can accommodate 113 visitors per day. Thus, the coastal recreation tourism business in Deaga Village is very potential to be developed; and by paying attention to the ecological carrying capacity, this can be sustainable.---Pertumbuhan industri pariwisata pesisir berlangsung sangat cepat sehingga sangat potensial dijadikan alternatif usaha untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat pesisir. Pengembangan kawasan wisata yang optimal memerlukan perencanaan dan pengelolaan yang baik. Penelitian ini menilai kesesuaian lahan untuk kegiatan wisata rekreasi pantai di Desa Deaga, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, dengan mengukur parameter biofisik dan penunjang di 8 (delapan) stasiun pengamatan di Pantai Deaga serta daya dukung ekologis lingkungan, yang dihitung dengan mempertimbangkan potensi ekologis pengunjung. Hasil analisis menunjukkan, kesesuaian lahan wisata di Desa Deaga dikategorikan ‘sangat sesuai’ untuk kegiatan rekreasi pantai dengan daya dukung ekologis yang dapat menampung wisatawan 113 orang/hari. Dengan demikian, usaha wisata rekreasi pantai di Desa Deaga sangat potensial dikembang; dan dengan memperhatikan daya dukung ekologis, maka usaha ini dapat berkelanjutan.
Impact of tropical cyclone Amang on variability of wind speed, salinity, sea surface temperature, and their relationship to chlorophyll-a in sea waters of Sangihe Island Rachim, M. Hatta; Schaduw, Joshian N.W.; Wantasen, Adnan S.; Patty, Wilhelmina; Ngangi, Edwin L.A
AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT Vol 9, No 2 (2021): OCTOBER
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jasm.v9i2.34589

Abstract

High concentrations of chlorophyll-a can be used to predict where fish gather. On the other hand, tropical cyclones are one of the triggering factors for vertical stirring and upwelling that cause fertility of waters. The Sangihe Island area is not an effective area for the formation of tropical cyclones. However, due to its geographical location with a tropical cyclone area and trajectory, the potential for disturbances caused by cyclones is impactful on Sangihe Island. The distribution of wind speed, salinity, sea surface temperature and chlorophyll-a concentration can be detected by satellite remote sensing imagery. This study aims to analyze the impact of Tropical Cyclone Amang on the variability of wind speed, salinity, sea surface temperature and on the concentration of chlorophyll-a in Sangihe Island. This study useswind speed, salinity, sea surface temperature and chlorophyll-a data during the Amang Tropical Cyclone (January 6-27, 2019) from the AQUA-MODIS satellite imagery. The results show that the relationship between wind speed and chlorophyll-a concentration has impact on other parameters where both parameters showed a strong correlation value. It was also showed on the relationship between sea surface temperature and chlorophyll-a.However, the relationship between salinity and chlorophyll-a concentration showed lowest effect among those parameters.Indonesian title: Dampak siklon tropis Amang terhadap variabilitas kecepatan angin, salinitas, suhu permukaan laut, dan hubungannya dengan klorofil-a di perairan laut Pulau Sangihe
Co-Authors . Tamrin Alex D. Kambey Alfret Luasunaung Ali Djamhuri Ali, Fajri Nurul Ari B. Rondonuwu Bataragoa, Nego Bawelle, Eunike Calvyn F. A. Sondak, Calvyn F. A. Cyska Lumenta Datunsolang, Frayogi Dei, Katrin Dowena Deiske Adeliene Sumilat, Deiske Adeliene Eddy Mantjoro Edwin D Ngangi Emil Reppie Fajar Vafry Fransine B. Manginsela Gaspar Manu Gybert E Mamuaya Hengky J. Sinjal, Hengky J. Henky Manoppo Henneke Pangkey Hens Onibala Indra R. N. Salindeho Indra Salindeho Ingrid Sembiring Janny D. Kusen Jardie A Andaki, Jardie A Jhonly Solang John L. Tombokan Joice R.T.S.L Rimper Joppy Mudeng Joshian N.W. Schaduw Juliaan Ch. Watung Kepel, Rene Ch. Khristin I. F. Kondoy, Khristin I. F. Kindangen, Rezky G. T. L Kondoy, Khiristin Ivone Fisye Kreckhoff, Reni L. Kusen, Diane J. Lalita, Jans Langi, Edwin O. Lawrence J. L. Lumingas Luasunaung, Alfrets Mamonto, Riswanto Mandagi, Stephanus Mandagi, Stephanus V. Manengkey, Hermanto Manu, Lusia Manurung, Nia Dopa Markus T. Lasut Marsaoly, Rafil Menajang, Febry S. I. Menajang, Febry Susana Ivone Mokolensang, Jeffrie F. Moningka, Ivana Trixie Louisa Moningkey, Ruddy D. Namoua, Dilivia J. Nego E. Bataragoa, Nego E. Nity, Elroi Ockstan J. Kalesaran Pangemanan, Novie P. L. Pangkey, Hanneke Pelle, Wilmy Pelle, Wilmy E. Peter Mangindaan Pitoy, Israel Puasa, Rio N. Rachim, M. Hatta Rauf, Aprianto Rembet, Unstain Rene Charles Kepel, Rene Charles Ridwan Lasabuda Rignolda Djamaluddin Roger R Tabalessy Rondonuwu, Arie B. Rose O. S. E. Mantiri, Rose O. S. E. Salindeho, Indra R. Sambali, Hariyani Sammy N. J. Longdong Sangari, Joudy R. R. Sartje Lantu Silvester B Pratasik Sipriana S. Tumembouw Srinurmahningsi, Sri Stephanus V Mandagi Suria Darwisito, Suria Suzanne L Undap Takou, Putri D. Tamsir, Chika Litawaty Tangkudung, Maureen J. N. N. Tarimakase, Yulianus Tilaar, Ferdinand F. Toar, Debby Tulenan, Maryand M. Tununu, Riky R. Unstain N. W. J. Rembet, Unstain N. W. J. Vivi A Pamikiran Wilhelmina Patty Wilmy E Pelle Winda Mercedes Mingkid Wungkana, Lucky Wungkana, Vike V. Yulianus D Dalengkade Yundari, Yundari