Claim Missing Document
Check
Articles

Perancangan Mesin Kukus dan Oven Konveyor Sebagai Inovasi Pengolahan Limbah Rumah Potong Ayam Menjadi Tepung Darah dan Tepung Bulu Rindi Kusumawardani; Nani Kurniati; Irene Malilung Sitanggang; Moses Laksono Singgih; Hari Supriyanto; Sutikno; Dwa Desa Warnana
Sewagati Vol 7 No 5 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v7i5.555

Abstract

Limbah proses pemotongan ayam secara umum terdiri dari limbah padat dan cair. Hampir semua limbah dari proses pemotongan ayam dapat dimanfaatkan kembali. SMKN 1 Grati adalah sekolah vokasi di Pasuruan, yang memiliki unit Agribisnis Peternakan. Namun, masih belum adanya penanganan khusus terhadap beberapa limbah dari proses pemotongan ayam, dimana saat ini limbah hanya dibuang begitu saja ke saluran pembuangan. Penelitian ini bertujuan untuk membantu menyediakan mesin pengolah darah dan bulu ayam menjadi tepung darah atau bulu, yang dapat diolah menjadi bahan pakan atau pupuk, dengan menerapkan prinsip semi otomatisasi. Dimana terdapat mesin kukus inovatif dan oven konveyor. Penerapan teknologi tepat guna ini diawali dengan mengamati kondisi eksisting, perancangan solusi, lalu pembuatan dan pengujian alat. Desain mesin terdiri dari mesin kukus inovatif yang dapat menjalankan fungsi kukus sekaligus pencacah darah atau bulu ayam, serta terdapat oven konveyor listrik untuk membantu proses pengeringan hasil pengukusan darah atau bulu ayam. Harapan dari implementasi rancangan mesin ini, dapat mendukung produktivitas dan mengurangi dampak buruk pada lingkungan, dengan meningkatkan kepedulian terhadap pengelolaan limbah melalui kegiatan recycle. Kedepannya, sistem pengelolaan limbah di Rumah Potong Ayam diharapkan terus dilakukan perbaikan hingga dapat ditetapkan standar ramah lingkungan.
Penerapan Koefisien Aliran untuk Mendukung Budidaya Tanaman Bernilai Ekonomi Tinggi (Studi Kasus: Kwanyar Bangkalan, Indonesia) Widya Utama; Anicetus Wihardjaka; Nourma Al Viandari; Dwa Desa Warnana; Wien Lestari; Eki Komara; Sherly Ardhya Garini; Rista Fitri Indriani; Dhea Pratama Novian Putra; Annisa R. Varhana
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol. 9 No. 9 (2023): September
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i9.3307

Abstract

The initial study that we carried out regarding the Kwanyar sub-district area, Bangkalan, East Java, shows the need to optimize land productivity and analyze the potential for farming to build the welfare of the people of the Kwanyar subdistrict. Preliminary spatial data analysis related to the topography as a result of Digital Elevation Model (DEM) data processing shows that: the Kwanyar sub-district is dominated by flat slopes (0-8°) compared to the northern region of the Kwanyar sub-district, while runoff water analysis shows a low flow coefficient (0- 0.25) which means that most of the Kwanyar area has low absorption capacity and a high potential for stagnant water. In addition, the Kwanyar region has a Regosol soil type. Regosol soil has a coarse texture and low organic matter, which makes it unable to properly hold water and minerals for plants, so it tends to be infertile. The initial study then became the basis for this research.
Subsurface Analysis on Ranu Grati Lineaments with Satellite Gravity Data Dhea Pratama Novian Putra; M. Haris Miftakhul Fajar; Dwa Desa Warnana; Amien Widodo; Faqih Ulumuddin; Syabibah Zakiyya Zukhrufah
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol. 9 No. 10 (2023): October
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i10.3400

Abstract

The lineaments with NE-SW direction formed by the Umbulan Spring, Banyubiru Spring, and Ranu Grati Maar in Pasuruan Regency indicate a geological structure. This structure is predicted to play a role in forming these springs and maar. Therefore, a study was conducted to identify the presence of these geological structures using the GGMPlus satellite gravity data. The data used in this study were 945 points with spacing intervals of about 200 to 300 meters. Satellite gravity data needs to be corrected so that the Complete Bouguer Anomaly (CBA) value is obtained, which can be used to determine the distribution of density contrast values ​​in the research area. Gridding is done by using a Second Vertical Derivative (SVD) filter to determine existing fault that results in the lineaments of the two springs and maar based on the second derivative value from CBA. It was found that the range of interpolated CBA values ​​in the study area was around 143 mGal to 150 mGal. SVD analysis indicates existing a fault plane exists through Umbulan Springs, Banyubiru Springs, and Ranu Grati Maar with E-W direction.
Effect of Geometry and Number of Seismic Stations on Micro-Earthquake (MEQ) Hypocenters in Geothermal Fields Widya Utama; Sherly Ardhya Garini; Merry C. Hutapea; Dhea Pratama Novian Putra; Dwa Desa Warnana; Wien Lestari
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol. 9 No. 10 (2023): October
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i10.3742

Abstract

Micro-earthquake (MEQ) distribution describes subsurface conditions that can contribute to monitoring the dynamics of geothermal reservoirs. Thus, the distribution of MEQ hypocenter locations with high accuracy becomes extremely important. Experiments were conducted with 3 variations of geometry and number of seismic stations, while Geiger and Coupled Velocity-Hypocenter methods were used to determine the location of MEQ. Experimental results show that in determining the location of the MEQ, the geometry and number of seismic stations played an important role. Increasing the number of stations with relatively long distances can result in less accurate locations of MEQ, error and bias in determining the location of MEQ will be greater when the azimuth gap value is greater. This is shown by the distribution of MEQ that are more spread out in variations 4A and 4B (4 seismic stations) compared to the distribution of MEQ hypocenters using data from 8 seismic stations. The azimuth gap variations of stations 4A and 4B are 283° and 267°, and 8 stations have a value of 222°. The large value of the azimuth gap is due to the distribution of stations only on one side so that there are horizontal angles that are not covered by seismic stations.
Pembuatan Pupuk Organik Menuju Peningkatan Produktivitas Lahan Pertanian Desa Pandanan Kabupaten Bangkalan Utama, Widya; Wihardjaka, Anicetus; Viandari, Nourma Al; Warnana, Dwa Desa; Lestari, Wien; Komara, Eki; Imaaduddiin, Muhammad Hafiizh; Indriani, Rista F.; Garini, Sherly A.; Putra, Dhea P. N.; Ramadhani, Annisa V.
Sewagati Vol 8 No 1 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v8i1.814

Abstract

Salah satu wilayah pertanian aktif di Kabupaten Bangkalan adalah Desa Pandanan. Tingginya potensi degradasi lahan di Desa Pandanan menjadikan upaya mitigasi degradasi lahan harus segera dilakukan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui pengabdian kepada masyarakat (abmas) oleh tim dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember dan Badan Riset Inovasi Nasional terkait optimasi kesuburan lahan pertanian. Kegiatan abmas yang dilakukan berfokus pada tiga tahap utama yakni: (1) Sosialisasi/penyuluhan terkait pentingnya optimasi kesuburan lahan pertanian berbasis data (satelit dan validasi lapangan), (2) penyuluhan/sosialisasi terkait penggunaan pupuk organik berbahan dasar limbah peternakan lokal Desa Pandanan, dan (3) pelatihan serta pendampingan pembuatan pupuk organik. Hasil sosialisasi dan pelatihan menunjukkan bahwa kelompok tani Harapan Jaya 1, Desa Pandanan mampu mengolah limbah peternakan setempat menjadi pupuk organik, dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kemandirian petani dan masyarakat terhadap input pertanian, sehingga dapat mengoptimalkan kesuburan tanah seiring waktu dengan mengurangi penggunaan pupuk kimia yang memiliki potensi mencemari lingkungan khususnya lahan pertanian. Kedepan secara bertahap diharapakan dapat meningkatkan produktivitas lahan pertanian dan ekonomi yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat khususnya para petani Desa Pandanan Kabupaten Bangkalan.
Evaluasi Risiko Likuifaksi Berdasarkan Karakteristik Ukuran Butir Tanah dan Hasil Tahanan Standart Penetration test (N-SPT) Studi kasus Bandara Yogyakarta Internasional Airport Diana, Nur Ayu; Soemitro, Ria Asih Aryani; Ekaputri, Januarti Jaya; Satrya, Trihanyndio Rendy; Warnana, Dwa Desa
PUBLIKASI RISET ORIENTASI TEKNIK SIPIL (PROTEKSI) Vol 6 No 1 (2024): Vol. 6 No.1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/proteksi.v6n1.p51-58

Abstract

Salah satu bentuk kerusakan pada struktur tanah adalah likuifaksi, di mana tanah berubah dari keadaan padat menjadi cair karena tekanan air pori meningkat dan tekanan efektif tanah menurun akibat beban siklis dinamis. Efeknya bisa sangat signifikan terutama pada tanah berpasir yang sudah jenuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kemungkinan likuifaksi berdasarkan data N-SPT serta mengidentifikasi hubungan antara karakteristik tanah dan gempa terhadap risiko likuifaksi. Penelitian dilakukan di area Yogyakarta International Airport (YIA). Metode analisis potensi likuifaksi dimulai dengan menggunakan persamaan dari National Center For Earthquake Engineering Research (NCEER) USA, yang menggunakan data N-SPT untuk menilai potensi likuifaksi secara deterministik menggunakan rasio tahanan siklik tanah (CRR), rasio tekanan siklik beban gempa (CSR), dan koefisien variansi dari kedua rasio tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa area penelitian memiliki potensi tinggi untuk likuifaksi terdapat pada permukaan tanah hingga pada kedalaman data SPT 15 m . Korelasi antara parameter tanah menunjukkan bahwa peningkatan nilai N-SPT berhubungan dengan peningkatan nilai CRR, namun peningkatan nilai CRR. Selain itu, peningkatan magnitudo gempa berhubungan dengan peningkatan potensi likuifaksi, dimana pada magnitudo gempa 6,5 SR, nilai CRR lebih besar dibandingkan pada magnitudo 7,5 SR dan 8,5 SR. Semakin besar nilai CRR, semakin kecil potensi likuifaksi.
Pengembangan Pakan Ternak: Mesin Cacah Pelet dan Pengembangbiakkan Budidaya Indigofera menuju Pertanian Berkelanjutan Utama, Widya; Sidi, Amor K.; Wihardjaka, Anicetus; Al Viandari, Nourma; Mariyono, M.; Mirmanto, Heru; Warnana, Dwa Desa; Lestari, Wien; Anjasmara, Ira M.; Komara, Eki; Palgunadi, Kadek H.; Indriani, Rista F.; Garini, Sherly A.; Putra, Dhea P. N.; Insani, Alif N. F.; Pratama, Dandi S.
Sewagati Vol 8 No 5 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v8i5.2198

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan di Desa Bendosari, Blitar ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi pakan ternak melalui teknologi modern. Tantangan utama yang dihadapi adalah penyumbatan mesin pencacah pakan ternak dan kesesuaian media tanam untuk perkecambahan Indigofera. Solusi yang diterapkan mencakup pengembangan mesin pencacah dan pelet pakan ternak, analisis media tanam optimal untuk Indigofera skala laboratorium, dan pelatihan penggunaan mesin serta budidaya Indigofera. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan efisiensi produksi pakan dan keterampilan petani dalam menggunakan teknologi baru, serta menentukan media tanam terbaik untuk Indigofera. Mitra yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Kelompok Tani Ben Giat Tani sebagai pengguna teknologi dan peneliti dari BRIN yang berkontribusi dalam penelitian media tanam dan uji tanah. Pelatihan dan modul operasional disediakan untuk meningkatkan keterampilan petani. Kegiatan ini mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dengan meningkatkan produksi pangan (SDGs 2), pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi (SDGs 8), inovasi industri (SDGs 9), konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab (SDGs 12), serta konservasi ekosistem darat (SDGs 15).
Sinergi Koperasi Pondok Pesantren dalam Membangun Keberlanjutan Ekonomi melalui Kolaborasi Bisnis dan Manajemen Operasional Prasetyawan, Yudha; Suef, Mokhammad; Nugroho, Taufik Fajar; Sutikno; Pratikno, Herman; Yuwana, Lila; Warnana, Dwa Desa; Kusumaningrum, Ajeng Wardhani; Rahmaningtyas, Ivana; Naifah, Sonia Ratnaduhita Nurani; Handaningtyas, Inggrid; Wiscahyo, Gelar; Putra, Riyan Afnanda; Yani, Beta Fitri; Nabila, Debby Dea; Rashida, Ailsa Dahayu
Sewagati Vol 8 No 6 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v8i6.2238

Abstract

Program "One Pesantren One Product" (OPOP) bertujuan meningkatkan kesejahteraan pondok pesantren melalui pengembangan usaha berbasis ekonomi syariah. Masalah dihadapi dalam pelaksanaan program terkait keberlanjutan dan efisiensi yang belum teratasi, terutama dalam hal pemetaan bisnis yang komprehensif serta kurangnya kolaborasi antar pesantren. Pengabdian masyarakat ini hadir sebagai solusi melalui serangkaian pelatihan dan konsultasi yang berfokus pada manajemen bisnis, kolaborasi, serta pemetaan potensi usaha pada koperasi pondok pesantren (kopontren). Kegiatan dimulai dengan identifikasi masalah melalui Focus Group Discussion (FGD) untuk merumuskan kompetensi pengelola koperasi pondok pesantren dan survei potensi bisnis. Pelatihan intensif dilakukan untuk meningkatkan kompetensi manajemen dan operasional kopontren, diakhiri dengan sesi pitching ide bisnis. Hasil akhir dari pelatihan menunjukkan bahwa 86,17% peserta puas dengan materi yang disampaikan dan 85,8% peserta paham akan materi yang telah disampaikan dapat mencerminkan keberhasilan program ini dalam meningkatkan kapasitas pesantren. Dengan demikian, program ini diharapkan mampu menjadi model pemberdayaan ekonomi pesantren yang berkelanjutan dan berdaya saing, serta diharapkan dapat meningkatkan kemandirian ekonomi pesantren dan berpotensi diadaptasi di wilayah lain.
Geometrically Complex, Relatively Weak, and Subcritically Stressed Lembang Fault May Lead to a Magnitude 7.0 Earthquake Palgunadi, Kadek Hendrawan; Simanjuntak, Andrean Vesalius Hasiholan; Ry, Rexha Verdhora; Daryono, Mudrik Rahmawan; Widiyantoro, Sri; Warnana, Dwa Desa; Triahandini, Agnis; Syaifuddin, Firman; Ahmadiyah, Adhatus Solichah; Sirait, Anne Meylani Magdalena; Suryanto, Wiwit
Journal of Engineering and Technological Sciences Vol. 57 No. 1 (2025): Vol. 57 No. 1 (2025): February
Publisher : Directorate for Research and Community Services, Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/j.eng.technol.sci.2025.57.1.10

Abstract

The Lembang Fault is one of the major faults in the province of West Java, approximately 10 km north of its capital, Bandung, a city inhabited by more than 2 million people. The fault exhibits distinct geometrical characteristics in its 29 km length, transitioning from normal, strike-slip, to vertical faulting mechanisms. Two studies have evidence of a normal fault with a dip direction to the north and a thrust fault with a dip direction to the south. Despite the lack of significant recorded earthquakes, the Lembang Fault is active and poses a high seismic hazard to the surrounding region. Previous deformation studies estimate that the fault could produce earthquakes of magnitude 6.7 to 7.0, though these estimates do not account for the fault's unique geometry, which includes bends at both its eastern and western ends. This geometrical complexity can significantly affect slip distribution, potentially leading to over- or underestimating earthquake magnitude. In this study, we assess the earthquake potential of the Lembang Fault using 3D dynamic rupture simulations that incorporate the fault's geometrical complexity, 3D velocity structure, and plastic deformation. Our simulations indicate that the fault's complex geometry enhances rupture slip to the east while halting it to the west, resulting in rupture along 80% of the fault's total length. However, according to our model, a self-sustained runaway rupture scenario occurs only if the fault is characterized by relatively weak apparent strength, subcritical stress, and overpressurization. This worst-case scenario could result in a magnitude 7.0 earthquake, posing a significant threat to the densely populated nearby city. Therefore, our findings have crucial implications for seismic hazard assessment around the Lembang Fault.
Pemberdayaan Kelompok Sadar Wisata dan Konservasi Sumber Mata Air Desa Bendolo Kabupaten Nganjuk Sebagai Upaya Pengembangan Clean Water and Sanitation Suriani, Putri Dwi; Farhan, Eta; Asmarani, Pingky Kartika; Yashar, Putri Nur Fadhilah; Nur Rochman, Juan Pandhu Gya; Warnana, Dwa Desa
Darmabakti : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 01 (2025): Darmabakti : Junal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Peneliian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Madura (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/darmabakti.2025.6.01.190-198

Abstract

Desa Bendolo merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Sawahan Kabupaten Nganjuk dengan potensi sumber daya air yang melimpah. Potensi yang dimiliki oleh Desa Bendolo kurang dapat diimbangi oleh peran aktif masyarakat dalam memanfaatkan kawasan potensial tersebut. Program SWASITA merupakan program yang dibentuk guna memberdayakan kelompok sadar wisata yang berfokus pada pengembangan potensi sumber mata air sebagai kawasan konservasi sekaligus wisata yang menarik. Program SWASITA telah dijalankan oleh kelompok sadar wisata Desa Bendolo yang mana anggota dari kelompok tersebut merupakan karang taruna dan masyarakat Desa Bendolo. Melalui Program SWASITA yang telah dijalankan, kelompok sadar wisata berhasil memetakan 6 sumber mata air dikawasan Desa Bendolo, melakukan rehabilitasi lahan melalui penanaman pohon, serta pelatihan pemetaan sebagai penerapan aplikasi teknologi kepada kelompok sadar wisata. Terdapat buku panduan mitra sebagai media keberlanjutan program.
Co-Authors Abdurahman Wafi Adhatus Solichah Ahmadiyah, Adhatus Solichah Adib Banuboro Adib Banuboro Afdhal, Ramsyi Faiz Ahmad Iqbal Hamami Ahmad Syahdi Al Khawarizmi Aisha, Fahrenzy Yona Al Viandari, Nourma Alfatih, Ismail Zaky Alpius Dwi Guntara Amien Widodo Anggi Arwin Pratama Anicetus Wihardjaka Annisa R. Varhana Arief Alihudien Arief Alihudien, Arief Arif Darmawan Arif Darmawan Ariyanti, Nita Ariyanti, Nita Arsyadi, Ahmad Qomaruddin Arsyadi, Ahmad Qomaruddin Ary Iswahyudi Arya Dwi Candra Aryaseta, Bagas Aryaseta, Bagas Asmarani, Pingky Kartika Asmaul Mufida Aviani, Nisya Bagus Jaya Santosa Bahri, Ayi Syaeful Bahri, Fuad Aulia Bayu Tambak Samudra Bayu Tambak Samudra Budiraharjo, Satrio C Cari Darmawan, Arif Darmawan Daryono, Mudrik Rahmawan Deby Nur Sanjaya Dhea Pratama Novian Putra Dhea Pratama Novian Putra Dhea Pratama Novian Putra Diana, Nur Ayu Diptya Mas Nugraha Eki Komara Elysa Nensy Irawan Erik Sapta Perbawa Fahrenzy Yona Aisha Fahrur Aslami Fajar, M. Haris Miftakhul Faqih Ulumuddin Farhan, Eta Farid Hendra Pradana Farid Marianto Farid Marianto Faza Nabeel Fikrizan Hilmy Andradit Firman Syaifudin Garini, Sherly A. Garini, Sherly Ardhya Hamami, Ahmad Iqbal Handaningtyas, Inggrid Hari Supriyanto Harsano Jayadi Herman Pratikno, Herman Heru Mirmanto Hibatullah, Muhammad Irsyad Hilyah, Anik Hutapea, Merry C. Ilham Adi Pratama Imaaduddiin, Muhammad Hafiizh Imam Gazali Indriani, Rista F. Indriani, Rista Fitri Innanda Rizqiani Putri Insani, Alif N. F. Ira M. Anjasmara, Ira M. Irene Malilung Sitanggang Irene Malilung Sitanggang Irshadibima, Raden Bagus Fauzan Irwan Setyowidodo, Bagus Jaya Santosa Ismail Zaky Al Fatih Ismail Zaky Alfatih Januarti Jaya Ekaputri Juan Pandu G.N.R. Juan Pandu Gya Nur Rochman Khairul Yadi Khairul Yadi Komara, Eki Kurniati, Nani Kusumaningrum, Ajeng Wardhani Lestari, Putri Rida Lestari, Wien Lila Yuwana Lutfi Zakariah M Haris Miftakhul Fajar M. Singgih Purwanto Marianto, Farid Mariyono, M. Meidji, Icha Untari Merry C. Hutapea Moch Lutfi Zakaria Moh Dahlan Th Musa Mohammad Singgih Purwanto Moses Laksono Singgih Muhammad Arif Budiman Muhammad Fawzy Ismullah Massinai Muhammad Irsyad Hibatullah Muhammad Noor Muhammad Reza Shalahuddin Noor Muthmainnah, Melania Suweni Muntini N R, Juan Pandu G Nabila, Debby Dea Naifah, Sonia Ratnaduhita Nurani Natassa Adi Putri Natassa Adi Putri Nefrizal Nefrizal Nefrizal Nefrizal Nila Sutra Nila Sutra Nizar Riyantiyo Noor, Muhammad Reza Shalahuddin Nourma Al Viandari Nur Jannah, Afni Nur Rochman, Juan Pandhu Gya Palgunadi, Kadek H. Palgunadi, Kadek Hendrawan Pegri Rohmat Aripin Prabawa, Septa Erik Pratama, Dandi S. Pratama, Ilham Adi Prataman, Ilham Adi Priatin Hadi Wijaya Priatin Hadi Wijaya Priatin Hadi Wijaya Priatin Hadi Wijaya Wijaya Putra P fikri Muhammad Putra P, Muhammad Fikri Putra Sukandar, Eka Cahya Putra, Dhea P. N. Putra, Dhea Pratama Novian Putra, Riyan Afnanda Putri Rida Lestari Putri Rida Lestari Putri, Innanda Rizqiani Putri, Natassa Adi Putu Dana Karningsih Rachman, Gazali Raden Bagus Fauzan Rahmaningtyas, Ivana Rahmatun Inayah Ramadhani, Annisa V. Rashida, Ailsa Dahayu Ria Asih A. Soemitro Ria Asih A. Soemitro Ria Asih Aryani Soemitro Rindi Kusumawardani Rismayanti, Hasibatul Farida Rismayanti, Hasibatul Farida Rista Fitri Indriani Riyantiyo, Nizar Dwi Rizky Rahmadi Wardhana Rizky Rahmadi Wardhana Robi Alfaq Abdillah Robi Alfaq Abdillah Ry, Rexha Verdhora Samsul Hidayat Samudra, Bayu Tambak Satrio Budiraharjo Sherly Ardhya Garini Sherly Ardhya Garini Sidi, Amor K. Simanjuntak, Andrean Vesalius Hasiholan Sirait, Anne Meylani Magdalena Sorja Koesuma Sri Widiyantoro Suef, Mokhammad Sugeng Kurniawan Sugeng Kurniawan Suhartinah, Suhartinah Suriani, Putri Dwi Suryanto, Wiwit Sutikno SUTIKNO Sutikno Sutikno Sutra, Nila Sutra, Nila Syabibah Zakiyya Zukhrufah Syaeful Bahri Syaifuddin, Firman Syaifuddin, Firman Syaifudin, Firman Taufik Fajar Nugroho Totok Wijayanto Totok Wijayanto, Totok Triahandini, Agnis Trihanyndio Rendy Satrya Ulumuddin, Faqih Varhana, Annisa R. Viandari, Nourma Al Wardhana, Rizky Rahmadi Wardhana, Rizky Rahmadi Widya Utama Widya Utama Wihardjaka , Anicetus Wihardjaka, Anicetus Wijaya, R. Aldi Kurnia Wijaya, R. Aldi Kurnia Wiscahyo, Gelar yadi, Khairul Yani, Beta Fitri Yashar, Putri Nur Fadhilah Yudha Prasetyawan Yusri Prayitna Zakaria, Moch Lutfi Zukhrufah, Syabibah Zakiyya